eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
Not a member yet
3096 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN GAYA BAHASA FIGURATIF DALAM WACANA KAMPANYE PEMILIHAN UMUM DI KOTA JAYAPURA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan gaya bahasa figuratif dalam wacana kampanye pemilu calon legislatif yang disampaikan melalui media baliho guna menarik perhatian masyarakat serta memengaruhi preferensi pemilih. Dalam komunikasi politik visual, bahasa yang digunakan dalam baliho memegang peran strategis dalam membentuk citra kandidat dan menyampaikan pesan secara singkat namun berdampak. Kandidat serta tim kampanye sering memanfaatkan berbagai strategi linguistik untuk membangun daya tarik emosional dan memperkuat hubungan simbolik dengan konstituen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis stilistika untuk mengidentifikasi jenis gaya bahasa figuratif yang dominan serta mengevaluasi fungsinya dalam konteks komunikasi politik melalui baliho. Data penelitian berupa 48 baliho kampanye calon legislatif yang tersebar di berbagai titik strategis di Kota Jayapura selama masa kampanye pemilu tahun 2024. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (random sampling) untuk memperoleh representasi yang merata dari berbagai partai dan kandidat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa figuratif seperti metafora, hiperbola, dan personifikasi sering digunakan dalam baliho kampanye. Metafora banyak dimanfaatkan untuk memberikan gambaran konkret mengenai visi dan misi kandidat agar mudah dipahami masyarakat, seperti dalam frasa “era baru untuk kemajuan Kota Jayapura” yang menyiratkan harapan dan perubahan. Hiperbola digunakan untuk menonjolkan keunggulan kandidat secara berlebihan, seperti dalam ungkapan “sang penggagas kebangkitan masyarakat adat” untuk membangkitkan daya tarik emosional pemilih. Sementara itu, personifikasi digunakan untuk menghidupkan konsep politik agar lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari masyarakat, seperti dalam frasa “matahari tak pernah ingkar janji.” Penelitian ini juga menemukan bahwa efektivitas penggunaan gaya bahasa figuratif sangat ditentukan oleh kesesuaian pesan dengan nilai-nilai lokal serta keragaman budaya masyarakat Jayapura. Strategi kampanye yang mengintegrasikan bahasa figuratif dengan kearifan lokal terbukti lebih efektif dalam membangun koneksi emosional antara kandidat dan pemilih. Oleh karena itu, penting bagi tim kampanye untuk memanfaatkan gaya bahasa figuratif secara kreatif, kontekstual, dan tetap memperhatikan norma serta etika komunikasi publik agar tidak menimbulkan salah tafsir atau kontroversi yang merugikan
PELANGGARAN PRINSIP KERJASAMA MAKSIM DAN RELEVANSI PADA BUKU HUMOR REMAJA
Humor merupakan metode komunikasi yang menjadi sarana untuk membangun hubungan interpersonal, menunjukkan solidaritas, serta menciptakan identitas budaya atau kelompok tertentu melalui hal-hal lucu yang terkandung di dalamnya. Dalam dimensi yang lebih dalam, humor juga dapat sebagai media untuk menyampaikan kritik norma sosial, representasi nilai budaya, dan ekspresi tekanan sosial. Oleh karena itu, humor tidak hanya dianggap sebagai elemen yang menghibur, tetapi juga sebagai bentuk komunikasi yang memuat makna-makna yang bersifat implikatur. Penelitian ini mengkaji pelanggaran prinsip kerjasama dan relevansi pada buku humor remaja yang berjudul “Kumpulan Humor Remaja: Humor Masa Kini”. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana pelanggaran maksim percakapan dan ekspektasi relevansi menciptakan efek humor. Penelitian ini menggunakan teori Prinsip Kerjasama yang dikemukakan oleh Grice (1975) untuk mengungkap jenis pelanggaran dalam humor dan teori relevansi yang dikemukakan oleh Sperber dan Wilson (1995) untuk mengetahui bahwa humor memiliki relevansi yang dimanipulasi untuk sehingga ketidaksesuaian yang digambarkan menciptakan efek kejutan. Metode penelitian dilakukan dengan menganalisis data secara deskriptif kualitatif, mencakup identifikasi pelanggaran maksim serta eksplorasi pemrosesan ulang relevansi yang memicu efek komedi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis dokumen dengan membaca teks untuk mengidentifikasi elemen humor, menyeleksi data, dan mengelompokkan data berdasarkan kategori pelanggaran maksim percakapan dan relevansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humor pada masing-masing data muncul dari pelanggaran maksim kualitas, kuantitas, atau relevansi. Dari data yang telah ditemukan, penelitian ini menyimpulkan bahwa aspek linguistik seperti pemilihan gaya bahasa, permainan kata, serta permainan konteks memiliki peran penting dalam pembentukan humor sehingga menghasilkan efek komedi. Selain itu, penerapan teori prinsip kerjasama dan teori relevansi secara efektif menjelaskan mekanisme pembentukan humor dalam percakapan sehari-hari sehingga menghasilkan efek komedi. Di sisi lain, konteks budaya berperan penting dalam membentuk relevansi humor melalui stereotip dan nilai-nilai lokal yang akrab bagi pembaca. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi bagi kajian linguistik dan budaya dalam komunikasi humoristik. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengeksplorasi humor pada platform lain, seperti media sosial atau konten digital, yang melibatkan dinamika sosial lebih kompleks dan isu-isu tertentu, untuk memperluas pemahaman tentang humor dalam konteks yang lebih luas
PERGESERAN BENTUK DAN MAKNA KOSAKATA ARAB JAMA’AH DI INDONESIA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK
Studi ini menganalisis pergeseran bentuk dan makna dalam kosakata Arab Jama’ah (atau Jamma’ah) yang digunakan oleh diaspora Haḍārim bergenealogi Hadramaut, Yaman di Indonesia sebagai konsekuensi dari kontak bahasa yang berkelanjutan dan integrasi sosial-budaya yang intensif. Secara teoretis, kajian ini bertolak dari pandangan Weinreich (1953, 2011) bahwa kontak bahasa pada individu bilingual memicu interferensi di berbagai tataran bahasa, yang dipengaruhi oleh dinamika interaksi sosial serta konfigurasi struktural antarbahasa. Thomason dan Kaufman (1988) menegaskan bahwa tingkat interferensi berkorelasi dengan intensitas dan sifat relasi sosial antarkelompok penutur. Fishman (1964, 1990) menekankan bahwa pergeseran bahasa erat kaitannya dengan transmisi antargenerasi dan fungsi bahasa dalam pembentukan identitas kolektif. Data penelitian bersumber dari pencatatan atas tuturan lisan, artikel daring, unggahan media sosial, dan glosarium blog. Setelah penyaringan awal, terkumpul 379 entri yang kemudian dipilah kembali dan dikerucutkan menjadi 25 kata, antara lain: ahwal, franji, majlas, rohso, dan lainnya. Kosakata disusun berdasarkan urutan alfabet dari alafu (A) hingga zen (Z), lalu dianalisis menggunakan metode agih dan padan referensial (Sudaryanto, 1993). Hasil analisis menunjukkan bahwa kosakata Jama’ah telah mengalami domestikasi linguistik atau nativisasi yang kompleks. Secara fonologis, didapati lenisi frikatif velar/uvular tak bersuara /kh/ [χ] menjadi glotalisasi /h/ dan pemendekan vokal panjang, seperti pada ahwal dari akhwāl; penyederhanaan geminasi konsonan /r/ —termasuk juga pelunakan bunyi dan pemendekan vokal— seperti pada harat dari kharrāṭ, serta monoftongisasi diftong menjadi vokal /e/ taling pada zèn dari zayn/zain/zein/zeen. Dari sisi semantik, terjadi perluasan makna, seperti rohso dari keringanan atau izin menjadi ekspresi pamit; generalisasi, seperti franji dari bangsa Eropa tertentu menjadi orang Barat secara umum; reinterpretasi, seperti syebeh dari uban menjadi sebutan untuk orang tua atau ayah/bapak; serta transposisi makna seperti majlas dari makna spasial tempat/ruang duduk menjadi aktivitas sosial duduk-duduk bersama rekan. Pergeseran tersebut merepresentasikan interferensi lintas bahasa yang tidak semata-mata bersifat struktural, melainkan juga berfungsi sebagai penanda simbolik solidaritas dan identitas sosial melalui kosakata dalam praktik komunikasi Jama’ah
VARIASI MORFOLOGI BAHASA JAWA PONOROGO: AFIKSASI, REDUPLIKASI, DAN PEMAJEMUKAN DALAM KONTEKS SOSIOLINGUISTIK
This study examines the morphological characteristics of the Javanese language in Ponorogo (BJP), which is part of the Madiun subdialect. The primary focus is to identify and describe morphological variations that distinguish BJP from Standard Javanese (BJS), especially in its usage across seven social domains: domestic, workplace, government, religious, transactional, social media, and personal. These features include variations in affixation, reduplication, and compounding—core aspects of Javanese morphology. The objective of this study is to document the distinctive morphological forms of BJP and to understand how these forms are employed in social interactions across various domains. Thus, the research not only provides a comprehensive description of the BJP’s linguistic identity but also contributes to understanding dialectal variation of Javanese in Ponorogo and its dynamics within a multilingual society. The study adopts a qualitative method with a sociolinguistic approach that emphasises domain-based language use. The research subjects are native speakers of Javanese in Ponorogo, aged between 17 and 65, selected purposively to represent various age groups, social backgrounds, and educational levels. A total of 50 respondents across 14 different occupations from 21 districts in Ponorogo Regency participated in the study. The research object is the morphological system of the BJP, which was analysed based on recorded utterances. The data were collected through audio recordings and observation techniques, then transcribed and morphologically analysed to identify and describe variations in affixation, reduplication, and compounding. The findings reveal unique characteristics in the BJP’s morphological system. In total, 30 distinctive morphological forms were found across 37 utterances from the 50 respondents (13 utterances contained no unique morphological features). These include 6 unique affixation forms—mostly uncommon prefixes and suffixes—10 reduplication forms (4 total reduplications and 6 partial sound-shift reduplications), and 16 compound words. Examples of these unique forms include: sa'anduk (‘very many’) and gelismen (‘very fast’), which in BJS correspond to akeh banget and cepet banget, respectively; sengah-sengah (‘whatever’), equivalent to sak karepmu in BJS; ingah-ingih (‘hesitant’), equivalent to ora mantep; and compound expressions such as ndah hati (‘impossible’) and ra ketang (‘at the very least’), which in BJS would be mosok yo and sak ora-orane, respectively
Evaluasi Kontraktual dan Dampak Operasional dari Suspension dan End of Suspension dalam Proyek Data Center
Temporary suspension in construction projects can significantly impact project execution in terms of time, cost, risk, and productivity. This study evaluates the contractual and operational aspects of suspension and end of suspension in the Data Center project at KIIC Karawang. The analysis is based on contract documents, interviews, and field observations. Findings indicate that while the suspension is contractually valid, its impacts require well-planned mitigation and restart strategies. Recommendations are provided concerning remobilization procedures, claims, and post-suspension risk management. The study contributes to the understanding of suspension impacts in high-risk construction environments and emphasizes the necessity of contractual flexibility and proactive project controls during critical disruptions. The findings are expected to benefit not only contractors and project managers but also policymakers and stakeholders involved in the formulation of contractual frameworks for critical infrastructure projects. By providing a comprehensive overview of the practical and legal considerations during suspension phases, this study can serve as a reference for future project planning and risk management strategies
EFEKTIVITAS EDUKASI TALASEMIA BERBASIS VIDEO: SUATU SURVEI DAN SKRINING PADA POPULASI AKADEMIS
Talasemia adalah kelainan darah genetik yang belum dapat disembuhkan dan pengobatan kuratif masih mahal, sulit, serta banyak efek samping. Pengobatan suportif yang diberikan menyebabkan beban ekonomi semakin besar karena kasus talasemia semakin meningkat. Pencegahan berupa deteksi dini pembawa sifat talasemia merupakan upaya yang sangat penting untuk dilakukan. Edukasi merupakan metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga berminat untuk melakukan deteksi dini. Video adalah salah satu media yang sering digunakan untuk mempermudah penyampaian informasi. Keberhasilan edukasi dapat diukur melalui survei berupa tes sebelum dan sesudah video edukasi diberikan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi talasemia menggunakan intervensi video terhadap perubahan pengetahuan dan sikap awareness seseorang terhadap talasemia yang diikuti dengan keikutsertaan dalam skrining talasemia. Sebanyak sepuluh soal pre-test dan post-test pengetahuan talasemia dan satu soal awareness talasemia diberikan kepada 96 peserta dari civitas academica Universitas Timika, Politeknik Amamapare, dan Poltekkes Kemenkes Jayapura Kampus Timika dengan intervensi video edukasi berdurasi sekitar enam menit. Hasilnya terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 31% antara pre-test dan post-test (p<0,001) serta 69% perubahan sikap awareness yang ditandai dengan kesediaan mengikuti skrining talasemia. Kesimpulannya adalah terdapat pengaruh positif dari penggunaan video edukasi sebagai intervensi dalam survei pengetahuan dan sikap untuk deteksi dini talasemia
Optimalisasi Jaringan Transportasi Logistik memakai Metode Minimum Spanning Tree dengan POM–QM dan MATLAB
In its operations, PT Saudara Sukses Abadi is a service company that operates in the logistics sector or tracking company. In the company's operational activities, there are often several orders that come in regularly and need to be delivered to certain target areas with various location objectives. Often companies combine cargo from several orders so that container trucks can load several travel orders for varied destination locations without reference to travel considerations so that the distance traveled by container trucks is less efficient and effective. Based on these problems, the suggestion or input that can be considered is to create a network between locations and mapping the location of the optimal delivery range network for the company by considering the distance between locations or destination points to be traversed in ongoing operations. The approach or optimization method used is the Minimum Spanning Tree method to cover the location of the entire network area that is the company's travel destination with consideration of the closest mileage. In carrying out this optimization, POM - QM application assistance and Matlab software are used to support data processing in terms of accuracy, to visual depiction so that it can be input or consideration for companies in carrying out shipping operations and logistics trips.
Keywords/Kata kunci: Network, Optimization, Minimum Spanning Tre
Pengendalian Banjir Perkotaan di Pontianak melalui Pendekatan Sponge City: Sebuah Tinjauan Literatur dan Virtual Benchmarking
Kota Pontianak menghadapi tantangan serius terkait banjir, terutama pada bulan-bulan dengan curah hujan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi penerapan strategi sponge city dalam pengelolaan drainase perkotaan di Kota Pontianak sebagai solusi untuk mengatasi tantangan banjir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan metode kajian literatur dan virtual benchmarking. Kajian literatur dilakukan untuk membangun landasan teoritis, sementara virtual benchmarking dilakukan terhadap kota-kota yang telah berhasil menerapkan strategi pengelolaan air perkotaan yang inovatif. Analisis kontekstual dilakukan untuk menilai kesesuaian dan tingkat implementasi konsep sponge city dalam konteks Kota Pontianak. Kajian literatur menunjukkan bahwa penerapan strategi sponge city dapat secara signifikan mengurangi risiko banjir perkotaan. Virtual benchmarking memberikan pembelajaran berharga tentang praktik-praktik terbaik dalam penerapan konsep sponge city. Analisis kontekstual menunjukkan bahwa Pontianak memiliki potensi untuk menerapkan konsep sponge city, dengan mempertimbangkan karakteristik geografis, klimatologis, dan sistem drainase eksisting kota. Kota Pontianak berpotensi menerapkan konsep sponge city sebagai solusi untuk meningkatkan ketahanan terhadap banjir. Penerapan sponge city memerlukan pendekatan terpadu dan kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan
Determinan Surplus (Defisit) Underwriting Dana Tabarru’ Pada Perusahaan Asuransi Umum Syariah Indonesia
This study aims to examine the effect of claims, reinsurance and investment returns on the tabarru' underwriting surplus (deficit) which is moderated by the proportion of tabbaru' funds. The approach used in this research is a quantitative approach. The sample used in this research is companies in the Islamic financial institution industry, especially general Islamic insurance companies that are registered with the Financial Services Authority (OJK) as of December 31, 2021, totaling 18 companies. Research data were analyzed using panel regression analysis techniques with the Eviews program 12.0. The results of this study indicate that claims have a significant effect on the underwriting surplus (deficit) of tabarru' funds, likewise the proportion of tabbaru' funds can moderate the effect of claims on the underwriting surplus (deficit) of tabarru' funds. The results of this study also prove that reinsurance and investment returns are not a factor that can partially affect the underwriting surplus (deficit) of tabarru' funds, but simultaneously, claims, reinsurance and investment returns and the moderating effect of the proportion of tabarru' funds can affect the surplus (deficit) underwriting tabarru' funds with a contribution of 17.19%
Analysis of Commuting Time and Health Impact in Jakarta Metropolitan Area: A Comparative Review
Commuting in the Jakarta Metropolitan Area (Jabodetabek) presents significant challenges, including long travel times, congestion, and environmental concerns, which affect commuters' health and well-being. This study provides a comparative review of commuting patterns, transportation modes, and their associated health impacts. By analyzing secondary data, the research identifies key issues such as the prevalence of private vehicle use, overcrowded public transport, and limited infrastructure for sustainable travel. The findings reveal that prolonged commutes are linked to physical inactivity, musculoskeletal problems, respiratory conditions, and mental stress, exacerbated by inadequate transportation systems and environmental factors. Comparisons with other global cities underscore the importance of integrated transit networks, sustainable transport policies, and urban planning to mitigate these impacts. This review aims to inform policy decisions to enhance the quality of life for Jakarta’s commuters and foster a more sustainable urban future