Jurnal Online Universitas Jambi
Not a member yet
13172 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN DESA DI DESA RANTAU RASAU II KECAMATAN RANTAU RASAU KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR: Mengukur Efektivitas Pengelolaan Dana Desa dalam Mendorong Pembangunan Di Desa Rantau Rasau II
This research aims to examine and identify the impact of financial ratios, including Working Capital to Total Assets, Retained Earnings to Total Assets, Earnings Before Interest and Taxes to Total Assets, and Book Value of Equity to Total Liabilities, in predicting corporate financial distress during and after the Covid-19 pandemic. This research is a case study on 27 companies in the Transportation and Logistics sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2020–2024, selected through purposive sampling. The data used are secondary financial reports obtained from the IDX website. The analysis was carried out by calculating financial ratios using the Modified Altman Z”-Score model to assess the bankruptcy potential of the companies during the specified period. Based on the analysis results, only the variable Working Capital to Total Assets (WCTA) does not have a significant effect on Financial Distress (FD). Meanwhile, the variables Retained Earnings to Total Assets (RETA), Earnings Before Interest and Tax to Total Assets (EBITTA), and Book Value of Equity to Total Liabilities (BVETL) have a significant effect on Financial Distress (FD).Penelitian ini berjudul "Efektivitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam Meningkatkan Pembangunan Desa di Desa Rantau Rasau II Kecamatan Rantau Rasau Kabupaten Tanjung Jabung Timur". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana efektivitas pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam mendukung pembangunan di desa tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada perangkat desa dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan ADD di Desa Rantau Rasau II belum berjalan secara maksimal. Hal ini terlihat dari lemahnya pengawasan, kurangnya keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program, serta terbatasnya transparansi informasi dari pemerintah desa. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya partisipasi dan efektivitas dalam pembangunan desa. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan tata kelola pemerintahan desa yang lebih partisipatif, transparan, dan akuntabel agar ADD benar-benar dapat memberikan manfaat nyata bagi kemajuan pembangunan desa.
Kata Kunci: Efektivitas, Alokasi Dana Desa, Pembangunan Desa, Partisipasi, Transparans
Book Review: Science vs Mythology: Introduction and Classification from Perspective of Local Communities and Ornithologist
BOOK REVIEW
DENNYS PRADITA, SAINS VS MITOLOGI: PENGENALAN DAN KLASIFIKASI BURUNG DARI SUDUT PANDANG MASYARAKAT LOKAL DAN ORNITOLOG. KLATEN: LAKEISHA, 2021, 114+XVI HLM. ISBN: 978 623 5536 88 0. HARGA: Rp.39000 (EBOOK
Penggunaan Kata Santun Bahasa Jawa Pada Percakapan Antar Warga Di Desa Bangun Seranten Kabupaten Tebo: Penggunaan Kata Santun Bahasa Jawa Pada Percakapan Antar Warga Di Desa Bangun Seranten Kabupaten Tebo
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penggunaan kata santun dalam bahasa Jawa serta faktor-faktor yang memengaruhi pergeserannya pada percakapan antarwarga di Desa Bangun Seranten, Kabupaten Tebo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kata santun masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat, terutama dalam interaksi dengan orang yang lebih tua atau dalam konteks formal. Meskipun bahasa ngoko lebih dominan digunakan dalam percakapan sehari-hari, kesantunan tetap tercermin melalui pilihan kata dan cara penyampaian yang halus serta penuh hormat. Enam maksim kesantunan seperti kebijaksanaan, pujian, kerendahan hati, kemurahan hati, kecocokan, dan simpati ditemukan dalam berbagai interaksi sosial. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi perubahan penggunaan kata santun meliputi pengaruh media sosial, kurangnya pewarisan bahasa dari orang tua, pernikahan antar suku, minimnya pendidikan muatan lokal yang fokus pada praktik bahasa daerah, serta dominasi gaya komunikasi praktis. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pelestarian nilai kesantunan budaya Jawa dan membuka ruang kajian lanjutan dalam konteks perubahan bahasa di masyarakat modern.
Kata Kunci: Bahasa Jawa, kata santun, kesantunan, percakapan antarwarga, maksim kesantunan, masyarakat Jaw
Analisis Minat Belajar Penjas pada Siswa MTS Negeri 1 Merangin
Tujuan pembelajaran Penjas di sekolah adalah meningkatkan kebugaran siswa, sehingga mereka tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga aktif secara fisik. Untuk mencapai tujuan ini, penting bagi siswa untuk memiliki minat yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran Penjas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kuantitatif. Sampel sebanyak 85 siswa MTs Negeri 1 Merangin dipilih secara acak dengan tingkat signifikansi 10%. Data yang digunakan bersifat primer dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tanggapan siswa terhadap kegembiraan dalam pembelajaran Penjas mencapai 10, yang dikategorikan sebagai tinggi. Indikator ketertarikan siswa mencapai 6, yang termasuk kategori sedang, sedangkan indikator perhatian siswa mencapai 7 dan keterlibatan siswa mencapai 6, keduanya masuk dalam kategori tinggi dan sedang secara berurutan. Dari keempat indikator tersebut, minat belajar Penjas siswa di MTs Negeri 1 Merangin mencapai skor 30, sehingga diklasifikasikan sebagai tinggi. Secara keseluruhan, minat belajar Penjas pada siswa MTs Negeri 1 Merangin berada pada kategori tinggi, dengan perasaan senang dan perhatian siswa mencapai kategori tinggi, sementara ketertarikan dan keterlibatan berada pada kategori sedang
Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (Pad), Dana Alokasi Khusus (Dak), Dana Bagi Hasil (Dbh), dan Belanja Daerah Terhadap PDRB Di Provinsi Jambi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH), dan Belanja Daerah terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jambi periode 2011–2023. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya desentralisasi fiskal dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Keuangan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan uji t, uji F, serta koefisien determinasi (R²) untuk menguji pengaruh parsial dan simultan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAD berpengaruh positif signifikan terhadap PDRB, mencerminkan peran kemandirian fiskal daerah dalam memperkuat perekonomian. DAK dan DBH juga berpengaruh positif, meskipun fluktuatif seiring dinamika alokasi pusat dan kondisi komoditas. Belanja daerah terbukti memiliki pengaruh signifikan, khususnya pada sektor produktif yang mendorong aktivitas ekonomi riil. Secara simultan, PAD, DAK, DBH, dan Belanja Daerah berpengaruh signifikan terhadap PDRB dengan nilai koefisien determinasi yang cukup tinggi, menunjukkan bahwa variabel-variabel fiskal tersebut berkontribusi besar dalam menjelaskan variasi pertumbuhan ekonomi daerah. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi PAD, efektivitas pengelolaan transfer pusat, serta pengalokasian belanja daerah yang lebih produktif dalam memperkuat pembangunan ekonomi di Provinsi Jambi
Analisis Pengaruh Jumlah Penduduk Dan Jumlah Industri Terhadap Penerimaan Pajak Daerah di Provinsi Jambi
Pendapatan Asli Daerah (PAD) terutama berasal dari pajak daerah, yang berperan penting dalam mendukung pembangunan serta pelayanan publik. Walaupun jumlah penduduk dan jumlah industri di Provinsi Jambi terus meningkat, penerimaan pajak daerah tetap mengalami fluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh jumlah penduduk dan jumlah industri terhadap penerimaan pajak daerah pada periode 2015–2024. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda, uji F, uji t, serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, jumlah penduduk dan industri memiliki pengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak daerah. Namun, secara parsial, jumlah penduduk tidak menunjukkan pengaruh signifikan, sementara jumlah industri memiliki pengaruh positif dan signifikan. Nilai R² sebesar 0,835 menunjukkan bahwa industri memiliki peran lebih dominan dalam meningkatkan penerimaan pajak daerah
Membangun Desa Anti-Banjir dengan Revitalisasi Teknologi Biopori: Solusi Teknologi Sederhana Berbasis Lingkungan di Desa Aur Gading
Desa Aur Gading di Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, merupakan wilayah yang rentan terhadap genangan air dan banjir akibat curah hujan tinggi, sistem drainase yang buruk, dan minimnya daerah resapan air. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi teknologi sederhana melalui pemanfaatan lubang resapan biopori yang berbasis sampah organik. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan mitra, sosialisasi, pelatihan pembuatan biopori, serta evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat memahami pentingnya teknologi biopori dalam meningkatkan daya serap air tanah dan pengolahan sampah menjadi kompos. Teknologi ini terbukti sederhana, efektif, dan dapat diterapkan di lahan terbatas. Selain berpotensi mengurangi risiko banjir, penerapan biopori juga meningkatkan kesadaran lingkungan, produktivitas pertanian, dan kualitas tanah. Program ini diharapkan menjadi model implementasi teknologi tepat guna yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat desa dalam mitigasi bencana lingkungan
Asal-usul Nama Tempat di Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu
Penelitian ini bertujuan mengungkap makna dan asal-usul toponimi (penamaan tempat) di Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Analisis toponimi menggunakan kerangka teori Sudaryat, yang membagi aspek toponimi menjadi perwujudan (fisik-geografis), kemasyarakatan (interaksi sosial), dan kebudayaan (nilai dan warisan budaya), serta teori makna Fries menggali dimensi linguistiknya. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nama-nama kelurahan di Kecamatan Teluk Segara merefleksikan sejarah, kondisi geografis, interaksi sosial, serta nilai budaya masyarakat yang beragam. Penamaan tempat juga merekam pengalaman kolektif dan warisan budaya melalui bahasa. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami hubungan antara bahasa, budaya, dan lingkungan sosial dalam penamaan tempat serta menegaskan pentingnya pelestarian warisan budaya lokal
Tantangan dan Kesiapan Indonesia Menghadapi Ancaman Siber
This research aims to raise awareness and take concrete steps so that Indonesia can improve its readiness to deal with cyber threats and protect national security in the digital era. The research method used is a literature study reviewing various sources, such as scientific articles, research reports, government policies, mass media news, and other publications relevant to the research topic. The data collected was analyzed qualitatively to identify key themes related to Indonesia's challenges and readiness in facing cyber threats. The results showed that Indonesia faces various significant challenges in dealing with cyber threats, including gaps in the capacity of competent and trained experts, lack of awareness of cyber attacks, weak coordination between government agencies and the private sector in handling cyber threats that still need to be improved, limited budget allocated for cyber security is still limited, and regulations that are not yet strong related to cyber security in technological developmentsPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mengambil langkah-langkah konkret, Indonesia dapat meningkatkan kesiapannya dalam menghadapi ancaman siber dan melindungi keamanan nasional di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur mengkaji terhadap berbagai sumber, seperti artikel ilmiah, laporan penelitian, kebijakan pemerintah, berita media massa, dan publikasi lainnya yang relevan dengan topik penelitian. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif untuk mengidentifikasi tema-tema kunci terkait tantangan dan kesiapan Indonesia dalam menghadapi ancaman siber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menghadapi berbagai tantangan signifikan dalam menghadapi ancaman siber, antara lain kesenjangan kapasitas tenaga ahli yang kompeten dan terlatih, kurangnya kesadaran terhadap serangan siber, koordinasi yang lemah antar lembaga pemerintah dan sektor swasta dalam penanganan ancaman siber yang masih perlu ditingkatkan, keterbatasan anggaran yang dialokasikan untuk keamanan siber masih terbatas, dan regulasi yang belum kuat terkait keamanan siber dalam perkembangan teknologi
Etika Administrasi dalam Membangun Integritas Publik
Etika administrasi memiliki peran penting dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas. Penelitian ini membahas bagaimana prinsip-prinsip etika administrasi ketika dapat diterapkan untuk memperkuat integritas publik serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis review, penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan profesionalisme menjadi landasan utama dalam membangun tata kelola yang baik. Selain itu, faktor pengawasan, regulasi yang tegas, serta komitmen dari para pemimpin dan aparatur sipil negara menjadi kunci dalam memastikan implementasi etika administrasi secara efektif. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa membangun integritas publik tidak hanya memerlukan peraturan yang jelas, tetapi juga budaya kerja yang berbasis moralitas dan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyaraka