JUMANJI (Jurnal Masyarakat Informatika Unjani)
Not a member yet
    81 research outputs found

    Perancangan Service Landscape Untuk Sistem Informasi Terpadu Perguruan Tinggi Swasta Menggunakan Service Oriented Architecture

    Full text link
    Pemanfaatkan Teknologi Informasi (TI) dapat memudahkan proses bisnis dalam Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Tantangan kemudian muncul pada saat proses adopsi teknologi yang beragam yang seringkali membuat perubahan pada proses bisnis PTS. Terlebih lagi, pola investasi TI yang bertahap di PTS pun kemudian berbanding lurus dengan pengembangan sistem informasi yang dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan platform yang berbeda-beda, yang menyebabkan PTS kesulitan dalam mengimplementasikan sebuah solusi yang terintegrasi, yang termasuk di dalamnya adalah faktor skalabilitasnya, dimana TI pada PTS harus memperhatikan fleksibilitas TI terhadap perubahan di masa mendatang [1]. Tantangan tersebut di atas, yang bermuara pada integrasi dan fleksibilitas TI pada PTS dapat dijawab dengan menggunakan teknologi berbasis Service Oriented Architecture (SOA). Dalam penelitian ini akan dilakukan perancangan Service Landscape untuk Sistem Informasi Terpadu PTS pada domain akademik dengan menggunakan pendekatan SOA. Service Landscape merupakan gambaran hirarkis service atau layanan yang dikelompokan berdasarkan proses bisnis. Tujuan dari pembuatan service landscape adalah untuk melihat secara utuh kapabilitas layanan yang dibuat untuk sebuah sektor PTS, sehingga dapat mempermudah analisis SOA pada sektor PTS, dalam penelitian ini diperuntukan untuk sektor PTS. Metodologi penelitian yang digunakan adalah DSRM Process Model. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah Service Landscape untuk Sistem Informasi Terpadu PTS yang dapat digunakan untuk mempermudah analisis SOA pada PTS dan membantu PTS untuk menentukan service atau layanan apa yang akan dibangun; dan pengembangan perangkat lunak mesin pengolah kuesioner untuk mendukung perancangan service landscape.Pemanfaatkan Teknologi Informasi (TI) dapat memudahkan proses bisnis dalam Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Tantangan kemudian muncul pada saat proses adopsi teknologi yang beragam yang seringkali membuat perubahan pada proses bisnis PTS. Terlebih lagi, pola investasi TI yang bertahap di PTS pun kemudian berbanding lurus dengan pengembangan sistem informasi yang dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan platform yang berbeda-beda, yang menyebabkan PTS kesulitan dalam mengimplementasikan sebuah solusi yang terintegrasi, yang termasuk di dalamnya adalah faktor skalabilitasnya, dimana TI pada PTS harus memperhatikan fleksibilitas TI terhadap perubahan di masa mendatang [1]. Tantangan tersebut di atas, yang bermuara pada integrasi dan fleksibilitas TI pada PTS dapat dijawab dengan menggunakan teknologi berbasis Service Oriented Architecture (SOA). Dalam penelitian ini akan dilakukan perancangan Service Landscape untuk Sistem Informasi Terpadu PTS pada domain akademik dengan menggunakan pendekatan SOA. Service Landscape merupakan gambaran hirarkis service atau layanan yang dikelompokan berdasarkan proses bisnis. Tujuan dari pembuatan service landscape adalah untuk melihat secara utuh kapabilitas layanan yang dibuat untuk sebuah sektor PTS, sehingga dapat mempermudah analisis SOA pada sektor PTS, dalam penelitian ini diperuntukan untuk sektor PTS. Metodologi penelitian yang digunakan adalah DSRM Process Model. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah Service Landscape untuk Sistem Informasi Terpadu PTS yang dapat digunakan untuk mempermudah analisis SOA pada PTS dan membantu PTS untuk menentukan service atau layanan apa yang akan dibangun; dan pengembangan perangkat lunak mesin pengolah kuesioner untuk mendukung perancangan service landscape

    Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Dosen Menggunakan Metode AHP

    Full text link
    Sistem pendukung keputusan penilaian kinerja dosen merupakan sebuah sistem yang dapat membantu bagian Biro Pengendali Mutu (BPM) dalam menentukan Indeks Kinerja Dosen (IKD). Penilaian kinerja dilakukan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP merupakan metode dalam sistem pengambilan keputusan untuk permasalahan yang kompleks. Metode ini mengubah permasalahan yang kompleks menjadi terstruktur. Dalam penilaian kinerja dosen terdapat enam kriteria dasar yang digunakan yaitu tingkat pendidikan, jabatan fungsional, beban kerja dosen, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kuesioner. Data yang diinputkan diolah dengan menggunakan metode AHP dan menghasilkan keluaran berupa bobot total nilai masing-masing dosen. Dengan implementasi sistem, didapatkan hasil akhir berupa nilai rekomendasi dan peringkat dosen dari kinerja terbaik. Keunggulan dari Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan ini yaitu mempermudah dalam melakukan penilaian kinerja dosen serta mengurangi unsur subjektivitas dalam penilaian.Decision support system for lecturer performance assessment is a system that can assist the Quality Control Bureau in determining the Lecturer Performance Index (IKD). Performance appraisal is carried out using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. AHP is a method in decision making systems for complex problems. This method converts complex problems into structured ones. In the assessment of lecturer performance there are six basic criteria used, namely education level, functional position, lecturer workload, research, community service, and questionnaire. The inputted data is processed using the AHP method and produces an output in the form of the total weight of the value of each lecturer. With the implementation of the system, the final results are obtained in the form of recommendation values ​​and lecturer ratings of the best performance. The advantage of this Decision Support System Application is that it makes it easier to assess the performance of lecturers and reduce the element of subjectivity in the assessment

    Innovation Computer Vision Technology With Internet Of Things (Iot) For Support Entrepreneurs In Fishery Sector

    Full text link
    Sektor perikanan memerankan peran utama ke dua setelah migas, indonesia merupakan negara dengan wilayah laut yang luas di Asia Tenggara dan menjadi penghasil ikan nomor satu wilayah tesebut, produk -produk perikanan indonesia telah mampu bersaing dipasar domestik dan pasar internasional, sektor perikanan saat ini mencoba membuat sebuah sistem quality control atau kendali produk yang dihasilkan dari mulai level hulu dan hilir, besarnya jumlah produk ikan di Indonesia menjadi andalan penghasilan devisa negara, sumber perikanan indonesia berumber pada perikanan air tawar dan sumber perikanan air laut. Agar mampu bersaing dipasar domestik diperlukan sebuah langkah dengan menjaga standar tempat pemeliharaan dan qualitas ikan, faktor qualitas ikan dipengaruhi dengan memperhatikan jenis pakan dan  kualitas  air, yang sangat berpengaruh pada habitat ikan tersebut, proses tersebut akan sulit jika dilakukan pada area yang luas serta menggunakan teknologi yang masih sederhana misalkan  peternak ikan  akan memberikan pakan ikan secara berkala dan manual mengecek keadaaan serta  ukuran ikan  yang masih menggunakan visual langsung, misalnya  dengan mengukur bobot, kelengkapan tubuh ikan dan  warna ukuran itu sendiri merupakan faktor yang sangat penting sebagai pengambilan keputusan bahwa ikan tersebut  masuk kedalam kategori export atau tidak. Untuk memudahkan monitoring kualitas ikan tersebut saat ini bisa menggunakan sebuah bantuan metode  Computer vision dengan teknik image processing dengan implementasi teknologi IOT (Internet Of Thing), pada  metode tersebut qualitas suhu air kolom dan ukuran kondisi ikan bisa monitoring bahkan menghitung kondisi jumlah ikan yang hidup dikolam, metode bisa mempersingkat waktu dan mengkover area habitat ikan dalam zona yang lebih luas dan menghemat tenaga  serta biaya sehingga hasilnya dari produk ikan lebih optimal dan berkualitasSektor perikanan memerankan peran utama ke dua setelah migas, indonesia merupakan negara dengan wilayah laut yang luas di Asia Tenggara dan menjadi penghasil ikan nomor satu wilayah tesebut, produk -produk perikanan indonesia telah mampu bersaing dipasar domestik dan pasar internasional, sektor perikanan saat ini mencoba membuat sebuah sistem quality control atau kendali produk yang dihasilkan dari mulai level hulu dan hilir, besarnya jumlah produk ikan di Indonesia menjadi andalan penghasilan devisa negara, sumber perikanan indonesia berumber pada perikanan air tawar dan sumber perikanan air laut. Agar mampu bersaing dipasar domestik diperlukan sebuah langkah dengan menjaga standar tempat pemeliharaan dan qualitas ikan, faktor qualitas ikan dipengaruhi dengan memperhatikan jenis pakan dan  kualitas  air, yang sangat berpengaruh pada habitat ikan tersebut, proses tersebut akan sulit jika dilakukan pada area yang luas serta menggunakan teknologi yang masih sederhana misalkan  peternak ikan  akan memberikan pakan ikan secara berkala dan manual mengecek keadaaan serta  ukuran ikan  yang masih menggunakan visual langsung, misalnya  dengan mengukur bobot, kelengkapan tubuh ikan dan  warna ukuran itu sendiri merupakan faktor yang sangat penting sebagai pengambilan keputusan bahwa ikan tersebut  masuk kedalam kategori export atau tidak. Untuk memudahkan monitoring kualitas ikan tersebut saat ini bisa menggunakan sebuah bantuan metode  Computer vision dengan teknik image processing dengan implementasi teknologi IOT (Internet Of Thing), pada  metode tersebut qualitas suhu air kolom dan ukuran kondisi ikan bisa monitoring bahkan menghitung kondisi jumlah ikan yang hidup dikolam, metode bisa mempersingkat waktu dan mengkover area habitat ikan dalam zona yang lebih luas dan menghemat tenaga  serta biaya sehingga hasilnya dari produk ikan lebih optimal dan berkualita

    Implementasi Circular Hough Transform untuk Pendeteksian Kebohongan pada Anak melalui Pergerakan Kornea Mata

    Full text link
    Pergerakan kornea mata kearah kanan merupakan ekspresi respon yang tidak disadari oleh anak saat mereka sedang berbohong. Pergerakan tersebut dapat dijadikan salah satu acuan untuk pendeteksian kebohongan. kornea mata dapat dideteksi menggunakan metode Circular Hough Transform.The movement of the cornea to the right is an unconscious response when someone is lying. This movement can be used as a reference for detecting lies. Corneas can be detected using the Hough Transform Circular. Furthermore the process is to determine the movement of corneas by comparing the pixel values from one frame to another frame. If the pixel value in the next frame is greater than the initial value, it indicates the movement of the cornea to the right, on the contrary when the pixel value is smaller than the initial value then the eye movement is left. The testing was conducted in one interview session, if there was a corneal movement to the right reaching 60%, it can be concluded that there was a tendency to lie. The level of system accuracy obtained based on testing of 50 children obtained a percentage of 52%

    Penerapan Sistem Informasi Manajemen Perizinan Online (Simponie) Berbasis Website Dengan Menggunakan Ci Framework

    Full text link
    Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam melaksanakan kegiatan pelayanan publik yang secara online dan terbuka khususunya dibidang perizinan. Pada  Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 61 tahun 2016 tentang Kedudukan, Struktur Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja dibentuklah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Awal mula terbentuknya DPMPTSP dimana sistem masih berjalan manual dan masih terdapati praktek pungli dilakukan oknum calo. Untuk mengurangi praktek pungli DPMPTSP melakukan terobosan baru yakni membuat sistem informasi yang berbasis website mudah dijangkau secara online dan terbuka. Untuk implementasi Sistem Informasi Manajemen Perizinan Online (SIMPONIE) tersebut, peneliti menganalisis kendala yang ada pada Dinas Penanaman Modal dan PTSP dengan beberapa Metode yang terdiri dari Metode Pengumpulan data, Metode Konsep Analisa Sistem Menggunakan SDLC (Systems Development Life Cycle) tipe Waterfall, dan Metode Rancangan Sistem Menggunakan UML (Unified Modeling Language)  dan CI Framework.Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam melaksanakan kegiatan pelayanan publik yang secara online dan terbuka khususunya dibidang perizinan. Pada  Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 61 tahun 2016 tentang Kedudukan, Struktur Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja dibentuklah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Awal mula terbentuknya DPMPTSP dimana sistem masih berjalan manual dan masih terdapati praktek pungli dilakukan oknum calo. Untuk mengurangi praktek pungli DPMPTSP melakukan terobosan baru yakni membuat sistem informasi yang berbasis website mudah dijangkau secara online dan terbuka. Untuk implementasi Sistem Informasi Manajemen Perizinan Online (SIMPONIE) tersebut, peneliti menganalisis kendala yang ada pada Dinas Penanaman Modal dan PTSP dengan beberapa Metode yang terdiri dari Metode Pengumpulan data, Metode Konsep Analisa Sistem Menggunakan SDLC (Systems Development Life Cycle) tipe Waterfall, dan Metode Rancangan Sistem Menggunakan UML (Unified Modeling Language)  dan CI Framework

    Penggunaan Teknologi Wireless Sensor Network (WSN) dan GSM Pada Konsep Smart City

    Full text link
    Smart city adalah sebuah konsep dimana semua sistem dan element baik itu alat atau moda tranfortasi bisa bekerja seseuai dengan konsep mobiltasnya, hardware dan software pendukung harus saling terintgrasi dan bisa berjalan pada semua platform pendukung, data pada platform bisa tersimpan dalam virtual server dalam hal ini disebut sebagai cloud computing, cloud sendiri akan menyimpan berbagai macam data penting seperti kode kependudukan, data transportasi, penjualan,dan akses kemanan, data inputan tadi berasal dari semua aplikasi yang terpisah – pisah dan tersebar dibeberapa penjuru kota, bagus tidaknya data yang tersimpan tergantung dari koneksi dan akses internet yang digunakan, sebagai contoh pada sistem retail penjualan barang, pada sistem yang lain  jumlah pengguna tranfortasi bisa dikirm melalui data cloud tetapi masih terbatas dan tergantung pada area wilayah yang sangat luas, demikan juga penggunaan kamera CCTV yang terpasang dijalan raya atau tempat pembelajaan masih tersebar sulit  dalam  proses penyetingan dan membutuhkan proses  penarikan kabel terdekat sebagai sumber arus listrik agar terkoneksi  server, masalah tersebut bisa diatas dengan pemasangan perangkat yang di integrasikan dengan teknologi Wireless Sensor Network pada alat – alat pendukung Smart City misalkan untuk menghitung jumlah pengunjung mall atau bandara, penggunaan CCTV dengan WSN memungkinkan peralatan tersebut bisa ditempatkan secara fleksible memanfaatkan data GSM yang bisa disimpan pada switch dengan penambahan konfigurasi VLAN (virtula local Area ) ,penambahan metode ini bisa mengamankan data transaksi dengan mengamkan jaringan komputer LAN yang dimaksimalkan, penambahan WSN pada cctv mampu disimpan ditempat yang susah dijangkau dan terkoneksi dengan aplikasi multiface detection yang berguna sebagai tambahan fitur keamananSmart city adalah sebuah konsep dimana semua sistem dan element baik itu alat atau moda tranfortasi bisa bekerja seseuai dengan konsep mobiltasnya, hardware dan software pendukung harus saling terintgrasi dan bisa berjalan pada semua platform pendukung, data pada platform bisa tersimpan dalam virtual server dalam hal ini disebut sebagai cloud computing, cloud sendiri akan menyimpan berbagai macam data penting seperti kode kependudukan, data transportasi, penjualan,dan akses kemanan, data inputan tadi berasal dari semua aplikasi yang terpisah – pisah dan tersebar dibeberapa penjuru kota, bagus tidaknya data yang tersimpan tergantung dari koneksi dan akses internet yang digunakan, sebagai contoh pada sistem retail penjualan barang, pada sistem yang lain  jumlah pengguna tranfortasi bisa dikirm melalui data cloud tetapi masih terbatas dan tergantung pada area wilayah yang sangat luas, demikan juga penggunaan kamera CCTV yang terpasang dijalan raya atau tempat pembelajaan masih tersebar sulit  dalam  proses penyetingan dan membutuhkan proses  penarikan kabel terdekat sebagai sumber arus listrik agar terkoneksi  server, masalah tersebut bisa diatas dengan pemasangan perangkat yang di integrasikan dengan teknologi Wireless Sensor Network pada alat – alat pendukung Smart City misalkan untuk menghitung jumlah pengunjung mall atau bandara, penggunaan CCTV dengan WSN memungkinkan peralatan tersebut bisa ditempatkan secara fleksible memanfaatkan data GSM yang bisa disimpan pada switch dengan penambahan konfigurasi VLAN (virtula local Area ) ,penambahan metode ini bisa mengamankan data transaksi dengan mengamkan jaringan komputer LAN yang dimaksimalkan, penambahan WSN pada cctv mampu disimpan ditempat yang susah dijangkau dan terkoneksi dengan aplikasi multiface detection yang berguna sebagai tambahan fitur keamana

    Analisis dan Perancangan Domain Specific Language untuk Data Generator pada Relational Database

    Full text link
    Data dummy seringkali diperlukan dalam proses belajar basis data, pengujian perangkat lunak, pengujian performansi basis data, dan lain-lain. Proses pembuatan data dummy seringkali memerlukan waktu yang tidak sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Domain Specific Language (DSL) yang dapat digunakan dalam kakas generator data. DSL yang dikembangkan didasarkan pada Data Definition Language (DDL) dari basis data relasional dengan spesifikasi pada sintaks create table. Kontribusi penelitian ini adalah DSL dan grammar yang dapat digunakan untuk melakukan proses parsing DDL yang akan menjadi bagian dari kakas generator data.Dummy data is often required in database learning process, software testing, database performance testing, etc. The process of making dummy data often takes a long time. This research aims to design Domain Specific Language (DSL) that can be used in a data generator software. DSL has been developed based on Data Definition Language (DDL) of relational database with specification in create table DDL command. The contribution of the research is a DSL and a grammar for parsing DDL that will be a part of data generator software

    Implementasikan Single Service Set Identifier Menggunakan Dynamic VLAN Dan Active Directory Pada Perangkat Nirkabel

    Full text link
    Semakin banyak perangkat akses dan mobilitas pegawai memerlukan pengelolaan agar bisa perangkat akses yang ada dapat dimanfaatkan  oleh banyak pengguna dari  unit kerja yang berlainan dengan tidak mengurangi  faktor keamanan.      Perancangan jaringan nirkabel dengan satu buah nama jaringan dengan autentikasi berbasis  data  Active Directory  diimplementasikan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Penelitian ini merancang  dan mengimplementasikan single service set identifier  pada perangkat akses, keamanan  akses berbasis  layanan autentikasi Network Policy Server dengan data  pengguna tersimpan pada  layanan Active Directory Domain Services pada server Windows 2008R2.Hasil  pengujian pada perangkat laptop dengan sistem operasi Windows 10,  user dapat melakukan autentikasi dan mendapatkan ip address sesuai  profile grup user.The more access and employee mobility devices require management so that existing access devices can be used by many users from different work units without reducing security factors. Designing a wireless network with one network name with Active Directory data-based authentication is implemented to overcome existing problems. This research designs and implements single service set identifier on access devices, access security based authentication service Network Policy Server with user data stored on Active Directory Domain Services on Windows 2008R2 servers. The results of testing on laptop devices with Windows 10 operating system, users can authenticate and get ip address according to user group profile

    Game Simulasi Gerakan Pasien Cedera Bahu Menggunakan Jaringan Saraf Tiruan Backpropagation

    Full text link
    Bahu merupakan bagian dari lengan yang mudah mengalami cedera. Cedera pada bahu antara lain peradangan sendi, pergeseran tulang (dislokasi), dan bahu kaku (frozen shoulder) serta pasca stroke. Selain itu, penyebab bahu cedera karena olahraga yang menitikberatkan lengan sebagai tumpuan. Latihan terapi yang terjadwal merupakan upaya merehabilitasi bahu untuk memulihkan dan mengembalikan fungsi bahu. Namun kegiatan rehabilitasi medik memerlukan jangka waktu lama dan terkesan monoton yang berakibat menurunnya motivasi pasien dalam menjalani latihan terapi. Sementara itu, perkembangan teknologi yang memudahkan berbagai aspek kehidupan khususnya dibidang kesehatan menjadikan video game dan perangkat sensor Kinect dapat diterapkan sebagai media dalam simulasi latihan terapi cedera bahu. Penelitian ini telah membangun game simulasi sebagai visualisasi untuk mendukung latihan terapi cedera bahu dan kemampuan dalam memprediksi pemulihan cedera bahu pasien yang terbagi atas tiga kelas yaitu “Meningkat”, “Tetap”, dan “Menurun”. Pasien melakukan gerakan untuk mengontrol game dengan mengangkat lengan menjauhi garis tengah terhadap bidang frontal pada tubuh atau disebut sebagai gerakan Shoulder Active Abduction. Gerakan dilakukan oleh salah satu lengan cedera yang akan menghasilkan nilai sudut bervariasi dengan rentang 0°-180°. Gerakan yang dilakukan direkam sensor Kinect yang dapat memvisualisasikan peta gerakan kerangka tubuh atau disebut matchstick skeleton. Keluaran dari sensor Kinect berupa nilai koordinat yang direpresentasikan ke dalam nilai sudut. Data latih diperoleh dari lima naracoba yang menghasilkan nilai sudut berbeda. Nilai-nilai sudut dilakukan pelatihan menggunakan Backpropagation yang selanjutnya menghasilkan nilai akurasi. Hasil pelatihan dengan learning rate 0,01 menunjukan akurasi sebesar 82% untuk prediksi data yang sudah dilatih, sedangkan pengujian data baru menunjukan akuarasi sebesar 66,7%.Bahu merupakan bagian dari lengan yang mudah mengalami cedera. Cedera pada bahu antara lain peradangan sendi, pergeseran tulang (dislokasi), dan bahu kaku (frozen shoulder) serta pasca stroke. Selain itu, penyebab bahu cedera karena olahraga yang menitikberatkan lengan sebagai tumpuan. Latihan terapi yang terjadwal merupakan upaya merehabilitasi bahu untuk memulihkan dan mengembalikan fungsi bahu. Namun kegiatan rehabilitasi medik memerlukan jangka waktu lama dan terkesan monoton yang berakibat menurunnya motivasi pasien dalam menjalani latihan terapi. Sementara itu, perkembangan teknologi yang memudahkan berbagai aspek kehidupan khususnya dibidang kesehatan menjadikan video game dan perangkat sensor Kinect dapat diterapkan sebagai media dalam simulasi latihan terapi cedera bahu. Penelitian ini telah membangun game simulasi sebagai visualisasi untuk mendukung latihan terapi cedera bahu dan kemampuan dalam memprediksi pemulihan cedera bahu pasien yang terbagi atas tiga kelas yaitu “Meningkat”, “Tetap”, dan “Menurun”. Pasien melakukan gerakan untuk mengontrol game dengan mengangkat lengan menjauhi garis tengah terhadap bidang frontal pada tubuh atau disebut sebagai gerakan Shoulder Active Abduction. Gerakan dilakukan oleh salah satu lengan cedera yang akan menghasilkan nilai sudut bervariasi dengan rentang 0°-180°. Gerakan yang dilakukan direkam sensor Kinect yang dapat memvisualisasikan peta gerakan kerangka tubuh atau disebut matchstick skeleton. Keluaran dari sensor Kinect berupa nilai koordinat yang direpresentasikan ke dalam nilai sudut. Data latih diperoleh dari lima naracoba yang menghasilkan nilai sudut berbeda. Nilai-nilai sudut dilakukan pelatihan menggunakan Backpropagation yang selanjutnya menghasilkan nilai akurasi. Hasil pelatihan dengan learning rate 0,01 menunjukan akurasi sebesar 82% untuk prediksi data yang sudah dilatih, sedangkan pengujian data baru menunjukan akuarasi sebesar 66,7%

    Sistem Monitoring Gangguan Burung pada Area Bandara dan Vision Recognition

    No full text
    Saat ini di Indonesia moda transportasi udara merupakan moda transportasi yang cukup banyak dijadikan pilihan oleh masyarakat, salah satu faktor yang mengindikasikannya adalah jumlah kunjungan masyarakat ke bandara dan trafik penerbangan sudah sangat padat sehingga banyak dibuat bandara-bandara baru di beberapa kota di Indonesia. Di bandara banyak sekali permasalahan yang mesti segera diselesaikan berkaitan dengan pelayanan publik sehingga bandara diharapkan dapat memberikan solusi-solusi terhadap permasalahan tersebut dan menjadikan bandara lebih aman serta nyaman. Permasalahan yang sering terjadi di bandara yaitu berkaitan dengan keberadaan burung yang sedang melakukan migrasi dari satu tempat ke tempat lain melintasi kawasan bandara. Banyak kasus terjadi bahwa mesin pesawat jet menabrak dan menyedot burung ke dalam mesin yang berdampak sangat fatal bagi pesawat karena mesin pesawat akan mati. Untuk permasalahan tersebut peneliti melakukan penelitian dengan merancang sistem monitoring gangguan burung pada area bandara menggunakan sistem radar dan vision recognition. Dimana tahapan vision recognition yang digunakan adalah image detection, image acquisition, texture recognition, color recognition dan bird recognition. Dan hasilnya sistem monitoring ini dapat mengidentifikasi keberadaan burung dan membedakannya dengan objek lain, setelah sistem dapat mengetahui keberadaan burung maka alarm akan menyala untuk mengusir keberadaan burung sehingga landasan akan dapat dipastikan aman untuk digunakan pesawat take off dan landing.Saat ini di Indonesia moda transportasi udara merupakan moda transportasi yang cukup banyak dijadikan pilihan oleh masyarakat, salah satu faktor yang mengindikasikannya adalah jumlah kunjungan masyarakat ke bandara dan trafik penerbangan sudah sangat padat sehingga banyak dibuat bandara-bandara baru di beberapa kota di Indonesia. Di bandara banyak sekali permasalahan yang mesti segera diselesaikan berkaitan dengan pelayanan publik sehingga bandara diharapkan dapat memberikan solusi-solusi terhadap permasalahan tersebut dan menjadikan bandara lebih aman serta nyaman. Permasalahan yang sering terjadi di bandara yaitu berkaitan dengan keberadaan burung yang sedang melakukan migrasi dari satu tempat ke tempat lain melintasi kawasan bandara. Banyak kasus terjadi bahwa mesin pesawat jet menabrak dan menyedot burung ke dalam mesin yang berdampak sangat fatal bagi pesawat karena mesin pesawat akan mati. Untuk permasalahan tersebut peneliti melakukan penelitian dengan merancang sistem monitoring gangguan burung pada area bandara menggunakan sistem radar dan vision recognition. Dimana tahapan vision recognition yang digunakan adalah image detection, image acquisition, texture recognition, color recognition dan bird recognition. Dan hasilnya sistem monitoring ini dapat mengidentifikasi keberadaan burung dan membedakannya dengan objek lain, setelah sistem dapat mengetahui keberadaan burung maka alarm akan menyala untuk mengusir keberadaan burung sehingga landasan akan dapat dipastikan aman untuk digunakan pesawat take off dan landing

    75

    full texts

    81

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JUMANJI (Jurnal Masyarakat Informatika Unjani)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇