Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional Repository
Not a member yet
    7373 research outputs found

    ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMAL PADA SAHAM - SAHAM INDEK LQ 45 DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) DENGAN MENGGUNAKAN METODE INDEKS TUNGGAL PERIODE TAHUN 2007 - 2011

    Get PDF
    ABSTRAKSI Muhammad Nur Aminullah. 2013. Judul skripsi “Analisis portofolio optimal pada saham-saham indeks LQ-45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan metode indeks tunggal periode tahun 2007-2011”, Pembimbing I Sadeli S.sos., M.si., Pembimbing II Dr. Adi Soeprapto M.si. Dalam melaksanakan kegiatan investasi, seorang investor dihadapkan pada dua hal yaitu tingkat pengembalian (return) dan juga risiko (risk) yang mungkin timbul akibat adanya ketidakpastian. Kita perlu ingat bahwa semakin besar return, maka tingkat risikonya akan semakin besar pula. Para investor meminimalkan risiko yang mereka tanggung dengan melakukan diversifikasi. Diversifikasi dapat diwujudkan dengan cara mengkombinasikan berbagai sekuritas dalam investasi, dengan kata lain mereka membentuk portofolio. Metode analisis model indeks tunggal dapat digunakan untuk menentukan saham-saham yang membentuk portofolio optimal serta proporsinya. BEJ membuat suatu indeks yang dikenal sebagai Indeks Liquid 45 (LQ-45). Indeks ini terdiri dari saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar besar dan likuiditas yang tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan populasinya adalah saham-saham yang masuk dalam daftar indeks LQ-45 selama periode pengamatan tahun 2007-2011 yaitu sebanyak 92 saham. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan kriteria yaitu saham yang selama periode pengamatan tahun 2007-2011 masuk dalam daftar indeks LQ-45 secara berturut-turut. Dari kriteria tersebut, didapat 18 saham yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi portofolio yang optimal dari saham-saham indeks LQ-45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2007-2011 dengan model indeks tunggal, sekaligus menentukan besarnya proporsi dana yang akan diinvestasikan untuk masing-masing saham pembentuk portofolio optimal tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 18 saham yang menjadi sampel, terdapat 10 saham yang menjadi kandidat portofolio optimal dengan nilai cut-of-point sebesar 0,0220. Portofolio optimal dibentuk oleh saham yang mempunyai excess returns to beta (ERB) terbesar, yaitu saham BBCA = 0,0460 atau 4,60%, PTBA = 0,0360 atau 3,60%, ASII = 0,0336 atau 3,36%, UNTR = 0,0322 atau 3,22%, BUMI = 0,0303 atau 3,03%, SMCB = 0,0288 atau 2,88%, INDF = 0,0274 atau 2,74%, BBRI = 0,0263 atau 2,63%, BMRI = 0,0259 atau 2,59%, dan PGAS = 0,0237 atau 2,37%. Proporsi dana untuk masing-masing saham pembetuk portofolio optimal adalah sebesar BBCA = 52,73%, ASII = 26,64%, PTBA = 20,62%, UNTR = 18,78%, SMCB = 11,48%, INDF = 11,25%, BBRI = 10,20%, BMRI = 9,22%, BUMI = 8,07%, dan PGAS = 3,41%. Expected return portofolio sebesar E(Rp) = 0,0200 atau 2% per bulan dengan tingkat risiko sebesar (σp) = 0,0850 atau 8,5%

    ANALISIS PERBEDAAN PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI BERDASARKAN PEMILIHAN KARIR SEBAGAI AKUNTAN (Studi pada Mahasiswa UPN, UII, dan STIE YKPN di Yogyakarta)

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan persepsi mahasiswa akuntansi. faktor-faktor yang digunakan sebagai variabel adalah gaji atau penghargaan finansial, pengakuan profesional, pelatihan profesional, nilai-nilai sosial, lingkungan kerja, pertimbangan pasar kerja, dan kesetaraan gender. Data yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner di beberapa Universitas Swasta yaitu UPN “V”, UII, dan STIE YKPN di Yogyakarta. Jumlah mahasiswa akuntansi yang menjadi responden adalah 120 orang. Penelitian ini menggunakan SPSS versi 20, dengan analisis Kruskal Wallis. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan persepsi secara keseluruhan yang dinilai dari faktor gaji atau penghargaan finansial, pengakuan profesional, pelatihan profesional, nilai-nilai sosial, lingkungan kerja, pertimbangan pasar kerja, dan kesetaraan gender. Kata kunci: persepsi, pemilihan karir, gaji atau pengahargaan finansial, pengakuan profesional, pelatihan profesional, nilai-nilai sosial, lingkungan kerja, pertimbangan pasar kerja, dan kesetaraan gender

    RANCANGAN SALURAN TERBUKA, SUMURAN DAN POMPA PADA PENAMBANGAN DI BLOK PALAS I PT. GEO MINING ENERGY KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    Bukaan tambang Blok Palas I merupakan salah satu lokasi penambangan milik PT. Geo Mining Energy yang terletak di Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Timur. Sistem penambangan yang diterapkan adalah sistem tambang terbuka. Pada tambang terbuka, sumber air yang masuk ke dalam tambang pada umumnya berasal dari air hujan yang langsung masuk ke bukaan tambang, air limpasan dari daerah tangkapan hujan di sekitar bukaan tambang, dan air tanah yang merembes pada jenjang bukaan tambang. Apabila dari sumber air tambang tersebut tidak ditangani dengan baik maka akan berpengaruh dalam kegiatan penambangan endapan Batubara di bukaan tambang Blok Palas I. Oleh karena itu perlu adanya rancangan sistem penyaliran tambang yang memadai untuk mendukung rencana penambangan Batubara di bukaan tambang Blok Palas I. Berdasarkan analisis data curah hujan tahun 2003-2010, diperoleh curah hujan rencana adalah 146,5 mm/hari, intensitas curah hujan sebesar 31,99 mm/jam dengan periode ulang hujan 5 tahun dan resiko hidrologi sebesar 67,23 %. Daerah tangkapan hujan pada lokasi penelitian satu daerah tangkapan hujan, yaitu DTH pada bukaan tambang dengan luas 2,251 km2. Debit air hujan yang langsung masuk ke bukaan tambang adalah 15,01 m3/detik, sedangkan air tanah tidak memberikan kontribusi terhadap debit air tambang. Metode penyaliran yang akan diterapkan adalah Mine Dewatering yaitu upaya untuk mengeluarkan air yang masuk ke areal penambangan. Saluran terbuka dibuat di sekitar bukaan tambang. Dimensi saluran adalah: Saluran I : a = 1 m; b = 1 m; B = 2 m; h = 1 m. Air yang masuk ke dalam bukaan tambang dialirkan secara alami ke dalam sumuran. Pembuatan sumuran didasarkan pada jumlah debit air tambang yang masuk ke bukaan tambang dan alat gali yang digunakan yaitu backhoe komatsu PC 200 LC-7. Dimensi sumuran adalah; kedalaman sumuran 5 m, luas sumuran 37.500 m2. Selanjutnya air yang telah masuk ke dalam sumuran dipompa menuju kolam pengendapan. Pompa yang dibutuhkan sebanyak 3 buah pompa yaitu merk Multiflo Tipe MFC-420. Dimensi dari kolam pengendapan adalah panjang 40 m, lebar 15 m, dan kedalaman 4 m. Dalam perancangan sistem penyaliran diketahui faktor-faktor yang berpengaruh adalah kondisi hidrologi, kondisi geologi, rencana kemajuan tambang, dan kondisi air tambang di daerah penelitian. Pit Blok Palas I is one of mine owned by PT. Geo Mining Energy is located in the District of Bulungan, East Kalimantan province. Mining which implemented is open pit methods. In the open pit mine, source of water that enters the mine is generally derived from the direct rain water into pit, runoff from rain catchment area around the pit, and ground water that seeps in the levels of the pit. If the source water from the mine was not handled properly it will affect the coal mining process at pit Blok Palas I. It is therefore necessary to design an appropriate system of water management to support the mine plan at pit Blok Palas I. Based on analysis of rainfall data for the year 2003-2010, the plan obtained by precipitation is 146.5 mm / day, the intensity of rainfall of 31.99 mm / hr with a 5-year return period rainfall and hydrological risk of 67.23%. Rain catchment area at research’s location is one catchment rainfall, DTH = 2,251 km 2 . Rainwater debit directly into the pit is 15.01 m 3 /s, while the ground water does not contribute to the mine water discharge. Water management method to be applied is a combination of Mine Drainage System is an attempt to prevent the water does not enter into the mine openings. Open channel is created around the pit. Dimensions of each channel is: Channel I: a = 1 m, b = 1 m, B = 2 m, h = 1 m. Flowed water into pit, let in naturally into the sump. Sump constructed based on the amount of mine water discharges into the pit and use backhoe komatsu PC 200 LC-7 for construct the sump. Dimensions of each sump are sump; 5 m of depth, 37.500 m 2 area of sump. Further, water pumped into the sediment pond. For that action needed 3 pieces of pump is branded by Multiflo with MFC-420 type of pump. Dimensions sediment pond is 40 m long, 15 m width, and 4 m of depth. Water management influence by many factors, there are influence the hydrology, geology, mine planning progress, and the condition of the mine water at study area

    ANALISIS PENILAIAN FINANCIAL DISTRESS PADA INDUSTRI TELEKOMUNIKASI YANG TERDAFTAR DALAM BURSA EFEK INDONESIA MENGGUNAKAN MODEL ALTMAN (Z-SCORE)

    Get PDF
    ABSTRAKSI Andria Tri Wibowo; 152080098, jurusan Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Judul penelitian “Analisis Penilaian Financial Distress pada Industri Telekomunikasi Yang Terdaftar Dalam Bursa Efek Indonesia Menggunakan Model Altman (Z-Score)”. Pembimbing Drs. Indro Herry Mulyanto M.Si dan Asih Marini Wulandari M.Si. Financial Distress seringkali dapat diartikan dalam tahap yang tepat dengan kebangkrutan yang ditandai dengan ketidakpastian profitabilitas pada masa yang akan datang. Model z-score merupakan salah satu model analisis multivariate yang diciptakan oleh Edward E. Altman untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan dengan tingkat ketepatan dan keakuratan yang relatif dapat dipercaya. Perusahaan harus dapat berpikir keras dalam meningkatkan dan mempertahankan pendapatan karena dengan adanya persaingan yang ketat, perusahaan bisa semakin berkembang, atau bangkrut. Penelitian ini ditunjukan untuk mengetahui tingkat kebangkrutan dari perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang Go Public pada tahun 2007 sampai 2011. Perusahaan tersebut adalah PT Bakrie Telecom Tbk, PT Indonesian Satellite Corporation Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, dan PT XL Axiata Tbk. Tipe penelitian adalah penelitian deskriptif dengan populasi seluruh data keuangan kelima perusahaan dari awal berdiri sampai sekarang dan sampelnya adalah data keuangan dari tahun 2007 hingga tahun 2011. Teknik sampling menggunakan purpose sampling. Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi. Analisis data menggunakan rumus Z = 0,717X1 + 0,847X2 + 3,107X3 + 0,420X4 + 0,998X5 di mana menghitung terlebih dahulu Working Capital to Total Assets (X1), Retained Earnings to Total Assets (X2), Earnings Before Interest and Taxes to Total Assets (X3), Book Value Equity to Book Value of Total Debt (X4), dan Sales to Total Assets (X5). Dari hasil perhitungan z-score kemudian dilakukan analisis yaitu apabila z > 2,90 maka perusahaan dinyatakan dalam keadaan sehat, apabila antara 1,20 dan 2,90 perusahaan dalam grey area, dan z < 1,20 perusahaan dalam potensial bangkrut. Dari data analisis z-score tersebut kemudian di analisis trend. Hasil dari analisis z-score hanya PT Telkom pada tahun 2007 saja yang ada dalam kondisi sehat selain itu yang lain dalam keadaan grey area dan potensial bangkrut. Bahkan PT Smartfren selalu dalam potensial bangkrut pada kelima tahun terakhir. Saran bagi perusahaan yaitu untuk meningkatkan nilai dari tiap-tiap variabel yaitu X1, X2, X3, X4, dan X5 serta bisa mempertahankan nilainya sehingga nilai dari z-score dapat meningkat dan perusahaan berada dalam kondisi sehat. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan khususnya mengenai analisis z-score pada industri Telekomunikasi yang ada di Indonesia

    ARAHAN PEMILIHAN TEKNIK KONSERVASI TANAH PADA LAHAN PERKEBUNAN CENGKEH (Studi Kasus di PT.Cengkeh Zanzibar Kebun Kalisidi Ungaran)

    Get PDF
    ABSTRAK Pengikisan tanah akibat erosi yang terjadi secara terus-menerus, menyebabkan tanah menjadi rusak. Kerusakan tanah menyebabkan unsur hara yang ada di dalam tanah tersebut banyak yang hilang. Jika unsur hara banyak hilang, akan mengganggu kelangsungan pertumbuhan tanaman. Oleh sebab itu kerusakan tanah yang terjadi harus diperbaiki dan dihindari dengan penggunaan teknik konservasi yang tepat agar tidak menjadi lahan kritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan besarnya tingkat bahaya erosi kemudian memperoleh arahan teknik konservasi yang dapat digunakan serta memetakan sebaran tingkat bahaya erosi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, pengambilan sampel menggunakan metode purposif dengan pertimbangan hasil overlay peta jenis tanah, penggunaan lahan, dan kemiringan lereng pada daerah penelitian. Perhitungan prediksi erosi menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE), tingkat bahaya erosi (TBE) dihitung dengan cara membandingkan besarnya erosi dengan kedalaman tanah, arahan pemilihan teknik konservasi tanah diperoleh dengan cara mempertimbangkan tingkat bahaya erosi (TBE) sedangkan pemetaan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Parameter yang diamati meliputi erosivitas, curah hujan, erodibilitas, tekstur lima fraksi, bahan organik tanah, struktur tanah, permeabilitas tanah, panjang lereng dan kemiringan lereng, faktor tanaman, faktor tindakan konservasi tanah, solum tanah, dan tingkat bahaya erosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya erosi yang terjadi paling tinggi terdapat pada area SPL 9 sebesar 210,12 ton/ha/th sedangkan yang terendah pada area SPL 6 sebesar 2,74 ton/ha/th. Tingkat bahaya erosi dengan kriteria sangat ringan, sedang hingga berat, sehingga diarahkan dalam pemilihan teknik konservasi yang dapat mengendalikan erosi seperti penanaman tanaman penutup tanah, penanaman tumpangsari, kebun campuran/agroforestry, teras individu, bangunan terjunan, dan dam pengendali (waduk mini). Kata Kunci: Erosi, USLE, Tingkat Bahaya Erosi, Teknik Konservasi iv ABSTRACT Topsoil scrapping due to erosion which is continuously occurred causing the land degradation. The degradation causes a big loss of nutrients from the soil. If many nutrients lost, it would disrupt the continuity of plant growth. Therefore, soil degradation should be corrected and avoided by the use of appropriate conservation techniques in order not to be a critical area. The objectives of this study were to determine the level of erosion hazard, to obtain selection conservation techniques directions that can be used, and to map the distribution of erosion hazard. Research used survey method. Sampling was conducted purposively under consideration of the map resulted from overlay of maps of soil types, land use, and slope in the study area. Erosion prediction was done by using the Universal Soil Loss Equation (USLE), erosion hazard level (TBE) was calculated by comparing the amount of erosion to soil depth, selection of soil conservation direction was obtained by considering erosion hazard level (TBE), while mapping was done by using geographic information systems (GIS). Observed parameters included erosivity, rainfall, erodibillity, five texture fractions, soil organic matter, soil structure, soil permeabillty, steepness and length of slope, crop factor, soil conservation measures factor, soil depth, and erosion hazard. The results show that the highest amount of erosion was occurred in SPL 9 with 210.12 tons/ha/yr and the smallest one was found in SPL 6 with 2.74 tons/ha/yr. Erosion hazard found were very light, moderate to severe level, so the techniques direction selected to control erosion were planting cover crops, intercropping cultivation, developing of mixed garden/agroforestry, individual terrace, waterfall construction, and control dam (micro reservoir). Keyword : erosion, USLE, erosion hazard level, conservation technique

    ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI MINAT PETANI MEREFERENSIKAN PAKAN IKAN COMFEED ( SURVEI PETANI KERAMBA JARING APUNG DI WADUK CIRATA JAWA BARAT )

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel-variabel yang mempengaruhi minat petani mereferensikan pakan ikan Comfeed, di Keramba Jaring Apung yang berlokasi di Waduk Cirata Jawa Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah petani keramba jaring apung yang memelihara ikan di wilayah waduk Cirata Jawa Barat yang menggunakan pakan ikan Comfeed, dengan dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 120 orang. Analisis data penelitian yang digunakan adalah model Structural Equation Modeling ( SEM ) dengan two step approach dengan menggunakan Analysis of moment structure ( AMOS 16.0 ) . Berdasarkan uji validitas dan reliabiitas indikator – indikator dalam penilitian ini bersifat valid dan reliabel. Pengaruh kemampuan mendengarkan dari seorang penjual terhadap minat mereferensikan nilai CR = 2,867, Pengaruh kemampuan mendengarkan dari seorang penjual terhadap kepuasan pelanggan pada penjuan nilai CR=1,376, pengaruh kemampuan mendengarkan dari seorang penjual terhadap kepuadan pelanggan pada penjual CR= 3,769, pengaruh kepercayaan pelanggan pada penjual terhadap minat mereferensikan nilai CR=3,114, Pengaruh kepuasan pelanggan pada penjual terhadap minat mereferensikan nilai CR= 2,748, pengaruh kepercayaan pelanggan pada penjual terhadap kepuasan pelanggan pada penjual nilai CR= 2,178 Kata Kunci :Kemampuan mendengarkan dari seorang penjual, Kepuasan pelanggan pada penjual, kepercayaan pelanggan pada pada penjual, minat mereferensikan

    ANALISIS PENGARUH ATMOSFER TOKO DAN PRODUK TERHADAP PERILAKU BERBELANJA DI RF. FASHION BANTEN

    Get PDF
    ABSTRAKSI REZA KAMARULLOH ANWAR, Analisis Pengaruh Atmosfer Toko Dan Produk Terhadap Perilaku Berbelanja di RF. Fashion Banten (Dibimbing oleh Danang Yudhiantoro, SE, M.Si dan Widhy Tri Astuti, SE, M.Si) Penelitian ini dimaksudkan : (1) Untuk mengetahui pengaruh atmosfer toko terhadap perilaku berbelanja di toko RF. Fashion Banten; (2) Untuk mengetahui pengaruh produk terhadap perilaku berbelanja di toko RF. Fashion Banten; dan (3) Untuk mengetahui pengaruh atmosfer toko dan produk secara bersama-sama terhadap perilaku berbelanja di toko RF. Fashion Banten. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang berbelanja pakaian di toko RF. Fashion Banten dalam enam bulan terakhir. Sedangkan sampel pada penelitian ini sebagian konsumen yang berbelanja pakaian di toko RF. Fashion Banten dalam enam bulan terakhir yaitu sebanyak 125 karyawan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang bersumber dari penyebaran kuesioner kepada responden penelitian. Penelitian ini meliputi variabel independen dan dependen, adapun variabel independennya adalah atmosfer toko dan produk, sedangkan variabel dependennya adalah perilaku berbelanja. Untuk pengujian pengaruh antara variabel atmosfer toko dan produk terhadap perilaku berbelanja di toko RF. Fashion Banten digunakan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis data menyimpulkan bahwa : (1) Variabel atmosfer toko dan produk secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perilaku berbelanja di toko RF. Fashion Banten, hal ini menunjukkan bahwa atmosfer toko sebagai lingkungan pembelian yang terbentuk dari elemen-elemen atmosfir toko, seperti store exterior, general interior, store layout, dan interior display mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam mempengaruhi perilaku berbelanja konsumen; (2) Variabel atmosfer toko secara parsial mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap perilaku berbelanja di toko RF. Fashion Banten, hal ini berarti kontribusi yang diberikan oleh faktor ini adalah positif yang dapat diartikan bahwa semakin tinggi pengaruh dari atmosfer toko maka semakin besar pula pengaruhnya terhadap perilaku berbelanja konsumen yang disebabkan oleh baiknya lingkungan pembelian; dan (3) Variabel produk secara parsial mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap perilaku berbelanja di toko RF. Fashion Banten, hal ini berarti kontribusi yang diberikan oleh faktor ini adalah positif yang dapat diartikan bahwa semakin tinggi pengaruh dari produk maka semakin besar pula pengaruhnya terhadap perilaku berbelanja konsumen yang ditunjukkan oleh baiknya kualitas produk yang dijual di toko RF. Fashion Banten. Kata kunci : Atmosfer Toko, Produk, Perilaku Berbelanja

    ANALISIS HUBUNGAN BANTUAN MODAL USAHA, PENDAMPINGAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PENDAPATAN ANGGOTA KELOMPOK USAHA BERSAMA DI KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN SLEMAN

    Get PDF
    Penelitian tentang hubungan bantuan modal usaha, pendampingan, tingkat pendidikan terhadap pendapatan kelompok usaha bersama di Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman ini bertujuan untuk menganalisis bantuan modal usaha, pendampingan, tingkat pendidiian kepada Kelompok Usaha Bersama melalui program pemberdayaan fakir miskin, Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dan penyebaran kuesioner dengan anggota usaha ekonomi produktif Kelompok Usaha Bersama. Sebanyak 47 orang dari 54 orang disebarkan kuesioner. Data sekunder dikumpulkan dari beberapa sumber dinas/instansi terkait. Alat analisis yang diperlukan untuk menganalisis pelaksanaan bantuan modal usaha kepada anggota kelompok usaha bersama melalui program pemberdayaan fakir miskin menggunakan metode deskriptif. Untuk menganalisis hubungan pemberian bantuan modal usaha, pendampingan, dan tingkat pendidikan . terhadap pendapatan anggota kelompok usaha dilakukan korelasi spearman’ rho menggunakan metode Chi Square. Dari hasil analisis, diperoleh hasil pengujian keterkaitan antar variabel melalui uji chi square, bantuan modal usaha (X ), pendampingan, dan tingkat pendidikan, memiliki hubungan anggota USEP kelompok usaha bersama di Kecamatan Ngemplak.Bantuan modal usaha dimana diperoleh nilai chi square 1 sebesar 57,8 dengan nilai signifikansi (Asymp.Sig (2-sided) sebesar 0,335.Berdasarkan hasil yang diperoleh, terlihat bahwa nilai chi square hitung (57,8)> dari chi square hitung tabel 54; 0,05 (1,676) maka H ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan bantuan modal usaha dengan pendapatan anggota USEP. Keterkaitan variabel pendampingan terhadap pendapatan diperoleh nilai chi square hitung pendampingan (X 2 0 ) sebesar 105,8 dengan nilai signifikansi (Asymp.Sig (2-sided) sebesar 0,006. Berdasarkan hasil yang diperoleh, terlihat bahwa nilai chi square (105,8)> dari chi square tabel 72; 0,05 (1,670) maka H ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pendampingan dengan pendapatan anggota USEP kelompok usaha bersama di Kecamatan Ngemplak. Keterkaitan variabel tingkat pendidikan terhadap pendapatan diperoleh nilai chi square hitung tingkat pendidikan (X 3 0 ) sebesar 72,25 dengan nilai signifikansi (Asymp.Sig (2-sided) sebesar 0,047. Berdasarkan hasil yang diperoleh, terlihat bahwa nilai chi square (72,25) > dari chi square tabel 54; 0,05 (1,676) maka H ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pendidikan dengan pendapatan anggota USEP kelompok usaha bersama di Kecamatan Ngemplak. 0 Kata- kata kunci: Hubungan Pendapatan, Modal Usaha, Pendampingan dan Tingkat Pendidikan . hitung hitun

    EVALUASI PELAKSANAAN ACIDIZING PADA SUMUR WAKA-WAKA , LAPANGAN KHRISAN PETROCHINA INTERNATIONAL (BERMUDA) LTD.

    Get PDF
    RINGKASAN Sumur Waka-Waka adalah sumur minyak yang terletak dilapangan Khrisan wilayah kerja Petrochina International Bermuda. Ltd. Sumur tersebut memproduksikan minyak pada Formasi Kais yang didominasi oleh batuan karbonat limestone klastik. Sumur Waka-waka terdapat pada formasi yang memiliki permeabilitas berupa rekahan-rekahan atau frac yang lembut. Pada interval 1, rekahan-rekahan yang ada kemungkinan besar tidak begitu banyak ditambah dengan invasi fluida bor dan komplesi yang membuat skin pada zona perforasinya menjadi positif 5.6. Dari hasil evaluasi logging sumur diperoleh hasil bahwa kondisi formasi yang tight atau rapat pada sekitar zona perforasi dengan K hanya sebesar 2.23 mD. K yang begitu kecil mengakibatkan laju alir dan produktivitas formasi dalam mengalirkan fluida ke lubang sumur menjadi kecil. Kemudian acidizing segera dilakukan guna mengatasi kondisi tight pada formasi dan diharapkan akan diperoleh Q yang lebih tinggi. Pada tanggal 27 September 2005 kemudian dilaksanakan operasi acidizing guna memperbaiki problem pada formasi tersebut khususnya pada layer 1 di kedalaman 2290’ – 2316’ MDKB. Metode yang digunakan untuk mengetahui berhasil atau tidaknya pelaksanaan acidizing adalah dengan membandingkan parameter produksi dan formasi sebelum dan setelah dilaksanakannya acidizing. Parameter produksi dan formasi yang dibandingkan adalah : PI, Q pada IPR, hasil tes laju produksi, Permeabilitas dan Skin sebelum dan sesudah acidizing. Untuk penggambaran kurva IPR sebelum dan sesudah digunakan metode Vogel , sedangkan untuk mengetahui permeabilitas, skin dan PI setelah acidizing dilakukan analisa data Pressure Build-up Test (PBU) dengan software Saphir 3.20. Hasil evaluasi dari pelaksanaan acidizing pada sumur Waka-Waka menyatakan bahwa operasi ini berhasil berdasarkan kenaikan laju test produksi dari 91.8 bopd menjadi 225 bopd, PI yang naik dari 0.73 bopd/ psi menjadi 1.67 bopd/ psi, Qo max pada kurva IPR yang meningkat dari 530 bopd menjadi 1151 bopd dan permeabilitas yang mengalami peningkatan serta skin yang mengalami perbaikan. Permeabilitas sebelum dilaksanakn acidizing sebesar 2,23 mD menjadi 19.8 mD setelah acidizing, sedangkan skin mengalami perbaikan dari (+) 5.6 sebelum acidizing menjadi (-) 4.04 setelah acidizing

    PENENTUAN ALTERNATIF STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT DAN MATRIKS BOSTON CONSULTING GROUP (BCG) (Studi Kasus pada PT. Sari Husada Unit 2, Kemudo, Klaten)

    Get PDF
    ABSTRAK PT Sari Husada merupakan salah satu perusahaan susu dan makanan bayi di Indonesia yang telah dikenal oleh masyarakat. Tetapi segmen pasar dari PT Sari Husada masih terbatas pada golongan menengah ke bawah saja dan pangsa pasar yang dimiliki masih terbatas pada wilayah Jawa saja. Hal ini menyebabkan penjualan perusahaan masih rendah. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alternatif strategi pemasaran yang sebaiknya digunakan PT Sari Husada untuk meningkatkan daya saingnya dengan perusahaan kompetitor. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis SWOT dan matriks Boston Consulting Group (BCG). Untuk melakukan analisis SWOT terlebih dahulu dilakukan identifikasi faktor-faktor kekuatan PT Sari Husada (10 faktor) kelemahan (3 faktor), peluang (9 faktor), dan ancaman (3 faktor). Faktor- faktor kekuatan dan kelemahan kemudian dibuat ke dalam matrik Evaluasi Faktor Internal (EFI) dan di dapatkan skor sebesar 3,01 sedangkan faktor-faktor peluang dan ancaman dibuat dalam matrik Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) dan didapatkan nilai EFE nya 2,772. Nilai matrik EFE dan EFI tersebut kemudian dimasukkan ke dalam matrik Internal Eksternal dan didapatkan posisi PT Sari Husada pada sel no 4 yaitu posisi Grow and Build . hasil matrik IE dimasukkan ke dalam matrik SWOT dan dapat diketahui rumusan-rumusan strategi kekuatan-peluang, kekuatan-ancaman, kelemahan-peluang, dan kelemahan-ancaman. Sedangkan untuk analisis matriks BCG terlebih dahulu dihitung tingkat pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatifnya pada tahun 2012, kemudian hasil perhitungan tersebut dimasukkan ke dalan matriks BCG untuk menentukan posisi PT Sari Husada. Dari pengeplotan pada matriks BCG di dapatkan posisi PT Sari Husada pada posisi bintang (star) Strategi pemasaran yang diperoleh dari analisis SWOT dan matriks BCG adalah pengembangan wilayah pemasaran PT Sari Husada hingga ke luar pulau Jawa, melakukan pengembangan produk baru yang lebih kaya gizi dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, serta melakukan penetrasi pasar hingga kalangan menengah ke atas agar volume penjualan produk makin meningkat sehingga keuntungan yang di dapatkan perusahaan juga tinggi. Strategi ini dipilih berdasarkan nilai pangsa pasar relatifnya sebesar 1,42 dan tingkat pertumbuhan pasar pada tahun 2012 sebesar 22,5 %. Kata kunci: Pemasaran , Analisis SWOT, matriks Boston Consulting Grou

    6,886

    full texts

    7,373

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇