Jurnal Online Universitas Madura
Not a member yet
1311 research outputs found
Sort by
PROBLEMATIKA TANDHE TELLOK DALAM SISTEM PERKAWINAN DI MADURA
Abstrak Larangan melangsungkan pernikahan menurut hukum adat Tandhe Tellok yang masih diyakini di masyarakat Dusun,tengger Desa,Polagan Kec,Galis Pamekasan Madura,yang mana merupakan tradisi turun temurun dari para leluhur masyarakat Dusun,Tengger.yang mana dalam hukum adat tersebut melarang melangsungkan pernikahan apabila hari lahir si laki-laki hari senin dan hari lahir si wanita hari rabu maka menurut hukum adat Tandhe Tellok tidah bisa dilangsungkan,intinya hari lahir kedua mempelai tidak boleh bertanda tida seperti hari senin dan rabu,rabu dan jumat,jumat dan minggu dan seterusnya, hari lahir dihitung dari hari lahir si laki-laki karena laki-laki di madura khususnya masyarakat Dusun,Tengger di yakini sebagai pelindung dan sekaligus penuntun bagi wanitanya maka dari itu hari lahir dihitung mulai dari si laki-laki.akibat apabila tetap melangsungkan pernikahan meski bertentangan dengan hukum adat Tandhe Tellok maka di percaya akan mendapatkan bala musibah.meskipun hukum adat tersebut bertentangan dengan agama islam karena sudah mempercayai terhadap hal-hal tersebut,akan tetapi masyarakat Dusun,Tengger masih meyakini hukum adat tersebut sebagai bentuk warisan dari leluhurnya dan apabila tidak mengikuti aturan hukum adat tersebut apabila terjadi hal-hal buruk maka masyarakat setempat akan menghubungkan dengan kejadian tersebut dan dampaknya bisa jadi bahan pembicaraan dan bahan gosipan.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan Teknik pengumpulan data dari hasil wawancara ,dan juga observasi lokasi penelitian yaitu di Dusun,Tengger Desa,Polahan Kec,Galis Pamekasan Madura. Obyek penelitian ini adalah dilarangnya melakukan pernikahan yang bertentangan dengan hukum adat Tandhe Tellok,dalam penelitian pemantapan dan kebenaran informasi dicapai dengan cara mengunakan Teknik triangulasi metode, triangulasi metode dilakukan dengan cara membandingkan wawancara terstuktur dan mendalam dan juga membandingkan dengan hasil pencatatan dan dokumen.Kata Kunci: Tandhe Tellok, Perkawinan, Madur
ANALISIS TERHADAP PENETAPAN DISPENSASI PERNIKAHAN DIBAWAH UMUR
ABSTRAKDispensasi nikah dibawah umur merupakan permohonan keringanan yang diberikan Pengadilan Agama kepada calon mempelai yang belum cukup umur untuk melangsungkan perkawinan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perkawinan, usia minimal untuk menikah adalah 19 tahun baik untuk pria maupun wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menjadi pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Cilacap dalam memberikan penetapan pada perkara dispensasi nikah, serta apa yang menjadi hambatan ataupun kendala dalam proses penetapan dispensasi nikah. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sementara teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dam dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis yang bersifat induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajuan perkara dispensasi nikah di Pengadilan Agama Cilacap tergolong tinggi yaitu dilihat dari data tiga tahun terkahir yang jumlah pengajuan perkara dispensasi nikah mencapai 2232 perkara. Hakim dalam menjalankan persidangan dispensasi nikah berpedoman pada Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Nikah. Perkara dispensasi di Pengadilan Agama Cilacap menghasilkan penetapan yang menyatakan bahwa permohonan tersebut dikabulkan. Hal tersebut berdasarkan pertimbangan hakim, dimana hakim lebih mengutamakan kemaslahatan daripada kemudharatan, dimana apabila permohonan tidak dikabulkan dikhawatirkan akan menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan, karena tidak dikabulkannya permohonan tidak menjamin para calon pengantin untuk berpisah. Kata Kunci; Penetapan Dispensasi Nikah Pengadilan Agama
Cover Rekayasa Jurnal Teknik Sipil Universitas Madura Vol. 8 No.1 Juni 2023
Cover Rekayasa Jurnal Teknik Sipil Universitas Madura Vol. 8 No.1 Juni 202
Pelatihan Presentasi Materi Bahasa Inggris Menggunakan Prezi sebagai Media pembelajaran
Tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan pengabdian ini adalah memberikan wawasan dan pelatihan penggunaan media pembelajaran Prezi bagi siswa-siswi di SMA Negeri 3 Pamekasan. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dengan memberikan kontribusi positif terhadap usaha peningkatan kualitas pendidikan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan, dan diikuti oleh siswa-siswi kelas 10 SMAN 3 Pamekasan. Diharapkan dari pengabdian ini secara umum peserta akan memahami media pembelajaran Prezi. Peserta memahami jika menguasai media pembelajaran dan dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam membuat media melalui aplikasi prezi untuk presentasi. Berdasarkan angket motivasi diketahui bahwa peserta merasa mampu untuk menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi Prezi untuk mengajar dan memilih Prezi untuk dijadikan media pembelajaran
Analisis Pengaruh Variasi Penggunaan Bahan Aditif Tambahan Superplasticizer Terhadap Properti Pasta Kombinasi Semen-Fly Ash
Dalam proses pembangunan, semen merupakan salah satu komponen yang berperan sangat besar, dan juga salah satu material yang mempunyai dampak lingkungan paling besar juga. Dalam upaya mengurangi penggunaan semen, dan disisi lain juga mengoptimalisasi performa beton, muncul berbagai solusi untuk menggunakan material limbah pengganti/subtitusi binder, maupun penggunaan admixture. Penggunaan fly ash dapat meningkatkan workability dan stabilitas daripada pasta. Disisi lain, partikel fly ash yang lebih kecil daripada semen dapat berkontribusi dalam meningkatkan kepadatan dari spesimen, yang berkontribusi pada meningkatnya nilai kuat tekan. Selain kontribusi akibat binder, rasio air semen (w/c) juga sangat berpengaruh terhadap kekuatan beton. Semakin rendah w/c, maka semakin tinggi pula nilai kuat tekan spesimen, dimana pada sampel pasta dengan binder 100% semen, penurunan w/c sebesar 65.63% dapat meningkatkan kuat tekan hingga 143.77%. Dengan mengetahui sifat dan dosis yang tepat dalam menggunakan superplasticizer, performa dan properti beton dapat ditingkatkan, baik dalam keadaan segar maupun dalam keadaan sudah mengeras
Pelatihan E-Modul Matematika Bagi Guru SD
Dalam rangka membantu siswa untuk belajar secara mandiri di rumah, guru-guru SDN Bakalan Krajan 1 Malang telah mencoba beberapa cara seperti memberi tugas rumah dan merekomendasikan buku-buku untuk dibaca oleh siswa. Akan tetapi, berdasarkan laporan yang diterima dari orang tua siswa diketahui bahwa, minat dan motivasi siswa belajar saat di luar pengawasan guru tergolong sangat rendah. Pembelajaran daring yang dilakukan oleh guru masih menggunakan bahan ajar cetak yang monoton. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu guru SD di SDN Bakalan Krajan 1 Malang dalam membuat modul elektronik untuk materi matmatika. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan yang dilakukan, disimpulkan bahwa: 1) para guru memiliki kemampuan dalam adaptasi dengan teknologi informasi, tetapi masih memperlukan pendampingan dalam membuka suatu aplikasi tertentu yang terkait dengan pembuatan e-modul, 2) para guru memiliki kreativitas dalam membuat animasi sebagai daya tarik dalam e-modul, 3) para guru juga tidak mengalami kesulitan dalam konten matematika untuk siswa SD
KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS VIII SMPN VI PAMEKASAN
Penelitian ini, dilatarbelakangi oleh penulis terhadap kegiatan proses belajar mengajar peserta didik kelas VIII pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, dikarenakan terdapat sebagian peserta didik yang memiliki kemampuan menulis teks eksplanasi masih kurang dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dapat diketahui tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan dalam menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMPN VI Pamekasan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan datanya dengan cara melakukan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan dalam menulis teks eksplanasi siswa Kelas VIII SMPN VI Pamekasan sudah dapat dikatakan cukup baik. Terbukti dari 12 tugas teks eksplanasi siswa sudah memenuhi beberapa indikator, yaitu: 1). Bagian pembukaan sebanyak 7 siswa yang memiliki karya teks eksplanasi yang baik, sedangkan 5 siswa memiliki karya yang cukup baik; 2). Bagian inti sebanyak 8 siswa yang memiliki karya teks eksplanasi yang baik, sedangkan 4 siswa memiliki karya yang cukup baik; 3). Bagian penutup sebanyak 8 siswa yang memiliki karya teks eksplanasi yang baik, sedangkan 4 siswa memiliki karya yang cukup baik
PENERAPAN ASAS RESTORATIVE JUSTICE DALAM PENYELESAIAN PERKARA TINDAK PIDANA PENIPUAN DAN PENGGELAPAN JUAL BELI GET ARISAN ONLINE BERDASARKAN LAPORAN POLISI NOMOR: LP-B/165/IV/RES.1.11./2021/SATRESKRIM/SPKT POLRES PAMEKASAN
ABSTRAKPenipuan dan penggelapan merupakan salah satu contoh tindak pidana yang merugikan bagi orang lain. Tidak terpenuhinya kebutuhan pokok atau kebutuhan dasar sehingga standart hidup layak tidak tercapai menjadi salah satu faktor adanya tindak pidana tersebut. Kebutuhan dasar yang dimaksud seperti makanan, pakaian, rumah atau tempat berlidung, pendidikan dan kesehatan. Akibat dari kurangnya dalam memenuhi kebutuhan pokok tersebutlah yang kemudian kejahatan terjadi dimana-mana. Salah satu cara untuk menyelesaikan instrumen persoalan yaitu dengan menyerahkan kepada pihak Kepolisan.Penelitian ini termasuk jenis penelitian hukum empiris (yuridis – sosiologis). Sumber data primer pemelitian ini adalah penyidik di satreskrim Polres Pamekasan. Teknik pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis melalui analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa penyelesaian tindak pidana penipuan dan penggelapan di Satreskrim Polres Pamekasan diselesaikan dengan asas restorative justice dengan menerapkan mekanisme Peraturan Kapolri Nomor 8 tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif dimana dalam pelaksanaannya melibatkan korban/ pelapor, pelaku/terlapor serta pihak – pihak yang terlibat dalam perkara tersebut. Hambatan yang dialami oleh penyidik satreskrim Polres Pamekasan dalam menerapkan asas restorative justice dalam perkara tersebut yaitu tersangka ingin melarikan diri dan seakan – akan tidak mau mengganti atau ingin menguasai sepenuhnya uang yang sebenarnya menjadi milik atau hak korban. Akan tetapi setelah berbagai upaya penyilidikan dan penyidikan dilakukan akhirnya tersangka berhasil diamankan oleh penyidik Satrsekrim Polres Pamekasan dan akhirnya tersangka mengganti seluruh kerugian uang yang dialami oleh korban. Oleh karena itu dihimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan adanya tawaran arisan online dengan keuntungan yang singkat dan besar akan tetapi tidak jelas sistem pengelolaannya yang nantinya akan merugikan korban
PERANGKAT LUNAK ANALISA KEMAMPUAN SISWA MENGGUNAKAN ALGORITMA PRISM
ABSTRAK Perkembangan teknologi selalu mempunyai peran yang sangat penting dalam memberikan arahan pada dunia pendidikan. Salah satu arahan yang menarik adalah berkenaan dengan peningkatan mutu pendidikan. Upaya peningkatan mutu pendidikan dilakukan karena rendahnya prestasi belajar. Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar pada siswa, guru harus bisa mengetahui kemampuan siswanya dalam menggunakan model pembelajaran serta ketrampilan dalam menyampaikan materi pelajaran. Hal ini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model E-Learning. E-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan dalam menyampaikan pelajaran pada siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lainnya. Sehingga akan sedikit membantu siswa dalam mengerjakan soal. Sedangkan algoritma yang akan diterap pada aplikasi adalah Algoritma Prism. Output dari algoritma Prism adalah sejumlah classification rules. Algoritma ini dirancang untuk mengetahui materi yang dikuasai atau tidak dikuasai oleh siswa dari hasil Rule. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan diatas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian di Lembaga Kursus Pendidikan ( LKP ) Mentari Bangkit Pamekasan yang bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menjawab soal sesuai dengan materi. Materi ini dari mata pelajaran Matematika tingkat SD kelas IV, V, dan VI dengan jumlah materi sebanyak 13 materi dan soal terdiri dari 130 soal dengan tipe soal pilihan ganda. Kata Kunci : E-Learning, Classification Rules, Algoritma Prism
Pendampingan Siswa-Siswi MTs Al-Hikmah Dalam Mengoperasikan Software Geometri Cabri 3D V2
Era industry 4.0, proses pembelajaran matematika seyogyanya harus diiringi dengan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi. Salah satu contoh Media pembelajaran teknologi yaitu media pembelajaran berbasis komputer yang bisa berupa software – software pembelajaran yang telah berkembang pada saat ini. MTs Al-Hikmah merupakan salah satu lembaga pendidikan swasta tingkat SLTP yang terletak di desa Janti Jogoroto Jombang. Di madrasah ini, pembelajaran matematika materi geometri khususnya bangun ruang seringkali disampaikan tanpa bantuan media pembelajaran media pembelajaran elektronik (berbasis software komputer). Sehingga tidak sedikit dari siswa-siswi yang mengalami kesulitan saat memahami materi geometri bangun ruang. Solusi yang ditawarkan yaitu dengan melaksanakan Cabri 3D V2 Empowerment Program: Pendampingan Siswa-Siswi MTs Al-Hikmah Dalam Mengoperasikan Software Geometri Cabri 3D V2. Dengan tujuan setelah dilaksanakannya kegiatan ini, siswa-siswi tersebut bisa lebih mudah memahami materi matematika yang berhubungan geometri bangun ruang. Di kegiatan ini, siswa-siswi akan diajari cara mengoperasikan media pembelajaran berbasis teknologi komputer yaitu software geometri Cabri 3D V2. Metode pelaksanaan Cabri 3D V2 Empowerment Program dibagi menjadi 5 tahap yaitu (1) tahap persiapan : melakukan survey awal, perizinan, sosialisasi dan penentuan lokasi kegiatan; (2) tahap pelaksanaan kegiatan: kegiatan akan dilaksanakan di laboratorium komputer MTs Al-Hikmah; (3) tahap evaluasi: Evaluasi kegiatan dilakukan selama proses pelatihan berlangsung; (4) tahap pendampingan: Pendampingan dilakukan hingga siswa dapat mengoperasikan dengan maksimal software geometri Cabri 3D V2; (5) tahap pelaporan. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian dapat dijelaskan bahwa siswa/i MTs Al-Hikmah Janti yang semula tidak mengetahui sama sekali tentang software geometri Cabri 3D V2 untuk membuat bangun datar dan bangun ruang, dengan kegiatan software geometri Cabri 3D V2 siswa akhirnya mengetahuinya. Melalui kegiatan ini pula lah siswa/i dapat mempelajari geometri dengan obyek yang seperti konkret bahkan lebih baik dari obyek konkret. Siswa/i telah bisa mengoperasikan software geometri Cabri 3D V2 dengan baik