E-Journal Universitas Hindu Indonesia
Not a member yet
3153 research outputs found
Sort by
PENDAMPINGAN SPIRITUAL BERBASIS TRI HITA KARANA TERHADAP KUALITAS HIDUP PENDERITA HIV/AIDS DI BALI
Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) memiliki beban hidup yang berat karena permasalahan kompleks yang selalu dihadapi setiap hari, tidak hanya terkait kondisi penyakit yang menggerogoti tubuh penderita, tetapi kondisi penyakit yang disertai stigma sosial yang sangat diskriminatif berdampak pada kualitas hidup. Kualitas hidup ODHA dapat digambarkan dari empat dimensi, yaitu kesehatan fisik, kesehatan psikologis/mental, hubungan sosial, dan lingkungan. Peningkatan pemahaman ODHA terhadap penyakitnya dan perubahan orientasi berpikir dari penyembuhan menjadi berserah diri kepada Tuhan melalui pendampingan spiritual dapat meningkatkan kualitas hidup ODHA. Penelitian ini berfokus pada (1) pendampingan spiritual berbasis Tri Hita Karana berpengaruh positif terhadap kualitas hidup ODHA; (2) bentuk pendampingan spiritual berbasis Tri Hita Karana terhadap kualitas hidup ODHA; dan (3) implikasi pendampingan spiritual berbasis Tri Hita Karana bagi ODHA terhadap kualitas hidup fisik, mental, sosial, dan lingkungan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: Pertama, teori dekonstruksi, teori konstruksi sosial dan teori resepsi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian metode campuran (exploratory sequential design) yang dimulai dengan penelitian kualitatif deskriptif dan dilanjutkan dengan penelitian potong lintang. Sebanyak 6 informan terlibat dalam penelitian kualitatif dan 128 responden terlibat dalam penelitian kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan kuesioner. Data kualitatif dianalisis dengan analisis tematik sedangkan data kuantitatif dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kesejahteraan spiritual berpengaruh signifikan dan positif terhadap kualitas hidup pasien HIV/AIDS, semakin tinggi kecerdasan spiritual maka semakin baik kualitas hidup pasien HIV/AIDS; (2) bentuk pendampingan spiritual berbasis Tri Hita Karana yang telah dan sedang dilaksanakan selama ini antara lain pendampingan spiritual berbasis Tri Hita Karana, doa, dukungan tokoh spiritual dan rumah rehabilitasi bagi ODHA; (3) Implikasi pendampingan spiritual berbasis Tri Hita Karana memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas hidup ODHA di Bali, baik secara fisik, mental, sosial, maupun lingkungan
PELESTARIAN OBAT TRADISIONAL KARO SEBAGAI PENGETAHUAN TRADISIONAL DI DESA BEKIUNG KABUPATEN LANGKAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala yang dihadapi masyarakat dan pemerintah dalam melestarikan obat tradisional karo di Desa Bekiung dan bagaimana upaya masyarakat Suku Karo dan pemerintah di Desa Bekiung dalam melestarikan obat tradisional Karo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif-empiris dengan menggunakan pendekatan konseptual dan Perundang-undangan. Sementara metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung dari observasi serta wawancara dengan narasumber. Sementara itu, data sekunder didapatkan dari berbagai sumber seperti buku, literatur, jurnal, dan lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian, analisis data dilakukan dengan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi masyarakat dan pemerintah dalam melestarikan obat tradisional karo di Desa Bekiung adalah sistem pewarisan tertutup yang menyebabkan pewarisan hanya bisa diturunkan ke satu generasi, kemudian ketersediaan bahan baku yang semakin langka akibat alih fungsi lahan yang menyebabkan bahan-bahan yang dibutuhkan menjadi punah, kemudian minimnya minat generasi muda juga menjadi kendala dalam pelestarian obat tradisional karo di Desa Bekiung. Adapun beberapa upaya masyarakat suku karo dan pemerintah di Desa Bekiung dalam melestarikan obat tradisional karo ialah dengan menanam beberapa tanaman obat, mengajak generasi muda untuk ikut serta dalam praktik pembuatan obat tradisional, pemerintah Desa Bekiung juga mendukung proses pendaftaran merek untuk obat-obatan tradisional karo, dan juga membuka kemungkinan pemberian bantuan modal melalui badan usaha milik desa. Terakhir upaya pelestarian obat tradisional karo di Desa Bekiung juga dapat dilihat dari penggunaan obat tradisional yang sampai sekarang masih aktif dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah di Desa Bekiung
Integrating Asta Cita Values and Religious Moderation in Enhancing Students’ Digital Literacy in the Post-Truth Era
This study aims to analyze the effectiveness of integrating Asta Cita values and religious moderation in improving students’ digital literacy in the post-truth era. The phenomenon of the rapid flow of digital information often leads to the spread of disinformation and the degradation of ethical values among young people, necessitating a learning approach that is not only cognitive but also grounded in spiritual and moral values. This research uses a mixed method approach, involving two groups of students: a group that received Asta Cita value-based learning and religious moderation, and a group that did not participate in Asta Cita value-based learning and moderation. Quantitative data was obtained thru digital literacy tests, while qualitative data was collected thru observation and reflective interviews. The research results show that the experimental group experienced a significant improvement in digital literacy skills, particularly in the aspects of critical thinking, media ethics, and moderation awareness in technology use. The integration of Asta Cita values such as tat twam asi (empathy), dharma santosa (peace), and jana kerthi (social service) can foster a sense of responsibility and social sensitivity in digital interactions. Meanwhile, the application of religious moderation values strengthens students’ ability to objectively filter information and avoid extreme attitudes in responding to digital issues. Thus, this study concludes that integrating Asta Cita values and religious moderation into learning can be an effective strategy for building intelligent, ethical digital character rooted in national values in the post-truth era
PELATIHAN PENINGKATAN KOMPETENSI GURU WIDYALAYA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DI KABUPATEN BADUNG
This Community Service Activity (PkM) aims to improve the pedagogical competence of Widyalaya teachers in Badung Regency through understanding and implementing the deep learning approach in the learning process. This activity is motivated by the low level of understanding among Widyalaya teachers regarding the concept of deep learning. The implementation of the activity employs a Service Learning approach combined with Participatory Action Research and Community-Based Research, enabling educational interaction between the service team and teachers as participants. The activity was conducted in the form of face-to-face training and simulations of deep learning-based lesson planning. The conclusion of this activity state that training
EDUKASI KESEHATAN MASYARAKAT DI POSYANDU BANJAR PURNAMA ASRI, DESA PEGUYANGAN KANGIN, DENPASAR
Community health is a crucial aspect in improving quality of life, particularly in urban areas such as Denpasar with its dynamic social conditions. The health education activity at Posyandu Banjar Purnama Asri, Peguyangan Kangin Village, was conducted as an effort to empower the community by enhancing their knowledge, attitudes, and healthy living behaviors. The purpose of this activity was to raise public awareness regarding the importance of clean and healthy living behaviors (PHBS), balanced nutrition, and the prevention of communicable and non-communicable diseases. The methods included interactive counseling, live demonstrations, distribution of educational leaflets, and discussion sessions with posyandu cadres and residents. The results showed an 85% increase in participants’ understanding based on simple pre- and post-tests, along with high enthusiasm and a strong commitment to practice healthy lifestyles within families. Additionally, posyandu cadres improved their capacity to independently provide health education to the community. In conclusion, the community health education program at Posyandu Banjar Purnama Asri was effective in enhancing public awareness and knowledge of health issues while strengthening the role of posyandu as the frontline of community-based health services
MODEL PENGELOLAAN KAWASAN PUSAKA BERBASIS PENATAAN RUANG DAN KEARIFAN LINGKUNGAN DI KAWASAN TAMAN AYUN, BALI
Tiap kota memiliki keunikan karakter, sejarah, dan nilai budaya yang tercermin pada hadirnya kawasan yang memiliki kekentalan nilai sosial dan budaya yang dapat disebut sebagai kawasan pusaka. Masalah yang diteliti bertitik tolak dari kondisi kawasan pusaka kita yang semakin menurun kualitasnya baik secara lingkungan, sosial, dan ekonomi. Namun demikian, tidak semua kawasan pusaka kita berada dalam kondisi buruk, kawasan Taman Ayun yang berlokasi di kabupaten Badung, Provinsi Bali adalah contoh kawasan pusaka dengan kondisi baik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode evaluasi formal dan metode analisis deskriptif. Tulisan ini mencoba mengungkap peran dan pelaksanaan penataan ruang dan kearifan lingkungan sebagai instrumen untuk pengelolaan kawasan pusaka dengan mengambil lokus di kawasan Taman Ayun, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, serta mencoba mengusulkan sebuah model untuk pengelolaan kawasan pusaka berkelanjutan yang berbasis penataan ruang dan kearifan lingkungan. Model yang disusun memiliki potensi untuk diterapkan pada kawasan pusaka di tempat lain di Indonesia yang memiliki karakteristik tertentu
Hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penggunaan obat analgesik di Banjar Baluk II Kecamatan Negara: The relationship between knowledge level and self-medication behavior in the use of analgesic drugs in Banjar Baluk II, Negara District
Latar belakang: Pengobatan sendiri adalah praktik lokal untuk menyelesaikan perawatan kesehatan untuk diri sendiri tanpa berkonsultasi dengan ahli kesehatan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami hubungan antara tingkat informasi dan perilaku pengobatan sendiri obat penghilang rasa sakit di Banjar Baluk II, Wilayah Negara, dan hubungan sosiodemografi antara tingkat informasi dan pengobatan sendiri. Penelitian menggabungkan pendekatan cross-sectional untuk penyelidikan kuantitatif. Metode: Penelitian ini termasuk kuantitatif jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. 95 responden dijadikan sebagai contoh penelitian. Lokasi penelitian ini dilakukan di Banjar Baluk II Kecamatan Negara dilakukan pada bulan Maret sampai bulan Mei tahun 2023. Analisis statistik menggunakan pengujian analisis korelasi pada uji Spearmen’s Rank. Hasil: Terdapat 42 (44,2%) responden yang memiliki informasi kurang, 46 (48,4%) yang memiliki informasi cukup, dan 7 (7,4%) yang memiliki informasi sangat baik. Ada 57 responden (60,0%) yang berperilaku baik saat menggunakan obat penghilang rasa sakit untuk pengobatan sendiri, dan 38 responden (40,0%) berperilaku baik. Tingkat pengetahuan terhadap perilaku terdapat nilai Spearmen’s Rank yang positif sebesar 0,514 termasuk dalam kategori sedang dengan signifikansi sebesar 0,000 (0,000<0,05). Terdapat hubungan antara usia (r=0, 0,334), pendidikan (r= 0,443) dan pekerjaan (r= 0,303) (p-value= 0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi obat analgesik di Banjar Baluk II Kecamatan Negara adalah cukup baik serta terdapat hubungan yang signifikan antara usia, pendidikan dan pekerjaan
Meditasi untuk mengatasi gangguan kecemasan di Nuswantara Yoga Academy: Meditation to overcome anxiety disorders at Nuswantara Yoga Academy
Latar Belakang: Kesehatan mental, khususnya gangguan kecemasan, menjadi isu global dengan prevalensi yang terus meningkat. Data menunjukkan 4% populasi dunia mengalami gangguan kecemasan, sementara di Indonesia, 32 juta penduduk terdampak masalah psikis salah satunya kecemasan. Tingginya angka bunuh diri di Bali yaitu 113 kasus pada 2024 mempertegas urgensi penanganan gangguan kecemasan yang tidak terkelola. Salah satu upaya untuk mengatasi gangguan kecemasan dapat dilakukan dengan cara meditasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui meditasi untuk mengatasi gangguan kecemasan di Nuswantara Yoga Academy. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teori yoga, teori psikologi dan teori fungsionalisme struktural serta pendekatan Ayurveda, khususnya Bhuta Vidya. Metode pengumpulan data yang digunakan untuk penelitian ini yaitu studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian meditasi di Nuswantara Yoga Academy dapat mengatasi gangguan kecemasan karena meditasi mengalihkan perhatian pada pernapasan dan kesadaran penuh terhadap momen saat ini dengan penerimaan tanpa penghakiman, menurunkan gelombang otak dari beta ke alfa/theta, serta meningkatkan regulasi neurotransmiter serotonin dan dopamin. Tata cara meditasi diawali dengan pre-talk, yoga asanas, pranayama, talk theraphy, chakra healing, dan melukat. Meditasi dapat dilakukan dengan dua teknik yaitu meditasi duduk dan berjalan. Kesimpulan: penerapan meditasi membantu fokus dan konsentrasi, meningkatkan kualitas tidur serta menstabilkan tekanan darah
Pengaruh Program Pemutihan Pajak, Sistem Samsat Drive Thru dan Penerapan E-Samsat Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Motor di Kantor Samsat Tabanan
Motor veìhiìcleì tax iìs a reìgiìonal tax wiìth a veìry poteìntiìal sourceì of local iìncomeì, thiìs can beì seìeìn from theì iìncreìaseì iìn theì numbeìr of veìhiìcleìs whiìch from yeìar to yeìar theì iìncreìaseì iìs veìry siìgniìfiìcant. Iìf eìveìry communiìty or taxpayeìr iìs compliìant iìn makiìng paymeìnt of motor veìhiìcleì tax, theìn theì poteìntiìal iìncomeì of theì reìgiìon that comeìs from motor veìhiìcleì taxeìs wiìll beì comparableì to theì iìncreìasiìng numbeìr of motor veìhiìcleìs eìach yeìar. But theì facts on theì ground areì reìveìrseìd, theì iìncreìaseì iìn theì numbeìr of motor veìhiìcleìs doeìs not guaranteìeì an iìncreìaseì iìn motor veìhiìcleì tax reìceìiìpts. Theì aiìm of thiìs study iìs to fiìnd out theì iìmpact of theì Tax Reìfiìneìmeìnt Program, theì Samsat Driìveì Thru Systeìm, and theì iìmpleìmeìntatiìon of Eì-Samsat on theì compulsory compliìanceì of motor veìhiìcleì tax at Samsat Offiìceì Tabanan. Theì populatiìon of thiìs study iìs as many as 100 reìspondeìnts obtaiìneìd wiìth theì Sloveìneì formula. Sampliìng teìchniìqueì usiìng random sampliìng teìchniìqueìs. Data from thiìs study was colleìcteìd by spreìadiìng theì queìstiìonnaiìreì whiìch was theìn analyzeìd wiìth a doubleì liìneìar reìgreìssiìon teìst. Theì reìsults of thiìs study showeìd that theì tax cleìaranceì program and theì iìmpleìmeìntatiìon of eì-samsat had no siìgniìfiìcant iìmpact on tax compliìanceì, whiìleì theì systeìm of samsat driìveì thru had a posiìtiìveì and siìgniìfiìcant eìffeìct on compliìanceì wiìth tax obliìgatiìon
Pengaruh Pemahaman Perpajakan, Efektivitas Layanan, Dan Sanksi Terhadap Kepatuhan Membayar Pajak Kendaraan Di Kabupaten Tabanan
Taxes are a vital source of government revenue that support economic growth and development, both nationally and regionally. Motor vehicle tax, as part of regional taxation, significantly contributes to Regional Original Income (PAD), which is then allocated to finance development programs and public services. This study aims to analyze the effect of tax understanding, service effectiveness, and sanctions on motor vehicle taxpayer compliance. A quantitative approach was applied using a survey of 81 respondents selected through stratified random sampling based on the distribution of taxpayers across ten districts. Data were analyzed using multiple linear regression. Simultaneously, the three variables significantly affect taxpayer compliance. These results suggest that efforts to improve taxpayer compliance should emphasize tax education and enhancing service quality