Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
LATAR BELAKANG KEBIJAKAN PENARIKAN PASUKAN AUSTRALIA DARI AFGHANISTAN PADA TAHUN 2012
ABSTRAK
Paska terpilihnya Julia Gillard sebagai perdana menteri baru Australia pada
tahun 2010 yang lalu, banyak sekali pandangan masyarakat yang berharap akan
adanya perubahan kebijakan luar negeri Australia terutama terkait masalah penarikan
pasukan Australia dari Afghanistan. Namun pada masa awal pemerintahannya
pandangan masyarakat tersebut tidak menjadi kenyataan setelah dalam sebuah pidato
Gillard menyatakan akan tetap berkomitmen kepada aliansinya dengan Amerika
Serikat. Namun pada awal tahun 2012 Gillard memberikan pernyataan yang
kontradiktif dengan pernyataan pada masa awal jabatannya sebagai Perdana Menteri
Australia. Gillard menyatakan bahwa akan segera menarik pasukan Australia, yang
semula direncanakan akan ditarik pada tahun 2014 namun jadwal tersebut dimajukan
menjadi tahun 2013 atau lebih cepat 1 tahun dari jadwal yang telah ditentukan oleh
NATO. Hal tersebut terjadi lantaran dipengaruhi oleh 2 faktor utama, yaitu faktor
internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi keluarnya kebijakan
penarikan pasukan Australia dari Afghanistan tersebut adalah adanya penurunan
persepsi dari masyarakat Australia terhadap pemerintahan yang sedang dipimpin oleh
Gillard menjelang pemilu 2013, adanya pembentukan opini publik terhadap situasi
dan kondisi di Afghanistan yang dilakukan oleh media massa, konflik internal Partai
Buruh menjelang pemilu 2013, dan Adanya perubahan Kebijakan pertahan dari
Forward Defence Strategy menjadi Defence Self-Reliance. Sedangkan faktor
eksternal yang mempengaruhi kebijakan penarikan pasukan Australia dari
Afghanistan tersebut adalah adanya pengaruh yang besar dari disepakatinya kebijakan
penarikan pasukan NATO, adanya pengaruh dari kebijkan penarikan pasukan yang
dilakukan oleh Amerika Serikat dan juga adanya pengaruh dari pembangunan
pangkalan militer Amerika Serikat di Darwin, Australia
PERHITUNGAN EMISI GAS RUMAH KACA CO, CO 2 , SO 2 , NOx, PARTIKULAT MATERIAL DAN SIMULASI PERMODELAN PADA PECIKO PROCESSING AREA, LAPANGAN SENIPAH PECIKO SOUTH MAHAKAM, TOTAL E&P INDONESIE, BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR
Pemanasan global dan perubahan iklim adalah dampak dari bertambahnya emisi gas rumah kaca di atmosfer yang disebabkan oleh meningkatnya aktifitas manusia, salah satu yang utama yaitu pembakaran bahan bakar fosil. Aktivitas pembakaran flare dari gas alam, menghasilkan emisi gas rumah kaca yang berpotensi mengurangi kualitas udara ambien pada daerah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari High Pressure Flare dan Low Pressure Flare serta mengetahui simulasi permodelan dari masing-masing parameter pembentuk gas rumah kaca pada lapangan Senipah, Peciko Processing Area, Total E&P Indonesie, Balikpapan, Kalimantan Timur. Perhitungan emisi gas rumah kaca yang dilakukan menggunakan rumus perhitungan dari software pelaporan dan pemantauan emisi yang dimiliki oleh perusahaan yaitu Enablon. Simulasi permodelan yang dilakukan, menggunakan rumus perhitungan Gaussian Buoyancy, dengan parameter emisi yang dihitung adalah CO, CO 2
, SOx, NOx, dan Partikulat Material. Simulasi permodelan dibuat menggunakan software pemetaan ArcGIS. Data meteorologi yang diukur adalah arah dan kecepatan angin, temperatur udara, curah hujan, tekanan udara. Perhitungan dan simulasi permodelan dibagi menjadi 2 kurun waktu yaitu per 12 jam, selama 24 jam. Kondisi flare juga disimulasikan dalam kondisi normal dan abnormal. Data meteorologi yang diukur adalah selama 2 hari. Hasil perhitungan Gaussian Buoyancy tertinggi untuk masing-masing parameter adalah High Pressure Flare dan Low Pressure Flare dalam kondisi normal, pada kurun waktu pagi -siang hari ( 07.00-18.00 WITA ) CO 0,171450049 µg/m12,48940945 µg/m3, SOx 0,00 µg/m3, NOx0,171172679 µg/m3, Partikulat Material 0,171102881 µg/m3. Konsentrasi pada LowPressure Flare CO 0,413436174 µg/m, CO 2 18,33529854 µg/m3, SOx 0,00 µg/m3, NOx0,413454205 µg/m, Partikulat Material 0,413453281 µg/m3. Konsentrasi SOx 0,00 µg/m3
dikarenakan sumber bahan bakar pada flare berasal dari gas alam. Berdasarkan hasilkan perhitungan dapat diketahui bahwa seluruh parameter tidak melebihi baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999, Tentang Pengendalian Pencemaran udara.
Kata kunci: Gas rumah kaca, High Pressure Flare, Low Pressure Flare, Enablon software, Gaussian Buoyancy, Simulasi permodelan, Total E&P Indonesie. 33, CO 2
SISTEM INFORMASI GEOGRAFI PENENTUAN RUTE TERPENDEK JASA PENGIRIMAN BARANG DI PT. CITRA VAN TITIPAN KILAT CABANG YOGYAKARTA BERBASIS WEB
PT. Citra Van Titipan Kilat (TIKI) merupakan perusahaan jasa pelayanan pengiriman barang yang berdiri sejak 30 tahun yang lalu. Salah satu cabang TIKI berada di Yogyakarta. Salah satu masalah PT. Citra Van Titipan Kilat yaitu meningkatnya masyarakat dalam pengiriman barang, sehingga sering membuat banyak kurir terlambat dalam pengiriman barang ke tempat tujuan. Hal ini menyebabkan banyak konsumen kecewa akan pelayanan TIKI. Banyak masyarakat yang menginginkan barang kirimannya agar sampai dengan tepat waktu.
Dengan adanya permasalahan tersebut maka dibangunlah sebuah Sistem Informasi Geografi berbasis web yang dapat membantu PT. Citra Van TIKI untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Sistem Informasi Geografi adalah sekumpulan sistem komputer yang menyimpan, memproses, memanipulasi dan menganalisa data geogarfi menjadi informasi berkualitas yang berhubungan dengan objek-objek geografi. Di dalam Sistem Informasi Geografi sendiri terdapat dua elemen penting, yaitu Data Geografi yang digunakan sebagai acuan untuk data atribut, dan data atribut itu sendiri yang digunakan untuk menunjang informasi spasial atau geografi. Perancangan peta yang akan ditampilkan dalam aplikasi ini menggunakan Google Maps API , sedangkan metodologi dalam pengembangan sistem ini menggunakan metode waterfall, yaitu meliputi analisis sistem, perancangan sistem, implementasi serta pengujian sistem. Dalam pembuatan Sistem Informasi Geografi berbasis web ini menggunakan MySQL sebagai database untuk menyimpan data yang dibutuhkan dan menggunakan PHP sebagai bahasa pemrogramannya.
Tujuan dari pembuatan Sistem Informasi Geografi ini adalah untuk membantu PT.
Citra Van TIKI dalam menentukan rute terpendek dalam pengiriman barang sehingga dapat mengurangi keterlambatan dalam pengiriman barang, selain itu juga dapat menghemat biaya, waktu dan tenaga.
Kata Kunci : Sistem Informasi Geografi, Google Maps, Waterfall, Rut
KEPUTUSAN PEMBELIAN PASTA GIGI PEPSODENT DITINJAU DARI MEREK DAN IKLAN (Studi terhadap Ibu Rumah Tangga Konsumen Pasta Gigi Pepsodent Di Kampung Pujokusuman)
M.Si dan Sadeli, M.Si. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh yang signifikan antara merek dan iklan secara simultan terhadap keputusan pembelian pasta gigi Pepsodent di Kampung Pujokusuman, dan adakah pengaruh yang signifikan antara merek dan iklan secara parsial terhadap keputusan pembelian pasta gigi Pepsodent di Kampung Pujokusuman.Tujuan penelitian untuk mengkaji apakah variabel merek dan iklan secara simultan mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian pasta gigi Pepsodent di Kampung Pujokusuman, dan untuk mengkaji apakah variabel merek dan iklan secara parsial mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian pasta gigi Pepsodent di Kampung Pujokusuman. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu Rumah Tangga di Kampung Pujokusuman, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah Ibu Rumah Tangga yang memakai pasta gigi Pepsodent.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner.Alat analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial.Pada analisis statistik inferensial menggunakan analisis regresi linier berganda. Hipotesis yang diajukan adalah ada pengaruh yang signifikan antara merek dan iklan secara simultan terhadap keputusan pembelian pasta gigi Pepsodent di Kampung Pujokusuman, dan ada pengaruh yang signifikan antara merek dan iklan secara parsial terhadap keputusan pembelian pasta gigi Pepsodent di Kampung Pujokusuman. Berdasarkan uji validitas indikator menghasilkan koefisien korelasi (r) semua data lebih besar dari 0,3 dinyatakan valid. Dengan uji reliabilitas untuk variabel merek (
) yang terdiri dari 8 pertanyaan mempunyai Alpha Cronbach 0,838 sehingga dinyatakan reliable, untuk variabel iklan (
) yang terdiri dari 4 pertanyaan mempunyai Alpha Cronbach 0,621 sehingga dinyatakan reliable, dan untuk variabel keputusan pembelian (Y) yang terdiri dari 4 pertanyaan mempunyai Alpha Cronbach 0,614 sehingga dinyatakan reliable. Berdasarkan hasil analisis dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh yang signifikan secara simultan dari merek dan iklan terhadap keputusan pembelian dibuktikan dengan
(19,443) >
(3,209), ada pengaruh yang signifikan secara parsial dari merek terhadap keputusan pembelian dengan nilai
(4,945) >
(2,0141), ada pengaruh yang signifikan secara parsial dari iklan terhadap keputusan pembelian dengan nilai
(3,131) >
(2,0141). Saran yang diajukan untuk perusahaan yaitu untuk benar-benar membuat merek
Pepsodent berbeda dengan merek lain, meningkatkan frekuensi iklan baik dari segi media cetak maupun elektronik, dan meningkatkan kualitas pasta gigi Pepsodent
ANALISIS KESENJANGAN PROFIL EKSTERNAL DAN PROFIL INTERNAL PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN PRODUSEN BENIH PADI SWASTA PP. KERJA DI BOYOLALI
Penelitian ini dilakukan di perusahaan produsen benih swasta PP Kerja, yang terletak di Desa Ngemplak, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali. Sebagai suatu perusahaan, tentunya PP Kerja menghadapi lingkungan bisnis yang dinamis, sehingga PP Kerja dituntut untuk senantiasa aktif memantau lingkungan bisnisnya dan posisi perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesenjangan profil eksternal dan profil internal pada PP Kerja, dengan mengetahui kesenjangan yang terjadi, dapat diketahui kondisi persaingan yang dihadapi dan posisi perusahaan saat ini, kemudian dapat diketahui strategi yang tepat diterapkan oleh PP Kerja untuk sukses menghadapi lingkungan bisnisnya. Desain penelitian ini adalah desain deskriptif, metode yang digunakan adalah studi kasus, sedangkan alat analisis yang digunakan adalah Competitive Audit, yaitu salah satu metode audit pemasaran berdasarkan konsep The Strategic Marketing Plus 2000. Untuk melakukan audit ini harus dipersiapkan profil eksternal (Competitive Setting Profile) dan profil internal (Competitive Allignment Profile), dua profil inilah yang akan diaudit, profil eksternal terdiri dari Customer Demand, Competitor, dan Change, sedangkan profil internal terdiri dari Strategy, Tactic, dan Value. Setelah kedua profil ini diaudit akan diperoleh indeks profil eksternal (Competitive Setting Index) dan indeks profil internal (Competitive Alignment Index), dari kedua indeks tersebut akan diketahui bentuk perusahaan saat ini dan kondisi persaingan yang dihadapi, kemudian kedua indeks tersebut dibandingkan untuk diketahui kesenjangan yang terjadi, dengan mengetahui tingkat kesenjangan yang terjadi dapat diketahui strategi yang tepat diterapkan PP Kerja untuk sukses menghadapi lingkungan bisnisnya. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh indeks profil eksternal (Competitive Setting Index) sebesar 2,41 dan indeks profil internal (Competitive Alignment Index) sebesar 2,53, dari hasil indeks kedua profil dapat diketahui bahwa kesenjangan yang terjadi adalah kesenjangan positif, karena indeks profil internal lebih besar dari indeks profil eksternal, artinya strategi yang diterapkan PP Kerja lebih maju atau ahead dibandingkan dengan lingkungan bisnis yang dihadapi, untuk semakin lebih ahead, PP Kerja perlu memantapkan perusahaannya menjadi Marketing Oriented Company, yaitu perusahaan yang berorientasi terhadap pasar, sehingga strategi yang harus diterapkan adalah Market Effectivenes, Product Differentiation, dan Integrated Communication. Kata kunci : Profil Internal, Profil Eksternal, Analisis Kesenjangan, Strategi
KAJIAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN PADA TAMBANG BATUBARA DI PIT 202 JMB PT. PAMAPERSADA NUSANTARA DISTRICT JEMBAYAN MUARA BARA TENGGARONG SEBERANG KALIMANTAN TIMUR
Permasalahan utama sistem penyaliran di Pit 202 JMB PT. Pamapersada Nusantara District Jembayan Muara Bara adalah curah hujan yang tinggi yang masuk ke dalam bukaan tambang serta kondisi saluran yang rusak dan saluran yang kurang terawat. Jarak antara sumuran dan kolam pengendapan yang jauh menyebabkan besarnya head total. Lokasi kolam pengendapan yang berada pada desain rencana penambangan, dan terbatasnya lahan karena berbatasan dengan Hutan Tanaman Industri.
Sumber utama air tambang pada lokasi penambangan adalah air hujan dan air limpasan. Curah hujan rencana sebesar 102,46 mm/hari menggunakan periode ulang hujan 3 tahun. Intensitas curah hujan sebesar 17,51 mm/jam. Luas total daerah tangkapan hujan adalah sebesar 2,65 km
2
dan air yang masuk ke dalam tambang sebesar 43.975,25 m
3
/jam Daerah tangkapan hujan sebelumnya dibagi menjadi empat, setelah
dilakukan pengkajian dibagi menjadi 13 daerah tangkapan hujan dan 11 saluran terbuka dengan bentuk trapesium. Dari hasil perhitungan didapat dimensi dari sump 2 yaitu: panjang 155 m, lebar 115 m dan kedalaman 6 m dengan 35 jam pemompaan. Dimensi sump 3 yaitu panjang 136 m, lebar 88 m dan kedalaman 6 m dengan 41 jam pemompaan. Dimensi sump 4 yaitu panjang 80 m, lebar 49 m dan kedalaman 5 m dengan 14 jam pemompaan.
Kebutuhan Pompa sump 2 dengan dua pompa Multiflo model MFC 390 dan model MFC 420 dan panjang pipa 903 m tanpa perbaikan. Setelah dilakukan perbaikan sump 3 membutuhkan satu pompa Multiflo model MFC 420 dengan head total 107,43 m dan panjang pipa 1049 m. Sump 4 dengan satu pompa Multiflo model MFC 390 dengan head total 38,7 m dan panjang pipa 437 m. Debit optimal untuk pompa Multiflo model MFC 420 adalah 231 liter/dtk dan untuk model MFC 390 adalah 170 liter/detik
Kolam pengendapan dipindahkan ke Timur Pit 202 JMB dengan dimensi panjang keseluruhan 146 m, panjang kompartemen 42 m, lebar 16 m dan kedalaman 5 m sejumlah tiga kompartemen. Pengerukan lumpur di kolam pengendapan dilakukan 30 hari sekali saat musim penghujan.
Kata Kunci : Curah hujan, Daerah tangkapan hujan, sumuran, head total, kolam pengendapa
KAJIAN SIFAT TANAH DI LAHAN BEKAS PENAMBANGAN TANAH LIAT DI DESA SITIMULYO, KECAMATAN PIYUNGAN, KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Pemanfaatan lahan pertanian untuk kegiatan penambangan tanah liat dimulai sejak awal tahun 1990 dan terus mengalami perluasan. Desa Sitimulyo kecamatan Piyungan kabupaten Bantul merupakan daerah dimana setengah lahan persawahanya digunakan untuk aktivitas penambangan sehingga mengalami kerusankan atau degradesi, perubahan bentuk lahan, serta penurunan kualitas baik secara fisik maupun kimia.
Dalam penelitian kali ini metode yang digunakan antara lain metode survey, dengan pengambilan sampelnya menggunakan metode purposive, sedangkan metode analisisnya menggunakan analisis laboratorium.serta wawancara secara langung.
Hasil penelitian di lokasi yang belum di tambang yang digunakan sebagai pembanding pada umumnya masih memiliki kulitas tanah yang cukup baik. sedangkan penelitian di lokasi bekas penambangan terjadi penurunan sifat tanah, hal ini berdasarkan pada Kriteria Sifat Kimia Tanah ( Pusat Penelitian Tanah 1983 ) dengan mengacu pada masing-masing parameter. perubahan kualitas tanah serta bentuk lahan yang terindikasi pada terdegredasinya kuali tas tanah di lokasi bekas penambangan. Maka dari itu arahan perencanaan konservasi tanah pada lokasi penelitian berdasarkan pada kondisi tanah dan lahan yang dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan antara lain pendekatan teknologi,pendekatan sosial, dan pendekatan pemerintah.
Kata kunci : Degradasi Tanah, Konservasi dan Perubahan Bentuk Lahan
KAJIAN TEKNIS KEMIRINGAN JALAN ANGKUT TAMBANG UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ALAT ANGKUT PADA KEGIATAN PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP DI PT DARMA HENWA Tbk SITE ASAM ASAM PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Perusahaan PT. Darma Henwa Tbk site Asam Asam merupakan salah satu perusahaan kontraktor penambangan batubara yang dipercaya oleh PT. Arutmin Indonesia selaku pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) untuk mengerjakan kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup dan penambangan batubara. Lokasi tambang terletak di Desa Asam Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Lokasi penelitian dikhususkan pada jalan angkut pit III. Proses pembongkaran lapisan tanah penutup di lokasi penelitian masih menggunakan peralatan mekanis. Pembongkaran dan pemuatan ke atas bak dump truck Komatsu HD 785-7 dilakukan langsung oleh backhoe EX-Hitachi 2600-6. Selanjutnya material tersebut diangkut menuju lokasi dumping area dengan jarak angkut sejauh ± 1600 meter.
Masih terdapatnya kemiringan jalan angkut yang belum sesuai dengan rencana perusahaan. Rencana perusahaan untuk kemiringan jalan angkut pada Pit III adalah tidak boleh lebih dari 8% hal inilah yang menjadi permasalahan saat ini. Selain itu, beberapa geometri jalan angkut masih belum sesuai dengan standar persyaratan minimum menurut spesifikasi alat dan kondisi jalan angkut juga belum cukup baik sehingga akan mengakibatkan waktu edar alat angkut menjadi lebih lama. Dengan kondisi seperti ini produksi aktual setiap alat angkut Komatsu HD 785-7 adalah 204,49 ton/jam sedangkan produksi hasil perhitungan berdasarkan pendekatan dengan teori rimpull produksi alat angkut menjadi 222,78 ton/jam.
Upaya perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi alat angkut Komatsu HD 785-7 walaupun target produksi pengupasan lapisan tanah penutup sudah tercapai antara lain : 1. Adanya upaya perbaikan untuk geometri jalan angkut yang belum sesuai
dengan standar persyaratan minimum menurut spesifikasi alat dan pengisian bak dump truck masih dengan kondisi aktul yaitu 85 ton sehingga produksi alat angkut berubah dari 204,5 ton/jam menjadi 222,78 ton/jam.
2. Adanya upaya perbaikan untuk geometri jalan angkut yang belum sesuai dengan standar persyaratan minimum menurut spesifikasi alat dan pengoptimalan pengisian bak dump truck sehingga produksi alat angkut berubah dari 204,5 ton/jam menjadi 238,51 ton/jam.
3. Beberapa segmen jalan dilakukan perubahan kemiringan jalan angkut menjadi 7% dan setelah dilakukan perhitungan terhadap rimpull yang ada waktu edar akan lebih singkat dan produksi meningkat dari 204,5 ton/jam menjadi 246,02 ton/jam.
Dengan menggunakan upaya perbaikan terhadap kemiringan jalan angkut maka produksi alat angkut bisa ditingkatkan lagi walaupun target produksi sudah tercapai
GEOLOGI DAN STRUKTUR GEOLOGI DAERAH KROMONG DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SAMBENG, KABUPATEN LAMONGAN, PROVINSI JAWA TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi dan pola struktur daerah telitian. Lokasi penelitian terletak di daerah Kromong dan sekitarnya, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Terletak pada koordinat 645000-650000 mE dan 9185000-9192000 mN (WGS 84 zona 49 m) yang tercakup dalam lembar peta geologi Mojokerto dengan skala peta 1 : 15.000, dengan luas daerah telitian 5 x 7 km
2
. Penelitian ini dilakukan dengan evaluasi data lapangan, studi literatur dan interpretasi. Untuk mencapai tujuan penelitian perlu dilakukan proses-proses yang meliputi: memetakan dan menganalisis batuan pada lokasi telitian untuk mengetahui morfologi, stratigrafi, dan struktur geologi. Secara geomorfik daerah penelitian dibagi menjadi tujuh satuan bentuk asal, yaitu Satuan bentuk asal struktural punggungan antiklin (S1), lembah homoklin (S2), perbukitan homoklin (S3), lembah sinklin (S4), Satuan bentuk asal denudasional bergelombang terkikis sedang (D1), Satuan bentuk asal fluvial tubuh sungai (F1), dan dataran alluvial (F2). Stadia geomorfologi daerah telitian adalah muda menuju dewasa. Pola pengaliran yang terdapat pada daerah penelitian adalah trellis. Stratigrafi daerah penelitian terdiri dari lima satuan batuan yaitu satuan batulempung Sonde N17-N19 (Miosen Akhir), satuan batulempung Lidah N19-N20 (Pliosen), satuan batupasir Pucangan N21-N22 (Pliosen Akhir – Plistosen Awal), satuan batupasir Kabuh N22-N23 (Plistosen – Holosen), dan satuan endapan alluvial (Resen). Struktur geologi yang terdapat pada daerah telitian berupa lipatan dan kekar. Lipatan di daerah telitian ini terdiri dari Antiklin Kromong dan Sinklin Kreteranggon yang memiliki arah kelurusan Barat – Timur degan arah gaya utama Utara – Selatan. Kekar memiliki arah gaya utama Utara – Selatan. Pola kekar yang terbentuk pada daerah telitian adalah semakin curam kedudukan lapisan batuan maka pola kekar semakin bervariasi. Pola struktur secara umum pada daerah telitian berarah Barat – Timur
GEOTHERMOMETER DAN HEAT LOSS DALAM EKSPLORASI GEOKIMIA LAPANGAN PANASBUMI DAERAH CISOLOK-CISUKARAME KABUPATEN SUKABUMI, PROPINSI JAWA BARAT
Posisi Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng mengakibatkan terjadinya tumbukan yang memunculkan banyak gunungapi. Di daerah sekitar gunungapi banyak terdapat cebakan panasbumi sebagai salah satu sumber energi terbarukan. Salah satu daerah prospek panasbumi berada di Cisolok – Cisukarame yang terletak di Kabupaten Sukabumi Propinsi Jawa Barat. Stratigrafi daerah penelitian terdiri dari tua ke muda tersusun oleh batugamping Formasi Citarete, intrusi dasit, intrusi andesit, Formasi Citorek, Breksi Tapos, Lava Halimun, dan Endapan Alluvial. Struktur yang berkembang didaerah telitian berupa sesar berarah baratlaut – tenggara dan Timurlaut - Baratdaya, “Collapse Structure” dan sesar Utara Selatan yang membentuk struktur Graben. Manifestasi permukaan yang mengidentifikasi potensi panasbumi di daerah penelitian yaitu mata air panas, steaming geound, batuan alterasi, serta uap dan mata air panas. Keberadaan dan jenis manifestasi panasbumi mata air panas berperan penting dalam menentukan besarnya s uhu reservoar dan dapat digunakan untuk menghitung besarnya hilang panas alamiah panasbumi ( heat loss ) .
Berdasarkan pengolahan data lapangan, diperoleh nilai geothermometer panasbumi Cisolok berkisar antara 154°C-169°C, sedangkan untuk daerah Cisukarame geothermometernya berkisar 188°C-213°C. Diperoleh pula nilai heat loss daerah Cisolok sebesar 5.137,44 KJ/s, dan didaerah Cisukarame sebesar 19.372,5 KJ/s. Kata kunci : manifestasi, panasbumi, geothermometer, heat loss
Indonesia’s position is in the middle of the three plate, that cause so many vulcanoes. In aroud of the vulcanoes there are so many geothermal prospect as a one of renewable resources. One of them is Cisolok – Cisukarame geothermal field that located in Sukabumi district, West Java province.
Cisolok and Cisukarame geothermal field consist of eight rock units, from oldest to youngest are limestone of Citarete Formation, dasit intrusion, andesit intrusion, Citorek Formation, Breksi Tapos, Lava Halimun, and Alluvial deposit. Geological structure in the research area are NW – SE fault, NE – SW fault, collapse structure, and N – S fault that made graben structure.
Manifestations in Cisolok – Cisukarame geothermal field that shown geothermal potention are hot spring, fumarole, and altered rock. The existense of geothermal manifestation especially hot spring required to determine geothermometer dan heat loss. Based on the processing of data, geothermometer in Cisolok field between 154°C-169°C (Fournier, 1979), 163°C-174°C (Giggenbach, 1988). And Cisukarame’s geothermometer between 188°C-213°C.. Cisolok’s heatloss around 5.137,44 KJ/s, and Cisukarame’s heatloss around 19.372,5 KJ/s. Key words : manifestation, geothermal, geothermometer, heat los