Jurnal Online Universitas Jambi
Not a member yet
13172 research outputs found
Sort by
Penguatan Karakter Nasionalisme dengan Pelestarian Kearifan Lokal Batik Teknik Shibori
This study aims to explore the role of batik with the Shibori technique in strengthening nationalistic character through the preservation of local wisdom. Batik, as Indonesia's cultural heritage, carries deep aesthetic and philosophical values, while the Shibori technique, originating from Japan, has been adapted by Indonesian batik artisans to create new works that still uphold traditional values. This research uses a qualitative approach with a descriptive-analytical design, involving interviews, observations, and literature reviews in several well-known batik-producing regions in Indonesia, such as Solo, Yogyakarta, and Pekalongan. The results of the study indicate that the Shibori technique in batik can enrich Indonesian textile art products and strengthen nationalism by fostering pride in local cultural heritage. Furthermore, batik with the Shibori technique also has the potential to introduce batik to younger generations while showcasing Indonesia's cultural richness on the international stage. However, the main challenge is maintaining a balance between preserving traditional techniques and innovating in batik development. The study concludes that Shibori batik plays an essential role in strengthening nationalistic character through the preservation of local wisdom, which can shape the nation's identity and enhance pride in Indonesian culturePenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran batik dengan teknik Shibori dalam penguatan karakter nasionalisme melalui pelestarian kearifan lokal. Batik, sebagai warisan budaya Indonesia, memiliki nilai estetika dan filosofis yang mendalam, sementara teknik Shibori, yang berasal dari Jepang, telah diadaptasi oleh pengrajin batik Indonesia untuk menciptakan karya baru yang tetap memegang teguh nilai tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis, yang melibatkan wawancara, observasi, dan studi pustaka di beberapa daerah penghasil batik terkenal di Indonesia, seperti Solo, Yogyakarta, dan Pekalongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik Shibori dalam batik dapat memperkaya produk seni tekstil Indonesia dan memperkuat rasa nasionalisme dengan menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya lokal. Selain itu, batik dengan teknik Shibori juga memiliki potensi untuk memperkenalkan batik pada generasi muda, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di kancah internasional. Meskipun demikian, tantangan utama adalah menjaga keseimbangan antara pelestarian teknik tradisional dan inovasi dalam pengembangan batik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa batik teknik Shibori berperan penting dalam memperkuat karakter nasionalisme melalui pelestarian kearifan lokal, yang dapat membentuk identitas bangsa dan memperkuat kebanggaan terhadap budaya Indonesia
Student Participation in Social Action as an Implementation of Civic Education and Student Involvement in Social Activities and Public Policy Advocacy: Partisipasi Mahasiswa dalam Aksi Sosial sebagai Implementasi Pendidikan Kewarganegaraan dan Keterlibatan Mahasiswa dalam Kegiatan Sosial dan Advokasi Kebijakan Publik
Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran partisipasi mahasiswa dalam aksi sosial serta kontribusi dalam advokasi kebijakan publik. Namun, masih sedikit penelitian yang berfokus untuk menggali lebih dalam tentang peran pendidikan kewarganegaran terhadap kontribusi mahasiswa serta dampak positif dan negatifnya. Oleh karena itu, dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara secara luring dan daring kepada beberapa mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan kegiatan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada mahasiswa tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara, meningkatkan kesadaran sosial, serta mendorong partisipasi aktif dalam berbagai aksi sosial dan advokasi kebijakan. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan sosial mengalami peningkatan keterampilan kepemimpinan, komunikasi, serta empati terhadap masyarakat. Namun, tantangan seperti beban akademik dan tekanan emosional juga menjadi kendala dalam keterlibatan mereka
Penciptaan Karya Tari Dramatik Perwira Tanah Lingga Berdasarkan Cerita Rakyat Megat Raden Kuning Menggunakan Dasar Gerak Zapin Kote
Riset penciptaan karya tari berjudul Perwira Tanah Lingga bertujuan untuk menciptakan karya tari dramatik yang bersumber dari cerita rakyat Melayu Lingga. Cerita ini merepresentasikan perjuangan rakyat Lingga melawan kekuasaan tirani dan penindasan. Proses penciptaan karya tari dilakukan dengan pendekatan eksploratif melalui tahapan observasi lapangan, wawancara, studi pustaka, serta analisis gerak dan emosi. Sebagai dasar gerak, pengkarya menggunakan motif tari tradisi Zapin Kote yang memiliki nilai estetika, etika, dan simbolik dalam masyarakat pesisir Lingga. Struktur dramatik yang digunakan adalah kerucut tunggal untuk membangun intensitas emosi secara bertahap hingga mencapai klimaks dramatik. Hasil penciptaan ini disusun ke dalam bentuk karya tari yang memiliki alur dramatik yang tersusun dengan hubungan kausalitas adegan yang kuat
Leksikon dalam Tradisi Wiwitan di Desa Banyuroto Kabupaten Kulon Progo
Wiwitan tradition is one of the traditions of the people in Banyuroto Village, Kulon Progo Regency, which is held before the harvest period begins. The wiwitan tradition is a form of gratitude from farmers for the harvest given by God. This research uses descriptive qualitative method. Data collection in this study used interview techniques. The results of the data obtained then analysed using a linguistic approach. The data obtained from the results of interviews with several informants stated that in the wiwitan tradition there are 15 lexicons related to the wiwitan tradition, both objects, processions and names of dishes. From the lexical and cultural meanings, it was found that the function of the lexicon in the wiwitan tradition is to connect to God, to connect to supernatural beings, and as a prayer and life guide for the people of Banyuroto Village, Kulon Progo Regency.Wiwitan tradition is one of the traditions of the people in Banyuroto Village, Kulon Progo Regency, which is held before the harvest period begins. The wiwitan tradition is a form of gratitude from farmers for the harvest given by God. This research uses descriptive qualitative method. Data collection in this study used interview techniques. The results of the data obtained then analysed using a linguistic approach. The data obtained from the results of interviews with several informants stated that in the wiwitan tradition there are 15 lexicons related to the wiwitan tradition, both objects, processions and names of dishes. From the lexical and cultural meanings, it was found that the function of the lexicon in the wiwitan tradition is to connect to God, to connect to supernatural beings, and as a prayer and life guide for the people of Banyuroto Village, Kulon Progo Regency
Ujaran Kebencian Netizen Indonesia dalam Kolom Komentar Instagram NM: Kajian Linguistik Forensik
This research aims to describe speech acts and types of hate speech in NM's Instagram comment section. The approach used in this research is descriptive qualitative, in answering the problem formulation in this thesis the researcher uses forensic linguistic theory with the scalpel of speech act theory. Then the Chief of Police Circular Letter (SE) Number SE/06/X/2015 to find the form of hate speech. Based on the research results, there are 49 data of hate speech. Namely, expressive illocutionary speech acts and hate speech of the type of provoking or inciting are mostly found, namely 22 data. Other findings show that hate speech defamation is 2 data, unpleasant actions 18 data, insult 3 data, blasphemy 3 data and spreading false news 1 data. Assertive illocution 15 data, directive illocution 10 data, commissive 2 data. Netizens freely criticize, reject, deny, identify, and report NM which causes many expressive illocutionary speech acts. Many provocative or inciting hate speeches were found due to interpersonal conflicts.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur dan jenis-jenis ujaran kebencian dalam kolom komentar Instagram NM. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, dalam menjawab rumusan masalah pada skripsi ini peneliti menggunakan teori linguistik forensik dengan pisau bedahnya teori tindak tutur. Kemudian Surat Edaran (SE) Kapolri Nomor SE/06/X/2015 untuk menemukan bentuk ujaran kebencian. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 49 data ujaran kebencian. Yaitu, tindak tutur ilokusi ekspresif dan ujaran kebencian jenis memprovokasi atau menghasut paling banyak ditemukan, yaitu sebanyak 22 data. Temuan lain menunjukkan ujaran kebencian pencemaran nama baik sebanyak 2 data, perbuatan tidak menyenangkan 18 data, penghinaan 3 data, penistaan 3 data dan menyebarkan berita bohong 1 data. Ilokusi asertif 15 data, ilokusi direktif 10 data, komisif 2 data. Netizen secara bebas mengkritik, menolak, menyangkal, mengidentifikasi, dan melaporkan NM yang menyebabkan banyaknya tindak tutur ilokusi ekspresif. Ujaran kebencian memprovokasi atau menghasut banyak ditemukan karena adanya konflik antar pribadi. This research aims to describe speech acts and types of hate speech in NM's Instagram comment section. The approach used in this research is descriptive qualitative, in answering the problem formulation in this thesis the researcher uses forensic linguistic theory with the scalpel of speech act theory. Then the Chief of Police Circular Letter (SE) Number SE/06/X/2015 to find the form of hate speech. Based on the research results, there are 49 data of hate speech. Namely, expressive illocutionary speech acts and hate speech of the type of provoking or inciting are mostly found, namely 22 data. Other findings show that hate speech defamation is 2 data, unpleasant actions 18 data, insult 3 data, blasphemy 3 data and spreading false news 1 data. Assertive illocution 15 data, directive illocution 10 data, commissive 2 data. Netizens freely criticize, reject, deny, identify, and report NM which causes many expressive illocutionary speech acts. Many provocative or inciting hate speeches were found due to interpersonal conflicts.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur dan jenis-jenis ujaran kebencian dalam kolom komentar Instagram NM. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, dalam menjawab rumusan masalah pada skripsi ini peneliti menggunakan teori linguistik forensik dengan pisau bedahnya teori tindak tutur. Kemudian Surat Edaran (SE) Kapolri Nomor SE/06/X/2015 untuk menemukan bentuk ujaran kebencian. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 49 data ujaran kebencian. Yaitu, tindak tutur ilokusi ekspresif dan ujaran kebencian jenis memprovokasi atau menghasut paling banyak ditemukan, yaitu sebanyak 22 data. Temuan lain menunjukkan ujaran kebencian pencemaran nama baik sebanyak 2 data, perbuatan tidak menyenangkan 18 data, penghinaan 3 data, penistaan 3 data dan menyebarkan berita bohong 1 data. Ilokusi asertif 15 data, ilokusi direktif 10 data, komisif 2 data. Netizen secara bebas mengkritik, menolak, menyangkal, mengidentifikasi, dan melaporkan NM yang menyebabkan banyaknya tindak tutur ilokusi ekspresif. Ujaran kebencian memprovokasi atau menghasut banyak ditemukan karena adanya konflik antar pribadi.
Bridging a Gap: Indonesian English Teachers’ Views on ELF and Its Role in Workplace Communication
This study explores Indonesian English teachers' perspectives on English as a Lingua Franca (ELF) and its importance in workplace communication. Using grounded theory and narrative inquiry, the research investigates the experiences of four vocational English teachers to identify challenges, strategies, and suggestions for curriculum reform. The findings revealed that teachers frequently face psychological and linguistic obstacles, such as limited vocabulary and cultural differences, which hindered effective ELF communication. To address these issues, teachers employed pragmatic strategies and cultural adaptation techniques to facilitate workplace interactions. The study highlights the need to shift from traditional grammar-focused instruction toward ELF-informed methodologies that emphasize comprehensibility, intercultural competence, and practical communication skills. This approach aims to better prepare vocational Indonesian students for the complexities of global workplace environments. Overall, the research suggests for an inclusive and flexible English education system that strengthen intercultural understanding and communicative proficiency, essential for successful international collaboration and cross-cultural communication.This study explores Indonesian English teachers' perspectives on English as a Lingua Franca (ELF) and its importance in workplace communication. Using grounded theory and narrative inquiry, the research investigates the experiences of four vocational English teachers to identify challenges, strategies, and suggestions for curriculum reform. The findings revealed that teachers frequently face psychological and linguistic obstacles, such as limited vocabulary and cultural differences, which hindered effective ELF communication. To address these issues, teachers employed pragmatic strategies and cultural adaptation techniques to facilitate workplace interactions. The study highlights the need to shift from traditional grammar-focused instruction toward ELF-informed methodologies that emphasize comprehensibility, intercultural competence, and practical communication skills. This approach aims to better prepare vocational Indonesian students for the complexities of global workplace environments. Overall, the research suggests for an inclusive and flexible English education system that strengthen intercultural understanding and communicative proficiency, essential for successful international collaboration and cross-cultural communication
Analisis Perbandingan Karakter Genre pada Platform Wattpad dan Fizzo: Analisis Sastra PopulerJudul Artikel
This article discusses the comparative characteristics of the romance genre on two popular digital media platforms, Wattpad and Fizzo. Using a descriptive qualitative approach and John G. Cawelti's formula genre theory and Burhan Nurgiyantoro's structural characterization theory, this study aims to identify differences in plot formulas, characterization of female protagonists, and narrative themes. Wattpad tends to feature strong female characters and reflective and innovative narratives, while Fizzo maintains a conventional romance structure with subordinate female characters and male dominance as saviors. These findings show that reader preferences and market strategies help shape the romance genre in popular digital literature.
Abstrak
Artikel ini membahas perbandingan karakteristik genre romansa pada dua platform media digital populer, Wattpad dan Fizzo. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teori genre formula dari John G. Cawelti serta teori struktural penokohan Burhan Nurgiyantoro, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan formula alur, karakterisasi tokoh utama perempuan, dan tema naratif. Wattpad cenderung menampilkan tokoh perempuan kuat dan narasi yang reflektif serta inovatif, sementara Fizzo mempertahankan struktur romansa konvensional dengan tokoh perempuan subordinatif dan dominasi laki-laki sebagai penyelamat. Temuan ini memperlihatkan bahwa preferensi pembaca dan strategi pasar turut membentuk genre romansa dalam sastra digital populer.This article discusses the comparative characteristics of the romance genre on two popular digital media platforms, Wattpad and Fizzo. Using a descriptive qualitative approach and John G. Cawelti's formula genre theory and Burhan Nurgiyantoro's structural characterization theory, this study aims to identify differences in plot formulas, characterization of female protagonists, and narrative themes. Wattpad tends to feature strong female characters and reflective and innovative narratives, while Fizzo maintains a conventional romance structure with subordinate female characters and male dominance as saviors. These findings show that reader preferences and market strategies help shape the romance genre in popular digital literature.
Abstrak
Artikel ini membahas perbandingan karakteristik genre romansa pada dua platform media digital populer, Wattpad dan Fizzo. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teori genre formula dari John G. Cawelti serta teori struktural penokohan Burhan Nurgiyantoro, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan formula alur, karakterisasi tokoh utama perempuan, dan tema naratif. Wattpad cenderung menampilkan tokoh perempuan kuat dan narasi yang reflektif serta inovatif, sementara Fizzo mempertahankan struktur romansa konvensional dengan tokoh perempuan subordinatif dan dominasi laki-laki sebagai penyelamat. Temuan ini memperlihatkan bahwa preferensi pembaca dan strategi pasar turut membentuk genre romansa dalam sastra digital populer
Edukasi Budidaya Mentimun di Desa Muaro Pijoan Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi
Budidaya mentimun merupakan salah satu kegiatan pertanian yang fleksibel dan dapat dilakukan di berbagai jenis lahan, seperti kebun, ladang, sawah, maupun pekarangan rumah. Dalam program ini, varietas yang digunakan adalah Zatavy F1, yang dikenal memiliki kualitas unggul dan produktivitas yang baik. Namun, produksi mentimun cenderung mengalami penurunan selama musim hujan dibandingkan dengan musim kemarau. Hal ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, yang dapat menyebabkan bunga mentimun mudah rontok dan berdampak pada hasil panen. Metode pengumpulan data dalam kegiatan ini menggunakan pengamatan langsung sehingga data yang diperoleh merupakan data primer dan akurat. Selain itu, edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dari program ini. Edukasi dilakukan dengan memberikan penjelasan mendetail mengenai teknik budidaya mentimun mulai dari tahap pembersihan dan pengolahan lahan, penyemaian benih, penanaman, perawatan tanaman, hingga proses panen dan pemasaran hasil panen. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Suka Menanti, Desa Muaro Pijoan, yang masih memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk dikembangkan sebagai area budidaya mentimun. Dengan adanya edukasi dan bimbingan teknis, diharapkan petani di daerah tersebut dapat meningkatkan produktivitas dan hasil budidaya mentimun secara berkelanjutan, sehingga memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal.Cucumber cultivation is a flexible agricultural activity that can be carried out in various types of land, such as gardens, fields, rice paddies, and home yards. In this program, the variety used is Zatavy F1, which is known for its superior quality and good productivity. However, cucumber production tends to decline during the rainy season compared to the dry season. This decrease is mainly due to excessive rainfall, which causes the cucumber flowers to fall prematurely, negatively affecting the yield. The data collection method employed in this activity was direct observation, ensuring that the data obtained are primary and accurate. In addition, community education was a vital component of the program. The education involved detailed explanations of cucumber cultivation techniques, starting from land clearing and preparation, seedling, planting, crop maintenance, to harvesting and marketing of the produce. This program was implemented in Dusun Suka Menanti, Muaro Pijoan Village, which still has ample land potential for cucumber cultivation. With the provision of education and technical guidance, it is expected that local farmers can sustainably increase their cucumber productivity and yield, thereby contributing positively to the local economy
Pemanfaatan Ekstrak Daun Pepaya sebagai Biopestisida pada Tanaman Kacang Tanah di Desa Teluk
Desa Teluk, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari memiliki potensi besar dalam produksi kacang tanah. Namun kualitas hasil panen lokal belum memadai karena rendahnya pemahaman petani terhadap pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Kondisi ini berdampak pada menurunnya produktivitas dan nilai jual hasil panen. Melalui program pengabdian masyarakat Universitas Jambi, dilakukan pelatihan pembuatan dan penggunaan biopestisida berbahan ekstrak daun pepaya sebagai upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman. Kegiatan meliputi survei permasalahan petani, identifikasi kebutuhan lapangan, penyusunan materi, demonstrasi pembuatan biopestisida, serta pendampingan pengaplikasian di lahan. Pelatihan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan pengendalian OPT ramah lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani mengenai karakteristik hama, bahaya penggunaan pestisida kimia berlebihan, serta keunggulan biopestisida nabati. Program ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas ketergantungan kacang tanah lokal, mengurangi pada pestisida kimia, dan mendorong keberlanjutan pertanian di Desa Teluk
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Tepek Ikan untuk Ketahanan Pangan di Desa Jujun
Kegiatan pengabdian masyarakat oleh Tim KKN Tematik MBKM Universitas Jambi di Desa Jujun, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci, bertema "Peningkatan Pangan Lokal Tepek Ikan." Desa Jujun merupakan salah satu desa yang memiliki potensi besar di berbagai macam bidang, salah satunya adalah bidang pertanian. Dalam hal pertanian perikanan, desa ini memiliki potensi besar dalam bidang ekonomi maupun pangan yang dapat menunjang kesejahteraan Masyarakat. Latar belakang program ini adalah rendahnya pemanfaatan potensi ikan Danau Kerinci untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Program ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pengolahan tepek ikan, pengemasan, sertifikasi, dan strategi pemasaran, serta memperkuat kesadaran akan pengelolaan sumber daya lokal yang berkelanjutan. Kegiatan ini meliputi pengumpulan data potensi ikan danau, diskusi bersama, percobaan pembuatan tepek ikan, hingga ke penyuluhan dan pelatihan kepada Masyarakat Desa Jujun. Tidak hanya untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga, program ini juga dapat menjadi salah satu peluang usaha baru bagi Masyarakat untuk meningkatkan ekonomi mereka, serta menjadi kesempatan yang besar bagi daerah Kecamatan Keliling Danau untuk mengembangkan potensi besar lain di Danau Kerinci.Community service activities carried out by the Thematic KKN MBKM Team of Jambi University in Jujun Village, Keliling Danau Subdistrict, Kerinci Regency, were themed "Enhancing Local Food Potential with Tepek Ikan." Jujun Village is one of the villages with significant potential in various sectors, especially in agriculture. In the field of fisheries-based agriculture, the village possesses considerable economic and food security potential that can support community welfare. The background of this program lies in the underutilization of the abundant fish resources in Danau Kerinci to improve food security and the local economy. This program aims to empower the community through training in the production of tepek ikan (a traditional fish-based food), packaging techniques, certification processes, and marketing strategies. Additionally, it seeks to raise awareness about sustainable local resource management. The activities include collecting data on fish resources from the lake, group discussions, experiments in producing tepek ikan, and conducting outreach and training sessions for the residents of Jujun Village. The program not only focuses on strengthening family food security but also opens up new business opportunities for the community to enhance their economy. Furthermore, it presents a significant opportunity for Keliling Danau Subdistrict to explore and develop other substantial potentials associated with Danau Kerinci