E-Journal Universitas Hindu Indonesia
Not a member yet
3153 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN IKAN LAUT MELALUI PENGUATAN KELOMPOK MASYARAKAT PADA DESA ADAT PESINGGAHAN, KECAMATAN DAWAN, KABUPATEN KLUNGKUNG
The local wisdom of coastal communities is one of the potential for supporting survival amidst limited capital and fishing equipment. Local wisdom, one of which is from natural resources, has the potential to support the improvement of the fishermen\u27s economy. Utilizing local resources by managing fish products into processed products is one of the fishing communities\u27 efforts to develop local potential based on local wisdom. Apart from natural potential in socio-cultural terms, namely the sea picking tradition and knowledge of the fish season calendar, it is also a form of local wisdom from the fishermen of the Pesinggahan Traditional Village which is used to maximize the productivity of marine products. These external factors also encourage the development and production of local products, especially the management of processing marine products into processed products from fishing families. Management developed through efforts to form MSMEs using SWOT analysis to develop local products. These processed products include mackerel fish crackers, smoked fish, fish paste, and dried fish. The results of this research show that the local productivity of the Pesinggahan Village fishing community is maintained because the management is carried out using an integrated work system even though it is very simple and traditional. The efforts made in this research are improvements to build MSMEs through the participation of fishing families which are currently maintained so that local products become regional characteristics. Integrated marine product management can improve the economy of fishermen in meeting their living needs
Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi, Insentif, dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Kimia Farma Apotek Unit Bisnis Denpasar
Abstrac: The purpose of this research is to determine the influence of accounting information systems, incentives and work motivation on employee performance with the object PT KFA Denpasar. The research method used is a quantitative method with Purposive Sampling sampling technique. The total sample was 190 employees. This research uses multiple linear regression analysis using SPSS 23.00 tools. The results of the research show that (1) the accounting information system partially has a positive effect on employee performance at PT KFA Denpasar which is shown at a significance value of 0.027 which is smaller than 0.05, (2) the results of partial incentive testing have no effect on employee performance at PT KFA Denpasar (3) Test results on work motivation partially have a positive effect on employee performance at PT KFA Denpasar, (4) Accounting information systems, incentives and work motivation simultaneously have a significant effect on employee performance at PT KFA Denpasar. The influence of accounting information systems, incentives and work motivation on employee performance at PT KFA Denpasar is 21.3%, the remaining 78.7% is influenced by other variables not examined in the research.
Keywords: Accounting Information Systems; Incentives; Work Motivation; Employee Performanc
HUBUNGAN KADAR ANTIBODI HCV DENGAN ASPARTATE TRANSAMINASE DAN ALANINE TRANSAMINASE PADA PASIEN HEPATITIS C: RELATIONSHIP OF HCV ANTIBODY LEVELS WITH ASPARTATE TRANSAMINASE AND ALANINE TRANSAMINASE IN HEPATITIS C PATIENTS
Penyakit hepatitis C adalah penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar antibodi HCV dengan kadar Aspartate Transaminase (AST) dan Alanine Transaminase (ALT). Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Data penelitian berupa data rekam medis yang diambil dari RSUP Prof.Dr.I.G.N.G. Ngoerah Denpasar. Sebanyak 89 data pasien digunakan dalam penelitian ini. Data dianalisis dengan korelasi Spearman rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita Hepatitis C terbanyak adalah jenis kelamin laki-laki, usia 40-59 tahun. Kadar rata-rata Anti HCV, AST, ALT berturut-turut sebesar 15,66±3,00 S/CO, 72,50±80,80 U/L, 51,73±43,53 U/L. Korelasi antara antibodi HCV dengan AST dan ALT sebesar 0,660, dan 0,889. Simpulan, tidak terdapat hubungan antara kadar antibodi HCV dengan kadar AST dan ALT
PERKAWINAN PADA GELAHANG DAN PERMASALAHANNYA DI DESA ADAT PENGERAGOAN DANGIN TUKAD, KABUPATEN JEMBRANA
Perkawinan Pada Gelahang sudah menjadi alternatif pilihan bagi keluarga Bali jika tidak dapat dilangsungkan sistem Purusa maupun Nyentana. Pada Gelahang hadir dengan berbagai opsi yang dapat dipilih demi keuntungan kedua pihak mempelai sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan kedua belah pihak di kemudian hari. Pada jaman sekarang yang semakin modern, sistem ini sesungguhnya telah banyak digunakan walaupun tidak ada perjanjian secara tertulis, tapi dengan toleransi tinggi dari kedua pihak baik Pria maupun Wanita sehingga hampir tidak ada batasan yang benar-benar mengikat terutama pihak wanita di keluarga pengantin pria. Diharapkan sistem ini dapat berkembang sebaik mungkin sehingga menjadi sistem perkawinan yang tidak merugikan sebelah pihak melainkan menjadi sistem yang membangun rasa keharmonisan dan kedamaian dalam kehidupan berkeluarga maupun bermasyarakat
PENYUPATAN SAPULEGER UNTUK ANAK KELAHIRAN WUKU WAYANG DI DESA CAHYOU RANDU LAMPUNG
Kelahiran anak adalah fenomena menarik di Bali apalagi bila lahir pada hari yang dianggap keramat yaitu pada Wuku Wayang. Dalam keyakinan umat Hindu di Bali, anak yang lahir pada hari keramat tersebut patutlah diupacarai penyupatan (lukatan) yang disebut Sapuh Leger. Penyupatan tersebut dimaksudkan supaya anak yang diupacarai terhindar dari gangguan (buruan) Dewa Kala. Bayuh Oton Sapuh Leger adalah upacara pembersihan diri yang berfungsi sebagai pembersihan secara spiritual. Upacara ini biasanya dilaksanakan pada anak yang baru berumur 7–10 tahun dengan tujuan agar pengaruh, derita dan celaka si anak dapat segera dinetralisir dan tidak terbawa sampai pada waktu dewasa nanti. Menariknya ritual penyupatan ini tidak hanya dilakukan oleh umat Hindu di Bali, melainkan juga umat Hindu di Desa Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat Propinsi Lampung
MODERASI BERAGAMA: KUNCI KESEIMBANGAN DALAM MENGHADAPI RADIKALISASI
Moderasi secara umum merujuk pada pendekatan atau tindakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan atau tengah antara dua ekstrem atau berbagai pandangan yang berbeda. Moderasi dapat diterapkan dalam berbagai konteks, termasuk politik, agama, ekonomi, dan kehidupan sehari-hari. Beberapa prinsip umum moderasi melibatkan upaya untuk menghindari ekstremisme, mempromosikan dialog yang konstruktif, dan mencari solusi yang seimbang dan adil. Menteri Agama mendukung moderasi beragama untuk menciptakan kehidupan yang harmonis antara berbagai agama di wilayah Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus telah menunjukkan bahwa perbedaan antara satu agama dengan agama yang lain semakin jelas terpengaruh oleh elemen mayoritas dan minoritas. Melihat moderasi beragama dari sudut pandang setiap agama pasti akan menghasilkan berbagai perspektif yang lebih fleksibel untuk memerangi keyakinan ekstrim yang berasal dari ajaran agama. Penggalian mendalam tentang moderasi menghasilkan gagasan bahwa paham moderasi beragama telah ditanamkan pada semua agama
KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA WISATAWAN ASING DAN PEDAGANG DI KAWASAN WISATA SUNGAI MUDAL DESA JATIMULYO KECAMATAN GIRIMULYO KABUPATEN KULON PROGO
Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji dan mendeskripsikan terkait dengan pola komunikasi lintas budaya antara pedagang dan wisatawan asing di kawasan Wisata Sungai Mudal dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat komunikasi lintas budaya di kawasan Wisata Sungai Mudal. Penelitian ini mengaplikasikan metode kualitatif dengan para pedagang sebagai subjek penelitian. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa komunikasi lintas budaya dengan para wisatawan mancanegara menggunakan bahasa nonverbal seperti misalnya lambaian lambaian tangan, acungan jempol, berjabat tangan, kontak mata dan senyum ramah. Pedagang lokal juga memakai bahasa verbal dengan mengucapkan kalimat singkat dalam bahasa Inggris, meskipun tidak selalu mengikuti tata bahasa yang benar. Sikap ramah para pedagang, baik kepada wisatawan lokal maupun mancanegara, menjadi salah satu faktor yang mendukung terjalinnya komunikasi lintas budaya di Wisata Sungai Mudal. Keterbatasan penguasaan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya menghambat komunikasi lintas budaya
IMPLEMENTASI AJARAN TRI HITA KARANA DALAM PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON TRAGEDI BALI
Didalam agama Hindu ada sebuah ajaran yang disebut Tri Hita Karana. Tri Hita Karana terbentuk dari tiga kata, Tri yang berarti tiga, Hita yang berarti kebahagiaan atau sejahtera, Karana yang berarti sebab atau penyebab. Jadi Tri Hita Karana mempunyai arti tiga penyebab kebahagiaan. Pada hakikatnya Tri Hita Karana mengandung pengertian tiga penyebab kebahagiaan itu bersumber pada keharmonisan hubungan antara 3 hal yaitu: (1) Parhyangan (hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, (2) Palemahan (hubungan harmonis antara manusia dengan alam lingkungan), (3) Pawongan (hubungan harmonis antara manusia dengan sesama). Implementasi Ajaran Tri Hita Karana dalam pertunjukan drama klasik Sanggar Teater Mini lakon Tragedi Bali mempunyai makna yang sangat kompleks yang belum pernah dikaji secara mendalam. Penelitian ini berjudul “Implementasi Ajaran Tri Hita Karana Dalam Pertunjukan Drama Klasik Sanggar Teater Mini lakon Tragedi Bali” adalah hasil studi yang mendalam terhadap implementasi ajaran Tri Hita Karana dalam pertunjukan Drama Klasik. Penelitian ini mengangkat satu pokok masalah yaitu : 1) untuk mengetahui dan menganalisis implementasi ajaran Tri Hita Karana dalam pertunjukan Drama klasik Sanggar Teater Mini lakon Tragedi Bali . Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Ajaran Tri Hita Karana dalam pertunjukan Drama Klasik Sanggar Teater Mini lakon Tragedi Bali. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna implementasi Ajaran Tri Hita Karana dalam pertunjukan Drama Klasik Sanggar Teater Mini. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif dengan menggunakan satu teori yaitu teori simbol. Metode-metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan.Seluruh data diolah menggunakan tehnik deskriptif interpretatif. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut ; Makna implikasi ajaran Tri Hita Karana dalam pertunjukan Drama Klasik Sanggar Teater Mini lakon Tragedi Bali adalah sebagai berikut : (1) implementasi Prhyangan, (2) implementasi Pawongan , dan (3) implementasi Palemahan
NILAI KATATTWAN DHARMAGITA, SEBAGAI METODE PENDIDIKAN SPIRITUAL
Dharmagita tergolong seni keagamaan, bernuansa budaya, berdimensi kerohanian, dan diekspresikan dalam kesempatan pelaksanaan ritual yadnya. Ketika dikaji dari perspektif filsafat (Hindu) masuk ke dalam ranah Tattwa. Sampai kemudian didapat persepsi bahwa Dharmagita itu sejatinya adalah “nembangin tatwa/tatwa katembangin” (menyanyikan tattwa/tatwa dinyayikan), atau dalam konteks pembelajaran dapat disebut sebagai metode “magending sambil mlajah/mlajah sambilang magending“. Penelitian ini hendak mengkaji nilai katattwan Dharmagita sebagai metode pendidikan spiritual, dengan menggunakan metode kualitatif deskripstif interpretatif berdasarkan analisis teori Rasa, teori Struktur dan teori Hermeneutika yang menghasilkan simpulan bahwa nilai katattwan dharmagita dapat menjadi salah satu metode dalam pendidikan spiritual dalam upaya menguatkan keimanan (sradha) dan meningkatkan kualitas amalan (bhakti) umat Hindu
Pola Persebaran Daya Tarik Wisata Di Kabupaten Jembrana, Bali
Abstrak
Daya tarik wisata mengacu pada unsur apa pun yang memikat wisatawan untuk mengunjungi suatu tempat tertentu guna merasakan kekhasannya. Kabupaten Jembrana dijadikan sebagai pintu masuk barat Bali karena adanya terminal kapal feri yang menghubungkan Pulau Bali dengan Pulau Jawa. Tidak hanya sebagai pintu gerbangnya Bali, Jembrana juga banyak memiliki potensi wisata yang.terpendam, mulai dari timur Jembrana dari pantai Pengeragoan sampai pantai ujung Gilimanuk sangat memiliki potensi yang besar. Tujuan penelitian.ini.untuk mengetahui pola persebaran daya.tarik wisata dan karakteristik wisata di Kabupaten Jembrana. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan aplikasi (software) Arcgis dan observasi lapangan.
Berdasarkan hasil penelitian pola persebaran di Kabupaten Jembrana sangat beragam. Untuk kecamatan Pekutatan dan kecamatan Jembrana adalah pola menyebar atau seragam (dispersed). Kecamatan Mendoyo dan kecamatan Negara dengan pola acak (random) dan kecamatan Melaya dengan pola mengelompok (clustered). Karakteristik wisata pada daya tarik wisata dibagi menjadi 4 jenis yaitu atraksi, amenitas, aksesbilitas dan jasa pendukung (ancillary). Atraksi di daya tarik wisata Jembrana sebagian besar titik DTW tidak terdapat pertunjukan kesenian, sedangkan amenitas sebagian besar sudah tersedia, aksesbilitas menuju lokasi daya tarik wisata semua sudah terakses jalan aspal dan pengelolaan (ancillary) kurang investasi dari pihak swasta hampir semua dikelola oleh pemerintah