Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
GEOLOGI DAN POTENSI BIJIH BESI DAERAH GEUNTEUT DAN SEKITAR KECAMATAN LHOONG, KABUPATEN ACEH BESAR, NANGROE ACEH DARUSALAM
Lokasi penyelidikan ini secara administrasi meliputi beberapa desa yang dapat dilaporkan berikut: Desa Krueng Kala, Sihom, Geuntet , Umong Seribee. Kecamatan Lhoong. Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Nangroe Aceh Darusallam, Secara geografis berada pada koordinat 95’14’45” – 95’17’45” BT dan 05’13'00’ – 05'18’00” LU. Secara kartografi berada pada lembar Peta Indrapuri Helai 0235-I dan Peta Lhoknga Helai 0235-III dari Peta Jantop TNI AD Tahun 1977. Luas daerah penelitian adalah bentuk segi empat memanjang mengikuti kawasan batas lindung dengan luas mengikuti kawasan batas lindung dengan luas 4 Km X 6 Km dihitung dengan peta skala 1: 25.000. Daerah penelitian dapat dicapai dengan kendaraan bermotor melalui jalan raya utama antar provinsi dengan kondisi jalan beraspal hotmix, dengan jarak tempuh kurang lebih 54 km atau sekitar 1 Jam ke arah selatan dari Kota Banda Aceh.
Metodologi penelitian yang digunakan ialah pengambilan data lapangan dengan melakukan surface mapping dengan lintasan pengamatan disepanjang aliran sungai pada daerah telitian
Berdasarkan pemerian tersebut maka pendataan geomorfologi di wilayah telitian ini menunjukkan adanya 3 pola Satuan geomorfologi atau Bentukan asal terbagi lagi menjadi 4 Sub-satuan geomorfik, yaitu Sub Satuan Perbukitan Vulkanik Berlereng Curam (V1), Sub Satuan Intrusi / Dyke (V11), Sub Satuan Perbukitan Karst Terkikis (K2), dan Sub Satuan Dataran Aluvial (F1). Pola Aliran pada daerah telitian tergolong dalam kriteria Sub Dendritik dengan Stadia Geologi berumur Dewasa.
Stratigrafi daerah telitian dari tua ke muda disusun oleh lima satuan batuan, yaitu Satuan Batuan Metasedimen Lhoong, Satuan Batupasir Lhoong, Satuan Lava Andesit, Satuan Batugamping Lamno, Satuan intrusi granudiorit Geunteut. Satuan batuan Metasedimen, batupasir, batugamping, dan intrusi andesit berada pada satu periode yang sama yaitu Akhir Jura hingga Awal Kapur, sedangkan Satuan intrusi Granudiorit Geunteut hanya pada periode Awal Kapur.
Hasil pengamatan yang didukung dengan Analisa Petrografi, Analisa Kimia dan Bera Jenis pada daerah telitian dapat dibagi menjadi 2 wilayah prospektif dengan ketebalan rata 2.5 meter dan luasan wilayah 7.688.304 m2 didapat volume Prospektif mineral bijih dengan jumlah total 19.220.760 m3, dikalikan dengan berat jenis rata-rata 4,125 ( m3 Ton/m3 ) maka didapat total tonase Bijih besi 79.285.635 Ton, Dengan kualifikasi wilayah telitian Sangat Prospektif
RANCANGAN GEOMETRI LERENG TAMBANG BATUBARA DI PT. DELMA MINING CORPORATION KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
RINGKASAN
PT. Delma Mining merupakan perusahaan pertambangan batubara yang
masih melakukan tahap eksplorasi guna merencanakan kegiatan penambangan
batubara. Untuk mendukung perencanaan penambangan batubara tersebut, maka
perlu adanya pembuatan rancangan lereng penambangan agar didapat front kerja
yang aman dan lereng yang stabil sehingga mendukung produksi batubara sesuai
dengan target yang direncanakan oleh PT. Delma Mining.
Analisis kestabilan lereng dilakukan dengan mendasarkan pada nilai
bobot isi material atau density (γ) dalam kN/m3, nilai kohesi (c) dalam kN/m2 dan
nilai sudut geser dalam (φ) dalam derajat. Untuk mendapatkan parameter ini
dilakukan uji terhadap material yang akan dianalisis, uji tersebut dilakukan di
Laboratorium Mekanika Batuan Teknik Pertambangan UPN “Veteran”
Yogyakarta.
Dalam merancang suatu lereng, geometri lereng yang diperlukan berupa
sudut kemiringan dan ketinggian lereng. Sudut dan tinggi lereng dirancang
sedemikian rupa hingga didapat faktor keamanan minimun yang merupakan batas
maksimum geometri lereng yang aman. Nilai faktor keamanan minimum yang
direkomendasikan didasarkan pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor
22 tahun 2007 dan kebijakan perusahaan untuk lereng tunggal FK ≥ 1,3 dan untuk
lereng keseluruhan FK ≥ 1,5. Metode yang digunakan dalam analisis kestablian
lereng yaitu metode Bishop dengan bantuan software Slide versi 6.0.
Analisis dilakukan pada 3 lubang bor yaitu GT-02, GT-03, dan GT-04.
Setelah dilakukan analisis terhadap lereng tunggal dan lereng keseluruhan tiap
lubang bor, didapat rekomendasi lereng untuk setiap lubang bor. Untuk lubang
bor GT-02 jika dilakukan penambangan hingga lapisan terakhir batubara, maka
didapat rekomendasi lereng keseluruhan dengan tinggi dan sudut kemiringan
lereng 66,194 m dan 6 o dengan nilai FK 1,532. Untuk lubang bor GT-03 jika
dilakukan penambangan hingga lapisan terakhir batubara, maka didapat
rekomendasi lereng keseluruhan dengan tinggi dan sudut kemiringan lereng
65,611 m dan 9 o dengan nilai FK 1,502. Dan untuk lubang bor GT-04 jika
dilakukan penambangan hingga lapisan terakhir batubara, maka didapat
rekomendasi lereng keseluruhan dengan tinggi dan sudut kemiringan lereng
71,361 m dan 7 o dengan nilai FK 1,500.
ABSTRACT
PT. Delma Mining Corporation is a company of coal mining which is still
doing the exploration phase to make a planning of coal mining. To support the
planning of coal mining, we need to make a mining slope design so we can get a
safe and stable slope to support the coal production according to the PT. Delma
Mining Corporation’s target.
The slope stability analys is done based on the values of material density
(γ) in (kN/m3), the cohession (c) in kN/m2, and also the the angle of shearing
resistance (φ) in degrees. To get those values, we need to do a laboratory test for
the materials in Rock Mechanic Labolatory Mining Engineering Major of UPN
“Veteran” Yogyakarta.
The slope geometry that needed to design a slope are slope height and
slope inclination angle. The height and angle designed in such a manner until it
gets a minimum safety factor which is the maximum limit of slope that still save.
The recomended values of minimum safety factor is based on the General
Working Ministry Regulation No.2 in 2007 and the company policy is 1,3 fot the
single slope, and 1,5 for the overall slope. The method used to analyst the slope
stability is Bishop Simplified method by using Slide Version 6.0 software.
The analyst is done for three drill holes, those are GT-02, GT-03, and GT-
04 drill holes. After doing the analyst for the single and overall slope for each, we
got the slope recomendations for each drill hole. For GT-02 dril hole, if we mine
the coal into the last seam, the slope recomendation is an overall slope which has
66,194 m height, 6 o inclination angle and 1,532 safety factor. For GT-03drill
hole, if we mine the coal into the last seam, the slope recomendation is an overall
slope which has 65,611 m height, 9 o inclination angle 1,502 safety factor. And
for GT-04 drill hole, if we mine the coal into the last seam, the slope
recomendation is an overall slope which has 71,361 m height , 7 o inclination
angle, and 1,5 safety factor
KEBANGKITAN GERAKAN REPUBLIK MALUKU SELATAN PASKA KERUSUHAN MALUKU TAHUN 1999-2004
Penelitiaan ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana gerakan Republik Maluku
selatan bisa muncul kembali paska kerusuhan yang terjadi di Maluku sejak tahun 1999 2004.
Dimana dengan adanya bencana sosial ini menjadikan RMS di Belanda dan
Maluku mempunyai energi baru untuk kembali memperjuangkan keinginannya untuk
melepaskan diri dari negara Republik Indonesia. Selain di Maluku, gerakan ini juga
terjadi di Belanda, dan ini diyakini dari statistik kependudukan warga negara Belanda,
Orang Maluku di Belanda berada di peringkat ke 3 imigran terbanyak di Belanda dengan
total lebih dari 60 ribu jiwa. Tentu saja untuk ukuran negara sekecil Belanda, ini
merupakan satu kekuatan baru jika aspirasi kelompok ini tidak diakomodir.
Keberadaan RMS ini menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang dapat dijadikan
bahan penelitian dalam kerangka Ilmu Hubungan Internasional. Kepentingan nasional,
identitas local yang menimbulkan timbulnya nasionalisme etnik menjadikan hal ini perlu
dikaji lebih dalam. Adanya konflik social dan kurangnya tanggapan pemerintah
menjadikan adanya ketidakpuasan kelompok kepentingan yang menjadikan adanya upaya
untuk melepaskan diri. Tentu saja terdapat juga ketidakadilan dan diskriminasi serta
pemaksaan yang menjadikan masalah ini semakin berlarut. Ketika pemerintah tidak
secara tanggap melihat masalah ini dengan cerdas, maka ada kemungkinan akan terjadi
juga hal yang sama di daerah lain di Indonesia.
Dari beberapa pertimbangan maka penulis mengambil RMS sebagai bahan kajian
dalam penulisan skripsi ini. Berdasarkan atas alasan Pribadi sebagai orang Maluku
penulis ingin menjelaskan dan memberikan gambaran bagaimana sebenarnya RMS itu
sendiri dan apa saja yang menyangkut tentang RMS yang seolah-olah terus menjadi
stereotipe bagi sebagian besar orang Maluku. Semoga dengan skripsi ini, para pembaca
lebih terbuka pemikirannya dalam menanggapi dan menyikapi apa yang sebenarnya
terjadi di Maluku dan daerah-daerah yang memiliki gerakan pembebasan lainya di
Indonesia
EVALUASI BIT DAN PARAMETER PEMBORAN PADA TRAYEK 8,5” DAN 6,25” SUMUR “TANGO” LAPANGAN SEPINGGAN CHEVRON COMPANY BALIKPAPAN
RINGKASAN
Di dalam proses pemboran, laju pemboran yang optimum adalah salah
satu tujuan yang ingin dicapai dalam setiap operasi pemboran. Dengan laju
pemboran yang optimum diharapkan hasil pemboran yang dicapai maksimum,
aman dan biaya operasi yang dikeluarkan rendah. Pemilihan jenis dan tipe pahat
bor merupakan salah satu usaha untuk mendapatkan laju pemboran yang
optimum. Akan tetapi, untuk menentukan jenis pahat bor yang tepat tidaklah
mudah karena dipengaruhi oleh banyak faktor seperti karakteristik batuan, faktor
mekanis (WOB dan RPM) dan hidrolika lumpur pemboran. Permasalahan yang
terjadi pada sumur dilapangan sepinggan adalah penggunaan bit yang berkali –
kali dalam satu section. Sehingga banyaknya biaya yang harus dikeluarkan dalam
penyewaan bit.
Bit adalah faktor utama dalam permasalahan laju pemboran. Apabila bit tidak
sesuai dengan karakteristik batuannya, bit tidak sesuai dengan faktor mekanisnya
maka akan mengakibatkan bit itu aus, laju pemboran pun akan menurun dan tidak
optimal. Kita dapat menganalisa bit pada dull grading dan permaslahannya. Harga
nilai Specific Energy dapat mengetahui apakah bit itu bekerja optimal tidaknya
pada saat bit itu menembus formasi. Kemudian faktor yang tidak kalah pentingnya
adalah nilai dari Cost per foot. Yaitu menghitung seberapa efisien kah biaya yang
dikeluarkan pada saat pemboran berlangsung per footage.
Dari hasil analisa didapatkan bit kondisi aus yang diakibatkan tidak cocoknya
pemilihan bit terhadap formasi dan tidak sesuainya parameter yang digunakan bit
pada saat pemboran berlangsung. Hasil dull grading pada bit rata – rata
mengalami keausan pada inner dan outer rowsnya dengan tingkat keasudannya
sampai 7. Nilai Specific Energy yang besar hingga 800 inch lb/inch3 pada sumur
T-3RD2. Dan nilai CPF $600 per footnya adalah besarnya biaya yang dikeluarkan
pada saat pemboran berlangsung
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN GUNA MENINGKATKAN KEPUASAN PENGUNJUNG MENGGUNAKAN SERVQUAL DAN METODE KANO (Studi Kasus di Kebun Raya Kebun Binatang Gembira Loka)
Dari tahun ke tahun banyak terjadi banyak perkembangan dalam industri pariwisata. Kebun Raya Kebun Binatang (KRKB) Gembira Loka sebagai salah satu pelaku usaha pariwisata di Yogyakarta harus mampu mempertahankan tingkat pelayanan kepuasan pelanggan supaya minat masyarakat untuk berkunjung tetap tinggi.
Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner terhadap pihak manajemen dan pengunjung KRKB Gembira Loka. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan metode servqual dan metode Kano supaya dapat ditahui kualitas pelayanan di KRKB Gembira Loka. Analisis hasil dilakukan untuk dapat diketahui atribut mana yang menjadi prioritas utama bagi KRKB Gembira Loka untuk dilakukan perbaikan.
Hasil pengolahan data yang dilakukan, yang menjadi prioritas perbaikan yaitu atribut layanan yang masuk dalam kategori one-dimensional dan attractive. Adapun atribut yang mempengaruhi kepuasan pengunjung, yang masuk dalam kategori one-dimensional, diantaranya yaitu: (1) kebersihan, kerapian, dan kenyamanan area kebun binatang; (2) tersedianya tempat ibadah; (3) pengunjung dan karyawan mematuhi prosedur keamanan selama di lokasi; (4) penjelasan yang jelas dan tepat jika ada pertanyaan dari pengunjung; (5) terbina komunikasi yang baik antara pengunjung dan karyawan.
Kata kunci: kualitas pelayanan, metode Kano, servqua
PENGARUH DANA PIHAK KETIGA (DPK), NON PERFORMING LOAN (NPL) CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) LOAN TO DEPOOSIT RATIO (LDR) TERHADAP RETURN ON ASSET (ROA) PADA BANK YANG TERDAFTAR DI BANK INDONESIA (BI)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Dana Pihak Ketiga
(DPK), Non Performing Loan (NPL), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan To
Deposit Ratio
(LDR) Terhadap Return On Asset (ROA) Pada Bank Yang
Terdaftar Di Bank Indonesia (BI).
Populasi dalam penelitian ini seluruh Bank Campuran yang terdaftar di
Bank Indonesia (BI) tahun 2008-2012. Sempel penelitian ditentukan dengan
metode
pursosive sampling sehingga diperoleh 14 Bank. Uji data menggunakan
analisis regresi linier berganda.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan studi
dokumentasi. Selama periode pengamatan data penelitian ini, menunjukkan
bahwa data terdistribusi normal. Berdasarkan uji normalitas, uji
multikolonieritas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas tidak ditemukan
variabel yang menyimpang dari asumsi klasik. Hal ini menunjukkan bahwa data
telah memenuhi syarat untuk menggunakan model regresi linear berganda.
Berdasarkan uji regresi linear berganda, uji t
coefficients dengan tingkat
signifikansi 5%, maka hasil penelitian ini menyimpulkan: DPK tidak
berpengaruh signifikan terhadap ROA, NPL berpengaruh secara signifikan
terhadap ROA
, CAR berpengaruh secara signifikan terhadap ROA, LDR tidak
berpengaruh signifikan terhadap ROA.
Kata Kunci: Dana Pihak Ketiga, Non Performing Loan, Capital Adequacy
Ratio
, Loan To Deposit Ratio
SISTEM PAKAR BERBASIS WEB UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT PADA HEWAN HAMSTER
Seiring berjalannya waktu, hamster tidak lagi digunakan untuk media percobaan di laboratorium, hamster mulai dikenal sebagai hewan peliharaan. Seperti hewan lainnya, hamster memiliki bermacam jenis penyakit. Untuk beberapa orang yang ingin memelihara hamster khususnya yang masih awam pengetahuannya tentang hamster akan terbentur oleh masalah penyakit hamster. Di Indonesia belum pernah dibuat sistem untuk mendiagnosa penyakit hamster yang dapat diakses oleh pengguna melalui internet. Pemelihara hamster dapat memanfaatkan fasilitas ini, tidak hanya dapat mengetahui penyakit hamster namun juga memperoleh informasi-informasi penting untuk memelihara hamster.
Aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit pada hewan hamster ini dibangun untuk membantu pemelihara maupun pedagang hamster. Metode yang dipakai dalam perancangan sistem ini adalah metode forward chaining dengan menggunakan metode pengembangan sistem waterfall yang akan di implementasikan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL. Sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit pada hewan hamster telah selesai dibuat dengan harapan akan menjadi lebih mudah digunakan oleh pemelihara maupun pedagang hamster dengan melakukan diagnosa terhadap suatu penyakit dengan memberikan solusi yang akan digunakan oleh pemelihara maupun pedagang hamster serta mengetahui informasi tentang penyakit dan gejala dari hewan hamste
ANALISIS PERBANDINGAN TEKNIK PENGOLAHAN AKTIF DENGAN TEKNOLOGI BIOSTIMULASI PADA PENGOLAHAN AIR ASAM TAMBANG DI SUMP PIT 1 PT NUSANTARA BERAU COAL, KECAMATAN GUNUNG TABUR, KABUPATEN BERAU, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Kegiatan penelitian dilakukan di Pit 1 tambang batubara PT. Nusantara Berau
Coal, terletak di Desa Tasuk, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Provinsi
Kalimantan Timur. Kegiatan penambangan batubara PT. Nusantara Berau Coal
menggunakan sistem penambangan terbuka (open pit mining). Salah satu dampak
yang dihasilkan dari kegiatan pertambangan batubara dengan metode open pit adalah
terbentuknya air asam tambang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk
mengetahui perbandingan antara teknik pengolahan aktif dengan teknologi
biostimulasi pada pengolahan air asam tambang.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode Survey dan Eksperimental.
Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan jenis
Purpossive Sampling. Parameter pengujian yang digunakan pada penelitian adalah
total suspended solid (TSS), pH, kadar besi (Fe), kadar mangan (Mn), dengan
mengacu pada Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 02 Tahun 2011
Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
Berdasarkan hasil pengujian kualitas air diketahui bahwa teknik pengolahan
aktif mampu mengolah air asam tambang dengan menurunkan TSS, Fe, dan Mn,
serta menaikkan nilai pH ke dalam baku mutu dalam waktu kurang dari 1 hari.
Sedangkan teknologi biostimulasi juga memiliki pengaruh terhadap pengolahan air
asam tambang. Hal ini terlihat pada kenaikkan nilai pH dan penurunan nilai Fe pada
hari ke 4. Namun teknologi biostimulasi tidak dapat menurunkan TSS dan Mn,
karena banyaknya kandungan Mn yang ada di dalam produk, dan tidak adanya zat
yang mampu mendestabilkan koloid-koloid penyebab TSS pada air asam tambang.
Kata kunci : air asam tambang, teknik pengolahan aktif, teknologi biostimulasi,
kualitas ai
PENGARUH KARAKTERISTIK PRODUK, HARGA DAN PENGALAMAN TERHADAP NIAT BELI ULANG PELANGGAN SOTO LAMONGAN CAK MUJI DI JL.KUSUMANEGARA YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Karakteristik Produk, Harga dan
Pengalaman terhadap Niat beli ulang Soto Lamongan Cak Muji di Jl. Kusumanegara
Yogyakarta. Diharpkan dari informasi yang diperoleh dapat meningkatkan daya beli
konsumen melalui perwujudan variabel-variabel yang mempengaruhinya.
Penelitian ini menggunakan metode survey yang di mana teknik pengambilan
sampelnya mengunaka Convenience Sampling, dengan mengunakan data primer. Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen Soto Lamongan Cak Muji yang berada di
rumah makan/ warung, kuota sampel sebanyak 120 responden. Adapun teknik analisis data
yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan analisis regresi berganda dengan mengunakan
SPSS 19.0.
Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel Karakteristik Produk (X1)
berpengaru positif dan signifikan terhadap Niat beli ulang (Y), Harga (X2) berpengaruh
positif dan signifikan terhadap Niat beli ulang (Y), Pengalaman (X3) berpengaruh positif
dan tidak signifikan terhadap Niat beli ulang (Y).
Kata kunci : Karakteristik Produk, Harga, Pengalaman, Niat beli ulang
IMPLEMENTASI INDONESIA JAPAN ECONOMIC PARTNERSHIP AGREEMENT DI BIDANG PERIKANAN (PERSPEKTIF INDONESIA)
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang
yang sangat aktif melakukan kerjasama ekonomi. Tidak
hanya dalam forum ekonomi multilateral seperti WTO
(World Trade Organization), tetapi juga dalam berbagai
kerjasama bilateral maupun regional FTA (Free Trade
Agreement). IJ-EPA ditandangani pimpinan kedua negara
yaitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana
Menteri Shinzo Abe pada 20 Agusutus 2007 dan disahkan
melalui Peraturan Presiden No.26 Tahun 2008 tanggal 19
Mei 2008. Kemudian diikuti Exchange Diplomatic Notes
IJ-EPA ada 1 Juni 2008. IJ-EPA merupakan bentuk
kemitraan yang luas yang diharapkan mampu menjembatani
ketidakseimbangan antara ekonomi kedua negara serta
meningkatkan daya saing Indonesia di pasar
internasional yang terbangun di atas tiga pilar di
antaranya liberalisasi, fasilitasi, dan kerjasama