Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
PEMODELAN BATUAN PEMBENTUK ASAM UNTUK PERANCANGAN WASTE DUMP YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN Studi Kasus di Tambang Emas Toka Tindung Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara
Pemodelan batuan pembentuk asam yang terlatak di Kabupaten Minahasa Utara, Proyek
Toka Tindung ini selanjutnya akan digunakan sebagai dasar dalam mendesaign wasde dump
yang berwawasan Lingkungan.
Pemodelan batuan asam dalam penelitian ini memakai metode blok model. Litologi, zone
oksidasi, dan alterasi yang mengandung AMD (acid mine drainage) diklasifikasikan berdasarkan
kode masing-masing dalam matriks. Pemodelan batuan PAF menggunakan program Surpac
diperoleh gambaran tentang penyebaran batuan PAF dan penampang setiap perlapisan batuan
serta posisi batuan PAF tersebut terhadap batuan lainnya. Pemodelan batuan waste dengan kode
0 untuk material barren, kode 1 untuk material NAF, kode 2 untuk material PAF rendah, dan
kode 3 untuk material PAF tinggi. Berdasarkan pemodelan tersebut dapat dihasilkan total waste
sebesar 24.609.000 ton. Sekitar 8,1% terdiri dari material PAF klasifikasi rendah dan PAF
klasifikasi tinggi.
Air asam tambang atau acid mine/rock drainage pada tambang Toka Tidung adalah air
yang berasal dari kegiatan tambang terbuka Toka Tidung dicirikan oleh tingkat keasaman yang
tinggi (pH rendah) dengan peningkatan kandungan logam terlarut. Mineral utama yang penghasil
AAT adalah mineral sulfide berupa pyrite (FeS2). Pyrite tidak stabil pada saat tersingkap ke
permukaan bumi sehingga dapat bereaksi dengan air dan oksigen.
Reaksi kimia: mineral pyrite + oksigen + air = AAT + logam berat
Penanganan air asam tambang Toka Tidung dilakukan dengan mencegah
pembentukannya dan menetralisir air asam yang tidak terhindarkan terbentuk. Secara detil
biasanya penanganan material AMD didasarkan pada prosedur baku perusahaan dalam
penanganan sesuai operasionalisasi di lapangan. Berdasarkan jumlah material AMD yang telah
dilaporkan maka yang lebih penting adalah ketersediaan material untuk penanganan material
AMD dengan rancangan teknis waste dump untuk penimbunan material waste dengan metode
enkapsulasi (incapsulation).
Untuk menangani air asam tambang PT MSM merencanakan untuk membuat perlakuan
berupa penetralan air asam adalah menambahkan CaCO3 ke dalam air. Adapun jumlah
batugamping yang ditambahkan dilakukan berdasarkan kondisi pH awal dari air yang akan
dinetralkan. Dosis batugamping yang dibutuhkan untuk menetralkan air berkisar 1,00 kg/m3 –
1,60 kg/m3. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan menunjukkan 1% sulfur pada batuan
sebanyak 1 ton akan menghasilkan H2SO4 asam sulfat sebanyak 30,62 kg yang membutuhkan
31,25 kg CaCO3 untuk menetralkannya
APLIKASI WEB UNTUK MONITORING SERVER DENGAN MENGIMPLEMENTASIKAN TEKNOLOGI PING REPLAY BERBASIS TCP/IP
Bagi administrator server, kebutuhan akan suatu aplikasi untuk memonitoring server
sangatlah penting dan merupakan kebutuhan pokok. Ada banyak aplikasi yang tersedia
akan tetapi ada beberapa masalah yang sering ditemui seperti adanya masalah dalam suatu
jaringan yang dikelola sedang terjadi suatu masalah, administrator server tidak
mendapatkan informasi secara cepat ketika administrator server sedang tidak berada di
dekat komputer yang dikelolanya. Untuk itu dibutuhkan aplikasi web Monitoring untuk
memonitor trafik dan kondisi jaringan pelanggan yang bisa diakses dimanapun.
Berdasarkan uraian di atas, maka akan dibuat sebuah aplikasi monitoring jaringan internet
yang berbasis web.
Aplikasi web ini ditujukan untuk umum, ketika seorang admin server ingin
memonitor jaringannya tanpa harus didekat komputernya. Dapat memonitoring client
server dengan real time. Metode yang akan digunakan adalah metode waterfall yang dalam
metode ini terdapat analisis, perancangan, pemograman, pengujian dan pemeliharaan serta
tinjauan pustaka sebagai acuan buku-buku yang berhubungan dengan aplikasi yang akan
dibangun.
Pada jaringan yang dibangun akan mengimplementasikan teknologi ping replay
agar system administrator dapat memantau jaringan apakah terputus atau tidak secara real
time. Dari hasil ping replay tersebut, jika jaringan internet pada server bermasalah atau
sedang terputus, maka system administrator akan mendapat report / laporan berupa file
dengan format .excel dan secara otomatis akan diberitahukan terputusnya jaringan client
server pada server melalui surat elektronik
JARINGAN SARAF TIRUAN BACKPROPAGATION UNTUK APLIKASI PENGENALAN TANDA TANGAN
Jaringan saraf tiruan backpropagation merupakan bagian dari jaringan multilayered feedforward neural (MFN) yang telah dikembangkan dan cukup handal dalam memecahkan masalah aproksimasi dan klasifikasi pola. Penerapan jaringan saraf tiruan (JST) dalam pengenalan pola salah satunya adalah pengenalan pola tanda tangan. Tanda tangan setiap orang umumnya identik namun tidak sama. Artinya tanda tangan seseorang sering berubah-ubah setiap waktu. Perubahan ini menyangkut posisi, ukuran maupun faktor tekanan tanda tangan. Tanda tangan merupakan bentuk yang paling banyak digunakan untuk identifikasi seseorang. . Pada umumnya, untuk mengidentifikasi tanda tangan masih dilakukan secara manual yaitu dengan mencocokkan tanda tangan pada waktu transaksi dengan tanda tangan yang sah. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem yang mampu menganalisa karakteristik tanda tangan sehingga mempermudah dalam mengidentifikasi tanda tangan seseorang.
Metodologi penelitian yang digunakan dalam pengembangan sistem adalah metode Guidelines for Rappid APPlication Engineering (GRAPPLE), yang hanya meliputi tahap perancangan kebutuhan (Requirement Gathering), analisis (Analysis), desain (Design), dan pengembangan (Development). Sistem ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman VB, Micosoft Access sebagai media penyimpanan data, dan Visual Basic 6.0 adalah software yang digunakan sebagai tool untuk membangun jaringan saraf tiruan backpropagation untuk aplikasi penngenalan tanda tangan ini.
Proses pengenalan tanda tangan ini melalui beberapa tahapan. Pertama image melalui tahap image processing, dimana image akan dijadikan citra keabuan/ grayscaling. Setelah itu citra diubah menjadi data biner dengan menggunakan thresholding. Setelah melalui image processing maka data biner yang didapatkan akan menjadi nilai input untuk proses pelatihan dengan menggunakan metode backpropagation. Hasil dari pelatihan akan digunakan untuk proses pengenalan tanda tangan. Citra tanda tangan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 80 citra tanda tangan yang berasal dari 10 responden. Rasio antara data training dan data testing adalah 5:3. Hasil pengujian tanda tangan menunjukan bahwa aplikasi yang dibangun mampu mengenali tanda tangan dengan ketepatan 84% tanda tangan yang diujikan. Kesalahan dalam identifikasi tanda tangan terjadi karena beberapa hal, yaitu : posisi tanda tangan, file gambar yang rusak, dan proses pembelajaran yang belum maksimal.
Kata kunci : Jaringan Saraf Tiruan, Backpropagation, pengenalan tanda tangan
EVALUASI GAS SEPARATOR TERPASANG PADA BERBAGAI HARGA PSD POMPA ESP D1150N PADA SUMUR “D-17” RESERVOIR “X” LAPANGAN “MD”
Ringkasan
Pengangkatan fluida reservoir ke permukaan dapat dilakukan dengan dua
metode yaitu sembur alam (natural flow) dan pengangkatan buatan (artificial lift).
Salah satu metode pengangkatan buatan adalah Electric Submersible Pump (ESP).
Sumur D-17 yang memproduksikan hidrocarbon dari reservoir “X” pada lapangan
“MD” menggunakan artificial lift ESP. Pompa ESP yang digunakan pada sumur
D17 adalah seri D1150N 194 stages menggunakan vortex gas separator 400
series, motor type intermediate 540 160 HP dan tandem Protector jenis BPBSL
dipasang pada PSD 8992 ft (MD) / 8367 ft (TVD), menggunakan kabel AWG #1,
transformer south west fact III 400 KVA dan Switchboard speedstar 400 series.
Sumur D-17 menggunakan ESP dapat memproduksikan fluida sebesar 834 bpd
pada Pwf 903 Psi, GOR 324 scf/stb dan water cut 61%. Permasalahan dalam
penelitian ini adalah berapakah PSD optimum unit pompa ESP D1150N pada
sumur D-17?.
Metodologi yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut
yang pertama yaitu pengumpulan data meliputi data profile sumur, data produksi,
data reservoir, data PVT dan data pompa ESP terpasang. Kedua membuat kurva
IPR dua fasa menggunakan metoda Vogel. Ketiga menentukan Laju alir yang
diinginkan berdasar kurva IPR. Menghitung besarnya Working Fluid Level
(WFL) dan Static fluid Level (SFL). Keempat melakukan perhitungan % gas
bebas pada berbagai harga PSD. Kelima melakukan penentuan PSD optimum
pompa berdasar perhitungan % gas bebas dan volumetric rate dalam pompa.
PSD optimum pompa terletak pada 8360 ft (TVD)/8992 ft (MD). Gas
separator terpasang berfungsi baik sehingga % gas bebas yang masuk dalam
pompa paling rendah sebesar 3.19 % pada laju alir 834 bfpd. Turpin correlation
pada PSD optimum sebesar 0.03, hal ini menunjukkan pompa dalam kondisi stabil
untuk memproduksikan fluida
PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, LEVERAGE, AKTIVITAS, dan PROFITABILITAS TERHADAP RETURN SAHAM (STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR di BEI TAHUN 2008-2012)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: masalah penelitian sebagai berikut: (1)
Pengaruh current ratio, debt to equity ratio, total assets turnover, dan return on asset secara
bersama-sama terhadap Return Saham,(2) pengaruh current ratio terhadap Return Saham,(3)
pengaruh debt to equity ratio terhadap Return Saham,(4) pengaruh total assets turnover
terhadap Return,(5) pengaruh return on asset terhadap Return Saham pada perusahaan
manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun 2008-2012.
Berdasarkan jenis investigasinya penelitian ini ingin membuktikan hubungan
likuiditas, laverage, aktivitas, dan probabilitas terhadap Return Saham pada perusahaan
manufaktur di BEI tahun 2008-2012. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive
sampling. Objek pada penelitian ini yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI
periode 2011-2012. Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian
ini adalah regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)Current ratio, debt to equity ratio, total
assets turnover, dan return on asset berpengaruh terhadap return saham, hal ini dibuktikan
dengan nilai F hitung sebesar 16,715 dengan signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari
0,05.(2)Current Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, hal ini
dibuktikan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,002 dan nilai signifikansi sebesar 0,000
lebih kecil dari toleransi kesalahan =0,05.(3)DER tidak berpengaruh negatif dan signifikan
terhadap return saham, hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,002 dan
nilai signifikansi sebesar 0,482 lebih besar dari toleransi kesalahan =0,05.(4) TATO
berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, hal ini dibuktikan dengan nilai
koefisen regresi sebesar 0,362, hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,028
lebih kecil dari toleransi kesalahan =0,05. (5)dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,282,
hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien regresi signifikansi sebesar 0,037 lebih kecil dari
toleransi kesalahan =0,05
Kata Kunci : Rasio Keuangan dan Return Saha
Geologi dan Potensi Alterasi Mineralisasi Daerah Tegallega dan Sekitarnya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat
Secara administratif, lokasi penelitian termasuk dalam wilayah Kecamatan Cidolog, Kabupaten
Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Secara Universal Tranverse Mercator (UTM) terletak pada koordinat 699000 – 704000 Me dan 9192000 – 9198000 mN (koordinat UTM) dengan posisi fisiografis masuk pada zona Pegunungan Selatan Jawa Barat yang mencakup 5 km x 6 km dengan luas daerah telitian 30 km2.
Melalui pendekatan di lapangan dan berdasarkan klasifikasi menurut Van Zuidam (1983), Daerah telitian secara geomorfologi dibagi menjadi tiga Satuan bentuk asal yaitu Satuan bentuk asal Sturktural (S), Satuan bentuk asal Vulkanik (V), dan Satuan bentuk asal Fluvial (F), serta enam sub satuan geomorfik yaitu satuan geomorfik perbukitan homoklin berlereng miring - curam (S1), satuan geomorfik lembah homoklin berlereng curam – sangat curam (S2), satuan geomorfik perbukitan intrusi berlereng agak curam – curam (V3), satuan geomorfik perbukitan vulkanik berlereng miring–curam (V1), satuan geomorfik lembah vulkanik berlereng miring (V2) dan Satuan Endapan Aluvial (F1).
Geologi daerah telitian dibagi menjadi lima satuan batuan dari yang paling tua sampai muda yaitu Satuan Batupasir Tufan Jampang, Satuan Intrusi Dasit Jampang, Satuan Batupasir Karbonatan Beser, Satuan Intrusi Andesit Beser dan Satuan Endapan Aluvial yang dibedakan berdasarkan ciri fisik dan komposisi mineral penyusun.
Struktur geologi yang berkembang di daerah telitian berupa sesar normal (Normal slip Fault, klasifikasi Rickard, 1972) yang dijumpai pada Lokasi Pengamatan (LP) 63 dengan kedudukan bidang sesar N 33° E/70° dan gores garis 220, N 015° E dan rake 300. serta kekar – kekar yang mengontrol proses alterasi dan mineralisasi berarah W ─ E (barat – timur ) dan beberapa ada yang berarah NE – SW (timur laut-barat daya) dan N – S (utara-selatan). Tipe alterasi hidrotermal yang terbentuk di daerah telitian dikelompokkan menjadi tiga tipe alterasi yaitu alterasi Silisifikasi, alterasi Argilik dan alterasi Propilitik. Di daerah telitian juga dijumpai kekar-kekar yang terisi kuarsa atau (veinlets).
Mineralisasi yang berkembang di daerah telitian yaitu klorit, pirit, kalkopirit, galena. Berdasarkan pengukuran dan pengamatan serta analisa yang dilakukan bahwa mineralisasi dikontrol oleh struktur geologi berupa sesar dan kekar. Tekstur urat yang erat hubungannya dengan kehadiran unsur Au, Ag, Pb dan Zn yang berdasarkan hasil analisa kimia/AAS (Atomic Absorbtion Spectophotometri).
Kata-kata kunci: geologi, alterasi, mineralisas
GEOLOGI DAN MINERALISASI ENDAPAN EPITERMAL SULFIDASI RENDAH DAERAH MANGKUALAM DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CIMANGGU, KABUPATEN PANDEGLANG, PROVINSI BANTEN
Lokasi penelitian terletak pada busur volkanik menempati fisiografi Zona Bayah Jawa Barat dengan kondisi topografi yang berbukit-bukit bergelombang sedang-kuat. Stratigrafi daerah telitian tersusun atas Satuan lava Honje (Miosen Akhir/11,4mya), Satuan breksi Honje (Miosen Akhir), Satuan tufa Cipacar (Pliosen Awal/4,9 mya), dan Endapan aluvial (Holosen – Resen).Struktur geologi yang berkembang berupa sesar dan kekar dengan arah umum NW – SE dan N – S (struktur mayor),serta arah NE – SW (struktur minor). Struktur geologi diketahui sebagai jalur pergerakan fluida hidrotermal yang menyebabkan proses alterasi dan mineralisasi. Terdapat tiga zonasi alterasi di daerah telitian yaitu zona alterasi filik (kuarsa, serisit, pirit, ± adularia dan kalsit), zona alterasi argilik (illite, smektit, monmorilonit, dan kaolinit), dan zona alterasi propilitik (klorit, mineral karbonat, ± epidot).Proses mineralisasi di daerah telitian dirinci menjadi tiga sikuen tahap hidrotermal yaitu tahap Pre-Mineral Fluidized Breccia (fase awal mineralisasi), tahap Polyphasal Vein Development (pengkayaan mineral bijih), dan tahap Post-Mineral Fault Gouge (tahap akhir mineralisasi).Tekstur pengisian berkembang pada tahap Polyphasal Vein Development dengan kandungan emas yang spesifik.Tekstur pengisian yang dijumpai antara lain crustiform, crustiform-colloform, massive quartz, cockade, dan vuggy.Berdasarkan parameter penciri endapan, karakteristik endapan termasuk tipe endapan epitermal sulfidasi rendah.
Kata – kata Kunci : MineralisaSI, Endapan Epitermal, dan Sulfida Rendah
ANALISIS POTENSI PAJAK HOTEL TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN JEPARA (Studi Pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Jepara)
Pajak Hotel merupakan salah satu dari sekian pajak yang dimiliki oleh
Kabupaten Jepara dimana keberadaannya sangat penting sebagai sumber
penerimaan daerah atau Pendapatan Asli Daerah. Namun dalam realisasinya,
keberadaan Pajak Hotel hanya memberikan kontribusi sedikit terhadap Pajak
Daerah maupun Pendapatan Asli Daerah. Hal ini disebabkan karena penentuan
target penetapan Pajak Hotel yang nilainya tidak berdasarkan potensi pajak hotel
yang sebenarnya dan Pajak Hotel yang ada belum tergali secara optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya potensi pajak hotel
yang dimiliki oleh Kabupaten Jepara dan seberapa besar pengaruh potensi pajak
hotel terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Jepara. Untuk menghitung
potensi pajak hotel digunakan beberapa variabel terkait yaitu jumlah hotel,
klasifikasi hotel, jumlah kamar, tarif kamar rata-rata, jumlah hari dalam satu
tahun, dan tarif pajak hotel yang ditetapkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Jepara memiliki potensi
pajak hotel yang besar, namun kontribusi dari realisasi penerimaan pajak hotel
terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jepara tahun 2011 sampai dengan
2013, secara berturut-turut adalah sebesar 0,37%, 0,35%, 0,35% yang berarti
sangat rendah atau kurang. Jika potensi penerimaan pajak hotel dibandingkan
dengan pendapatan asli daerah maka kontribusi yang diberikan terhadap
Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jepara tahun 2011 sampai dengan 2013 secara
berturut-turut adalah 2,66%, 2,41%, dan 2,35% dengan rata-rata kontribusi
sebesar 2,47%. Dapat disimpulkan bahwa pemerintah Kabupaten Jepara masih
belum bisa memaksimalkan potensi yang ada didaerahnya, terutama penerimaan
pajak hotel.
Kata Kunci: Pajak Hotel, Potensi Pajak Hotel, Pendapatan Asli Daerah,
Kabupaten Jepara
ANALISA DECLINE CURVE UNTUK PERHITUNGAN CADANGAN SISA DAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN PADA LAPISAN “E” DI LAPANGAN KENALI ASAM
Lapangan Kenali Asam Lapisan “E” mempunyai Original Oil In Place
(OOIP) sebesar 3.179.000 STB, yang mulai diproduksikan pada tahun 1996 dan
berakhir pada tahun 2011 dengan kumulatif produksi saat itu sebesar
186.430,90 STB. Usaha memproduksikan kembali Lapisan “E” akan dilakukan
dengan mengaktifkan kembali sumur-sumur yang pernah berproduksi. Sebelum
melakukannya proses penyelesaian kajian ini terlebih dahulu dilakukan penentuan
jumlah minyak sisa ditempat (volumetrik), menentukan laju ekonomi l imit,
mengumpulkan data produksi dan data keekonomian yang dibutuhkan,
memperkirakan profil produksi sumur-sumur dengan menggunakan metode
Decline Curve untuk menentukan jumlah minyak sisa (remaining reserve) yang
masih dapat diproduksikan dan menentukan skenario pengembangan lapangan
untuk meningkatkan perolehan minyak.
Setelah skenario pengembangan lapangan, dilakukan perhitungan
keekonomian untuk menentukan besarnya Cash Flow yang akan diterima oleh
pihak Kontraktor dan pihak Pemerintah, menentukan besarnya indikator ekonomi
yang meliputi Rate Of Return (ROR), Net Present Value (NPV), Discounted
Profit to Investment Ratio (DPIR) dan Pay Out Time (POT), melakukan analisa
sensitivitas pada parameter keekonomian yang berupa laju produksi minyak,
biaya produksi, harga minyak dan investasi. Analisa sensitivitas ini dilakukan
untuk menentukan jenis parameter keekonomian yang paling sensitif dalam
memberikan perubahan pada harga indikator ekonomi.
Berdasarkan hasil analisa umur produksi lapangan Kenali Asam pada
Lapisan “E” diperoleh waktu sampai 64 bulan dengan Estimated Ultimate
Recovery (EUR) yang didapatkan sampai dengan laju produksi economic limit 6
STB/well adalah sebesar 190.888,25 STB sehingga jumlah minyak yang masih
dapat diproduksikan hingga Januari tahun 2017 sebesar 4.457,35 STB. Hasil
perhitungan indikator keuntungan adalah: economic limit yaitu Net Presnt Value
(NPV) = 2,422,906 USD, Rate Of Return (ROR) = 42.63 %, Provit Invesment
Ratio (PIR) = 0.63, Discounted Provit Invesment Ratio (DPIR) = 0.38, Pay Out
Time (POT) = 0.53 tahun.
Berdasarkan analisa sensitivitas yang dilakukan diketahui bahwa parameter
keekonomian yang paling sensitif terhadap indikator keuntungan adalah
investasi, harga minyak dan produksi minyak. Dengan berdasarkan hasil
perhitungan indikator keuntungan, Lapangan Kenali Asam Lapisan “E” masih
layak untuk dikembangkan atau diproduksikan kembali
PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD (BSC) (Studi kasus di Perusahaan Daerah Air Minum PT Tirtamarta Yogyakarta)
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta Yogyakarta sangat berperan penting
dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yaitu menyediakan kebutuhan air bersih untuk
keperluan sehari-hari, seperti untuk kebutuhan air minum. Banyaknya pelanggan PDAM Tirtamarta
yang berjumlah 33.514 orang menyebabkan bertambahnya pengaduan atau keluhan. Pengaduan dari
pelanggan dibagi menjadi dua, yaitu pengaduan reparasi dan pengaduan non reparasi. Pengaduan
non reparasi antara lain seperti air yang tidak mengalir, air yang berbau dan air keruh. Sedangkan
pengaduan reparasi antara lain pipa bocor, pembaca meter air rusak atau mati, keran air rusak.
Pada tahun 2011 telah tercatat 1,478 pengaduan dan pada tahun 2012 tercatat sebanyak 2062 untuk
pengaduan non reparasi. Untuk pengaduan reparasi tahun 2011 tercatat sebanyak 3729 dan tahun
2012 sebanyak 3833 pengaduan.
Dalam penelitian ini digunakan penyelesaian masalah menggunakan perspektif pelanggan
dalam metode Balance Scorecard. Perspektif pelanggan meliputi beberapa strategi yang dipakai
untuk mengukur seberapa besar pelayanan yang telah diberikan perusahaan kepada pelanggan.
Strategi yang digunakan dalam perspektif pelanggan diantaranya pangsa pasar, pertumbuhan jumlah
pelanggan, dan profitabilitas pelanggan. Penggunaan metode Objective Matrix (OMAX) sebagai
dasar untuk mengetahui tingkat perbaikan pada perspektif pelanggan. Setelah mengetahui berapa
perlu menentukan strategi-strategi guna mengetahui seberapa besar tingkat kepuasan pelanggan
selama ini menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD).
Hasil perhitungan menggunakan metode OMAX didapatkan hasil perhitungan tingkat
perbaikan pelayanan PDAM Tirtamarta Yogyakarta selama 2 tahun sebesar 1,186%. Tujuan dari
perbaikan pelayanan adalah agar mempertahankan loyalitas pelanggan terhadap perusahaan,
menentukan strategi untuk menambah pelanggan, dan meningkatkan kualitas pelayanan agar
semakin baik.
Kata kunci: PDAM Tirtamarta Yogyakarta, balanced scorecard, objective matrix, kepuasan
pelanggan, strategi perusahaa