Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
ketepatan waktu laporan keuangan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
(BEI). Penelitian ini menggunakan data laporan keuangan perusahaan perbankan yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2008-2011. Variabel independen dalam penelitian ini
adalah profitabilitas (ROA), CAR (capital adequancy ratio), rentabilitas (ROE), ukuran
perusahaan (Size), reputasi KAP (KAP), dan struktur kepemilikan (OWN). Variabel dependen
yaitu ketepatan waktu (timeliness). Metode pemilihan sampel menggunakan purposive sampling.
Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi logistik. Berdasarkan pengujian regresi
logistik diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan
keuangan pada perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode
waktu 2008-2011 adalah profitabilitas, ukuran perusahaan, reputasi KAP berpengaruh secara
parsial terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan perusahaan perbankan yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sedangkan variabel CAR, rentabilitas, struktur kepemilikan
tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan
keuangan.
Kata Kunci : profitabilitas (ROA), CAR (capital adequancy ratio), rentabilitas (ROE), ukuran
perusahaan (Size), reputasi KAP (KAP), dan struktur kepemilikan (OWN), ketepatan waktu
(timeliness)
PRA RANCANGAN PABRIK ETHYLENE CYANOHYDRIN DARI ETHYLENE OXIDE DAN HYDROGEN CYANIDE KAPASITAS 130.000 TON/TAHUN
Pabrik Ethylene Cyanohydrin dari Ethylene Oxide dan Hydrogen Cyanide
dirancang dengan kapasitas 130.000 ton/tahun. Pabrik direncanakan didirikan di
kawasan industri Cilegon, propinsi Banten, diatas tanah seluas 72.073 m
dengan
jumlah karyawan sebanyak 250 orang.
Ethylene Cyanohydrin dibuat dengan mereaksikan Ethylene Oxide dan
Hydrogen Cyanide dengan katalis Calcium Hydroxide di dalam reaktor alir tangki
berpengaduk yang beroperasi pada 60-90,3
o
C, 11,3 atm hingga dicapai konversi
Ethylene Cyanohydrin sebesar 96%. Reaksi pada keadaan non adiabatic non
isothermal dan menggunakan air sebagai pendingin. Hasil reaktor dipisahkan dari
reaktan yang tidak bereaksi di Flash Drum Separator kemudian sebagian besar air
diuapkan di Evaporator. Selanjutnya Etylene Cyanohydrin dilewatkan dalam
Filter Press untuk dipisahkan dari katalisnya. Untuk mendapatkan kemurnian
produk yang tinggi, Ethylene Cyanohydrin dimurnikan kembali di dalam Menara
Destilasi. Pabrik Ethylene Cyanohydrin membutuhkan bahan baku Etylene Oxide
sebanyak 85.355,03 ton/tahun, Hydrogen Cyanide sebanyak 52.377,42 ton/tahun
dan Calcium Oxide sebanyak 1.065,79 ton/tahun.
Sarana dan prasarana pendukung proses yang digunakan meliputi air,
steam, listrik, udara tekan dan bahan bakar. Air sebanyak 505.561,47 kg/jam dari
PT. Krakatau Tirta Industri , listrik 270 kW dari PLN dengan cadangan generator,
bahan bakar minyak diesel sebanyak 414,72 gallon/tahun dan udara tekan
sebanyak 50 m
3
/jam.
Pabrik Ethylene Cyanohydrin ini memerlukan modal tetap sebesar Rp.
265.143.042.048,- dan USD$ 47,927,452, dengan modal kerja sebesar Rp.
433.880.596.480,-. Dari analisis kelayakan diperoleh % ROI sebelum pajak
44,29% dan sesudah pajak sebesar 22,15%. POT sebelum pajak 1,84 tahun dan
sesudah pajak 3,11 tahun. Dari perhitungan DCFR diperoleh nilai tingkat suku
bunga sebesar 39,4 %. Kapasitas untuk mencapai BEP yaitu sebesar 41,53 % dari
kapasitas produksi, sedangkan SDP pada 23,37 % dari kapasitas produksi.
Berdasarkan data analisis ekonomi di atas, maka pendirian Pabrik Ethylene
Cyanohydrin dari Ethylene Oxide dan Hydrogen Cyanide cukup menarik untuk
dikaji dan dipertimbangkan lebih lanjut.
FAKTOR PENDORONG KEBERHASILAN KERJASAMA SISTER PROVINCE ANTARA PEMERINTAH JAWA TIMUR DENGAN AUSTRALIA BARAT (2007-2012)
Kerjasama sister province merupakan salah satu
bentuk kerjasama yang dikembangkan pemerintah Indonesia
guna meningkatkat pembangunan di wilayahnya. Dengan
terjalinnya kerjasama antara pemerintah daerah dengan
wilayah lain di luar negeri melalui kerjasama sister
province ini, diharapkan daerah mampu mengambil manfaat
guna pembangunan ekonomi daerah dan meningkatkan peran
serta daerah dalam kerjasama internasional. Jawa timur
merupakan salah satu daerah yang banyak menjalin
kerjasama dengan wilayah lain di luar negeri, salah
satunya dengan Australia Barat. Kerjasama pemerintah
Jawa Timur dengan Australia Barat telah terjalin sejak
tahun 1990. Kerjasama sister province antar kedua
daerah ini mencakup bidang ekonomi, perdagangan,
industri, dan pariwisata; ilmu pengetahuan, teknologi
dan administrasi; pendidikan, kebudayaan, tenaga kerja,
kesejahteraan sosial, pemuda dan olahraga.
Kerjasama inin dapat berjalan dengan baik karena
masing-masing wilayah yang bekerjasama memiliki
kemiripan karakteristik, kesamaan kedudukan dan status
administrasi, dan adanya kondisi saling melengkapi
dalam bidang pertanian, peternakan, perdagangan,
investasi. Penigkatan kerjasama secara signifikan yang
terjadi sejak penandatanganan MoU keempat pada tahun
2007 dipengaruhi oleh adanya faktor birokrasi yang baik
dan sumber daya yang memadai.
Sistem birokrasi yang dijalankan sesuai mekanisme
yang berlaku serta aturan yang ada akan menciptakan
koordinasi dan konsultasi yang terfokus, efektif,
efisien yang kemudian berdampak kepada keberhasilan
implementasi program yang terencana. Ketersediaan
sumber daya manusia, sumber daya anggaran, adanya
informasi yang lancar dan fasilitas yang mendukung
berperan penting dalam pengimplementasian kebijakan
kerjasam sister province ini
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI BERBASIS AKRUAL PADA PELAPORAN KEUANGAN DAERAH PEMERINTAH KOTA DAN KABUPATEN DI DIY
Peraturan Pemerintah No. 71 tahun 2010 menyatakan bahwa SAP
menggunakan Akuntansi berbasis akrual, akan tetapi belum semua daerah mampu
untuk menerapkan standar akuntansi berbasis akrual. Sehingga penelitian ini
bertujuan untuk menguji pengaruh manfaat akuntansi akrual, kesulitan akuntansi
akrual, dan sumber daya manusia terhadap penerapan standar akuntansi berbasis
akrual pada pelaporan keuangan daerah pemerintah kota dan kabupaten di Daerah
Istimewa Yogyakarta.
Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai bagian akuntansi di
Pemerintahan kota dan kabupaten di DIY. Dan sampel dari penelitian ini adalah 47
pegawai yang terdiri dari kepala sub bidang akuntansi dan staf-stafnya yang terbahi di
satu kota dan empat kabupaten. Diambil dengan menggunakan metode kuisioner yang
disebar di masing – masing daerah. Alat analisis yang digunakan adalah uji analisis
linear berganda.
Hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa manfaat akuntansi
akrual, kesulitan akuntansi akrual, dan sumber daya manusia berpengaruh signifikan
terhadap penerapan standar akuntansi berbasis akrual. Hasil pengujiaan secara parsial
menunjukan bahwa manfaat akuntansi akrual dan sumber daya manusia tidak
berpengaruh signifikan, sedangkan kesulitan akuntansi akrual berpengaruh signifikan
terhadap penerapan standar akuntansi berbasis akrual.
Kata Kunci : Akuntansi Akrual, Manfaat akuntansi akrual, kesulitan akuntansi
akrual, sumber daya manusia. Penerapan akuntansi berbasis akrual
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LUAS PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP INFORMASI ASIMETRI (Studi Pada Perusahaan-Perusahaan Sektor Manufaktur Yang Go PublicDi Bursa Efek Indonesia Tahun 2009-2011)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor yang
mempengaruhi luas pengungkapan laporan keuangan dn implikasinya terhadap
informasi asimetri. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan tahunan
perusahaan sektor manufaktur yang go public yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia tahun 2009-2011. Pengambilan dilakukan dengan metode purposive
samplingyang menghasilkan sampel 44 sampel.
Penelitian ini dilakukan dengan dua analisis regresi linier terpisah, tahap
pertama merupakan regresi linier berganda dan analisis tahap kedua merupakan
analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menjelaskan pada model
penelitian tahap pertama, variabel independen ukuran perusahaan, kepemilikan
saham publik publik, likuiditas, profitabilitas, ukuran KAP berpengaruh signifikan
terhadap luas pengungkapan laporan keuangan wajib. Sedangkan variabel
independen leverage, skope bisnis, dan status perusahaan tidak berpengaruh
signifikan terhadap luas pengungkapan laporan keuanga wajib. Selanjutnya untuk
model penelitian tahap kedua, variabel luas pengungkapan laporan wajib terbukti
memiliki pengaruh negatif terhadap informasi asimetri.
Kata kunci: ukuran perusahaan, leverage, kepemilikan saham publik,
likuiditas, profitabilitas, ukuran KAP, skope bisnis, status perusahaan
PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, SIZE, PROFITABILITAS, RISIKO SISTEMATIK, DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP EARNINGS RESPONSE COEFFICIENT (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengungkapan CSR,
size, profitabilitas, risiko sistematik, dan struktur modal berpengaruh terhadap
ERC pada perusahaan manufaktur. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2010. Jumlah
sampel yang memenuhi kriteria sampel sebanyak 30 perusahaan pertahun
sehingga sampel diperoleh 90 perusahaan. teknik pengambilan sampel
menggunakan purposive sampling. Data penelitian ini adalah data sekunder yang
diperoleh dari laporan keuangan yang didapat dari perpustakaan pusat UPN
“Veteran” Yogyakarta, Indonesian Capital Market Directory (ICMD),
www.idx.ac.id. Pengelolaan dan analisis data menggunakan analisis regresi linier
berganda dengan program SPSS. Hasil statistik pengujian secara simultan dalam
penelitian ini: menunjukkan bahwa Corporate social responsibility, ukuran
perusahaan, profitabilitas, risiko sistematik dan struktur modal secara simultan
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap earnings response coefficient.
Hasil pengujian secara parsial dalam penelitian ini menunjukkan bahwa
Corporate social responsibility, profitabilitas dan struktur modal secara parsial
tidak berpengaruh terhadap earnings response coefficient. Sedangkan ukuran
perusahaan dan risiko sistematik secara parsial mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap earnings response coefficient.
Kata kunci: CSR, size, profitabilitas, risiko sistematik, struktur modal, dan ERC
KAJIAN TEKNIS TERHADAP ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT DALAM UPAYA MEMENUHI SASARAN PRODUKSI LAPISAN TANAH PENUTUP DI PT.AL AMANAH 77 SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR
Coal mining activities of PT Al - Amanah Lempake 77 is located in the
area . In the administrative area of the mine site is located in Sungai Pinang
keluarahan In , District of North Samarinda , Samarinda , East Kalimantan .
System using open pit mining with overburden stripping method is back filling .
Stripping overburden blasting does not use , because the material is relatively soft
. Unloading excavator is used Komatsu PC300 Excavator Backhoe to serve 4
units of dump trucks Nissan CWB and Komatsu PC200 Excavator Backhoe for
serving 2 units of dump trucks Nissan CWB . Working time is provided by 19.86
hours / day with 2 shifts. Target stripping overburden at 162,000 bcm / month .
Based on the fact the field , the average production is currently at 126,496.85 bcm
/ month is still a shortage of 35503.15 bcm / month .
The shortage of labor due to less than optimal efficiency . In connection
with this it is necessary to study the unloading equipment and means of
conveyance in overburden stripping activities at the mine site . PC300 work
efficiency is 70.29 % and the efficiency of the dump truck that serves 61.98 % .
PC200 work efficiency is 69.11 % and the efficiency of dump truck which served
62.65 % . PC300 combination of factors working harmony with 4 units of dump
trucks is 0.88 . PC200 combination of factors working harmony with 2 units of
dump trucks is 0.67 .
Efforts to achieve the target production is done by increasing the effective
working time by reducing the time - time constraints that occur pada.kegiatan
overburden stripping . Reduction of the time - time constraints will directly
improve the work efficiency of mechanical equipment . PC300 working efficiency
of 70.29 % to 78.92 % and the dump truck work efficiency increased from 61.98
% to 63.40 % . PC200 working efficiency of 69.11 % to 72.46 % . Dump truck
work efficiency increased from 62.65 % to 66.17 % . The resulting production of
140,620.6 bcm / month so that production targets have not been met . Subsequent
attempts to meet the production target is the addition of conveyance .
Conveyances served Komatsu PC300 Excavator Backhoe plus 1 unit of 4 units 5
units rnenjadi that production increased to 110,592.42 bcm / month . Conveyances
served Komatsu PC200 Excavator Backhoe plus 1 unit of 2 units to 3 units so that
production increased to 51498.57 bcm / month . The resulting total pnoduksi
increased from 140,620.6 bcm / month to 162.090.98 bcm / month , so the
production target is reached . Combination of factors working harmony Backhoe
Komatsu PC300 Excavator from 4 units to 5 units of dump trucks from 0.88 to 1.1
. P harmonious combination of factors working Komatsu Excavator Backhoe
C200 from 2 units to 3 units of dump trucks from 0.67 to 1.01
ANALISIS PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN, INFORMASI ASIMETRIS, BUDAYA ORGANISASI, KOMITMEN ORGANISASI DAN BUDGET EMPHASIS TERHADAP BUDGETARY SLACK (Studi pada Dinas Perpajakan Pemerintah Kota Yogyakarta)
This study aimed to determine the effect of budget participation, information asymmetry,
organizational culture, organizational commitment and budget emphasis on budgetary slack at
official government of perpajakkan Yogyakarta. This study used a questionnaire to collect data.
While respondents consisted of officials in the agency structural / work units in the city of
Yogyakarta government is certainly involved in the budgeting process. The formula used in the
calculation of this research is the multiple linear regression. F test of the test results, it is known
that the F value of 14,481 with signikansinya 0.00, which means that the independent variable
(budget participation, information asymmetry, organizational culture, organizational
commitment, budget emphasis) significantly affects the dependent variable (budgetary slack).
The conclusion of this study is the budget participation, information asymmetry, organizational
culture, organizational commitment and budget emphasis significant effect on budgetary slack at
the Department Perpajakkan Yogyakarta. Participation in partial budget does not significantly
affect the budgetary slack. This major decision is due giver upper level managers. Despite the
positive budgetary participation, meaning that mid-level managers participate in providing ideas
or fill in the preparation of the budget, but the budget is a decisive upper level managers.
Key words: Influence Analysis of Budget Participation, Asymmetric Information, Culture and
Organizational Commitment, and Buget Emphais Against budgetary Slack
PENGARUH TIM KERJA, LINGKUNGAN KERJA, MOTIVASI KERJA, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PABRIK BAKPIA PATHUK “25” YOGYAKARTA
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Tim Kerja, Lingkungan Kerja, Motivasi
Kerja, dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pabrik Bakpia Pathuk 25
Yogyakarta”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari
Tim Kerja, Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja Terhadap
Kinerja Karyawan Pabrik Bakpia Pathuk “25”, baik secara parsial, bersama-sama,
maupun dominan.
Pengumpulan data dilakukan pada Pabrik Bakpia pathuk “25” Yogyakarta.
Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner sebanyak 50 dan kembali 42. Data
tersebut dianalisis dengan menggunakan Regresi Linear Berganda, untuk menguji
pengaruh dari Tim Kerja, Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja
Terhadap Kinerja karyawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial, dan bersama-sama
ketiga keempat faktor atau variabel diatas berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Dan Motivasi kerja menjadi faktor dominan yang mempengaruhi kinerja
karyawan.
Kata kunci: Tim kerja, Lingkungan kerja, Motivasi kerja, Kepuasan kerja, Kinerja
Karyawan
KAJIAN SIFAT FISIK TANAH DI AREAL LAHAN DATARAN PANTAI TANGGULANGIN KECAMATAN KLIRONG KEBUMEN
Alih guna lahan pertanian menjadi non pertanian menyebabkan lahan pertanian yang
semakin lama semakin menyempit. Hal itu dikarenakan banyaknya lahan pertanian
yang digunakan untuk pembangunan seperti didirikannya perumahan, transportasi
dan sebagainya. Peningkatan produksi pertanian perlu terus di upayakan seiring
dengan meningkatnya jumlah penduduk. Untuk memenuhi kebutuhan pangan maka
diperlukan pemanfaatan lahan pasir pantai untuk usaha pertanian. Penelitian ini
menggunakan metode survey, dengan penentuan lokasi pengambilan sampel
berdasarkan tipe pemanfaatan lahan. Parameter penelitian meliputi sifat fisika seperti
berat volume
Kata kunci: sifat fisik tanah, lahan pasir panta