Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional Repository
Not a member yet
    7373 research outputs found

    PENGARUH BAURAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PAKET INTERNET TELKOM SPEEDY (Survey pada Konsumen Internet Telkom Speedy di Sleman)

    Get PDF
    Peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia dapat terjadi karena kebutuhan masyarakat Indonesia dalam mengakses informasi dengan menggunakan layanan internet. Keadaan ini menuntut khususnya para pembisnis Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan berbagai macam perubahan sehingga timbul adanya persaingan antara produsen layanan internet untuk terus memproduksi produk yang berkualitas, bervariasi, dan dapat bersaing dengan kompetitor. Dengan adanya masalah tersebut, dan untuk menghadapi persaingan maka perlu dirumuskan strategi pengembangan usaha yang tepat untuk perusahaan penyedia jasa layanan internet. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Menganalisis pengaruh secara bersamasama bauran promosi terhadap keputusan pembelian paket internet Telkom Speedy di Sleman; (2) Menganalisis pengaruh secara parsial bauran promosi terhadap keputusan pembelian paket internet Telkom Speedy di Sleman; (3) dan menganalisis pengaruh variabel yang dominan dari bauran promosi terhadap keputusan pembelian paket internet Telkom Speedy di Sleman. Penelitian dilakukan pada konsumen pengguna internet Telkom Speedy di Sleman. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup data primer dan data sekunder. Metode pengolahan dan analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan dengan metode deskriptif dan metode kuantitatif dilakukan dengan analisis regresi berganda. Hasil analisis regresi berganda diketahui bahwa bauran promosi berpengaruh terhadap keputusan pembelian paket internet Telkom Speedy di Sleman yaitu sebesar 84%. Secara parsial menunjukkan bahwa periklanan (t=0,471), event (t=0,057), dan penjualan personal (t=0,662) tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian paket internet Telkom Speedy. Sedangkan promosi penjualan (t=0,000), publisitas (t=0,017), pemasaran langsung (t=0,005), pemasaran interaktif (t=0,000), dan pemasaran dari mulut ke mulut (t=0,023) berpengaruh terhadap keputusan pembelian paket internet Telkom Speedy. Promosi penjualan merupakan variabel yang dominan terhadap keputusan pembelian paket internet Telkom Speedy di Sleman. Kata kunci: bauran promosi, keputusan pembelian

    RENCANA PENGEMBANGAN LAPANGAN IDM DENGAN SIMULASI RESERVOIR DAN PRODUKSI PADA FORMASI A

    Get PDF
    Lapangan “IDM” berada di blok jabung daerah sumatera bagian selatan. Lapangan ini telah memiliki 74 sumur produksi yang di perforasi di zona minyak yaitu formasi A bagian bawah. Pada formasi A bagian atas didapat hasil DST sumur yang menyatakan adanya potensi gas pada formasi tersebut. Perhitungan volumetric pada Geomodel didapatkan IGIP sebesar 130.87 BSCF. Oleh sebab itu perlu dilakukan suatu analisa identifikasi potensi masingmasing sumur untuk mengetahui Plateau dari reservoir tersebut. Dalam memproduksikan hidrokarbon gas perlu disesuaikan dengan permintaan pasar dan juga potensi dari reservoir gas tersebut. Gas yang disalurkan ke konsumen harus memiliki volume dan tekanan yang konstan sesuai dengan committed gas sales. Dalam penelitian ini, digunakan simulator reservoir dan produksi yaitu Eclipse (E300) dan PipeSim. Dengan bantuan Sub-program PipeSim yaitu FPT (Field Planning Tool). Simulator reservoir dan produksi dapat diintegrasi antar keduanya. Metode Pengintegrasian kedua sistem ini disebut Dynamic Eclipse Link, yaitu mensimulasikan kemampuan sebuah reservoir gas untuk memenuhi kontrak gas dengan melewati sebuah sistem jaringan serta fasilitas pemisahan. Pada pembuatan sistem jaringan perlu diperhatikan besarnya gas velocity yang dapat menggambarkan bentuk aliran yang terjadi di dalam pipa salur. Skenario pengembangan lapangan gas ini dibagi menjadi 3 skenario yaitu High Pressure, low pressure dan lowlow pressure. Pada skenario Lp dan LLP dilakukan pemasangan kompresor pada fasilitas produksi dengan horse power kompressor 1 dan kompresor 2 sebesar 655.6 hp dan 748.9 hp yang digunakan untuk mendapatkan tekanan yang di butuhkan untuk mencapai sales point. Hasil Simulasi reservoir dengan menggunakan Simulator E300, didapat total produksi gas sebesar 57.6 BSCF sedangkan Total Produksi gas dengan Simulator Produksi FPT sebesar 53, 6 BSCF. Terdapat perbedaan 7.40 % antar kedua hasil simulasi tersebut

    ARAHAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN BERDASARKAN DAYA DUKUNG FISIK LAHAN DI DUSUN MUNGGANG LOR DESA SIDOHARJO KECAMATAN SAMIGALUH KABUPATEN KULONPROGO DIY

    Get PDF
    Peningkatan jumlah penduduk berpengaruh terhadap kebutuhan akan perumahan, karena perumahan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang bersifat mendasar. Untuk dapat melangsungkan kehidupan dan penghidupan, penduduk membutuhkan tempat atau sarana berupa lahan untuk bermukim. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik daya dukung fisik lahan dan memberikan arahan pengembangan permukiman berdasarkan daya dukung fisik lahan di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan pemetaan. Analisis daya dukung fisik lahan dilakukan dengan metode skoring dan pengharkatan. Parameter yang digunakan adalah penggunaan lahan, kemiringan lereng, satuan batuan, tekstur tanah, ketebalan tanah dan kerawanan gerakan massa tanah dan/atau batuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian meliputi atas kelas daya dukung sedang dengan luas 104.694 m2 atau 29,36 %. kelas daya dukung jelek dengan luas 236.318 m2 atau 66,27 % dan kelas daya dukung sangat jelek dengan luas 15.553 m2 atau 4,36 % dari total luas daerah penelitian. Arahan pengembangan permukiman yang cocok saat ini adalah pada kelas daya dukung sedang, akan tetapi sebaran dan pengembangan permukiman ini haruslah tetap mempertimbangkan adanya berbagai faktor pembatas yang ada yaitu tekstur tanah, kerawanan gerakan tanah dan/atau batuan dan kemiringan lereng. Sehingga dengan demikian permukiman yang dibangun di daerah ini adalah permukiman di wilayah yang layak dan aman. Kata Kunci: permukiman, daya dukung fisik laha

    UJI LABORATORIUM SPONTANEUS IMBIBITION PADA BERBAGAI CORE DENGAN MENGGUNAKAN SURFAKTAN

    Get PDF
    Peningkatan perolehan minyak dapat dilakukan dengan menguras minyak sisa yang tertinggal di dalam reservoir, yaitu dengan teknologi pengurasan minyak tahap lanjut atau yang dikenal dengan EOR. Injeksi kimia adalah salah satu metode pengurasan minyak tahap lanjut (EOR) dengan menginjeksikan air yang sudah dicampur dengan bahan-bahan kimia tertentu ke dalam reservoir. Penambahan zat-zat kimia ini bertujuan untuk merubah sifat fisik reservoir-nya, seperti tegangan antarmuka, wetabilitas, dan tekanan kapilernya.Tujuan dari injeksi kimia (surfaktan) adalah untuk membuat minyak sisa yang masih terdapat didalam reservoir (S ) untuk dapat diproduksikan. Sebagian besar cadangan minyak sisa yang belum dapat diproduksikan tersebut karena sifat fisiknya seperti tegangan antar muka, wetabilitas dan tekanan kapilernya. Untuk memproduksikan minyak sisa tersebut dibutuhkan chemical yang dapat merubah sifat fisiknya. or Pada penelitian ini dilakukan studi uji laboratorium spontaneous imbibition pada berbagai core dengan menggunakan surfaktan. Surfaktan yang digunakan adalah SMR A dan SMR B, dimana surfaktan tersebut merupakan jenis surfaktan anionik dengan tambahan aditif yang membuat kinerja surfaktan lebih baik dalam mengubah sifat fisik fluidanya, perbedaan dari kedua surfaktan tersebut adalah pada komposisinya, dimana SMR A merupakan jenis linear alkyl benzene sulfonat dan SMR B merupakan metil ester sulfonat. SMR (Solution Chemical Modifier for Acceleration Oil Recovery) adalah bahan kimia modifikasi yang dapat membantu meningkatkan jumlah perolehan minyak disuatu lapangan minyak. Untuk mengetahui peningkatan minyaknya maka dilakukan uji imbibisi. Uji imbibisi dilakukan dengan menggunakan core batu pasir dan field core batuan karbonat. Sebelum melakukan uji imbibisi dilakukan terlebih dahulu uji Phase Behavior, uji densitas, dan uji viscositas. Uji imbibisi dilakukan dengan menggunakan 3 skenario, yaitu pertama dengan melakukan uji imbibisi dengan menggunakan core utuh, yang kedua dengan melakukan uji imbibisi pada core yang dibagi dua untuk mengetahui perolehan minyak dengan adanya fract pada batuan, yang ketiga dengan menutup semua sisi dari core dengan hanya membuka satu sisinya untuk membuktikan chemical tersebut dapat berhasil dengan hanya satu sisi core saja. Hasil percobaan uji imbibisi didapatkan hasil dalam bentuk grafik dimana sebelum dicampur SMR semua skenario memiliki RF 0% dan setelah ditcampur SMR pada skenario satu Recovery Factor (RF) dapat meningkat, core V1 96.6219%, core V2 86.5117%, core V3 34.4795%, core 1 58.2605%, core 2 77.7601%, dan core 3 58.8516%. Pada skenario kedua hasil yang didapatkan sama dengan skenario satu dimana RF dapat meningkat, core V4 52.4375%, core V5 33.56%, core V6 28.5345%, core 4 85.3491%, core 5 76.8328%, dan core 6 22.1623%, tetapi RF yang didapatkan tidak lebih tinggi dari skenario satu, dan untuk skenario ketiga hasilnya bahwa dengan hanya satu sisi core saja yang dibuka RF juga dapat meningkat, core V7 65.3766%, core V8 32.2692%, core V9 8.8627%, core 7 85.0579%, core 8 33.7056%, dan core 9 16.4315%

    OPTIMIZATION OF SOCIAL CAPITAL ON MANAGEMENT OF ECOTOURISM’S INFRASTRUCTURE

    Get PDF
    Abstract: Optimization of Social Capital on Managem ent of Ecotourism’s Infrastructure. Poverty in villages or rural areas is still high, i ncluding in Indonesia. Variety creativity from citizens or outside the par ties, such as government and nongovernmental organizations (NGOs) has efforts to reduce destitut ion by optimizing the potential of the area. One sample of that is develo ped ecotourism by creating Tourist Village, as is done by the Candran village, Imogiri , Yogyakarta which was introduced by citizens as the International Tourist Village. As a tourist village, the village requires basic infrastructure adequacy. In terms of basic in frastructure’s management (provisioning and superintend), there are social as sets in the form of social capital that can be developed so that development activities are implicated in increasing village’s revenue. The process of social capital development can implicate in a participation way through PRA approach and for analyzing using analyt ical approach SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, and Results). This rese arch succeeded in formulating the efforts of citizens keeping and procurement infrast ructure through the optimization social capital that developing in the Candran Internationa l Tourist Village. Abstrak: Optimalisasi Modal Sosial pada Manajemen I nfrastruktur Ekowisata. Kemiskinan di desa-desa atau daerah pedesaan masih tinggi , termasuk di Indonesia. Berbagai kreativitas dari warga atau di luar partai , seperti organisasi pemerintah dan non pemerintah (LSM) memiliki upaya untuk mengurangi kemiskinan de ngan mengoptimalkan potensi daerah. Salah satu contoh ya ng dikembangkan ekowisata dengan menciptakan Tourist Village, seperti yang dilakukan oleh desa Candran, Imogiri, Yogyakarta yang diperkenalkan oleh warga sebagai In ternational Tourist Village. Sebagai desa wisata, desa membutuhkan kecukupan infrastrukt ur dasar. Dalam hal pengelolaan infrastruktur dasar itu (provisioning dan amati), a da aset sosial dalam bentuk modal sosial yang dapat dikembangkan sehingga kegiatan pembangun an yang terlibat dalam meningkatkan pendapatan desa. Proses pengembangan m odal sosial dapat berimplikasi dengan cara partisipasi melalui pendekatan PRA dan untuk menganalisis menggunakan pendekatan analisis SOAR ( Strengths, Opportunities , Aspirasi, dan Hasil ). Penelitian ini berhasil merumuskan upaya warga menjaga dan infrast ruktur pengadaan melalui modal sosial optimasi yang berkembang di Candran Internat ional Tourist Village. Kata Kunci : Modal Sosial, Ekowisata, SOAR, dan Manajemen Infra strukt

    KINERJA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PADA BAGIAN UMUM SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN MAGELANG TAHUN ANGGARAN 2011

    Get PDF
    Pelaksanaan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah pada Bagaian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang belum dilaksanakan secara menyeluruh. Kesulitan tersebut karena belum adanya standar ataupun tolok ukur yang disusun untuk suatu system pengukuran kinerja yang sekaligus dapat menginformasikan tingkat keberhasilan maupun kegagalan instansi pemerintah dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Kesulitan lain adalah pengukuran tinngkat kinerja suatu pemerintah yang dilakukan di waktu-waktu sebelumnya adalah lebih menekankan kemampuan instansi tersebut dalam menyerap anggaran yang diberikan kepada instansi yang bersangkutan. Disamping itu untuk penilaian kinerja pada Bagian Umum Sekretariat Daerah lebih ditentukan oleh subyektifitas pimpinan sehingga baik atau buruknya kinerja Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang lebih ditentukan oleh kepuasan pimpinan yang dilayani. Oleh karena itu, penelitian tentang pengukuran kinerja instansi pemerintah sangat menarik untuk dilakukan khususnya pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah belum adanya suatu system pengukuran kinerja yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk mengetahui informasi tingkat keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran program dan kegiatan Bagian Umum Sekretariat Dearah Kabupaten Magelang pada Tahun Anggaran 2011 dan untuk mengetahui capaian indicator kinerja Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang Tahun Anggaran 2011. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini untuk mengukur kinerja Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang adalah metode akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Metode ini menggunakan capaian indicator kinerja berdasarkan indikator masukan (input), keluaran (output), hasil (outcome), manfaat (benefit), dan dampak (impact) terhadap tugas pokok dan fungsi satuan kerja yang diteliti. Pengukuran akuntabilitas kinerja Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang dilakukan dengan mengacu pada aturan yang diberikan oleh Lembaga Administrasi Negara dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Hasilnya ditemukan bahwa secara umum Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang Tahun Anggaran 2011 melaksanakan 4 (empat) program dan 23 (dua puluh tiga) kegiatan. Secara umum kegiatan, program, tujuan dan sasaran yang ditetapkan dan kinerja Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupetan Magelang untuk Tahun Anggaran 2011 dapat mencapai hasil yang baik, dengan rata-rata capaian sebesar 82,64 %. Meskipun demikian masih terdapat beberapa kendala dalam hal pelaksanaan program dan kegiatan pada Bagian Umum Sekretariat Daerah diantaranya adalah karena Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang mempunyai fungsi sebagai pelayanan pada pimpinan sehingga kinerja Bagian Umum lebih ditentukan oleh kepuasan pimpinan dan bersifat subyektif, sehingga apabila kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik adalah merupakan suatu hal yang biasa dan “harus” karena apabila kegiatan tidak berjalan baik maka tingkat kepuasan pimpinan akan turun. Kendala lain adalah kurangnya kompetensi sumber daya manusia pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sehingga hasil yang diperoleh kurang maksimal. Dalam penelitian ditemukan juga bahwa walaupun secara perhitungan capaian kinerja program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur adalah yang terendah, namun pada kenyataannya tidak mengurangi kapasitas sumber daya manusia dalam hal ini KDH dan WKDH dalam menjalankan pemerintahan daerah. Kata Kunci : APBD, input, output, outcome, benefit, impact, subyektifitas, Bagian Umum Sekrtariat Daerah Kabupaten Magelang

    APLIKASI DATA MINING PENENTUAN NILAI MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE CLUSTERING

    Get PDF
    Seiring dengan perkembangan waktu, data yang tersimpan dalam suatu basis data akan semakin banyak dan ukurannya juga semakin besar. Hal ini memunculkan kebutuhan akan teknologi yang dapat memanfaatkan data-data yang ada. Dibutuhkan teknologi untuk dapat mengolah data-data yang baru tersebut, sehingga dapat dengan mudah dalam menganalisis, meringkas, dan mengekstraksi data-data tersebut. Tetapi dalam keragaman data-data yang ada dapat memunculkan permasalahan yang baru seperti menentukan standar nilai mata kuliah untuk mahasiswa. Untuk menyelesaikan masalah di atas, diperlukan suatu sistem yang bisa mencari dan megolah data-data berdasarkan nilai yang diinputkan. Metode data mining yang akan digunakan adalah metode clustering, dimana nantinya data-data yang ada akan dikelompokkan. Software yang nantinya digunakan untuk membuat sistem ini adalah visual basic 6 dan Microsoft SQL sebagai tempat basis datanya. Aplikasi ini akan menghasilkan sebuah sistem penentuan nilai mahasiswa yang akurat. Sistem ini mampu memberikan solusi pada penentuan nilai mahasiswa dengan mengelompokkan nilai-nilai yang ada serta mampu memberikan rekomendasi berupa data mahasiswa dari hasil pencarian. Kata Kunci : Data Mining, Clustering, K-Mean

    RENCANA TEKNIS REKLAMASI LAHAN BEKAS PENAMBANGAN BATUGAMPING PT. SINAR ASIA FORTUNA DESA TAHUNAN KECAMATAN SALE KABUPATEN REMBANG PROVINSI JAWA TENGAH

    Get PDF
    Kegiatan penelitian dilakukan dilahan bekas penambangan PT. Sinar Asia Fortuna (PT. SAF) WIUP 20Ha, PT. SAF merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengelolaan bahan tambang bukan logam khususnya jenis Batugamping. Lokasi penambangan Batugamping PT. Sinar Asia Fortuna terletak di Dukuh Pancuran, Desa Tahunan Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Propinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah adalah kuantitatif. Teknik Sampling akan dilakukan dengan non probability Sampling yaitu dengan teknik jenuh. Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu : tahap persiapan, tahap kerja lapangan, tahap kerja pasca lapangan, dan tahap penyusunan laporan. Untuk parameter yang digunakan mengacu pada Permen No 18 Tahun 2008 Tentang reklamasi dan penutupan tambang. Berdasarkan hasil penelitian mengenai rencana teknis reklamasi lahan bekas penambangan batugamping PT. Sinar Asia Fortuna, rencana reklamasi meliputi rencana penataan lahan dan revegetasi, rencana penataan lahan dengan menghitung volume overburden yang di perlukan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menimbun lahan bekas penambangan dengan alat yang tersedia. Hasilnya perhitungan untuk penataan lahan adalah sebagai beikut: volume overburden yang diperlukan sebanyak 6.685.793 m 3 , produktivitas alat perbulannya adalah 49 BCM/jam, perkiraan waktu yang diperlukan untuk menimbun lahan bekas penambangan adalah 136444,75 jam. Sedangkan hasil penelitian untuk kegiatan revegetasi sebagai berikut : Tanaman yang akan dipakai untuk proses revegetasi adalah jenis tanaman jati (Tectonagrandis L. f.). Tanaman ini cocok digunakan untuk proses revegetasi karena syarat hidupnya sesuai dengan kondisi dilahan bekas penambangan. Metode penataan tanah pucuk yang sesuai dengan metode pot. Cara ini digunakan karena tanah pucuk yang tersedia relatif sedikit atau terbatas. Volume tanah pucuk yang dibutuhkan untuk kegiatan penanaman adalah sebanyak 971.46 m Arah pengelolaan yang dapat dilakukan di daerah penelitian adalah meliputi pendekatan aspek ekologis yaitu untuk mengembalikan daya guna lahan yaitu sebagai lahan penanaman pohon jati, aspek sosial-ekonomi-budaya dengan mengikut sertakan masyarakat dalam kegiatan reklamasi ini, dan aspek institusi dengan memberikan saran teknis kepada PT SAF mengenai effisiensi kerja. Kata kunci : rencana teknis reklamasi, penimbunan material overburden, revegetasi

    STUDI GEOLOGI DAN PENGARUH GEOLOGI TERHADAP AIRTANAH, DESA KRAKALAN, KECAMATAN PATUK, KABUPATEN GUNUNG KIDUL, PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

    Get PDF
    Lokasi penelitian terletak di daerah desa Krakalan dan Sekitarnya, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi telitian secara Universal Traverse Mercator (UTM) terletak pada kordinat 442000mE – 447000mE dan 9126000mE – 9131000mE dan secara Geografis terletak pada 110º 28’ 25”BT – 110º 31’ 9”BT dan 7º 54’ 40” LS – 7º 51’ 23” LS dengan luas daerah telitian 5 x 5 Km². Daerah penelitian dibagi kedalam 4 satuan bentuk asal yaitu satuan bentuk asal vulkanik yang terdiri dari subsatuan bentuk lahan lereng vulkanik (V5), satuan bentuk asal denudasional yang terdiri dari subsatuan bentuk lahan dataran nyaris (D2), satuan bentuk asal karst yang terdiri dari subsatuan bentuk lahan lereng dan perbukitan karstik tekikis (K2) dan satuan bentuk asal fluvial yang terdiri dari subsatuan bentuk lahan tubuh sungai (F1). Pola pengaliran yang berkembang pada daerah penelitian adalah pola pengaliran subdendritik dengan stadia dewasa. Susunan stratigrafi daerah penelitian berdasarkan umur litistratigrafi tidak resmi dari tua ke muda yaitu satuan Breksi Nglanggeran Miosen awal – Miosen akhir, satuan Batupasir Silika Sambipitu N9 –N13, satuan Batupasir Karbonat Sambipitu N9- N13 , satuan Batugamping Kalkarenit Oyo N14 – N15 dan satuan Endapan Aluvial (Holosen). Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian berupa sesar mendatar kanan dan shear joint. Karakteristik kimia air tanah bersasarkan klasifikasi fasies anion-kation dalam persentasi ion utama diagram Trilinier (Piper,1944) : fasies kationnya adalah tipe calcium/ Ca Type (Piper,1944) dan fasies anionnya adalah tipe bicarbonate/ HCO3 Type (Piper,1944). Berdasarkan klasifikasi tipe kimia air menurut Walton (1970) ai tanah daerah penelitian termasuk ke dalam area 3 dan area 4. Hal ini membuktikan hasil dari analisa menghasilkan tipe kation-anion tidak melebihi 50% yang berarti pasangan anion dan kation seimbang tidah ada yang > 50%

    PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA ACROLEIN DARI PROPENE DAN UDARA KAPASITAS 128.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Pabrik Acrolein dari Propene dan Udara dengan kapasitas 128.000 ton/tahun direncanakan didirikan di daerah Serang, Banten dengan alasan dekat dengan pelabuhan dan pemasaran karena banyak industri yang berada disekitar daerah itu. Acrolein merupakan bahan baku utama untuk pembuatan asam akrilat, poliakrilonitril, D.L Methion yang digunakan sebagai suplemen pakan ternak, dan bahan baku fungisida. Acrolein secara langsung digunakan sebagai suatu yang berhubungan dengan air herbicide dan algicide di terusan suatu pengairan, sebagai microbiocide di sumur minyak, bahan bakar hidrokarbon cairan, cooling-water perawatan air, menara kolam, dan sebagai slimicide di dalam pembuatan kertas (IARC, 1985). Acrolein dibuat dengan cara mengoksidasikan Propene 95% dan 5% Propane dalam reaktor fixedbed pada temperatur 250˚C dan tekanan 7 atm. Reaksi ini memiliki konversi 85%. Setelah mengalami reaksi di dalam reaktor selama 0,5 jam, hasil reaksi N2, O2, CO2, C3H6, C3H8, C3H4O, H2O diembunkan sebagian untuk mendapatkan H2O dan C3H4O dalam fase cair yang dapat dipisahkan dengan gas yang tak terembunkan. Campuran gas yang tidak mengembun dengan H2O dan C3H4O cair selanjutnya dipisahkan dalam separator (SP-02). Hasil bawah separator yang terdiri dari air dan acrolein selanjutnya dipisahkan dengan menggunakan menara distilasi (MD). Sebagai hasil atas menara distilasi diperoleh C3H4O 99%, kemudian didinginkan dan disimpan dalam tangki (T-02). Hasil bawah menara distilasi diperoleh air dan dikirim ke unit pengolahan limbah. Adapun gas yang keluar dari hasil atas separator (SP-02) diproses ke UPL. Dari perhitungan dibutuhkan bahan baku Propene 95% dan 5% Propane sebesar 5140,67 ton/th. Untuk Propene didatangkan dari PT. Chandra Asri dan PT.Pertamina. Unit utilitas pabrik meliputi unit penyediaan air , steam, listrik dan bahan bakar. Listrik sebesar 17000 kwatt dipenuhi dari PLN dan sebagai cadangan dipakai generator. Pabrik beroperasi secara kontinyu selama 330 hari dalam setahun dan 24 jam perhari. Hasil analisis ekonomi pabrik Acrolein ini memerlukan modal tetap sebesar US 5.536.227+Rp147.203.030.000danmodalkerjasebesarUS 5.536.227 + Rp 147.203.030.000 dan modal kerja sebesar US 353.149 + Rp 377.501.970.000. Keuntungan per tahun sebelum pajak diperoleh sebesar Rp 98.229.556.000 dan keuntungan per tahun sesudah pajak sebesar Rp Rp 26.030.832.000, Return of Investment (ROI) sebelum pajak 49,3% dan setelah pajak 36,24% , Pay Out Time (POT) sebelum pajak 1,23 tahun dan setelah pajak 1,468 tahun, Shut Down Point (SDP) 29,60 % dan Break Even Point (BEP) 43,38%, dengan Discounted Cash Flow rate (DCFR) 29,667%. Berdasar analisa ekonomi, pendirian pabrik Acrolein dari Peropene dan Udara diatas cukup menarik untuk dikaji dan dipertimbangkan lebih lanjut

    6,886

    full texts

    7,373

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇