Jurnal Ilmiah ILKOMINFO - Ilmu Komputer & Informatika
Not a member yet
122 research outputs found
Sort by
Perbandingan Penggunaan Algoritma Kriptografi DES, RSA, Modifikasi DES dan Modifikasi RSA untuk Penyandian Database
Abstrak: Pengembangan ilmu kriptografi mendukung penyimpanan data yang terkomputerisasi karena berhubungan dengan keamanan data perusahaan yang dapat berpengaruh pada operasional perusahaan. Penelitian ini bertujuan melakukan eksplorasi teknik kriptografi symmetric dan asymmetric yang banyak digunakan yaitu Data Encryption Standard (DES) dan Rivest-Shamir-Adleman (RSA). Penelitian ini melakukan modifikasi algoritma DES dan algoritma RSA pada proses enkripsinya. Penelitian ini mengimplementasikan empat algoritma kriptografi yaitu DES, modifikasi DES, RSA dan modifikasi RSA. Penelitian menunjukkan, proses enkripsi algoritma RSA memiliki waktu yang lebih cepat daripada algoritma DES, tetapi algoritma DES memiliki pengamanan lebih baik dibanding dengan algoritma RSA karena proses perhitungannya yang cukup rumit dan sulit. Hasil modifikasi algoritma DES menunjukkan hasil yang kurang baik karena hasil enkripsi memiliki nilai ASCII yang rendah, sehingga jika dikonversi akan menghasilkan karakter ASCII yang tidak nampak. Pada modifikasi algoritma RSA ketika dipilih nilai p dan q yang besar yaitu 19 dan 37, akan membantu proses enkripsi agar nilai ASCII yang tetap dapat dikonversi dalam karakter ASCII. Hal ini memperlihatkan bahwa modifikasi algoritma RSA memiliki hasil yang lebih baik dari modifikasi algoritma DES. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan penggabungan algoritma DES dan algoritma RSA yang dilakukan secara sequence untuk melakukan enkripsi data yang lebih rumit, hal ini untuk menghindari penyalahgunaan data.Kata kunci: Data Encryption Standard, Rivest-Shamir-Adleman, KriptografiAbstract: The development of cryptography supports computerized data storage because it relates to the security of company data which can affect company operations. This research aims to explore symmetric and asymmetric cryptography techniques that are widely used, namely Data Encryption Standard (DES) and Rivest-Shamir-Adleman (RSA). This research modified the DES algorithm and RSA algorithm in the encryption process. This research implements four cryptographic algorithms namely DES, modified DES, RSA and modified RSA. The research shows that the RSA algorithm encryption process has a faster time than the DES algorithm, but the DES algorithm has better security than the RSA algorithm because the calculation process is quite complicated and difficult. The results of the DES algorithm modification show poor results because the encryption results have low ASCII values, so if converted will produce ASCII characters that are not visible. In the RSA algorithm modification when a large p and q value is chosen, namely 19 and 37, it will help the encryption process so that the ASCII value can still be converted into ASCII characters. This shows that the RSA algorithm modification has better results than the DES algorithm modification. Future research can be done by combining the DES algorithm and RSA algorithm in sequence to encrypt more complicated data, this is to avoid data misuse.Keywords: Data Encryption Standard, Rivest-Shamir-Adleman, Cryptograph
Implementasi Data Mining Dalam Penerapan Clustering Algoritma K-Medoid Sebaran Mahasiwa Baru Pada STIE-SAK
Abstrak: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sakti Alam Kerinci (STIE-SAK) merupakan salah satu perguruan tinggi yang berada di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, dimana setiap tahunnya menerima mahasiswa baru dari berbagai sekolah yang ada di Kabupaten kerinci, Kota Sungai Penuh, dan daerah lainnya. Pada penelitian ini peneliti menerapkan konsep data mining dengan menggunakan teknik clustering algoritma K-Medoid untuk mengetahui sebaran mahasiswa baru berasal dari daerah mana dan berasal dari sekolah mana yang melanjutkan pendidikan di STIE-SAK. Adapun dari data yang diperoleh bisa digunakan pihak kampus untuk melihat potensi terbesar sekolah yang menyumbang mahasiswa baru terbanyak. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data mahasiswa tahun 2024 dengan atribut yang Nama, Jenis Kelamin, Asal Sekolah, dan Alamat. Hasil penelitian ini yaitu terbentuknya 3 cluster dengan klaster Cluster 0 adalah mahasiswa baru terbanyak berasal dari daerah Kerinci, Asal sekolah terbanyak yang menyumbang mahasiswa baru adalah SMAN 1 SUNGAI PENUH, Cluster 1 adalah mahasiswa baru yang berasal dari daerah sungai penuh dengan sumbangan mahasiswa sedang yaitu diantaranya adalah SMAN 5 SUNGAI PENUH, sedangkan Cluster 2 adalah mahasiswa baru yang berasal dari luar daerah adalah yang paling sedikit mendaftar menjadi mahasiswa baru di STIE-SAK.Kata kunci: K-Medoids, Clustering, Data Mining, RapidMinerAbstract:The Sakti Alam Kerinci College of Economics (STIE-SAK) is one of the tertiary institutions located in Sungai Banyak City, Jambi Province, where every year it accepts new students from various schools in Kerinci Regency, Sungai Full City, and other areas. In this study, researchers applied the concept of data mining using the K-Medoid algorithm clustering technique to find out the distribution of new students from which areas and from which schools who continued their education at STIE-SAK. The data obtained can be used by campuses to see the greatest potential of schools that contribute the most new students. The data used in this research is student data in 2024 with the attributes Name, Gender, School of Origin and Address. The results of this research are the formation of 3 clusters with Cluster 0 being the largest number of new students coming from the Kerinci area, the school that contributed the most new students is SMAN 1 SUNGAI PENUH, Cluster 1 is new students coming from the Sungai Full area with moderate student contributions, namely: is SMAN 5 SUNGAI PENUH, while Cluster 2 is new students who come from outside the area who are the least likely to register as new students at STIE-SAK.Keywords: K-Medoids, Clustering, Data Mining, RapidMine
Implementasi Algoritma Shortest Job First (SJF) Pada Sistem Pembelian Menu Makanan Dan Minuman di Warkop Geidar
Abstrak: Proses pemesanan dalam operasional di Warkop Geidar Kopi saat ini menggunakan sistem manual. Penggunaan media alat tulis membuat pelayan melakukan kesalahan pada pendataan pesanan pelanggan. Akibat dari permasalahan ini pelanggan sering mengeluh karena waktu pengerjaannya menjadi tidak efisien. Untuk mengatasinya dikembangkan sistem Self Service Order. Dalam membangun sistem ini menggunakan kerangka Software Development Life Cycle (SLDC) dengan model Waterfall dalam penerapan penelitian. Penerapan algoritma Shortest-Job First, penulis memanfaatkan laravel berbasis bahasa pemograman php, tujuan implementasi ini mengoptimalkan waktu sistem antrian dengan cara memprioritaskan pelanggan berdasarkan durasi pesanan mereka. Sesuai dengan prinsip SJF pesanan dengan data order pendek akan dieksekusi duluan. Penguna Implementasi sistem ini berhasil meningkatkan kualitas layanan dengan mengoptimalkan waktu tunggu. Pengujian ini menggunakan 8 sample pelanggan dengan durasi yang berbeda. Total dari waktu tunggu 121 menit dengan rata- rata 15,12 menit/ pelanggan. Hasil ini membuktikan algortima SJF tidak hanya mudah diterapkan. Tetapi dapat mengasilkan waktu yang adaktif sesuai dengan waktu tunggu pelanggan.Kata kunci: warkop, SJF Pemesanan,Self ServiceAbstract: The ordering process in operations at Warkop Geidar Kopi currently uses a manual system. The use of stationery media makes waiters make mistakes in recording customer orders. As a result of this problem, customers often complain because the processing time is inefficient. To overcome this, a Self Service Order system was developed. In building this system using the Software development life cycle (SLDC) framework with the Waterfall model in conducting research. The implementation of the shortest-job first algorithm, the author utilizes laravel based on the php programming language, the purpose of this implementation is to optimize the queuing system time by prioritizing customers based on the duration of their orders. In accordance with the SJF principle, orders with short order data will be executed first. Users, Implementation of this system successfully improves service quality by optimizing waiting time. This test uses 8 customer samples with different durations. The total waiting time was 121 minutes with an average of 15.12 minutes/customer. These results prove that the SJF algorithm is not only easy to implement. But it can produce an active time according to customer waiting time. Keywords: warkop, SJF, ordering, self servic
Perancangan Aplikasi Informasi Keuangan BUMDes Berbasis Web Di Desa Sitolu’ewali Nias Barat
Abstrak: Perkembangan teknologi yang semakin pesat memberikan berbagai dampak terhadap kehidupan, antara lain memudahkan komunikasi, produktivitas, dan pencarian informasi.Di era saat ini berbagai bidang kehidupan telah terintegrasi dengan pemanfaatan teknologi, selain dapat menunjang efisiensi operasional yang ada, teknologi juga dapat menjadi keunggulan kompetitif. BUMDes Desa Sitolu’ewali Nias Barat merupakan suatu lembaga yang dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas perekonomian desa. Sistem yang digunakan dalam pengelolaan data masih sangat manual dengan metode pencatatan dibuku besar sehingga kurang efisien. Tujuan dari penelitian ini yaitu membangun aplikasi informasi yang dapat mengelola data-data barang, data pemasok, penjualan pemasukan, kas keluar, kas masuk, dan laporan penjualan, pembelian dan laporan keuangan agar memudahkan dalam mengelola data BUMDes. Aplikasi ini dibangun dengan metode Waterfall dan pengumpulan data menggunakan penelitian lapangan meliputi observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Aplikasi informasi keuangan ini dibangun dengan menggunakan PHP dan JavaScript serta database yang digunakan sebagai penyimpan data adalah MySQL. Hasil dari penelitian ini adalah menghasilkan informasi pengelolaan keuangan BUMDes di desa Sitolu'ewali Nias Barat.Kata kunci: BUMDes, Aplikasi, Sistem Informasi, WaterfallAbstract: The increasingly rapid development of technology has various impacts on life, including facilitating communication, productivity, and searching for information. In the current era, various areas of life have been integrated with the use of technology, apart from being able to support existing operational efficiency, technology can also become a competitive advantage. BUMDes Sitolu'ewali Village, West Nias is an institution built to improve the quality of the village economy. The system used in data management is still very manual with a ledger recording method so it is less efficient. This research aims to build an information application that can manage goods data, supplier data, sales income, cash out, cash in, sales reports, purchases, and financial reports to make it easier to manage BUMDes data. This application was built using the Waterfall method and data collection used field research including observation, interviews, and document review. This financial information application was built using PHP and JavaScript and the database used as data storage is MySQL. The result of this research is to produce information on BUMDes financial management in Sitolu'ewali village, West Nias.Keywords: BUMDes, Aplikasi,Sistem Informasi, Waterfal
Smart City Planning To Create Good And Clean Government In Ternate City
Abstract: In the journey towards a Smart City, efforts to make it a bridge that connects people's expectations of appropriate, effective, and efficient government services by utilizing Information and Communication Technology (ICT) is of the essence. The Smart Governance concept is the main key, where the Ternate City Government as executor of government duties is expected to be able to provide quality services following Standard Operating Procedures (SOP) and the principles of law, humanity, justice, democracy, participation, transparency, accountability, and commitment to the welfare of its citizens. To realize the Smart City vision in Ternate, there needs to be a mutual understanding regarding the true Smart City paradigm. "In addition to supporting regulations, good cooperation between various parties who are committed to implementing Smart City as a form of public service to the community is very important.Keywords: Smart City, Planning, Governmen
Analisis User Interface (UI) pada BRIMO (BRI Mobile) menggunakan Pendekatan Metode Pengembangan System Usability Scale (SUS)
Abstrak: BRImo memiliki berbagai fitur dalam aplikasi keuangan digital. Tujuan adanya BRImo untuk memudahkan pengguna melakukan transaksi tanpa ke kantor BRI. Salah satu kelebihan BRI mobile yaitu pengguna dapat bertransaksi untuk menggambil uang tanpa memakai kartu ATM akan tetapi, menggunakan aplikasi BRI mobile yang terdapat di smartphone masing – masing pengguna. Kenyataannya BRImo sering mengalami error berdasarkan ulasan pada Google Playstore dimana memiliki rating 4,5 dari 5. Selain rating, user juga memberikan banyak ulasan negatif dibandingkan ulasan positif. Dengan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kualitas tampilan User Interface dari aplikasi BRImo menggunakan pendekatan metode pengembangan System Usability Scale yang melibatkan 30 responden dari kalangan masyarakat umum yang menggunakan BRImo. Berdasarkan kuesioner yang telah disebarkan, aplikasi BRImo memperoleh skor SUS diatas rata – rata yaitu 69.83 artinya apabila di interpretasi melalui 4 sudut pandang, BRImo ada pada grade D, secara adjective tergolong “OK”, acceptability tergolong “Marginal High”, dan secara NPS bersikap passive.Kata kunci: Analisis, BRI Mobile, User Interface, System Usability Scale (SUS)Abstract: BRImo features various functionalities within its digital financial application. The purpose of BRImo is to facilitate users in conducting transactions without visiting BRI branches. One of the advantages of BRI mobile is that users can withdraw money without using an ATM card; instead, they can utilize the BRI mobile application on their respective smartphones. However, BRImo often experiences errors as indicated by reviews on Google Play store, where it has a rating of 4.5 out of 5. In addition to the rating, users also provide more negative reviews compared to positive ones. With these issues in mind, the objective of this research is to assess the User Interface quality of the BRImo application using the System Usability Scale method, involving 30 respondents from the general public who use BRImo. Based on the distributed questionnaires, the BRImo application obtained a SUS score above average, specifically 69.83, which implies that when interpreted from four perspectives, BRImo falls into the "OK" category, with acceptability being "Marginal High," and in terms of NPS, it exhibits a passive stance.Keywords: Analysis, BRI Mobile, User Interface, System Usability Scale (SUS)
Prediksi Jumlah Wisatawan Mancanegara Ke Sumatera Utara Berdasarkan Pintu Masuk Utama Menggunakan Algoritma Backpropagation Neural Network
Abstrak: Sumatera Utara merupakan provinsi yang populer untuk wisatawan mancanegara karena banyak potensi wisata yang menarik, seperti Danau Toba, Brastagi, Bukit Lawang, dan Kota Medan Sendiri. Berdasarkan data yang bersumber dari BPS terdapat peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Utara pada tahun 2021-2022 sebesar 99,6%. Memprediksi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Utara penting dilaksanakan agar perencanaan dan pengembangan pariwisata internasional dapat dikembangan secara optimal. Pada penelitian ini, dilakukan prediksi jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sumatera Utara menggunakan algoritma Backpropagation Neural Network. Dataset yang digunakan dalam penelitian ini ialah data tahun 2016 hingga 2023, dengan variabel yang digunakan meliputi Kurs, Nilai Inflasi, dan suku bunga. Adapun tahapan penelitian ini dimulai dari input data, normalisasi data, training data , testing data dan prediksi untuk tahun 2024. Dilakukan beberapa pengujian training data dengan berbagai learning rate dan epoch untuk menentukan model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang baik diperoleh pada learning rate 0.0001 dan epoch 200. Evaluasi model dilakukan menggunakan Mean Squared Error (MSE) sebagai metrik evaluasi. Model terbaik menunjukkan nilai MSE sebesar 4.4551.Penelitian ini memberikan wawasan mengenai penggunaan algoritma Backpropagation Neural Network dalam memprediksi jumlah wisatawan mancanegara serta memberikan panduan untuk pengambilan keputusan dalam sektor pariwisata di Sumatera Utara.Kata kunci: Wisatawan Mancanegara, Backpropagation Neural Network, Sumatera UtaraAbstract: North Sumatra is a popular province among foreign tourists because it has many interesting attractions such as Lake Toba, Brastagi, Bukit Lawang, and Medan City. According to BPS, the number of foreign tourists in North Sumatra will increase by 99.6% in 2021-2022. Forecasting the number of foreign tourists visiting North Sumatra is important for planning and developing international tourism for its optimal development. This study made predictions about the number of foreign tourists visiting North Sumatra using a Backpropagation Neural Network algorithm. This work uses material from the years 2016-2023, whose variables are for example exchange rates, inflation and interest rates. The stages of this research start from data entry, data normalization, training data, data testing, and forecasting until 2024. To determine the best model, several experiments were conducted with training data with different learning rates and periods. Research results showed a good model was obtained with learning rate 0.0001 and an epoch 200. Model evaluation was performed using the evaluation metric MSE (Mean Squared Error). The MSE of the best model is 4.4551. This study provides an overview of the use of the Backpropagation Neural Network algorithm in forecasting the number of foreign tourists and provides decision-making guidelines for the North Sumatra tourism industry.Keywords: International tourists, Backpropagation Neural Network, North Sumater
Storage Of Documents For The Process Of Educators By Utilizing Digital Media (Khairun University Case Study)
Abstract: In an agency, document (archive) management is a very crucial aspect in supporting various work activities. The success of this management depends on the ability to organize and store documents efficiently. By carrying out good management and storage, employees can easily find copies of original documents needed to support various work activities. The types of documents that are generally managed in companies or agencies include recordings, writing, and various other media. The scope of the research begins with the aim of exploring and analyzing the impact of using digital media so that it can create a digital-based document repository. The approach applied in this research is the prototype development method, a systematic approach to achieve innovation and development. The current system shows that the process of proposing documents for promotion to staff at UNKHAIR is still done manually, that is, all files are collected in hardcopy to the faculty and then verified and submitted to the personnel department for an assessment process by the personnel department. This proposed system is designed to overcome problems that arise from the current system, which has been created by researchers. a digital storage medium to make existing staff easier so that all files can be uploaded whenever and wherever they are and minimize loss or scattered files. The results of this research utilize Google Drive and QR Code which is the right solution to overcome the problem of storing digital archives that are less organized and difficult. accessed, Google Drive can be used to improve archive management skills.Kata kunci: Google Drive, Tendik, Archive storage, Prototype, QR Cod
Bisnis Proses Pelayanan Laboratorium Institut Teknologi Padang
Abstrak: Proses layanan pada divisi laboratorium di Institut Teknologi Padang masih dilaksanakan secara konvensional dengan melakukan pencatatan. Pencatatan menimbulkan masalah bagi unit terkait yang ingin menggunakan layanan terutama pada kondisi tumpang tindihnya data peminjaman. Selain itu, terjadi masalah lama waktu pelayanan yang diberikan pada pengguna. Berdasarkan kondisi tersebut maka dilakukan proses analisa terhadap waktu pelayanan pada proses bisnis yang berjalan dengan membandingkan estimasi waktu pada bisnis yang berjalan dengan waktu pada perkiraan untuk kegiatan berikutnya. Analisa terhadap waktu pelayanan dilakukan agar perangkat lunak yang dirancang dapat memberikan pelayanan yang lebih efektif. Estimasi dan pemodelan menggunakan Business Process Model (BPM) dalam menggambarkan proses yang berjalan. Perangkat lunak yang digunakan adalah Bizagi Modeler. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa proses bisnis yang berjalan dapat diperbaharui dengan model proses bisnis yang baru dengan estimasi waktu pelayanan yang lebih cepat, dengan notasi yang digunakan Business Process Model and Notation (BPMN). BPMN yang telah dirancang dapat digunakan untuk membantu membangun perangkat lunak yang membanti efektifitas waktu pelayanan pada divisi laboratorium.Kata kunci: BPM, layanan, laboratorium, waktuAbstract:The service process in the laboratory division at the Padang Institute of Technology is still carried out conventionally by keeping records. Recording creates problems for related units wanting to use the service, especially when loan data overlaps. Apart from that, there is a problem with the long service time provided to users. Based on these conditions, an analysis process is carried out on service time for ongoing business processes by comparing the estimated time for the ongoing business with the estimated time for the next activity. Analysis of service time is carried out so that the software designed can provide more effective service. Estimation and modeling use the Business Process Model (BPM) to describe the running process. The software used is the Bizagi Modeler. Based on research that has been carried out, it was found that current business processes can be updated with new business process models with faster-estimated service times, with the notation used by Business Process Model and Notation (BPMN). The BPMN that has been designed can help build software that allows for effective service time in the laboratory division.Keywords: BPM, service, lab, tim
Sistem Pendukung Keputusan Rekomendasi Pemilihan Lahan Tanaman Porang Menggunakan Metode TOPSIS Berbasis Website
Abstrak: Sistem pendukung keputusan (SPK) merupakan suatu sistem informasi yang dirancang untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi yang kompleks dan tidak sepenuhnya terstruktur. Tanaman porang telah mengalami peningkatan permintaan di pasar ekspor karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, penelitian mengenai pemilihan lahan optimal untuk budidaya porang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sebuah SPK untuk menentukan lahan paling sesuai bagi budidaya porang dengan memanfaatkan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Proses pengambilan keputusan menggunakan metode TOPSIS melalui beberapa tahapan, antara lain penentuan bobot kriteria, normalisasi matriks keputusan, identifikasi solusi ideal positif dan negatif, perhitungan jarak setiap alternatif terhadap solusi ideal, serta perankingan alternatif. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan Dinas Pertanian Kabupaten Kudus serta petani porang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan di Kecamatan Gebog merupakan alternatif terbaik untuk budidaya porang berdasarkan perhitungan TOPSIS dengan nilai preferensi sebesar 0,882. Pengujian sistem menggunakan metode blackbox testing menunjukkan bahwa SPK yang dikembangkan berfungsi dengan baik dan mampu memberikan rekomendasi yang akurat, serta dapat menjadi alat bantu yang efektif bagi para petani dalam memilih lahan yang paling sesuai untuk budidaya porang.Kata kunci: Sistem Pendukung Keputusan, TOPSIS, Tanaman PorangAbstract: A Decision Support System (DSS) is an information system designed to support decision-making in complex and unstructured situations. Amorphophallus oncophyllus (porang) has seen an increase in demand in the export market due to its numerous health benefits. However, research on selecting optimal land for porang cultivation remains limited. This study aims to develop a DSS to determine the most suitable land for porang cultivation using the Technique for Order Preference by Similarity to the Ideal Solution (TOPSIS). The TOPSIS method's decision-making process involves several stages, including determining criteria weights, normalizing the decision matrix, identifying positive and negative ideal solutions, calculating the distance of each alternative from the ideal solutions, and ranking the other options. Research methods employed include literature review, field observation, and interviews with the Kudus District Agriculture Department and Porang farmers. The results show that the land in Gebog District is the best alternative for porang cultivation based on TOPSIS calculations with a preference value of 0.882. Blackbox testing of the system demonstrates that the developed DSS functions well and can provide accurate recommendations, serving as an effective tool for farmers in selecting the most suitable land for porang cultivation.Keywords: Amorphophallus oncophyllus, Decision Support System, TOPSI