Jurnal Ilmiah ILKOMINFO - Ilmu Komputer & Informatika
Not a member yet
    122 research outputs found

    Perancangan Sistem Pemesanan Katering Berbasis Web Pada UD Berkah Jaya Katering

    Full text link
    Abstrak: Permintaan pengembangan sistem pada bisnis katering meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan layanan katering untuk kebutuhan berbagai acara. Proses pemasaran manual yang dirasakan tidak efisien membutuhkan solusi yang lebih terstruktur. Penelitian ini menggunakan metode analisis kebutuhan melalui observasi dan studi pustaka serta pengembangan sistem dengan model waterfall. Tahap pengembangan meliputi Analisis dan Definisi Persyaratan, Perancangan Sistem dan Perangkat Lunak dengan UML, Implementasi menggunakan bahasa pemrograman PHP, dan Pengujian Unit. Hasil penelitian ini adalah prototipe sistem informasi pemesanan katering dengan fitur antarmuka pengguna, sistem pencarian menu, integrasi pembayaran online, manajemen inventaris makanan, dan laporan analisis data. Sistem ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan serta pengalaman pelanggan dalam industri katering.Kata kunci: Sistem informasi, Desain Sistem, Perancangan Sistem Informasi Pemesanan Katering Berbasis WebAbstract: The demand for system development in the catering business increased along with the increasing demand for catering services for the needs of various events. The perceived inefficient manual marketing process requires a more structured solution. This research uses a method of analyzing needs through observation and literature study and system development with a waterfall model. The development stages include Requirements Analysis and Definition, System and Software Design with UML, Implementation using PHP programming language, and Unit Testing. The result of this research is a prototype catering ordering information system with user interface features, menu search system, online payment integration, food inventory management, and data analysis reports. This system is expected to improve efficiency and quality of service and customer experience in the catering industry.Keywords: Information System, Information System Design, Web-based catering ordering Information Syste

    Virtual Reality Design For Introduction To Ternate City Culture

    Full text link
    Abstract: Culture is a priceless heritage that reflects the identity, values, and history of a community. Ternate City, as one of the historic cities in Eastern Indonesia, boasts an abundant cultural heritage, including customs, traditional arts, and sites dating back to the Ternate Sultanate. One important cultural site is Kalamata Fort, which preserves local historical and cultural values. However, the influence of globalization and the lack of innovative media for promoting culture have led to a low level of public understanding and appreciation of this cultural heritage, especially among the younger generation.This research aims to design a virtual reality (VR)-based learning medium that visually and interactively displays the Kalamata Fort tourist attraction as an educational tool for cultural awareness. VR technology was chosen for its ability to provide an engaging, immersive experience, allowing users to explore the fort's environment and understand its historical values. The research method included collecting cultural data through observation, interviews, literature review, and documentation, which was then processed into a 3D model and integrated into the VR platform. The design results indicate that VR can be an effective medium for increasing public interest, understanding, and pride in local culture. With this approach, it is hoped that Kalamata Fort will not only be known as a historical site, but also as a technology-based educational facility that strengthens the cultural identity of Ternate City.Keywords: Virtual Reality, Local Culture, Kalamata Fort, Ternate City, Educational Media

    Prediksi Jumlah Kebutuhan Pemakaian Air Menggunakan Metode Fuzzy Time Series Pada Perumda Aceh Utara

    Full text link
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem peramalan yang akurat dan efektif menggunakan metode Fuzzy Time Series (FTS) untuk memprediksi kebutuhan konsumsi air pada Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDA) Tirta Pase Aceh Utara. Sistem peramalan ini dibangun dengan memanfaatkan data historis distribusi dan produksi air bersih yang diperoleh dari pihak PERUMDA selama periode 2023 hingga 2024. Dalam pengembangan sistem, digunakan pendekatan model Unified Modeling Language (UML) untuk merancang tahapan pengembangan sistem, dimulai dari pembuatan Use Case Diagram, Sequence Diagram, hingga Activity Diagram. Model-model ini digunakan untuk menggambarkan proses sistem, interaksi pengguna, serta alur data yang mendukung pengolahan informasi dalam sistem peramalan. Metode FTS dipilih karena kemampuannya dalam menangani data deret waktu yang mengandung ketidakpastian, serta kesederhanaannya dalam pengolahan data tanpa memerlukan proses pelatihan yang kompleks. Sistem yang dikembangkan bertujuan untuk memberikan prediksi yang lebih akurat terkait kebutuhan air bersih, sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam pengelolaan distribusi air yang lebih efisien. Implementasi sistem ini berhasil memberikan hasil yang dapat diandalkan dalam memprediksi kebutuhan konsumsi air secara lebih tepat waktu. Dengan keberhasilan penerapan sistem ini, PERUMDA Tirta Pase Aceh Utara kini dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam merencanakan dan mengelola pasokan air, serta memastikan ketersediaan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut. Sistem ini juga dapat diadaptasi dan diterapkan pada wilayah lain yang menghadapi permasalahan serupa dalam pengelolaan distribusi air bersih.Kata kunci: Fuzzy Time Series, Prediksi Kebutuhan Air, Distribusi Air, PERUMDA, UMLAbstract: This study aims to develop an accurate and effective forecasting system using the Fuzzy Time Series (FTS) method to predict water consumption needs at the Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDA) Tirta Pase Aceh Utara. The forecasting system is built by utilizing historical data on water distribution and production obtained from PERUMDA for the period from 2023 to 2024. In the system development process, a Unified Modeling Language (UML) approach is used to design the stages of system development, starting with the creation of Use Case Diagrams, Sequence Diagrams, and Activity Diagrams. These models are used to represent system processes, user interactions, and data flows that support the information processing in the forecasting system. The FTS method was chosen for its ability to handle time-series data containing uncertainty, as well as its simplicity in data processing without requiring complex training processes. The developed system aims to provide more accurate predictions regarding clean water needs, thus serving as a tool for more efficient water distribution management. The implementation of this system has successfully provided reliable results in predicting water consumption needs in a more timely manner. With the successful application of this system, PERUMDA Tirta Pase Aceh Utara can now make better decisions in planning and managing water supply, ensuring sufficient water availability to meet the needs of the community in the region. This system can also be adapted and applied to other areas facing similar challenges in clean water distribution management..Keywords: Fuzzy Time Series, PERUMDA, Water Demand Prediction, Water Distribution, UM

    Integrasi Teknologi Kuantum dan fiber Optik untuk Meningkatkan Keamanan dan Efisiensi Jaringan Masa Depan

    Full text link
    Abstrak: Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat menuntut sistem jaringan yang lebih cepat, lebih andal, dan aman. Jaringan tradisional berbasis tembaga tidak lagi memadai, yang mengarah pada adopsi serat optik secara luas untuk transmisi berkecepatan tinggi dan latensi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evolusi jaringan masa depan, dengan fokus pada transisi dari serat optik ke potensi komunikasi kuantum. Dengan menggunakan tinjauan literatur kualitatif dan simulasi terbatas, penelitian ini mengeksplorasi kekuatan dan keterbatasan kedua teknologi tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa serat optik tetap lebih unggul dalam hal stabilitas dan jangkauan, sementara komunikasi kuantum-melalui prinsip-prinsip seperti keterikatan dan Quantum Key Distribution (QKD)-menawarkan keamanan yang tak tertandingi. Integrasi kedua sistem ini muncul sebagai model hibrida yang menjanjikan. Kesimpulannya, fiber akan terus berfungsi sebagai tulang punggung dalam waktu dekat, tetapi jaringan kuantum siap untuk mendefinisikan kembali konektivitas masa depan dengan keamanan dan kemampuan beradaptasi yang ditingkatkan.Kata kunci: Quantum, Fiber, Masa Depan, Konektivitas, InovasiAbstract: The rapid advancement of communication technology demands faster, more reliable, and secure network systems. Traditional copper-based networks are no longer sufficient, leading to the widespread adoption of optical fiber for its high-speed and low-latency transmission. This study aims to analyze the evolution of future networks, focusing on the transition from fiber optics to the potential of quantum communication. Using qualitative literature review and limited simulation, the research explores the strengths and limitations of both technologies. Results show that fiber optics remains superior in stability and coverage, while quantum communication—through principles like entanglement and Quantum Key Distribution (QKD)—offers unmatched security. The integration of both systems emerges as a promising hybrid model. In conclusion, fiber will continue to serve as a backbone in the near term, but quantum networks are poised to redefine future connectivity with enhanced security and adaptability.Keywords: Quantum, Fiber, Future, Connectivity, Innovatio

    Penerapan Aplikasi Bimbingan Skripsi Berbasis Android Pada Jurusan Ilmu Komputer Universitas Al Washliyah Labuhanbatu

    Full text link
    Abstrak: Proses bimbingan skripsi merupakan salah satu tahapan penting dalam penyelesaian studi mahasiswa, namun sering mengalami kendala dalam hal efektivitas komunikasi, kesulitan penjadwalan, dan kurangnya dokumentasi yang terstruktur antara mahasiswa dan dosen pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan mengimplementasikan aplikasi bimbingan skripsi berbasis Android yang dapat memfasilitasi komunikasi, pengajuan jadwal bimbingan, serta pencatatan hasil bimbingan secara digital agar mempermudah bimbingan skripsi antara mahasiswa dan dosen di Jurusan Ilmu Komputer Universitas Al Washliyah Labuhanbatu. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pengembangan sistem yang digunakan adalah model Waterfall yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Tidak terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara mahasiswa dan dosen terhadap aplikasi ini. Hasil uji statistik Mann-Whitney U menunjukkan seluruh nilai p > 0.05, yang mengindikasikan bahwa aplikasi diterima secara merata oleh seluruh pihak yang terlibat dalam proses bimbingan. Aplikasi bimbingan skripsi berbasis Android efektif meningkatkan efisiensi dan kualitas komunikasi antara dosen dan mahasiswa. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata kepuasan pengguna yang tinggi, baik dari sisi mahasiswa maupun dosen, pada aspek kemudahan penggunaan, fungsionalitas, tampilan UI/UX, dan notifikasi real-time.Kata kunci: Aplikasi Android, Bimbingan Skripsi, Waterfall, Komunikasi Akademik, Sistem InformasiAbstract: Student studies but often experiences obstacles in terms of communication effectiveness, scheduling difficulties, and lack of structured documentation between students and supervisors. This study aims to implement and implement an Android-based thesis guidance application that can facilitate communication, submission of guidance schedules, and recording of guidance results digitally to facilitate thesis guidance between students and lecturers in the Computer Science Department, Al Washliyah University, Labuhanbatu. The method used is qualitative with the development of the system used is the Waterfall model which includes needs analysis, system design, implementation, testing, and maintenance. There is no significant difference in perception between students and lecturers regarding this application. The results of the Mann-Whitney U statistical test show all p values > 0.05, which indicates that the application is evenly accepted by all parties involved in the guidance process. The Android-based thesis guidance application effectively improves the efficiency and quality of communication between lecturers and students. This is indicated by the high average value of user satisfaction, both from the students' and lecturers' perspectives, in terms of ease of use, functionality, UI/UX appearance, and real-time notifications. Keywords: Android Application, Thesis Guidance, Waterfall, Academic Communication, Information SystemKeywords: Android Application, Thesis Guidance, Waterfall, Academic Communication, InformationSystem

    Audit Sistem Informasi SILTrack (Tracking Vehicle) Pada PT. Seino Indomobil Logistics Menggunakan Cobit 2019

    Full text link
     Abstrak: Aplikasi SILTrack yang digunakan oleh PT Seino Indomobil Logistics berperan penting dalam memantau armada kendaraan secara digital. Namun, sejauh ini sistem tersebut belum pernah dievaluasi secara menyeluruh untuk mengetahui apakah benar-benar selaras dengan kebutuhan bisnis dan mendukung operasional secara efektif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kerangka kerja COBIT 2019, yang berfokus pada delapan subdomain utama: EDM01, EDM03, APO09, APO12, APO13, DSS05, DSS06, dan MEA03. Melalui kuesioner yang diisi oleh 35 responden, diketahui bahwa tingkat kematangan sistem informasi berada pada angka rata-rata 2,8, yang berarti sistem ini sudah berada di tahap “terdefinisi” (Level 3). Namun, karena standar ideal yang ditetapkan adalah Level 4, masih ada gap sebesar 1,2 yang perlu ditangani. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun sistem SILTrack sudah berjalan cukup baik dan mengikuti standar proses yang ada, masih diperlukan perbaikan, terutama dalam hal layanan TI dan kepatuhan terhadap regulasi eksternal. Rekomendasi perbaikan pun dirancang agar sistem yang ada dapat terus ditingkatkan demi mendukung tujuan perusahaan secara lebih efisien dan optimalKata kunci: Audit Sistem Informasi, COBIT 2019, SILTrack, Tingkat Kematangan, Tata Kelola TIAbstract: The SILTrack application used by PT Seino Indomobil Logistics plays a vital role in digitally monitoring the company’s vehicle fleet. However, the system has never undergone a thorough evaluation to determine whether it truly aligns with the company’s business needs and supports operational effectiveness. This study applies the COBIT 2019 framework, focusing on eight key subdomains: EDM01, EDM03, APO09, APO12, APO13, DSS05, DSS06, and MEA03. Based on questionnaires completed by 35 respondents, the system’s average maturity level was found to be 2.8, which corresponds to Level 3 (Defined Process). Since the target maturity level is 4, this indicates a gap of 1.2 that still needs to be addressed. The findings suggest that while the SILTrack system generally adheres to operational standards and is well-defined, there is still room for improvement—particularly in IT service management and compliance with external regulations. Recommendations have been developed to enhance IT governance quality and help the company operate more efficiently and effectively in line with its strategic goals.Keywords: Information Systems Audit, COBIT 2019, SILTrack, Maturity Level, IT Governance

    Implementasi Computer Vision Untuk Pengendalian Lampu LED Secara Otomatis Berdasarkan Pengenalan Gestur

    Full text link
    Abstrak: Perkembangan teknologi Computer Vision telah memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai bidang, termasuk dalam sistem kendali perangkat elektronik berbasis gestur. Penelitian ini mengembangkan sistem pengendalian lampu LED secara otomatis menggunakan teknologi Computer Vision untuk mengenali gestur tangan pengguna. Sistem ini memanfaatkan MediaPipe Hands dan OpenCV untuk mendeteksi serta mengklasifikasikan jumlah jari yang diangkat sebagai input, yang kemudian diterjemahkan menjadi perintah untuk menyalakan atau mematikan LED melalui mikrokontroler. Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi akurasi deteksi gestur serta responsivitas sistem dalam berbagai kondisi pencahayaan dan sudut pengambilan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini mampu mengenali gestur tangan dengan tingkat akurasi yang tinggi dan merespons perintah pengguna secara real-time. Implementasi sistem ini menawarkan beberapa keunggulan utama, seperti interaksi tanpa sentuhan (touchless interaction), peningkatan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, serta efisiensi energi melalui pengendalian lampu yang lebih cerdas. Namun, beberapa tantangan yang dihadapi meliputi ketergantungan pada kondisi pencahayaan dan posisi tangan dalam jangkauan kamera. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan Computer Vision dalam sistem kendali berbasis gestur dapat menjadi solusi inovatif dalam smart home automation dan interaksi manusia-komputer yang lebih intuitif.Kata kunci: Computer Vision, Hand Tracking, Pengendalian Lampu LEDAbstract: The advancement of Computer Vision technology has significantly contributed to various fields, including electronic device control systems based on gesture recognition. This study develops an automatic LED control system using Computer Vision technology to recognize user hand gestures. The system utilizes MediaPipe Hands and OpenCV to detect and classify the number of raised fingers as input, which is then translated into commands to turn the LEDs on or off via a microcontroller. Testing was conducted to evaluate the accuracy of gesture detection and the system’s responsiveness under various lighting conditions and camera angles. The results demonstrate that the system can recognize hand gestures with high accuracy and respond to user commands in real-time. The implementation of this system offers several key advantages, such as touchless interaction, improved accessibility for individuals with disabilities, and energy efficiency through smarter lighting control. However, some challenges include dependency on lighting conditions and the positioning of the hand within the camera’s field of view. Overall, this study proves that the application of Computer Vision in gesture-based control systems can be an innovative solution for smart home automation and more intuitive human-computer interactions.Keywords: Computer Vision, Hand Tracking, LED Control Syste

    Klasifikasi Biner Bipolar Pada Data Kusioner Pelamar Asisten Laboratorium Menggunakan Model Hebbian Dan Perceptron

    Full text link
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model Hebbian dan Perceptron untuk klasifikasi data kuesioner pelamar Asisten Laboratorium yang dikonversi ke format biner dan bipolar. Data kuesioner mengukur ketertarikan dan pengetahuan pelamar terkait bidang ilmu komputer guna menganalisis efektivitas, kecepatan, dan akurasi masing-masing model. Hasil implementasi menunjukkan bahwa model Hebbian dengan input biner tidak mengenali pola hingga epoch ke-10, sedangkan dengan input bipolar berhasil pada epoch ke-2. Model Perceptron dengan input biner mengenali pola pada epoch ke-2, sementara dengan input bipolar pada epoch ke-3. Kedua model dilatih dengan bobot dan bias awal = 0, serta parameter Perceptron berupa threshold (θ) = 0.5 dan learning rate (η) = 0.1. Dari empat pelamar, dua berminat mendaftar. Data dianalisis menggunakan model Hebbian dan Perceptron untuk mengevaluasi ketepatan, kecepatan, akurasi, serta efektivitas. Hasilnya, model Perceptron lebih direkomendasikan karena fleksibel dan mampu bekerja dengan format biner serta bipolar. Temuan ini memberikan wawasan dalam memilih model klasifikasi yang tepat untuk seleksi pelamar Asisten Laboratorium.Kata kunci: Klasifikasi, Hebbian, Perceptron, Biner - BipolarAbstract: This research aims to implement the Hebbian and Perceptron models for the classification of Laboratory Assistant applicant questionnaire data converted to binary and bipolar formats. The questionnaire data measures the applicant's interest and knowledge related to the field of computer science to analyze the effectiveness, speed, and accuracy of each model. The implementation results show that the Hebbian model with binary input does not recognize patterns until the 10th epoch, while with bipolar input it succeeds at the 2nd epoch. The Perceptron model with binary input recognized the pattern at the 2nd epoch, while with bipolar input at the 3rd epoch. Both models were trained with initial weight and bias = 0, and Perceptron parameters of threshold (θ) = 0.5 and learning rate (η) = 0.1. Of the four applicants, two were interested in applying. The data was analyzed using Hebbian and Perceptron models to evaluate precision, speed, accuracy, and effectiveness. As a result, the Perceptron model is more recommended as it is flexible and able to work with binary as well as bipolar formats. The findings provide insights in choosing the right classification model for Laboratory Assistant applicant selection.Keywords: Classification, Hebbian, Perceptron, Binary - Bipola

    Sistem Pakar Diagnosa Penyakit TBC Menggunakan Algoritma Forward Chaining dan Certainty Factor Berbasis Android di Puskesmas Kedaung Barat

    Full text link
    Abstrak: Tuberkulosis (TBC) termasuk dalam kategori penyakit menular dan hingga sekarang masih menjadi tantangan besar dalam sektor kesehatan di Indonesia. Proses diagnosa dini sangat penting untuk mencegah penyebaran dan mempercepat penanganannya. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sistem pakar berbasis Android, yang dapat digunakan oleh pengguna untuk mendiagnosis penyakit TBC secara mandiri. Aplikasi dibuat menggunakan Flutter, sebuah framework UI lintas platform yang dikembangkan oleh Google dan bahasa pemrograman Dart untuk mendukung pengembangan aplikasi Android. Sistem ini menerapkan metode Forward Chaining untuk menelusuri gejala yang dimasukkan oleh pengguna, serta Certainty Factor untuk menghitung tingkat kepastian hasil diagnosis berdasarkan gejala yang dialami. Pengujian dilakukan terhadap 25 responden dengan membandingkan hasil sistem dan diagnosis tenaga medis. Tingkat akurasi yang diperoleh melalui pengujian menggunakan metode Confusion Matrix mencapai 84% dengan tampilan antarmuka yang memudahkan pengguna untuk mendapatkan indikasi awal TBC serta solusi tindak lanjut, sehingga mendorong pengguna untuk segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.Kata kunci: Sistem Pakar, Tuberkulosis, Forward Chaining, Certainty Factor, AndroidAbstract: Tuberculosis (TB) is classified as a contagious disease and remains a significant challenge in the health sector in Indonesia to this day. Early diagnosis is crucial to prevent its spread and accelerate treatment. This study aims to develop an Android-based expert system that allows users to diagnose TB independently. The application was developed using Flutter, a cross-platform UI framework developed by Google, and the Dart programming language to support Android application development. The system employs the Forward Chaining method to trace symptoms input by users and the Certainty Factor method to calculate the confidence level of the diagnosis based on the experienced symptoms. Testing was conducted on 25 respondents by comparing the system’s results with diagnoses made by medical professionals. The accuracy rate obtained from testing using the Confusion Matrix method reached 84%, with a user-friendly interface designed to provide initial indications of TB and recommended follow-up actions, encouraging users to seek medical examinations promptly..Keywords: Expert System, Tuberculosis, Forward Chaining, Certainty Factor, Android

    Sistem Monitoring Kerusakan Jalan Di Kota Bandung Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kota Bandung)

    Full text link
    Abstrak: Jalan merupakan elemen penting dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi suatu daerah. Di Kota Bandung, kerusakan jalan menjadi masalah yang mengganggu mobilitas dan kenyamanan pengguna jalan. Penyebab utama kerusakan antara lain beban kendaraan berlebih, cuaca ekstrem, dan kurangnya pemeliharaan. Kurangnya sistem informasi yang terintegrasi mengenai kondisi jalan menghambat proses identifikasi dan penanganan kerusakan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis web untuk memetakan kerusakan jalan di Kota Bandung. Sistem ini memungkinkan masyarakat melaporkan kerusakan, serta meningkatkan transparansi dalam pengelolaan infrastruktur. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, studi literatur, dan pendekatan Extreme Programming (XP). Aplikasi dikembangkan menggunakan framework CodeIgniter dan Leaflet.js untuk visualisasi peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ini dapat mengelola data kerusakan jalan lebih efisien, menampilkan peta interaktif berbasis GIS, dan memungkinkan pelaporan kerusakan secara langsung. Sistem ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat oleh pemerintah dalam pemeliharaan jalan.Kata kunci: Sistem Informasi Geografis, Kerusakan Jalan, Leaflet.js, CodeIgniter, Extreme ProgrammingAbstract: Roads are essential elements in supporting the social and economic activities of a region. In Bandung City, road damage has become a problem that disrupts mobility and user convenience. The main causes of damage include excessive vehicle loads, extreme weather conditions, and lack of maintenance. The absence of an integrated information system on road conditions hampers the identification and handling process of damages. This study aims to develop a web-based Geographic Information System (GIS) to map road damage in Bandung City. The system enables the public to report damages and enhances transparency in infrastructure management. The research methods used include field observations, interviews, literature studies, and the Extreme Programming (XP) approach. The application is developed using the CodeIgniter framework and Leaflet.js for map visualization. The research results show that this application can efficiently manage road damage data, display an interactive GIS-based map, and facilitate direct damage reporting. This system is expected to support faster and more accurate decision-making by the government in road maintenance.Keywords: Geographic Information System, Road Damage, Leaflet.js, CodeIgniter, Extreme Programmin

    121

    full texts

    122

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah ILKOMINFO - Ilmu Komputer & Informatika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇