Jurnal Ilmiah ILKOMINFO - Ilmu Komputer & Informatika
Not a member yet
122 research outputs found
Sort by
Pengembangan Sistem Menggunakan OpenStreetMaps Api dengan Media Leafletjs Berdasarkan Kategori Gedung Milik Pemerintahaan di Daerah Kota Bandung
Abstrak: Di daerah Kota Bandung sering kali kita menemukan gedung-gedung dengan arsitektur beragam. Pembangunan dan pengelolaan infrastruktur di kota besar salah satu nya kota Bandung pasti memerlukan sistem yang mudah di akses oleh bidang terkait untuk aksebilitas dan manajemen data. Penelitian ini membangun sebuah sistem informasi geografis (SIG) menggunakan OpenStreetMap API dan Leaflet.js dengan memakai bahasa pemrograman PHP dan HTML, dan didukung oleh diagram rancangan seperti Use Case Diagram dan Activity Diagram untuk menggambarkan interaksi pengguna dan alur kerja sistem. Data akan disimpan dalam database MySQL, sehingga memudahkan pengelolaan informasi terkait gedung. Sistem ini di uji menggunakan metode black box testing. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi sistem informasi ini dapat membantu dan mendukung inisiatif smart city pemerintah Kota Bandung untuk identifikasi, klasifikasi, dan visualisasi gedung-gedung milik pemerintah berdasarkan kategori tertentu, seperti gedung pendidikan, kantor pemerintahan, atau fasilitas kesehatan yang berfokus di Kota Bandung. Informasi yang diberikan meliputi foto bangunan, pengelolaan, letak bangunan, nomor SK, tanggal peresmian bangunan, luas bangunan, dan titik-titik lokasi milik pemerintah di wilayah Kota Bandung.Kata kunci: OpenStreetMap, Leaflet.js, PHP, HTML, MySQL, SIG, Gedung Pemerintahan, Smart CityAbstract: In the Bandung City area, we often find buildings with diverse architecture. The development and management of infrastructure in big cities, one of which is Bandung, certainly requires a system that is easily accessible by related fields for accessibility and data management. This study develops a geographic information system (GIS) using the OpenStreetMap API and Leaflet.js using the PHP and HTML programming languages, and is supported by design diagrams such as Use Case Diagrams and Activity Diagrams to describe user interactions and system workflows. Data will be stored in a MySQL database, making it easier to manage information related to buildings. This system is tested using the black box testing method. The results of this study indicate that the application of this information system can help and support the smart city initiative of the Bandung City government for the identification, classification, and visualization of government-owned buildings based on certain categories, such as educational buildings, government offices, or health facilities that focus on the city of Bandung. The information provided includes photos of the building, management, location of the building, SK number, date of building inauguration, building area, and government-owned location points in the Bandung City area.Keywords: OpenStreetMap, Leaflet.js, PHP, HTML, MySQL, SIG, Government Building, Smart Cit
Pengaruh Jumlah Hidden Layer dan Neuron pada Model Multilayer Perceptron untuk Prediksi Emas
Abstrak: Pemilihan kombinasi banyaknya hidden layer dan neuron sangat menentukan performansi model deep learning. Terlalu sedikit hidden layer dan neuron yang digunakan dapat menyebabkan rendahnya akurasi, sedangkan jika terlalu banyak maka dapat meningkatkan kompleksitas pemrosesan sehingga sampai saat ini masih belum ada pedoman kombinasi tetap untuk menentukan jumlah hidden layer dan neuron. Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi pengaruh variasi hidden layer dan neuron, dalam kinerja akurasi metode Multilayer Perceptron dengan variasi dari 1 sampai 6 lapis hidden layer. Data yang digunakan yaitu harga emas ANTAM harian mulai dari Bulan Januari tahun 2010 sampai dengan Januari 2024. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan hasil kombinasi hidden layer dan neuron dengan nilai MSE terkecil yaitu 1-100-100-100-100-100-100-1 dengan nilai MSE 0.0001507, membuktikan bahwa semakin banyak hidden layer maka akurasi akan semakin tinggi, begitu juga dengan semakin banyaknya jumlah neuron di setiap layer maka tingkat kesalahan model akan semakin rendah.Kata kunci: Multilayer Perceptron, Hidden Layer, Neuron, PrediksiAbstract: The choice of the combination of the number of hidden layers and neurons greatly determines the performance of the deep learning model being built. Too few hidden layers and neurons used can cause low accuracy, whereas too many can increase processing complexity so that up to now there are still no fixed combination guidelines for determining the number of hidden layers and neurons. This research aims to observe the influence of hidden layer and neuron variations on the accuracy performance of the Multilayer Perceptron method with variations from 1 to 6 hidden layers. The data used is the daily ANTAM gold price from January 2010 to January 2024. Based on test results, it is proven that the more hidden layers, the higher the accuracy, as well as the greater the number of neurons in each layer, the higher the model error rate. getting lower.Keywords: Multilayer Perceptron, Hidden Layer, Neuron, Forecastin
Analisis Segmentasi Pelanggan Menggunakan K-Means Clustering Untuk Optimalisasi Penjualan Sembako
Abstrak: Sembako sebagai kebutuhan pokok memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Dengan meningkatnya persaingan di sektor ini, pelaku usaha dituntut untuk memahami perilaku konsumen secara lebih mendalam agar strategi pemasaran yang dijalankan menjadi lebih efektif. Salah satu metode yang bisa dimanfaatkan adalah segmentasi pelanggan berbasis data transaksi. Penelitian ini bertujuan menerapkan algoritma K-Means Clustering untuk mengelompokkan pelanggan dalam rangka mendukung peningkatan penjualan sembako. Data yang digunakan meliputi empat variabel utama: jumlah pesanan, uang muka, total transaksi, dan pelunasan. Proses awal dilakukan melalui pembersihan dan normalisasi data menggunakan StandardScaler. Penentuan jumlah cluster terbaik dilakukan dengan metode Elbow dan dikonfirmasi menggunakan nilai Silhouette Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat cluster merupakan segmentasi paling optimal dengan nilai Silhoutette Score sebesar 3,99. Cluster 2 memberikan kontribusi tertinggi terhadap total penjualan dan jumlah pelanggan sebesar 35,62%, disusul oleh cluster 1 sebesar 30,14%, cluster 3 sebesar 21,92%, sedangkan cluster 0 memiliki kontribusi terendah sebesar 12,33%. Visualisasi scatter plot menunjukkan distribusi antar-cluster yang cukup jelas. Segmentasi ini berguna untuk merancang strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.Kata kunci: Segmentasi Pelanggan, K-Means Clustering, Elbow Method, Silhouette Score, Penjualan SembakoAbstract: Basic necessities such as staple foods play an important role in people's lives. With increasing competition in this sector, business actors are required to understand consumer behavior in more depth so that the marketing strategies implemented become more effective. One method that can be utilized is customer segmentation based on transaction data. This study aims to apply the K-Means Clustering algorithm to group customers to support increased sales of necessities. The data used includes four main variables: number of orders, down payment, total transactions, and settlement. The initial process is carried out through data cleaning and normalization using StandardScaler. Determination of the best number of clusters is carried out using the Elbow method and confirmed using the Silhouette Score value. The results of the study showed that four clusters were the most optimal segmentation with a Silhouette Score value of 3.99. Cluster 2 contributed the highest to total sales and number of customers 35.62%, followed by Cluster 1 by 30.14%, cluster 3 by 21.92%, and Cluster 0 had the lowest contribution by 12.33%. Scatter plot visualization shows a fairly clear distribution between clusters. This segmentation is useful for designing more targeted marketing strategies.Keywords: Customer Segmentation, K-Means Clustering, Elbow Method, Silhouette Score, Grocery Sale
Rancang Bangun Website E-Commerce "One Step Store" Menggunakan Teknologi MERN Stack dengan Metode Waterfall
Abstrak: Perkembangan teknologi informasi mendorong peningkatan penggunaan alat elektronik sehingga proses pendistribusiannya harus cepat dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun One Step Store, sebuah platform e-commerce berbasis website untuk mempermudah transaksi produk elektronik. Metode yang digunakan adalah Software Development Life Cycle (SDLC) model Waterfall, yang meliputi analisis kebutuhan, desain, implementasi, dan pengujian. Website ini diimplementasikan menggunakan MERN Stack (MongoDB, Express.js, React.js, dan Node.js) untuk mempermudah proses pengembangan website. Hasil penelitian menunjukkan bahwa One Step Store telah berhasil dikembangkan dan dapat digunakan untuk mendukung proses penjualan produk elektronik menjadi lebih cepat dan efisien. Implementasi website ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan sistem e-commerce yang lebih optimal untuk mempermudah proses transaksi dalam kehidupan sehari-hari.Kata kunci: E-Commerce, Website, Waterfall, MERN StackAbstract: The development of information technology encourages the increasing use of electronic devices so that the distribution process must be fast and efficient. This study aims to design and build One Step Store, a website-based e-commerce platform to facilitate electronic product transactions. The method used is the Software Development Life Cycle (SDLC) Waterfall model, which includes needs analysis, design, implementation, and testing. This website is implemented using the MERN Stack (MongoDB, Express.js, React.js, and Node.js) to facilitate the website development The study result indicate that One Step Store has been successfully developed and can be used to support the electronic product sales process to be faster and more efficient. The implementation of this website is expected to contribute to the development of a more optimal e-commerce system to facilitate the transaction process in everyday life.Keywords: E-Commerce, Website, Waterfall, MERN Stac
Penerapan Fuzzy Logic Dan Case-Based Reasoning Pada Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Gizi Balita di Puskesmas Manyak Payed
Abstrak: Status gizi balita berdampak signifikan terhadap kesehatan dan perkembangan mereka, dengan gizi buruk sebagai salah satu penyebab utama kematian balita. Deteksi dini penyakit gizi menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini mengembangkan sistem pakar berbasis Fuzzy Logic dan Case-Based Reasoning (CBR) untuk mendiagnosis tujuh penyakit gizi pada balita, termasuk defisiensi vitamin A, kekurangan yodium, anemia, stunting, marasmus, kwashiorkor, dan obesitas, dengan mempertimbangkan 47 gejala. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi literatur di Puskesmas Manyak Payed. Sistem dikembangkan menggunakan PHP untuk logika aplikasi, MySQL untuk basis data, dan dirancang menggunakan diagram ERD. Fuzzy Logic digunakan untuk menentukan tingkat keparahan gejala (rendah, sedang, tinggi), sedangkan CBR menilai kemiripan kasus baru dengan data sebelumnya. Hasil pengujian menggunakan 20 data kasus menunjukkan akurasi diagnosis sebesar 100%, dengan tingkat keparahan dan relevansi masing-masing 85%. Penerapan Fuzzy Logic dan Case-Based Reasoning (CBR) dalam sistem pakar ini telah terbukti efektif dalam meningkatkan akurasi dan relevansi diagnosis penyakit gizi pada balita. Sistem ini efektif dalam mendukung deteksi dini penyakit gizi dan membantu tenaga kesehatan memberikan intervensi yang lebih cepat dan tepat, sehingga dapat meningkatkan kesehatan serta kualitas hidup balita.Kata kunci: balita; case-based reasoning; fuzzy logic; penyakit gizi; sistem pakarAbstract: The nutritional status of toddlers significantly impacts their health and development, with malnutrition being one of the leading causes of toddler mortality. Early detection of nutritional diseases is crucial to improving children's growth and development. This research developed an expert system based on Fuzzy Logic and Case-Based Reasoning (CBR) to diagnose seven nutritional diseases in toddlers, including vitamin A deficiency, iodine deficiency, anemia, stunting, marasmus, kwashiorkor, and obesity, considering 47 symptoms. Data was collected through interviews, observations, and literature studies at Puskesmas Manyak Payed. The system was developed using PHP for application logic, MySQL for the database, and designed using an ERD diagram. Fuzzy Logic was used to determine the severity of symptoms (low, moderate, high), while CBR assessed the similarity between new cases and previous data. Testing results using 20 case data showed a diagnosis accuracy of 100%, with severity and relevance each reaching 85%. The implementation of Fuzzy Logic and Case-Based Reasoning (CBR) in this expert system has proven effective in improving the accuracy and relevance of diagnosing nutritional diseases in toddlers. This system is effective in supporting the early detection of nutritional diseases and assisting healthcare providers in delivering faster and more accurate interventions, thereby improving the health and quality of life of toddlers.Keywords: case-based reasoning; expert system; fuzzy logic; nutritional diseases; toddle
Penerapan Algoritma Random Forest Untuk Prediksi Biaya Kontruksi Berbasis Web
Abstrak: Estimasi biaya proyek konstruksi sangat penting untuk menjamin efektivitas dan ketepatan perencanaan anggaran, kompleksitas proyek dan banyaknya variabel yang terlibat seringkali menyulitkan perusahaan konstruksi dalam menghasilkan estimasi biaya yang akurat. Tujuan dari penelitian ini adalah menggunakan data historis dan algoritma random forest regression untuk memperkirakan biaya proyek bangunan. Karena kapasitasnya untuk mengelola data yang rumit, meminimalkan overfitting, dan meningkatkan akurasi prediksi, pendekatan random forest dipilih. Model Random Forest digunakan untuk mengumpulkan, membersihkan, dan melatih data proyek sebelum dimasukkan ke dalam sistem informasi daring. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi model yang tinggi dalam esti masi biaya, tim proyek dan manajemen dapat mengakses data estimasi dengan cepat dan efektif berkat teknologi ini. Secara keseluruhan, penggunaan algoritma random forest dalam sistem berbasis web menawarkan cara yang fleksibel dan tepat untuk mendukung proses estimasi biaya proyek konstruksi.Kata kunci: Konstruksi, Machine Learning, Prediksi, Proyek, Random ForestAbstract: Construction project cost estimation is crucial to ensure the effectiveness and accuracy of budget planning. Project complexity and the numerous variables involved often make it difficult for construction companies to produce accurate cost estimates. The purpose of this study is to use historical data and the random forest regression algorithm to estimate the cost of a building project. Due to its capacity to handle complex data, minimize overfitting, and improve prediction accuracy, the random forest approach was chosen. The random forest model was used to collect, clean, and train project data before being input into an online information system. Test results demonstrated a high level of model accuracy in cost estimation, and project teams and management were able to access the estimated data quickly and effectively thanks to this technology. Overall, the use of the random forest algorithm in a web-based system offers a flexible and appropriate way to support the cost estimation process of construction projectsKeywords: Construction, Machine Learning, Prediction, Project, Random Forest
Audit Sistem Informasi Kepegawaian (SIAP KOMPAK) Pada BKPSDM Kota Depok
Abstrak: Pemerintah Kota Depok telah mengadopsi sebuah sistem informasi kepegawaian terintegrasi yang disebut SIAP KOMPAK (Sistem Administrasi Kepegawaian dan Kompetensi Aparatur Kekinian). Sistem ini merupakan bagian dari upaya digitalisasi administrasi melalui penerapan konsep E-Government, yang pengelolaannya berada di bawah naungan BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia). Untuk mengetahui kekurangan dari SIAP KOMPAK, maka dilakukan audit sistem informasi menggunakan framwork COBIT 5. Audit sistem informasi yang dilakukan menggunakan COBIT 5 dengan 2 domain yaitu DSS (Deliver, Service, and Support) dan MEA (Monitoring, Evaluation, and Assessment) serta 8 sub domain. Dari hasil audit, ditemukan selisih nilai (gap) kapabilitas pada subdomain DSS02 sebesar 0,12 dan DSS04 sebesar 0,01. Secara keseluruhan, sistem mencapai maturity level 4,07, yang setara dengan level 4 (Predictable Process), menunjukkan bahwa proses TI telah terstruktur dan menghasilkan keluaran yang konsisten. Dari hasil tersebut maka rekomendasi untuk perbaikan SIAP KOMPAK yaitu perlunya pelibatan aktif dari manajemen dalam menangani insiden secara menyeluruh, mulai dari identifikasi hingga penyelesaian, serta pentingnya peninjauan rutin terhadap arah dan proses bisnis untuk memastikan keberlanjutan dari SIAP KOMPAK.Kata kunci: Personnel Information System Audit, SIAP KOMPAK, COBIT 5Abstract: The Government of Depok City has adopted an integrated personnel information system called SIAP KOMPAK (Contemporary Apparatus Competency and Personnel Administration System). This system is part of the administrative digitalization initiative through the implementation of the E-Government concept, managed under the supervision of BKPSDM (Agency for Personnel and Human Resources Development). To identify shortcomings in SIAP KOMPAK, an information system audit was conducted using the COBIT 5 framework. The audit focused on the DSS (Deliver, Service, and Support) and MEA (Monitoring, Evaluation, and Assessment) domains of COBIT 5. The audit results revealed capability gaps in the DSS02 subdomain by 0.12 and in DSS04 by 0.01. Overall, the system achieved a maturity level of 4.07, which corresponds to level 4 (Predictable Process), indicating that IT processes are structured and produce consistent outputs. Based on these results, the recommended improvements for SIAP KOMPAK include active management involvement in handling incidents comprehensively from identification to resolution—and the importance of regularly reviewing business directions and processes to ensure the sustainability of SIAP KOMPAK.Keywords: Personnel Information System Audit, SIAP KOMPAK, COBIT
Mengoptimalkan Kinerja Naïve Bayes Pada Ancaman Modern Dengan Menggunakan PCA Pada Data Intrusion Detection System (IDS)
Abstrak: Intrusion Detection System (IDS) digunakan untuk mendeteksi serangan atau aktivitas mencurigakan dalam jaringan. Dengan meningkatnya ancaman siber modern, penelitian ini mengusulkan kombinasi metode Naïve Bayes dan Principal Component Analysis (PCA) untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi deteksi. Metode tambahan PCA dapet mereduksi dimensi dataset menjadi 30 komponen utama tanpa kehilangan informasi penting, menggunakan dataset UNSW-NB15. Proses melibatkan standarisasi data dengan StandardScaler, reduksi dimensi menggunakan PCA, serta evaluasi model Naïve Bayes pada dataset dengan dan tanpa PCA. Analisis ini menggunakan program Python yang di eksekusi dengan Google Collab, dengan hasil menunjukkan bahwa model dengan PCA mencapai akurasi sebesar 96.65% dengan recall 1.00 untuk kelas ancaman, meskipun presisi masih rendah (0.49). Sebaliknya, tanpa PCA, akurasi hanya mencapai 92.72% dengan presisi 0.31 untuk kelas yang sama. Selain itu, penggunaan PCA berhasil mengurangi waktu komputasi dari 1 menit menjadi 30 detik. Kombinasi dengan teknik reduksi dimensi Principal Component Analysis (PCA) menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam mengklasifikasikan data pada sistem Intrusion Detection System (IDS). PCA dan Naïve Bayes terbukti menjanjikan dalam mendeteksi ancaman modern, meskipun masih diperlukan perbaikan untuk mencapai kinerja yang lebih optimal.Kata kunci: Intrusion Detection System, Naïve Bayes, PCA, Keamanan JaringanAbstract:An Intrusion Detection System (IDS) is used to detect attacks or suspicious activities in the network. With the increase of modern cyber threats, this research proposes a combination of Naïve Bayes and Principal Component Analysis (PCA) methods to improve detection accuracy and efficiency. The additional PCA method can reduce the dataset dimension to 30 principal components without losing important information, using the UNSW-NB15 dataset. The process involves data standardization with Standard-Scaler, dimensionality reduction using PCA, and Naïve Bayes model evaluation on the dataset with and without PCA. This analysis used a Python program executed with Google Collab, with the results showing that the model with PCA achieved an accuracy of 96.65% with a recall of 1.00 for the threat class. However, the precision was still low (0.49). In contrast, without PCA, the accuracy only reached 92.72% with a precision of 0.31 for the same class. In addition, the use of PCA successfully reduced the computation time from 1 minute to 30 seconds combination with the Principal Component Analysis (PCA) dimension reduction technique shows better performance in classifying data in the Intrusion Detection System (IDS). PCA and Naïve Bayes proved promising in detecting modern threats, although improvements are still needed to achieve more optimal performance.Keywords: Intrusion Detection System, Naïve Bayes, PCA, Network Securit
Evaluasi Kinerja Aplikasi Wireshark Dalam Monitoring Jaringan Kecil Dengan Topologi Star dan Bus
Abstrak: Penelitian ini berfokus untuk meneliti peran Wireshark dalam memonitor jaringan komputer dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan eksperimen terbatas. Dilakukan pada jaringan lokal dengan topologi star dan bus, data dikumpulkan melalui penangkapan paket, identifikasi protokol, pengukuran bandwidth, dan simulasi gangguan. Hasilnya menunjukkan TCP dan HTTP sebagai protokol yang dominan, dengan peningkatan aktivitas yang menyebabkan konsumsi bandwidth yang lebih tinggi. Topologi bintang menunjukkan stabilitas dan efisiensi yang lebih baik daripada topologi bus, terutama dalam hal latensi dan distribusi data. Wireshark secara efektif mengidentifikasi masalah jaringan seperti kehilangan paket dan transmisi ulang, yang membutuhkan keterampilan interpretasi teknis. Studi ini menyimpulkan bahwa Wireshark adalah alat analisis jaringan yang berharga, paling cocok untuk jaringan kecil, dengan potensi pengembangan lebih lanjut dalam pengaturan yang lebih kompleks.Kata kunci: Packet, Protokol, Bandwidth, Topologi, Troubleshooting, WiresharkAbstract: The study focuses on examining the role of Wireshark in monitoring computer networks by using a descriptive qualitative approach with limited experiments. Conducted on a local network with star and bus topologies, data was collected through packet capture, protocol identification, bandwidth measurement, and disruption simulation. Results indicate TCP and HTTP are dominant protocols, with increased activity leading to higher bandwidth consumption. The star topology exhibited better stability and efficiency than the bus topology, especially in latency and data distribution. Wireshark effectively identified network issues like packet loss and retransmission, requiring technical interpretation skills. The study concludes Wireshark is a valuable network analysis tool best suited for small networks and has the potential for further development in more complex settings.Keywords: Packet, Protokol, Bandwidth, Topology, Troubleshooting, Wireshar
Rancang Bangun Aplikasi Pemesanan Birthday Cake Dan Jajanan Asar Pada Usaha Mikro Kecil Menengah Tee Food Donat Berbasis Web
Abstrak: Pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan adalah langkah pertama bagi para koki untuk mencapai keberhasilan dalam dunia bisnis. Ketika konsumen mendapatkan pelayanan yang baik, mereka akan merasa puas, dan selanjutnya akan menyadari pentingnya menggunakan produk dari perusahaan tersebut secara berkelanjutan. Biasanya, konsumen melakukan pesanan kue dengan cara telepon atau mengunjungi toko kue secara langsung. Namun, cara ini sering kali kurang efektif karena informasi yang diberikan sering tidak lengkap. Oleh sebab itu, diluncurkanlah metode baru dengan memanfaatkan teknologi internet dan situs web untuk meningkatkan pengalaman konsumen, dengan menghadirkan Website pemesanan kue online dan informasi terkait toko kue. Melalui website ini, konsumen dapat mengakses informasi mengenai kue serta melakukan pemesanan secara daring. Website tersebut dirancang menggunakan pemrograman berorientasi objek dengan Vscode dan MySQL sebagai basis datanya. Berdasarkan penilaian terhadap aplikasi yang telah dibuat, aplikasi pemesanan kue ini dapat memberikan manfaat dengan menyajikan informasi tentang toko kue yang dapat diakses secara online, memudahkan proses pemesanan kue, dan berfungsi sebagai alat promosi untuk menarik lebih banyak pengguna, sehingga meningkatkan keuntungan bagi toko kue.Kata kunci: Makanan, Pelayanan, WebsiteAbstact: Satisfactory customer service is the first step for chefs to succeed in business. When consumers receive good service, they will feel satisfied and realize the importance of using the company's products continuously. Usually, consumers order cakes by phone or visit the cake shop in person. However, this method is often ineffective because the information provided is often incomplete. Therefore, a new method was launched, utilizing internet technology and websites to improve consumer experience by presenting an online cake ordering application and information related to cake shops. Through this application, consumers can access information about cakes and place orders online. The application is designed using object-oriented programming with Vscode and MySQL as its database. Based on the assessment of the application that has been created, this cake-ordering application can provide benefits by presenting information about cake shops that can be accessed online, facilitating the cake-ordering process, and functioning as a promotional tool to attract more users, thereby increasing profits for cake shops.Keywords: Food, Service, Websit