Jurnal Online Universitas Jambi
Not a member yet
13172 research outputs found
Sort by
Analisis Kondisi Kelembaban dan Suhu Optimum untuk Pertumbuhan Maggot dalam Proses Penguraian Sampah Organik: Analysis of Optimum Humidity and Temperature Conditions for Maggot Growth in the Organic Waste Decomposition Process
Pengelolaan sampah organik merupakan tantangan penting dalam pengelolaan limbah domestik, terutama di Indonesia, di mana lebih dari 50% sampah terdiri dari limbah organik yang sering kali tidak terkelola dengan baik. Salah satu solusi yang menjanjikan adalah penggunaan maggot Black Soldier Fly (Hermetia illucens) dalam penguraian sampah organik. Keberhasilan proses ini sangat bergantung pada faktor lingkungan, khususnya suhu dan kelembaban, yang dapat memengaruhi laju pertumbuhan dan efisiensi penguraian maggot. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu dan kelembaban terhadap pertumbuhan maggot dan penguraian sampah organik. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan kelembaban (60%, 70%, 80%) dan suhu (25°C, 30°C, 35°C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi suhu 30°C dan kelembaban 80% menghasilkan bobot maggot tertinggi (1,2 g) dan volume sampah terurai tertinggi (60,2%). Hasil analisis ANOVA dua arah menunjukkan bahwa suhu dan kelembaban memiliki pengaruh signifikan terhadap kedua parameter tersebut, dengan interaksi antara suhu dan kelembaban yang juga berpengaruh. Penelitian ini memberikan rekomendasi bahwa kondisi optimal untuk pertumbuhan maggot dan penguraian sampah organik adalah suhu 30°C dan kelembaban 80%, yang dapat digunakan untuk pengelolaan sampah organik yang lebih efisien di lingkungan tropis
Resistensi Wereng Batang Padi Cokelat (Nilaparvata lugens Stal) di Sentra Padi Kecamatan Kumpeh Ulu Terhadap Beberapa Jenis Bahan Aktif Insektisida
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat resistensi Nilaparvata lugens Stal di sentra padiKecamatan Kumpeh Ulu terhadap beberapa jenis bahan aktif insektisida. Penelitian ini dilaksanakandi Laboratorium Pestisida dan Gulma Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Terdapat dua tahappengujian toksisitas insektisida yaitu uji pendahuluan dan uji lanjutan. Metode pengujian yangdigunakan adalah metode celup pakan. Uji pendahuluan dilakukan pada N. lugens populasi lapang.Konsentrasi insektisida yang digunakan dalam uji pendahuluan adalah formulasi dari masing-masinginsektisida. Konsentrasi formulasi insektisida yang digunakan adalah 0,5-1 ml/l (monosultap), 4-8ml/l (BPMC), 0,75-1,5 ml/l (permetrin dan abamektin), dan 1-2 ml/l (fipronil). Tujuh konsentrasiuji pendahuluan untuk insektisida monosultap yakni berkisar antara 0,2-0,6 ml/l, BPMC 2,1-3,6 ml/l,permetrin dan abamektin 0,2-0,5 ml/l dan fipronil 0,15-0,45 ml/l. Setiap perlakuan konsentrasi yangdiuji diulang sebanyak tiga kali. Setelah melakukan uji pendahuluan kemudian di dapatkankonsentrasi untuk uji lanjutan. Sembilan taraf konsentrasi insektisida monosultap, BPMC, permetrindan abamektin, dan fipronil yang digunakan pada N. lugens populasi lapang di sentra padi KecamatanKumpeh Ulu. Metode perlakuan pada uji lanjutan dilakukan seperti uji pendahuluan, namun setiapperlakuan yang diuji diulang sebanyak lima kali. Data mortalitas N. lugens pada uji pendahuluan danuji lanjutan untuk setiap jenis insektisida dianalisis dengan program PoloPlus (LeOra SoftwareCompany). Berdasarkan hasil penelitian, N. lugens populasi sentra padi Kecamatan Kumpeh Uluterindikasi resisten terhadap monosultap (NR= 3,95), BPMC (NR= 2,01), permetrin dan abamektin(NR= 1,77) dan fipronil (NR= 2,61)
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SEJARAH DIGITAL FLIPBOOK PADA MATERI RUWATAN BUMI MASYARAKAT DESA KEPUREN, KECAMATAN WALANTAKA, KOTA SERANG SISWA KELAS X IPS DI SMAN 8 KOTA SERANG SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan objek sekolah tersebut yang kurangnya bahan ajar yang bervariatif serta wawasan pengetahuan tentang materi sejarah lokal yang belum banyak diketahui. Namun guru tetap berinisiatif untuk memberikan penugasan mencari informasi melalui internet. Penggunaan bahan ajar berbasis digital yang menarik disertai gambar dan narasi merupakan bahan ajar yang diinginkan oleh siswa. Untuk mengatasa permasalahan tersebut, peneliti mengembangkan produk bahan ajar digital yang bisa membantu guru dan siswa dalam mempelajari dan menggali informasi yang belum banyak diketahui terkait peristiwa sejarah. Bahan ajar yang ditawarkan oleh peneliti adalah bahan ajar berbentuk flipbook yang memuat sejarah lokal mengenai ruwat bumi. Digital flipbook ini dipilih karena dapat memudahkan siswa dalam memahami Tradisi Ruwat Bumi Masyarakat Desa Kepuren dan membuat siswa lebih tertarik mempelajarinya. Bahan ajar berbentuk digital flipbook dapat dipelajari oleh siswa dimana saja dan kapan saja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian R&D (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE. Berdasarkan penilaian kelayakan ahli bahasa mendapatkan nilai 95,38%, ahli materi mendapatkan nilai 94,73%, serta ahli media mendapatkan nilai 95,71%, kemudian didapatkan hasil bahwa ketiga ahli validator tersebut memberikan penilaian dalam kategori “sangat layak”. Adapun hasil penilaian dari uji kepraktisan guru termasuk pada kategori “sangat praktis” dengan persentase 91,66%. Sedangkan pada hasil uji coba kepraktisan oleh 20 orang siswa termasuk pada kategori “sangat praktis” dengan persentase 83% dan mampu menarik motivasi siswa dalam menggunakan bahan ajar digital flipbook dalam pembelajaran sejarah
TIPOLOGI GERABAH SITUS BHRE KAHURIPAN DESA KLINTEREJO, KECAMATAN SOOKO, KABUPATEN MOJOKERTO, PROVINSI JAWA TIMUR
Kegiatan ekskavasi yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI pada tahun 2020 banyak ditemukan tinggalan arkeologi berupa struktur bangunan, sandaran arca (stela), serta fragmen gerabah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan tipologi dan fungsi gerabah sehingga dapat diketahui penggunaan gerabah pada masa lalu. Data gerabah diperoleh menggunakan metode observasi, studi kepustakaan, dan wawancara. Setelah data terkumpul, kemudian diolah menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan analisis tipologi. Simpulan dari penelitian ini terbentuk dengan mengaplikasikan teori tipologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipologi gerabah dibagi menjadi dua yaitu gerabah wadah dan non wadah. Gerabah wadah terdiri dari jambangan, pasu, tempayan, kendi, mangkuk, dan periuk, sedangkan gerabah non wadah terdiri genting, ukel, bubungan, kemuncak, dan selubung tiang. Hasil penelitian di Situs Bhre Kahuripan menunjukkan gerabah terbagi menjadi 9 tipe bentuk. Bentuk-bentuk gerabah tersebut antara lain jambangan, pasu, tempayan, kendi, mangkuk, genting, ukel, bubungan, dan kemuncak
PENGARUH GREEN ACCOUNTING DAN CSR DISCLOSURE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2020-2022
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh green accounting dan corporate social responsibility disclosure terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2020-2022. Green Accounting diproksikan dengan kinerja lingkungan yang diukur dengan PROPER, CSR Disclosure diproksikan dengan CSRDI yang diukur menggunakan Standar GRI 2021. Nilai perusahaan diukur menggunakan Tobins’Q. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Sampel yang diperoleh sebanyak 36 dari 12 perusahaan sektor energi pada periode pengamatan 2020-2022. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan software Statistical Package for the Social Sciences 25. Hasil penelitian menunjukan green accounting berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Sedangkan CSR Disclosure tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Penerapan green accounting akan meningkatkan citra perusahaan di mata pemegang saham, hal ini akan mempengaruhi keputusan pemegang saham.Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh green accounting dan corporate social responsibility disclosure terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2020-2022. Green Accounting diproksikan dengan kinerja lingkungan yang diukur dengan PROPER, CSR Disclosure diproksikan dengan CSRDI yang diukur menggunakan Standar GRI 2021. Nilai perusahaan diukur menggunakan Tobins’Q. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Sampel yang diperoleh sebanyak 36 dari 12 perusahaan sektor energi pada periode pengamatan 2020-2022. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan software Statistical Package for the Social Sciences 25. Hasil penelitian menunjukan green accounting berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Sedangkan CSR Disclosure tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Penerapan green accounting akan meningkatkan citra perusahaan di mata pemegang saham, hal ini akan mempengaruhi keputusan pemegang saham
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG MENSTRUASI PADA SISWI KELAS IV, V DAN VI DI SD ISLAM TERPADU NURUL ILMI JAMBI
Pre-menarche will begin when young women experience puberty, which involves physical, psychological, and cognitive changes, lasting for most of the second decade of life. Menstruation can be a frightening experience if there is a lack of understanding or knowledge about menstruation. Objective : The research was conducted to determine the effect of health education on the level of knowledge about menstruation in grades IV, V and VI students at SD Islam Terpadu Nurul 'Ilmi Jambi. Methods : This research is a pre-experimental that aims to determine the effect that arises as a result of treatment or intervention on a variable. The research design used was one group pre test post test design. The population in the study amounted to 260 students with a total sample of 80 respondents. Results : Most of the respondents before being given counseling (pre-test) had less knowledge as many as 37 people (46.3%), while after being given counseling (post-test) their knowledge increased by 75 people (93.8%). With the statistical test results of the paired sample test, significant results were obtained, namely Ï-value = 0.000. Conclusion : There is an influence of health education on the level of knowledge about menstruation in grades IV, V and VI students at SD Islam Terpadu Nurul 'Ilmi Jambi.
Keywords: Menstruation, Knowledge, Health Education, Adolescents
 
How Communicative Language Enhances Student Engagement in ESL Classrooms
This review article explores how Communicative Language Teaching(CLT)improves student engagement in English as a Second Language (ESL)classrooms. The goal of this review is to support the idea that CLT is an effective teaching approach that makes students more active and motivated in learning English.CLT focuses on communication through activities like role-plays, discussions,andgroup tasks,which encourage students to use English in real-lifesituations.Research from various experts, such as Richards (1983), Savignon (2002), and Littlewood (1981), shows that CLT increases student engagement by promoting participation and improving communicative competence. However, there are some challenges in applying CLT, such as large class sizes, mixed proficiency levels, and teacher resistance. To solve these problems, training teachers, using technology, and adapting tasks to fit local cultures are recommended. The review concludes that CLT creates a more interactive and engaging classroom environment, helping students become more confident and competent in using English
USING THE MOORE'S THEORY TO EXPLAIN PRESERVICE TEACHERS’ DIFFICULTIES IN PROVING OF THE TRIANGLE SUM THEOREM
This study aims to analyze the difficulties of preservice teachers’ in proving the triangle sum theorem. The method of this study is used a qualitative method with 58 of preservice mathematics teacher studying for a Bachelor of Education degree in Universitas Negeri Surabaya, Indonesia. The authors analysed the written responses to a 1 item worksheet and also conducted interviews with seven of the participants. The analysis of the data was guided by Moore’s theory which was used to identify difficulties of preservice teachers’ in proving of the triangle sum theorem. The results showed that still many of preservice teachers still difficulties in proving of the triangle sum theorem. There were 38% of preservice teachers who answered correctly and 62% of preservice teachers answered incorrectly in compiling proof. It was found that several preservice teachers had difficulties in compiling proofs, namely 30 preservice teachers had difficulty understanding the concept, 2 preservice teacher's did not understand the language and mathematical notation and 4 preservice teacher's had difficulty starting the proof. The novelty of this research is introducing a new theoretical analysis related to the difficulty in proving the fundamental theorem of geometry, namely Moore's theory. This study recommends that preservice teacher’s should be given solution through scaffolding to help preservice teacher's understand the concept of proof so that students can compiling proofs with correct
THE PLACE OF SOCIAL AND MORAL VALUES IN THE HIGH SCHOOL CURRICULUM FROM THE REPUBLIC OF MOLDOVA
This study examines how social and moral principles are included into the Republic of Moldova’s high school curriculum and offers methods for doing so successfully. The study finds the global trend of emphasizing character education to promote proactive citizenship through secondary analysis of previous studies. The Education Code of Moldova delineates social and moral norms that correspond with Western educational frameworks, such those in the United States, Germany, and the Netherlands, which serve as standards for Moldova’s educational system. However, there are also obstacles in the way of properly putting these ideals into practice, such as a lack of pedagogical topic understanding and parental and school administrator support for teachers to act as role models. The study offers a number of solutions to these obstacles, such as small group exercises, class discussions, and problem-centered learning. Furthermore, their inclusion in the curriculum can be strengthened by incorporating moral and social ideals into certain courses like drama, social studies, and music. The study comes to the conclusion that although incorporating moral and social values into Moldova’s educational system is important, specific tactics and increased assistance for teachers are required to get past current barriers and guarantee that the values are successfully taught to pupils
WHAT FACTORS INFLUENCE THE INTERNATIONALIZATION OF SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES (SMES)? A GENDER-BASED APPROACH
Small and medium enterprises (SMEs) are crucial to a nation's economy, especially in developing countries; nevertheless, their involvement in international trade, particularly exports, is minimal, with SMEs representing merely 15% of Indonesia's total non-oil and gas exports in 2024. Women manage Indonesian SMEs more than men, yet they encounter difficulties doing foreign activities. This study aims to analyze the elements influencing the internationalization of SMEs and gender-specific roles. The research sample consisted of 190 SMEs, with 137 operated by women and 53 by males. The data analysis employs moderating regression analysis (MRA) with Smart PLS. The study's findings reveal that the critical determinants for the internationalization of SMEs in Indonesia encompass entrepreneurial characteristics (age and experience), SME characteristics, entrepreneurial orientation, and environmental factors. A significant disparity exists between male-managed and female-managed SMEs concerning their characteristics, environmental factors, and regulatory structures. Female SMEs exhibit enhanced agility and compliance with regulations. The characteristics of SMEs and the environmental factors have a more significant impact on the internationalization of male SMEs than female SMEs. This study's novelty is in the elements that facilitate successful internationalization and the contribution of women-led SMEs to enhancing internationalization efforts. Although the study's sample included Indonesian SMEs, the findings may yield more significant implications for the success factors of SME internationalization worldwide concerning gender diversity. This study offers insights for policymakers to enhance SME internationalization by incorporating SMEs into extensive industrial ecosystems and fostering a collaborative environment among industry stakeholders and SMEs within the export product supply chain