Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional Repository
Not a member yet
    7373 research outputs found

    PEMODELAN BATUAN PEMBENTUK ASAM UNTUK PERANCANGAN WASTE DUMP YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN Studi Kasus di Tambang Emas Toka Tindung Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara

    Full text link
    Pemodelan batuan pembentuk asam yang terlatak di Kabupaten Minahasa Utara, Proyek Toka Tindung ini selanjutnya akan digunakan sebagai dasar dalam mendesaign wasde dump yang berwawasan Lingkungan. Pemodelan batuan asam dalam penelitian ini memakai metode blok model. Litologi, zone oksidasi, dan alterasi yang mengandung AMD (acid mine drainage) diklasifikasikan berdasarkan kode masing-masing dalam matriks. Pemodelan batuan PAF menggunakan program Surpac diperoleh gambaran tentang penyebaran batuan PAF dan penampang setiap perlapisan batuan serta posisi batuan PAF tersebut terhadap batuan lainnya. Pemodelan batuan waste dengan kode 0 untuk material barren, kode 1 untuk material NAF, kode 2 untuk material PAF rendah, dan kode 3 untuk material PAF tinggi. Berdasarkan pemodelan tersebut dapat dihasilkan total waste sebesar 24.609.000 ton. Sekitar 8,1% terdiri dari material PAF klasifikasi rendah dan PAF klasifikasi tinggi. Air asam tambang atau acid mine/rock drainage pada tambang Toka Tidung adalah air yang berasal dari kegiatan tambang terbuka Toka Tidung dicirikan oleh tingkat keasaman yang tinggi (pH rendah) dengan peningkatan kandungan logam terlarut. Mineral utama yang penghasil AAT adalah mineral sulfide berupa pyrite (FeS2). Pyrite tidak stabil pada saat tersingkap ke permukaan bumi sehingga dapat bereaksi dengan air dan oksigen. Reaksi kimia: mineral pyrite + oksigen + air = AAT + logam berat Penanganan air asam tambang Toka Tidung dilakukan dengan mencegah pembentukannya dan menetralisir air asam yang tidak terhindarkan terbentuk. Secara detil biasanya penanganan material AMD didasarkan pada prosedur baku perusahaan dalam penanganan sesuai operasionalisasi di lapangan. Berdasarkan jumlah material AMD yang telah dilaporkan maka yang lebih penting adalah ketersediaan material untuk penanganan material AMD dengan rancangan teknis waste dump untuk penimbunan material waste dengan metode enkapsulasi (incapsulation). Untuk menangani air asam tambang PT MSM merencanakan untuk membuat perlakuan berupa penetralan air asam adalah menambahkan CaCO3 ke dalam air. Adapun jumlah batugamping yang ditambahkan dilakukan berdasarkan kondisi pH awal dari air yang akan dinetralkan. Dosis batugamping yang dibutuhkan untuk menetralkan air berkisar 1,00 kg/m3 – 1,60 kg/m3. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan menunjukkan 1% sulfur pada batuan sebanyak 1 ton akan menghasilkan H2SO4 asam sulfat sebanyak 30,62 kg yang membutuhkan 31,25 kg CaCO3 untuk menetralkannya

    APLIKASI WEB UNTUK MONITORING SERVER DENGAN MENGIMPLEMENTASIKAN TEKNOLOGI PING REPLAY BERBASIS TCP/IP

    Full text link
    Bagi administrator server, kebutuhan akan suatu aplikasi untuk memonitoring server sangatlah penting dan merupakan kebutuhan pokok. Ada banyak aplikasi yang tersedia akan tetapi ada beberapa masalah yang sering ditemui seperti adanya masalah dalam suatu jaringan yang dikelola sedang terjadi suatu masalah, administrator server tidak mendapatkan informasi secara cepat ketika administrator server sedang tidak berada di dekat komputer yang dikelolanya. Untuk itu dibutuhkan aplikasi web Monitoring untuk memonitor trafik dan kondisi jaringan pelanggan yang bisa diakses dimanapun. Berdasarkan uraian di atas, maka akan dibuat sebuah aplikasi monitoring jaringan internet yang berbasis web. Aplikasi web ini ditujukan untuk umum, ketika seorang admin server ingin memonitor jaringannya tanpa harus didekat komputernya. Dapat memonitoring client server dengan real time. Metode yang akan digunakan adalah metode waterfall yang dalam metode ini terdapat analisis, perancangan, pemograman, pengujian dan pemeliharaan serta tinjauan pustaka sebagai acuan buku-buku yang berhubungan dengan aplikasi yang akan dibangun. Pada jaringan yang dibangun akan mengimplementasikan teknologi ping replay agar system administrator dapat memantau jaringan apakah terputus atau tidak secara real time. Dari hasil ping replay tersebut, jika jaringan internet pada server bermasalah atau sedang terputus, maka system administrator akan mendapat report / laporan berupa file dengan format .excel dan secara otomatis akan diberitahukan terputusnya jaringan client server pada server melalui surat elektronik

    JARINGAN SARAF TIRUAN BACKPROPAGATION UNTUK APLIKASI PENGENALAN TANDA TANGAN

    Full text link
    Jaringan saraf tiruan backpropagation merupakan bagian dari jaringan multilayered feedforward neural (MFN) yang telah dikembangkan dan cukup handal dalam memecahkan masalah aproksimasi dan klasifikasi pola. Penerapan jaringan saraf tiruan (JST) dalam pengenalan pola salah satunya adalah pengenalan pola tanda tangan. Tanda tangan setiap orang umumnya identik namun tidak sama. Artinya tanda tangan seseorang sering berubah-ubah setiap waktu. Perubahan ini menyangkut posisi, ukuran maupun faktor tekanan tanda tangan. Tanda tangan merupakan bentuk yang paling banyak digunakan untuk identifikasi seseorang. . Pada umumnya, untuk mengidentifikasi tanda tangan masih dilakukan secara manual yaitu dengan mencocokkan tanda tangan pada waktu transaksi dengan tanda tangan yang sah. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem yang mampu menganalisa karakteristik tanda tangan sehingga mempermudah dalam mengidentifikasi tanda tangan seseorang. Metodologi penelitian yang digunakan dalam pengembangan sistem adalah metode Guidelines for Rappid APPlication Engineering (GRAPPLE), yang hanya meliputi tahap perancangan kebutuhan (Requirement Gathering), analisis (Analysis), desain (Design), dan pengembangan (Development). Sistem ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman VB, Micosoft Access sebagai media penyimpanan data, dan Visual Basic 6.0 adalah software yang digunakan sebagai tool untuk membangun jaringan saraf tiruan backpropagation untuk aplikasi penngenalan tanda tangan ini. Proses pengenalan tanda tangan ini melalui beberapa tahapan. Pertama image melalui tahap image processing, dimana image akan dijadikan citra keabuan/ grayscaling. Setelah itu citra diubah menjadi data biner dengan menggunakan thresholding. Setelah melalui image processing maka data biner yang didapatkan akan menjadi nilai input untuk proses pelatihan dengan menggunakan metode backpropagation. Hasil dari pelatihan akan digunakan untuk proses pengenalan tanda tangan. Citra tanda tangan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 80 citra tanda tangan yang berasal dari 10 responden. Rasio antara data training dan data testing adalah 5:3. Hasil pengujian tanda tangan menunjukan bahwa aplikasi yang dibangun mampu mengenali tanda tangan dengan ketepatan 84% tanda tangan yang diujikan. Kesalahan dalam identifikasi tanda tangan terjadi karena beberapa hal, yaitu : posisi tanda tangan, file gambar yang rusak, dan proses pembelajaran yang belum maksimal. Kata kunci : Jaringan Saraf Tiruan, Backpropagation, pengenalan tanda tangan

    EVALUASI GAS SEPARATOR TERPASANG PADA BERBAGAI HARGA PSD POMPA ESP D1150N PADA SUMUR “D-17” RESERVOIR “X” LAPANGAN “MD”

    Full text link
    Ringkasan Pengangkatan fluida reservoir ke permukaan dapat dilakukan dengan dua metode yaitu sembur alam (natural flow) dan pengangkatan buatan (artificial lift). Salah satu metode pengangkatan buatan adalah Electric Submersible Pump (ESP). Sumur D-17 yang memproduksikan hidrocarbon dari reservoir “X” pada lapangan “MD” menggunakan artificial lift ESP. Pompa ESP yang digunakan pada sumur D17 adalah seri D1150N 194 stages menggunakan vortex gas separator 400 series, motor type intermediate 540 160 HP dan tandem Protector jenis BPBSL dipasang pada PSD 8992 ft (MD) / 8367 ft (TVD), menggunakan kabel AWG #1, transformer south west fact III 400 KVA dan Switchboard speedstar 400 series. Sumur D-17 menggunakan ESP dapat memproduksikan fluida sebesar 834 bpd pada Pwf 903 Psi, GOR 324 scf/stb dan water cut 61%. Permasalahan dalam penelitian ini adalah berapakah PSD optimum unit pompa ESP D1150N pada sumur D-17?. Metodologi yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut yang pertama yaitu pengumpulan data meliputi data profile sumur, data produksi, data reservoir, data PVT dan data pompa ESP terpasang. Kedua membuat kurva IPR dua fasa menggunakan metoda Vogel. Ketiga menentukan Laju alir yang diinginkan berdasar kurva IPR. Menghitung besarnya Working Fluid Level (WFL) dan Static fluid Level (SFL). Keempat melakukan perhitungan % gas bebas pada berbagai harga PSD. Kelima melakukan penentuan PSD optimum pompa berdasar perhitungan % gas bebas dan volumetric rate dalam pompa. PSD optimum pompa terletak pada 8360 ft (TVD)/8992 ft (MD). Gas separator terpasang berfungsi baik sehingga % gas bebas yang masuk dalam pompa paling rendah sebesar 3.19 % pada laju alir 834 bfpd. Turpin correlation pada PSD optimum sebesar 0.03, hal ini menunjukkan pompa dalam kondisi stabil untuk memproduksikan fluida

    PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, LEVERAGE, AKTIVITAS, dan PROFITABILITAS TERHADAP RETURN SAHAM (STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR di BEI TAHUN 2008-2012)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: masalah penelitian sebagai berikut: (1) Pengaruh current ratio, debt to equity ratio, total assets turnover, dan return on asset secara bersama-sama terhadap Return Saham,(2) pengaruh current ratio terhadap Return Saham,(3) pengaruh debt to equity ratio terhadap Return Saham,(4) pengaruh total assets turnover terhadap Return,(5) pengaruh return on asset terhadap Return Saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun 2008-2012. Berdasarkan jenis investigasinya penelitian ini ingin membuktikan hubungan likuiditas, laverage, aktivitas, dan probabilitas terhadap Return Saham pada perusahaan manufaktur di BEI tahun 2008-2012. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Objek pada penelitian ini yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2011-2012. Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)Current ratio, debt to equity ratio, total assets turnover, dan return on asset berpengaruh terhadap return saham, hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung sebesar 16,715 dengan signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05.(2)Current Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,002 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari toleransi kesalahan =0,05.(3)DER tidak berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham, hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,002 dan nilai signifikansi sebesar 0,482 lebih besar dari toleransi kesalahan =0,05.(4) TATO berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, hal ini dibuktikan dengan nilai koefisen regresi sebesar 0,362, hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,028 lebih kecil dari toleransi kesalahan =0,05. (5)dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,282, hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien regresi signifikansi sebesar 0,037 lebih kecil dari toleransi kesalahan =0,05 Kata Kunci : Rasio Keuangan dan Return Saha

    Geologi dan Potensi Alterasi Mineralisasi Daerah Tegallega dan Sekitarnya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat

    No full text
    Secara administratif, lokasi penelitian termasuk dalam wilayah Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Secara Universal Tranverse Mercator (UTM) terletak pada koordinat 699000 – 704000 Me dan 9192000 – 9198000 mN (koordinat UTM) dengan posisi fisiografis masuk pada zona Pegunungan Selatan Jawa Barat yang mencakup 5 km x 6 km dengan luas daerah telitian 30 km2. Melalui pendekatan di lapangan dan berdasarkan klasifikasi menurut Van Zuidam (1983), Daerah telitian secara geomorfologi dibagi menjadi tiga Satuan bentuk asal yaitu Satuan bentuk asal Sturktural (S), Satuan bentuk asal Vulkanik (V), dan Satuan bentuk asal Fluvial (F), serta enam sub satuan geomorfik yaitu satuan geomorfik perbukitan homoklin berlereng miring - curam (S1), satuan geomorfik lembah homoklin berlereng curam – sangat curam (S2), satuan geomorfik perbukitan intrusi berlereng agak curam – curam (V3), satuan geomorfik perbukitan vulkanik berlereng miring–curam (V1), satuan geomorfik lembah vulkanik berlereng miring (V2) dan Satuan Endapan Aluvial (F1). Geologi daerah telitian dibagi menjadi lima satuan batuan dari yang paling tua sampai muda yaitu Satuan Batupasir Tufan Jampang, Satuan Intrusi Dasit Jampang, Satuan Batupasir Karbonatan Beser, Satuan Intrusi Andesit Beser dan Satuan Endapan Aluvial yang dibedakan berdasarkan ciri fisik dan komposisi mineral penyusun. Struktur geologi yang berkembang di daerah telitian berupa sesar normal (Normal slip Fault, klasifikasi Rickard, 1972) yang dijumpai pada Lokasi Pengamatan (LP) 63 dengan kedudukan bidang sesar N 33° E/70° dan gores garis 220, N 015° E dan rake 300. serta kekar – kekar yang mengontrol proses alterasi dan mineralisasi berarah W ─ E (barat – timur ) dan beberapa ada yang berarah NE – SW (timur laut-barat daya) dan N – S (utara-selatan). Tipe alterasi hidrotermal yang terbentuk di daerah telitian dikelompokkan menjadi tiga tipe alterasi yaitu alterasi Silisifikasi, alterasi Argilik dan alterasi Propilitik. Di daerah telitian juga dijumpai kekar-kekar yang terisi kuarsa atau (veinlets). Mineralisasi yang berkembang di daerah telitian yaitu klorit, pirit, kalkopirit, galena. Berdasarkan pengukuran dan pengamatan serta analisa yang dilakukan bahwa mineralisasi dikontrol oleh struktur geologi berupa sesar dan kekar. Tekstur urat yang erat hubungannya dengan kehadiran unsur Au, Ag, Pb dan Zn yang berdasarkan hasil analisa kimia/AAS (Atomic Absorbtion Spectophotometri). Kata-kata kunci: geologi, alterasi, mineralisas

    GEOLOGI DAN MINERALISASI ENDAPAN EPITERMAL SULFIDASI RENDAH DAERAH MANGKUALAM DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CIMANGGU, KABUPATEN PANDEGLANG, PROVINSI BANTEN

    No full text
    Lokasi penelitian terletak pada busur volkanik menempati fisiografi Zona Bayah Jawa Barat dengan kondisi topografi yang berbukit-bukit bergelombang sedang-kuat. Stratigrafi daerah telitian tersusun atas Satuan lava Honje (Miosen Akhir/11,4mya), Satuan breksi Honje (Miosen Akhir), Satuan tufa Cipacar (Pliosen Awal/4,9 mya), dan Endapan aluvial (Holosen – Resen).Struktur geologi yang berkembang berupa sesar dan kekar dengan arah umum NW – SE dan N – S (struktur mayor),serta arah NE – SW (struktur minor). Struktur geologi diketahui sebagai jalur pergerakan fluida hidrotermal yang menyebabkan proses alterasi dan mineralisasi. Terdapat tiga zonasi alterasi di daerah telitian yaitu zona alterasi filik (kuarsa, serisit, pirit, ± adularia dan kalsit), zona alterasi argilik (illite, smektit, monmorilonit, dan kaolinit), dan zona alterasi propilitik (klorit, mineral karbonat, ± epidot).Proses mineralisasi di daerah telitian dirinci menjadi tiga sikuen tahap hidrotermal yaitu tahap Pre-Mineral Fluidized Breccia (fase awal mineralisasi), tahap Polyphasal Vein Development (pengkayaan mineral bijih), dan tahap Post-Mineral Fault Gouge (tahap akhir mineralisasi).Tekstur pengisian berkembang pada tahap Polyphasal Vein Development dengan kandungan emas yang spesifik.Tekstur pengisian yang dijumpai antara lain crustiform, crustiform-colloform, massive quartz, cockade, dan vuggy.Berdasarkan parameter penciri endapan, karakteristik endapan termasuk tipe endapan epitermal sulfidasi rendah. Kata – kata Kunci : MineralisaSI, Endapan Epitermal, dan Sulfida Rendah

    ANALISIS POTENSI PAJAK HOTEL TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN JEPARA (Studi Pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Jepara)

    Full text link
    Pajak Hotel merupakan salah satu dari sekian pajak yang dimiliki oleh Kabupaten Jepara dimana keberadaannya sangat penting sebagai sumber penerimaan daerah atau Pendapatan Asli Daerah. Namun dalam realisasinya, keberadaan Pajak Hotel hanya memberikan kontribusi sedikit terhadap Pajak Daerah maupun Pendapatan Asli Daerah. Hal ini disebabkan karena penentuan target penetapan Pajak Hotel yang nilainya tidak berdasarkan potensi pajak hotel yang sebenarnya dan Pajak Hotel yang ada belum tergali secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya potensi pajak hotel yang dimiliki oleh Kabupaten Jepara dan seberapa besar pengaruh potensi pajak hotel terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Jepara. Untuk menghitung potensi pajak hotel digunakan beberapa variabel terkait yaitu jumlah hotel, klasifikasi hotel, jumlah kamar, tarif kamar rata-rata, jumlah hari dalam satu tahun, dan tarif pajak hotel yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Jepara memiliki potensi pajak hotel yang besar, namun kontribusi dari realisasi penerimaan pajak hotel terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jepara tahun 2011 sampai dengan 2013, secara berturut-turut adalah sebesar 0,37%, 0,35%, 0,35% yang berarti sangat rendah atau kurang. Jika potensi penerimaan pajak hotel dibandingkan dengan pendapatan asli daerah maka kontribusi yang diberikan terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jepara tahun 2011 sampai dengan 2013 secara berturut-turut adalah 2,66%, 2,41%, dan 2,35% dengan rata-rata kontribusi sebesar 2,47%. Dapat disimpulkan bahwa pemerintah Kabupaten Jepara masih belum bisa memaksimalkan potensi yang ada didaerahnya, terutama penerimaan pajak hotel. Kata Kunci: Pajak Hotel, Potensi Pajak Hotel, Pendapatan Asli Daerah, Kabupaten Jepara

    ANALISA DECLINE CURVE UNTUK PERHITUNGAN CADANGAN SISA DAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN PADA LAPISAN “E” DI LAPANGAN KENALI ASAM

    Full text link
    Lapangan Kenali Asam Lapisan “E” mempunyai Original Oil In Place (OOIP) sebesar 3.179.000 STB, yang mulai diproduksikan pada tahun 1996 dan berakhir pada tahun 2011 dengan kumulatif produksi saat itu sebesar 186.430,90 STB. Usaha memproduksikan kembali Lapisan “E” akan dilakukan dengan mengaktifkan kembali sumur-sumur yang pernah berproduksi. Sebelum melakukannya proses penyelesaian kajian ini terlebih dahulu dilakukan penentuan jumlah minyak sisa ditempat (volumetrik), menentukan laju ekonomi l imit, mengumpulkan data produksi dan data keekonomian yang dibutuhkan, memperkirakan profil produksi sumur-sumur dengan menggunakan metode Decline Curve untuk menentukan jumlah minyak sisa (remaining reserve) yang masih dapat diproduksikan dan menentukan skenario pengembangan lapangan untuk meningkatkan perolehan minyak. Setelah skenario pengembangan lapangan, dilakukan perhitungan keekonomian untuk menentukan besarnya Cash Flow yang akan diterima oleh pihak Kontraktor dan pihak Pemerintah, menentukan besarnya indikator ekonomi yang meliputi Rate Of Return (ROR), Net Present Value (NPV), Discounted Profit to Investment Ratio (DPIR) dan Pay Out Time (POT), melakukan analisa sensitivitas pada parameter keekonomian yang berupa laju produksi minyak, biaya produksi, harga minyak dan investasi. Analisa sensitivitas ini dilakukan untuk menentukan jenis parameter keekonomian yang paling sensitif dalam memberikan perubahan pada harga indikator ekonomi. Berdasarkan hasil analisa umur produksi lapangan Kenali Asam pada Lapisan “E” diperoleh waktu sampai 64 bulan dengan Estimated Ultimate Recovery (EUR) yang didapatkan sampai dengan laju produksi economic limit 6 STB/well adalah sebesar 190.888,25 STB sehingga jumlah minyak yang masih dapat diproduksikan hingga Januari tahun 2017 sebesar 4.457,35 STB. Hasil perhitungan indikator keuntungan adalah: economic limit yaitu Net Presnt Value (NPV) = 2,422,906 USD, Rate Of Return (ROR) = 42.63 %, Provit Invesment Ratio (PIR) = 0.63, Discounted Provit Invesment Ratio (DPIR) = 0.38, Pay Out Time (POT) = 0.53 tahun. Berdasarkan analisa sensitivitas yang dilakukan diketahui bahwa parameter keekonomian yang paling sensitif terhadap indikator keuntungan adalah investasi, harga minyak dan produksi minyak. Dengan berdasarkan hasil perhitungan indikator keuntungan, Lapangan Kenali Asam Lapisan “E” masih layak untuk dikembangkan atau diproduksikan kembali

    PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD (BSC) (Studi kasus di Perusahaan Daerah Air Minum PT Tirtamarta Yogyakarta)

    Full text link
    Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta Yogyakarta sangat berperan penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yaitu menyediakan kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari, seperti untuk kebutuhan air minum. Banyaknya pelanggan PDAM Tirtamarta yang berjumlah 33.514 orang menyebabkan bertambahnya pengaduan atau keluhan. Pengaduan dari pelanggan dibagi menjadi dua, yaitu pengaduan reparasi dan pengaduan non reparasi. Pengaduan non reparasi antara lain seperti air yang tidak mengalir, air yang berbau dan air keruh. Sedangkan pengaduan reparasi antara lain pipa bocor, pembaca meter air rusak atau mati, keran air rusak. Pada tahun 2011 telah tercatat 1,478 pengaduan dan pada tahun 2012 tercatat sebanyak 2062 untuk pengaduan non reparasi. Untuk pengaduan reparasi tahun 2011 tercatat sebanyak 3729 dan tahun 2012 sebanyak 3833 pengaduan. Dalam penelitian ini digunakan penyelesaian masalah menggunakan perspektif pelanggan dalam metode Balance Scorecard. Perspektif pelanggan meliputi beberapa strategi yang dipakai untuk mengukur seberapa besar pelayanan yang telah diberikan perusahaan kepada pelanggan. Strategi yang digunakan dalam perspektif pelanggan diantaranya pangsa pasar, pertumbuhan jumlah pelanggan, dan profitabilitas pelanggan. Penggunaan metode Objective Matrix (OMAX) sebagai dasar untuk mengetahui tingkat perbaikan pada perspektif pelanggan. Setelah mengetahui berapa perlu menentukan strategi-strategi guna mengetahui seberapa besar tingkat kepuasan pelanggan selama ini menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Hasil perhitungan menggunakan metode OMAX didapatkan hasil perhitungan tingkat perbaikan pelayanan PDAM Tirtamarta Yogyakarta selama 2 tahun sebesar 1,186%. Tujuan dari perbaikan pelayanan adalah agar mempertahankan loyalitas pelanggan terhadap perusahaan, menentukan strategi untuk menambah pelanggan, dan meningkatkan kualitas pelayanan agar semakin baik. Kata kunci: PDAM Tirtamarta Yogyakarta, balanced scorecard, objective matrix, kepuasan pelanggan, strategi perusahaa

    6,886

    full texts

    7,373

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇