Jurnal Online Universitas Jambi
Not a member yet
    13172 research outputs found

    Glocalization of the Sustainable Development Goals within the Legal Framework of Human Resource Development Policy: Glokalisasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dalam Kerangka Hukum Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia

    No full text
    This article provides a critical analysis of the internalization of the values and objectives of the Sustainable Development Goals, particularly Goal 4 on Quality Education, within the human resource development policy framework as articulated in the 2021-2026 Regional Medium-Term Development Plan. Employing a normative legal research method grounded in literature review and political policy analysis, the study examines the characteristics of policy integration, the vertical and horizontal relationships among levels of government, and the dynamics between global development standards and local policy needs. The research draws upon official planning instruments, academic literature, and development reports, which were analyzed through thematic and discourse analysis to identify narrative constructions, policy rationalities, and the coherence between global objectives and regional policy orientations. The findings indicate that the incorporation of Quality Education objectives into regional planning documents remains predominantly administrative in nature, with a strong emphasis on quantitative indicators such as the provision of educational facilities and the qualifications of teaching personnel. In contrast, substantive dimensions at the core of the global agenda including equitable access to education, improvements in learning outcomes, inclusive pedagogical environments, and context-responsive capacity development for educators have not been positioned as central priorities in policy formulation. Furthermore, references to local cultural values appear merely declaratory and are not supported by operational or implementable frameworks. This article underscores the importance of adopting a glocalization-based approach that does not merely replicate global policy templates but instead reconstructs them through local values, empirical needs, and institutional capacities. Such an approach offers the potential to produce educational policies that are more responsive, equitable, and aligned with transformative human development objectives

    Unending Wilderness: The History of Conservation in Dutch-Borneo, 1930s-1940sS

    No full text
    Dalam Sejarah konservasi di Indonesia, Kalimantan termasuk pulau paling akhir yang memiliki situs perlindungan alam. Hal ini disebabkan para pecinta alam maupun pemerintah kolonial Belanda menganggap bahwa Kalimantan adalah pulau yang masih memiliki tutupan hutan yang masih luas dan relatif tidak banyak mengalami perubahan lingkungan dibandingkan dengan wilayah lain di Luar Jawa. Akan tetapi, seiring dengan menguatnya gagasan tentang kepunahan dan eksotisme alam Kalimantan, kelompok pecinta alam mendorong pemerintah kolonial untuk membentuk situs-situs perlindungan alam di Kalimantan sejak tahun 1920an. Dengan menggunakan pendekatan politik ekologi, penelitian ini bermaksud untuk membedah wacana konservasi dibalik penetapan kawasan konservasi paling awal di Kalimantan Belanda. Penelitian ini memanfaatkan berita koran, bulletin organisasi pecinta alam kolonial, dan arsip kolonial sebagai sumber utamanya. Pemetaan dan pengidentifikasian situs-situs perlindungan alam paling awal di Kalimantan tidak hanya berguna untuk memahami wacana konservasi dalam Sejarah kolonial, tetapi juga penting untuk memahami dinamika territorial kawasan konservasi di Kalimantan dari waktu ke waktu

    LITERATURE ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF SOCIAL MEDIA ON ACADEMIC ACHIEVEMENT

    No full text
    The use of social media is very difficult to separate its use in individuals including students. Not only adults but, students have also begun to use social media as an additional medium in making it easier for them to find learning resources through social media. However, not only the positive impact offered by social media, the negative impact of social media is also offered to social media lovers. The purpose of this study is to determine the impact of social media use on student academic achievement. This research uses a literature study method or relevant data such as journals related to the influence of social media on student academic achievement. The results of this study are, the use of social media on each student has a positive impact and a negative impact depending on how students continue to use social media. Parents and teachers also play an important role in guiding and also supervising students in the use of social media, so that students can benefit from using social media. if not directed and supervised, the negative impact will be obtained by students

    GUIDANCE AND COUNSELING TEACHERS’ ASSESSMENT LITERACY: A KEY TO IMPROVING THE ACCURACY OF STUDENT PROBLEM IDENTIFICATION

    No full text
    This study aims to analyze the role of assessment literacy among Guidance and Counseling (GC) teachers in improving the accuracy of student problem identification. Assessment literacy includes teachers’ ability to understand, select, apply, and interpret various assessment instruments, both test and non-test. This research employed a Systematic Literature Review (SLR) method by analyzing 12 nationally accredited journal articles published between 2020 and 2025. The findings indicate that assessment literacy significantly contributes to the accuracy of GC teachers in identifying students’ needs and problems. Low assessment literacy often leads to misdiagnosis and ineffective counseling services, while training and the use of digital technology have proven to enhance assessment accuracy. The study implies the importance of strengthening teachers’ assessment competencies through continuous professional development and technology integration. The originality of this research lies in its systematic synthesis of recent studies on GC teachers’ assessment literacy in Indonesia

    The Education of Family Medicine Services Using Artificial Intelligence Video Method for Hypertension Prolanis Patients at Simpang Kawat Health Center.

    No full text
    Background: Hypertension management requires effective strategies, with family medicine often playing a neglected role. Objective: This study examines the efficacy of AI-based videos in improving knowledge among Prolanis hypertension patients at Simpang Kawat Health Center. Methods: This quasi-experimental study employed a pre-test post-test control group design. The experimental group (43 Prolanis hypertension patients from Simpang Kawat Health Center) received AI video education, while the control group (39 patients from Talang Bakung Health Center) received traditional slide-based education. Participants were selected via purposive sampling. Results: The majority of patients at Simpang Kawat Health Center were adults (55.8%), female (86%), and had primary education (44.2%). In contrast, most patients at Talang Bakung Health Center were elderly (76.9%), female (100%), and had primary education (74.4%). The knowledge level of hypertensive Prolanis patients at Simpang Kawat Health Center significantly improved after receiving AI-based video education, with the percentage of patients with low knowledge dropping from 88.4% to 41.9%. Similarly, at Talang Bakung Health Center, the standard education method led to an improvement, with the percentage of patients with low knowledge reducing from 87.2% to 60.5%. Conclusion: AI-based educational videos were more effective than traditional methods in enhancing patient knowledge

    ANALISIS WACANA KRITIS THEO VAN LEEUWEN PADA BERITA ONLINE “RATUSAN MAHASISWA IPB TERLILIT PINJOL”

    No full text
    Mahasiswa adalah individu yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi untuk mempersiapkan dirinya di suatu keahlian tingkat sarjana. Keberagaman suku dan daerah asal bersatu untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana kritis pada media massa online menggunakan teori Theo van Leeuwen, serta menjelaskan bagaimana individu dan aktor sosial ditampilkan atau disembunyikan dalam wacana. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis wacana kritis terhadap teks berita “Ratusan Mahasiswa IPB Terlilit Pinjol” yang diterbitkan oleh dua surat kabar online, yaitu merdeka.com dan suara.com. Objek wacana dalam penelitian ini adalah kebutuhan mahasiswa, yang merupakan aspek penting dalam kehidupan mahasiswa yang sebagian besar hidup jauh dari keluarga dan kerabat

    Pengaruh Metode Latihan Drill Fast Bowling terhadap Keterampilan Bowler Mahasiswa UKM Cricket Universitas Jambi

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh metode latihan drill fast bowling terhadap keterampilan bowler mahasiswa UKM cricket Universitas Jambi. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 9 bowler mahasiswa UKM Cricket Universitas Jambi. Penelitian dilakukan selama 16 kali pertemuan dengan frekuensi latihan 4 kali seminggu selama 4 minggu. Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan metode latihan drill fast bowling terhadap keterampilan bowler mahasiswa UKM Cricket Universitas Jambi. Hal ini ditunjukkan oleh perbedaan rata-rata (Mean Difference) tes awal sebesar 4,00 dan rata-rata tes akhir sebesar 10,67. Hasil ini diperkuat oleh uji t, yang menunjukkan bahwa t hitung (4,637) lebih besar dari t tabel (1,859), sehingga hipotesis penelitian ini diterima. Dengan demikian, metode latihan drill fast bowling terbukti efektif meningkatkan keterampilan bowler mahasiswa UKM Cricket Universitas Jambi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh metode latihan drill fast bowling terhadap keterampilan bowler mahasiswa UKM cricket Universitas Jambi. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 9 bowler mahasiswa UKM Cricket Universitas Jambi. Penelitian dilakukan selama 16 kali pertemuan dengan frekuensi latihan 4 kali seminggu selama 4 minggu. Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan metode latihan drill fast bowling terhadap keterampilan bowler mahasiswa UKM Cricket Universitas Jambi. Hal ini ditunjukkan oleh perbedaan rata-rata (Mean Difference) tes awal sebesar 4,00 dan rata-rata tes akhir sebesar 10,67. Hasil ini diperkuat oleh uji t, yang menunjukkan bahwa t hitung (4,637) lebih besar dari t tabel (1,859), sehingga hipotesis penelitian ini diterima. Dengan demikian, metode latihan drill fast bowling terbukti efektif meningkatkan keterampilan bowler mahasiswa UKM Cricket Universitas Jambi

    The National Character Management and Digital Insight through Civic Education Classes to Improve Digital Quotient (DQ) and Civic Responsibility (CR) in Students in Makassar City: Manajemen Karakter Kebangsaan dan Wawasan Digital melalui Kelas Pendidikan Kewarganegaraan untuk Meningkatkan Digital Quotient (DQ) dan Civic Responsibility (CR) pada Mahasiswa di Kota Makassar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang mengintegrasikan manajemen karakter kebangsaan dan literasi digital dalam meningkatkan Digital Quotient (DQ) dan Civic Responsibility (CR) mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus, dengan subjek mahasiswa semester awal di tiga perguruan tinggi negeri di Makassar. Siklus pertama berfokus pada integrasi nilai karakter kebangsaan, sedangkan siklus kedua menekankan literasi digital dan partisipasi sipil digital. Instrumen yang digunakan meliputi observasi, kuesioner DQ dan CR, wawancara, serta dokumentasi aktivitas pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor DQ dari 60 menjadi 85 dan CR dari 55 menjadi 83. Strategi pembelajaran berbasis karakter, partisipatif, dan berbasis proyek terbukti mampu menumbuhkan kesadaran etis, keterampilan berpikir kritis, serta perilaku digital yang bertanggung jawab. Mahasiswa menunjukkan keterlibatan aktif dalam kampanye digital bertema kebangsaan, serta peningkatan sikap reflektif dalam berinteraksi di ruang digital. Kesimpulannya, integrasi nilai karakter kebangsaan dengan literasi digital dalam pembelajaran PKn terbukti relevan dan efektif dalam membentuk kewargaan digital yang cerdas dan etis. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan yang adaptif terhadap tantangan era digital

    Analisis Semiotika Ferdinan De Saussure terhadap Gerak Tari Adok di Nagari Paninggahan: Indonesia

    No full text
    Tari Adok pada dasarnya bukan sebuah tari melainkan pertunjukan seni yang mengandung cerita yang divisualisasikan melalui gerak dan ekspresi penari. Tari Adok menceritakan tentang perebutan seorang bidadari yang diperebutkan oleh dua raja yang memiliki dua sifat yang berbeda satu bijaksana dan satu lagi serakah. Tari ini memiliki makna simbolis yang berfungsi sebagai hiburan serta media untuk menyampaikan pesan yang dibuat oleh penanda. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami makna yang terkandung dalam gerak tari  Adok yang dianalisis menggunakan teori semiotika Ferdinan De Saussure yang membahas gambar gerak Tari Adok (tanda), satu ragam gerak Tari Adok (objek), makna yang terkandung dalam satu ragam gerak Tari Adok (interpreter). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif Sugiono yang mengatakan instrumen adalah alat untuk melihat proses fenomena pada gerak tari Adok di Nagari Paninggahan. Hasil pada penelitian ini ada lima ragam gerak dan tiga sub ragam gerak lalu pada ragam gerak buang aiah dapat dikatakan sintagmatis gerak buang aiah lalu paradigmatis pada gerak tersebut rantak japuik, rantak ciek, rantak duo. Berbicara dengan pertunjukan Tari Adok yang menjadi penanda pada Tari Adok adalah gerak Tari Adok dan yang menjadi petanda adalah makna dari gerak Tari Adok itu sendiri

    Representation of Women in Public and Private Spheres in Henrik Ibsen’s A Doll’s House

    No full text
    This study examines Henrik Ibsen’s A Doll’s House through feminist frameworks, focusing on Nora’s navigation of 19th-century Norway’s public and private spheres. Using Simone de Beauvoir’s concept of “the Other” and Judith Butler’s theory of performativity, the analysis reveals how patriarchal norms shaped Nora’s subjugation and ultimate rebellion. The study highlights the play’s enduring relevance in advocating for gender equality and contributes to feminist literary criticism by exploring the intersection of gender, power, and societal norms. While previous studies have extensively analyzed Nora's character, this study explores how the play's portrayal of the duality of public and private spaces shapes Nora's rebellion against societal expectations. Furthermore, this study explores how Ibsen's work continues to resonate with contemporary audiences, highlighting the enduring relevance of his critique of gender inequality and the need for women's empowerment. By examining the enduring power of A Doll's House, the article argues that Ibsen's play continues to serve as a vital tool for understanding and challenging the structures that perpetuate gender inequality in the modern world. Abstrak Penelitian ini membahas drama Henrik Ibsen, Rumah Boneka, dari sudut pandang feminis. Kita akan melihat bagaimana Nora berjuang di tengah-tengah kehidupan publik dan pribadi di Norwegia abad ke-19. Dengan menggunakan konsep "The Other" dari Simone de Beauvoir dan teori performativitas Judith Butler, kita akan memahami bagaimana norma-norma patriarki menekan Nora dan akhirnya memicu pemberontakannya.  Penelitian ini menunjukkan betapa pentingnya drama ini dalam memperjuangkan kesetaraan gender, dan menambah wawasan kritik sastra feminis dengan melihat hubungan antara gender, kekuasaan, dan norma-norma sosial. Meskipun sudah banyak penelitian yang membahas karakter Nora, penelitian ini berfokus pada bagaimana penggambaran kehidupan publik dan pribadi dalam drama tersebut memengaruhi pemberontakan Nora terhadap harapan masyarakat. Penelitian ini juga akan mengeksplorasi bagaimana karya Ibsen masih relevan bagi penonton modern, menekankan kritiknya yang terus aktual tentang ketidaksetaraan gender dan pentingnya pemberdayaan perempuan. Dengan melihat dampak Rumah Boneka yang terus berlanjut, penelitian ini berpendapat bahwa drama Ibsen tetap menjadi alat yang ampuh untuk memahami dan menantang sistem yang menyebabkan ketidaksetaraan gender hingga saat ini.This study examines Henrik Ibsen’s A Doll’s House through feminist frameworks, focusing on Nora’s navigation of 19th-century Norway’s public and private spheres. Using Simone de Beauvoir’s concept of “the Other” and Judith Butler’s theory of performativity, the analysis reveals how patriarchal norms shaped Nora’s subjugation and ultimate rebellion. The study highlights the play’s enduring relevance in advocating for gender equality and contributes to feminist literary criticism by exploring the intersection of gender, power, and societal norms. While previous studies have extensively analyzed Nora's character, this study explores how the play's portrayal of the duality of public and private spaces shapes Nora's rebellion against societal expectations. Furthermore, this study explores how Ibsen's work continues to resonate with contemporary audiences, highlighting the enduring relevance of his critique of gender inequality and the need for women's empowerment. By examining the enduring power of A Doll's House, the article argues that Ibsen's play continues to serve as a vital tool for understanding and challenging the structures that perpetuate gender inequality in the modern world. Abstrak Penelitian ini membahas drama Henrik Ibsen, Rumah Boneka, dari sudut pandang feminis. Kita akan melihat bagaimana Nora berjuang di tengah-tengah kehidupan publik dan pribadi di Norwegia abad ke-19. Dengan menggunakan konsep "The Other" dari Simone de Beauvoir dan teori performativitas Judith Butler, kita akan memahami bagaimana norma-norma patriarki menekan Nora dan akhirnya memicu pemberontakannya.  Penelitian ini menunjukkan betapa pentingnya drama ini dalam memperjuangkan kesetaraan gender, dan menambah wawasan kritik sastra feminis dengan melihat hubungan antara gender, kekuasaan, dan norma-norma sosial. Meskipun sudah banyak penelitian yang membahas karakter Nora, penelitian ini berfokus pada bagaimana penggambaran kehidupan publik dan pribadi dalam drama tersebut memengaruhi pemberontakan Nora terhadap harapan masyarakat. Penelitian ini juga akan mengeksplorasi bagaimana karya Ibsen masih relevan bagi penonton modern, menekankan kritiknya yang terus aktual tentang ketidaksetaraan gender dan pentingnya pemberdayaan perempuan. Dengan melihat dampak Rumah Boneka yang terus berlanjut, penelitian ini berpendapat bahwa drama Ibsen tetap menjadi alat yang ampuh untuk memahami dan menantang sistem yang menyebabkan ketidaksetaraan gender hingga saat ini

    11,014

    full texts

    13,172

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Jambi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇