Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
EVALUASI KEBERHASILAN HYDRAULIC FRACTURING SUMUR SPA-28 LAPANGAN SOPA PT. PERTAMINA EP ASSET 2 PENDOPO FIELD
Hydraulic fracturing adalah salah satu cara yang dapat digunakan untukmeningkatkan produktivitas Sumur SPA-28 yaitu dengan memperbaikikonduktivitas formasi. Perbaikan konduktivitas setelah perekahan dapat dilihadari naiknya harga permeabilitas formasi. Kecilnya permeabilitas Sumur SPA-28sangat mempengaruhi kecilnya harga konduktivitas dan produktivitas sumurtersebut.
Evaluasi pekerjaan hydraulic fracturing Sumur SPA-28, menggunakan
metode sebagai berikut: evaluasi desain geometri rekahan dengan metodeKhristianovich-Zheltov-Geertsma-de Klerk (KGD), evaluasi skin sebelum dansesudah perekahan dengan metode Prats, evaluasi permeabilitas formasi denganmetode Howard & Fast, evaluasi indeks produktivitas dengan metode Darcy(sebelum perekahan), Prats & Cinco-Ley Samaniego and Dominiquez (setelah
perekahan), evaluasi laju produksi secara aktual, serta evaluasi kurva inflowperformance relationship ( I P R ) .
Pekerjaan hydraulic fracturing pada Sumur SPA-28 menggunakan fluidaperekah berbahan dasar air SFG-4000, dengan proppant y a ng digunakan adalah
proppant Carbolite
20
/
. Untuk geometri rekahan yang terbentuk, Sumur SPA-28
mempunyai panjang rekahan satu sayap (xf) 80.02 ft, lebar rekahan (Wo) 0.0378
ft, serta tinggi (hf) 106.02 ft. Selain itu, terlihat pula adanya peningkatan padaparameter-parameter lainnya, antara lain: adanya peningkatan permeabilitalapisan dari 1.46 mD menjadi 4.18 mD, adanya perbaikan harga skin dari +2.668sebelum perekahan menjadi -4,831 sesudah perekahan, peningkatan PI yangsebelumnya 0,0493 BPD/psi dengan persamaan Darcy, meningkat sebesar 2.512kali menjadi 0.124 BPD/psi dengan metode Cinco-Ley dkk., serta peningkatan laju
produksi sumur dari 72 BFPD dengan 7.2 BOPD menjadi 648 BFPD dengan 65BOPD.
4
SISTEM PAKAR BERBASIS WEB UNTUK DIAGNOSA DINI PENYAKIT DEMENSIA MENGGUNAKAN METODE MAMDANI
Dementia (Senility) adalah suatu istilah yang digunakan oleh para dokter untuk
menggambarkan suatu kemunduran yang progresif dalam kekuatan mental, yang diiringi oleh
perubahan kepribadian dan perilaku. Penyakit Demensia atau kepikunan diperkirakan akan
makin meningkat kemunculannya di zaman modern ini seiring bertambahnya jumlah lansia
(orang lanjut usia). Diagnosis dini gejala penyakit Demensia meskipun tidak mudah, tetapi
sangat penting. Karena diagnosis dini membantu keluarga membuat kontak dengan lembaga
swadaya masyarakat yang berkecimpung dalam pendampingan Demensia. Berdasarkan
persoalan terbatasnya pengetahuan masyarakat umum (orang awam) mengenai penyakit
Demensia, dan seringkali Demensia luput dari pemeriksaan dan tidak terkaji oleh tim kesehatan,
maka sistem pakar yang berbasis web ini, diharapkan dapat membantu masyarakat umum
menjawab kebingungan tentang berbagai gejala yang muncul dalam perjalanan penyakitnya.
Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan sistem pakar,
tahapan dalam metode pengembangan sistem meliputi penilaian keadaan, koleksi pengetahuan,
perancangan, testing, dokumentasi, pemeliharaan. Pada penelitian ini hanya dilakukan sampai
pada tahap testing. Pada tahap ini pakar harus melakukan pengujian tentang kehandalan
perangkat lunak yang telah dikembangkan dengan tujuan agar hasil yang diperoleh benar-benar
sesuai dengan yang diinginkan. Sistem ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman
PHP, MySQL sebagai media penyimpanan data, dan Dreamweaver adalah software yang
digunakan sebagai tool untuk membangun sistem pakar berbasis web ini.
Sistem pakar ini dalam memproses konsultasi user, menggunakan fuzzy logic metode
mamdani. Input sistem berupa gejala Demensia, sedangkan output sistem adalah Sehat (tidak
terkena Demensia) atau terkena Demensia. Jumlah input gejala pada sistem ini yaitu 15 gejala.
Gejala-gejala didapat berdasarkan pengumpulan data melalui wawancara dengan dokter dan
literatur buku. Proses pengolahan konsultasi pada sistem pakar ini melalui tahap fuzzifikasi,
fungsi implikasi, komposisi aturan, dan defuzzifikasi metode centroid.
Kata kunci : Demensia, Fuzzy, Mamdan
KARAKTERISASI RESERVOIR KARBONAT MENGGUNAKAN SEISMIK AKUSTIK IMPEDANSI PADA LAPANGAN “SANISCARA” FORMASI KAIS CEKUNGAN SALAWATI PAPUA
Penelitian ini mengaplikasikan metode AI Model Based pada lapangan “Saniscara”, Formasi Kais, Cekungan Salawati daerah konsensi PetroChina International Companies Bermuda Ltd.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai impedansi akustik dan mengidentifikasi zona prospek reservoar berdasarkan nilai impedansi akustik dan nilai porositas.
Penelitian ini menggunakan data Post-Stack 3D, 4 buah sumur eksplorasi berserta data marker yaitu sumur RAS 1, RAS 2, RAS 3, dan RAS 4. Horizon yang digunakan dalam penelitian ini adalah horizon Top Kais. Seismik inveri akustik impedansi (AI) model based diperoleh dengan melakukan ektraksi wavelet yang digunakan untuk pembuatan model awal. Model awal kemudian dianalisa pre-inversi dan dilakukan seismik inversi AI dengan menggunakan inversi model based. Hasil inversi AI kemudian di-slice pada horizon untuk mendapatkan persebaran nilai akustik impedansi pada lapangan “Saniscara” dan porositas di sekitar sumur.
Berdasarkan hasil analisa pada Top Kais, didapatkan nilai persebaran akustik impedansi sebesar 26.000–62.000 ((g/c)*(ft/s)) dengan penyebaran porositas Neutron sebesar 10%-27%. Pada Top Formasi Kais terdapat zona yang memiliki potensi sebagai reservoar yang ditunjukkan dengan nilai akustik impendasi rendah dengan kisaran nilai 24.000–36.000 ((g/cc)*(ft/s)) dengan nilai porositas yang tinggi sebesar 18%-27%
Kata kunci : Seismik inversi, Impedansi Akustik (AI), Porositas, Formasi Kais, Reservoar Karbona
KAJIAN BATU TERBANG SEBAGAI ACUAN PENENTUAN RADIUS AMAN ALAT PADA PELEDAKAN OVERBURDEN DI PIT J PT. KALTIM PRIMA COAL, SANGATTA, KALIMANTAN TIMUR
RINGKASAN
Radius aman yang selama ini diterapkan di PT.Kaltim Prima Coal (PT.
KPC) adalah 300 m untuk alat dan 500 m untuk manusia. Radius aman ini
ditetapkan sesuai dengan tingkat keoptimisan peledakan oleh Drill Blast
Departement PT. KPC. Seiring dengan kemajuan penambangan, luas pit yang
mulai menyempit dan dengan lokasi peledakan yang cukup banyak dan menyebar,
maka alat mulai kesulitan untuk bergerak keluar dari radius aman alat 300 m.
Untuk itu diperlukan penelitian untuk mendapatkan apakah radius aman yang
diterapkan di Pit J PT. KPC dapat masih sesuai dengan kondisi yang ada sekarang
atau dapat dikurangi sehingga mempermudah alat dalam mendapatkan radius
aman pada kegiatan peledakan.
Penelitian dilakukan dengan menghitung lemparan maksimum batu
terbang secara teoritis dan aktual di lapangan. Pengamatan dilakukan sebanyak 15
kali dan didapatkan lemparan maksimal batuan aktual adalah 76,03
m sedangkan
untuk perhitungan didapat maksimum batu terbang 157,5 m untuk Lundborg
untuk face burst adalah 334,12 m dan cratering adalah 76,03 Adrian J. Moore dan
Alan B. Richard
. Jarak tersebut masih jauh dari angka 300 m maka dapat
dilakukan trial untuk mengurangi radius aman alat dengan perpindahan alat yang
dikurangi minimum sebanyak dua kali dari lemparan maksimum aktual sesuai
dengan rekomendasi Adrian J. Moore dan Alan B. Richard yaitu sejauh 152,06
m.
Untuk lebih mendekati dengan lemparan aktual di lapangan diperlukan
penyesuaian nilai k yang baru. Setelah dilakukan pengamatan dan perhitungan
didapatkan nilai k yang lebih sesuai untuk prediksi lemparan maksimum batu
terbang di Pit J PT. KPC adalah 7,56 untuk face burst dan 13,33 untuk cratering.
Trial dilakukan dengan memindahkan radius aman alat menjadi 152,06 m.
Dari data trial didapatkan lemparan maksimum batuan aktual adalah 98,02 m, dan
prediksi dengan hitungan teoritis adalah 104,78 m. Sesuai dengan rekomendasi
Adrian J. Moore dan Alan B. Richard maka radius untuk aman alat adalah
minimal kurang lebih dua kali dari lemparan akual dan teoritis. Dengan ketentuan
stemming menggunakan batu merah dengan ukuran 3-4 cm, crest burden
minimum 2 m, perbandingan kedalaman lubang dengan tinggi stemming adalah 1
: 0,47 (sesuai hasil trial), Maka radius aman untuk alat pada peledakan di Pit J PT.
KPC dapat dikurangi menjadi 209,56 m atau jika dibulatkan menjadi 210 m.
Dengan mengurangi radius move alat menjadi 210 m maka perusahaan dapat
mengurangi kerungan akibat delay move alat sebesar Rp. 12.800.000,00 untuk
satu unit exavator overburden Liebher 996 setiap peledakan.
v
ABSTRACT
.
Safe radius that had been applied in PT. Kaltim Prima Coal (PT. KPC) is
300 m for the equipments and 500 m for humans. Safe radius is determined
according to the level of blasting optimism by PT. KPC’s Drill Blast Department.
Along with the mining progress, the pit area that began to narrow and with
considerable blasting location and spread, then the equipments starta to trouble
move out of safe radius 300 m. Hence, it required research to obtain assurance
whether safe radius applied in Pit J of PT. KPC is still in accordance with existing
conditions or can be reduced, so it makes equipments easier to get a safe radius on
blasting activities.
The study was conducted by calculating the maximum throw of flying
stones theoreticallly and actually in the field. Observations carried 15 times and
actual maximum rock throw gained is 86.43 m, while for the calculation,
maximum flying stone obtained is 157.5 m for Lundborg, 334.12 m for face burst
and 76.03 for cratering (Adrian J. Moore and Alan B. Richard). The distance is
still far away from 300 m, so it can be done a trial to reduce the safe radius of the
equipments with the equipments move reduced by at least 2 times of the actual
maximum throw as recommended by Adrian J. Moore and Alan B. Richard that is
172.86 m.
To get closer to the actual throw in the field, it is necessary do determined
new value of k. After conducting observation and calculation, it’s obtained that
more appropriate k value for the prediction of maximum throw of flying rock in
Pit A is 7.56 for the face burst and 13.33 for cratering.
Trial is done by moving the equipments safe radius into 172.86 m. From
the trial data, it obtained that actual maximum throw of rocks is 98.02 m, and the
predictions with the theoretical count is 104.78 m. In accordance with the
recommendation of Adrian J. Moore and Alan B. Richard, then radius to secure
the equipments is at least about 2 times from actual and theoretical throw. With
the stemming provisions using red stone with a size of 3-4 cm and the minimum
crest burden is 2 m, then the ratio of depth of the hole with height of stemming is
1: 0.47 (based on the results of trial). Therefore, safe radius of the equipments for
blasting at Pit J can be reduced to 209.56 m or if it is rounded up to 210 m. By
reducing the radius of equipments move to 210 m, the company can reduce the
losses due to equipments move delay of Rp12.800.000,00 for one unit of Liebherr
996 excavator overburden every single blasting
PRA RANCANGAN PABRIK ACETONE CYANOHYDRIN DARI ACETONE DAN HCN KAPASITAS 100.000 TON/TAHUN
Pabrik Acetone Cyanohydrin dari acetone dan HCN dirancang dengan kapasitas 100.000 ton/tahun. Pabrik direncanakan didirikan di Cilegon, propinsi Banten, di atas tanah seluas 27636 m² dengan jumlah karyawan sebanyak 147 orang.
Acetone cyahydrin dibuat dengan mereaksikan acetone dengan HCN di dalam reaktor alir tangki berpengaduk yang beroperasi dengan waktu reaksi 0,27 jam pada 20 oC, 1 atm hingga dicapai konversi HCN sebesar 80%. Reaksi pada keadaan isotermal nonadiabatis dan menggunakan brine sebagai pendingin. Kemudian acetone cyanohydrin dinetralkan dengan H2SO4 di dalam netralizer. Garam yang terbentuk dipisahkan dengan menggunakan filter press, dan acetone cyanohydrin dipisahkan lebih lanjut dalam menara distilasi. Pabrik acetone cyanohydrin ini membutuhkan bahan baku acetone sebanyak 77.963,8217 ton/tahun dan HCN sebanyak 32.585,4885 ton/tahun.
Sarana dan prasarana pendukung proses yang digunakan meliputi air, steam, listrik, udara tekan dan bahan bakar. Kebutuhan air saat start up sebanyak 357.424,59 kg/jam dan saat kontinyu 14.797,046 dari PT. Krakatau Tirta Industri, steam sebanyak 5.813,394 kg/jam, listrik 190,34 kW dari PLN dengan cadangan generator, bahan bakar minyak diesel sebanyak 283,97 gallon/tahun dan udara tekan sebanyak 2 m3/jam.
Pabrik acetone cyanohydrin ini memerlukan modal tetap sebesar Rp523.844.493.525 dan modal kerja sebesar Rp 578.868.080.610. Untuk kelayakan investasi dilakukan kajian Non-Discounted Cash Flow dan Discounted Cash Flow. Dari kajian Non-Discounted Cash Flow diperoleh % ROI sebelum pajak 52,38% dan sesudah pajak sebesar 26,19%. POT sebelum pajak 1,87 tahun dan sesudah pajak 3,67 tahun. Dan dari kajian Discounted Cash Flow diperoleh nilai tingkat suku bunga (tingkat pengembalian modal) sebesar 36,46%. Kapasitas untuk mencapai BEP yaitu sebesar 51,09% dari kapasitas produksi, sedangkan SDP pada 35,27% dari kapasitas produksi. Berdasarkan data analisis ekonomi di atas, maka pendirian Pabrik Acetone Cyanohydrin dari Acetone dan HCN cukup menarik untuk dikaji dan dipertimbangkan lebih lanjut
APLIKASI JASA KREDIT ELEKTRONIK PT. ARI MADIUN
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi
operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu
organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang
diperlukan untuk pengambilan keputusan. Saat ini, pembelian barang-barang elektronik
dapat dilakukan secara mengangsur sehingga masyarakat dapat membeli barang yang
diinginkan tanpa mengeluarkan biaya yang besar secara langsung. Pembayaran
dilakukan setiap bulan.
Dalam memproses pembayaran angsuran barang-barang elektronik dan
pengolahan data pelanggan menggunakan Microsoft word dan Excel. Hal ini
mengakibatkan proses tersebut menjadi kurang efektif dan efisien. Data dikumpulkan
dengan melakukan wawancara, observasi dan penelitian kepustakaan. Data di analisa
dengan menggunakan beberapa teori-teori yang telah dibuktikan kebenarannya.Apilkasi
ini dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL.Metode yang
digunakan untuk pengembangan aplikasi ini waterfal. Keunggulan adalah konsumen
dapat melihat harga barang yang akan dicicil dan berapa besar cicilannya.Sedangkan
pada kantor dapat memudahkan pendataan dan memajemen pembayarannya yaitu dapat
menentukan jatuh tempo,besar cicilan,denda yang diberikan,pembutan id,perhitungan
bulanan,dan juga dapat memindah data excel dalam databse Mysql.Tujuan dari
penulisan skripsi ini adalah untuk membuat suatu aplikasi jasa kredit elektronik.
Pada tahap implementasi,aplikasi ini dibangung menggunakan AppServ Versi
2.5.9 yang didalamnya terdapat PHP Versi 5.2.3, dan menggunakan Dreamweaver
untuk mendesain web
PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN LEMBAGA KEUANGAN GO PUBLIK DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2008 SAMPAI DENGAN 2012
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Intellectual
Capital dengan Kinerja Keuangan pada Lembaga Keuangan Bukan Bank yang
tercatat dalam Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu 2008 – 2012. Sampel
dilakukan terhadap 12 perusahaan yang mempunyai laporan keuangan yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012.
Intellectual Capital sebagai variabel independen dalam penelitian ini terbagi
atas Capital Employed, Human Capital dan Structural Capital. Adapun untuk
Kinerja Keuangan, sebagai variabel dependen, dalam penelitian ini mengambil rasio
profitabilitas berupa Return of Asset
Adapun dalam penelitian dari variabel tersebut maka Intellectual Capital
diproxi ke dalam VAIC, Capital Employed diproxy ke dalam VACA, Human
Capital diproxy ke dalam VAHU dan Structural Capital diproxy ke dalam STVA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intellectual Capital, Capital Employed,
Human Capital dan Structural Capital berpengaruh positif terhadap ROA.
Kata kunci : Intellectual Capital, Capital Employed, Human Capital, Structural
Capital dan RO
GEOLOGI DAN STUDI SIKUEN STRATIGRAFI FORMASI YAKIN BAWAH LAPANGAN WAN CEKUNGAN KUTAI, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Lapangan Wan merupakan salah satu lapangan minyak dan gas bumi milik PT. Chevron Indonesia Company yang berada ± 5 km lepas pantai (offshore), Selatan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia. Formasi yang menjadi fokus telitian pada Lapangan Wan yaitu Formasi Yakin Bawah, yang termasuk ke dalam Cekungan Kutai. Keseluruhan data penelitian ini dimiliki oleh PT. Chevron Indonesia Company. Penelitian dengan pendekatan sikuen stratigrafi ini merupakan pengintergrasian data wireline log dan mud log sebagai data utama serta data seismik dan tekanan formasi sebagai pendukung, sehingga diharapkan dapat memberikan informasi lebih rinci untuk pengembangan sebuah lapangan migas. Terdapat dua jenis sesar yang berkembang pada Lapangan Wan yaitu Sesar Sepinggan yang merupakan sesar mendatar berarah relatif Baratlaut-Tenggara dan Sesar Normal (F-301, F-201, F-101 dan F-Wan) yang berarah relatif hampir Utara-Selatan. Pergerakan kedua sesar tersebut menjadi penting dalam perkembangan sistem perangkap hidrokarbon pada area telitian. Hasil penelitian menunjukkan Formasi Yakin Bawah terdiri dari Satuan Batupasir berumur Miosen Tengah dengan litologi penyusunnya berupa batupasir, batulempung, batulanau, serpih dan batugamping sebagai endapan sisipan yang sangat tipis. Adapun fasies pengendapan yang berkembang berupa distributary channel, distributary mouth bar, interdistributary area, tidal channel dan prodelta yang keseluruhannya termasuk ke dalam sistem pengendapan delta. Berdasarkan hasil analisis sikuen stratigrafi didapatkan tiga paket sikuen pengendapan penyusun Formasi Yakin Bawah, yakni Sikuen 1 , Sikuen 2 dan Sikuen 3 yang masing-masing sikuen tersebut dibatasi oleh sebuah bidang ketidakselarasan yang berupa subaerial unconformity (SB-1, SB-2, SB-3 dan SB-4) dan tersusun atas beberapa unit systems tract yakni LST, TST dan HST. Sebagai pengembangan dalam penelitian ini, dilakukanlah pemetaan unit reservoar prospek. Unit reservoar prospek berada pada paket HST-4 khususnya pada unit reservoar FS-1 dan FS-2. Penentuan kedua unit ini didasarkan dari pengamatan data log sumur dan mud log, yang memperlihatkan adanya indikasi hidrokarbon berupa terdapatnya jejak minyak bumi dan nilai resistivitas pada log sumur bernilai cukup tinggi. Unit reservoar membentuk geometri berupa mouth bar yang terbentuk di sub-lingkungan delta front dengan ketebalan relatif ke arah Baratlaut-Tenggara.
Kata – kata Kunci : Lapangan Wan, Formasi Yakin Bawah, Sikuen Stratigrafi, Reservoa
IDENTIFIKASI DAN SOLUSI PERMASALAHAN WATER LOADING SERTA PERAMALAN PRODUKSI PADA SUMUR MINYAK “Y-3” LAPANGAN “JAYAKATWANG” MENGGUNAKAN SIMULATOR (MBAL, PROSPER DAN GAP)
Sumur “Y-3” di lapangan Jayakatwang mengalami permasalahan produksi
yang ditandai dengan penurunan laju produksi minyak, dari 300 STB/hari pada
tanggal 10 Oktober 2012 menjadi 4,08 STB/hari pada tanggal 14 Oktober 2012,
yang disertai dengan penurunan tekanan alir kepala sumur dari 350 psig menjadi
140 psig, sedangkan produksi air pada sumur “Y-3” menunjukkan tren yang tidak
teratur. Laju produksi minyak dan air, sempat kembali naik setelah choke dibuka
penuh, namun setelah itu, laju produksi baik minyak maupun air, dan tekanan alir
kepala sumur kembali mengalami penurunan, hingga pada tanggal 31 Oktober
2012 tercatat laju produksi minyak sebesar 78 STB/hari, laju produksi air sebesar
6,83 STB/hari, dengan tekanan alir kepala sumur sebesar 50 psig.
Penyebab permasalahan produksi sumur “Y-3” diketahui dengan jalan
melakukan SGS (Static Gradient Survey). Analisa data SGS pada sumur “Y-3”
memberikan informasi bahwa pada kedalaman 0-1600 ft gradien tekanan fluida
bernilai 0,35 psi/ft yang mengindikasikan tubing terisi minyak, sedangkan pada
kedalaman 1600 ft sampai dengan dasar sumur, gradien tekanan fluida bernilai
0,42 psi/ft yang mengindikasikan tubing terisi air. Akumulasi air di dasar
tubing dapat terjadi apabila kecepatan pengendapan air di dalam minyak
(settling velocity) lebih besar daripada kecepatan alir produksi. Air yang
terakumulasi di dalam tubing akan membentuk suatu kolom hidrostatik,
semakin tinggi kolom yang terbentuk, maka semakin tinggi pula tekanan
hidrostatik di dasar sumur, atau dengan kata lain tekanan alir dasar sumur (P
)
juga menjadi tinggi, akibatnya laju produksi akan mengalami penurunan.
Salah satu solusi yang diusulkan untuk memecahkan permasalahan yang
terjadi pada sumur “Y-3” adalah dengan memasang ESP (Electric Submersible
Pump. ESP pada sumur “Y-3” akan dipasang pada kedalaman terukur 3500 ft,
atas dasar pertimbangan PSD optimum dan bentuk lubang sumur “Y-3.” ESP
yang akan dipasang adalah tipe REDA DN1100 4 inch (600 – 1350 RB/day)
sebanyak 76 tingkat. Motor yang digunakan untuk menggerakkan pompa
tersebut adalah seri Reda 375_87_Std 22 HP 330V 51,5 A, dengan daya yang
disuplai dari kabel tembaga dengan kehilangan voltase sebesar 0,33
volt/1000ft dan arus listrik maksimum pengoperasian sebesar 95 ampere.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa, dengan memasang ESP yang telah
didesain pada sumur “Y-3” dan mengoperasikannya selama 1 tahun dengan laju
alir cairan tetap sebesar 1000 STB/hari maka akan dihasilkan penambahan
produksi minyak kumulatif sebesar 0,149 MMSTB dan penambahan produksi
air kumulatif sebesar 0,216 MMSTB. Produksi minyak kumulatif ini, 218%
lebih besar daripada produksi minyak kumulatif yang diperoleh jika sumur hanya
berproduksi secara sembur alam
AGIHAN CACAK BAHAN ORGANIK DAN LEMPUNG PADA BERBAGAI UMUR PENGELOLAAN LAHAN PASIR PANTAI SAMAS
Lahan pasir pantai Samas dimanfaatkan untuk sektor pertanian
menggunakan model pengembangan spesifik lokasi dengan rata-rata umur
pengelolaan lahan 2 hingga 13 tahun. Pemberian lempung dan bahan organik
merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan kesuburan lahan pasir pantai.
Penyiraman dilakukan secara kontinyu dan terus-menerus untuk mengatasi
kekurangan air bagi tanaman. Kondisi ini diduga mempengaruhi alih tempat atau
translokasi bahan organik dan lempung ke lapisan tanah bagian bawah. Penelitian
menggunakan metode survey dengan penentuan lokasi pengambilan sampel
berdasarkan umur pengelolaan lahan yang berbeda yaitu 2-3, 5, 10, dan 13 tahun
serta sampel tanah lahan yang belum dibudidayakan. Pengambilan sampel tanah
dilakukan dengan pembuatan profil tanah. Sampel pada profil diambil di
kedalaman 0-25 cm, 25-50 cm, 50-75 cm, dan 75-100 cm. Parameter yang
dugunakan dalam penelitian ini adalah kadar bahan organik tiap jeluk, tekstur
tanah, karakteristik lengas tanah, agihan pori tanah (PDC, PDL, PPA), berat
volume tanah dan berat jenis tanah. Data dari hasil penelitian disajikan dalam
bentuk agihan cacak masing-masing parameter dan dianalisa secara deskriptif.
Distribusi bahan organik dalam lapisan tanah terjadi sampai lapisan 3 pada
masing-masing sampel penelitian. Tidak terjadi distribusi lempung pada masingmasing
sampel penelitian. Umur penggunaan lahan dan pengolahan tanah
memberikan pengaruh terhadap distribusi bahan organik tanah.
Kata kunci: lahan pasir pantai, bahan organik, lempun