E-Journal Universitas Hindu Indonesia
Not a member yet
    3153 research outputs found

    AKTUALISASI TRADISI MEBUUG-BUUGAN SEBAGAI BENTENG BUDAYA DI DESA ADAT KEDONGANAN, KECAMATAN KUTA, KABUPATEN BADUNG

    Full text link
    The existence of traditional arts, has now become an image of regional culture and is able to have a dynamic impact on the community. The tradition that develops, and is grounded in an area certainly through a long journey process so that it becomes a system of habits that is carried out continuously. The formation of a similar perspective and associated with local mythology, is the initial foundation for an initiator and local genius to formulate his perspective in the traditional space. This shows that the role of tradition today, can be used as a barometer of wealth that has high investment in an area. The phenomenon of the emergence of tradition that has been marginalized for its existence, nowadays it is as if it will become a gem of high value and the emergence of the reconstruction of lost traditions. Particularly in the Adong Village of Kedonganan, Kuta District of Badung Regency, the Mebuug - buugan tradition has been reconstructed since 2014 ago. This tradition, which is left behind almost 60 years, is a game tradition using mud / buug in mangroves. The continuity of this tradition is able to elevate the local wisdom contained in it, especially in the Traditional Village of Kedonganan. Many philosophical contents and social values ​​can be implemented through this Mebuug buugan traditional media. The application of the Tri Hita Karana concept in the Mebuug Buugan tradition is very relevant to the efforts of the community to maintain a harmonious relationship or social interaction of the people and the ecology of the natural environment of the Mangrove

    PENGEMBANGAN RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DALAM KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN AGAMA HINDU

    Full text link
    Higher Order Thinking Skills (HOTS) is a way of thinking that puts forward the values ​​of critical and creative thinking so that it is considered capable of providing solutions in facing the challenges of the times. To have high-level thinking skills (HOTS), teachers must be able to design HOTS-based learning to help students develop higher-order thinking skills. The ability in question is related to the ability to think critically, reflective, metacognitive, and creative thinking. This is consistent with the objectives in the 2013 curriculum in PP No. 17 of 2010, to prepare Indonesian people to have the ability to live as individuals and citizens who are faithful, productive, creative, innovative, and affective and able to contribute to the life of society, nation, state and world civilizatio

    PENGEMBANGAN TABUH TARI WALI SANGGAR SENI PARI GADING DESA PUPUAN SAWAH, KECAMATAN SELEMADEG, KABUPATEN TABANAN

    Full text link
    In general, what is meant by percussion has to do with sounding the gamelan. Maybe by hitting, blowing, swiping and others. Tet Port or percussion is interpreted by the sound of gamelan music in a performance, as a supporter of a ceremony or accompaniment of a dance. Specifically in Balinese musical meaning, what is meant by percussion is the result of the artist\u27s ability to achieve a balance of the game in realizing a repertoire (reportoar) to match the soul, taste and purpose of the composition. Beating does not mean the origin of hitting the gamelan following a melody, but hitting the gamelan with all the rules or procedures that have been determined so that the sound of the gamelan can be heard beautifully. The beauty arising from the sound of the gamelan, not only depends on one factor, for example, because the composition of the song is played well, but the beauty occurs due to a balance between the song composition factors, the sound of the gamelan itself including the barrel, the procedures or rules for voicing the gamelan, skills and the artist\u27s ability to animate the song\u27s play. The implementation of religious traditions in the Pupuan Sawah Village is always accompanied by percussion or gamelan to show an aesthetic or beauty and contain the full meaning of sacredness

    PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI BAGI SISWA KELAS V DI SD NEGERI 3 BATUAN SUKAWATI GIANYAR

    Full text link
    Pendidikan memiliki peran yang krusial dalam perkembangan individu serta karakter siswa. Hal ini nampak dalam pendidikan agama Hindu, yang tidak hanya menekankan pembelajaran mental dan spiritual, tetapi juga berusaha membentuk akhlak yang baik melalui ajaran agama. Dalam pembelajaran berdiferensiasi pada pendidikan agama Hindu dan budi pekerti, penekanan berada pada penggunaan metode yang dapat memenuhi kebutuhan siswa. Pembelajaran yang disesuaikan memberi guru kesempatan untuk menciptakan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan setiap siswa, sehingga meningkatkan partisipasi aktif mereka dalam proses belajar. Melalui metode ini, diharapkan siswa akan memperoleh pengetahuan yang tidak hanya terbatas pada teori, tetapi juga dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan: Bagaimana pihak sekolah memahami pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu dan budi pekerti bagi siswa kelas V di SD Negeri 3 Batuan?, proses pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran pendidikan agama hindu dan budi pekerti bagi siswa kelas V di SD Negeri 3 Batuan, dan Bagaimana implikasi pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran pendidikan agama hindu dan budi pekerti bagi siswa kelas V di SD Negeri 3 Batuan?. Teori yang digunakan untuk memecah masalah penelitian adalah Teori Konstruktivisme dan Teori Belajar Bermakna. Penelitian ini berbentuk rancangan kualitatif deskriptif. Data yang di kumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan: 1) pihak sekolah memahami pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu dan budi pekerti, 2) proses pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu dan budi pekerti, dan 3) implikasi pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu dan budi pekerti

    LUKISAN APEL HENDRAWAN SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER SENI RUPA RELIGIUS

    Full text link
    Karakter religius pada lukisan karya Apel Hendrawan merupakan hasil dari dedikasi dan komitmen diri sebagai seorang pelukis magic yang berangkat dari keterpurukan diri dari masa rehabilitasi narkoba serta hasil penerimaan kode spiritual inisiasi dari kepercayaan pada dunia gaib atau roh-roh suci. Inilah yang menjadi Apel Hendrawan sebagai seorang pelukis dan karyanya terkandung ciri khas yang unik spesifik berkarakter pendidikan seni rupa religius. Sangat unik untuk diteliti dalam sebuah penelitian berjudul; Lukisan Apel Hendrawan sebagai media pendidikan karakter seni rupa religius. Dengan masalah; Mengapa lukisan Apel Hendrawan dipakai sebagai media pendidikan karakter seni rupa religius? Bagaimana bentuk penerapan lukisan Apel Hendrawan sebagai media pendidikan karakter seni rupa religius?, Apakah implikasi adanya penerapan lukisan Apel Hendrawan sebagai media edukasi pendidikan karakter seni rupa religius

    Efektivitas Terapi Pijat Punggung dalam Mengurangi Kelelahan Kerja pada Tenaga Pendidik dan Kependidikan: The Effectiveness of Back Massage Therapy in Reducing Work Fatigue in Educators and Education Personnel

    No full text
    Latar belakang: Kelelahan kerja menjadi permasalahan kesehatan okupasional yang berdampak pada penurunan produktivitas dan gangguan kesehatan fisik-mental tenaga pendidik. Terapi pijat punggung sebagai intervensi nonfarmakologis berbasis Ayurweda menawarkan alternatif penanganan yang aman dan efektif. Tujuan: Menganalisis efektivitas terapi pijat punggung dalam mengurangi kelelahan kerja pada guru dan pegawai SMK Negeri 3 Denpasar, mengevaluasi protokol standar terapi, dan mengidentifikasi dampak fisiologis serta psikologis pascaterapi. Metode: Penelitian kualitatif deskriptif menggunakan purposive sampling melibatkan 5 praktisi terapis dan 40 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan validasi triangulasi sumber dan metode. Hasil: Terapi pijat punggung menggunakan lima teknik utama (effleurage, petrissage, vibration, tapotage, friction) selama 30 menit mampu meningkatkan sirkulasi darah, mengoptimalkan distribusi oksigen ke jaringan otot, dan memicu pelepasan endorfin. Responden melaporkan peningkatan kebugaran fisik, reduksi ketegangan otot hingga 85%, penurunan tingkat stres, dan peningkatan kualitas tidur dengan durasi rata-rata 2 jam lebih lama. Kesimpulan: Terapi pijat punggung efektif mengurangi kelelahan kerja melalui mekanisme vasodilatasi, aktivasi sistem parasimpatis, dan modulasi neurotransmitter. Protokol standar 30 menit dengan frekuensi 1-2 kali per minggu memberikan manfaat berkelanjutan selama 3-7 hari pascaterapi

    Ethnomedicine di Indonesia: Perspektif tradisional hingga lanskap modern: Ethnomedicine in Indonesia: From traditional perspectives to the modern landscape

    No full text
    Latar Belakang: Paradigma kesehatan tradisional Indonesia mengalami transformasi dari praktik berbasis adat-istiadat menuju pengobatan berdasarkan bukti empiris. Ethnomedicine berkembang sebagai integrasi pengetahuan, praktik, dan kepercayaan turun-temurun yang berakar dari antropologi medis, mencakup konsep sehat-sakit, pencegahan, dan penyembuhan dari perspektif budaya lokal. Tujuan: Menganalisis perkembangan ethnomedicine di Indonesia dari perspektif tradisional hingga lanskap modern, mengevaluasi potensi Indonesia sebagai pusat ethnomedicine dunia, dan mengidentifikasi tantangan serta peluang integrasi pengobatan tradisional dengan sistem kesehatan kontemporer. Metode: Analisis bibliometrik terhadap 2.783 artikel publikasi menggunakan kata kunci "Ethnomedicine", "Traditional medicine", "community medicine", dan "Indonesia" periode 1971-2024. Penelusuran literatur dilakukan untuk memetakan tren penelitian, kluster riset, dan densitas pengembangan ethnomedicine di Indonesia. Hasil: Terdapat 67.804 artikel ilmiah yang memberikan informasi klinis dan pra-klinis tentang kesehatan tradisional. Bali dan Sumatera Utara menunjukkan fokus tinggi dalam pengembangan obat bahan alam. Kluster riset difokuskan pada "drug", "jamu", "local knowledge", "traditional healer", dan "health care". Visualisasi tren menunjukkan penguatan elemen ethnomedicine dengan dominasi penelitian berbasis pengetahuan lokal dan pengembangan produk kesehatan komplementer. Kesimpulan: Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat ethnomedicine dunia dengan dukungan 25.000-30.000 spesies tumbuhan obat dan 300-700 etnis. Integrasi pengobatan tradisional-modern mencerminkan lanskap kesehatan dinamis. Keberlanjutan ethnomedicine memerlukan penguatan regulasi, fasilitas riset, kolaborasi global, dan pelestarian pengetahuan tradisional melalui digitalisasi dan program pendidikan berbasis budaya lokal

    Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Dan Leverage Terhadap Kualitas Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Pada Perusahaan Sektor Pertambangan Yang Terdaftar Di BEI Periode 2019-2021

    Full text link
    The issue of corporate social responsibility is increasingly becoming the center of attention. The public is presented with news about natural disasters throughout the world and the negative impacts caused by human activities on the condition of the earth, such as extreme changes in climate, depleting natural resources, and the influence of waste and pollution on environmental balance. The factors that influence CSR are profitability, company size and leverage. This research aims to determine the influence of profitability, company size and leverage on CSR in mining companies on the Indonesian Stock Exchange. The population used in this research is technology companies listed on the Indonesian Stock Exchange during the 2019 to 2021 period, a total of 45 companies and financial reports determined using purposive sampling techniques and tested using multiple linear regression analysis techniques. The results of this research show that Profitability has a negative effect on CSR, Company Size has no effect on CSR, Leverage has a negative effect on CS

    PRAKTIK DISKRIMINASI RASIAL MAHASISWA PAPUA DALAM PERSPEKTIF BUDAYA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik diskriminasi rasial yang dari perspektif budaya. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap lima artikel penelitian yang relevan. Hasil penelitian menemukan bahwa diskriminasi terhadap mahasiswa Papua muncul akibat kurangnya pemahaman budaya, stereotip negatif, dan ketidaksetaraan sosial. Bentuk diskriminasi yang diidentifikasi mencakup penolakan tempat tinggal, kekerasan verbal, pengucilan sosial, hingga perlakuan diskriminatif oleh aparat keamanan. Dampaknya sangat signifikan terhadap kesejahteraan psikologis, akademik, serta integrasi sosial mahasiswa Papua. Solusi yang diusulkan meliputi penguatan pendidikan multikultural, konseling lintas budaya, perlindungan hukum, dan penguatan regulasi daerah. Temuan ini menekankan pentingnya penerapan pendekatan interkultural dan penegakan prinsip keadilan sosial untuk menciptakan lingkungan sosial yang inklusif dan harmonis.   &nbsp

    REPRESENTASI AJARAN ETIKA HINDU DALAM CERITA BHAGAWAN DHARMA SVAMI

    Full text link
    Cerita Bhagawan Dharmaswami adalah bagian dari cerita Ni Diah Tantri yang didalamnya tersirat cerita-cerita mengenai kehidupan Binatang dan manusia dalam bentuk satua dan pupuh. Cerita Bhagawan Dharmaswami mengandung kiasan-kiasan yang indah dan nilai-nillai etika kehidupan yang bermanfaat serta mengandung ajaran kepemimpinan Hindu yang dapat memberikan pengetahuan  kepada pemimpin. Hindu yang beradab dan berkarakter. Setiap makhluk hidup dalam cerita Bhagawan Dharmaswami harus berpedoman pada etika, moral dharma serta menerapkan ajaran Tri Kaya Prisudha yaitu manacika (berpikir yang baik), kayika (berbuat yang baik) dan wacika (berkata yang baik) karena dengan dharma makhluk hidup terutamanya manusia dapat mencapai kebebasan atau moksa. Dalam menuntun perjalanan pendakian moral dan spiritual, umat manusia mencapai puncak perjalanan dharma. Ajaran Hindu yang berisikan para dan apara widya diwujudkan dalam kerangka dasar agama Hindu yaitu, Tattwa, Etika, dan Acara. Tattwa dalam agama Hindu adalah landasan atau filsafat yang merupakan lima dasar keyakinan umat Hindu dan yang menjadi tuntunan dalam pendakian spiritual dan moral untuk mencapai dharma yang dapat membangun kesucian, kearifan, kebijaksanaan pikiran, atau kecerdasan spiritual

    2,633

    full texts

    3,153

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Hindu Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇