Jurnal terbitan UBD (Universitas Buddhi Dharma)
Not a member yet
2850 research outputs found
Sort by
ANALISIS STRATEGI PROMOSI BARONGSAI MELALUI INSTAGRAM REELS @KEVINLOANDA
Perkembangan media sosial mendorong perubahan signifikan dalam strategi promosi, termasuk dalam upaya pelestarian dan pengenalan budaya tradisional. Barongsai sebagai salah satu seni pertunjukan tradisional Tionghoa menghadapi tantangan dalam mempertahankan eksistensinya di tengah dominasi budaya populer modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi barongsai melalui Instagram Reels yang dilakukan oleh Kevin Loanda sebagai influencer budaya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap satu narasumber utama dan enam pengikut aktif akun Instagram @kevinloanda, observasi digital, serta analisis konten visual. Kerangka analisis menggunakan teori Social Media Marketing dan model AIDA untuk memahami proses komunikasi promosi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram Reels dimanfaatkan secara optimal melalui kekuatan visual, musik tradisional, dan narasi budaya yang dikemas secara modern
KOREAN WAVE, TEENAGE LIFESTYLE & SOCIAL LEARNING THEORYM CONSUMERISM, & IDENTITY FORMATION
Perkembangan global Korean Wave, atau Hallyu, yang didorong oleh media digital, telah memberikan dampak yang signifikan terhadap budaya remaja Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penyelidikan mendalam mengenai peran Korean Wave dalam membentuk perilaku gaya hidup remaja Indonesia. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan lima penggemar Hallyu remaja yang dipilih secara purposif di Tangerang. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola dan makna yang muncul. Temuan menunjukkan bahwa K-Pop secara konsisten berfungsi sebagai gerbang utama, yang mengarah pada minat yang lebih luas terhadap budaya Korea. Hasil penelitian secara kuat mengonfirmasi bahwa Teori Pembelajaran Sosial menyediakan kerangka kerja yang kokoh untuk memahami fenomena ini, karena remaja secara aktif meniru perilaku dan gaya idola mereka yang berfungsi sebagai panutan yang menonjol
The Effect of Work-Life Balance, Work Environment, and Career Development on Employee Retention through Work Motivation as an Intervening Variable: A Case Study of Generation Z in a Property Company in Tangerang Regency
This study examines the influence of work-life balance, work environment, and career development on employee retention, with work motivation serving as an intervening variable. The primary issue explored is how property companies can retain employees by analyzing their perceptions of work-life balance, work environment, and career development through work motivation, particularly among Generation Z. The purpose of this thesis is to determine the extent to which these selected variables affect employee retention in property companies in Tangerang, as many Gen Z employees today tend not to stay long when entering the workforce for the first time. This case study employs a qualitative approach using the Structural Equation Modeling (SEM) method on 115 active Gen Z respondents who met the criteria. The results show that work-life balance does not significantly influence employee retention, nor does the work environment. Only career development has a significant effect on retention, as many employees are highly concerned about career growth, which motivates them to remain with the company. These findings provide new insights indicating that, within the real estate/property sector, employee retention is not dependent on work–life balance, as flexible working hours and the work environment tend to be overlooked by Gen Z employees. Instead, Generation Z prioritizes career and positional advancement as the primary factor influencing their decision to stay or leave.This study examines the influence of work-life balance, work environment, and career development on employee retention with work motivation as an intervening variable. The main issue explored is how to retain employees in property companies by analyzing and researching each employee’s perspective on work-life balance, work environment, and career development, particularly among Gen Z. This case study adopts a qualitative approach using the Structural Equation Modeling (SEM) method with 115 active Gen Z respondents who met the criteria. The results indicate that work-life balance has no significant effect on employee retention. Similarly, the work environment also shows no effect. Only career development was found to influence employee retention, as many employees are concerned with career growth, which motivates them to stay, mediated through work motivation. These findings provide new insights that in the real estate/property sector, employee retention does not depend on work-life balance or the work environment, since flexible working hours and workplace conditions are relatively overlooked by Gen Z employees. Instead, Gen Z prioritizes career progression as the main determinant of whether they choose to stay or leave
PERANCANGAN BUCK CONVERTER BERBASIS INTERFACE INTERNET OF THINGS SISTEM PHOTOVOLTAIC
A DC–DC converter is an electronic circuit that converts a DC voltage source from one voltage level to another. It consists of a regulator section that functions to step down the voltage according to the load requirements by controlling the duty cycle, namely a buck converter. The primary objective of this study is to design a DC–DC converter system capable of achieving a minimum power conversion efficiency of 85%, maintaining output voltage ripple below 5%, and enabling real-time system monitoring. The research methodology includes the hardware design of a buck converter utilizing a MOSFET IRFP260N and a 60UP30DN diode as the main components, operating at a switching frequency of 10 kHz and controlled by a PWM signal. The system is supported by a CLC filter circuit consisting of a 4.5 mH inductor and capacitors of 1000 μF and 2200 μF. For the monitoring subsystem, an IoT-based system using an ESP32 microcontroller is implemented, integrated with two PZEM017 sensors via RS485 communication, along with the development of a web-based dashboard for data visualization using the WebSocket protocol. Comprehensive testing results indicate that the system successfully achieved a maximum power conversion efficiency of 88.30% under a 30 Ω load condition with a 90% duty cycle, exceeding the predefined target. The output voltage ripple was consistently maintained at 1000 mV peak-to-peak, equivalent to 2.82% of the output voltage, thereby meeting the specified performance criteria. The IoT monitoring system also demonstrated reliable real-time visualization of electrical parameters with excellent voltage measurement accuracy. Based on these results, it can be concluded that the developed IoT-based buck converter interface has proven effective in enhancing photovoltaic system performance through high conversion efficiency, optimal voltage ripple control, and the provision of a reliable real-time monitoring system.DC-DC Converter adalah rangkaian elektronik yang mengubah sumber tegangan DC dari satu level ke level tegangan DC lainya. Terdapat bagian regulator yang berfungsi untuk menurunkan tegangan sesuai dengan kebutuhan beban melalui pengaturan duty cycle yakni buck converter. Tujuan utamanya adalah untuk merancang sistem dc-dc converter yang mampu mencapai target efisiensi konversi daya minimal 85%, mempertahankan riak tegangan output di bawah 5%, serta memungkinkan pemantauan sistem secara real-time. Metode penelitian meliputi perancangan perangkat keras Buck Converter yang menggunakan komponen utama MOSFET IRFP260N dan dioda 60UP30DN dengan frekuensi switching 10 kHz yang dikendalikan sinyal PWM, didukung rangkaian filter CLC yang terdiri dari induktor 4,5 mH dan kapasitor 1000 μF dan 2200μF. Pada sisi pemantauan, diterapkan sistem IoT berbasis mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan dua sensor PZEM017 melalui komunikasi RS485, serta pengembangan dashboard web untuk visualisasi data via protokol WebSocket. Hasil pengujian komprehensif menunjukkan bahwa sistem berhasil mencapai efisiensi konversi daya tertinggi sebesar 88,30% pada kondisi beban 30Ω dengan duty cycle 90%, melampaui target yang ditetapkan. Riak tegangan output berhasil dipertahankan secara konsisten pada level 1000mV (peak-to-peak) yang setara dengan 2,82% dari tegangan output, sehingga memenuhi spesifikasi performa yang ditetapkan. Sistem monitoring IoT juga berhasil menampilkan data parameter kelistrikan secara real-time dengan akurasi pengukuran tegangan yang sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Buck Converter dengan interface berbasis IoT yang dikembangkan telah terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja sistem Photovoltaic melalui pencapaian efisiensi konversi yang tinggi, pengendalian riak tegangan yang optimal, serta penyediaan sistem pemantauan yang handal
PENERAPAN METODE NAÏVE BAYES DALAM SENTIMEN ANALISIS TERHADAP PENERIMAAN PROGRAM INDONESIA PINTAR DI MEDIA X
Education is a fundamental pillar of national development, as it plays a crucial role in improving the quality of human resources. The Indonesian government, through the Ministry of Education and Culture, has implemented various educational assistance programs, one of which is the Indonesia Smart Program (Program Indonesia Pintar – PIP). This program aims to provide equal access to education for students from underprivileged families so that they can complete their education from primary to secondary levels and even continue to higher education through the Indonesia Smart Card (Kartu Indonesia Pintar – KIP). Along with the increasing number of beneficiaries and the growing allocation of funds each year, PIP has become one of the government’s strategic policies to reduce dropout rates and improve educational participation across Indonesia. This research is expected to contribute academically to the fields of sentiment analysis and text mining, particularly in the context of public policy evaluation using social media data. Furthermore, the findings of this study can serve as valuable input for policymakers and relevant stakeholders in evaluating and improving the implementation of the Indonesia Smart Program based on public perceptions captured from social media platforms.Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan nasional karena berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah meluncurkan berbagai program bantuan pendidikan, salah satunya adalah Program Indonesia Pintar (PIP). Program ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih merata bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu agar dapat menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah, bahkan hingga jenjang perguruan tinggi melalui skema Kartu Indonesia Pintar (KIP). Seiring dengan meningkatnya jumlah penerima dan besarnya anggaran yang dialokasikan setiap tahun, Program Indonesia Pintar menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam menekan angka putus sekolah dan meningkatkan partisipasi pendidikan di Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dalam bidang analisis sentimen dan text mining, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang mengkaji opini publik terhadap kebijakan pemerintah. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Indonesia Pintar di masa mendatang berdasarkan perspektif masyarakat yang terekam melalui media sosial
AN ANALYSIS OF IRENE'S HERO'S JOURNEY THE NUN II THROUGH CAMPBELLS'S THEORY
Hero's journey is one of the branches of archetype used by researchers to analysis the journey of protagonist characters in literary works. This study aims to find the hero's journey in the horor movie of main character. This study uses horror movie entittled The Nun II that released in 2023. The researcher used descriptive and qualitative methods. She used library approach to collect the data such as the scene and e-scrtipt of the dialogue in the movie. The result of the study shows that Irene, one of the major characters of The Nun II movie has gone through three stages of hero's journey. They are five steps of departure stage, two steps in initiation stage, and one step from return stage. This could be evidence that hero's journey is often following the same pattern according to Joseph Campbell's theory. Moreover, horror movie can also follow the narrative structure of Hero’s Journey by Campbell.Perjalanan Pahlawan adalah salah satu cabang dari arketipe yang digunakan oleh peneliti untuk menganalisis perjalanan karakter protagonis dalam karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan perjalanan pahlawan dalam film horor yang menampilkan karakter utama. Penelitian ini menggunakan film horor berjudul The Nun II yang dirilis pada tahun 2023. Peneliti menggunakan metode deskriptif dan kualitatif. Ia menggunakan pendekatan perpustakaan untuk mengumpulkan data seperti adegan dan naskah dialog dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Irene, salah satu karakter utama dalam film The Nun II, telah melewati tiga tahap perjalanan pahlawan. Tahap-tahap tersebut meliputi lima langkah pada tahap keberangkatan, dua langkah pada tahap inisiasi, dan satu langkah pada tahap kembali. Hal ini dapat menjadi bukti bahwa perjalanan pahlawan sering mengikuti pola yang sama sesuai dengan teori Joseph Campbell. Selain itu, film horor juga dapat mengikuti struktur naratif Perjalanan Pahlawan menurut Campbell
MEMBINGKAI ULANG KEBENARAN, ANALISIS FRAMING: FILM DOKUMENTER ICE COLD TERHADAP OPINI PUBLIK KASUS JESSICA WONGSO
Kasus Jessica Wongso dan kematian Wayan Mirna Salihin menjadi salah satu peristiwa hukum paling fenomenal di Indonesia yang mendapat sorotan luas media dan publik. Film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso hadir dengan membingkai ulang konstruksi kebenaran atas kasus tersebut. Penelitian ini bertujuan menjelaskan strategi framing yang digunakan film serta bagaimana elemen framing membentuk representasi baru kasus Jessica Wongso. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis teks naratif-visual, penelitian ini memadukan teori Framing Robert N. Entman dan Cinematic Language Theory Sergei Eisenstein. Entman digunakan untuk menganalisis empat elemen framing (define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation), sementara Eisenstein melengkapi aspek visual melalui lima jenis montase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film membangun framing melalui tiga fase naratif: emosional (membangun simpati korban), keraguan (menggugat bukti dan prosedur hukum), serta reflektif (mengaitkan isu pada budaya dan keadilan prosedural). Keempat elemen framing hadir eksplisit dengan diagnose causes sebagai elemen dominan, sedangkan montase intelektual dan tonal paling berpengaruh dalam membentuk persepsi visual. Kesimpulannya, Ice Cold tidak hanya mendokumentasikan kasus, tetapi berfungsi sebagai instrumen framing yang membingkai ulang kebenaran, menggeser opini publik dari posisi menghakimi ke arah reflektif, sekaligus membuka wacana kritis tentang keadilan dan peran media.
 
ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES DALAM REPRESENTASI MISTERI DAN HOROR PADA KONTEN YOUTUBE NESSIE JUDGE
Media massa saat ini menjadi salah satu sarana komunikasi yang paling banyak digunakan, salah satunya adalah platform YouTube. YouTube menjadi media populer bagi masyarakat untuk mencari hiburan dan yang masih banyak diminati masyarakat adalah konten horor karena ketertarikan pada hal-hal gaib yang masih kuat dalam budaya Indonesia. Dalam penelitian ini, memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana representasi misteri dan horor dibentuk dalam konten video YouTube melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Objek penelitian ini adalah tiga video dari segmen #NERROR milik Nessie Judge dengan judul, “Rekaman 911 Darurat Terseram” sebagai video pertama, “Senandung dari Hantu” sebagai video terbaru, dan “KKN di Desa Penari” sebagai video dengan viewers terbanyak. Ketiga video dianalisis berdasarkan kategori tanda verbal, nonverbal, visual, dan nonvisual yang kemudian dikaji melalui tiga tataran makna yaitu, denotatif, konotatif, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi misteri dan horor dibentuk melalui kombinasi sistem tanda yang menyatu secara naratif. Ketiga video membentuk mitos horor digital, dimana ketakutan tidak hanya berasal dari makhluk gaib, tetapi juga dari konstruksi budaya yang tertanam dalam simbol-simbol visual dan audio yang digunakan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa konten horor digital bukanlah sekedar hiburan, melainkan sarana pembentuk makna dan mitos dalam budaya populer, serta menjadi media representasi ketegangan sosial dalam masyarakat
STRATEGI KOMUNIKASI DIGITAL PADA IKLAN INSTAGRAM WULING: ANALISIS KUALITATIF TERHADAP KOMENTAR DAN KEPUASAN KONSUMEN
Perkembangan media sosial, khususnya Instagram, telah membawa perubahan signifikan terhadap strategi komunikasi pemasaran di industri otomotif. Kehadiran interaksi digital dalam bentuk komentar dan umpan balik dari konsumen kini menjadi indikator penting dalam menilai tingkat kepuasan serta loyalitas pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi digital Wuling melalui iklan Instagram, dengan fokus pada bentuk interaksi pengguna di kolom komentar dan dampaknya terhadap kepuasan konsumen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis isi komentar pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wuling mampu memanfaatkan strategi komunikasi dua arah yang menekankan pada kecepatan respon, kejelasan informasi, dan personalisasi pesan. Hal ini menciptakan persepsi positif terhadap merek, meningkatkan loyalitas, serta mendorong intensi pembelian ulang. Selain itu, pengelolaan komentar negatif yang dilakukan secara sopan dan solutif memperkuat citra merek sebagai entitas profesional dan peduli terhadap konsumennya. Dengan demikian, komunikasi berbasis engagement menjadi fondasi utama dalam membangun hubungan jangka panjang antara merek dan pelangga di era digital
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN WEDDING ORGANIZER B ENTERPRISE DALAM MEMBANGUN BRAND IMAGE
Didalam sebuah pemasaran strategi komunikasi pemasaran sangat diperlukan untuk meningkatkan penjualan dan membangun sebuah brand image. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran dan kendala wedding organizer B Enterprise dalam upaya membangun brand image. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukan bahwa wedding organizer B Enterprise telah berhasil menerapkan strategi komunikasi pemasaran yang efektif melalui bauran pemasaran 4P (Product, Price, Place, Promotion) dan pendekatan STP (Segmentation, Targeting, Positioning) untuk membangun brand image yang kuat dalam industri pernikahan. Dengan menawarkan layanan berkualitas, harga yang fleksibel, dan promosi yang aktif di media sosial, wedding organizer B Enterprise mampu menjangkau berbagai segmen pasar, terutama pasangan muda. Kendala yang dialami seperti persaingan yang ketat dan ketergantungan pada platform tertentu, wedding organizer B Enterprise memiliki peluang untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan mereka. Analisis SWOT menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada, serta mengatasi kelemahan dan ancaman, wedding organizer B Enterprise dapat memperkuat brand image dan mencapai kesuksesan yang lebih besar di wedding organizer