Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK GUDANG PRODUK GUNA KETERATURAN ALOKASI PENYIMPANAN BARANG DAN EFISIENSI PERPINDAHAN BARANG (Studi kasus di Pamella 1 Swalayan Yogyakarta)
Gudang merupakan salah satu penunjang dan merupakan suatu bagian penting
dalam sebuah perusahaan. Sistem penyimpanan produk dalam gudang Pamella 1 Swalayan
Yogyakarta masih belum teratur dan optimal. Sistem FIFO yang diterapkan tidak berjalan,
penataan barang random, belum ada informasi lokasi letak produk. Permasalahan tersebut
mengakibatkan kesulitan dalam akses meletakkan dan mengangkut barang. Maka perlu
rancangan tata letak gudang baru untuk mempermudah aktivitas perpindahan barang oleh
operator sehingga mendapatkan penghematan penggunaan ruang, jarak dan waktu.
Pada penelitian digunakan metode Dedicated Storage dengan prinsip popularity dari
aktivitas perpindahan barang yang dikombinasikan dengan aspek kerja 5S. Metode ini
dipilih karena penyimpanan produk dilakukan dengan membagi produk menjadi 3 kategori
yaitu Kategori A (Fast moving), Kategori B (Medium Moving), dan Kategori C (Slow
Moving) yang kemudian dilanjutkan dengan penempatan produk untuk masing-masing
kategori. Penggunakan 3 aspek dari 5S karena untuk menunjang perbaikan dalam penataan
produk yang lebih rapi dan teratur.
Dengan menggunakan metode tersebut diperoleh layout usulan yang mampu meng
hemat penggunaan ruangan dari 25 plot area yang tersedia hanya 24 plot yang digunakan
dan jarak material handling pada layout sebelum perbaikan adalah 2616,5 meter/hari dan
sesudah perbaikan terjadi penurunan jarak sebesar 85,2 meter/hari. Penurunan jarak ini
menunjukkan adanya keefisienan dalam perubahan alokasi produk . Persentase keefisienan
dari jarak material handling adalah sebesar 3,37 % dan dapat menurunkan jarak material
handling.
Kata kunci :Gudang, Dedicated Storage, Aspek Kerja 5S, Material Handling
ANALISA LOG DENSITAS DAN VOLUME SHALE TERHADAP KALORI , ASH CONTENT DAN TOTAL MOISTURE PADA LAPISAN BATUBARA BERDASARKAN DATA WELL LOGGING DAERAH BANKO PIT 1 BARAT, KECAMATAN LAWANG KIDUL, KABUPATEN MUARA ENIM, PROVINSI SUMATERA SELATAN
Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode Well Logging di daerah Banko Pit 1 Barat, Kecamatan
Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisa nilai log
densitas terhadap nilai kalori, Ash Content dan Total Moisture pada lapisan batubara, dan Menganalisa Volume Shale
lapisan batubara terhadap nilai kalori dan Ash Content pada lapisan batubara. Metode Well Logging yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu Log gamma ray dan Log Densitas, Dengan banyak sumur 8 (Delapan) titik bor yaitu sumur BK-177,
BK-178, BK-190, BK-191, BK-192, BK-193, BK-194, BK-195. Hasil analisa di daerah penelitian didapatkan nilai ratarata
nilai
densitas
1,522 gr/cc, Volume Shale 4,951%, Ash Content 3,39%, Kalori 6059 Kcal/kg dan Total Moisture 25%.
Dengan menggunakan metode Trideline Scatterplot Bivariant yang digunakan untuk mendapatkan hubungan korelasi dari
2 variable. Dimana pada daerah penelitian memiliki hubungan korelasi kuat - korelasi sangat kuat. Dari analisa hubungan
densitas dengan Ash Content memiliki variasi negatif R2 = 82,2%, (korelasi sangat kuat). Hubungan densitas dengan
Kalori memiliki variasi positif R2 = 84,5% (korelasi sangat kuat), Hubungan densitas dengan Total Moisture memiliki
korelasi negatif R2 = 60,1% (korelasi kuat) sedangkan hubungan kalori dengan Ash Content memiliki korelasi negatif R2
= 88,6% (korelasi sangat kuat). Sedangkan hubungan Volume Shale dengan Kalori memiliki korelasi negatif R2 = 71,1%
(korelasi kuat), Hubungan Volume Shale dengan Ash Content memiliki korelasi positif R2 = 61,2% ( korelasi kuat) Dilihat
dari hubungan korelasi tersebut kualitas batubara pada daerah penelitian memiliki kualitas yang baik.
Kata Kunci : well logging, log gamma ray, log densitas, Volume Shale, Ash Content, Kalori, Total Moisture
PERANCANGAN ULANG PRODUK GITAR LISTRIK UNTUK BERMAIN GITAR DAN SOUND SYNTHESIZER SECARA BERGANTIAN
Gitar adalah sebuah alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara
dipetik, umumnya menggunakan jari. Gitar terdiri atas sebuah body dan neck
sebagai tempat senar yang umumnya berjumlah enam berdempetan. Gitar
tradisional dibentuk dari berbagai jenis kayu dengan senar yang terbuat dari nilon
maupun baja. Secara umum, gitar terbagi atas 2 jenis gitar akustik dan gitar listrik.
Banyak para musisi saat ini yang memainkan gitar dengan alat yang bisa
mengeluarkan sound Synthesizer. Maka perlu dilakukan perancangan ulang gitar
listrik untuk memainkan gitar dan sound synthesizer secara bergantian.
Penelitian ini menggunakan metode Verein Deutscher Ingenieure (VDI)
2221 dan metode Value Engineering. Metode VDI 2221 diawali dengan
menganalisis kekurangan alat sekarang dan menyusun daftar tuntutan keinginan
responden. Setelah itu dicari solusi alternatif. Selanjutnya membuat prototype.
Langkah terakhir melakukan uji coba alat. Metode Value Engineering diawali
mengumpulkan informasi dan data yang diperlukan dengan melakukan pengamatan,
wawancara langsung, mencari literatur yang mendukung dan membuat kuisioner.
Selanjutnya dibangun ide-ide merancang alat. Setelah itu dilakukan evaluasi yaitu
tingkat kepentingan, perhitungan penilaian dengan matrik kelayakan, analisa
pembobotan dan perhitungan performansi dengan matrik evaluasi dan analisa biaya,
keuntungan dan kerugian masing-masing modifikasi, dan perhitungan nilai lalu alat
dipresentasikan.
Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan yang cukup signifikan dari
perancangan alat ini. Awalnya gitaris memerlukan rata-rata waktu 43.05 detik
akan tetapi dengan rancangan gitar ini waktu dapat menurun menjadi rata-rata
14.99 detik untuk bermain gitar dan sound synthesizer secara bergantian.
Kata kunci: Alat Musik, Gitar, Synthesizer, VDI 2221, Value Engineerin
PENGELOLAAN AIR TERPRODUKSI DENGAN CARA FITOREMEDIASI PADA LAHAN BASAH BUATAN MENGGUNAKAN TANAMAN ECENG GONDOK ( Eichorniacrassipes) PT. ENERGI MEGA PERSADA GELAM SUNGAI GELAM JAMBI
Proses eksplorasidanproduksiserta berbagai aktivitas lainnya akan memperoleh hasil
yang di inginkan maupun hasil sampingan yang tidak di harapkan. Hasil yang diinginkan dari
proses produksi adalah minyak mentah yang memiliki nilai jual tinggi. Air terproduksi yang
mengandung COD, lemak dan minyak, sulfida terlarut, Amonia, Phenol total, temperatur, pH,
dan TDS merupakam salah satu limbah yang dihasilkan dari proses produksi minyak bumi.
Contoh untuk kandungan air terproduksi pada lokasi penelitian TDS sebesar 6560 mg/l, cod
240 mg/l, minyak dan lemak 22 mg/l.
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah :Mengetahuikualitas
air yang meliputi : COD, TDS, pH, sulfida terlarut, asam dan lemak, phenol, amonia,
temperatur air terproduksisebelumdansetelahmelalui proses
fitobioremediasi.Mengetahuiwaktutinggal optimal yang dibutuhkan dalam pengelolaan air
terproduksi dengan tanaman air
Eichorniacrasipespadasistemlahanbasahbuatan (Constructed
Wetlands
).
Tanaman air jenis eceng gondok (
Eichornia crassipes) mampu menurunkan kadar
Amonia dari 1,51mg/l menjadi 0,805, COD dari 240mg/l menjadi 112mg/l, Fenol dari
0,397mg/l menjadi 0,207mg/l, Sulfida terlarut dari 0,016mg/l menjadi 0,033mg/l , Minyak
dan lemak dari 22 mg/l menjadi 2mg/l, pH dari 9,11mg/l menjadi 7,27mg/l, TDS dari 6560
mg/l menjadi 5250 mg/l dalam pengolahan air buangan hasil produksi minyak bumi dengan
sistem lahan basah buatan selama 12 hari.
Untuk parameter berdasarkan standar baku mutu air terproduksi seperti Amonia,
COD, Fenol, Sulfida terlarut, Minyak dan lemak, pH, TDS dan Temperatur mengalami
penurunan. Hanya TDS yang masih diambang batas baku mutu, batas baku mutu untuk TDS
4000 mg/l pengukuran awal TDS 6560 mg/l setelah 12 hari pengolahan turun menjadi 5250
mg/l, waktu tinggal optimal yang dibutuhkan untuk pengelolaan COD, TDS, dan pH pada air
terproduksi menggunakan tanaman eceng gondok (
Eichornia crassipes) dengan sistem lahan
basah buatan yaitu 1 hari untuk pengelolaan pH, 3 hari untuk COD, dan 25 hari untuk
pengolahan TDS.
Kata kunci : Air terproduksi, Lahan basah buatan, Eceng gondok
KARAKTERISASI RESERVOAR KARBONAT MENGGUNAKAN METODE INVERSI SEISMIK AI (ACOUSTIC IMPEDANCE) PADA LAPANGAN “J” CEKUNGAN SULAWESI SELATAN
Daerah lapangan “J” Cekungan Sulawesi Selatan mempunyai batuan
reservoar yang berupa karbonat (limestone) dari Formasi Tacipi. Tujuan dalam
penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi batuan reservoar menggunakan
aplikasi metode inversi seismik AI. Metode ini diharapkan mampu
mengidentifikasi distribusi reservoar karbonat berdasarkan informasi hasil nilai
impedansi akustik dan porositas.
Penelitian ini menggunakan metode pemodelan inversi Model Based
dengan data seismik 2D Post Stack berjumlah 13 lintasan dan 4 data sumur
berserta informasi data marker. Dari analisis crossplot menunjukkan daearah
reservoar dapat dibagi menjadi 2 zona, yaitu karbonat poros dan karbonat tight.
Karbonat poros merupakan zona target dalam penelitian ini, karena pada zona
yang poros tersebut menunjukkan nilai resistivitas yang lebih besar.
Berdasarkan hasil analisis inversi AI pada zona target karakterisasi
reservoar memiliki nilai akustik impedansi sekitar 16800 ((ft/s)*(g/cc)) - 26200
((ft/s)*(g/cc)) dengan nilai porositas sekitar 17-25%. Integrasi dari beberapa peta
yang ada (peta sturktur, AI dan porositas) menunjukkan adanya potensi yang baik
berada pada daerah tinggian sehingga dapat dijadikan sebagai suatu perangkap
hidrokarbon.
Kata-kata kun
ci : inversi AI, karbonat, porositas, karakterisasi reservoa
KAJIAN SHALE DENGAN MENGGUNAKAN UJI METHYLENE BLUE DAN X-RAY DIFFRACTION PADA KEDALAMAN 6120 - 8643 ftMD SUMUR “X” LAPANGAN “Y”
Dalam operasi pemboran Sumur X, terdapat lapisan shale yang sangat
tebal dan diduga menjadi penyebab utama masalah pada operasi pemboran yaitu
pipa terjepit. Pipa terjepit terjadi karena akibat sloughing yang diakibatkan shale
yang bersifat brittle atau swelling yang diakibatkan shale yang reaktif terhadap
air. Oleh karena itu diperlukan kajian mengenai karakteristik dari lapisan shale
yang ditembus.
Untuk dapat mengetahui klasifikasi dan karakteristik shale, maka
metodologi yang digunakan adalah kronologi dan data operasi pemboran, aspek
lumpur pemboran yang digunakan, aspek methylene blue test cutting, dan aspek
X-Ray Diffraction. Kronologi dan data operasi pemboran akan menjelaskan
mengenai operasi pemboran saat berlangsung. Analisa lumpur pemboran akan
menguji kualitas lumpur yang digunakan. Methylene Blue Test akan menghasilkan
data berupa kereaktifan sampel shale sumur X dan X-Ray Diffraction akan
meneliti kandungan mineral yang terkandung dalam sampel shale. Adanya kajian
dari berbagai aspek tersebut akan memperjelas karakteristik shale yang ditembus.
Lumpur pemboran yang digunakan di sumur X adalah synthetic oil base
mu
KAJIAN TINGKAT KEKRITISAN LAHAN REKLAMASI TAMBANG BAUKSIT, SITE AIR UPAS, BLOK SEDAWAK KAB KETAPANG, PROV. KALIMANTAN BARAT
Bauxite mining Harita Prima Abadi Mineral site Upas Water is the bauxite
mining company which has IUP 37.100Ha that is located at Ketapang District, West
Borneo Province at the geographic position 110
o
42’01”BT – 110
53’03”BT and
2
o
07’09”LS – 2
o
24’02”LS.
The purpose of this research is (1) knowing the factors of what caused the
critical level on reclamation land. (2) Indicate the level of of crtical land which had
happened. This research methods that are being used such as survey methods,
laboratory analytical methods, scoring, and overlay map. Sampling techniques that is
being used is random sampling.
According to evaluation of research in the field is showing that on plot
location 1, 2, 4, and 5 are experiencing the critical level of potential land and on the
plot location 3 and plot location 6 experiences the critical level of semi-critical land.
Management direction on critical level is being implemented by
technological approaches, where the management method that is being used is using
legume cover crop (LCC) that os kind of Mucuna Bracteata which can improve the
physical properties Chemistry, biology, prevent erosion, maintain soil moisture and
suppress weed growth. Conservation land according to land capability will supports
the realization of Mining insightful environmental protection.
GEOLOGI DAN PERHITUNGAN CADANGAN SATUAN BATULEMPUNG TUBAN SEBAGAI BAHAN BAKU SEMEN PT HOLCIM INDONESIA TBK DAERAH MLIWANG DAN SEKITARNYA,KECAMATAN KEREK, KABUPATEN TUBAN, PROVINSI JAWA TIMUR
Secara administratif lokasi penelitian termasuk dalam wilayah Desa Mliwang, Kecamatan
Kerek, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Terletak pada koordinat X= 595000-599400 mT
dan Y= 9239300-9245500 mU Universal Transverse Mercator (UTM) Zona 49S. Luas daerah
telitian ±25 km
2.
Geomorfologi daerah telitian dibagi menjadi beberapa bentuk asal, bentuk asal kars
perbukitan kars (K1), dataran terarosa (K10), dan bentuk asal struktural berupa lembah antiklin
(S16). Pola pengaliran yang berkembang di daerah telitian ada dua yaitu multibasinal dan
dendritic dengan stadia geomorfik muda-dewasa.
Stratigrafi daerah telitian dibagi menjadi 3 satuan batuan, berdasarkan kesamaan aspek
fisika, kimia dan biologi. Serta dalam penamaannya mengacu berdasarkan peneliti terdahulu,
dengan urutan dari yang paling tua adalah satuan batulempung Tuban yang terdiri dari
batulempung dengan sisipan batulempung karbonatan, batulempung pasiran, batupasir
karbonatan, batupasir lempungan, napal dan kalkarenit. Satuan batugamping Paciran yang terdiri
dari batugamping yang terdapat di daerah telitian adalah bafflestone, floatstone, rudstone, dan
framestone serta terdapat batukapur (chalky). Satuan yang terakhir adalah satuan endapan
Terarosa.
Struktur geologi yang berkembang pada daerah telitian berupa kekar yang terdapat di
daerah telitian, dari analisa kekar menunjukkan tegasan utama relatif berarah Utara-Selatan.
Selain itu terdapat antiklin Mliwang yang menunjukan arah sumbu antiklin relatif berarah TimurBarat.
Potensi geologi daerah penelitian yang bersifat yaitu berupa bahan galian industri yaitu
batugamping dan batulempung yang dapat digunakan untuk bahan baku semen dan bahan
bangunan, selain itu ada juga mata air yang digunakan untuk keseharian warga, sedangkan
potensi negatif berupa batulempung swelling yang diakibatkan oleh adanya mineral kaolinit.
Jumlah cadangan satuan batulempung Tuban adalah sebesar 34.748.000 wmt (wet metric
ton). Dengan cadangan sesuai dengan standar kualitas batulempung SNI (2002) dengan estimasi
kadar SiO
2
, Al
2
O
3
, dan Fe
2
O
sebesar 15.028.000 wmt. Dan cadangan yang tidak sesuai dengan
standar SNI (2002) sebesar 19.720.000 wmt.
3
Kata kunci: batulempung Formasi Tuban, bahan baku semen, perhitungan cadangan, Tuban Jawa
Timu
PEMBERDAYAAN KERJA SEBAGAI MEDIASI DUKUNGAN ORGANISASIONAL DAN PERTUKARAN PEMIMPIN-ANGGOTA (LMX) TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL PADA PT MADUBARU MADUKISMO YOGYAKARTA
ABSTRAKSI
Eka Diaris Miftah, Pemberdayaan Kerja Sebagai Mediasi Dukungan Organisasional dan
Pertukaran Pemimpin-Anggota
Perusahaan dapat memperhatikan Dukungan Organisasional yang dibutuhkan
oleh karyawan sehingga karyawan tersebut akan memberikan nilai lebih setiap tugas atau
pekerjaan yang dilakukan untuk perusahaan. Dengan begitu kerjasama antar perusahaan
dan karyawan akan terjadi yang pada akhirnya Komitmen Organisasional yang
diinginkan perusahaan akan senantiasa datang di setiap diri karyawan. Komitmen
organisasional secara konseptual merupakan tingkatan dimana karyawan mengkaitkan
dirinya ke organisasi dan sasaran-sasaran dari organisasi dan mempertahankan
kepegawaianya pada PT. Madubaru Madukismo Yogyakarta. Perusahaan juga dapat
Memperhatikan dampak dari Pertukaran Pemimpin-Anggota
Tujuan dari Penelitian ini adalah:
Penelitian ini dilakukan pada PT Madubaru Madukismo di kabupaten Bantul
Yogyakarta pada tahun 2014 dengan menggunakan sofeware penghitungan data PLS
Kata kunci: Dukungan Organisasional, Kualitas Pertukaran Pimpinan Anggot
PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, REPUTASI AUDITOR DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN OPINI AUDIT GOING CONCERN
Pengungkapan opini audit going concern merupakan hal yang tidak diharapkan
oleh perusahaan karena akan berdampak pada hilangnya kepercayaan publik terhadap
citra perusahaan. Laporan audit dengan modifikasi mengenai going concern
merupakan suatu indikasi bahwa dalam penilaian auditor terdapat risiko perusahaan
tidak dapat bertahan dalam bisnis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kondisi keuangan
perusahaan, pertumbuhan perusahaan, reputasi auditor dan ukuran perusahaan
terhadap pengungkapan opini audit going concern. Populasi dalam penelitian ini
adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada
periode tahun 2009-2012 yang laporan keuangannya telah diaudit dan dipublikasikan.
Pemilihan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Berdasarkan kriteria-kriteria
yang telah ditentukan, maka diperoleh 84 sampel. Metode yang digunakan untuk
menganalisis hubungan antar variabel adalah metode regresi logistik.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa kondisi keuangan yang diproksikan
dengan model prediksi kebangkrutan dan reputasi auditor yang diproksikan dengan
ukuran KAP secara signifikan berpengaruh negatif pada pengungkapan opini audit
going concern. Pertumbuhan perusahaan yang diproksikan dengan pertumbuhan
pernjualan dan ukuran perusahaan yang diproksikan dengan total asset tidak
berpengaruh secara signifikan pada pengungkapan opini audit going concern.
Kata kunci: Kondisi keuangan, pertumbuhan perusahaan, reputasi auditor, ukuran
perusahaan, pengungkapan opini audit going concer