e-Journal of Hamzanwadi University
Not a member yet
    5606 research outputs found

    ANALISIS ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM NOVEL LUKA YANG KAU TINGGAL SENJA TADI KARYA SUSAN ARISANTI (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

    Get PDF
    This study aims to identify and analyze the phenomenon of code switching and code mixing in the novel Luka yang Kau Tinggal Senja Tadi (LYKTST) by Susan Arisanti. The method used is descriptive qualitative with a structural approach. Data were collected through reading, note-taking, and classification techniques on quotes in the novel that contain elements of code switching and code mixing. The results of the study show that the main character, Nawaila, often does external code switching, there are 6 while external code mixing there are 6 data. Code switching and external code mixing are mainly in the form of phrases in English, Arabic, and other foreign languages. The author uses this foreign language spontaneously and contextually as a form of emotional expression and adjustment to certain social situations. The choice of these phrases reflects adaptation to contemporary communication norms and the desire to convey meaning more precisely and elegantly. The urgency of this finding reveals that code switching and code mixing not only function as a means of communication, but also reflect the dynamics of socio-culture and the flexibility of language use in everyday interactions, especially among today's teenagers

    IDENTIFICATION OF COMPLIANCE AND VIOLATION OF MAXIMS IN THE CONVERSATION OF THE NOVEL VIOLINIS AND KEDAI RINDU: PRAGMATICS STUDY

    Get PDF
    This research aims to identify and analyze: (1) Maxim compliance and (2) Maxim violation found in the novels Violinis and Kedai Rindu. This research is a type of qualitative research, descriptive analysis using a pragmatic approach. This research data is in the form of fragments of conversations between characters in the novels Violinis and Kedai Rindu. The data collection technique uses conversation collection techniques through transcription and then reviewing the content. In analyzing the author uses theory (according to Grice, 1975). In the novel Violinis and Kedai Rindu, f twenty-five forms of violation and compliance are found in several characters. Violation and compliance consist of the maxim of quantity, the maxim of quality, the maxim of relevance and the maxim of manner. This novel reveals the emotions, intentions, and social roles of the characters, which illustrates that literary dialogue can accurately reflect the nature of human communication and interaction as reflected in the novel of Violinis and Kedai Rindu

    PENARI WANITA PADA TARI GAGAH JEMPARINGAN: SEBUAH TINJAUAN ESTETIKA

    Get PDF
    Jemparingan dance is a dance that emphasizes the strength and agility of a soldier, jemparigan dance depicts two soldiers who are practicing using properties or weapons in the form of Gendhewa (bow) and keris, created in 1979 by Sunarno Purwolelono and the dance music was created by Blacius Subono. The purpose of this research is to find out (1) how the form of Jemparingan Dance danced by women, and (2) how the aesthetics of Jemparingan Dance danced by women, with the method of participatory observation, and interviews. This research explains the calm form and aesthetics contained in Jemparingan Dance danced by women

    PENDAMPINGAN PENYUSUNAN KURIKULUM UNTUK GURU TK DI KELURAHAN SELONG

    Get PDF
    Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk membangun kesadaran serta menumbuhkan jiwa keprofesionalan guru dalam memenuhi tugasnya sebagai pendidik serta meningkatkan kreatifitas guru dalam pengembangan ilmu pengetahuan terutama untuk menghadapi masa depan yang semakin kompleks. Metode pelaksanaan PKM ini meliputi tiga tahapan; tahap awal menentukan sasaran dari program ini yaitu guru-guru yang ada di lingkungan TK/PAUD Lombok Timur, tahap kedua menentukan waktu pelaksanaan yaitu kegiatan dan tahap ketiga prosedur pelaksanaan yang meliputi beberapa tahapan kegiatan. Tahap pertama, tim melakukan pendampingan guna membuka wawasan, memberikan pengetahuan dan penyadaran terkait dengan pentingnya penggunaan pelaksanaan KURIKULUM MERDEKA untuk di dalam proses pembelajaran. Tahap ini dilaksanakan menggunakan metode ceramah dan simulasi. Pelaksanaan pendampingan ini berlokasi di TK/PAUD Lombok Timur. Pada sesi ceramah, tim memberikan informasi tentang peran kurikulum yang begitu penting dalam proses pembelajaran. Selanjutnya nara sumber meminta langsung kepada peserta untuk mensimulasikan langsung perangkat kurikulum yang sudah mereka susun tersebut. Perangkat Kurikulum Merdeka yang sudah disimulasikan di depan para peserta kemudian diserahkan ke pihak sekolah untuk digunakan sebagaimana mestinya

    Meningkatkan Pemahaman Perencanaan Karir Melalui Bimbingan Klasikal Dengan Teknik Diskusi Kelompok Menggunakan Media Mind Mapping Pada Siswa Kelas IX MTS NWDI Tanah Abror Sakra Timur

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk Meningkatkan pemahaman perencanaan karir melalui bimbingan klasikal dengan teknik diskusi kelompok menggunakan media mind mapping pada siswa kelas IX MTs NWDI Tanah Abror Sakra Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan Pre-Experimental Design dengan model One GroupPretest-Posstest Design yang dianalisis menggunakan Statistic Parametric dengan uji Paired Samples Test pada aplikasi SPSS versi 25. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa dengan sampel sebanyak 20 siswa, karena peneliti menggunakan metode sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya pemahaman perencanaan karir siswa setelah diberikanya layanan bimbingan klasikal dengan teknik diskusi kelompok menggunakan media mind mapping. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji Paired Samples Test pada aplikasi SPSS versi 25 dengan nilai sig. (2-tailed) < taraf signifikan, yaitu 0,000 < 0,05. Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05, maka Ha diterima. Sehingga dapat di simpulkan bahwa Meningkatnya pemahaman perencanaan karir melalui bimbingan klasikal dengan teknik diskusi kelompok menggunakan media mind mapping pada siswa kelas IX MTs NWDI Tanah Abror Sakra Timur

    Peran Ganda Guru: Pengajar dan Pemberi Layanan Bimbingan Konseling Siswa

    Get PDF
    Guru memiliki kedudukan yang esensial dalam sistem pendidikan, tidak hanya berfungsi sebagai penyampai pengetahuan, tetapi guru juga berperan sebagai pembimbing yang membantu siswa menanggulangi berbagai masalah baik di bidang akademis maupun kehidupan sehari-hari. Peran ganda ini menuntut guru untuk mampu mengenali kebutuhan, potensi, serta hambatan yang dialami peserta didik, baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun sosial. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan peran ganda guru sebagai pengajar sekaligus pembimbing dalam proses pendidikan di sekolah 2) Mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru dalam menjalankan peran ganda tersebut. 3) Memberikan rekomendasi strategi bagi guru dalam mengoptimalkan peran ganda untuk mendukung keberhasilan pendidikan secara holistik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sebagai pengajar harus memiliki kompetensi pedagogic, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi professional. Selain itu guru harus memberikan pelayanan kepada siswa melalui layanan bimbingan konseling sederhana yang terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran, guru dapat memberikan dukungan emosional, motivasi belajar, serta solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi siswa. Penelitian dan kajian tentang peran ganda guru menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas pengajaran, tetapi juga sejauh mana guru mampu menjadi pendamping yang peka terhadap dinamika perkembangan peserta didik. Dengan demikian, guru berfungsi sebagai agen perubahan yang berkontribusi terhadap pembentukan karakter, kemandirian, dan kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan

    Analisis Penggunaan Media Monopoli dalam Layanan Bimbingan Kelompok terhadap Kecerdasan Emosi Siswa: Analisis Penggunaan Media Monopoli dalam Layanan Bimbingan Kelompok terhadap Kecerdasan Emosi Siswa

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media Monopoli dalam layanan bimbingan kelompok terhadap kecerdasan emosional siswa. Di Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan lima siswa sebagai subjek dan guru BK sebagai informan tambahan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi, kemudian dianalisis berdasarkan kategori kecerdasan emosional: kesadaran diri, pengendalian diri, empati, motivasi, dan keterampilan sosial. Hasil menunjukkan bahwa media Monopoli efektif meningkatkan kesadaran diri, pengendalian emosi, empati, motivasi, dan keterampilan sosial siswa. Siswa menjadi lebih terbuka, fokus, dan antusias dalam mengekspresikan emosi, serta mampu bekerja sama dan mendukung teman. Media ini terbukti sebagai sarana pembelajaran interaktif yang menyenangkan dan inovatif, sekaligus mendukung pengembangan kecerdasan emosional dan keterampilan sosial sisw

    Efektivitas Pelatihan Konseling Dasar: Analisis Kepuasan Peserta dan Implikasinya bagi Layanan Konseling Kampus

    Get PDF
    Keterampilan konseling dasar penting dimiliki dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat, dan peduli terhadap kesehatan mental sivitas akademika. Kesadaran ini telah mendorong banyak kampus menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas. Sayangnya, evaluasi yang sistematis terhadap kepuasan peserta khususnya di Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng belum pernah dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kepuasan peserta terhadap pelatihan dengan mengevaluasi aspek penyelenggaraan, materi dan narasumber, manfaat, serta evaluasi keseluruhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain survey. Respondenya sebanyak 49 peserta pelatihan yang ditentukan melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert dan pertanyaan terbuka. Validitas isi instrumen ditelaah oleh pakar konseling dan pendidikan, sedangkan reliabilitas diuji menggunakan Cronbach’s alpha dengan nilai ≥ 0,70. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan dengan kategori tinggi pada semua dimensi. Aspek materi dan narasumber mendapat skor tertinggi.  Temuan kualitatif menegaskan hasil temuan secara kuantitatif. Peserta menilai pelatihan relevan, bermanfaat, dan memberikan kepercayaan diri untuk menjadi pendamping. Jadi pelatihan konseling dasar efektif meningkatkan kapasitas sivitas akademika. Meskipun demikian peserta mengharapkan keberlanjutan program dan pendampingan pascapelatihan penting mendapat perhatian serius. Hasil peneltian ini berkontribusi memperkaya literarur evaluasi pelatihan dan memberikan input instrategis untuk menciptakan klingkungan kampus yang sehat

    Integrasi Artificial Intelligence sebagai Inovasi Perancangan Perangkat Pembelajaran dan Asesmen Guru IPA

    Get PDF
    The rapid development of artificial intelligence (AI) offers great potential to enhance the quality of education, particularly in supporting the implementation of the Merdeka Curriculum. This community service program aimed to improve teachers’ competencies in utilizing AI, specifically ChatGPT and GEMINI, to develop innovative learning tools. The training and mentoring activities were conducted at SMPN 1 Singaparna, Tasikmalaya Regency, involving 26 science teachers. Evaluation was carried out through pretests and posttests to measure participants’ knowledge improvement, workshops to produce learning products, and monitoring of classroom implementation. Pretest results showed that 65% of participants had a low understanding of AI concepts and the Merdeka Curriculum. After the training, 85% demonstrated good understanding. The workshop produced 10 AI-based learning tools that were assessed as innovative, relevant, and creative. Monitoring indicated that 75% of participants successfully integrated these tools into their classroom practices. This success was influenced by hands-on training, continuous mentoring, and teacher collaboration. However, some participants still faced challenges in adapting the tools to individual student needs. The program demonstrates that collaborative practice-based training and mentoring effectively enhance teacher competencies and foster the creation of technology-based learning innovations aligned with the demands of the Merdeka Curriculum.Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) membuka peluang besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan AI, khususnya ChatGPT dan GEMINI, untuk pengembangan perangkat pembelajaran inovatif. Program pelatihan dan pendampingan dilaksanakan di SMPN 1 Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, dengan melibatkan 26 guru IPA. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, workshop untuk menghasilkan produk pembelajaran, serta monitoring implementasi di kelas. Hasil pretest menunjukkan 65% peserta memiliki pemahaman rendah terkait konsep AI dan Kurikulum Merdeka. Setelah pelatihan, persentase tersebut meningkat menjadi 85% yang menunjukkan pemahaman baik. Workshop menghasilkan 10 perangkat pembelajaran berbasis AI yang dinilai inovatif, relevan, dan kreatif. Monitoring implementasi menunjukkan 75% peserta telah berhasil mengintegrasikan perangkat tersebut dalam pembelajaran di kelas. Keberhasilan ini dipengaruhi oleh pendekatan pelatihan berbasis praktik langsung, pendampingan berkelanjutan, serta kolaborasi antar guru. Namun, beberapa guru masih menghadapi tantangan dalam menyesuaikan perangkat dengan kebutuhan individual siswa. Program ini membuktikan bahwa pelatihan dan pendampingan berbasis praktik kolaboratif efektif dalam meningkatkan kompetensi guru, serta mendorong terciptanya inovasi pembelajaran berbasis teknologi yang selaras dengan tuntutan Kurikulum Merdeka

    Pengembangan desapreneur berbasis prinsip zero waste melalui valorisasi limbah jagung di Desa Pationgi

    Get PDF
    Post-harvest corn residues in rural areas are often underutilized, creating environmental burdens while leaving economic potential untapped. This community service program aimed to strengthen the technical, managerial, and marketing capacities of the Pationgi Village community through a desapreneur model based on corn-waste valorization under the zero-waste principle. Key problems faced by partners included low utilization of corn residues, limited access to appropriate technology, and weak skills in processing and marketing value-added products. The program was implemented from September to November 2025 through socialization, intensive training, tool demonstrations, and structured mentoring for two partner groups: the Madeceng Farmers Group and the Makkiade Youth Organization. Three appropriate technologies were introduced and applied, namely PIPILLER, EXTRAFEED, and PIROLIN. The results showed that shelling capacity increased from 80–120 kg/day to 350–480 kg/day, while kernel damage decreased from 15–20% to <5%, accompanied by a reported 12–15% increase in selling value. Partners were also able to produce 150 kg of fermented feed per production session (monthly output ≥150 kg) and generate 10–15 kg of biochar and 3–5 liters of liquid smoke per ±3-hour pyrolysis cycle. Product diversification by the youth group resulted in 10 boxes of corn-silk tea, 20 corn-husk flower crafts, and 5 village-based handicrafts. Evaluation indicated highly positive responses, with all indicators falling within the “agree–strongly agree” categories, although improvement is still needed in tool-component literacy and product packaging. Overall, the program demonstrates that integrating appropriate technology with participatory mentoring can transform corn waste into value-added products and support sustainable rural economic opportunitiesLimbah pascapanen jagung di wilayah pedesaan sering belum dimanfaatkan secara optimal sehingga menambah beban lingkungan, padahal menyimpan potensi ekonomi yang besar. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas teknis, manajerial, dan pemasaran masyarakat Desa Pationgi melalui model desapreneur berbasis valorisasi limbah jagung dengan prinsip zero waste. Permasalahan mitra meliputi rendahnya pemanfaatan limbah pascapanen, keterbatasan teknologi tepat guna, serta minimnya keterampilan pengolahan dan pemasaran produk. Kegiatan dilaksanakan selama September–November 2025 melalui sosialisasi, pelatihan intensif, demonstrasi, dan pendampingan terstruktur kepada Kelompok Tani Madeceng dan Karang Taruna Makkiade. Intervensi utama menggunakan tiga teknologi tepat guna, yaitu PIPILLER, EXTRAFEED, dan PIROLIN. Hasil program menunjukkan peningkatan kapasitas pemipilan dari 80–120 kg/hari menjadi 350–480 kg/hari disertai penurunan kerusakan pipilan dari 15–20% menjadi <5% serta kenaikan nilai jual sekitar 12–15%. Mitra juga mampu memproduksi pakan fermentasi 150 kg per sesi (capaian bulanan ≥150 kg) dan menghasilkan 10–15 kg biochar serta 3–5 liter asap cair per siklus pirolisis ±3 jam. Karang Taruna berhasil melakukan diversifikasi produk berupa 10 box teh rambut jagung, 20 hiasan bunga klobot, dan 5 kerajinan tangan. Evaluasi menunjukkan respons mitra sangat positif dengan seluruh indikator berada pada kategori setuju–sangat setuju, meski aspek literasi komponen alat dan pengemasan masih perlu penguatan. Program ini menegaskan bahwa integrasi teknologi tepat guna dan pendampingan partisipatif efektif mengubah limbah jagung menjadi produk bernilai tambah dan membuka peluang ekonomi desa yang lebih berkelanjuta

    4,864

    full texts

    5,606

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal of Hamzanwadi University
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇