Istighna - Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Not a member yet
86 research outputs found
Sort by
TAKLIF DEWASA DINI DALAM HUKUM ISLAM (Analisis Pubertas Prekoks dan Gifted)
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah mempertanyakan hakikat taklif atau pertanggungjawaban hukum dalam hukum Islam. Kemudian dikaitkan dengan fenomena dewasa dini berupa pubertas prekoks dan gifted. Penelitian ini mendukung pendapat Ibn Qayyim al-Jauziyyah, Muhammad Abu Zahrah dan Subhi Mahmasani yang mengatakan bahwa perubahan dalam hukum Islam biasa terjadi. Hukum Islam bisa berubah-ubah dengan berbedanya keadaan, tempat dan waktu. Sekaligus penelitian ini menolak pendapat Abid Muhammad as-Sufyani dan Muhammad Muslehuddin yang mengatakan bahwa hukum Islam tidak dapat berubah-ubah. Sumber yang dipakai dalam penelitian ini adalah buku-buku yang berhubungan dengan konsep taklif, dewasa dini dan perubahan-perubahan hukum dalam hukum Islam dengan menjadikan data primernya berupa kitab I’lam al-Muwaqi'in 'an Rabbil 'Alamin karangan Ibn Qayyim al-Jauziyah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yaitu penelitian yang mengunakan bahan-bahan kepustakaan yang ada kaitannya dengan masalah pokok penelitian ini sebagai sumbernya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi hukum milik Ibn Qayyim al-Jauziyyah yang mengatakan bahwa hukum bisa berubah-ubah dengan berubahnya keadaan, waktu dan tempat
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Permasalahan dan tantangan yang ada dalam Pendidikan Agama Islam baik dalam pembelajarannya maupun dalam penerapannya multidimensi. Segala sesuatu pasti memiliki problematika yang menjadi permasalahan dan tantangan yang harus dihadapi dan dicari solusinya, terutama dalam pendidikan. Banyak sekali problematika dalam pendidikan yang masih harus diselesaikan. Penulis ingin mengkaji secara khusus tentang problematika yang menjadi masalah dan tantangan dalam Pendidikan Agama Islam. Sudah banyak penelitian tentang problematika Pendidikan Agama Islam, tetapi masih terfokus hanya kepada para pendidik dan menejemen sekolah. Padahal permasalahan Pendidikan Agama Islam bukan hanya ada dalam sebuah institusi pendidikan saja tetapi merupakan permasalahan bagi seluruh elemen masyarakat termasuk keluarga. Dalam kajian ini penulis ingin membahas dan mengkaji tentang problematika Pendidikan Agama Islam yang ditinjau dari ruang lingkup pendidikan yaitu sekolah, keluarga dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, berdasarkan studi kepustakaan. Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa memberikan solusi bagi permasalahan-permasalahan yang menjadi tantangan-tantangan dalam Pendidikan Agama Islam baik sebagai sebuah disiplin ilmu, institusi ataupun jalan hidup dalam kehidupan setiap manusia, karena agama adalah budaya Tuhan
PUBERTAS PREKOKS MENURUT HUKUM ISLAM (Analisis Konsep Taklif)
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah konsep taklif bagi penderita pubertas prekoks. Penelitian ini mendukung pendapat Ibn Qayyim al-Jauziyyah, Muhammad Abu Zahrah dan Subhi Mahmasani yang mengatakan bahwa perubahan dalam hukum Islam biasa terjadi. Hukum Islam bisa berubah-ubah dengan berbedanya keadaan, tempat dan waktu. Sekaligus menolak pendapat Abid Muhammad as-Sufyani dan Muhammad Muslehuddin yang mengatakan bahwa hukum Islam tidak dapat berubah-ubah. Sumber yang dipakai dalam penelitian ini adalah buku-buku yang berhubungan dengan konsep taklif, dewasa dini dan perubahan-perubahan hukum dalam hukum Islam dengan menjadikan data primernya berupa kitab I’lam al-Muwaqi'in 'an Rabbil 'Alamin karangan Ibn Qayyim al-Jauziyah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi hukum milik Ibn Qayyim al-Jauziyyah yang mengatakan bahwa hukum bisa berubah-ubah dengan berubahnya keadaan, waktu dan tempat
MODEL PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERGURUAN TINGGI UMUM (Studi Multisitus di Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang)
Universities as autonomous educational institutions in the administration of education, made the development of this course will be submitted to the respective colleges. So that the implementation of the model of Islamic education among college one with the other universities are no exception can be different between the UB and the State University of Malang. Therefore in this study are the focus of research is; 1) how the Islamic education curriculum development at the UB and the State University of Malang; 2) how the learning system of Islamic education at the UB and the State University of Malang. This study uses qualitative approach, case study type with multi-site design, data analysis techniques in this study through the stages of data analysis of individual cases with the steps of data collection, data reduction, data presentation, and then draw a conclusion, after analysis of individual case data and then do the data analysis cross-site. These results indicate that the model of development of Islamic Religious Education conducted at UB and the State University of Malang is 1) the development of Islamic education curriculum using a competency-based curriculum, developed by learned center theme-based curriculum approach to social reconstruction. 2) learning system of Islamic education at both universities held in the classical cross-faculty and monitoring the deepening of learning outside the classroom with student active learning approach and contextual learning which leads to inquiry learning strategy. Generally that model of Islamic religious education at public universities can be categorized to a central model isolated entities / mechanisms and a decentralized model with interconnected entities / systemic organism
PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM (Studi Kasus di Universitas Islam Malang)
Indonesia adalah bangsa yang memiliki tingkat keberagaman yang sangat tinggi baik itu dalam hal suku, ras, etnis atau pun agama. Sehingga tidaklah berlebihan jika kemudian Indonesia dikenal sebagai bangsa yang multikultural. Sehingga, perlu adanya upaya untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan multikultural di semua jenjang pendidikan yang ada di Indonesia, termasuk perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus.Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: 1) prinsip-prinsip penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multikultural di Unisma didasarkan pada beberapa prinsip, yaitu: keterbukaan (openness), toleransi (tolerance), bersatu dalam perbedaan (unity in diversity), dan Islam rahmatan lil’alamin sebagai leader; 2) implementasi penanaman nilai-nilai pendidikan multikultural di Unisma terpolakan menjadi dua, yaitu multicultural knowing dan multicultural feeling.Multicultural knowing diberikan melalui beberapa kegiatan seperti Orientasi Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (Oshika Maba), Halaqoh Diniyah, dan Mata Kuliah Agama Islam 1-5. Adapun multicultural feeling ditanamkan melalui kegiatan student day; dan 3) penanaman nilai-nilai pendidikan multikultural di Unisma memiliki implikasi yang positif terhadap sikap toleransi para mahasiswa Unisma
KONSEP QURROTA A’YUN SEBAGAI KARAKTER ANAK (STUDI AL-QUR’AN SURAT AL-FURQAN: 74 DAN AL-SAJDAH: 17)
Lately, many parents and educators are still complaining about the success of children's character education, especially in adolescence. Teenagers usually tend to violate moral values, ethics, and religious norms such as: undisciplined, not independent, disrespectful, against parents, lazy to learn, leave prayer, violence, fighting, brawls, etc. other. This creates a problem for parties: the government, schools, the community, more specifically for parents. Therefore research on the concept of qurrota a'yun as a child character based on the study of the Qur'an al-Furqan: 74, and as-Sajdah: 17 is important. There are various opinions of the scholars about the concept of qurrota a'yun, namely Ahmad Mustafa al-Maraghi, Ibn Kathir Muhammad Nasib ar-Rifa'i, Buya Hamka, and Quraish Shibab. The basic concept of child character education is religious, biological, psychological, sociological. So too, the role of parents and educators in shaping children's character can be done through a religious approach, habituation, emotional, rational, functional and obedience approach
INTERNALISASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PERSPEKTIF TEORI BARAT DAN ISLAM
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sebagai makhluk sosial sepatutnya mendapatkan layanan pendidikan yang sebaik-baiknya, termasuk pendidikan agama. Perlakuan terhadap mereka dapat dipahami melalui model medis dan model sosial. Model medis memandang ABKÂ sebagai masalah sosial yang menghambat perkembangan masyarakat sehingga harus dipisahkan dari masyarakat. Model sosial menghendaki perlakuan ABK sebagai makhluk sosial yang harus diperlakukan sama karena punya hak yang sama dalam mendapatkan pendidikan. Begitu pula dengan teori Barat dan fithrah. Teori barat umumnya memandang pendidikan agama bgai mereka tidak perlu, karena agama adalah wilayah privasi. Berbeda dengan teori fithrah, ABK memiliki potensi keagamaan yang harus dikembangkan melalui pendidikan
PERAN BIMBEL IBU BANGSA DALAM MENDUKUNG KESIAPAN BERSEKOLAH ANAK USIA DINI DARI KELUARGA KURANG MAMPU SEBUAH STUDY KASUS
Children from poor families are facing great challenges as they are growing up. Limited resources, low-level parents’ education, and environments have given impacts on how the families raise their children and prepare them for school. This research is to find out how a school readiness program initiated by Bimbel Ibu Bangsa for children of poor families at Kampung Gunung Sari can help them to get a quality education program and also to help parents implement effective parenting styles for the success of their children. A qualitative approach with a case-study model was used. The subject of this study consisted of 4 students out of the 16 students involved in the program. The data were collected by using participatory observations, home-visit notes, field notes, voice and visual recordings, and also by interviewing the parents and teachers. The validity of data was determined by triangulating and member-checking the data. The results of this research indicate that this program is quite able to be held with low budgets and will still be able to give quality education if the program is supported by the stakeholders in the community. The results also show that children and parents enrolled in this program gain many benefits shown by their adaptive parenting styles and children’s modified behaviours for the upcoming school readiness and overall better quality of life
KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QUR’AN DENGAN METODE KAISA DALAM PERSPEKTIF MULTIPLE INTELLIGENCE
Technological developments bring a lot of impact to the community without the exception of children, from gadgets, games, music, movies, and so on. This makes children reluctant to learn the science of religion, especially the Qur'an. Al-Qur'an as a way of life for Muslims, must be studied, and applied in life. The purpose of this study is to determine the ability to memorize the Qur'an using the Kaisa method in the perspective of multiple intelligence. The Kaisa method is a way of memorizing the Koran which is oriented to memorization and understanding of the verses of the Koran along with their meanings through movements or kinesthetic which are adapted to the meaning of each verse so as to make it easy to understand and remember every verse of the Qur'an given . This research was conducted at RTQ Malang City. This research method is descriptive qualitative, data collection is through observation, interviews, and documentation. The results of the study found that memorizing the Qur'an using the Kaisa method was able to increase the interest of children in memorizing the Qur'an, understanding the meaning, and accommodating multiple intelligences (multiple intelligence
KEBIJAKAN POLITIK DAN ORIENTASI KEAGAMAAN DINASTI BUWAYHIYYAH DAN SALJUQ SERTA HUBUNGANNYA DENGAN KEKHALIFAHAN ‘ABBASIYYAH
Policy during the Adud in the past year 977 M. has managed to unite the tiny kingdoms that has emerged since the reign of the Buwayhid in Persia and Iraq. Religious orientation during the reign of Mu’iz al-Dawlah was participating by Shi’ah Zaidiyyah. Another case with the reign of the ‘Izz al-Dawlah and ad}ud al-Dawlah participating Shi’ah Imamiyyah. While the relationship between the Buwayhid with ‘Abbasiyah dynasty is there are linkages between the two. Policy during the reign of the Seljuk dynasty is expanding its territory from Kasygar up to Yerussalem and from Constantinopel up to Kaspia ocean. Besides its religious orientation under the Seljuk dynasty is the Sunni Islam. While the relationship between the Buwayhid with Abbasiyah dynasty it is because of the factor similarity participating and relation marriage, so they have an emotional closeness and influence of Abbasid empire