eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
Not a member yet
3096 research outputs found
Sort by
Assessment of Pipeline Integrity with Circumferential Corrosion Using ASME B31.G and BS 7910
Pipeline integrity is essential for ensuring the safe and reliable transportation of hydrocarbons. Corrosion is one of major cause of pipeline failure and requires regular assessment. The ASME B31.G method is commonly used in Indonesia to evaluate pipeline integrity based on hoop stress due to internal pressure. However, this method does not account for axial stress, which can become significant in the presence of circumferential corrosion defects. This study assesses a pipeline with 19 corrosion defects using ASME B31.G and compares the results with BS 7910, which considers both hoop and axial stresses. Future defect growth is predicted using DNV RP F101. Results show that two circumferential defects are governed by axial stress in 2027 and 2030, and that ASME B31.G significantly overestimates safe operating pressure in such cases. A simulation further reveals that axial stress tends to dominate when corrosion depth exceeds 50% of wall thickness. This study recommends identifying defect orientation and using BS 7910 for a more conservative assessment when axial stress is likely to govern
Pemeriksaan Dan Pengujian Pesawat Angkat Angkut Jenis Tower Crane
Lifting and transporting equipment, especially tower cranes, play a crucial role in the construction and manufacturing industries. This equipment is used to lift and move heavy materials in project areas with high efficiency. However, non-standard operation can lead to fatal accident risks, including load falls, structural failure, and worker injuries. Routine inspections of tower cranes are carried out to ensure that all components are functioning properly and in accordance with applicable safety standards. This activity takes technical data and the history of the use of lifting and transporting equipment in the work area to assess the suitability and safety factors. The inspection and testing procedures are carried out in several steps, including the use of a guide in the form of a standard checklist form, then a document check is carried out; physical visual inspection and dimensions; and load and function testing. Steel wire rope is safe to use for tower crane structures within a radius of 60 meters with a lifting capacity of 2.4 tons. There was no decrease in the hoist motor during the static load test. There is a modification to the hook used to replace the safety latch by welding it to the hook body. The Operator's SIO meets class I requirements with a tower height of ± 70 meters
PENGARUH PENERAPAN SAK EMKM DAN PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN UMKM DI KABUPATEN PELALAWAN
This study aims to determine the effect of adopting Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Enterprises (FAS-MSMEs) and utilizing Accounting Information Systems (AIS) on MSMEs’ financial reporting quality in Pelalawan Regency, Riau. This study used a quantitative method and the 4 SmartPLS application to process the data. The sample consisted of 100 respondents determined using Slovin’s formula. The respondents were MSME actors operating in the capital city of Pelalawan Regency, Riau, who had been in business for at least one year and had implemented FAS-MSMEs and utilized AIS in preparing their financial statements. The results showed that FAS-MSMEs adoption and AIS use had a positive and significant effect on the FQ of MSMEs. These findings confirm that implementing accounting standards and using accounting information systems can enhance the quality of financial reporting in the MSME sector.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) dan pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) terhadap kualitas laporan keuangan UMKM di Kabupaten Pelalawan, Riau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan pengolahan data dilakukan menggunakan aplikasi SmartPLS 4. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Responden merupakan pelaku UMKM yang berada di kota Kabupaten Pelalawan, Riau dan telah beroperasi minimal satu tahun serta telah menerapkan SAK EMKM dan memanfaatkan SIA dalam penyusunan laporan keuangan mereka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik secara simultan maupun parsial, penerapan SAK EMKM dan pemanfaatan SIA berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan UMKM. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan standar akuntansi dan pemanfaatan sistem informasi akuntansi dapat meningkatkan kualitas pelaporan keuangan pada sektor UMKM
Pengolahan Limbah Peternakan dengan Implementasi Instalasi Biogas Komunal di Desa Karanggintung, Banyumas
Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Jawa Tengah terbagi dalam 2 bagian yaitu: Kawasan budi daya pertanian dan kawasan pusat pemerintahan dan perekonomian. Mata pencaharian masyarakat pada umumnya adalah bertani, seperti jagung, padi dan sayuran serta peternakan seperti ternak sapi, kerbau, kambing, kelinci dan ayam. Pengelolaan limbah peternakan dan pertanian menjadi biogas dan pupuk organik sangat penting untuk diterapkan agar lingkungan tetap terjaga dari pencemaran. Pemanfaatan limbah peternakan untuk memproduksi biogas dapat mengurangi konsumsi energi komersial seperti gas dan juga kayu bakar. Menjaga unsur hara tanah dengan menggunakan pupuk organik pada proses budidaya tanaman solusi mengurangi pencemaran lingkungan oleh limbah peternakan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada mitra tentang pemanfaatan limbah peternakan menjadi biogas dan pupuk organik, membangun tiga unit instalasi biogas skala rumah tangga dan satu unit skala komunal, mengurangi volume limbah peternakan minimal 50% yang dibuang langsung kelingkungan. Kegiatan dilakukan dengan metode partisipatif melalui penyuluhan (ceramah dan diskusi), pelatihan dan praktek/demonstrasi. Kegiatan dilakukan di kelompok tani ternak Mugi Lestari pada Bulan April – Oktober 2023. Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa 100% mitra mengerti dan mampu membuat digester biogas dan pupuk organik dari limbah peternakan. Diperoleh 1 unit digester komunal tipe kubah dan 3 unit digester skala rumah tangga untuk memproduksi biogas dan pupuk organik. Aplikasi teknologi biogas mampu mengurangi 60% limbah yang terbuang langsung kelingkungan, menghemat biaya kebutuhan bahan bakar gas, pupuk organik dapat diaplikasikan pada budidaya pertanian dan lingkungan semakin terjaga kebersihannya.Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Jawa Tengah terbagi dalam 2 bagian yaitu: Kawasan budi daya pertanian dan kawasan pusat pemerintahan dan perekonomian. Mata pencaharian masyarakat pada umumnya adalah bertani, seperti jagung, padi dan sayuran serta peternakan seperti ternak sapi, kerbau, kambing, kelinci dan ayam. Pengelolaan limbah peternakan dan pertanian menjadi biogas dan pupuk organik sangat penting untuk diterapkan agar lingkungan tetap terjaga dari pencemaran. Pemanfaatan limbah peternakan untuk memproduksi biogas dapat mengurangi konsumsi energi komersial seperti gas dan juga kayu bakar. Menjaga unsur hara tanah dengan menggunakan pupuk organik pada proses budidaya tanaman solusi mengurangi pencemaran lingkungan oleh limbah peternakan. Tujuan kegiatan ini adalah mencegah pencemaran lingkungan dan meningkatkan nilai tambah dari limbah peternakan sebagai biogas dan pupuk organik. Kegiatan dilakukan dengan metode partisipatif dengan penyluhan, pelatihan dan praktek. Hasil dari kegiatan pengabdian bahwa 100% mitra mengerti dan mampu membuat digester biogas dan pupuk organik dari limbah peternakan. Diperoleh 1unit digester tipe kubah dan 3 unit digester skala batch untuk memproduksi biogas dan pupuk oganik padat. Melalui penerapan teknologi biogas dan pupuk oganik ini mampu menghemat biaya kebutuhan bahan bakar gas dan mengaplikasikan pupuk organik pada budidaya pertaniannya, selain itu lingkungan semakin terjaga kebersihannya
Identifikasi Faktor Risiko Stunting pada Balita di Desa Bila Cenge, Sumba Barat Daya
Sumba Barat Daya merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki prevalensi stunting pada balita yang cukup tinggi. Pada tahun 2023, kabupaten ini menduduki peringkat pertama untuk angka kejadian stunting di NTT, yaitu sebesar 32%. Kondisi stunting tidak hanya mengganggu pertumbuhan anak tetapi juga mempengaruhi perkembangan kognitif dan produktivitas mereka di masa depan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu mengidentifikasi akar permasalahan dan faktor risiko stunting di Desa Bila Cenge. Tim pengabdian melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dan kunjungan rumah pada 8 balita yang terdiri dari 4 balita sehat dan 4 balita stunting. Metode Positive Deviance digunakan saat kunjungan rumah untuk mengidentifikasi role model. Saat FGD, tim menemukan beberapa faktor risiko stunting, di antaranya cakupan ASI (Air Susu Ibu) Eksklusif yang rendah, ibu tidak merawat anaknya sendiri, ibu tidak menemani anak saat makan, PHBS yang buruk, cakupan kunjungan antenatal yang rendah, dan masalah terkait budaya dan kemiskinan. Tim juga menemukan beberapa kasus penyimpangan positif di mana ibu dari balita sehat memiliki perilaku yang baik yang mendukung nutrisi anaknya. Edukasi kesehatan sangat diperlukan bagi masyarakat agar kasus stunting pada anak menurun dan kasus penyimpangan positif dapat dijadikan role model untuk mempromosikan perilaku sehat di antara ibu-ibu yang lain.Sumba Barat Daya merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki prevalensi stunting pada balita yang cukup tinggi. Pada tahun 2023, kabupaten ini menduduki peringkat pertama untuk angka kejadian stunting di NTT, yaitu sebesar 32%. Kondisi stunting tidak hanya mengganggu pertumbuhan anak tetapi juga mempengaruhi perkembangan kognitif dan produktivitas mereka di masa depan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu mengidentifikasi akar permasalahan dan faktor risiko stunting di Desa Bila Cenge. Tim pengabdian melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dan kunjungan rumah pada 8 balita yang terdiri dari 4 balita sehat dan 4 balita stunting. Metode Positive Deviance digunakan saat kunjungan rumah untuk mengidentifikasi role model. Saat FGD, tim menemukan beberapa faktor risiko stunting, di antaranya cakupan ASI (Air Susu Ibu) Eksklusif yang rendah, ibu tidak merawat anaknya sendiri, ibu tidak menemani anak saat makan, PHBS yang buruk, cakupan kunjungan antenatal yang rendah, dan masalah terkait budaya dan kemiskinan. Tim juga menemukan beberapa kasus penyimpangan positif di mana ibu dari balita sehat memiliki perilaku yang baik yang mendukung nutrisi anaknya. Edukasi kesehatan sangat diperlukan bagi masyarakat agar kasus stunting pada anak menurun dan kasus penyimpangan positif dapat dijadikan role model untuk mempromosikan perilaku sehat di antara ibu-ibu yang lain
REINFORCING LEGACY BRAND: TRANSFORMING CONSUMER PERCEPTIONS THROUGH BRAND STRATEGIES IN THE TOBACCO INDUSTRY
This study investigates brand strategies for sustaining the relevance of legacy brands in Indonesia’s highly regulated and socially sensitive tobacco industry. The focus is on Djarum Super, an iconic kretek cigarette brand with a historically loyal customer base that is currently struggling to connect with younger consumers. A qualitative case study approach was used, combining in-depth interviews, projective techniques, and digital ethnography to explore consumer perceptions, brand associations, and behavioral tendencies. The research engaged 15 male respondents aged 21–35 from urban areas, selected based on smoking behavior and socioeconomic profile. The analysis applied Keller’s Customer-Based Brand Equity (CBBE) framework and thematic content analysis to identify the brand’s current positioning and consumer resonance. Findings reveal a clear generational divide: older consumers demonstrate attachment based on nostalgia, cultural pride, and masculine identity, while younger consumers perceive the brand as outdated, harsh in flavor, and disconnected from modern lifestyles. The study highlights the need for revitalizing brand salience through updated visual identity, emotionally driven storytelling, and culturally relevant messaging. Moreover, digital co-creation and community-based marketing are proposed to foster engagement without violating advertising restrictions. This repositioning should aim to reframe the brand’s image not by abandoning its heritage but by reshaping it into a more inclusive and aspirational narrative. The study contributes practical insights for brand managers navigating generational shifts, consumer perception gaps, and strict regulatory environments. It also offers a strategic model for legacy brands attempting to bridge tradition with innovation in evolving consumer landscapes
Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Menjadi Nata De Soya untuk Mengantisipasi Potensi Pencemaran Lingkungan
Tahu merupakan salah satu sumber pangan bergizi yang terjangkau dan mudah diakses di kalangan masyarakat Indonesia. Industri tahu juga dapat ditemui di berbagai lokasi, termasuk di Desa Purwodadi Dalam. Namun, pelaku industri ini belum melakukan pengelolaan limbah yang baik. Limbah padat digunakan sebagai bahan baku oncom dan pakan ternak, sementara limbah cairnya dibuang ke sungai. Dari sekitar 30 industri kedelai berkapasitas produksi rata-rata 15 kg kedelai per hari, berpotensi mengakibatkan pencemaran lingkungan dengan menghasilkan 675 liter limbah cair. Mengacu pada berbagai penelitian yang telah dipublikasikan, limbah cair tahu dapat diolah dan menghasilkan produk nata de soya yang digemari dan sebagai sumber serat penting bagi tubuh. Kegiatan pelatihan pengolahan limbah cair tahu ini dilakukan mulai dari pemaparan terkait prinsip industri tahu berkelanjutan dan potensi implementasi ekonomi sirkuler, proses pembuatan nata de soya, dan menajemen pemasaran. Peserta kegiatan ini adalah pelaku usaha tahu yang sangat antusias untuk mencoba produknya dan berdiskusi terkait proses pembuatan nata de soya serta strategi pemasarannya. Potensi pencegahan pencemaran lingkungan akibat limbah cair tahu dapat dicegah dengan mengolah 167 liter limbah cair tahu oleh 15 peserta pelatihan atau 25% dari potensi limbah cair yang terbentuk setiap harinya. Kegiatan ini perlu dilanjutkan dengan pendampingan jangka panjang untuk implementasi ekonomi sirkuler di desa tersebut.Tahu merupakan salah satu sumber pangan bergizi yang terjangkau di kalangan masyarakat Indonesia. Industri tahu juga dapat ditemui di berbagai lokasi, termasuk di Desa Purwodadi Dalam. Namun, pelaku industri ini belum melakukan pengelolaan limbah yang baik. Limbah padat digunakan sebagai bahan baku oncom dan pakan ternak. Sementara limbah cairnya dibuang ke sungai. Sementara itu terdapat sekitar 30 industri kedelai di desa tersebut dan berpotensi terjadi pencemaran lingkungan. Mengacu pada berbagai penelitian yang telah dipublikasikan, limbah cair tahu dapat diolah dan menghasilkan produk nata de soya yang digemari dan sebagai sumber serat penting bagi tubuh. Kegiatan pengolahan limbah cair tahu ini dilakukan mulai dari pemaparan terkait prinsip industri tahu berkelanjutan, proses pembuatan nata de soya, dan menajemen pemasaran. Peserta kegiatan ini adalah pelaku usaha tahu yang sangat antusias untuk mencoba produknya dan berdiskusi terkait proses pembuatan nata de soya dan strategi pemasarannya. Produk ini berpotensi dijual dalam skala kecil di pasar bersamaan dengan produk utama tahu dan juga produk lain yang potensial dari tahu defect yang diolah menjadi nugget dan sempol tahu. Program akan dilanjutkan dengan pendampingan lebih lanjut
GLOBAL DISTRIBUTION AND CROSS-COUNTRY COLLABORATION ON DATA AND ARTIFICIAL INTELLIGENCE ETHICS RESEARCH: A BIBLIOMETRIC ANALYSIS
Publications on data and artificial intelligence ethics have grown in importance as more international entities seek to adopt new rules and create international frameworks to manage the same. Concerns remain, however, regarding the fragmented legal landscape and the absence of a unified set of standards for big data and artificial intelligence technology. This study examines data and AI ethical publishing and citation patterns from 1996 to 2022 (26 years). It highlights the leading countries and institutions, prominent research streams, and cross-country collaboration. Bibliometric analysis has been used to extract data from Scopus database. patterns. A title search strategy using particular keywords search was used extracting a total of 331 records. The data was exported to VOS viewer software, Biblioshiny and Excel in order to generate a thorough scientific analysis. This study fills the gap by addressing the issue of international collaboration in data and AI ethics research, and cultural diversity perspectives in the realm of international studies. The findings revealed that 633 authors from 40 different countries have contributed to documents on data and AI ethics. This shows that only a few countries contributed to global research trends in data and AI ethics, indicating a dearth of different perspectives. Computer science and philosophy professors in Western colleges affect data and AI ethics discussions in technology and society journals. Oxford and Cambridge universities offer key viewpoints on the subject, while merely three main clusters of cross-country collaboration took place. This study highlighted the practical implication where emphasis is needed to increase international collaboration in data and AI ethics research to create a more inclusive and equitable global framework. The study serves as the foundation for increased collaboration, which may dispel negative stereotypes, develop social cohesion, promote tolerance, and foster improved decision-making and problem-solving
Peran Insinyur dalam Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI)
The Ministry of Public Works and Public Housing launched the Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) to address irrigation issues through the rehabilitation, improvement, and construction of irrigation networks, involving active participation from farmer groups, particularly through Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). A major challenge in implementing this program is the limited technical knowledge and administrative experience of the implementers, who are primarily farmers without engineering backgrounds. Therefore, support from experts, particularly in civil engineering, is essential to ensure that the construction of irrigation systems meets standards and proceeds effectively and sustainably. This study aims to explore the role of field facilitators in supporting the implementation of the P3-TGAI program, as well as to provide recommendations for improving civil engineering practices that involve community participation in the development of more efficient and sustainable irrigation infrastructure
Rancang Bangun Dashboard Visualisasi Profil dan Data Industri Menggunakan Power BI
In supporting the tasks in Directorate General of Chemical, Pharmaceutical and Textile Industry, it requires data and information in the form of visualizations so that the data and information are easier to understand, analyze and interpret and more informative. This article aims to present the profile and data of the industry in Indonesia in the form of a dashboard, especially in the industrial sector in the Directorate of Upstream Chemical Industry, Ministry of Industry. In addition to presenting more informative data, the purpose of designing this dashboard is to form a more organized database so that there is no more repetitive and separate data. The design of dashboard used Microsoft Power BI to display visual profiles and industry data consisting of producer or industrial company, production capacity, production, export and import volume, export and import value, national supply and demand, user industry and product prospects. The results are expected to be a more effective and efficient tool for work unit leaders in the Upstream Chemical Industry Directorate to support policy making