Jurnal Online Universitas Jambi
Not a member yet
    13172 research outputs found

    Evaluation of Anti-Corruption Values in Students: A Review from Character and Economic Perspectives

    No full text
    This study aims to evaluate the anti-corruption character of senior high school students through the perspective of character education and economics. The massive corruption phenomenon in Indonesia underlines the urgency of forming individuals with integrity from an early age. Although many prevention efforts have been carried out, comprehensive evaluation of the effectiveness of anti-corruption education in schools is still limited. This study focuses on two main pillars: how character education (including the values ​​of honesty, responsibility, and justice) and understanding of economic concepts (such as the impact of corruption on the economy and the importance of efficient resource allocation) shape students' anti-corruption attitudes and behaviors. The research method that will be used is quantitative descriptive with a survey approach. The research population is high school students in the Jambi region. The selection of the quantitative descriptive method is considered the most appropriate because it allows systematic data collection from a large number of respondents to describe the characteristics of the phenomenon being studied. Data will be collected through a structured questionnaire that measures the level of students' understanding of anti-corruption values, their attitudes toward acts of corruption, and their perceptions of the economic impact of corruption. This questionnaire will use a Likert scale to measure the level of respondent agreement with the statements given. The collected data will be analyzed using descriptive statistics to describe the profile of students' anti-corruption character based on character and economic perspectives. The results of the study are expected to provide a clear picture of the level of anti-corruption character of high school students and strategic recommendations for the development of a more effective anti-corruption education curriculum in the future

    Analisis Keterampilan Teknik Menendang Bola pada Siswa Kelas V SD Negeri Karyawangi Bandung

    No full text
    Sepak bola merupakan salah satu olahraga dengan jumlah penggemar terbanyak di Indonesia, dan teknik menendang bola merupakan keterampilan dasar yang penting dalam permainan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan teknik menendang bola pada siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Karyawangi Bandung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan survei, di mana pengumpulan data dilakukan melalui tes langsung di lapangan. Penelitian ini melibatkan 28 siswa, terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada dalam kategori cukup dalam keterampilan menendang bola, dengan variasi hasil antara sangat baik, baik, dan kurang baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan keterampilan ini meliputi tingkat perkembangan fisik dan kognitif, pengalaman sebelumnya, latihan, serta dukungan dari guru atau pelatih. Selain itu, banyak siswa mengalami kesulitan dalam teknik menendang dengan kaki bagian luar, yang kemungkinan disebabkan oleh kurangnya koordinasi motorik atau minimnya latihan. Kesimpulannya, terdapat variasi keterampilan menendang bola di antara siswa, yang menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan teknik dasar sepak bola di tingkat sekolah dasar

    Evaluation of Internal Organization Aspects of the Final Four Teams in the Kurdistan Region Premier Football League

    No full text
    The research aimed to identify the level of internal organization (kinetic, social, and stability) among football players of the leading teams (Final Four) in the Kurdistan Region Premier League. The study aimed to identify the degree of difference in internal organization (kinetic, social, and stability) among the Final Four teams participating in the Kurdistan Region Premier League. Also, the study aimed to identify the variation in internal organization (kinetic, social, and stability) among the Final Four sports teams participating in the Kurdistan Region Premier League. According to the rank, the comparative descriptive method using the survey approach was employed. The research population consisted of the Premier League football clubs participating in the Kurdistan Region League, totaling 14 clubs, representing 350 players. The research sample was selected purposively, consisting of players from (Akre, Peshmerga Erbil, Sherwana, and Ranya), with a total of 100 players. This represents 28.57% of the original population. The pilot and reliability sample, consisting of 20 players, was excluded. Thus, the main sample size totaled 80 players. To achieve the research objectives, the Internal Organization Scale was utilized, covering its three dimensions: (social cohesion, kinetic cohesion, and team structure stability). In light of this, the following conclusions were reached: Most of the sports teams participating in the Final Four possess a good level of internal organization (kinetic, social, and stability). Players at higher athletic levels are characterized by a high degree of internal organization aspects (kinetic, social, and stability). The aspects of internal organization do not differ among the teams participating in the Final Four of the regional football leagues. As the team’s level increases in achieving advanced results, the aspects of internal organization correspondingly improve

    Professional Vision of Teachers and its Role in Developing the Characteristics of Inclusive Pedagogy During Sports Lessons in Middle Schools

    No full text
    Physical education teachers are exposed to many challenges and problems during the implementation of lessons, which appear in several forms, including those related to the educational curriculum as well as the plans and methods they use in the teaching process. Hence, the research aims to reveal the level of possession of physical education teachers in middle schools with a professional vision in their field of work from their point of view. Also, to reveal the level of possession of physical education lessons of inclusive pedagogy characteristics from the teachers' point of view. The researcher used the descriptive approach using the survey and correlation methods in the research procedures. The researcher defined the research community as physical education teachers in schools affiliated with the Nineveh Education Directorate. The number of individuals in this sample is 293. The researcher reached a set of results: Physical education teachers in middle schools affiliated with the Nineveh Education Directorate have professional visions about their teaching job that are characterized by being average in level from their point of view. Physical education lessons in middle schools affiliated with the Nineveh Education Directorate are characterized by a low level of comprehensiveness in education from the point of view of physical education teachers. They concluded that the professional vision of physical education teachers plays an acceptable role in developing the characteristics of inclusive pedagogy for physical education lessons, with the two variables being linked by an excellent moral relationship

    Status Indeks Massa Tubuh Dan Tekanan Darah Mahasiswa Pecinta Alam Mohuyula Gorontalo

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat badan dan tekanan darah pada anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Mohuyula. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dan analisis deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 107 orang, dengan sampel sebanyak 32 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi pengukuran berat badan dan tekanan darah menggunakan standar prosedur kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari responden dengan berat badan normal, sebanyak 16 orang memiliki tekanan darah normal dan 3 orang mengalami hipertensi. Sementara itu, dari responden dengan berat badan tidak normal, terdapat 5 orang dengan tekanan darah normal dan 8 orang mengalami hipertensi. Analisis statistik menggunakan uji chi square memperoleh nilai p sebesar 0,022, yang lebih kecil dari α 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara berat badan dan tekanan darah pada anggota Mapala Mohuyula. Temuan ini menunjukkan bahwa pengendalian berat badan melalui pola hidup sehat, aktivitas fisik, dan pola makan seimbang perlu diperhatikan oleh mahasiswa untuk mencegah risiko hipertensi sejak usia muda.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat badan dan tekanan darah pada anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Mohuyula. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dan analisis deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 107 orang, dengan sampel sebanyak 32 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi pengukuran berat badan dan tekanan darah menggunakan standar prosedur kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari responden dengan berat badan normal, sebanyak 16 orang memiliki tekanan darah normal dan 3 orang mengalami hipertensi. Sementara itu, dari responden dengan berat badan tidak normal, terdapat 5 orang dengan tekanan darah normal dan 8 orang mengalami hipertensi. Analisis statistik menggunakan uji chi square memperoleh nilai p sebesar 0,022, yang lebih kecil dari α 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara berat badan dan tekanan darah pada anggota Mapala Mohuyula. Temuan ini menunjukkan bahwa pengendalian berat badan melalui pola hidup sehat, aktivitas fisik, dan pola makan seimbang perlu diperhatikan oleh mahasiswa untuk mencegah risiko hipertensi sejak usia muda

    PENINGKATAN SELF-EFFICACY IBU HAMIL UNTUK MEMBERIKAN ASI PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAMBUNG KOTA BINJAI

    No full text
    Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan pemberian ASI yang diberikan kepada bayi mulai dari bayi baru lahir sampai bayi berusia 6 (enam) bulan. Bayi yang sedari lahir diberikan ASI eksklusif akan memiliki perkembangan kognitif yang sangat baik, untuk itu banyak program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan pemberian ASI Eksklusif di masyarakat. Kota Binjai merupakan salah satu kota di Sumatera Utara yang capaian ASI eksklusifnya masih rendah yakni 40 persen. Rambung merupakan salah satu kecamatan di Kota Binjai yang paling rendah capaian ASI eksklusifnya sebesar 12 persen. Salah satu faktor ketidakberhasilan dalam pemberian ASI yakni kurangnya kepercayaan diri ibu dalam memberikan ASI. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan self efficacy ibu hamil agar memberikan ASI eksklusif kepada bayi. Kegiatan dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Rambung Kecamatan Binjai Selatan pada bulan Mei 2024 melalui workshop dan praktik menyusui. Hasil menunjukkan ada peningkatan self efficacy ibu setelah diberikan edukasi dan praktik menyusui melalui instrument yang diberikan setelah kegiatan selesai. Self efficacy dapat ditingkatkan sejak awal kehamilan melalui kelompok komunitas menyusui. Puskesmas Rambung disarankan untuk memodifikasi bentuk edukasi yang lebih menarik agar mudah dipahami oleh ibu hamil, selain itu perlunya dibentuk komunitas menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Rambung sebagai sarana berbagi informasi untuk ibu hamil

    Implementasi Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Kota Jambi

    No full text
    The purpose of the study was to determine and analyze how the Prisoner Guidance Assessment System is regulated in the decree of the Director General of the Ministry of Law and Human Rights No. PAS-10.OT.02.02 of 2021 concerning the prisoner guidance assessment system and how it is implemented in the Class IIA Correctional Institution in Jambi City. This study uses an empirical legal method and the results of this study indicate that the Class IIA Prison in Jambi City, which is designated as a maximum security type prison, applies four guidance assessment variables, namely personality, independence, attitude, and mental condition, where in the regulations on the Revitalization of Correctional Services only three variables should be used for this type. This can happen because there was no data collection between inmates (WBP) sorted according to the level of risk of inmates (WBP), so that the Class IIA Prison in Jambi City implements the four guidance variables. In addition, several inhibiting factors were also found, such as excess capacity, limited facilities and infrastructure, and the number of officers that is not comparable to the number of inmates. Abstrak Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana yang di atur dalam keputusan direktur jendral KEMENKUMHAM No. PAS-10.OT.02.02 Tahun 2021 tentang sistem penilaian pembinaan narapidana dan bagaimana implementasinya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Lapas Kelas IIA Kota Jambi, yang ditetapkan sebagai lapas dengan tipe maximum security, menerapkan keempat variabel penilaian pembinaan, yaitu kepribadian, kemandirian, sikap, dan kondisi mental, yang mana pada peraturan tentang Revitalisai penyelenggaraan pemasyarakatan seharusnya tiga variabel saja yang digunakan untuk tipe ini. Hal ini dapat terjadi karena tidak ditemukan adanya pendataan antara warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang diurut berdasarkan tingkat resiko warga binaan pemasyarakatan (WBP), sehingga membuat Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Jambi menjalankan keempat variabel pembinaan. Selain itu, ditemukan juga beberapa faktor penghambat seperti kelebihan kapasitas, keterbatasan sarana prasarana, dan jumlah petugas yang tidak sebanding dengan jumlah narapidana.

    Problematika Pidana Peringatan Sebagai Pidana Ringan Bagi Anak Pelaku Tindak Pidana

    No full text
    This study aims to analyze the warning penalty applied in Indonesian courts. In this study, the author analyzes the judge's considerations in imposing penalties in decision Number 12 / Pid.Sus-Anak / 2023 / PN Sgn and decision Number 14 / Pid.Sus-Anak / 2022 / PN Bks. In this study, the researcher will discuss how the application of warning penalties in Indonesia, whether its implementation is good with the limitations of implementing regulations and guidelines for this warning penalty. This study uses a normative legal research method where this research is based on applicable laws and regulations that are relevant to the legal problems that are the focus of the study. The results of this study are that the judge's considerations between the two decisions have different results, where the decision should have the same decision. This is due to the absence of additional regulations or explanatory regulations from Article 72 of the Juvenile Criminal Justice System Law, so that law enforcers need implementing regulations so that warning penalties can be more optimally imposed on children in conflict with the law. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pidana peringatan yang diterapkan di pengadilan Indonesia. Dalam penelitian ini penulis menganalisis pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana pada putusan Nomor 12/Pid.Sus-Anak/2023/PN Sgn dan putusan Nomor 14/Pid.Sus-Anak/2022/PN Bks. Dalam penelitian ini peniliti akan membahas bagaimana penerapan pidana peringatan di Indonesia, apakah penerapannya sudah baik dengan keterbatasannya peraturan pelaksana maupun pedoman dari pidana peringatan ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dimana penelitian ini berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan relevan dengan permasalahan hukum yang menjadi fokus penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah pertimbangan hakim diantara kedua putusan memiliki hasil yang berbeda, dimana seharusnya dalam putusan tersebut bisa memilki putusan yang sama. Hal ini disebabkan dari tidak adanya peraturan tambahan atau peraturan penjelas dari Pasal 72 Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak, sehingga penegak hukum memerlukan peraturan pelaksana supaya pidana peringatan bisa lebih maksimal lagi untuk dijatuhkan ke anak yang berhadapan dengan hukum

    Kewenangan Bawaslu Kabupaten Sarolangun Dalam Pencegahan Pelanggaran Pemilu Pada Pemilu Legislatif Tahun 2024

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana kewenangan Bawaslu Kabupaten Sarolangun dalam mencegah terjadinya pelanggaran pemilu, khususnya pada pemilu legislatif tahun 2024. Dalam proses pemilu, pelanggaran pemilu seperti pelanggaran politik uang, pelanggaran administratif, pelanggaran kode etik, dan kecurangan dalam perhitungan suara masih sering terjadi. Oleh karena itu, peran Bawaslu sebagai lembaga pengawas memiliki posisi strategis dalam menjaga integrasi pemilu. penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris data diperoleh melalui wawancara dengan ketua dan anggota Bawaslu Kabupaten Sarolangun, Panwascam, dan masyarakat serta dokumentasi dari berbagai sumber terkait. hasil penelitian menunjukkan bahwa Bawaslu telah melakukan beberapa upaya pencegahan seperti sosialisasi, pendidikan politik, patroli pengawasan masa tenang, dan pelibatan masyarakat dalam pengawasan partisipatif. Namun dalam pelaksaannya, Bawaslu masih menghadapi kendala, seperti kurangnya partisipasi masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia,dan permasalahan lainya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun secara normatif kewenangan Bawaslu sudah cukup memadai, implementasinya masih perlu diperkuat melalui pendekatan yang lebih partisipatif, fleksibel, dan responsif terhadap dinamika di lapangan

    Mahkamah Konstitusi Dan Restrukturisasi Kewenangan Dalam Penyelesaian Sengketa Pilkada

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam memutus perselisihan hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serta menelaah implikasi Putusan MK Nomor 85/PUU-XX/2022 terhadap kewenangan tersebut. Putusan ini menegaskan bahwa kewenangan MK tidak lagi bersifat sementara dan tidak bergantung pada pembentukan badan peradilan khusus sebagaimana yang sebelumnya diatur dalam Pasal 157 ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, historis, dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah Konstitusi kini berwenang secara permanen dalam mengadili sengketa hasil Pilkada, yang sebelumnya bersifat transisional. Putusan Nomor 85/PUU-XX/2022 memberikan kepastian hukum yang lebih kuat terhadap kewenangan MK dan menghapus dualisme antara rezim pemilu nasional dan Pilkada. Penegasan tersebut juga memberikan legitimasi kelembagaan yang lebih tegas terhadap MK serta memperkuat posisinya dalam sistem ketatanegaraan. Secara umum, putusan ini turut mendorong stabilitas politik daerah dan memperkuat perlindungan hak-hak politik warga negara

    11,014

    full texts

    13,172

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Jambi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇