Jurnal terbitan UBD (Universitas Buddhi Dharma)
Not a member yet
2850 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DISCORD SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI OLEH GENERASI Z DI PERUMAHAN CITRA RAYA TIMUR KABUPATEN TANGERANG
Penelitian ini bertujuan mengetahui pemanfaatan media sosial Discord sebagai sarana komunikasi Generasi Z di Perumahan CitraRaya Timur Kabupaten Tangerang serta motif di balik penggunaannya. Dengan metode kualitatif deskriptif studi kasus terhadap tujuh informan, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan Discord digunakan tidak hanya untuk komunikasi sehari-hari, tetapi juga hiburan, koordinasi, dan pembangunan komunitas digital. Fitur seperti voice channel, text channel, dan server dinilai fleksibel serta terorganisir. Pemilihan Discord selaras dengan teori Uses and Gratifications karena mampu memenuhi kebutuhan informasi, hiburan, integrasi sosial, dan ekspresi diri. Kendala yang muncul antara lain gangguan teknis, isu keamanan, dan keterbatasan popularitas. Disimpulkan bahwa Discord berperan penting sebagai media komunikasi modern dan interaktif bagi Generasi Z sesuai karakteristik media baru
ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES TERHADAP IKLAN PANTENE MIRACLES HAIR SUPPLEMENT "KEANU AGL"
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam iklan Pantene Miracles Hair Supplement yang dibintangi Keanu, menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif, dimana data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi terhadap iklan yang ditayangkan di YouTube pada tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif, iklan menampilkan transformasi kondisi rambut Keanu dari rusak menjadi sehat dan berkilau setelah menggunakan produk Pantene. Secara konotatif, perubahan tersebut merepresentasikan pemulihan energi, semangat, dan kualitas diri melalui perawatan rambut. Sedangkan pada tataran mitos, adanya keyakinan bahwa untuk memiliki rambut yang sehat dan terawat, seseorang perlu menggunakan produk Pantene. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian semiotika iklan, khususnya dalam memahami bagaimana pesan visual dan verbal membentuk persepsi khalayak
PERAN ENDORSEMENT OLEH TA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KOSMETIK PADA PENGIKUT INSTAGRAM @TASYAFARASYA
Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran endorsement oleh Tasya Farasya sebagai beauty influencer dalam memengaruhi keputusan pembelian produk kosmetik pada pengikut Instagram@tasyafarasya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa endorsement Tasya Farasya memiliki pengaruh yang signifikan melalui faktor-faktor seperti kredibilitas, keahlian, gaya komunikasi yang persuasif, konten yang detail didukung oleh bukti visual, serta kejujuran dalam ulasan produk. Selain faktor rasional, ditemukan pula pengaruh emosional, antara lain kepercayaan, kekaguman, suasana hati yang positif, dan keinginan untuk merasa lebih percaya diri. Temuan ini mendukung teori Electronic Word of Mouth (e-WOM) dan perilaku konsumen, yang menunjukkan bahwa endorsement memengaruhi tahapan mulai dari pencarian informasi hingga keputusan pembelian akhir
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN PT. WARNATAMA CEMERLANG DALAM MEMBANGUN BRAND AWARENESS ICHIBAN ALL-IN-ONE MAGIC PAINT
Di era digital, perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu indikator yang mendorong perusahaan beralih menggunakan platform digital seperti media sosial dan e-commerce sebagai alat untuk menyampaikan komunikasi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh PT. Warnatama Cemerlang dalam membangun brand awareness Ichiban All-in-One Magic Paint. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan instrumen pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penulis menggunakan teori Bauran Pemasaran (Markeing Mix) 4P’s dan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) untuk melihat bagaimana upaya strategi komunikasi pemasaran yang diimplementasikan perusahaan dalam membangun brand awareness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan Bauran Pemasaran 4P’s dan model AIDA, PT Warnatama Cemerlang berhasil membawa Ichiban All-in-One Magic Paint ke tahap brand recall, dimana konsumen dapat mengingat kembali merek tanpa perlu usaha tambahan.
 
PERAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS ANAK MUDA DI DAERAH DADAP KABUPATEN TANGERANG
Perkembangan media sosial saat ini berkembang pesat dan beragam, seperti Twitter, Facebook, dan Instagram. Keberadaan media sosial, terutama di kalangan muda, telah menyebabkan keragaman penggunaan dan penggambaran identitas penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran media sosial Instagram dalam pembentukan identitas pemuda di kawasan Dadap, Kabupaten Tangerang, bagaimana peran media sosial Instagram dalam pembentukan identitas pemuda, dan apa implikasi media sosial Instagram dalam membentuk identitas pemuda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Subjek penelitian dipilih berdasarkan karakteristik sebagai pengguna aktif Instagram berusia 20-24 tahun di wilayah Dadap, Kabupaten Tangerang. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa berdasarkan peran media sosial Instagram dalam pembentukan identitas pemuda di kawasan Dadap, sebagian besar pemuda di kawasan Dadap merupakan pengguna aktif media sosial Instagram yang memanfaatkan kepemilikan akun dalam kehidupan sehari-hari untuk mengisi waktu luang dan sebagai tempat mencari informas
ANALISIS USER EXPERIENCE WEBSITE BIRO PENGADAAN BARANG DAN JASA PROVINSI SUMATERA SELATAN MENGGUNAKAN METODE HEURISTIC EVALUATION
This study evaluates user experience (UX) on the South Sumatra Province Goods and Services Procurement Bureau (PBJ) website using Jakob Nielsen’s Heuristic Evaluation to identify usability barriers affecting e-government transparency and accountability. As public procurement increasingly relies on digital platforms, preliminary assessments revealed critical issues including unintuitive navigation, limited system feedback, and inadequate user guidance that risk undermining public trust. The evaluation employed a 30-item Likert-scale questionnaire aligned with ten heuristic principles and was conducted by expert evaluators. The results show an overall usability index of 81, classified as excellent, with strong performance in consistency and standards (92 percent) and aesthetic and minimalist design (88 percent). Nevertheless, lower scores emerged in help and documentation (69 percent) and error prevention (78 percent), indicating priority areas for improvement. The findings confirm that usability heuristics function as governance enablers rather than purely technical attributes. Improved visibility of system status and effective error recovery mechanisms enhance procurement oversight and are associated with a 20 to 30 percent reduction in vendor drop-off rates. Contextual tooltips and guidance further strengthen accountability in high-value public tenders. The study recommends simplifying navigation structures, strengthening form validation, and implementing searchable frequently asked questions for sustainable provincial e-government implementation initiatives.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman pengguna (UX) pada situs web Badan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggunakan metode evaluasi heuristik. Dalam konteks layanan publik yang semakin bergantung pada teknologi informasi, pentingnya situs web yang efektif dan ramah pengguna semakin jelas. Metode evaluasi heuristik dipilih karena kemampuannya untuk secara sistematis mengidentifikasi masalah usability melalui prinsip-prinsip desain yang teruji. Hasil evaluasi mengungkapkan beberapa masalah kritis dalam pengalaman pengguna, termasuk navigasi yang tidak intuitif, informasi yang terbatas, dan desain visual yang kurang menarik. Temuan ini menunjukkan bahwa pengguna mengalami kesulitan dalam mengakses informasi dan layanan yang mereka butuhkan. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk perbaikan, seperti menyederhanakan struktur navigasi dan meningkatkan kualitas konten
Optimization of CNN and Vision Transformer Models in Addressing Long-Tailed Data Imbalance for Satellite Cloud Image Classification
This study investigates long-tailed satellite cloud image classification by comparing CNN and Vision Transformers (ViT) built upon vision–language foundation models. A large-scale satellite cloud dataset with 11 highly imbalanced classes, including a dominant non-phenomenon category, is used to represent realistic atmospheric variability. The data are split using stratified sampling, standardized to a fixed resolution, and used to fine-tune CLIP-based backbones from RemoteCLIP and GeoRSCLIP through parameter-efficient adaptation. Several loss functions Cross Entropy, Logit Adjustment, Focal, Class-Balanced, and label-distribution–aware variants are evaluated, along with experiments examining majority-class removal and adapter bottleneck adjustments. Initial results show that Logit Adjustment causes majority-class collapse under default settings. After optimization, ViT-based models consistently outperform CNN models, achieving higher accuracy and more balanced macro-level performance. Class-Balanced loss emerges as the most effective objective, offering a strong trade-off between overall accuracy and per-class fairness. Increasing the adapter bottleneck dimension further boosts ViT performance, enabling the best configuration to match or exceed prior benchmarks while improving minority-class recognition. The final optimized model is deployed in a web-based prediction system, demonstrating the practical potential of foundation-model approaches for satellite-driven weather analysis
Literature Study: The Influence Of Educational Background And Work Experience On Employee Performance
This study aims to determine the effect of work experience on employee performance based on a literature review. Analyze the combined effect of educational background and work experience on employee performance. Identify supporting and inhibiting factors in the relationship between education, work experience, and employee performance. Provide a conceptual overview and recommendations regarding the equivalence of education and work experience in improving employee performance. The research method used is a library study, where researchers review previous research and then draw conclusions from the results. This study was conducted by reanalyzing previous research relevant to the research objectives and developing a deeper understanding. Based on the results of the reanalysis of three previous studies, this study shows that educational background and work experience have a significant influence on employee performance. A higher level of education positively contributes to improved cognitive abilities, technical skills, and understanding of job duties and responsibilities. This results in increased efficiency, work quality, and problem-solving abilities in the workplace.Furthermore, work experience has also been shown to have a positive relationship with employee performance. Employees with longer tenure tend to have a better understanding of systems, organizational culture, and applicable work procedures. This experience allows them to work more effectively, reduce errors, and adapt more quickly to changes or challenges in the workplace. Simultaneously, the combination of a good level of education and adequate work experience forms stronger work competencies, which ultimately contributes to increased productivity and overall performance quality. These results are in line with previous research findings which confirm that human resources with a higher educational background and extensive work experience are important assets for organizations in achieving goals and competitive advantages
PENGARUH PENGALAMAN, KOMPETENSI, DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEKERJA UMKM DI PASAR LAMA TANGERANG DENGAN MOTIVASI SEBAGAI PEMEDIASI
MSMEs play a crucial role in Indonesia’s economy but still face challenges related to human resource quality, such as experience, competence, and compensation, which affect employee performance. This study examines the influence of experience, competence, and compensation on the performance of MSME workers in Pasar Lama Tangerang, with motivation as a mediating variable. Using a quantitative causal research approach, data were collected through a Likert-scale questionnaire from 300 respondents with diverse backgrounds, and analyzed using SEM with SmartPLS. The results show that all variables have T-statistics above 1.96 and P-values below 0.05. Experience, competence, and compensation significantly and positively impact performance, both directly and through motivation as a mediator. The study suggests improving competency training, offering fair compensation, and managing work experience to enhance worker performance. Future research is encouraged to explore additional variables.UMKM berperan penting dalam perekonomian Indonesia dan masih menghadapi tantangan terkait kualitas sumber daya manusia (SDM), seperti pengalaman, kompetensi, dan kompensasi yang memengaruhi kinerja pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman, kompetensi, dan kompensasi terhadap kinerja pekerja UMKM di Pasar Lama Tangerang dengan motivasi sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan causal research. Data diperoleh melalui kuesioner skala Likert yang melibatkan 300 responden. Analisis dilakukan menggunakan teknik Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman, kompetensi, dan kompensasi memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja pekerja, baik secara langsung maupun melalui motivasi sebagai pemediasi. Motivasi ditemukan menjadi faktor mediasi yang efektif dalam memperkuat hubungan variabel independen terhadap kinerja. Temuan penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan kompetensi, pemberian kompensasi yang layak, dan pengelolaan pengalaman kerja sebagai strategi untuk meningkatkan kinerja pekerja UMKM di Pasar Lama Tangerang. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi variabel lain yang belum digunakan dalam penelitian ini
Pengaruh Prakyik Kerja Lapangan Sertifikasi Kompetensi dan Soft Skill terhadap Kesiapan Kerja Siswa SMK Dimoderasi Oleh Minat Kerja
Vocational High Schools (Sekolah Menengah Kejuruan or SMK) possess a crucial role in preparing students to get involved in the workforce. Students are ready to work if they have relevant work experience, master competency, and own strong soft skills. This readiness can be achieved when students actively participate in Internship Programs (Praktik Kerja Lapangan or PKL), hold competency certificates as proof of skill mastery, exhibit strong soft skills, and show a genuine interest in working. This study aims to examine the influence of internship experience, competency certification, and soft skills on students’ work readiness, with job interest acting as a moderating variable. A quantitative approach was employed by distributing questionnaires to 12th-grade students majoring in Accounting and Financial Institutions at private vocational schools in Tangerang City. The study involved 359 respondents from 25 schools, selected using a non-probability sampling technique. Data were analyzed using SmartPLS 4.0 software. The results indicate that internship experience, competency certification, and soft skills have a positive and significant effect on students' work readiness. Furthermore, job interest is proven to moderate the relationship between these variables and work readiness.Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai sekolah vokasi memiliki peranan penting dalam mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja. Siswa dapat dikatakan siap untuk bekerja apabila memiliki pengalaman kerja, menguasai kompetensi serta memiliki soft skill yang baik. Kesiapan kerja siswa dapat terwujud apabila siswa mengikuti kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan baik, menguasai kompetensi yang ditunjukkan dengan kepemilikan Sertifikat Kompeten, memiliki Soft Skill yang baik serta memiliki minat untuk bekerja. Kesiapan kerja siswa SMK Jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada penelitian ini dinilai berdasarkan pengalaman praktik kerja lapangan yang dilakukan siswa, penguasaan kompetensi siswa melalui kegiatan sertifikasi kompetensi, penguasaan soft skill yang baik serta kemauan atau minat siswa untuk bekerja.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh praktik kerja lapangan, sertifikasi kompetensi dan soft skill terhadap kesiapan kerja yang dimoderasi oleh minat kerja. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cara menyebarkan kuisioner kepada siswa SMK swasta kelas XII Jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga di Wilayah Kota Tangerang untuk memperoleh data primer dari setiap responden. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 359 responden yang tersebar di 25 sekolah swasta dengan teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling.
Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan aplikasi SmartPLS 4.0. Hasil pengujian menunjukkan bahwa praktik kerja lapangan, sertifikasi kompetensi dan soft skill berpengaruh positif dan signifikat terhadap kesiapan kerja siswa SMK Jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Minat kerja mampu memoderasi pengaruh praktik kerja lapangan, sertifikasi kompetensi dan soft skill terhadap kesiapan kerja