Jurnal UNMUH Jember (Universitas Muhammadiya)
Not a member yet
    2068 research outputs found

    Arah Pembentukan Hukum Tawaran Paradigma Hukum Otentik Dalam Legislasi Nasional

    Get PDF
    Setelah 74 tahun Indonesia merdeka, dan ribuan produk hukum yang diterbitkan untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka keinginan mewujudkan kehidupan masyarakat yang cita-citakan yaitu ber-ketuhanan, ber-kemanusiaan, ber -persatuan, ber-demokrasi, dan ber-keadilan, cita-cita itu ternyata belum dapat diharapkan oleh masyarakat dengan baik. Hukum lahir untuk masyarakat, hukum memberi pedoman kepada masyarakat tentang apa dan bagaimana menjalani hak dan kewajiban sebagai warga negara sehingga setiap orang dapat menikmati tujuan hukum dan maupun tujuan berbangsa dan bernegara. Melihat perkembangan hukum Indonesia dewasa ini, kepastian arah pembentukan hukum perlu diperjelas dan dipertegas agar hukum menjadi “alat perubahan sosial” dan sekaligus menjadi “ cara hidup “ bangsa Indonesia. Permasahalan pokok memang terletak pada bagaimanakah arah pembangunan hukum yang sesuai dengan jati diri dan karakter bangsa Indonesia. Sebagai bangsa yang memiliki living law, sejatinya ketika kemerdekaan diproklamirkan, kepastian hukum asli masyarakat yang hidup mesti dipertegas sebagai dasar dan weltanschauung bangsa Indonesia. Namun yang terjadi kemudian hukum yang hidup di sanubari masyarakat menjadi subsistem dari sistem hukum asing  yang telah terlebih dahulu diproklamirkan menjadi sumber dan model hukum. Pengebirian hukum masyarakat ini terus berlangsung sampai dewasa ini, tanpa sama sekali adanya keseriusan dari lembaga pembentuk hukum untuk menyadari telah terjadinya penyimpangan dan pemerkosaan terhadap hak-hak hukum masyarakat. Untuk itu, ke depan arah pembentukan hukum nasional mesti di arahkan kepada hukum yang lahir dari identitas nasional bangsa ini, sehingga bangsa Indonesia bangga dan sekaligus memiliki peradaban hukum sendiri. 

    ANALISIS KETERAMPILAN BERIKIR KRITIS SISWA SMA DI KECAMATAN SAKO DAN ALANG-ALANG LEBAR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase tingkat penguasaan keterampilan berpikir kritis siswa SMA di Kecamatan Sako dan Kecamatan Alang-alang Lebar. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan nontes dan tes. Analisis data menggunakan Ms. Excel dengan menghitung persentase tingkat penguasaan. Hasil penelitian menunjukkan Kecamatan Sako terkategori rendah dengan persentase sebesar 38,99% dan Kecamatan Alang-alang Lebar terkategori sedang dengan persentase 52,99%. Indikator yang terkategori rendah di Kecamatan Sako adalah menganalisis 40,09%, mengevaluasi 25,82%, dan menjelaskan 34,97%. Indikator tertinggi adalah pengaturan diri 53,27%. Di Kecamatan Alang-alang Lebar indikator dengan persentase terendah adalah mengevaluasi 43,52% dan tertinggi adalah pengaturan diri 59,03%

    Optimasi Penempatan Petugas Keamanan Di Taman Safari Prigen Pasuruan Menggunakan Teori Himpunan Dominasi

    Get PDF
    Taman Safari Prigen dengan luas 350 hektar merupakan kebun binatang yang mempunyai konsep alam terbuka, sehingga pengunjung harus menggunakan mobil pribadi, mobil wisata, atau tramp yang disediakan. Mengingat begitu luas dan banyaknya spesies yang terdapat di Taman Safari tentu saja rute yang dilalui pengunjung juga sangat panjang. Petugas keamanan biasanya stand by menggunakan mobil jib pada setiap jalan atau tikungan. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi untuk mengoptimasi penempatan petugas dan armada sehingga lebih meminimalisir jumlah petugas dengan tanpa mengurangi fungsi atau fasilitas keamanan yang seharusnya. Misalnya satu petugas dengan satu armada dapat mendominasi atau bertugas terhadap keamanan pada dua wiliyah terdekat yang dapat dijangkau. Hal ini sesuai dengan teori himpunan dominasi jarak dua pada suatu graf.Graf yang akan digunakan dalam penelitian ini merupakan representasi dari peta lokasi kebun binatang Taman Safari Prigen dengan vertex merupakan posisi/lokasi petugas keamanan sedangkan sisi merupakan jalan yang dapat dilalui mobil untuk jalur pengunjung serta fasilitas keamanan. Selain itu, implementasi teori dari himpunan dominasi juga akan diteliti pada beberapa graf yaitu graf platonik yang dioperasikan shackle titik dengan graf yang sama. Graf Platonik terdiri atas graf tetrahedral, octahedral, kubik, icosahedral dan dodecahedral.Penelitian diawali dengan penentuan representasi graf hasil operasi, himpunan simpul elemen himpunan dominasi jarak dua untuk kemudian ditentukan banyaknya bilangan dominasi jarak dua. Setelah itu, teori yang telah digunakan dapat diaplikasikan untuk menentukan banyaknya pos pengamanan yang optimal yang dapat ditempatkan di kebun binatang Taman Safari Prigen.Kata kunci: himpunan dominasi, graf platonik, operasi shackle, taman safari prige

    Karakteristik Kepemimpinan Pendidikan Islam

    Get PDF
    Leadership can be interpreted as a process of influencing and directing citizens or workers to do work according to their duties. The fact is that in Indonesia many leaders who are wrongfully caught buying and selling positions, corruption and so on. A leader must have a noble mind, because he will be a role model, he who will create opportunities and provide encouragement as well as input to its members. Like the Javanese language slogan from the father of education which is often promoted in the world of education Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso and Tut Wuri Handayani. In Islam, Allah has given examples of exemplary living examples namely the Prophet Muhammad who has the nature of siddiq, tabligh, trust and fathanah. The main types of Islamic education leadership include authoritarian leadership, free leadership and democratic leadership. While complementary Islamic education leadership types include charismatic leadership types, guardian leadership types, expert leader types, organizational and administrator leadership types, agitator leadership types

    EVALUASI KINERJA MAHASISWA MAGANG DI HOTEL BINTANG 5 (*****)

    Get PDF
     AbstrakLatar belakang penelitian ini berangkat dariminimnya tenaga kerja yang memiliki kualifikasi yang dibutuhkan oleh hotel saat ini. Para lulusan yang dicetak oleh institusi masih belum dapat memenuhi kebutuhan hotel, sehingga akhirnya masing-masing institusi berlomba untuk membuat kurikulum yang mengakomodir kebutuhan pengguna di industri perhotelan yang penuh dengan kemampuan praktikal. Salah satunya menggunakan program on the job training di hotel, khususnya hotel bintang 5 dengan standar terbaik menjadi jembatan bagi para mahasiswa untuk dapat membantu menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di institusi ke dalam dunia kerja dan dapat membantu dalam berpola pikir dan bertindak dalam memecahkan masalah yang ditemui pada lingkungan kerja.Tujuan dari penelitian ini untuk mengukur kinerja para mahasiswa saat magang, dimana penilaian tersebut menjadi tolak ukur keberhasilan dari rancangan kurikulum dan penyampaian pembelajaran di sebuah institusi pendidikan. Metode yang digunakan menggunakan sampel mahasiswa Akademi XYZ yang melakukan OJT di Hotel Bintang 5 di seluruh Indonesia sebanyak 36 orang mahasiswa yang terdiri dari semester 3 dan 5. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner berbentuk formulir penilaian mahasiswa dengan skala yang mengikuti penilaian akademis, serta interview dengan Training Manager Hotel dan mahasiswa. Hasil yang ditemukan dengan menggunakan 5 kategori penilaian berdasarkan teori kinerja dari Bangun (2012), nilai kinerja mahasiswa Akademi XYZ berada dalam kategori sangat baik dengan tolak ukur penilaian akademis yang berlaku di Akademi XYZ. Adapun nilai tertinggi adalah kemampuan kerjasama sebesar 8,86 dan terendah adalah kualitas pekerjaan sebesar 8,43. Hal ini dapat berimplikasi kepada kesiapan mahasiswa di dunia kerja yang tidak dapat berkembang, sehingga sangat dibutuhkan penambahan materi yang berkenaan dengan kualitas kerja di dalam kegiatan pengajaran bagi mahasiswa

    ANALISA PENERAPAN PAPERLESS OFFICE PADA PROSES IN ROOM CHECK IN OLEH GUEST RELATION OFFICER PADA HOTEL SHANGRI-LA SURABAYA

    Get PDF
    Abstrak“The Analysis of Paperless Office Implementation for In Room Check In Process by Guest Relation Officer at Shangri La Hotel Surabaya” is a research that focused to answer the questions about the paperless office implementation for in room check in, the operational in front office department, and duties and responsibilities of guest relation officer which are applied in Shangri La Hotel Surabaya. In order to understand the implementation of paperless office for in room check in, duties and responsibilities of guest relation officer and the operational in front office department. This is a qualitative descriptive research which is using descriptive analysis and SWOT matrix. The methods of collecting data that used in this research are literatures, questionnaires, observation and documentation which then analyzed by descriptive analysis, IFE and EFE matrix, IE matrix, and SWOT matrix. The result of this research was found that implementation of paperless office was working well and the implementation for in room check in was also working well even there are several problems. But the problems were already fixed by management, staff, and the trainees. One of problems is when the registration card cannot be uploaded and it is suddenly disappear. The solution is the staffs or trainees should capture it with screen capture feature on surface pro, so the registration card can be uploaded manually. Besides that, there are also found strengths, weaknesses, opportunities, and threats (SWOT) of paperless office implementation and in room check in that arranged in SWOT matrix

    ANALYSIS OF FACTORS RELATED TO THE ABILTY TO PERFORMING SELF CARE IN PATIENTS WITH AUDITORY HALLUCINATION IN WORKING AREA OF UPTD KARANGANYAR HEALTH CENTER GANDUSARY SUB-DISTRICT TRENGGALEK REGENCY

    Get PDF
    ABSTRACT BACKGROUND : Auditory hallucination in inability of individual to differ internal stimuli (mind) and external stimuli (the outside world). Patient with hallucination are giving perception or opiniion about the environment without any object or real stimulus so it will affect their ability to fulfill their needs, including the need of self care. There are some factors related to their ability to performing self care. This study is conduct to analyze factors that related to the ability of performing self care in patients with auditory hallucination in working area of UPTD Karanganyar Health Center.SUBJECT AND METHODE : It is an observational study conducted with cross sectional approach involving 20 patients taken by total sampling. The variables were observe by using cheklist. This study were conduct at 13 May to 13 June 2019. The independent variables were factors related to ability of patients with auditory hallucination while the dependent variables were ability to performing self care. The correlation between these two variables were analyzed using Spearman Rank and continges coefficient with α 5%.RESULTS : Statistical analysis show that factors which has no relation to the ability to performing self care in patients with hallucinationa are including age, education, gender, living with falmily, marital status, duration of suffered mental disorder, history of being hospitalized and medical history. While factors related to the ability to performing self care are including occupation (p- value 0.012) and regularity of having medication (p-value 0.004). DISCUSSION : The patients were recommed to stay active to work and having medication regularly so that they could control the hallucination that affect the ability to performing self care. Family and health practitioners should support the patients so they will have motivation to performing self care

    SELF EFFICACY, POSTURAL BALANCE AND FALL RISK ON ELDERLY IN UPT PSTW JEMBER

    Get PDF
    BACKGROUND : Self efficacy is a cognitive control system which affect someone’s believe to do an activity in a special condition. This research conduct to find out the relationship between self efficacy and postural balance with fall risk in elderly.SUBJECT AND METHODE :  It’s a correlational research with cross sectional approach that followed by 40 elderly as the respondents. The respondents taken by simple random sampling from total number of 120 elderly in nursing home of Jember Social Ministry.  The data taken by using Falls Efficacy Scale (FES) to measure self efficacy, Timed Up and Go Test to measure postural balance and Tinetti Balance and Gait scale to measure the fall risk of the elderly. Then the data are analysed using Spearman Correlation Analysis.RESULTS:  The results show p value of correlation between self efficacy and fall risk as 0,067 which means there is no correlation between those two variable. In the other hand, the p value of correlation between postural balance and fall risk of elderly are 0,0341 which means there is correlation between those two variables.CONCLUSION: The inconsistency of self efficacy and physical performance could happen when there is ambiguity of task or environment or when someone has little information to learn a new ability. But, postural balance is require to support someone’s ability to move and to function independently. 

    AN EXTRAORDINARY SCHOOL TEACHER EXPERIENCE IN OVERCOMING GROWTH AND DEVELOPMENT OF CHILDREN WITH SPECIAL NEEDS

    Get PDF
    ABSTRACTBACKGROUND : Children with special needs are children who in the proccess of growth or development experience abnormalities or deviations so as to require special treatment.SUBJECT AND METHODE : This is qualitative study conduct with phenomeological approach. The participants were all teacher in Extraordinary Middle School in Waingapu. The data was obtained by structured interview and analyzed and presented in narrative form towards themes, sub themes, and categories found. This study was conduct to describe teacher’s experience in overcoming the growth and development of childrena with special needs.RESULTS : The themes obtained in this study were “the role of the teacher” and “the source of obstacles”. The theme of the teacher’s role sonsist of two subthemes, namely the teacher’s role as an educator and the teacher’s role as a motivator. The source of obstacle themes consist of 2 subthemes, namely students and teachers. CONCLUSION :  The role of the teacher as a motivator has been carried out in the form of of support, praise and reward but not doing touch. The results of research sources of obstacles from students are the limitations both physically and psychologically. Barriers from the teacher are lack of experience and feeling feel difficult and discouraged in dealing with students.

    Peran Pembimbing Kemasyarakatan dan Pekerja Sosial Profesional Dalam Upaya Diversi Terhadap Anak di Bukittinggi

    Get PDF
    Anak  dimata  hukum  berdasarkan  Undang-undang  Nomor  11  Tahun  2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak selanjutnya disingkat UU SPPA merupakan dasar penyelesaian terhadap kasus anak. UU SPPA memberikan pengaturan, pertama adanya upaya penyelesaian perkara anak secara formal dalam arti masuk dalam sistim pererdilan, kedua adanya upaya pengalihan penyelesaian perkara anak diluar sistim peradilan pidana (diversi). Proses Diversi dilakukan melalui musyawarah dengan melibatkan Pelaku Anak, korban dan orang tua/Walinya, Pembimbing Kemasyarakatan (PK Bapas), dan Pekerja Sosial Profesional (Peksos) berdasarkan pendekatan Keadilan Restoratif. Keterlibatan PK Bapas dan Peksos dalam upaya diversi tentu menjadi penting untuk dilihat sehingga keterlibatan itu akankah memiliki pengaruh dan peran untuk penunjang keberhasilan upaya diversi terhadap anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauhmana peran dari Pembimbing Kemasyarakatan, dan Pekerja Sosial Profesional dalam upaya diversi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Empiris Legal Research, teknik pengumpulan data dengan metode wawancara, kepustakaan dan Focus Group Discution. Setiap data yang didapat kemudian dianalisis secara kualitatif. Kesimpulan penelitian bahwa PK Bapas dan Peksos memiliki peran strategis dalam upaya diversi terhadap anak dimana PK Bapas berperan sentral yang bertitik tumpu kepada kepentingan anak sebagai pelaku tindak pidana berdasarkan hasil Penelitian Kemasyarakatan, Peksos memiliki peran dalam hal melindungi kepentingan anak sebagai pelaku dengan bertitik tumpu pada kepentingan korban dan anak sebagai korban dalam tujuan membimbing, membantu, dan mendapingi anak dengan konsultasi sosial dan menghasilkan laporan yang disampaikan kepada PK Bapas

    1,659

    full texts

    2,068

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal UNMUH Jember (Universitas Muhammadiya)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇