Jurnal terbitan UBD (Universitas Buddhi Dharma)
Not a member yet
    2850 research outputs found

    PENERAPAN METODE MOVENET UNTUK DETEKSI KETEPATAN GERAKAN DALAM OLAHRAGA BULU TANGKIS

    Full text link
    Badminton is a sport that requires mastery of precise movement techniques. Conventional training methods that rely heavily on coaches’ visual observations are often subjective and have limitations in monitoring fast and detailed movements in real time, especially for players who train independently. This study aims to design and develop an Android-based mobile application that utilizes the MoveNet algorithm to detect and evaluate the accuracy of basic badminton movements. The system employs computer vision and pose estimation to track 17 human body keypoints and analyze seven fundamental movements: smash, drop shot, drive, serve, lob, backhand, and netting. The application is developed with TensorFlow Lite integration to enable efficient processing on mobile devices. Testing is conducted using the black-box testing method, and model performance is evaluated using a confusion matrix. The results show that the model is able to classify movements with an average accuracy of 78%, precision of 78%, and recall of 78%. The system is proven to provide real-time visual feedback in the form of a body skeleton and movement evaluation, making it effective as an objective and data-driven tool to support independent training.Bulu tangkis merupakan olahraga yang menuntut penguasaan teknikgerak yang presisi. Metode pelatihan konvensional yang sangat bergantung pada observasi visual pelatih sering kali bersifat subjektif dan memiliki keterbatasan dalam memantau detail gerakan cepat secara real-time, terutama bagi pemain yang berlatih secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sebuah aplikasi mobile berbasis Android yang memanfaatkan algoritma MoveNet untuk mendeteksi dan mengevaluasi ketepatan gerakan dasar bulu tangkis. Sistem ini menggunakan Computer Vision dan Pose Estimation untuk melacak 17 titik kunci (keypoints) tubuh manusia dan menganalisis tujuh jenis gerakan fundamental: smash, drop shot, drive, servis, lob, backhand, dan netting. Aplikasi dikembangkan dengan integrasi TensorFlow Lite untuk pemrosesan yang efisien pada perangkat mobile. Pengujian dilakukan menggunakan metode Blackbox Testing dan evaluasi kinerja model menggunakan Confusion Matrix. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model mampu mengklasifikasikan gerakan dengan rata-rata akurasi sebesar 78%, presisi 78%, dan recall 78%. Sistem ini memanfaatkan model MoveNet sebagai algoritma utama untuk mendeteksi dan melacak pose tubuh manusia melalui input video secara real-time, dengan performa yang kompetitif dibandingkan metode pose estimation lain pada perangkat mobile. Selain itu, studi terkini menunjukkan bahwa human pose estimation memiliki potensi tinggi untuk digunakan sebagai sistem motion capture dalam analisis gerakan olahraga. Sistem terbukti mampu memberikan umpan balik visual berupa kerangka tubuh (skeleton) dan evaluasi gerakan secara real-time, sehingga efektif digunakan sebagai alat bantu latihan mandiri yang objektif dan berbasis dat

    A LINGUISTIC LANDSCAPE: COMPLIANCE WITH LANGUAGE PRACTICE AND POLICY IN M BLOC SPACE

    No full text
    This study investigates the linguistic landscape of M Bloc Space, a prominent creative hub in Jakarta, analyzing the relationship between language policy and practice. Addressing concerns that foreign languages prevalence in Indonesian public spaces could undermine national identity, this research examines how language usage in M Bloc Space's signage aligns with governmental regulations, specifically Law of Republic Indonesia No. 24/2009 and Presidential Decree No. 63/2019. The study utilized a mixed-methods approach, gathering primary data through direct observations (capturing photographs of public signs) and distributing questionnaires to 30 visitors aged 18-30 who live in Jakarta and Tangerang. This information was analyzed from a sociolinguistic perspective, drawing upon theories concerning multilingualism (Cenoz, 2013) and language attitude (Baker, 1995). Findings reveal a diverse linguistic landscape at M Bloc Space, with 72% of all signs being monolingual (Indonesian and English each accounting for 33%, and Japanese 6%), and 28% bilingual, predominantly Indonesian-English (19%). Public perceptions of these languages varied considerably: Indonesian signs were highly comprehensible (97% ease of understanding) and evoked strong positive sentiment (77%), consistently proving highly effective (90%). English signage also demonstrated good comprehension (74%) and positive appeal (83%), contributing to overall effectiveness (87%). Conversely, vernacular and other foreign languages presented significant comprehension barriers and less positive responses, proving less effective. Crucially, the study identifies several instances of non-compliance with national language policy, particularly purely foreign language signs and bilingual combinations omitting or downplaying Indonesian. This highlights persistent challenges in applying language regulations within vibrant, multilingual commercial settings

    STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN @VIT.LASHES MELALUI MEDIA SOSIAL TIKTOK UNTUK MENINGKATKAN MINAT PELANGGAN: STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN @VIT.LASHES MELALUI MEDIA SOSIAL TIKTOK UNTUK MENINGKATKAN MINAT PELANGGAN

    No full text
    Vit.Lashes merupakan usaha yang bergerak di bidang salon kecantikan yang di kelola oleh owner yang sudah bersertifikasi International sebagai Permanent Make Up (PMU) yang menyediakan jasa kecantikan untuk mata, alis, rambut dan pemasangan tatto permanent. Penelitian ini membahas mengenai Strategi Komunikasi Pemasaran @Vit.Lashes Melalui Media Sosial TikTok Untuk Meningkatkan Minat Pelanggan, dengan menggunakan Metode Kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Komunikasi Pemasaran, Bauran Pemasaran 4Ps dan Analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Strategi Komunikasi Pemasaran yang di lakukan Vit.Lashes melalui media sosial TikTok dengan melakukan promosi penjualan dan pemasaran interaktif menggunakan fitur live streaming, pembuatan konten dan memberikan pelayanan prima terbukti meningkatkan minat pelanggan. Melalui analisis SWOT ditemukan bahwa Vit.Lashes berhasil memanfaatkan kekuatan dan peluang untuk mengatasi kelemahaan dan ancaman, sehingga mampu mempertahankan eksistensi nya dan berdampak pada peningkatan penjualan

    STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DALAM PEMENANGAN CHRISTIAN LOIS SEBAGAI CALEG PSI UNTUK DPRD DAPIL III KOTA TANGERANG PADA PEMILU 2024

    Full text link
    Th Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi politik yang diterapkan oleh Christian Lois, calon legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dalam Pemilihan Umum 2024 di Daerah Pemilihan III Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis dan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa strategi Christian Lois mencakup penggunaan media baru (Instagram, WhatsApp), media konvensional (spanduk, billboard), dan komunikasi langsung melalui kunjungan ke komunitas. Branding pribadi sebagai figur muda, bersih, dan mudah didekati diperkuat baik secara digital maupun melalui interaksi langsung. Strategi ini sejalan dengan teori komunikasi politik, teori media baru, dan spiral keheningan, yang secara efektif meningkatkan dukungan publik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi komunikasi politik berbasis digital dalam kontestasi politik loka

    STRATEGI PUBLIC RELATIONS PT DIAMAS STAR UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS CITINOVA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Public Relations yang diterapkan oleh PT Diamas Star dalam meningkatkan Brand Awareness Citinova sebagai brand lokal gelas kaca. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, studi dokumentasi, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Public Relations dilakukan melalui pemanfaatan media sosial, penyelenggaraan event, serta penyusunan konten digital yang konsisten dengan identitas brand. Aktivitas seperti event edukatif, kolaborasi dengan komunitas, hingga pengelolaan konten visual di Instagram dan TikTok terbukti mampu memperkuat brand recognition dan membangun kedekatan emosional dengan audiens. Strategi ini juga didukung oleh penerapan prinsip-prinsip dalam Six Stages of Strategic Public Relations Planning milik Ronald D. Smith, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya berbasis riset pasar yang sistematis. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan Public Relations yang terintegrasi secara offline dan online mampu meningkatkan eksposur serta persepsi publik terhadap brand. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam praktik strategi Public Relations yang relevan untuk membangun Brand Awareness di tengah persaingan pasar yang kompetitif

    PEMAKNAAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM HUBUNGAN KERJA: STUDI KUALITATIF TERHADAP PEMILIK DAN KARYAWAN DI BENUA JAYA

    Full text link
    Komunikasi interpersonal merupakan faktor krusial dalam keberhasilan suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika komunikasi interpersonal dalam hubungan kerja antara pemilik dan karyawan di perusahaan Benua Jaya, dengan fokus pada bagaimana komunikasi mempengaruhi efektivitas perusahaan dan kepuasan karyawan. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus, penelitian ini menganalisis interaksi antara kedua pihak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif, ditandai dengan keterbukaan, empati, dan kolaborasi, merupakan kunci dalam membangun hubungan kerja yang positif dan produktif. Teori keseimbangan relasional terbukti relevan dalam menjelaskan kompleksitas hubungan ini, di mana keseimbangan antara berbagai kebutuhan menjadi penting. Temuan penelitian ini memiliki implikasi yang signifikan bagi praktik manajemen, menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang mendukung komunikasi terbuka, partisipasi karyawan, dan keseimbangan antara berbagai aspek hubungan kerja. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti peran penting komunikasi non-verbal dalam menyampaikan pesan dan membangun hubungan

    Analisis Penerapan Key Audit Matters (KAM) Sesuai Dengan Standar Audit 701 terhadap Peningkatan Kualitas Audit: Literatur Review 2022-2024

    No full text
    Key Audit Matters (KAM) is a very significant matter in auditing an entity's financial statements that are communicated by the auditor in the audit report. KAM is not a separate opinion or an indication that there is material misrepresentation, but the result of the auditor's professional discussion on the complexity of the audit. KAM focuses on crucial areas and material risks. Because KAM explains several things that are very crucial for the company, so not all audit report results apply KAM properly. This study examines the analysis related to the implementation of Key Audit Matters (KAM) in line with the 701 Audit Standard and its effect on the quality of the audit results produced. The methodology used includes a literature review, facilitated through the use of Google Scholar. The data obtained have undergone qualifications, covering 2022-2024, maintaining a thematic focus and coherent discourse with this study. Furthermore, this data is subject to analytical supervision. The findings of the investigation regarding the implementation of Key Audit Matters (KAM) in accordance with Audit Standard 701 reveal its impact on the quality of the audit results produced. The implementation of KAM has a beneficial effect on audit results, making it more informative and reliable for the decision-making process. KAM assists auditors in identifying issues that require disclosure in accordance with SA 701, thereby improving the transparency and communicative efficacy of audit reports for stakeholders. However, the disclosure of KAM also presents significant risks for companies related to the confidentiality of company data. Therefore, professional communication is needed in compiling and implementing KAM.Key Audit Matters (KAM) merupakan merupakan hal yang sangat signifikan dalam audit laporan keuangan suatu entitas yang dikomunikasikan oleh auditor dalam laporan audit. KAM bukan opini terpisah atau indikasi bahwa ada salah saji material, melainkan hasil dari pertibangam profesional auditor atas kompleksitas audit. KAM berfokus pada area-area krusial dan risiko material. Karena KAM menjelaskan beberapa hal yang sangat krusial perusahaan, sehingga tidak semua hasil laporan audit menerapkan KAM dengan baik. Penelitian ini mengkaji analisis terkait pelaksanaan Key Audit Matters (KAM) sejalan dengan Standar Audit 701 dan pengaruhnya terhadap kualitas hasil audit yang dihasilkan. Metodologi yang digunakan mencakup tinjauan literatur, difasilitasi melalui pemanfaatan Google Scholar. Data yang diperoleh telah menjalani kualifikasi, mencakup tahun 2022-2024, mempertahankan fokus tematik dan wacana yang koheren dengan penelitian ini. Selanjutnya, data ini menjadi sasaran pengawasan analitis. Temuan penyelidikan mengenai penerapan Key Audit Matters (KAM) sesuai dengan Standar Audit 701 mengungkapkan dampaknya terhadap kualitas hasil audit yang dihasilkan. Implementasi KAM memberikan efek menguntungkan pada hasil audit, menjadikannya lebih informatif dan dapat diandalkan untuk proses pengambilan keputusan. KAM membantu auditor dalam mengidentifikasi masalah yang memerlukan pengungkapan sesuai dengan SA 701, sehingga meningkatkan transparansi dan kemanjuran komunikatif laporan audit bagi para pemangku kepentingan. Namun, pengungkapan KAM juga menghadirkan risiko signifikan bagi perusahaan terkait kerahasiaan data perusahaan. Oleh karena itu diperlukan komunikasi yang profesional dalam menyusun dan menerapkan KAM

    Skincare Product Purchase Intention: Brand Reputation, Information Quality, Availability of Products, and Perceived Behavioral Control

    Full text link
    The skincare industry in Indonesia has experienced rapid growth, driven by increasing public awareness of skin health and evolving beauty standards, especially among younger consumers. Amid intense competition and the rise of local brands, understanding the factors that influence purchase intention is crucial for brand sustainability. This study investigates the influence of brand reputation, information quality, product availability, and perceived behavioral control on consumer purchase intention toward Somethinc, one of Indonesia’s leading local skincare brands. Employing a quantitative approach with a causal research design, data were collected from 185 respondents in Jakarta who had previously purchased and used Somethinc products. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) via SmartPLS 4. The results show that brand reputation and product availability have a significant and positive impact on purchase intention, emphasizing the importance of brand trust and product accessibility. In contrast, information quality and perceived behavioral control did not show a significant effect, suggesting that emotional and brand-driven factors may outweigh technical or rational considerations in skincare purchases. These findings offer valuable insights for marketers to refine branding and distribution strategies in a highly competitive beauty market

    a

    Full text link
    Adapun tujuannya dari penelitian ini guna menganalisa pengaruhnya dari online review, rating, maupun kepercayaan terhadap keputusan pembelian produk Kopi Kenangan sekabupaten Tangerang pada platform ShopeeFood. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan populasi sebanyak 130 pelanggan. Sebagaimana perolehan analisa, diketahui bahwasanya Online Review (X1) mempunyai pengaruhnya yang signifikan pada  keputusan pembelian (Y) dengan nilai determinasi 0,547 (> α = 0,05) dan uji signifikan parsial (uji t) sebesar 3,043 (> r tabel 0,1723). Hal tersebut mengungkapkan bahwasanya online review berkontribusi positif pada keputusan pembelian. Rating (X2) mempunyai pengaruhnya yang signifikan pada keputusan pembelian (Y) dengan nilai determinasi sebesar 0,676 (> α = 0,05) dan uji signifikan parsial (uji t) sebesar 2,974 (> r tabel 0,1723). Dapat disimpulkan bahwasanya rating mempunyai peranannya yang krusial dalam memengaruhi keputusan pembelian. Kepercayaan (X3) mempunyai penagruhnya yang signifikan pada keputusan pembelian (Y) dengan nilai determinasi sebesar 0,756 (> α = 0,05) maupun uji signifikan parsial (uji t) sebesar 7,096 (> r tabel 0,1723). Kepercayaan terbukti memiliki dampak kuat dalam mendorong keputusan pembelian. Temuan ini mengungkapkan bahwsanya online review, rating, dan kepercayaan secara signifikan memengaruhi keputusan pembelian produk Kopi Kenangan di ShopeeFood. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengelola bisnis dalam meningkatkan kualitas ulasan, memperkuat rating, dan membangun kepercayaan pelanggan untuk mendorong peningkatan keputusan pembelian.

    Evaluasi Kelayakan Jawaban Large Language Models (LLMs) pada Bidang Kesehatan Menggunakan Metode BERTScore

    Full text link
    This research was motivated by the increasing use of Large Language Models (LLMs) such as ChatGPT in providing health information, which requires quantitative evaluation of the validity of the answers generated. The objective of this research is to develop and test a Python-based automated testing instrument in Google Colab to assess the quality of ChatGPT's health-related answers using the BERTScore semantic metric. The methods used include a CSV dataset containing medical questions, reference answers, and ChatGPT answers, calculation of Precision, Recall, and F1-Score BERTScore values, answer quality labeling, analysis by category, visualization of results, and validation of SQA, interface, and coding structure aspects. Testing of 100 questions across 10 categories showed high BERTScore scores (around 0.84–0.89) with a percentage of “good” answer suitability of 40–90%, where the categories of Human Anatomy and Physiology and Nutrition and Dietetics achieved the highest percentages, while Pharmacology, Public Health and Prevention, and Ethics and Law were in the lowest range. Validation by three experts resulted in an average score of 82.6%, so the developed instrument was declared to be functioning well and sufficiently reliable for evaluating LLMs answers in the field of Health.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pemanfaatan Large Language Models (LLMs) seperti ChatGPT dalam menyediakan informasi kesehatan, yang menuntut adanya evaluasi kuantitatif terhadap kelayakan jawaban yang dihasilkan. Tujuan penelitian adalah mengembangkan dan menguji instrumen pengujian otomatis berbasis Python di Google Colab untuk menilai kualitas jawaban ChatGPT bidang kesehatan menggunakan metrik semantik BERTScore. Metode yang digunakan meliputi dataset CSV berisi pertanyaan medis, jawaban referensi, dan jawaban ChatGPT, perhitungan nilai Precision , Recall , dan F1-Score BERTScore, pelabelan kualitas jawaban, analisis per kategori, visualisasi hasil, serta validasi terhadap aspek SQA, antarmuka, dan struktur pengkodean. Hasil pengujian 100 pertanyaan dalam 10 kategori menunjukkan skor BERTScore tinggi (sekitar 0,84–0,89) dengan persentase kelayakan jawaban “bagus” 40–90%, di mana kategori Anatomi dan Fisiologi Manusia serta Gizi dan Nutrisi mencapai persentase tertinggi, sedangkan Farmakologi, Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan, serta Etika dan Hukum berada pada kisaran terendah. Validasi tiga pakar menghasilkan rata-rata penilaian 82,6%, sehingga instrumen yang dikembangkan dinyatakan berjalan baik dan cukup reliabel untuk evaluasi jawaban LLMs di bidang Kesehata

    2,509

    full texts

    2,850

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal terbitan UBD (Universitas Buddhi Dharma)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇