Jurnal UNMUH Jember (Universitas Muhammadiya)
Not a member yet
2068 research outputs found
Sort by
PENGARUH GLASS TUBE TERHADAP PERFORMA KOLEKTOR TABUNG PEMANAS AIR DENGAN CAMPURAN PARAFIN – MINYAK JARAK
Kolektor surya berfungsi mengumpulkan dan menyerap radiasi sinar matahari dan mengkonversinya menjadi energi panas. Kolektor tabung memiliki keunggulan dalam menahan panas daripada kolektor pelat datar. Glass tube dapat menahan panas dengan faktor kehilangan panas yang relatif rendah, karena fluida terjebak di antara absorber dan dinding glass tube. Tujuan penelitian ini yaitu membandingkan efisiensi kolektor tabung dengan glass tube dan non glass tube ditambah komposisi PCM yang berbeda dengan campuran parafin – minyak jarak 15%, parafin – minyak jarak 20% dan parafin 100%. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa proses pemanasan air dengan kolektor tabung non glass tube campuran PCM parafin – minyak jarak 20% menghasilkan suhu lebih besar (59,9 oC). Ketika proses pendinginan, kolektor glass tube campuran PCM parafin – minyak jarak 20% menghasilkan suhu lebih besar (36,1 oC). Pada efisiensi kolektor non glass tube campuran PCM parafin – minyak jarak 20% menghasilkan nilai 70% dan saat pendinginan kolektor glass tube menghasilkan efisiensi rata – rata 16,3%. Hal ini disebabkan pada saat proses pemanasan, panas yang diserap pada kolektor non glass tube lebih besar yang diterima dibanding kolektor glass tube yang masih melewati dinding glass tube. Dari penelitian tersebut, maka efisiensi kolektor tabung dipengaruhi oleh glass tube pada saat pemanasan maupun pendinginan. Glass tube dapat mempertahankan panas yang keluar ketika penurunan intensitas radiasi dan saat proses pendinginan. Selain penambahan glass tube, bahan pada Phase Change Material (PCM) juga mempengaruhi efisiensi kolektor tabung
Kesehatan Mental dan Strategi Koping Dalam Perspektif Budaya: Sebuah Studi Sosiodemografi di Kampung Aminweriri
Mental health is a state of a person who does not experience the feeling of guilt towards him/herself, have a realistic estimate, can receive a deficiency or weakness, the capability of facing the problems and have satisfaction and happiness in his/her life. The prevalence of severe psychiatric in Indonesia experienced a significant increase in the year 2013 only 1.7% to 7% in the year 2018. In mental health, cultural factors also play an important role. A person is said to be healthy or mentally ill depends on culture. There are two types of coping according to Lazarus and Folkmannamely problem focused coping (PFC) and emotion focus coping (EFC). In the PFC, the individual in dealing with the problem would be the logical thinking and trying to solve the problems of the positive. Whereas in the EFC, individuals assuage the emotions evoked by the stressor (source of stress) without trying to change the situation. Describe the mental health and cultural perspectives in coping strategy based on the profile of the sociodemographic community in Aminweri village. A qualitative approach to data collection techniques as well as phenomenology with structured interviews and documentation. Determination of the participant determined by purposive sampling technique. Obtained 3 huge themes: acquired memory, emotion regulation strategies and coping. Generally variable sociodemographic connectedness with a decline in memory, emotion regulation, shared the coping community Aminweri Village and there is the influence of the culture of Biak
PENGEMBANGAN BUKU AJAR IPA KELAS VI SEMESTER I UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku teks yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran IPA Kelas 6 di SDN Sambungrejo Sukodono. Penelitian & Pengembangan ini dimaksudkan untuk sumber belajar untuk mata pelajaran tertentu, yaitu IPA di Kelas 6 IPA SDN SambungrejoSukodono. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Dick dan Carey. Subjek uji coba penelitian adalah 50 siswa dan seorang guru di sekolah. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah pedoman wawancara, lembar validasi ahli untuk dosen dan praktisi pendidikan Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tingkat kelayakan buku teks sains untuk semester pertama dilihat dari penilaian dosen ahli, pengawas sekolah, kepala sekolah, guru kelas dan penilaian siswa berdasarkan pada setiap aspek penilaian termasuk aspek kelayakan isi konten yang diperoleh rata-rata skor 4,086 sebagai kategori "baik" dengan tingkat kesesuaian 81,7%; aspek kelayakan presentasi mendapat skor rata-rata 4,307 sebagai kategori "sangat baik" dengan tingkat kelayakan 86,1%; pada kelayakan bahasa, mendapatkan skor rata-rata 4,388 kategori "sangat baik" dengan tingkat kesesuaian 87,75%; Sedangkan pada aspek grafis diperoleh skor rata-rata 4,302 sebagai kategori "sangat baik" dengan tingkat kesesuaian 86%. Jadi dapat disimpulkan buku teks sains secara keseluruhan memperoleh skor rata-rata 4,271 dengan kategori "baik" dan tingkat kelayakan 85,54%. Dengan demikian, buku ini dinyatakan layak.Kata Kunci: pengembangan buku ajar, pembelajaran IPA; tingkat sekolah dasar
Media Internet dan Peta Konsep Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Eksposisi
Peserta didik kelas X Jasa Boga 3 (X-JB3) SMK Negeri 6 Surabaya mengalami tiga permasalahan pada pembelajaran menyusun teks eksposisi, yaitu kesulitan (1) menemukan ide; (2) mengatur urutan peristiwa yang akan dikembangkan; (3) mengembangkan urutan peristiwa menjadi teks eksposisi. Dari 35 peserta didik, hanya 20 atau 57% yang dapat mencapai KBM 70. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi peserta didik kelas X-JB 3 di SMK Negeri 6 Surabaya melalui media internet dan peta konsep. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi dan evaluasi, serta (4) refleksi. Subjek penelitian 35 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan penilaian nontes. Penganalisisan data menggunakan persentase dan deskripsi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa media internet dan peta konsep dapat meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi peserta didik kelas X-JB 3 di SMK Negeri 6 Surabaya. Peningkatan proses pembelajaran terlihat dari aktivitas peserta didik 78,7% pada siklus 1 menjadi 89,8% pada siklus 2. Peningkatan hasil pembelajaran terlihat dari kemampuan menulis teks eksposisi 71,4% pada siklus 1 menjadi 88,2% pada siklus 2
Kata Arkais pada Hikayat Hang Tuah I dan Pemanfaatannya Sebagai Alternatif Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Kelas X
Hikayat merupakan karya sastra lama yang berbentuk prosa dan didalamnya mengisahkan tentang kehidupan dari keluarga istana, kaum bangsawan atau orang-orang ternama dengan segala kehebatan dan kepahlawanannya. Hikayat Hang Tuah I merupakan sebuah karya sastra melayu. Kata-kata yang terdapat dalam hikayat mengandung unsur arkais. Kata adalah satuan terkecil yang dapat berdiri sendiri dan memiliki makna. Arkais merupakan sesuatu yang berhubungan dengan masa lalu atau berciri kuno dan sudah tidak lazim lagi dipakai. Kata arkais adalah kata- kata yang lazim digunakan pada masa lampau yang memiliki makna atau bentuk sesuai dengan konteks pada saat itu dan sudah jarang atau tidak pernah digunakan pada masa sekarang. Penelitian ini mengkaji kategori kata arkais pada hikayat Hang Tuah I, padanan kata arkais dalam penggunaan bahasa Indonesia tulis saat ini, dan pemanfaatan hasil penelitian kata arkais pada hikayat Hang Tuah I sebagai alternatif materi pembelajaran pada siswa SMA kelas X. Sumber data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah hikayat Hang Tuah I karya Bot Genoot Schap terbitan Pusat Bahasa Kementrian Pendidikan Nasional dan silabus mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMA Kurikulum 2013 revisi 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kata arkais yang terdapat dalam hikayat Hang Tuah I karya Bot Genoot Schap terbitan Pusat Bahasa Kementrian Pendidikan Nasional dan Kompetensi Dasar 3.8 membandingkan nilai-nilai dan kebahasaan cerita rakyat (hikayat) dan cerpen. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Hasil pada penelitian ini menunjukkan kategori kata arkais dan padanan kata arkais dalam penggunaan Bahasa Indonesia tulis saat ini. Kategori kata arkais meliputi verba, adjektiva, nomina, pronomina dan adverbia. Tidak seluruh kategori kata terpenuhi dalam data.
Intertekstual Novel Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai Karya Boy Candra dan Novel Hujan Karya Tere Liye
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan intertekstualitas antara novel Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai Karya Boy Candra dan Novel Hujan Karya Tere Liye. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan data yang dikumpulkan berupa peristiwa yang merupakan hasil persamaan dan perbedaan tema dan alur dari kedua novel. Hasil penelitian ini menunjukka bahwa terjadi kesamaan dalam kedua novel yaitu tema hujan yang menjadi simbol penanda kenangan masa lalu dan alur yang digunakan adalah alur campuran. Dasar kesamaan tema dan alur didukung oleh kesamaan peristiwa-peristiwa dalam cerita menunjukkan adanya hubungan intertekstual antara kedua novel. Sebagai karya yang terbit terebih dahulu novel Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra adalah hipogram dan novel Hujan karya Tere Liye sebagai transformasi. Pada tema dan alur, tranformasi novel Hujan sedikit meneruskan dan banyak menyimpangi hipogramnya.
The Productive Role Of Fisher Women In Strengthening The Fisheries Household Economy In Seruyan District
Women fishermen or fishermen's wives in the invited river villages work, with the aim of increasing income and helping the household economy. The purpose of this study is to identify the productive work of women fishermen in fishing activities, analyze the level of household income of capture fishermen, and analyze the contribution of fishermen women's income to their household income. This research was carried out in Sungai Undang Village, respondents in this study were fishermen and his wife who were actively working in the fisheries sector. The research method was carried out using a survey of 85 selected respondents, then tabulated and calculated their income and contribution. The results of this study are the majority of women fishermen in Sungai UU Village work as shrimp head cutting laborers with a percentage of 42%, salted fish craftsmen by 32%, fish vendors by 16% and ebi shrimp craftsmen, shrimp paste, cencalu 4%, Analysis of income level fisherman households originating from the income of the wife and husband, where the level of income of women fishermen ranges from Rp 315,946 to Rp 1,575,714 and the husband's income still exceeds the wife's income which ranges from Rp 2,139,286 to Rp 3,270,270, and the role contribution by the biggest fisherman women in activities carried out by salted fish artisans with a contribution of 42.4%, fish hawkers by 25.9%, ebi-cincalu shrimp craftsmen by 17.4% and the smallest contribution was laboring shrimp head cutters and fish handlers with contribution of 8.8%, this shows that even the smallest amount of work done by women fishermen is able to m increase and contribute to household income
PERCEPTION OF IMPACTED COMUNITY BY THE CONSTRUCTION OF DAMS IN PONOROGO AND PACITAN, EAST JAVA
The aims of this study is to determine whether there are differences impacts and perception on the construction dams in the Ngindeng Village, Sawoo District, Ponorogo Regency and in Karanggede Village, Arjosari District, Pacitan Regenc. The dam construction sites are the location where they live before receiving relocation or compensation in the form of money. In addition, the researchers also looked for differences or similarities related to the socio-economic impacts for community in two different locations. This study used quantitative research methods. The total sample population taken in this study was 29 respondents from each place with a total sample of 58 respondents. Based on research conducted by researchers, it can be concluded that there are differences in perceptions between the people of Ngindeng Village and Karanggede Village, where in the instrument, Ho's perception was accepted and Ha was rejected. While indicators of the impact of development based on socio-economic instruments have the same answer between the people of Ngindeng Village and the people of Karanggede Village, where Ha is accepted and Ho is rejected
FACTORS AFFECTING MILLENNIAL GENERATION VOTING DECISION IN THE 2019 GENERAL ELECTION IN SURABAYA
An election in a democratic country has become routine in determining the regeneration of leadership. Political participation, especially voting in elections, is the key to democratic governance. Millennial Generation or Millennials have great potential for political power because of their large numbers. Their voices cannot be taken lightly. Instead, Millennials can make a significant vote contribution for the presidential candidates. The formulation of the problems discussed in this study is about how leadership, emotional relations, mass media, political issues, and voters' attitudes affect the decision to elect Presidential candidates and Legislative candidates by millennial generations. This study was a quantitative study in which the data were collected by distributing questionnaires to millennials who lived in Surabaya City. The obtained data were then analyzed using Partial Least Square (PLS) analysis method. The findings showed that leadership, emotional connection, mass media, and voter attitudes had a positive significant effect on choosing candidates by the millennial generation. Meanwhile, political issues did not significantly influence their decision in choosing candidates in the 2019 general election in Surabaya
Upaya Pemanfaatan Dana Zakat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jember
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model pemanfaatan dana zakat untuk usaha produktif dan model penyaluran untuk usaha produktif yang dilakukan oleh lembaga amil zakat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jember. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui: pengamatan, wawancara mendalam serta dokumentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa lembaga amil zakat Muhammadiyah Jember mengumpulkan dana zakat dengan melakukan berbagai upaya agar masyarakat mau mengeluarkan zakat, dintaranya; memberikan informasi, menganjurkan kepada mereka untuk mengeluarkan zakatnya. Sedangkan LAZISMU hanya mencari, mengelola dan menyalurkan kepada yang berhak mendapatkannya. Selain itu, sumber dana yang didapatkan dari LAZISMU Jember diantaranya dari warga, lembaga amal usaha dan beberapa perusahaan. Selain itu, LAZISMU Jember memang tidak ada jaminan untuk mencairkan dana, hanya saja pengelola melihat kelayakan untuk diberikan bantuan dana usaha, pengelola memberikan dana kepada pengusaha-pengusaha yang memang membutuhkan, dengan kisaran 2,5 juta dengan model simpan pinjam dan pendistribusian panjaman langsung terhadap usaha-usaha kecil.Harapan dari LAZISMU Jember kepada masyarakat syang sudah dibantu bisa mengeluarkan zakat, infaq dan shodaqohnya untuk membantu atau kemanfaatan kepada orang lain.