Istighna - Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Not a member yet
86 research outputs found
Sort by
Pesan Emosi Orangtua Terhadap Regulasi Emosi Anak Usia Prasekolah Selama Pendidikan Jarak Jauh
Emotion communication between parents and pre-schooler have been proven to have a significant part in children’s emotion regulation development. Particularly in this pandemic time, where early childhood has to spend more time at home due to stay-at-home instruction. Research purpose is to determine the effect of communication emotion to children emotion regulation. Population is parents with preschool children in Kabupaten Tangerang. Simple random sampling is used to decide to sampling; with total participant 51 parents (father or mother). Emotion communication between parent-child will be measured using rating scale Parents-Child Conversations about Emotion/QPCCE and the child emotion regulation will be measured using the Emotion Regulation Skills Questionnaire. Results show that there are no significance effect in communicating emotion to preschool emotion regulation. For future research, it is suggested to simplify the questionnaire
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF IBNU SINA DAN RELEVANSINYA DI ERA MODERN
Abstact: Islamic education faces problems not only in aspects of ideology, politics, finance and other problems, but also the arrival of the era of globalization, namely the industrial revolution 4.0 and society 5.0 which is a real movement towards the development of increasingly sophisticated information and technology. In response to the above problems, there have been many figures in various parts of the Islamic world who have had an influence on the progress of science. One of the figures in the Islamic world is Ibn Sina who is a Muslim scientist who has expertise in various fields .This study aims to examine Ibn Sina's thoughts on Islamic education and its relevance to education in the modern era. This research is a descriptive qualitative research, the type of research is library research with documentation data collection and content analysis methods. The results of this study indicate that Ibn Sina's Islamic Education thought seeks to form insan kamil, namely human beings who develop all their potential in a balanced and comprehensive manner. Ibn Sina's perspective of Islamic education is still relevant, even though the idea of education was not born in the modern era. This is based on the values of Islamic teachings that are sourced from the Qur'an and Sunnah. Thus, Ibn Sina's educational thoughts can certainly be taken into consideration in the implementation of education.Keywords: Islamic Education; Ibn Sina; Relevanc
PENERAPAN MODEL PROBLEM SOLVING PADA PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MTs KELAS IX
Pelaksanaan pembelajaran Akidah Akhlak oleh guru masih banyak dilakukan dengan pendekatan konvensinal-tradisional sehingga peserta didik mudah merasa bosan. Karena itulah perlu diterapkan pembelajaran dengan pendekatan aktual-kontekstual. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus,yang mana dalam tiap masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus 1 dan siklus 2 masing-masing terdiri dari dua pertemuan. Hasilnya dianalisis melalui observasi dan tes untuk mengetahui hasil belajar siswa. Pada setiap pelaksanaan pembelajaran dilakukan dalam beberapa tahapan-tahapan, yang pertama adalah tahap orientasi masalah, kedua organisasi belajar, ketiga penyelidikan individual maupun kelompok, ketiga pengembangan dan penyajian hasil penyelesaian masalah, serta analisis dan evaluasi proses penyelesaian masalah. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa, dari siklus 1 ke siklus 2 setelah dilakukan tindakan. Indikator Keberhasilan dari PTK ini adalah, bahwa penelitian dikatakan berhasil jika persentase siswa yang nilai belajarnya sudah tuntas mencapai minimal angka hingga 75%. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pesentase siswa yang tuntas sudah mencapai 87%, maka PTK ini sudah dapat dinyakatan berhasil
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU
The task of improving leadership and work environment can help teachers improve their teaching performance. The purpose of this research is to: (a) assess the principal's leadership, work environment, and teacher performance; and (b) assess the impact of the principal's leadership and work environment on teacher performance. Performance is quite influenced by the findings of SMPIT foundation leader Syukriyyah Ash which include aspects of personality, decision-making ability, communication skills, delegation of authority, and motivation. The conditions of work relations in schools do not have much influence on teacher performance. Changes in work relations in schools do not have a real impact on teacher performance. Teachers in this category do their job well in teaching. Even though school leadership has a positive impact on teacher performance, this is not enough to inspire teachers to work well. The impact of the work environment on teacher performance is still lacking and has the potential to improve teacher performance. School leadership and work atmosphere have a very good influence on teacher performance
KONSEP IBNU KHALDUN TENTANG PENDIDIKAN DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA
Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pandangan ibnu khaldun tentang pendidikan dan relevansinya dengan pendidikan di Indonesia. Dalam penenelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan. Pengumpulan data dengan menggunakan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode dekriptif kualitatif, dengan menggunakan penelitian literatur. Hasil penelitian yang diperoleh Ibnu Khaldun mengklasifikasikan ilmu berdasarkan materi yang dibahas di dalamnya serta mempertimbangkan kegunaan dari ilmu tersebut menjadi: ilmu lisan (bahasa), ilmu naqli, dan ilmu aqli. Pendidik adalah seseorang yang mempunyai keilmuan dan wawasan yang luas dan mempunyai kepribadian yang baik. Peserta didik adalah seseorang yang dinilai belum dewasa dan mempunyai potensi yang dapat dikembangkan. Dengan demikian peserta didik membutuhkan bantuan orang dewasa untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Metode pembelajaran yang ditawarkan oleh Ibnu Khaldun antara lain: metode rihlah ilmiah, metode pentahapan dan pengulangan (tadarruj wat tikrari), dan metode pengenalan umum. Relevasi konsep pemikiran Ibnu Khaldun dengan pendidikan di Indonesia antara lain dalam hal wawasan manusia di Indonesia, tujuan pendidikan Islam, dan kurikulum pendidikan.Kata kunci: Konsep,Pendidikan, Ibnu Khaldun,Relevans
PENGGUNAAN PLATFORM DIGITAL UNTUK PRAKTIKUM PEMBELAJARAN FIKIH DI MASA PANDEMI
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya surat edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020 yang menghimbau untuk bekerja dari rumah selama masa darurat virus Covid-19. Sehingga pada tahun 2020 sampai awal 2022 kegiatan belajar SMK Muhammadiyah 2 Lendah dilakukan secara online. Untuk mendukung kegiatan pembelajaran online maka dibutuhkan media digital yang dinamis, efisien, dan tepat sehingga materi pendidikan dapat tersampaikan dan diterima dengan baik oleh peserta didik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peranan guru PAI dalam pembelajaran online, juga untuk mengetahui efektivitas pemanfaatan media pembelajaran digital dalam praktikum pembelajaran Fikih secara jarak jauh oleh guru dan siswa di SMK Muhammadiyah 2 Lendah. Penelitian ini disusun menggunakan metode kualitatif berdasarkan hasil observasi dengan teknik wawancara dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Dari penelitian didapatkan hasil bahwa praktikum pembelajaran Fikih secara online pasti menemui kendala yang menyertai sehingga dibutuhkan berbagai langkah khusus agar kegiatan praktikum pembelajaran Fikih dengan platform digital lebih efektif di masa pandemi
PENETAPAN HAK WARIS ORANG YANG MATI BERSAMA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
Peristiwa kematian erat kaitannya dengan peristiwa berikutnya, yaitu pembagian waris. Perkara waris di dalam tatanan hidup keseharian bukan hal yang remeh sebab perkara tersebut berkorelasi erat dengan pembagian harta, dan akan sangat sensitif apabila tidak diselesaikan secara adil dan menuai sengketa antar keluarga. Penetapan ahli waris dapat dilakukan secara cepat apabila diketahui secara pasti siapa yang wafat lebih dahulu, dan siapa yang masih hidup. Akan tetapi, yang terjadi tidak selalu demikian. Di dalam disiplin ilmu waris Islam terdapat masalah-masalah yang mendapat perhatian khusus karena terkait dengan statusnya yang belum jelas. Di antara masalah-masalah itu adalah permasalahan waris orang yang mati bersama. Persoalan waris untuk kasus orang yang mati bersama mengemuka sebab di tahun ini terjadi banyak musibah di tanah air yang menelan banyak korban jiwa, yang bisa jadi di antara mereka memiliki hubungan kewarisan. Peristiwa ini tentu akan menimbulkan persoalan tentang siapa yang menjadi pewaris dan siapa yang menjadi ahli waris, apakah mereka saling mewarisi atau tidak. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui penetapan hak waris bagi orang yang mati secara bersama dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, dengan pendekatan kualitatif, dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa secara garis besar untuk kasus waris orang yang mati bersama tidak saling mewarisi satu sama lain
PENDIDIKAN DI INDONESIA DALAM TINJAUAN KONSEP PENDIDIKAN IBNU KHALDUN
The purpose of this study is to find out how the concept of Ibn Khaldun's thinking and its relevance to education in Indonesia. Data collection using documentation. Data analysis used descriptive qualitative method, using literature research. The research results obtained by Ibn Khaldun classify science based on the material discussed in it and consider the usefulness of the science into: oral science (language), naqli science, and aqli science. An educator is someone who has broad knowledge and insight and has a good personality. A student is someone who is considered immature and has potential that can be developed. Thus, students need the help of adults to develop their potential. The learning methods offered by Ibn Khaldun include: the scientific rihlah method, the phasing and repetition method (tadarruj wat tikrari), and the general introduction method. The relevance of Ibn Khaldun's concept of thought to education in Indonesia, among others, is in terms of human insight in Indonesia, the goals of Islamic education, and the educational curriculum
MODERNISASI KURIKULUM PESANTREN DI PONPES DARUL LUGHAH WAL KAROMAH
In this modern era pesantren are required to modernize every aspect of the educational aspects especially with the purpose of pesantren able to compete with other institutions both in quality and quantity of education quality. This condition occurs in Pesantren Darul lughah Wal Karomah that change patterns towards modern education. The purpose of this research includes the history of the modernization of education and how the modernization of education pesantren in Darul lughah Wal Karomah.This research used a qualitative approach, whereas other types of research using case studies. The collection of data by observation, interviews, documentation. Analysis of the data by (1) Collection of Data (2) Reduction of Data (3) Presentation of Data (4) Withdrawal of Conclusion. Data validity checking with (1) credibility (2) transferability (3) Dependability (4) Confirmability. Results of this study showed that the old teaching system that is maintained tends to lag, and the demands of a society increasingly complex and varied. While the form of modernization of education include institutional aspects, curriculum, learning and functional aspects of pesantren. Modernization of the institutional aspects, ie from individual leadership (scholars) to a collective system (foundation) with a clear division of labor. In the aspect of the curriculum, the introduction of a curriculum created by Kemdikbud and Kemenag. In the aspect of teaching, namely from system to system halakah classical / schooling by teaching methods that apply to modern educational institution, such as a lecture, question and answer, discussion, demonstration, drama, recitation, and teamwork
EFEKTIFITAS MEDIA PEMBELAJARAN DARING DIMASA PANDEMI PADA PERKULIAHAN PAI DI IAIN SALATIGA
Abstract: This study aims to categorize the effectiveness of the media used during online learning, which we know that many students complain about online learning so that it makes learning ineffective, with descriptive qualitative methods by describing data related to the effectiveness of online learning media in pandemic period. Data collected via Googleform online students of the Salatiga State Islamic Institute of Islamic Education Department. The results showed that the most effective media during online lectures was Whatsapp media by 92% and Whatsapp media was also the recommended media for online lectures 80% of students considered Whatsapp media to be a medium that could adapt to the student's circumstances.Keywords: Effectiveness, Learning Media, Online LectureAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkategorikan efektifitas media-media yang digunakan selama pembelajaran daring, yang kita ketahui banyak mahasiswa yang mengeluh akan pembelajaran daring sehingga membuat pembelajaran tidak efektif, dengan metode kualitatif deskriftif dengan menjabarkan data-data yang berkaitan dengan efektifitas media pembelajaran daring di masa pandemi. Data yang di kumpul melalui Google form online kepada mahasiswa/i Intitut Agama Islam Negeri Salatiga Jurusan Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang paling efektif selama perkuliahan daring yaitu media Whatsapp sebesar 92% dan media Whatsapp juga menjadi media yang direkomendasikan untuk perkuliahan daring sebesar 80% mahasiswa menganggap media Whatsapp adalah media yang bisa menyesuaikan dengan keadaan mahasiswa tersebut.Kata kunci: Efektifitas, Media Pembelajaran, Perkuliah Darin