Jurnal terbitan UBD (Universitas Buddhi Dharma)
Not a member yet
2850 research outputs found
Sort by
The Influence Of Return On Assets (Roa), Return On Equity (Roe), And Gross Profit Margin (Gpm) On Stock Prices With Earnings Per Share (Eps) As A Moderating Variable (An Empirical Study On Food And Beverage Sub-Sector Companies Listed On The Indonesia Stock Exchange For The Period 2017–2024)
Financial performance is a key indicator used by investors to assess a company’s prospects and value. Ratios such as Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), and Gross Profit Margin (GPM) provide insights into how efficiently a company manages its assets, capital, and ability to generate profit. Changes in these financial indicators often influence stock price movements, making them important factors in investment decision-making. However, the relationship between financial performance and stock prices is not always consistent. Other factors, including macroeconomic conditions and the distribution of profits to shareholders, may strengthen or weaken this relationship. Earnings Per Share (EPS) is one such variable that can moderate the effect of financial performance on stock prices, as it reflects the portion of earnings received by each shareholder and serves as one of the most widely used indicators in company valuation. The food and beverage sector is known for its relative stability but experienced significant pressure during the 2017–2024 period, especially due to the Covid-19 pandemic. Shifts in consumer behavior, demand fluctuations, and supply chain disruptions created volatility in financial performance, which in turn affected stock prices. These conditions make the sector relevant for further empirical investigation. To produce measurable and objective findings, this study employs a quantitative research approach using statistical tools, including classical assumption tests and multiple linear regression analysis. These statistical methods ensure that the influence of ROA, ROE, and GPM on stock prices, as well as the moderating role of EPS, can be examined empirically and supported by valid analytical evidence
PERANGKAT ELEKTRONIK E-COMMERCE DENGAN PENGUJIAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM)
Pada era ini proses bisnis sudah dapat dilakukan secara online, sistem yang dipakai dalam proses bisnis ini adalah E-Commerce, pada penelitian ini juga berfokus pada pengembangan sistem E-Commerce dalam penjualan alat elektronik serta bertujuan untuk merancang web yang efektif untuk penjualan alat elektronik. Dalam pembuatan sistem ini banyak menggunakan fitur-fitur yang sering ditemukan pada aplikasi e-commerce lain diantara lain fitur tambah kerangjang, beli sekarang, login atau daftar dengan google, pilihan metode pembayaran melimpah dengan midtrans, ulasan pengguna dan beberapa tampilan produk yang dapat ditemukan pada aplikasi serta fitur kelola profil, lihat pesanan dan cetak invoice untuk kebutuhan pengguna. Metode Technology Acceptance Model (TAM) digunakan untuk menguji penerimaan pengguna terhadap sistem yang dikembangkan. Penelitian ini akan menganilis faktor-faktor yang mempengaruhi niat pengguna untuk menggunakan sistem.Pada era ini proses bisnis sudah dapat dilakukan secara online, sistem yang dipakai dalam proses bisnis ini adalah E-Commerce, pada penelitian ini juga berfokus pada pengembangan sistem E-Commerce dalam penjualan alat elektronik serta bertujuan untuk merancang web yang efektif untuk penjualan alat elektronik. Dalam pembuatan sistem ini banyak menggunakan fitur-fitur yang sering ditemukan pada aplikasi e-commerce lain diantara lain fitur tambah kerangjang, beli sekarang, login atau daftar dengan google, pilihan metode pembayaran melimpah dengan midtrans, ulasan pengguna dan beberapa tampilan produk yang dapat ditemukan pada aplikasi serta fitur kelola profil, lihat pesanan dan cetak invoice untuk kebutuhan pengguna. Metode Technology Acceptance Model (TAM) digunakan untuk menguji penerimaan pengguna terhadap sistem yang dikembangkan. Penelitian ini akan menganilis faktor-faktor yang mempengaruhi niat pengguna untuk menggunakan sistem
English: English
Figurative language is a way of expressing oneself using figurative words. This research aims to identify the figurative languages that are found in the movie script then analyze deeper the meaning and the role of it. This research is using descriptive qualitative method to analyze. The data was from movie script of “Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore”. The research was using semantic approach, specifically figurative language. To identify the type of figurative language and its role to the movie, the writer use theory by Laurence Perrine (1956). The results of the study are, meaning of these figurative language can be deduced from the context, with Leech's theory revealing its depth. The most dominating figurative language found are Simile, Metaphor, Overstatement, Understatement, Irony, and Paradox. The study also found the functions of metaphorical language in constructing the film's message, influenced by Perrine's theory. There are 31 sentence of figurative language found in the movie, metaphor was predominate in the script and simile are use less frequently. This research seeks to contribute to a deeper understanding of figurative language along with its meaning and role in the “Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore” film
a
Tujuan penelitian adalah menganalisis bagaimana dampak work-life balance, kepuasan kerja, serta disiplin kerja mengenai kinerja karyawan. Sebanyak 100 karyawan menjadi responden bagian pendekatan data kuantitatif. Hasil riset menyampaikan bahwa work-life balance, kepuasan kerja, serta disiplin kerja memberi efek positif dan signifikan pada kinerja karyawan, nilai signifikansi masing-masing 0,000; 0,000; dan 0,001. Disiplin kerja memiliki pengaruh dengan koefisien regresi 0,752. Dalam hal simultan, ketiga variabel berdampak signifikan pada nilai F-hitung 77,330 dan koefisien determinasi 69,8%.
a
Studi ini dimaksudkan untuk menelaah dampak pengelolaan sumber daya manusia, keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan, serta kesempatan pengembangan karir terhadap kepuasan kerja karyawan di PT. Rintis Sejahtera. Latar belakang studi berangkat dari urgensi pengelolaan sumber daya manusia yang optimal guna mendorong motivasi dan kinerja, terutama dalam kondisi persaingan industri jasa keuangan yang semakin ketat. Penelitian menerapkan metode kuantitatif dengan teknik survei yang melibatkan 255 orang karyawan sebagai responden. Pengolahan data dilaksanakan dengan memakai uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linier berganda, uji hipotesis, juga perhitungan koefisien determinasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia (t=3,803, p=0,000), keseimbangan kehidupan kerja (t=5,992, p=0,000), dan peningkatan karir (t=7,383, p=0,000) memberi pengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja, baik secara parsial ataupun simultan (F=224,795, p=0,000). Koefisien determinasi sebesar 72,9% mengindikasikan bahwasannya ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan variasi kepuasan kerja, sedangkan 27,1% dipengaruhi faktor lain. Kesimpulan penelitian ini mengonfirmasi bahwa investasi pada pengembangan SDM, implementasi work life balance yang efektif, dan pemberian jalur karir yang jelas merupakan strategi fundamental untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan dalam industri jasa keuangan.
q
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pengaruh komunikasi, kepemimpinan, job description, dan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap kinerja karyawan di PT. Prioritas Bangun Nusantara. Dengan pendekatan kuantitatif dan metode deskriptif, data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 90 responden dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda melalui SPSS versi 27.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel komunikasi, kepemimpinan, job description dan penerapan K3 memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, keempat variabel independen berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 60,7%. Artinya, lebih dari separuh variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh kombinasi keempat faktor tersebut.
Temuan ini menegaskan pentingnya struktur tugas yang jelas dan lingkungan kerja yang aman sebagai fondasi utama dalam membangun kinerja yang optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi praktis bagi manajemen perusahaan dalam merancang strategi peningkatan kinerja berbasis sistem kerja dan keselamatan.
a
Kinerja karyawan di PT Prima Prospek Indonesia dapat mencapai tingkat optimal jika didukung oleh kompensasi yang layak, kepuasan kerja tinggi, serta penghargaan. Penelitian ini melibatkan seluruh populasi karyawan sebanyak 130 orang dengan metode sampel jenuh. Proses pengumpulan data dilaksanakan dengan cara observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner, yang selanjutnya dianalisis dengan perangkat lunak SPSS versi 25. Dari hasil analisis regresi linier berganda, diperoleh persamaan model regresi yang dapat dirumuskan Y = 19,399 + 0,087X₁ + 0,440X₂ + 0,049X₃. Nilai koefisien korelasi menunjukkan bahwa variabel kompensasi R = 0,492 berada dalam kategori sedang, kepuasan kerja R = 0,615 termasuk dalam kategori kuat, dan penghargaan R = 0,521 juga berada pada kategori sedang. Hasil pengujian koefisien determinasi (R²) mengungkapkan bahwa variabel kompensasi, kepuasan kerja, dan penghargaan memberikan kontribusi pengaruh sebesar 39,7% pada kinerja karyawan, sementara 60,3% aspek yang belum dapat dijelaskan oleh model ini dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang tidak termasuk dalam variabel yang diteliti pada penelitian ini. Melalui uji t dengan nilai = 1,97897, diperoleh kompensasi sebesar 6,395, kepuasan kerja sebesar 8,822, dan penghargaan sebesar 6,906. Penelitian ini mengungkapkan bahwa masing-masing dari ketiga variabel independen memberikan kontribusi parsial terhadap kinerja karyawan. Sementara itu, hasil uji F (simultan) memperoleh nilai 27,646 > sebesar 2,68 kemudian taraf signifikansi bernilai 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut, Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti kompensasi, kepuasan kerja, dan penghargaan secara simultan memberikan pengaruh yang signifikan pada kinerja karyawan pada PT Prima Prospek Indonesia.
Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Pertumbuhan Penjualan, Dan Pertumbuhan Aset Terhadap Harga Saham (Studi Empiris pada Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Tahun 2021-2024)
Tujuan penelitian ini untuk menguji secara empiris pengaruh dari profitabilitas, likuiditas, pertumbuhan penjualan, dan pertumbuhan aset terhadap harga saham. Variabel bebas pada penelitian ini antara lain profitabilitas, likuiditas, pertumbuhan penjualan, dan pertumbuhan aset. Sementara variabel terikat pada penelitian ini ialah harga saham.
Penelitian ini menggunakan data sekunder dari 18 perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2021–2024 dengan total awal 72 data. Setelah identifikasi, ditemukan outlier pada beberapa variabel sehingga dilakukan eliminasi dan transformasi logaritma natural (Ln) untuk mendekati distribusi normal. Jumlah data kemudian menyusut menjadi 68. Selanjutnya, untuk mengatasi autokorelasi, diterapkan transformasi Lag, sehingga data akhir yang dianalisis menjadi 67 data. Pengolahan data dilakukan dengan SPSS versi 27 melalui uji statistik deskriptif, asumsi klasik, regresi linier berganda, dan uji hipotesis.
Penelitian ini memperoleh hasil bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Sementara likuiditas, pertumbuhan penjualan danapertumbuhan aset tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Profitabilitas, likuiditas, pertumbuhan penjulaan, dan pertumbuhan aset secara simultan berpengaruh terhadap harga sahamas
as
Praktik kerja magang dilaksanakan di PT Baja Ang Putrasukses pada bagian penjualan selama 2 (dua) bulan terhitung sejak tanggal 01 April 2025 s/d 31 Mei 2025 dengan 6 (enam) hari kerja dari pukul 08.00 - 17.00 WIB. PT Baja Ang Putrasukses beralamat di Komplek Citra Raya, Jl. Kebon Raya Blok R.01 No. 27, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Dalam menjalankan aktivitas operasional, PT Baja Ang Putrasukses menerapkan sistem akuntansi penjualan yang terstruktur dan terkomputerisasi menggunakan program Accurate. Admin penjualan bertanggung jawab atas proses transaksi mulai dari penerimaan pesanan, pembuatan sales order, pembuatan surat jalan, hingga faktur penjualan. Hal ini menunjukkan bahwa ketelitian dan koordinasi admin penjualan dengan divisi terkait sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses dan keakuratan pencatatan transaksi. Kendala yang ditemukan penulis selama menjalankan magang adalah ketidaklengkapan data pesanan dan keterlambatan persetujuan dari atasan, yang dapat diatasi dengan melakukan penerapan prosedur kerja yang lebih baik dan terintegrasi.a
a
Nilai suatu perusahaan adalah cerminan dari seberapa efektif kinerja, konsistensi, dan kemampuan untuk tumbuh yang dilihat oleh investor. Penilaian ini menjadi pedoman utama dalam keputusan investasi dan juga menunjukkan seberapa besar masyarakat percaya bahwa perusahaan bisa terus berkembang di masa depan. Penelitian ini ingin melihat bagaimana Return on Assets (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), ukuran perusahaan (SIZE), Current Ratio (CR), dan pertumbuhan perusahaan (GROWTH) Mempengaruhi keterkaitan antara Harga dan Nilai Buku (PBV) pada isejumlah perusahaani yang beroperasi idalam sektor imakanan dan iminuman yang iterdaftar di Bursa Efek iIndonesia (BEI) selama periode 2020 hingga 2023. Metode ipengambilan isampel yang diterapkan adalah ipurposive sampling, yang berhasil mengidentifikasi 31 perusahaan dari total 95 perusahaan yang secara ketat memenuhi kriteria dalam penelitian ini. Data dihimpun dan dievaluasi dengan memakai metode regresi linear ganda melalui aplikasi Eviews 12. Hasil dari penelitiani mengindikasikani bahwa seluruh aspek profitabilitas, pinjaman, dan ukuran perusahaan mempunyai idampak yang isignifikan terhadap inilai iperusahaan. Sementara itu, aspek ilikuiditas dan ipertumbuhan tidak menunjukkan pengaruh yang isignifikan. Meskipun demikian, jika dilihat secara keseluruhan, kelima faktor ini saling memengaruhi untuk memberikan dampak pada nilai perusahaan yang diteliti.