Jurnal UNMUH Jember (Universitas Muhammadiya)
Not a member yet
    2068 research outputs found

    Pemartabatan Bahasa Indonesia Melalui Pemakaian Kalimat Bahasa Indonesia Standar Mahasiswa dan Dosen IAIN Tulungagung

    Full text link
    Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara membawa konsekuensi logis. Setiap penggunanya harus mampu menggunakan secara cermat dan tepat. Kecermatan menuangkan gagasan tersebut hanya dapat dilakukan kalau struktur bahasa (termasuk kaidah pembentukan istilah) sudah canggih dan mantap. Hal ini hanya dapat dilakukan melalui penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar (standar atau baku). Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi tuntutan bagi masyarakat akademik, seperti dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Hal ini karena mereka menjadi tolok ukur keberhasilan pemakaian bahasa standar atau baku. Akan tetapi, berdasarkan hasil analisis data ditemukan banyak kesalahan  dalam karya ilmiah dosen dan mahasiswa IAIN Tulungagung, mulai dari kesalahan ejaan, kesalahan kata, dan kesalahan kalimat. Kesalahan ejaan merupakan kesalahan paling dominan dengan persentase 48%. Selanjutnya, diikuti kesalahan kalimat dengan persentase 29% dan yang terakhir kesalahan kata dengan persentase 23%. Kesalahan ejaan ini mendominasi disebabkan oleh minimnya pengajaran ejaan apalagi tidak adanya pembahasan khusus materi tersebut. Akibatnya, penguasaan kompetensi ini juga kurang. Padahal untuk mewujudkan bahasa Indonesia yang bermartabat dibutuhkan perilaku berbahasa untuk menguasai kaidah bahasa sebaik mungkin. Kesalahan berbahasa yang terjadi di masyarakat akademik IAIN Tulungagung sebagai akibat sikap bahasa yang belum tumbuh. Oleh karena itu, pembinaan terus menerus harus dilakukan agar bahasa Indonesia bisa bermartabat di negeri sendiri khususnya di kalangan intelektual IAIN Tulungagung.

    PENGARUH VARIASI KOMPOSISI STARTER KOTORAN SAPI, KOTORAN AYAM DAN CAMPURAN KULIT PISANG TERHADAP KUALITAS BAHAN BAKAR BIOGAS LIMBAH CAIR TAHU

    Full text link
    Permintaan bahan bakar fosil telah meningkat secara pesat. Oleh karena itu, dibutuhkan bahan bakar alternatif yaitu biogas. Bahan yang digunakan sebagai biogas adalah limbah cair tahu. Penelitian ini melakukan pengujian terhadap kualitas bahan bakar biogas yang dihasilkan, yaitu; rasio C/N, nilai pH, suhu, volume, kandungan gas metana (CH4), kandungan oksigen (O2), kandungan hidrogen sulfida (H2S), dan kandungan karbon monoksida (CO) dengan variasi komposisi starter: 1) Kotoran sapi 50% + limbah cair tahu 50%, 2) Kotoran sapi 50% + limbah cair tahu 47% + kulit pisang 3%, 3) Kotoran ayam 50% + limbah cair tahu 50%. Pengaruh variasi komposisi campuran starter pada pada 50% kotoran sapi + 50% limbah cair tahu yang mengandung rasio C/N sebesar 8,884 mengalami peningkatan kualitas bahan bakar biogas ditandai dengan meningkatnya kandungan CH4 sebesar 63%, suhu sebesar 31,2oC, volume sebesar 251,4 mL dan menurunnya kandungan H2S sebesar 7 ppm,  CO sebesar 12 ppm, O2 sebesar 17,4%

    ANALISIS RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) PADA MESIN HYDRAULIC PRESS PLATE MACHINE 1000 TON (Studi Kasus PT. X)

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan dalam upaya untuk menentukan kebijakan perawatan yang optimal dengan menggunakan metode RCM dan menetapkan biaya yang harus di keluarkan untuk perawatan mesin hydrolic press plate machine 1000 ton. Manfaat penelitian ini adalah dapat menjadi sumber informasi bagi industri yang akan melakukan perawatan dengan metode RCM. Dalam metodologi penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan RCM. Hasil penelitian ini berupa tahapan untuk menentukan tindakan perawatan yang optimal pada mesin hydrolic press plate machine 1000 ton berdasarkan reliability centered maintenance (RCM) dengan membuat hirarki fungsi sistem  dan analisis fungsi sistem serta kegagalan sistem, selanjutnya melakukan analisis FMEA diperoleh 2 komponen kritis v-packing dan kontaktor dengan nilai RPN 126 untuk v-packing dan 120 untuk kontaktor. Kemudian menghitung analisis keandalan untuk menghitung MTBF dan MTTR yang masing-masing mendapat nilai 1.742 untuk MTBF dan 31,66 untuk MTTR

    SOCIAL CONFLICTS IN CHURCH DEVELOPMENT IN KECAMATAN IBU SELATAN KABUPATEN HALMAHERA BARAT (Study of Conflict Resolution among Citizens in Church Development In Adu Village)

    Full text link
    The church conflict that occurred in Adu Village, South Ibu Subdistrict, West Halmahera Regency was caused by unjust church leadership. Conflicts in the construction of places of worship often lead to violence, attacks and sealing of houses of worship by the community. This study aims to determine the occurrence of social conflict between residents in the construction of church in Adu village and to find out the resolution of the conflict. This research uses descriptive qualitative research that can be understood as a series of procedures used in solving problems, namely the cause of conflict between residents related to the construction of church in Adu Village by investigating and describing research objects based on facts in the field. Data sources used are primary data and secondary data with data collection techniques namely observation, interviews and document analysis.  The research findings show that the cause of conflict in church construction is because (1) the church leadership is no longer neutral in serving the community, for example when visiting a sick Adu village community, the church leader only visits one group while the other group is ignored, and (2) the regulations of church leaders regarding residents’ responsibilities to the church such as the obligation for each person to contribute IDR 200,000 per year for church construction is considered too burdensome for the community. From the factors causing the conflict, conflict resolution is carried out by way of negotiations (consensus agreement) between the Old GMIH and the GMIH Renewal. From these negotiations, a mutual agreement ensued that the construction of a new church planned by the GMIH Renewal would continue

    Penguatan Organizational Citizenship Behavior: Peran Kepuasan Kerja Dan Loyalitas

    Full text link
    Organizational Citizenship Behavior (OCB) adalah penting bagi kinerja perusahaan. Riset ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya mediasi dari loyalitas karyawan pada pengaruh kepuasan kerja terhadap OCB. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai PT Borobudur Oto Mobil Yogyakarta, dengan ukuran sampel 94 responden. Temuan menyatakan terdapat mediasi penuh loyalitas karyawan pada pengaruh kepuasan kerja terhadap OCB

    A Systematic Review : Well-being Therapy

    Full text link
    Well-being therapy is one of the relatively new interventions that used to achieve optimal and balanced functioning in certain dimensions of the individual. The aim of this study is to determine the effectiveness of well-being therapy applied in several contexts and in different age categories. Review was conducted in 14 studies based on inclusion and exclusion criterias. The results of the review indicate that well-being therapy can be carried out in the adult and student age categories, affective disorder and addiction cases, as well as preventive and curative treatments. Well-being therapy will also achieve maximum results if combined with with CBT treatment. However, there also need to consider about the number of sessions and the duration, and the severity of individual disorders so that the client can follow all the therapeutic process

    Role Of Agricultural Sector In Facing Economic Disparity In The Special Province Of Yogyakarta

    Full text link
    GRDP (Gross Regional Domestic Product) growth is one indicator of economic growth in a region. This indicator should not only rise but must also be evenly distributed in the surrounding area. This study aims to (1) further investigate the contribution of the agricultural sector in the GRDP in DIY, and (2) determine the role of the agricultural sector in dealing with economic disparity in DIY. This study used secondary data covering several variables from 2010-2018. The analytical tool used was table description analysis, calculated Williamson index, paired t-test, and simple OLS regression. The results of the study reveal that the agricultural sector has a declining contribution to the GRDP in DIY. There is an increase in regional income gaps or economic growth between districts/cities in DIY. The agricultural sector is significantly proven to have an impact on the decline in the Williamson Index, which means that the higher the contribution of the agricultural sector to the district/city GRDP, the economic growth between regions in DIY is more evenly distributed. In other cases, the agricultural sector can reduce economic disparities between districts/cities in DIY

    PENGARUH PUTARAN ROTARY DRYER DAN WAKTU PROSES TERHADAP LAJU PENGERINGAN DAUN TEH HIJAU

    Full text link
    Produksi daun teh hijau di Indonesia sangat tinggi. Keterbatasan yang ada pada petani lokal untuk memproduksi teh hijau maka diciptakan alat pengeringan teh rotary dryer. Alat ini diciptakan agar bisa memproduksi teh yang optimal dengan dana seminimal mungkin. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, dengan cara mengeringkan bahan baku daun teh hijau menggunakan mesin rotary dryer. Proses pengeringan dilakukan dengan variasi waktu 45; 60; 75 menit   dengan variasi putaran 10; 15; 25 rpm. Setelah itu dilakukan proses  penimbangan. Data hasil penelitian dianalisa dengan cara mengamati secara langsung hasil eksperimen kemudian dilakukan perhitungan kadar  air,  laju  pengeringan,  konsumsi  energi  dan  konsumsi  bahan  bakar.  Setelah  nilai  hasil perhitungan didapat, menentukan hasil dan menyimpulkan penelitian yang telah dilakukan dalam bentuk grafik dan tabel. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil pengeringan tertinggi didapat pada variasi putaran mesin 15 rpm dan 25 rpm dengan selang waktu proses pengeringan 75 menit dengan kadar air basis kering 94,81%bk. Laju pengeringan   tertinggi terjadi pada putaran 10 rpm dengan selang waktu pengeringan 45 menit menghasilkan perpindahan massa uap air sebesar 0.45 kg/jam. Konsumsi energi tertinggi terjadi pada variasi putaran 25 rpm dengan variasi waktu 1,25 jam sebesar 0,293 kWh. Konsumsi bahan bakar tertinggi terjadi pada variasi waktu 75 menit sebesar 166,67 gram

    ANALISIS HASIL BELAJAR MATEMATIKA BERDASARKAN KOMPONEN PROSES LITERASI MATEMATIKA

    Full text link
    Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan tujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar matematika dilihat berdasarkan komponen proses literasi matematika. Komponen proses merupakan salah satu dari tiga komponen penilaian menurut Program International Student Assesment (PISA). Komponen proses yang diuji dalam penelitian ini meliputi 1) kemampuan merumuskan masalah, 2) kemampuan dalam menggunakan konsep, fakta, prosedur dan penalaran, dan 3) kemampuan menafsirkan hasil. Metode yang digunakan meliputi metode dokumentasi, observasi, dan wawancara, dengan triangulasi teknik digunakan sebagai cara menguji keabsahan data. Adapun hasil dari penelitian kualitatif deskriptif  ini adalah 1) Kemampuan literasi ditinjau dari proses merumuskan masalah memperoleh skor rata-rata 23,33 dari skor maksimal 25 artinya mahasiswa sudah baik dalam merumuskan masalah yang disajikan pada soal. 2) Kemampuan literasi ditinjau dari proses menggunakan konsep, fakta, prosedur dan penalaran mendapatkan skor rata-rata 30,63 dari skor maksimal 50 artinya mahasiswa belum sepenuhnya mampu menggunakan kemampuan konsep, prosedur dengan baik. 3) Kemampuan literasi ditinjau dari proses melakukan penafsiran hasil mendapatkan skor rata-rata 15,73 dari skor maksimal 25 artinya mahasiswa belum sepenuhnya mampu menafsirkan dan mengevaluasi hasil pekerjaannya dengan benar. Dari ketiga komponen proses tersebut, dapat dikatakan bahwa kemampuan merumuskan masalah paling menonjol dibandingkan dengan dua kemampuan proses yang lain.Kata Kunci: Komponen Proses, Literasi, PISAPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan tujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar matematika dilihat berdasarkan komponen proses literasi matematika. Komponen proses merupakan salah satu dari tiga komponen penilaian menurut Program International Student Assesment (PISA). Komponen proses yang diuji dalam penelitian ini meliputi 1) kemampuan merumuskan masalah, 2) kemampuan dalam menggunakan konsep, fakta, prosedur dan penalaran, dan 3) kemampuan menafsirkan hasil. Metode yang digunakan meliputi metode dokumentasi, observasi, dan wawancara, dengan triangulasi teknik digunakan sebagai cara menguji keabsahan data. Adapun hasil dari penelitian kualitatif deskriptif  ini adalah 1) Kemampuan literasi ditinjau dari proses merumuskan masalah memperoleh skor rata-rata 23,33 dari skor maksimal 25 artinya mahasiswa sudah baik dalam merumuskan masalah yang disajikan pada soal. 2) Kemampuan literasi ditinjau dari proses menggunakan konsep, fakta, prosedur dan penalaran mendapatkan skor rata-rata 30,63 dari skor maksimal 50 artinya mahasiswa belum sepenuhnya mampu menggunakan kemampuan konsep, prosedur dengan baik. 3) Kemampuan literasi ditinjau dari proses melakukan penafsiran hasil mendapatkan skor rata-rata 15,73 dari skor maksimal 25 artinya mahasiswa belum sepenuhnya mampu menafsirkan dan mengevaluasi hasil pekerjaannya dengan benar. Dari ketiga komponen proses tersebut, dapat dikatakan bahwa kemampuan merumuskan masalah paling menonjol dibandingkan dengan dua kemampuan proses yang lain.Kata Kunci: Komponen Proses, Literasi, PIS

    Pengelolaan Sarana Dan Prasarana Di Sekolah Dasar Muhammadiyah Kota Padang

    Full text link
    Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh dan mendapatkan informasi mengenai pengelolaan saana dan pasarana SD Muhammadiyah di Kota Padang. Penelitian ini bersifat analisis deskriptif  dengan jumlah populasi seluruh guru kelas sekolah dasar Muhammadiyah di kota Padang yang berjumlah 77 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket model skala Likert dengan alternatif jawaban yaitu  selalau (SL), sering (SR), kadang-kadang (KDG), jarang (JR), dan tidak pernah (TP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pengelolaan sarana dan prasarana berada pada 72,42%. Artinya kriteria interpretasi skor berada pada kesimpulan baik. Namun, pada faktanya banyak yang tidak sesuai dengan hasil yang diperoleh dari angket tersebut. Hal ini karena guru dan pegawai sekolah kurang berlaku jujur dalam mengisi angket yang diberikan.  

    1,659

    full texts

    2,068

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal UNMUH Jember (Universitas Muhammadiya)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇