Jurnal UNMUH Jember (Universitas Muhammadiya)
Not a member yet
2068 research outputs found
Sort by
THE INFLUENCE OF QUALITY OF SERVICE, FACILITIES AND LOCATION OF CUSTOMER SATISFACTION
This study aims to determine the effect of service quality, facilities and location on customer satisfaction at SPBU 54.681.08 Tanggul Kulon Jember. The population in this study were all gas station customers, namely 95 respondents with non probability sampling techniques. The analysis tool uses multiple linear regression. The results showed that service quality (0.231), facilities (0.769) and location (0.234) had a significant influence on customer satisfaction. T test results showed that the variable service quality (0.039), facilities (0,000) and location (0.006) partially had a significant effect on customer satisfaction at the Tanggul Kulon Jember gas station.Keywords: Service quality, facilities, location and customer satisfaction.THE INFLUENCE OF QUALITY OF SERVICE, FACILITIES AND LOCATION OF CUSTOMER SATISFACTIO
Peranan Sektor Rumah Tangga Sebagai Pelaku Ekonomi Islam
Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan peranan sektor rumah tangga sebagai pelaku ekonomi pembangunan Islam. Dimana penerapan utamanya adalah penanaman akhlak yang mulia dalam lingkaran rumah tangga agar dapat mecetak generasi muda yang berjiwa akhlakul karimah. Selain itu sektor rumah tangga memiliki factor produksi yang dapat mencakup seluruh modal awal dalam berekonomi yakni: tenaga kerja, tanah, keahlian atau modal kepada perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dimana sumbernyadidapat dari sumber sekunder seperti buku, jurnal dan data-data yang berkaitan dengan sektor dalam rumah tangga
GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA SURABAYA
Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan agama yang berkembang di masyarakat, serta mempunyai peranan penting dalam mengembangkan sumber daya manusia. Pengembangan sumber daya manusia tidak lepas dari peran pemimpin dan pengelola serta santri di pondok pesantren. Seluruh penghuni pondok pesantren diharapkan kompeten dalam aspek pembangunan moral, spiritual dengan intelektual yang bernuansa agamis, juga menjadi motor penggerak, motivator dan inovator dalam pembangunan kesehatan, termasuk teladan dalam berperilaku hidup bersih dan sehat. Pondok Pesantren Nurul Huda Sencaki Surabaya merupakan salah satu pondok pesantren yang belum optimal dalam melaksanakan PHBS sehingga muncul beberapa masalah kesehatan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif lapangan yang bermaksud untuk memahami fenomena yang dialami oleh subyek penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa lebih dari dari separoh santri belum melaksanakan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu 54,7%. Tingkat pengetahuan tentang PHBS masih rendah yaitu 59.4%. Santri mempunyai sikap terhadap PHBS sebesar 75%, dan kurangnya peran guru terhadap PHBS sebesar 56.3%
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENGKAJIAN M3 (METHOD) DALAM MANAJEMEN KEPERAWATAN BERBASIS STANDAR AKREDITASI JOINT COMISSION INTERNATIONAL
Tahap pengkajian metode (M3) dalam manajemen keperawatan memerlukan inovasi untuk menyesuaikan dengan perkembangan antara kondisi ruangan dengan keperluan standar akreditasi Rumah Sakit. Tujuan dari penelitian untuk mengembangkan instrumen pengkajian M3 (Method) dalam manajemen keperawatan berbasis standar akreditasi Joint Comission International. Desain Penelitian adalah mix method memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini semua perawat (76) di RS Amelia. Sampel dalam penelitian ini 20 perawat dengan teknik purposive sampling. Tahap 1 peneliti menyusun instrumen melalui small group discussion dengan pihak bidang keperawatan, kepala ruang, dan perawat. Tahap 2 melakukan analisis uji validitas dan reliabitas. Hasil uji validitas menunjukkan instrumen pengkajian M3 (Method) manajemen keperawatan memiliki rata-rata r count > r table (0,652 > 0.423) dan hasil uji reliabilitas dengan rata-rata r hitung (0,7843) > 0,6. Hasil evaluasi subjektif 20 responden, 80% menyatakan instrumen mudah dipahami, 70% sesuai kebutuhan Rumah Sakit, dan 80% mudah diaplikasikan. Pengembangan instrumen pengkajian M3 (Method) manajemen keperawatan dinyatakan valid dan reliabel. Instrumen pengkajian M3 (Method) manajemen keperawatan memiliki beberapa kompenen meliputi model MAKP, timbang terima, ronde keperawatan, supervisi, sentralisasi obat, discharge planning. Pengisian instrumen pegkajian tersebut sebaiknya dilakukan secara bertahap oleh perawat sehingga hasilnya dapat menggambarkan kondisi riil Rumah Sakit
Kontribusi Cultural Values Terhadap Kecenderungan Residivisme Pada Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas Iia Jember
Research on recidivism tendencies which is influenced by internal factors that have been carried out is related to psychological problems (2014), self-regulation (2016) and self-control (2017). Based on this research it appears that there is a missing link related to the source of initial encouragement that comes from within the individual as a process of interaction and internalization of the initial experiences of individuals with parents, ancestors and other significant people. Related to this, this study aims to determine the effect of Cultural Value on the Trend of Recidivism in Jember Class IIA Prisoners.This type of research is associative quantitative that is to determine the relationship between one variable with another variable and the effect of a variable on other variables. There are two psychological scales used in this study, the Cultural Values scale adapted from The Potrait Value Questionnaire (PVQ-RR) compiled by Schwartz and the Residivism Tendency scale adapted from the Psychopathy Check List-Revised (PCL-R) compiled by Hare . The results of this study are expected to be input/reference in developing community values-based community intervention programs.The results showed a calculated F value of 0.471 with a significance level of 0.493> 0.05, which means that there was no influence of Cultural Value on the Trend of Residivism. Descriptive test shows that as many as 107 prisoners (56%) have high cultural values and 84 inmates (44%) have low cultural values. This means that prisoners tend to use cultural values as a reference in behavior, but they do not necessarily have compliance with the values that exist in the community. The highest percentage is the value of Universalism, Achievement, and Security. While the lowest percentage is the value of Stimulation, Benevolence Care, and Self Direction
RISIKO ASFIKSIA NEONATORUM BERDASARKAN KEADAAN AIR KETUBAN DI RSU Dr. H. KOESNADI BONDOWOSO TAHUN 2018
Asfiksia neonatorum adalah kondisi bayi baru lahir tidak segera bernafas secara spontan dan teratur. Salah satu penyebab dari asfiksia neonatorum ialah keadaan air ketuban yang bercampur dengan mekonium atau keruh. Tujuan penelitian untuk mengetahui besar risiko asfiksia neonatorum berdasarkan keadaan air ketuban di RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel yaitu sebagian ibu bersalin. Besar sampel 100 responden. Instrumen yang digunakan adalah checklist dari data yang diambil di rekam medik RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso tahun 2018. Analisa data menggunakan odds ratio. Hasil penelitian didapatkan 49% bayi mengalami asfiksia dan 82% ibu bersalin dengan keadaan ketuban keruh serta 46% ibu bersalin dengan keadaan air ketuban keruh melahirkan bayi dengan asfiksia. Hasil analisis bivariat menggunakan komputer dengan SPSS didapatkan hasil odds ratio yaitu sebesar 6,389 yang artinya keadaan air ketuban keruh 6,389 kali lebih berisiko bayi lahir mengalami asfiksia. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan perawat atau bidan dapat memberikan pelayanan serta mampu mendeteksi secara dini risiko bayi dengan asfiksi
Pengaruh Kualitas Pelayanan, Citra Perusahaan, Dan Lokasi Terhadap Kepuasan Konsumen Hotel Ijen View Bondowoso
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan, citra perusahaan dan lokasi terhadap kepuasan pelanggan Hotel Ijen View Bondowoso. Populasi penelitian ini adalah seluruh pelanggan hotel Ijen View Bondowoso. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden orang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data yang diperoleh dapat akurat sesuai dengan perhitungan statistik. Analisis data diolah dengan menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan koefisien pengaruh variabel kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen sebesar 0,42 dengan nilai p < 0,01. Koefisien pengaruh variabel citra perusahaan terhadap kepuasan konsumen adalah 0,08 dengan nilai p 0,20. Koefisien pengaruh variabel lokasi terhadap kepuasan konsumen adalah 0,26 dengan nilai p< 0,01
Pengaruh Pendampingan Deteksi Dini Gangguan Psikologis Terhadap Kemampuan Regulasi Emosi Pada Caregiver Lansia Di Kelurahan Gonilan, Sukoharjo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendampingan deteksi dini gangguan psikologis terhadap kemampuan regulasi emosi pada caregiver lansia. Penelitian ini mempergunakan desain non randomized one group pretest-post test design. Subjek dalam penelitian ini adalah 16 orang caregiver lansia berjenis perempuan yang berasal dari posyandu lansia di Kelurahan Gonilan, berusia 39-57 tahun. Subjekyang tergabung menjadi satu kelompok menerima perlakuan berupa pendampingan deteksi dini gangguan psikologis. Perlakuan terdiri dari 2 pertemuan diberikan selama 2 minggu dengan durasi antara 150 menit hingga 180 menit setiap pertemuan. Alat ukur yang digunakan adalah skala kemampuan regulasi emosi ( r=0,915), wawancara, observasi, evaluasi proses dan hasil. Pretest disajikan sebelum perlakuan dan posttest disajikan setelah perlakuan. Hasil analisis uji beda menggunakan wilcoxon t (Zhitung=-2.463 dan p=0,0085<0,05) menunjukkan perbedaan signifikan antara sebelum dan setelah pemberian perlakuan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendampingan deteksi dini gangguan psikologis berpengaruh terhadap kemampuan regulasi emosi pada caregiver lansia
Kualitas Kehidupan Kerja Dan Harga Diri Berbasis Organisasi Dengan Keterikatan Kerja Pns Pemerintah Kota Palangka Raya
Keterikatan kerja merupakan kondisi pikiran yang positif dan memuaskan terkait dengan pekerjaan yang dicirikan adanya vigor, dedication dan absorption. Keterikatan kerja dapat dipengaruhi oleh kualitas kehidupan kerja sebagai faktor job resource dan harga diri berbasis organisasi sebagai faktor personal resource. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan kualitas kehidupan kerja dan keterikatan kerja. (2) hubungan harga diri berbasis organisasi dan keterikatan kerja. (3) hubungan kualitas kehidupan kerja melalui harga diri berbasis organisasi terhadap keterikatan kerja. Sampel dalam penelitian ini adalah PNS yang bekerja di instansi Pemerintah Kota Palangka Raya sebanyak 244 orang. Analisa data menggunakan teknik analisis jalur yang diolah dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan (1) kualitas kehidupan kerja secara langsung tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterikatan kerja dengan nilai nilai t hitung sebesar 1,311 dan signifikansi sebesar 0,191 (p > 0,05). (2) Harga diri berbasis organisasi secara langsung memiliki pengaruh sangat signifikan terhadap keterikatan kerja dengan nilai t hitung 9,616 dan signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,01). (3) Kualitas kehidupan kerja secara tidak langsung memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterikatan kerja melalui harga diri berbasis organisasi dengan nilai pengaruh tidak langsung sebesar 0,332. Implikasi dari penelitian ini pemerintah kota Palangka Raya perlu mempertahankan atau meningkatkan kualitas kehidupan kerja sebagai sarana untuk menjaga harga diri berbasis organisasi agar pegawai tetap memiliki keterikatan terhadap pekerjaannya
Penerapan Salah Kaprah Ungkapan “Jer Basuki Mawa Beya”
Indonesia adalah negara dengan bentuk republik dan menganut sistem demokrasi, dimana pemerintahan adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Dengan bentuk pemerintahan seperti ini dan kondisi masyarakat yang sangat beragam, mustahil apabila tidak ada pemimpin. Dengan sistem yang sudah ditentukan sedemikian rupa, ada berbagai jabatan kepemimpinan yang dapat ditempati oleh salah seorang rakyat, mulai dari tingkat eksekutif, legislatif dan yudikatif. Banyaknya kesempatan yang tersedia untuk menduduki posisi kepemimpinan membuat persaingan antar individu atau kelompok golongan tertentu menjadi sangat ketat, apalagi jika sudah mendekati hari-hari pemilihan umum (pemilu) seperti saat ini. Akibatnya ada usaha-usaha negatif yang juga dilakukan demi mendapatkan kemenangan, seperti misalnya politik uang. Namun permasalahan di negara ini tidak hanya berhenti disitu, setelah pemilu selesai maka ganti korupsi yang menggerogoti lembaga pemerintahan. Politik uang dan korupsi yang seakan sudah membudaya ini, rupanya bisa disebabkan oleh 2 hal berikut: keinginan berkuasa yang kebablasan dan karena sudah begitu banyak individu yang melakukan korupsi dan politik uang. Kedua hal ini membutakan para pemimpin dan wakil rakyat yang akhirnya malah menyalahgunakan ungkapan yang berasal dari kebudayaan Jawa yang luhur: “Jer Basuki Mawa Beya”. Dengan artikel ini hendaknya kita kembali mencermati, menjiwai dan melakukan ungkapan “Jer Basuki Mawa Beya” secara benar dan sesuai konteksnya