Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
PENGARUH MANAJEMEN LABA RIIL TERHADAP RELEVANSI NILAI INFORMASI AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN PROPORSI DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN (Studi Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di BEI)
ABSTRAK
Penelitian ini menguji relevansi informasi laporan keuangan dalam menguji dampak praktek manajemen laba terhadap relevansi informasi laporan keuangan. Dua informasi keuangan yang digunakan yaitu laba dan nilai buku. Penelitian ini juga menguji perbedaan pengaruh manajeman laba riil terhadap relevansi nilai laba dan nilai buku ekuitas antara perusahaan yang memiliki dewan komisaris independen dengan perusahaan yang tidak memiliki dewan komisaris independen.
Pengumpulan data menggunakan metode purposive sampling terhadap perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009 sampai 2011. Sebanyak 54 perusahaan pertambangan digunakan sebagai sampel. Metode analisis dari penelitian ini menggunakan regresi berganda.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa informasi laba yang disajikan setelah adanya tindakan manajemen laba riil pada aktivitas penjualan, produksi berlebih (over production), dan pengurangan biaya diskresioner akan menurunkan relevansi nilai laba. Penelitian ini juga membuktikan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh manajeman laba riil terhadap relevansi nilai laba dan nilai buku ekuitas antara perusahaan yang memiliki dewan komisaris independen dengan perusahaan yang tidak memiliki dewan komisaris independen.
Kata kunci: laba, nilai buku ekuitas, manajemen laba riil dan dewan komisaris independen
STRATEGI MARKETING COMMUNICATION PT. TEMPO INTI MEDIA Tbk YOGYAKARTA DALAM MEMBANGUN BRAND AWARENESS KORAN TEMPO MELALUI PROGRAM REGULER FORUM TEMPO YOGYAKARTA
Strategi marketing communication yang dilakukan oleh PT. Tempo
Inti Media dengan program reguler Forum Tempo Yogyakarta merupakan
salah satu tujuan membangun brand awareness Koran Tempo yang sangat
lemah. Dalam hal ini Tempo belum memiliki peningkatan brand awareness
Koran Tempo selama masa terbentuknya kantor cabang di Yogyakarta. Jenis
penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan
mengenai strategi marketing communication apa yang digunakan dalam event
Forum Tempo Yogyakarta dan data hasil penelitian didapatkan dari hasil
wawancara dan observasi. Strategi marketing communication yang digunakan
Tempo adalah bentuk event Forum Tempo Yogyakarta yang terbentuk tahun
2012 dengan pendekatan bauran promosi yaitu advertising, personal selling,
sales promotion, dan direct selling. Dalam pengamatan peneliti selama event
Forum Tempo Yogyakarta berlangsung, terjadi peningkatan brand awareness
yang cukup. Hal tersebut dapat dilihat dari meningkatnya billing iklan yang
tentunya didorong peningkatan relationship dengan klien baru yang berasal
dari perguruan tinggi, hotel, dan sebagainya, yang berkesinambungan dengan
fokus Forum Tempo Yogyakarta yaitu mahasiswa, akademisi, dll. Namun
terdapat hal yang kurang signifikan terkait dengan konsep promosi yang
digunakan yaitu adanya promosi advertising yang tidak dijalankan, ataupun
kegiatan direct selling yang tidak pernah ditindaklanjuti. Hal ini mendorong
kurangnya pendekatan yang signifikan dengan peserta pada saat event
LIRIK LAGU SEBAGAI REPRESENTASI & REALITAS SOSIAL JAKARTA (Analisi Semiotik Dalam Lirik Lagu Jokowi Dan Basuki Karya Cameo Project)
Jakarta merupakan Ibu Kota Negara Republik Indonesia dan juga salah
satu pusat Ekonomi dan Politik. Setiap tahun jumlah penduduk di Jakarta terus
bertambah dan terus berdatangan dari berbagai wilayah Indonesia. Kota Jakarta
saat ini tidak mampu lagi menampung jumlah penduduk yang tiap tahun terus
bertambah. Hal ini menimbulkan ketidakteraturan Kota karena luas wilayah tidak
mampu lagi mengakomodir dan memberikan ruang bagi penduduk. Cameo
Project juga merupakan warga Kota Jakarta, melalui lagu ini ingin menyuarakan
kegelisahan akan situasi ketidaknyamanan mereka alami sekaligus mengharapkan
ada perubahan baru dan nyata yang dilakukan pemimpin Kota Jakarta. Melalui
lagu ini peneliti ingin mengetahui makna tersirat dibalik setiap bait lirik lagu
Cameo Project Jokowi dan Basuki “
What Makes You Beautiful” by One Direction
(PARODY)
. Camaeo Project menganggap musik sebagai penyalur apresiasi
mereka yang paling efektif dan mereka percaya dengan video musik mereka
mampu mengajak dan menjadi gebrakan untuk melakukan perubahan yang lebih
baik untuk Kota Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang
terkandung dalam lirik lagu Cameo Project dengan judul “Jokowi dan Basuki”
yang berkaitan dengan Realitas Kota Jakarta di mana lirik lagu dan video tersebut
sebagai gambaran keadaan Jakarta sebenarnya. Penelitian ini menggunakan jenis
penelitian Kualitatif dengan metode Semiotik milik Ferdinand Saussure. Dengan
menggunakan metode milik saussure yang melihat bahwa makna muncul ketika
ada hubungan yang bersifat asosiasi atau in absentia antara ‘yang ditandai’
(signified) dan ‘yang menandai’ (signifier). Penyusunan penelitian yang
menggunakan data statistik. Peneliti menemukan hasil dan makna dari setiap bait
lagu antaranya Realitas Masalah Administrasi Kependudukan, Masalah
Kemacetan, Pelayanan Birokrasi Publik dan Harapan dan Perubahan Kota Jakarta
PERHITUNGAN SISA UMUR TAMBANG DENGAN METODE CROSS SECTION DAN METODE CONTOUR DI PT. SEMEN INDONESIA
To meet the needs of limestone as the main raw material of cement, then PT.
Semen Indonesia
Based on the analysis of the data supporting the existing drilling at PT.
Semen Indonesia
2.0%. Thus precipitated limestone blocks in the area to be mined and decent
Pongpongan used as raw material for making cement.
Estimating results reserve drawn limestones restricted to a height 30
meters above the sea surface and geometry slope with high 6 meters; 3 meters of
width, slope 80o and overalls pit slope 57o. Limestones reserves estimation
conducted using cross section methods and contour methods. Cross section
metodhs done by making cross section 2
The production target of limestones PT. Semen Indonesi
GEOLOGI DAN STUDI MINERALISASI DAERAH TAPANG BIRA DAN SEKITARNYA, KECAMATAN NANGA MAHAP, KABUPATEN SEKADAU, KALIMANTAN BARAT
Daerah pemetaan geologi terletak di daerah Tapang Bira, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Secara Geografis terletak pada koordinat UTM 49 N 468800 mE – 472500 mE dan 9957000 mN – 9961000 mN dengan skala 1 : 12.500. Luas daerah penelitian dengan panjang 4 km dan lebar 4 km. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pengambilan data dengan surface mapping pengambilan conto batuan ( analisa petrografi, X-RD, AAS ), Gambar singkapan, pengukuran struktur dan deskripsi batuan untuk pembuatan peta geologi, struktur, dan altersi serta mineralisasi.
Geomorfologi daerah telitian terbagi atas Satuan Geomorfik Pembukitan Bergelombang Curam, Satuan Geomorfik Lembah Sesar, Satuan Geomorfik Tubuh Sungai, dan Satuan Geomorfik Lereng Terkikis. Pola pengaliran daerah telitian adalah rectangular . Stratigrafi daerah telitian dibagi menjadi empat satuan tidak resmi, dari tua ke muda, yaitu Litodem Granodiorit Sepauk berumur Kapur Bawah, Litodem Andesit Kerabai berumur Kapur Atas, Litodem Granodiorit Terubah berumur Miosen Tengah - Akhir, Endapan Aluvial berumur Holosen. Struktur geologi yang dijumpai di daerah telitian berupa kekar, urat kuarsa, dan sesar, sesar yang berkembang adalah sesar menganan naik Jolel, sesar mengiri naik Jolel 2, sesar mengiri naik Lipong, menganan turun Ujus, dan sesar mngiri turun Ujus.
Alterasi hidrotermal daerah telitian dibagi atas tiga zona alterasi yaitu zona alterasi kuarsa – serisit ± klorit ± pirit ( filik ), zona alterasi kuarsa – illit ± klorit ( Argilik ), zona alterasi kalsit – epidot – klorit ( Propilitik ), temperatur pembentukan mineral bekisar 200 – 340 0C. Mineralisasi daerah telitian berupa mineralisasi logam Au, Cu, Ag, Mo, mineral bijih berupa pirit, kalkopirit, spalerit, kovelit, rutil, molibdenit, magnetit, galena, dengan tekstur mineralisasi berupa vuggy, breksi hidritermal, comb, colloform, crustiform. Tahapan mineralisasi daerah telitian dibagi fase dua yaitu fase hipogen dan pengkayaan supergen. Tipe endapan daerah telitian berupa Epitermal Sulfidasi Rendah.
Kata Kunci: Geomorfologi, Stratigrafi, Struktur Geologi, Alterasi Hidrothermal dan Mineralisasi.
GEOLOGI DAN STUDI MINERALISASI
DAERAH TAPANG BIRA DAN SEKITARNYA, KECAMATAN NANGA MAHAP, KABUPATEN SEKADAU,
KALIMANTAN BARA
HAMBATAN PEREMPUAN INDIA MEMPERJUANGKAN KEBIJAKAN KUOTA BAGI PEREMPUAN DI PARLEMEN INDIA
Perempuan adalah bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan
masyarakat, termasuk pula dalam kehidupan berpolitik dalam sebuah negara.
Keterlibatan perempuan dalam bidang politik dianggap penting sebagai
representasi keadilan negara terhadap warga negaranya. India sebagai salah satu
negara demokrasi terbesar di dunia juga telah berusaha mengatur keterwakilan
perempuan dalam suatu rancangan undang-undang (RUU). Pada tahun 1996 RUU
kuota bagi perempuan di parlemen
(Women’s Reservation Bill) pertama kali
diperkenalkan di India. Akan tetapi RUU tersebut masih belum juga menjadi
suatu undang-undang resmi, karena terdapat berbagai hambatan yang
menghalanginya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja hambatan
perempuan India dalam memperjuangkan kebijakan kuota bagi perempuan
(Women’s Reservation Bill) di parlemen India (Lok Sabha dan Rajya Sabha).
Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik
studi pustaka. Setelah data dalam penelitian terkumpul maka selanjutnya adalah
proses analisis data. Analisis dalam penelitian ini menggunakan deskriptif
interpretatif, yaitu menelaah secara mendetail terhadap data yang dikumpulkan
kemudian dilakukan interpretasi.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa hambatan yang
menghalangi perempuan India memperjuangkan
Women’s Reservation Bill.
Hambatan-hambatan tersebut adalah hambatan politik dan hambatan sosiokultural.
Hambatan politik terkait dominasi laki-laki dalam parlemen India serta
sikap pemerintah dan beberapa partai politik India yang tidak mendukung serta
menunda RUU ini untuk diluluskan. Hambatan sosio-kultural terkait dengan
sistem nilai tradisional yang masih berkembang dalam tatanan kehidupan
masyarakat India, yaitu konsep budaya patriarki dan juga pengaruh sistem kasta.
Persepsi politik sebagai “hal yang kotor” dan stereotipe perempuan sebagai
mahkluk yang lemah juga menjadi hambatan perempuan India memperjuangkan
Women’s Reservation Bill.
Kata kunci : Women’s Reservation Bill, Parlemen India, Lok Sabha, Rajya Sabha
EVALUASI PENYEMENAN PRIMER PADA CASING PRODUKSI DI SUMUR ”X” LAPANGAN ”Y” DENGAN MENGGUNAKAN CBL-VDL TOOLS
Fungsi dari penyemenan sangatlah besar, tidak hanya memiliki fungsi pada
saat pemboran sedang berlangsung namun fungsi semen juga dibutuhkan saat
proses memproduksikan fluida hidrokarbon kepermukaan. Evaluasi hasil
penyemenan merupakan serangkaian kegiatan yang perlu dilakukan untuk
mengetahui hasil penyemenan baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Evaluasi
ini dilakukan untuk menghindari akibat buruk dari tekanan yang dapat
menyebabkan casing collapse dan mencegah atau mengisolasi fluida agar tidak
dapat ikut terproduksi kepermukaan.
Evaluasi hasil penyemenan ini dilakukan dengan menggunakan peralatan
CBL-VDL tool. Dari pola grafik CBL-VDL akan menginterpretasikan keadaan
semen secara kualitatif dan kuantitatif. Analisa kualitatif inikemudian akan
digunakan untuk menganalisis kondisi ikatan semen terhadap casing dan formasi.
Analisa kualitatif merupakan kegiatan evaluasi dengan cara menganalisa hasil
penyemenan. Untuk memperoleh hasil evaluasi yang baik, selain metode kualitatif
juga digunakan metode kuantitatif yang betujuan untuk menentukkan besarnya
kekuatan kompresi semen dan indeks ikatan.Sehingga dari hasil analisa tersebut
dapat diambil kesimpulan untuk perlu atau tidaknya mengambil tindakan remedial
cementing.
Hasil evaluasi yang dilakukan menunjukan hasil sebagai berikut: interval
kedalaman yang memiliki hasil penyemenan yang baik sebanyak 25,61 % dan
interval yang memiliki hasil penyemenan buruk sebanyak 74,39 %. Hal ini
dikarenakan formasi yang ditembus kandungan gas yang cukup besar dan sifat
fisik dari semen yang dipompakan memiliki filtration loss yang melebihi standart
yang diijinkan. Pada sumur “X” juga menggunakan jumlah centralizer yang lebih
sedikit dari jumlah centralizer yang diperhitungkan sehingga casing terjadi
efeken centered pada casing
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PAMELLA TUJUH SUPERMARKET YOGYAKARTA
Kualitas sumber daya manusia dapat diukur menggunakan ukuran kinerja karyawan. Kinerja karyawan yang tinggi menunjukan karyawan memiliki loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan, memiliki motivasi dalam kerjanya, karyawan bekerja dengan rasa senang dan yang lebih penting akan memperbesar kemungkinan tercapainya kinerja dan kinerja yang tinggi pula. Karya tulis ini menjelaskan tentang pengaruh gaya kepemimpinan transaksional, dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan Pamella tujuh supermarket di Yogyakarta. Dalam penelitian ini menggunakan seluruh responden yang ada dari seluruh karyawan Pamella tujuh supermarket di Yogyakarta yaitu sebanyak 63 responden. Teknik Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda, uji parsial (t), uji simultan (F) dan koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan, gaya kepemimpinan transaksional, dan lingkungan kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan bila diuji secara parsial maupun simultan.
Kata kunci: Gaya kepemimpinan transaksional, Lingkungan kerja, Kinerj
PENGARUH EKUITAS MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN FRUIT TEA ( STUDI KASUS DI RUMAH MAKAN ULU BUNDAR DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)
Pengaruh Ekuitas Merek terhadap Keputusan
Pembelian Fruit Tea (Studi Kasus di Rumah Makan Ulu Bundar di Daerah
Istimewa Yogyakarta). Dibimbing oleh Budiarto dan Ni Made Suyastiri Yani
Permai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekuitas merek (kesadaran
merek, persepsi kualitas, asosiasi merek, loyalitas merek) terhadap keputusan
pembelian.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Lokasi
dalam penelitian ini di Rumah Makan “Ulu Bundar” di Daerah Istimewa
Yogyakarta. Model analisis yang digunakan adalah Structural Equation Model.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran merek berpengaruh terhadap
keputusan pembelian Fruit Tea, persepsi kualitas berpengaruh terhadap keputusan
pembelian Fruit Tea, asosiasi merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian
Fruit Tea, loyalitas merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian Fruit Tea.
Kata Kunci : kesadaran merek, persepsi kualitas, asosiasi merek, loyalitas merek,
keputusan pembelian
EVALUASI DAN PENANGGULANGAN HILANG LUMPUR PEMBORAN PADA SUMUR AW-1 LAPANGAN HANIM PT PERTAMINA HULU ENERGI RANDUGUNTING.
ABSTRAK
Hilang Lumpur merupakan masalah yang sering terjadi pada operasi pemboran menembus formasi Kujung, khususnya lapangan Hanim. Sumur AW-1 mulai dibor pada sabtu 4 Desember 2011. Masalah hilang lumpur pada sumur AW-1 terjadi sebanyak 7 kali yaitu pada kedalaman 1434 ft, 1496 ft, 8563 ft, 8855 ft, 8947 ft, 9019 ft, dan 9104 ft. Keseluruhan hilang lumpur pada sumur AW-1 termasuk kategori partial loss dan menembus formasi tuban dan kujung yang didominasi oleh limestone.
Metodologi yang digunakan untuk mengevaluasi problem hilang lumpur yaitu : Pengumpulan data yang berhubungan dengan problem hilang lumpur (data lumpur, data pemboran, data pompa), analisa lithologi formasi hilang lumpur. Kemudian melakukan analisa-analisa penyebab terjadinya hilang lumpur seperti : lithologi batuan hilang lumpur karena porositas dan permeabilitas yang besar dari formasi tersebut, juga karena adanya gua-gua (biasanya pada batu gamping) dan rekahan serta patahan pada formasi. Kemudian pemakaian densitas yang terlalu besar sehingga tekanan hidrostatik lumpur lebih besar 200 psi di atas tekanan formasi (ΔP sebesar 200 psi). Hal inilah yang menyebabkan terjadinya partial loss. Dan apabila tekanan lumpur saat sirkulasi (BHCP) lebih besar daripada tekanan rekah formasi sehingga terjadi pecahnya formasi. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya total loss.
Penanggulangan problem hilang lumpur pada pemboran sumur AW-1 dengan menyumbat menggunakan LCM dan penyemenan. LCM yang digunakan berupa CaCO3 dan Diaseal M dengan konsentrasi sebesar 10-50 ppb. Penyemenan dilakukan pada kedalaman 1434 ft dengan semen tipe G dan volume slurry sebesar 29 bbl serta densitas 13.5 ppg. Hal ini terbukti efektif sehingga hilang lumpur dapat ditanggulangi dan pemboran pada sumur tersebut dapat berjalan kembali dengan lancar