Open Access Journal Online Universitas Islam Kadiri
Not a member yet
    3043 research outputs found

    Learning Strategies Employed by Non-English Department Students during Native Speaker Interview Sessions

    Full text link
    The study participants were 46 first-semester students of the Early Childhood Islamic Education (PIAUD), Islamic Elementary School Education (PGMI), and Islamic Religious Education (PAI) study programs at STIT INSIDA Jakarta who were taking general English courses in the first semester of 2024. Data were collected through semi-structured interviews following interviews with native English speakers. The data were analyzed using thematic analysis based on the Oxford classification of language learning strategies, including memory, cognitive, compensatory, metacognitive, affective, and social strategies. The results showed that students faced several major obstacles, namely limited vocabulary, pronunciation difficulties, and low confidence when speaking. To overcome these obstacles, students most often used compensatory strategies, such as paraphrasing, using simple sentences, and body movements. In addition, cognitive and metacognitive strategies were also widely used in the form of question practice, answer planning, monitoring, and evaluating speaking performance. Affective strategies helped students manage anxiety, while social strategies supported learning through interactions with peers and native speakers. These findings suggest that interview sessions with native speakers encourage the use of a variety of language learning strategies that contribute to the improvement of vocabulary and speaking confidence of non- English Department students. Keywords: Language Learning Strategies Non-English Department Students, Interview , Native Speaker, Speaking Skil

    IMPROVING LESSON PLANS AND TEAMWORK THROUGH PEER COLLABORATION AT WAHIDIYAH UNIVERSITY

    Full text link
    This classroom action research aimed to enhance the pedagogical competence of pre-service English teachers by implementing a Peer-Collaborative Lesson Design (PCLD) strategy in the Learning and Teaching course. The study sought to: (1) analyze the improvement in the quality of Lesson Plans (RPP) developed by students, and (2) investigate the development of students' collaborative skills. Conducted over two cycles at FKIP Universitas Wahidiyah with 30 participants, the study employed a convergent parallel mixed-methods design. Quantitative data were derived from pre-test and post-test RPP scores assessed via a validated analytic rubric, while qualitative data were collected through participatory observation, student reflection journals, and focus group discussions. Findings revealed a statistically significant increase in RPP quality, accompanied by notable improvements in learning activity design and assessment alignment. Qualitative analysis revealed a significant shift in collaborative dynamics, from initial task division to sophisticated co-creation and constructive peer feedback. The study concludes that the structured PCLD strategy effectively bridges the theory-practice gap in lesson planning pedagogy and fosters essential collaborative competencies, offering a replicable model for similar educational contexts

    PENGARUH JUMLAH TENAGA KERJA, MODAL KERJA, DAN BAHAN BAKU TERHADAP HASIL PRODUKSI HOME INDUSTRY ENTING GETI DI DESA REJOWINANGUN KECAMATAN KADEMANGAN KABUPATEN BLITAR

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui pengaruh jumlah tenaga kerja, modal kerja, dan bahan baku terhadap hasil produksi Home Industry enting geti 2)Untuk mengetahui faktor dominan antara jumlah tenaga kerja, modal kerja, dan jumlah bahan baku yang mempengaruhi hasil produksi pada home industri. Jenis dan pendekatan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif.Jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 50 unit usaha dengan sampel sebanyak 50 unit usaha.Pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi, wawancara, kousioner, observasi, dan data sekunder diperoleh dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, BPS Kabupaten Blitar, dan skripsi/tesis. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa secara parsial modal dan bahan baku berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi sedangkan jumlah tenaga kerja berpengaruh posisitif namun tidak signifikan. Dapat disimpulkan bahwa variabel independen mempengaruhi variabeldependen sebesar 52,2%, sedangkan sisanya sebesar 47,8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini

    Pengaruh Kenaikan Tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPn) Terhadap Inflasi Di Indonesia

    Full text link
    Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pemungutan atas pajak konsumsi yang dibayar sendiri sehubungan penyerahan barang kena pajak dan jasa kena pajak. Pajak Pertambahan Nilai ditetapkan mengalami kenaikan menjadi 12% mulai 1 Januari 2025. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kenaikan tarif  Pajak Pertambahan Nilai terhadap Inflasi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis artikel penelitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) berpengaruh signifikan terhadap inflasi. Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa kenaikan tarif PPN, dari 10% menjadi 11% dan diperkirakan akan mencapai 12% pada tahun 2025, langsung menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa. Kenaikan harga ini mengarah pada peningkatan indeks harga konsumen (IHK), yang pada gilirannya mendorong inflasi

    Pendampingan Masyarakat Desa dalam Berwirausaha dan Pemanfaatan Linktree sebagai Media Promosi Usaha

    Full text link
    Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Coppo Tompong, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat desa dalam bidang kewirausahaan serta pemanfaatan teknologi digital untuk promosi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kegiatan utama dalam program ini meliputi seminar kewirausahaan yang memberikan motivasi dan pengetahuan tentang pentingnya berwirausaha, serta pendampingan dalam penggunaan aplikasi Linktree sebagai alat promosi digital. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan masyarakat desa dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya dalam promosi produk UMKM melalui platform Linktree. Penggunaan Linktree memudahkan UMKM di Desa Coppo Tompong untuk menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan visibilitas produk, serta menarik lebih banyak pelanggan potensial. Program ini memberikan dampak positif terhadap pengembangan sumber daya manusia dan produk UMKM desa, sehingga mereka mampu bersaing lebih efektif di era digital. Diharapkan ke depannya, masyarakat desa dapat terus memanfaatkan teknologi digital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh

    THE EFFECTIVENESS OF TEAMWORK TOURNAMENT IN TEACHING STUDENTS’ SPEAKING

    Full text link
    This study aims to knowing the Effectiveness of Teamwork Tournament in teaching student’s speaking. This research used Quantitative method which is Quasi-experimental. The subject of this research was 8th grade at Mts Putra Putri Lamongan. The writer chose 8th A consisted of 17 students as the experimental class and 8th B consisted of 16 students as the control class. The data was gathered throught Pre-test and post-test. The result of this study showed from T-test the value t-table =2.039. Because t-count is greater than t-table (4.126>2.039) at significance level of 0.05. There is significant effectiveness of Teamwork Tournament learning method in teaching students’ speaking. The result of mean score for the experimental class is 84.00. and, the mean score for control class is 79.50 it was concluded that there was difference meanscore between the experimental class taught by using Teamwork Tournament and conventional class in teaching students’ speaking. So, the conclusion of this study, The Teamwork Tournament method in teaching speaking was success categories

    Konsep Manusia dan Implikasinya Terhadap Penegakkan Hak Asasi Manusia Di Indonesia

    Full text link
    Pembentukan kebijakan hukum dan hak asasi manusia bergantung pada kebutuhan manusia, dan kebutuhan manusia bergantung pada hakikat manusia, artinya status ontologi manusia akan berimplikasi pada pembentukan hukum dan hak asasi manusia. fokus penelitian ini adalah mencari tahu pemaknaan konsep manusia dalam kerangka hak asasi manusia di Indonesia, sistem filsafat yang melandasi rezim hak asasi manusia di Indonesia dan implikasinya terhadap penegakan hak asasi manusia. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian normatif, dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan filosofi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa sistem filsafat HAM di Indonesia yakni Filsafat pancasila tidak hanya tidak hanya mengandalkan rasio dan empiris sebagai sumber penegtahuan dan kebenaran, melainkan juga melibatkan aspek intuisi dan wahyu. Implikasi ontologis dari fondasi epistemik demikian adalah pengakuan terhadap realitas non empiris/metafisik, artinya realitas empiris tidaklah tunggal. Keterlibatan tuhan dalam kehidupan berimplikasi pada cara bagaimana hidup harus berjalan—terdapat nilai-nilai yang menjadi dasar dalam bertindak, mengapa demikian?, sebab ada tujuan yang hendak dicapai—tujuan yang bersifat eksistensial dan ahadiat. Artinya manusia yang dimaksudkan dalam rezim hak asasi manusia di Indonesia tidak hanya makhluk jasmani/materi/duniawi, tetapi juga makhluk rohani/immateri/ukhrawi. Implikasi pemaknaan manusia demikian terhadap penegakan HAM—dalam hal ini tanggungjawab negara sebagai pemangku kewajiban, diharuskan untuk memenuhi kebutuhan kedua aspek manusia tersebut, baik jasmani maupun rohani.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan konsep manusia dalam rezim HAM di Indonesia serta mengkaji secara mendalam implikasi dari pemaknaan konsep manusia tersebut terhadap penegakan HAM di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Hasil penelitian menunjukkan dua hal. Pertama, manusia Indonesia dipahami sebagai makhluk monopluralis yang terdiri dari dua aspek, yaitu jasmani/materi/duniawi dan rohani/immateri/ukhrawi. Masing-masing aspek memiliki kebutuhan yang berbeda, di mana aspek jasmani berkaitan dengan kebutuhan eksistensial seperti hak-hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya, sementara aspek rohani berkaitan dengan kebutuhan ahadiat untuk hidup selaras dengan nilai-nilai keilahian dan untuk kembali kepada Tuhan setelah kehidupan di dunia. Kedua, penegakan HAM di Indonesia harus dilakukan secara holistik dengan memperhatikan keseimbangan antara aspek jasmani dan rohani. Aspek jasmani mencakup hak-hak yang berorientasi pada kesejahteraan fisik, seperti hak sipil dan politik serta hak ekonomi, sosial, dan budaya. Negara memiliki kewajiban untuk menjamin perlindungan hukum, kebebasan berekspresi, akses terhadap pendidikan, kesehatan, serta standar hidup yang layak bagi setiap individu. Sementara itu, aspek rohani menekankan kebebasan spiritual, moral, dan intelektual, termasuk kebebasan beragama dan berpikir. Dalam implementasinya, kebijakan HAM harus menjunjung tinggi keadilan tanpa diskriminasi, memastikan perlindungan bagi kelompok rentan, serta mencegah intoleransi dan kekerasan berbasis agama atau ideologi

    PERLINDUNGAN HUKUM KEPADA PETANI SEBAGAI KONSUMEN PENGGUNA PUPUK BERSUBSIDI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO 19 TAHUN 2013 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN PETANI DI KECAMATAN BADAS KABUPATEN KEDIRI

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji tentang Perlindungan Hukum Kepada Petani Sebagai Konsumen PenggunaPupuk Bersubsidi Berdasarkan Undang-Undang No 19 Tahun 2013 Tentang Perlindungan danPemberdayaan Petani di Kecamatan Badas Kabupaten Kediri. Tujuan penelitian ini (1) untukmenganalisis mekanisme pengadaan dan jalur distribusi pupuk bersubsidi di Kecamatan BadasKabupaten Kediri. (2) Untuk menganalisis upaya perlindungan hukum hak-hak petani berkenaandengan pengadaan dan distribusi pupuk bersubsidi yang tidak sesuai dengan kebutuhan petani.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi hukum. Hasil penelitian ini menjelaskan (1)Masih terdapat penyimpangan dalam pelaksanaan program pupuk bersubsidi, seperti ketikapendataan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), penjualan pupuk bersubsidi kepadayang tidak berhak, penghitungan volume penyaluran, pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi,penghitungan subsidi pupuk, dan pengawasan program pupuk bersubsidi. Terjadi penyimpangandalam pelaksanaan kebijakan program pupuk bersubsidi di tingkat pengecer, distributor dan lemahnyamekanisme pengawasan pelaksanaan pupuk bersubsidi. Aspek transparansi dan keterbukaaninformasi dalam mata rantai pelaksanaan program kebijakan pupuk bersubsidi masih lemah.Kebijakan subsidi pupuk bagi petani masih tetap diperlukan dalam rangka mendorong produktivitashasil pertanian. (2) Perlindungan Hukum bagi petani sesuai dengan Undang-undang RepublikIndonesia Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, dalammemperoleh pupuk bersubsidi dan pelaksanaan distribusi pupuk bersubsidi belum sepenuhnyadilaksanakan di lapangan, hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya kelangkaan pupuk bersubsidi,masih banyaknya penyimpangan dalam distribusi dan lemahnya pengawasan dari Pemerintah sertaketidak jelasan cara pengaduan terkait penyimpangan pupuk

    Pengaruh Komitmen Organisasi, Self Eficacy, dan Servant Leadership Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan di Minimarket Sebelas Q’Ta Temanggung

    Full text link
    This study aims to analyse the effect of Organisational Commitment, Self Eficacy, and Servant Leadership on Employee Job Satisfaction at Eleven Q'Ta Temanggung Minimarket. The research method conducted by researchers uses quantitative methods. The object of this research is the employees of Minimarket Sebelas Q'Ta Temanggung. The sample in this study amounted to 40 respondents with data analysis using the SPSS application. The results showed that all variables were found to be significantly positive towards employee job satisfaction

    Pengaruh SMMA Terhadap Keputusan Pembelian Yang Dimediasi Oleh Perceived Trust Dan Ewom Pada Gen Z (Studi Pada Unniqe Store Jepara)

    Full text link
    The purpose of this study is to analyze the influence of SMMA on the purchase decisions of Gen Z consumers, taking into account the mediating role of Perceived Trust and EWOM. The purpose of this study is to analyze how Social Media Marketing Activities (SMMA) directly and indirectly (through Perceived Trust and EWOM) influence the purchase decisions of Gen Z consumers, both individually and simultaneously. The consumer decisions of Gen Z include Gen Z who shop at Unnique Stores in the Jepara area who are influenced online. Using purposive sampling to collect and analyze data from up to 111 eligible respondents. This study uses the type of data, namely quantitative primary data survey in its data collection method and analyzed using the Rao Purba technique and using PLS processed in SmartPLS 4.0. The study shows that discounts and EWOM have a positive impact on purchase decisions. In other words, the greater the discount offered and the more positive online reviews and recommendations, the more likely consumers are to purchase the product. Keywords:  SMMA, Purchase Decision, Perceived Trust and EWO

    2,756

    full texts

    3,043

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Access Journal Online Universitas Islam Kadiri
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇