Jurnal Online Universitas Jambi
Not a member yet
13172 research outputs found
Sort by
Sikap dan Pemertahanan Bahasa Ibu dalam Keluarga Bapak Muhlisin
Language attitudes and language maintenance can be studied through a sociolinguistic approach based on individual speakers. Language attitudes are divided into two categories: positive and negative. A positive attitude is reflected in efforts to maintain a language by preserving it and feeling proud to use it. This can be observed in the family of Mr. Muhlisin, who have two different mother tongues. However, each member of the family strives to maintain their own mother tongue. Therefore, the data source used in this article is the utterances between two speakers within the family, collected through the observation method. The result of this study shows that Mr. Muhlisin's family demonstrates a positive language attitude and maintains their language in daily communication.
Abstrak
Sikap dan pemertahanan bahasa dapat dikaji melalui studi sosiolinguistik berdasarkan individu penutur bahasa. Sikap bahasa terbagi menjadi dua, sikap positif dan negatif. Sikap positif merupakan sikap mempertahankan bahasa dengan menjaga bahasa dan merasa bangga menggunakannya. Hal tersebut dapat ditemui dalam keluarga bapak Muhlisin yang memiliki dua bahasa ibu. Akan tetapi, dalam keluarga tersebut saling mempertahankan bahasa ibu masing-masing. Sehingga sumber data yang digunakan dalam artikel ini adalah tuturan antara dua penutur dalam keluarga tersebut dengan metode observasi. Hasil dari penelitian ini adalah keluarga bapak Muhlisin tergolong memiliki sikap positif dan mempertahankan bahasa dalam komunikasi.Language attitudes and language maintenance can be studied through a sociolinguistic approach based on individual speakers. Language attitudes are divided into two categories: positive and negative. A positive attitude is reflected in efforts to maintain a language by preserving it and feeling proud to use it. This can be observed in the family of Mr. Muhlisin, who have two different mother tongues. However, each member of the family strives to maintain their own mother tongue. Therefore, the data source used in this article is the utterances between two speakers within the family, collected through the observation method. The result of this study shows that Mr. Muhlisin's family demonstrates a positive language attitude and maintains their language in daily communication.
Abstrak
Sikap dan pemertahanan bahasa dapat dikaji melalui studi sosiolinguistik berdasarkan individu penutur bahasa. Sikap bahasa terbagi menjadi dua, sikap positif dan negatif. Sikap positif merupakan sikap mempertahankan bahasa dengan menjaga bahasa dan merasa bangga menggunakannya. Hal tersebut dapat ditemui dalam keluarga bapak Muhlisin yang memiliki dua bahasa ibu. Akan tetapi, dalam keluarga tersebut saling mempertahankan bahasa ibu masing-masing. Sehingga sumber data yang digunakan dalam artikel ini adalah tuturan antara dua penutur dalam keluarga tersebut dengan metode observasi. Hasil dari penelitian ini adalah keluarga bapak Muhlisin tergolong memiliki sikap positif dan mempertahankan bahasa dalam komunikasi
Translation of Conjunctions and Penerjemahan Kelas Kata Konjungsi dan Kata Depan dengan Menggunakan Kamus Kelompok Kata Bahasa Mandarin-Indonesia Bagi Mahasiswa Prodi Bahasa Mandarin UNSOED
The background of this research is that in the learning process there is inaccuracy in translating conjunctions and prepositions in Mandarin into Indonesian. The purpose of this study is to determine the effectiveness of translating conjunction and preposition word classes using a Mandarin-Indonesian word group dictionary. Respondents in this study were students of the Mandarin Language D3 study program at Jenderal Soedirman University. The research method used is descriptive qualitative to explain the accuracy of students' translation results in translating conjunction and preposition word classes. The results of this study are that the level of accuracy of respondents' translations increased after using the Mandarin-Indonesian word group dictionary. Therefore, the Mandarin-Indonesian word group dictionary is effectively used in translating Mandarin conjunctions and prepositions.
Abstrak
Latar belakang penelitian ini adalah pada proses pembelajaran terdapat ketidak keakuratan dalam menerjemahkan kata konjungsi dan kata depan dalam bahasa Mandarin ke dalam bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penerjemahan kelas kata konjungsi dan kata depan dengan menggunakan kamus kelompok kata bahasa Mandarin- Indonesia. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program studi D3 Bahasa Mandarin Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk menjelaskan keakuratan hasil terjemahan mahasiswa dalam menerjemahkan kelas kata konjungsi dan kata depan. Hasil penelitian ini adalah Tingkat keakuratan terjemahkan responden meningkat setelah penggunaan kamus kelompok kata 虚词 Bahasa Mandarin- Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kamus kelompok kata 虚词 Bahasa Mandarin- Bahasa Indonesia efektif digunakan dalam menerjemahkan kata konjungsi dan preposisi bahbasa mandarin.The background of this research is that in the learning process there is inaccuracy in translating conjunctions and prepositions in Mandarin into Indonesian. The purpose of this study is to determine the effectiveness of translating conjunction and preposition word classes using a Mandarin-Indonesian word group dictionary. Respondents in this study were students of the Mandarin Language D3 study program at Jenderal Soedirman University. The research method used is descriptive qualitative to explain the accuracy of students' translation results in translating conjunction and preposition word classes. The results of this study are that the level of accuracy of respondents' translations increased after using the Mandarin-Indonesian word group dictionary. Therefore, the Mandarin-Indonesian word group dictionary is effectively used in translating Mandarin conjunctions and prepositions.
Abstrak
Latar belakang penelitian ini adalah pada proses pembelajaran terdapat ketidak keakuratan dalam menerjemahkan kata konjungsi dan kata depan dalam bahasa Mandarin ke dalam bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penerjemahan kelas kata konjungsi dan kata depan dengan menggunakan kamus kelompok kata bahasa Mandarin- Indonesia. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program studi D3 Bahasa Mandarin Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk menjelaskan keakuratan hasil terjemahan mahasiswa dalam menerjemahkan kelas kata konjungsi dan kata depan. Hasil penelitian ini adalah Tingkat keakuratan terjemahkan responden meningkat setelah penggunaan kamus kelompok kata 虚词 Bahasa Mandarin- Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kamus kelompok kata 虚词 Bahasa Mandarin- Bahasa Indonesia efektif digunakan dalam menerjemahkan kata konjungsi dan preposisi bahbasa mandarin
Implementasi Model Pembelajaran Window Shopping Dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerita Fiksi Kelas VI SDN 066044 Helvetia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Window Shopping dalam meningkatkan keterampilan menulis cerita fiksi siswa kelas VI SDN 066044 Helvetia. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas VI. Data dikumpulkan melalui tes menulis cerita fiksi yang dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari siklus I ke siklus II. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 72,5 menjadi 80,2, dan ketuntasan belajar meningkat dari 54% menjadi 83%. Peningkatan ini mencakup kemampuan siswa dalam mengembangkan struktur narasi, konflik, diksi, dan unsur cerita lainnya. Model Window Shopping terbukti efektif dalam mendorong kolaborasi, eksplorasi ide, dan penguatan struktur penulisan melalui diskusi antarkelompok dan umpan balik. Dengan demikian, model ini mampu meningkatkan keterampilan menulis cerita fiksi serta minat dan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran
Penerapan Teknologi Pembuatan Permen Nenas di Desa Tangkit Baru Kabupaten Muaro Jambi
Desa Tangkit Baru merupakan daerah sentra produksi nanas di Provinsi Jambi. Selama ini, sebagian besar nanas dijual dalam bentuk segar, hanya sebagian kecil yang diolah menjadi selai dan jeli; belum ada produk olahan menjadi permen nanas atau produk sejenisnya. Minimnya pengetahuan tentang produksi permen nanas menjadi penyebab utama minimnya pengembangan usaha di bidang ini. Oleh karena itu, diperlukan adanya pendidikan, pelatihan, dan pendampingan produksi pembuatan permen nanas bagi mitra dan masyarakat Desa Tangkit Baru. Salah satu manfaat dari kegiatan ini adalah meningkatkan minat masyarakat untuk berwirausaha dengan melakukan diversifikasi produk nanas menjadi permen. Inisiatif ini bertujuan untuk mengomersialkan produk permen nanas dan menjadikannya sebagai komoditas yang memiliki potensi pemasaran tinggi, sehingga memberdayakan masyarakat untuk berwirausaha. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengatasi masalah harga jual yang rendah dan meningkatkan daya tawar petani nanas. Permen nanas dibuat dengan merebus campuran sari nanas, sukrosa, dan glukosa dengan perbandingan 13:7:3. Sari nanas dibuat dengan mencampur nanas segar dengan air dengan perbandingan 2:1, kemudian diperas untuk memisahkan ampasnya. Selama proses perebusan, campuran diaduk secara intensif, terutama saat mulai mengental. Panas kompor dikontrol dengan hati-hati agar campuran dalam kuali tidak pernah melebihi 130°C, mencegah karamelisasi yang dapat menutupi aroma alami nanas. Setelah campuran mengental sepenuhnya dan kristalisasi selesai, campuran dituang ke dalam cetakan dan didinginkan. Terakhir, permen nanas dibungkus dalam plastik dan dikemas untuk dipasarkan.Tangkit Baru Village is a central pineapple production area in Jambi Province. So far, most pineapples are sold fresh, with only a small portion processed into jams and jellies; there are no products processed into pineapple candies or similar products. The lack of knowledge about pineapple candy production is a primary reason for the lack of business development in this field. Therefore, there is a need for education, training, and production assistance for making pineapple candy for partners and the community of Tangkit Baru Village. This initiative aims to commercialize pineapple candy products and establish them as a commodity with high marketing potential, empowering the community to engage in entrepreneurship. This activity is also intended to address the problem of low selling prices and improve pineapple farmers' bargaining power. Pineapple candy is made by boiling a mixture of pineapple extract, sucrose, and glucose in a 13:7:3 ratio. Pineapple extract is prepared by blending fresh pineapple with water in a 2:1 ratio, then pressing it to separate the pulp. Throughout the boiling process, the mixture is stirred intensively, especially as it begins to thicken. The stove's heat is carefully controlled so that the mixture in the cauldron never exceeds 130°C, preventing caramelization that could overshadow the natural pineapple aroma. Once the mixture has thickened fully and crystallization is complete, it is poured into molds and cooled. Finally, the pineapple candy is wrapped in plastic and packaged for marketing
Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Kegiatan Senam Sehat: Studi Kasus di Desa Jujun, Kabupaten Kerinci
Kesehatan masyarakat pedesaan sering kali terabaikan akibat terbatasnya akses terhadap informasi dan minimnya kegiatan preventif. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kebugaran fisik warga Desa Jujun, Kabupaten Kerinci, melalui program senam sehat bersama. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif, melibatkan anak-anak, remaja, hingga ibu rumah tangga, dengan kegiatan berupa sosialisasi manfaat olahraga, pelatihan gerakan senam, dan pelaksanaan senam rutin setiap minggu di balai desa. Partisipasi aktif masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif mengenai pentingnya aktivitas fisik. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi serta peningkatan pemahaman masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Selain manfaat kesehatan, kegiatan ini turut mempererat hubungan sosial antarwarga dan menciptakan suasana kebersamaan yang positif. Program ini membuktikan bahwa kegiatan preventif yang sederhana, murah, dan mudah dijalankan dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat desa. Dengan demikian, program senam sehat bersama ini berpotensi menjadi model kegiatan serupa yang dapat direplikasi di berbagai wilayah pedesaan lainnya.Public health in rural areas is often neglected due to limited access to information and a lack of preventive activities. To address this issue, this community service program aimed to improve health awareness and physical fitness among residents of Jujun Village, Kerinci Regency, through a group exercise (senam sehat) initiative. The program adopted a participatory approach, involving children, teenagers, and housewives in activities such as health education on the benefits of exercise, training in simple aerobic movements, and weekly exercise sessions held at the village hall. Active community involvement in all stages of the program fostered a collective awareness of the importance of physical activity. The results showed high levels of enthusiasm and an increased understanding of healthy lifestyle practices among participants. Beyond physical health benefits, the program also strengthened social bonds among residents and created a positive, communal atmosphere. This initiative demonstrates that simple, low-cost, and accessible preventive measures can significantly improve the quality of life in rural communities. Therefore, the group exercise program has the potential to serve as a replicable model for similar community-based health promotion efforts in other villages
Pemanfaatan Limbah Serasah Kacang Tanah Sebagai Kompos Untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah
Desa Teluk merupakan salah satu desa yang terletak pada Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari dengan mayoritas penduduk yang berprofesi sebagai petani, desa ini memiliki potensi komoditas pertanian yang melimpah salah satunya kacang tanah. Dalam praktik pertanian saat ini, banyak petani, terutama berada di Desa Teluk yang cenderung membakar atau membuang sisa-sisa tanaman kacang tanah setelah panen. Tindakan ini tidak hanya menghilangkan potensi sumber daya yang berharga, tetapi juga dapat merusak struktur dan kesuburan tanah. Menyadari potensi limbah dari tanaman kacang tanah,
tim pengabdian masyarakat
berinisiatif untuk mengolah sisa-sisa tanaman ini menjadi bahan baku kompos.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahap, termasuk observasi
dan survei
potensi komoditas pertanian kacang tanah, serta persiapan dan pelaksanaan pengelolaan limbah jerami kacang tanah menjadi kompos. Dengan memanfaatkan limbah pertanian sebagai kompos, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan meningkatkan kesuburan tanah, serta dapat memberikan inovasi dalam pengembangan pengelolaan limbah yang efektif, terutama di Desa Teluk guna mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada, sekaligus mendukung praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutanDesa Teluk is one of the villages located in Pemayung District Batanghari Regency, with the majority of its residents working as farmers. This village has abundant agricultural commodity potential, one of which is peanuts. In current agricultural practices, many farmers, especially those in Desa Teluk, tend to burn or discard the remnants of peanut plants after harvesting. This action not only eliminates valuable resource potential but can also damage soil structure and fertility. Recognizing the potential waste from peanut plants, a community service team initiated a project to process these remnants into compost raw material. The activities were carried out through several stages, including observation and survey of the agricultural commodity potential of peanuts, as well as the preparation and implementation of managing peanut straw waste into compost. By utilizing agricultural waste as compost, it is hoped that this initiative will reduce negative environmental impacts and enhance soil fertility. Additionally, it aims to provide innovations in effective waste management, especially in Desa Teluk, to optimize the potential resources available while supporting environmentally friendly and sustainable agricultural practice
The Relationship between Anxiety and Self-Efficacy Among Post Cesarean Patients at Bhayangkara Hospital Jambi
Anxiety is a common emotional response experienced by post-operative patients, such as those undergoing cesarean section. Primigravida mothers are more vulnerable to anxiety due to pain, the recovery process, and fear of medical procedures. One psychological factor that plays a role in reducing anxiety is self-efficacy, which refers to an individual's belief in their ability to cope with difficult situations. Low self-efficacy can increase anxiety and hinder the recovery process. This study aimed to determine the relationship between anxiety and self-efficacy in post-operative cesarean section mothers. This research is a quantitative study with a cross-sectional approach. A sample of 105 post-operative cesarean section mothers on the first day post-surgery was selected using purposive sampling technique. The variables studied included anxiety (independent) and self-efficacy (dependent). The Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) was used to assess anxiety, while the General Self-Efficacy Scale (GSE) was employed to measure self-efficacy. Data were analyzed using the Spearman Rho correlation test. Statistical analysis using the Spearman Rho test indicated a significant relationship between anxiety levels and self-efficacy in post-operative cesarean section mothers, with a p-value of 0.000 and r = -0.771. The study revealed that the majority of respondents experienced moderate anxiety and low self-efficacy. A significant negative relationship was found between anxiety and self-efficacy (p < 0.05), indicating that higher anxiety levels were associated with lower self-efficacy. It can be concluded that self-efficacy plays an important role in reducing anxiety in postoperative cesarean section patients
Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Bimbel di Kota Jambi: (Assistance in Preparing Financial Reports for Tutoring Schools in Jambi City)
The purpose of this community service is to improve partners' understanding and skills in accounting and preparing financial reports. This community service was carried out at tutoring centers in Jambi City. There are still many tutoring centers that have not prepared financial reports properly. The method of implementing the community service is divided into several stages, namely the preliminary survey stage, the socialization stage, PPM implementation activities, activity evaluation and program sustainability. The community service was carried out at the Montessori Dandelion Tutoring House on Sunday, September 22, 2024. The results of the community service showed an increase in participants' understanding and skills in preparing financial reports properly.
Abstrak.Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra tentang akuntansi dan penyusunan laporan keuangan. Pengabdian ini dilaksanakan pada bimbel di kota jambi. Masih banyak bimbel yang belum menyususn laporan keuangan dengan baik. Metode pelaksanaan pengabdian dibagi dalam beberapa tahap yaitu tahap survei pendahuluan, tahap sosialisasi, kegiatan pelaksanaan PPM, evaluasi kegiatan dan keberlanjutan program. Pengabdian telah dilaksanakan di rumah Bimbel Montessori Dandelion pada hari Minggu tanggal 22 September 2024. Hasil pengabdian memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam penyusunan laporan keuangan dengan baik.
Aktif, Cerdas, Sehat: Literasi Jasmani sebagai Fondasi Pendidikan Karakter di SMPN 5 Tanjung Jabung Timur: (Active, Intelligent, Healthy: Physical Literacy as the Foundation of Character Education at SMPN 5 Tanjung Jabung Timur)
This community engagement initiative aims to enhance understanding and awareness of physical literacy among teachers and students at SMPN 5 Tanjung Jabung Timur. The programme seeks to establish physical literacy as a fundamental element for fostering the development of students who are active, intellectually engaged, and healthy. Using an interactive approach that combines outreach and training, the activities introduce a comprehensive concept of physical literacy, encompassing the necessary knowledge, practical skills, and positive attitudes towards sustained physical activity. This activity method involves structured counselling sessions, facilitates group discussions, and practical implementation of easily replicable physical activities suitable for the school environment. The results clearly demonstrate a significant increase in participants' knowledge of the importance of consistent physical activity, alongside a high awareness of the intrinsic relationship between physical fitness, cognitive development, and the cultivation of positive character traits. Consequently, the programme is positioned as a potential model for enhancing character education based on physical activity within educational institutions.
Abstrak. Inisiatif pelibatan masyarakat ini berupaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran literasi jasmani di kalangan guru dan siswa di SMPN 5 Tanjung Jabung Timur. Program ini bertujuan untuk menetapkan literasi jasmani sebagai elemen dasar untuk menumbuhkan pengembangan karakter siswa yang aktif, terlibat secara intelektual, dan sehat. Menggunakan pendekatan interaktif yang menggabungkan penjangkauan dan pelatihan, kegiatan ini memperkenalkan konsep literasi jasmani yang komprehensif, yang mencakup pengetahuan yang diperlukan, keterampilan praktis, dan sikap positif terhadap aktivitas fisik yang berkelanjutan. Metode kegiatan ini melibatkan sesi konseling terstruktur, memfasilitasi diskusi kelompok, dan implementasi praktis aktivitas fisik yang mudah ditiru yang sesuai dengan lingkungan sekolah. Hasil dengan tegas menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai pentingnya aktivitas fisik yang konsisten, di samping kesadaran yang tinggi tentang hubungan intrinsik antara kebugaran fisik, perkembangan kognitif, dan kultivasi sifat-sifat karakter positif. Akibatnya, program ini diposisikan sebagai model potensial untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis aktivitas fisik di dalam lembaga pendidikan
Students' Perception of Anxiety in Learning Speaking at Students Higher Education
This study investigates students’ anxiety in learning to speak English at State Islamic University Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. It aimed to identify the factors contributing to students’ anxiety in speaking. A case study design was employed, involving five participants—two males and three females—who were selected using purposive sampling based on specific criteria. Data were collected through online interviews and analyzed descriptively to answer the research question. The findings revealed four key factors contributing to students’ speaking anxiety: lack of confidence, limited vocabulary, pronunciation difficulties, and fear of making mistakes