Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
PENGARUH BAURAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PAKET INTERNET TELKOM SPEEDY (Survey pada Konsumen Internet Telkom Speedy di Sleman)
Peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia dapat terjadi karena
kebutuhan masyarakat Indonesia dalam mengakses informasi dengan
menggunakan layanan internet. Keadaan ini menuntut khususnya para pembisnis
Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan berbagai macam perubahan
sehingga timbul adanya persaingan antara produsen layanan internet untuk terus
memproduksi produk yang berkualitas, bervariasi, dan dapat bersaing dengan
kompetitor. Dengan adanya masalah tersebut, dan untuk menghadapi persaingan
maka perlu dirumuskan strategi pengembangan usaha yang tepat untuk
perusahaan penyedia jasa layanan internet.
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Menganalisis pengaruh secara bersamasama
bauran promosi terhadap keputusan pembelian paket internet Telkom
Speedy di Sleman; (2) Menganalisis pengaruh secara parsial bauran promosi
terhadap keputusan pembelian paket internet Telkom Speedy di Sleman; (3) dan
menganalisis pengaruh variabel yang dominan dari bauran promosi terhadap
keputusan pembelian paket internet Telkom Speedy di Sleman.
Penelitian dilakukan pada konsumen pengguna internet Telkom Speedy di
Sleman. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup data primer dan data
sekunder. Metode pengolahan dan analisis data menggunakan analisis kualitatif
dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan dengan metode deskriptif dan metode
kuantitatif dilakukan dengan analisis regresi berganda.
Hasil analisis regresi berganda diketahui bahwa bauran promosi berpengaruh
terhadap keputusan pembelian paket internet Telkom Speedy di Sleman yaitu
sebesar 84%. Secara parsial menunjukkan bahwa periklanan (t=0,471), event
(t=0,057), dan penjualan personal (t=0,662) tidak berpengaruh terhadap
keputusan pembelian paket internet Telkom Speedy. Sedangkan promosi
penjualan (t=0,000), publisitas (t=0,017), pemasaran langsung (t=0,005),
pemasaran interaktif (t=0,000), dan pemasaran dari mulut ke mulut (t=0,023)
berpengaruh terhadap keputusan pembelian paket internet Telkom Speedy.
Promosi penjualan merupakan variabel yang dominan terhadap keputusan
pembelian paket internet Telkom Speedy di Sleman.
Kata kunci: bauran promosi, keputusan pembelian
RENCANA PENGEMBANGAN LAPANGAN IDM DENGAN SIMULASI RESERVOIR DAN PRODUKSI PADA FORMASI A
Lapangan “IDM” berada di blok jabung daerah sumatera bagian selatan.
Lapangan ini telah memiliki 74 sumur produksi yang di perforasi di zona minyak
yaitu formasi A bagian bawah. Pada formasi A bagian atas didapat hasil DST sumur
yang menyatakan adanya potensi gas pada formasi tersebut. Perhitungan volumetric
pada Geomodel didapatkan IGIP sebesar 130.87 BSCF.
Oleh sebab itu perlu dilakukan suatu analisa identifikasi potensi masingmasing
sumur untuk mengetahui Plateau dari reservoir tersebut. Dalam
memproduksikan hidrokarbon gas perlu disesuaikan dengan permintaan pasar dan
juga potensi dari reservoir gas tersebut. Gas yang disalurkan ke konsumen harus
memiliki volume dan tekanan yang konstan sesuai dengan committed gas sales.
Dalam penelitian ini, digunakan simulator reservoir dan produksi yaitu
Eclipse (E300) dan PipeSim. Dengan bantuan Sub-program PipeSim yaitu FPT (Field
Planning Tool). Simulator reservoir dan produksi dapat diintegrasi antar keduanya.
Metode Pengintegrasian kedua sistem ini disebut Dynamic Eclipse Link, yaitu
mensimulasikan kemampuan sebuah reservoir gas untuk memenuhi kontrak gas
dengan melewati sebuah sistem jaringan serta fasilitas pemisahan. Pada pembuatan
sistem jaringan perlu diperhatikan besarnya gas velocity yang dapat menggambarkan
bentuk aliran yang terjadi di dalam pipa salur. Skenario pengembangan lapangan gas
ini dibagi menjadi 3 skenario yaitu High Pressure, low pressure dan lowlow pressure.
Pada skenario Lp dan LLP dilakukan pemasangan kompresor pada fasilitas produksi
dengan horse power kompressor 1 dan kompresor 2 sebesar 655.6 hp dan 748.9 hp
yang digunakan untuk mendapatkan tekanan yang di butuhkan untuk mencapai sales
point. Hasil Simulasi reservoir dengan menggunakan Simulator E300, didapat total
produksi gas sebesar 57.6 BSCF sedangkan Total Produksi gas dengan Simulator
Produksi FPT sebesar 53, 6 BSCF. Terdapat perbedaan 7.40 % antar kedua hasil
simulasi tersebut
ARAHAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN BERDASARKAN DAYA DUKUNG FISIK LAHAN DI DUSUN MUNGGANG LOR DESA SIDOHARJO KECAMATAN SAMIGALUH KABUPATEN KULONPROGO DIY
Peningkatan jumlah penduduk berpengaruh terhadap kebutuhan akan perumahan, karena perumahan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang bersifat mendasar. Untuk dapat melangsungkan kehidupan dan penghidupan, penduduk membutuhkan tempat atau sarana berupa lahan untuk bermukim. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik daya dukung fisik lahan dan memberikan arahan pengembangan permukiman berdasarkan daya dukung fisik lahan di daerah penelitian.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan pemetaan. Analisis daya dukung fisik lahan dilakukan dengan metode skoring dan pengharkatan. Parameter yang digunakan adalah penggunaan lahan, kemiringan lereng, satuan batuan, tekstur tanah, ketebalan tanah dan kerawanan gerakan massa tanah dan/atau batuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian meliputi atas kelas daya dukung sedang dengan luas 104.694 m2 atau 29,36 %. kelas daya dukung jelek dengan luas 236.318 m2 atau 66,27 % dan kelas daya dukung sangat jelek dengan luas 15.553 m2 atau 4,36 % dari total luas daerah penelitian. Arahan pengembangan permukiman yang cocok saat ini adalah pada kelas daya dukung sedang, akan tetapi sebaran dan pengembangan permukiman ini haruslah tetap mempertimbangkan adanya berbagai faktor pembatas yang ada yaitu tekstur tanah, kerawanan gerakan tanah dan/atau batuan dan kemiringan lereng. Sehingga dengan demikian permukiman yang dibangun di daerah ini adalah permukiman di wilayah yang layak dan aman.
Kata Kunci: permukiman, daya dukung fisik laha
UJI LABORATORIUM SPONTANEUS IMBIBITION PADA BERBAGAI CORE DENGAN MENGGUNAKAN SURFAKTAN
Peningkatan perolehan minyak dapat dilakukan dengan menguras minyak
sisa yang tertinggal di dalam reservoir, yaitu dengan teknologi pengurasan
minyak tahap lanjut atau yang dikenal dengan EOR. Injeksi kimia adalah salah
satu metode pengurasan minyak tahap lanjut (EOR) dengan menginjeksikan air
yang sudah dicampur dengan bahan-bahan kimia tertentu ke dalam reservoir.
Penambahan zat-zat kimia ini bertujuan untuk merubah sifat fisik reservoir-nya,
seperti tegangan antarmuka, wetabilitas, dan tekanan kapilernya.Tujuan dari
injeksi kimia (surfaktan) adalah untuk membuat minyak sisa yang masih terdapat
didalam reservoir (S
) untuk dapat diproduksikan. Sebagian besar cadangan
minyak sisa yang belum dapat diproduksikan tersebut karena sifat fisiknya seperti
tegangan antar muka, wetabilitas dan tekanan kapilernya. Untuk memproduksikan
minyak sisa tersebut dibutuhkan chemical yang dapat merubah sifat fisiknya.
or
Pada penelitian ini dilakukan studi uji laboratorium spontaneous
imbibition pada berbagai core dengan menggunakan surfaktan. Surfaktan yang
digunakan adalah SMR A dan SMR B, dimana surfaktan tersebut merupakan jenis
surfaktan anionik dengan tambahan aditif yang membuat kinerja surfaktan lebih
baik dalam mengubah sifat fisik fluidanya, perbedaan dari kedua surfaktan
tersebut adalah pada komposisinya, dimana SMR A merupakan jenis linear alkyl
benzene sulfonat dan SMR B merupakan metil ester sulfonat. SMR (Solution
Chemical Modifier for Acceleration Oil Recovery) adalah bahan kimia modifikasi
yang dapat membantu meningkatkan jumlah perolehan minyak disuatu lapangan
minyak. Untuk mengetahui peningkatan minyaknya maka dilakukan uji imbibisi.
Uji imbibisi dilakukan dengan menggunakan core batu pasir dan field core batuan
karbonat. Sebelum melakukan uji imbibisi dilakukan terlebih dahulu uji Phase
Behavior, uji densitas, dan uji viscositas. Uji imbibisi dilakukan dengan
menggunakan 3 skenario, yaitu pertama dengan melakukan uji imbibisi dengan
menggunakan core utuh, yang kedua dengan melakukan uji imbibisi pada core
yang dibagi dua untuk mengetahui perolehan minyak dengan adanya fract pada
batuan, yang ketiga dengan menutup semua sisi dari core dengan hanya membuka
satu sisinya untuk membuktikan chemical tersebut dapat berhasil dengan hanya
satu sisi core saja.
Hasil percobaan uji imbibisi didapatkan hasil dalam bentuk grafik dimana
sebelum dicampur SMR semua skenario memiliki RF 0% dan setelah ditcampur
SMR pada skenario satu Recovery Factor (RF) dapat meningkat, core V1
96.6219%, core V2 86.5117%, core V3 34.4795%, core 1 58.2605%, core 2
77.7601%, dan core 3 58.8516%. Pada skenario kedua hasil yang didapatkan
sama dengan skenario satu dimana RF dapat meningkat, core V4 52.4375%, core
V5 33.56%, core V6 28.5345%, core 4 85.3491%, core 5 76.8328%, dan core 6
22.1623%, tetapi RF yang didapatkan tidak lebih tinggi dari skenario satu, dan
untuk skenario ketiga hasilnya bahwa dengan hanya satu sisi core saja yang
dibuka RF juga dapat meningkat, core V7 65.3766%, core V8 32.2692%, core V9
8.8627%, core 7 85.0579%, core 8 33.7056%, dan core 9 16.4315%
OPTIMIZATION OF SOCIAL CAPITAL ON MANAGEMENT OF ECOTOURISM’S INFRASTRUCTURE
Abstract: Optimization of Social Capital on Managem
ent of Ecotourism’s
Infrastructure.
Poverty in villages or rural areas is still high, i
ncluding in Indonesia.
Variety creativity from citizens or outside the par
ties, such as government and nongovernmental
organizations (NGOs) has efforts to reduce destitut
ion by optimizing the
potential of the area. One sample of that is develo
ped ecotourism by creating Tourist
Village, as is done by the Candran village, Imogiri
, Yogyakarta which was introduced by
citizens as the International Tourist Village. As a
tourist village, the village requires
basic infrastructure adequacy. In terms of basic in
frastructure’s management
(provisioning and superintend), there are social as
sets in the form of social capital that
can be developed so that development activities are
implicated in increasing village’s
revenue. The process of social capital development
can implicate in a participation way
through PRA approach and for analyzing using analyt
ical approach SOAR (Strengths,
Opportunities, Aspirations, and Results). This rese
arch succeeded in formulating the
efforts of citizens keeping and procurement infrast
ructure through the optimization social
capital that developing in the Candran Internationa
l Tourist Village.
Abstrak: Optimalisasi Modal Sosial pada Manajemen I
nfrastruktur Ekowisata.
Kemiskinan di desa-desa atau daerah pedesaan masih
tinggi , termasuk di Indonesia.
Berbagai kreativitas dari warga atau di luar partai
, seperti organisasi pemerintah dan non pemerintah
(LSM) memiliki upaya untuk mengurangi kemiskinan de
ngan
mengoptimalkan potensi daerah. Salah satu contoh ya
ng dikembangkan ekowisata dengan
menciptakan Tourist Village, seperti yang dilakukan
oleh desa Candran, Imogiri,
Yogyakarta yang diperkenalkan oleh warga sebagai In
ternational Tourist Village. Sebagai
desa wisata, desa membutuhkan kecukupan infrastrukt
ur dasar. Dalam hal pengelolaan
infrastruktur dasar itu (provisioning dan amati), a
da aset sosial dalam bentuk modal sosial
yang dapat dikembangkan sehingga kegiatan pembangun
an yang terlibat dalam
meningkatkan pendapatan desa. Proses pengembangan m
odal sosial dapat berimplikasi
dengan cara partisipasi melalui pendekatan PRA dan
untuk menganalisis menggunakan
pendekatan analisis SOAR ( Strengths, Opportunities
, Aspirasi, dan Hasil ). Penelitian ini
berhasil merumuskan upaya warga menjaga dan infrast
ruktur pengadaan melalui modal
sosial optimasi yang berkembang di Candran Internat
ional Tourist Village.
Kata Kunci :
Modal Sosial, Ekowisata, SOAR, dan Manajemen Infra
strukt
KINERJA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PADA BAGIAN UMUM SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN MAGELANG TAHUN ANGGARAN 2011
Pelaksanaan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah pada Bagaian Umum
Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang belum dilaksanakan secara menyeluruh.
Kesulitan tersebut karena belum adanya standar ataupun tolok ukur yang disusun
untuk suatu system pengukuran kinerja yang sekaligus dapat menginformasikan
tingkat keberhasilan maupun kegagalan instansi pemerintah dalam menjalankan tugas
pokok dan fungsinya. Kesulitan lain adalah pengukuran tinngkat kinerja suatu
pemerintah yang dilakukan di waktu-waktu sebelumnya adalah lebih menekankan
kemampuan instansi tersebut dalam menyerap anggaran yang diberikan kepada
instansi yang bersangkutan. Disamping itu untuk penilaian kinerja pada Bagian Umum
Sekretariat Daerah lebih ditentukan oleh subyektifitas pimpinan sehingga baik atau
buruknya kinerja Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang lebih
ditentukan oleh kepuasan pimpinan yang dilayani. Oleh karena itu, penelitian tentang
pengukuran kinerja instansi pemerintah sangat menarik untuk dilakukan khususnya
pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang. Pokok permasalahan
dalam penelitian ini adalah belum adanya suatu system pengukuran kinerja yang dapat
dijadikan sebagai pedoman untuk mengetahui informasi tingkat keberhasilan atau
kegagalan suatu organisasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran program dan kegiatan
Bagian Umum Sekretariat Dearah Kabupaten Magelang pada Tahun Anggaran 2011
dan untuk mengetahui capaian indicator kinerja Bagian Umum Sekretariat Daerah
Kabupaten Magelang Tahun Anggaran 2011.
Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini untuk mengukur kinerja
Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang adalah metode akuntabilitas
kinerja instansi pemerintah. Metode ini menggunakan capaian indicator kinerja
berdasarkan indikator masukan (input), keluaran (output), hasil (outcome), manfaat
(benefit), dan dampak (impact) terhadap tugas pokok dan fungsi satuan kerja yang
diteliti. Pengukuran akuntabilitas kinerja Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten
Magelang dilakukan dengan mengacu pada aturan yang diberikan oleh Lembaga
Administrasi Negara dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.
Hasilnya ditemukan bahwa secara umum Bagian Umum Sekretariat Daerah
Kabupaten Magelang Tahun Anggaran 2011 melaksanakan 4 (empat) program dan 23 (dua puluh tiga) kegiatan. Secara umum kegiatan, program, tujuan dan sasaran yang
ditetapkan dan kinerja Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupetan Magelang untuk
Tahun Anggaran 2011 dapat mencapai hasil yang baik, dengan rata-rata capaian
sebesar 82,64 %. Meskipun demikian masih terdapat beberapa kendala dalam hal
pelaksanaan program dan kegiatan pada Bagian Umum Sekretariat Daerah diantaranya
adalah karena Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang mempunyai
fungsi sebagai pelayanan pada pimpinan sehingga kinerja Bagian Umum lebih
ditentukan oleh kepuasan pimpinan dan bersifat subyektif, sehingga apabila kegiatan
dapat dilaksanakan dengan baik adalah merupakan suatu hal yang biasa dan “harus”
karena apabila kegiatan tidak berjalan baik maka tingkat kepuasan pimpinan akan
turun. Kendala lain adalah kurangnya kompetensi sumber daya manusia pada Bagian
Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang dalam melaksanakan tugas pokok dan
fungsinya sehingga hasil yang diperoleh kurang maksimal. Dalam penelitian
ditemukan juga bahwa walaupun secara perhitungan capaian kinerja program
peningkatan kapasitas sumber daya aparatur adalah yang terendah, namun pada
kenyataannya tidak mengurangi kapasitas sumber daya manusia dalam hal ini KDH
dan WKDH dalam menjalankan pemerintahan daerah.
Kata Kunci : APBD, input, output, outcome, benefit, impact, subyektifitas, Bagian Umum Sekrtariat
Daerah Kabupaten Magelang
APLIKASI DATA MINING PENENTUAN NILAI MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE CLUSTERING
Seiring dengan perkembangan waktu, data yang tersimpan dalam suatu basis data
akan semakin banyak dan ukurannya juga semakin besar. Hal ini memunculkan kebutuhan
akan teknologi yang dapat memanfaatkan data-data yang ada. Dibutuhkan teknologi untuk
dapat mengolah data-data yang baru tersebut, sehingga dapat dengan mudah dalam
menganalisis, meringkas, dan mengekstraksi data-data tersebut. Tetapi dalam keragaman
data-data yang ada dapat memunculkan permasalahan yang baru seperti menentukan
standar nilai mata kuliah untuk mahasiswa.
Untuk menyelesaikan masalah di atas, diperlukan suatu sistem yang bisa mencari
dan megolah data-data berdasarkan nilai yang diinputkan. Metode data mining yang akan
digunakan adalah metode clustering, dimana nantinya data-data yang ada akan
dikelompokkan. Software yang nantinya digunakan untuk membuat sistem ini adalah
visual basic 6 dan Microsoft SQL sebagai tempat basis datanya.
Aplikasi ini akan menghasilkan sebuah sistem penentuan nilai mahasiswa yang
akurat. Sistem ini mampu memberikan solusi pada penentuan nilai mahasiswa dengan
mengelompokkan nilai-nilai yang ada serta mampu memberikan rekomendasi berupa data
mahasiswa dari hasil pencarian.
Kata Kunci : Data Mining, Clustering, K-Mean
RENCANA TEKNIS REKLAMASI LAHAN BEKAS PENAMBANGAN BATUGAMPING PT. SINAR ASIA FORTUNA DESA TAHUNAN KECAMATAN SALE KABUPATEN REMBANG PROVINSI JAWA TENGAH
Kegiatan penelitian dilakukan dilahan bekas penambangan PT. Sinar Asia
Fortuna (PT. SAF) WIUP 20Ha, PT. SAF merupakan perusahaan yang bergerak
dibidang pengelolaan bahan tambang bukan logam khususnya jenis Batugamping.
Lokasi penambangan Batugamping PT. Sinar Asia Fortuna terletak di Dukuh
Pancuran, Desa Tahunan Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Propinsi Jawa
Tengah.
Metode penelitian yang digunakan adalah adalah kuantitatif. Teknik
Sampling akan dilakukan dengan non probability Sampling yaitu dengan teknik
jenuh. Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi
digunakan sebagai sampel. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu : tahap
persiapan, tahap kerja lapangan, tahap kerja pasca lapangan, dan tahap penyusunan
laporan. Untuk parameter yang digunakan mengacu pada Permen No 18 Tahun 2008
Tentang reklamasi dan penutupan tambang.
Berdasarkan hasil penelitian mengenai rencana teknis reklamasi lahan bekas
penambangan batugamping PT. Sinar Asia Fortuna, rencana reklamasi meliputi
rencana penataan lahan dan revegetasi, rencana penataan lahan dengan menghitung
volume overburden yang di perlukan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk
menimbun lahan bekas penambangan dengan alat yang tersedia. Hasilnya
perhitungan untuk penataan lahan adalah sebagai beikut: volume overburden yang
diperlukan sebanyak 6.685.793 m
3
, produktivitas alat perbulannya adalah 49
BCM/jam, perkiraan waktu yang diperlukan untuk menimbun lahan bekas
penambangan adalah 136444,75 jam. Sedangkan hasil penelitian untuk kegiatan
revegetasi sebagai berikut : Tanaman yang akan dipakai untuk proses revegetasi
adalah jenis tanaman jati (Tectonagrandis L.
f.). Tanaman ini cocok digunakan untuk
proses revegetasi karena syarat hidupnya sesuai dengan kondisi dilahan bekas
penambangan. Metode penataan tanah pucuk yang sesuai dengan metode pot. Cara
ini digunakan karena tanah pucuk yang tersedia relatif sedikit atau terbatas. Volume
tanah pucuk yang dibutuhkan untuk kegiatan penanaman adalah sebanyak 971.46 m
Arah pengelolaan yang dapat dilakukan di daerah penelitian adalah meliputi
pendekatan aspek ekologis yaitu untuk mengembalikan daya guna lahan yaitu
sebagai lahan penanaman pohon jati, aspek sosial-ekonomi-budaya dengan mengikut
sertakan masyarakat dalam kegiatan reklamasi ini, dan aspek institusi dengan
memberikan saran teknis kepada PT SAF mengenai effisiensi kerja.
Kata kunci : rencana teknis reklamasi, penimbunan material overburden, revegetasi
STUDI GEOLOGI DAN PENGARUH GEOLOGI TERHADAP AIRTANAH, DESA KRAKALAN, KECAMATAN PATUK, KABUPATEN GUNUNG KIDUL, PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.
Lokasi penelitian terletak di daerah desa Krakalan dan Sekitarnya, Kecamatan
Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi telitian secara
Universal Traverse Mercator (UTM) terletak pada kordinat 442000mE – 447000mE dan
9126000mE – 9131000mE dan secara Geografis terletak pada 110º 28’ 25”BT – 110º
31’ 9”BT dan 7º 54’ 40” LS – 7º 51’ 23” LS dengan luas daerah telitian 5 x 5 Km².
Daerah penelitian dibagi kedalam 4 satuan bentuk asal yaitu satuan bentuk asal
vulkanik yang terdiri dari subsatuan bentuk lahan lereng vulkanik (V5), satuan bentuk
asal denudasional yang terdiri dari subsatuan bentuk lahan dataran nyaris (D2), satuan
bentuk asal karst yang terdiri dari subsatuan bentuk lahan lereng dan perbukitan karstik
tekikis (K2) dan satuan bentuk asal fluvial yang terdiri dari subsatuan bentuk lahan
tubuh sungai (F1). Pola pengaliran yang berkembang pada daerah penelitian adalah pola
pengaliran subdendritik dengan stadia dewasa. Susunan stratigrafi daerah penelitian
berdasarkan umur litistratigrafi tidak resmi dari tua ke muda yaitu satuan Breksi
Nglanggeran Miosen awal – Miosen akhir, satuan Batupasir Silika Sambipitu N9 –N13,
satuan Batupasir Karbonat Sambipitu N9- N13 , satuan Batugamping Kalkarenit Oyo
N14 – N15 dan satuan Endapan Aluvial (Holosen). Struktur geologi yang berkembang di
daerah penelitian berupa sesar mendatar kanan dan shear joint.
Karakteristik kimia air tanah bersasarkan klasifikasi fasies anion-kation dalam
persentasi ion utama diagram Trilinier (Piper,1944) : fasies kationnya adalah tipe
calcium/ Ca Type (Piper,1944) dan fasies anionnya adalah tipe bicarbonate/ HCO3 Type
(Piper,1944). Berdasarkan klasifikasi tipe kimia air menurut Walton (1970) ai tanah
daerah penelitian termasuk ke dalam area 3 dan area 4. Hal ini membuktikan hasil dari
analisa menghasilkan tipe kation-anion tidak melebihi 50% yang berarti pasangan anion
dan kation seimbang tidah ada yang > 50%
PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA ACROLEIN DARI PROPENE DAN UDARA KAPASITAS 128.000 TON/TAHUN
Pabrik Acrolein dari Propene dan Udara dengan kapasitas 128.000
ton/tahun direncanakan didirikan di daerah Serang, Banten dengan alasan dekat
dengan pelabuhan dan pemasaran karena banyak industri yang berada disekitar
daerah itu. Acrolein merupakan bahan baku utama untuk pembuatan asam akrilat,
poliakrilonitril, D.L Methion yang digunakan sebagai suplemen pakan ternak, dan
bahan baku fungisida. Acrolein secara langsung digunakan sebagai suatu yang
berhubungan dengan air herbicide dan algicide di terusan suatu pengairan, sebagai
microbiocide di sumur minyak, bahan bakar hidrokarbon cairan, cooling-water
perawatan air, menara kolam, dan sebagai slimicide di dalam pembuatan kertas
(IARC, 1985).
Acrolein dibuat dengan cara mengoksidasikan Propene 95% dan 5% Propane
dalam reaktor fixedbed pada temperatur 250˚C dan tekanan 7 atm. Reaksi ini
memiliki konversi 85%. Setelah mengalami reaksi di dalam reaktor selama 0,5
jam, hasil reaksi N2, O2, CO2, C3H6, C3H8, C3H4O, H2O diembunkan sebagian
untuk mendapatkan H2O dan C3H4O dalam fase cair yang dapat dipisahkan
dengan gas yang tak terembunkan. Campuran gas yang tidak mengembun dengan
H2O dan C3H4O cair selanjutnya dipisahkan dalam separator (SP-02). Hasil bawah
separator yang terdiri dari air dan acrolein selanjutnya dipisahkan dengan
menggunakan menara distilasi (MD). Sebagai hasil atas menara distilasi diperoleh
C3H4O 99%, kemudian didinginkan dan disimpan dalam tangki (T-02). Hasil
bawah menara distilasi diperoleh air dan dikirim ke unit pengolahan limbah.
Adapun gas yang keluar dari hasil atas separator (SP-02) diproses ke UPL. Dari
perhitungan dibutuhkan bahan baku Propene 95% dan 5% Propane sebesar
5140,67 ton/th. Untuk Propene didatangkan dari PT. Chandra Asri dan
PT.Pertamina. Unit utilitas pabrik meliputi unit penyediaan air , steam, listrik dan
bahan bakar. Listrik sebesar 17000 kwatt dipenuhi dari PLN dan sebagai cadangan
dipakai generator.
Pabrik beroperasi secara kontinyu selama 330 hari dalam setahun dan 24 jam
perhari. Hasil analisis ekonomi pabrik Acrolein ini memerlukan modal tetap
sebesar US
353.149 + Rp 377.501.970.000. Keuntungan per tahun sebelum pajak diperoleh
sebesar Rp 98.229.556.000 dan keuntungan per tahun sesudah pajak sebesar Rp
Rp 26.030.832.000, Return of Investment (ROI) sebelum pajak 49,3% dan setelah
pajak 36,24% , Pay Out Time (POT) sebelum pajak 1,23 tahun dan setelah pajak
1,468 tahun, Shut Down Point (SDP) 29,60 % dan Break Even Point (BEP)
43,38%, dengan Discounted Cash Flow rate (DCFR) 29,667%. Berdasar analisa
ekonomi, pendirian pabrik Acrolein dari Peropene dan Udara diatas cukup
menarik untuk dikaji dan dipertimbangkan lebih lanjut