Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
ANALISA STRUKTUR GEOLOGI PADA LAPANGAN “FELYSIA” MENGGUNAKAN FAULT ENHANCING FILTERNO TRANSITION PADA SEISMIK ATRIBUT KOHERENSI DI FORMASI TELISA, CEKUNGAN SUMATERA TENGAH
Telah dilakukan penelitian pada Lapangan “FELYSIA” yang merupakan
salah satu wilayah operasi kerja PT. Chevron Pasific Indonesia (PT. CPI). Daerah
penelitian merupakan daerah cekungan back arc basin dengan struktur geologi
aktif berupa struktur sesar. Sesar merupakan unsur dari petroleum system sehingga
penting untuk dipetakan secara akurat. Sesar pada daerah penelitian merupakan
sesar mayor dan sesar minor yang membentuk suatu pola sehingga perlu
diidentifikasi keberadaannya. Salah satu metode yang dapat mengidentifikasi
yaitu pemanfaatan atribut seismik yang efektif digunakan adalah atribut
koherensi.
Atribut koherensi difokuskan pada kesamaan/similaritas dari trace seismik
yang memantul pada domain two way time (TWT) traveltime seismik, sehingga
baik digunakan untuk memetakan struktur (sesar). Pencarian atribut koherensi
pada lapangan “FELYSIA” dilakukan dengan menggunakan atribut koherensi
setelah dan sebelum filter untuk melihat respon lebih lanjut struktur sesar dalam
bidang slice 3D seismik yang dapat digambarkan dari atribut koherensi tersebut.
Filter yang digunakan dalam penelitian ini adalah fault enhancing filter-no
transition untuk menghilangkan random noise dan mempertajam pola struktur.
Hasil analisa seismik atribut koherensi mampu memetakan struktur sesar
dengan baik, disamping itu hasil pengolahan data pada data seismik atribut yang
telah dilakukan filter pada atribut koherensi memiliki hasil yang lebih detil
dibandingkan dengan hasil atribut koherensi yang tidak di filter. Sesar mayor
dapat dipetakan dengan atribut koherensi namun setelah di filter baik sesar mayor
maupun sesar minor dapat dipetakan lebih jelas, sehingga target pola persebaran
arah sesar dapat diinterpretasikan.
Kata Kunci: Atribut Koherensi, Sesar, Fault Enhancing Filter-no Transition
EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER POLA KEMITRAAN PADA PT. JATMIKO PUTRO
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi peternak plasma dan pengaruh
harga DOC, pakan starter, pakan finisher, dan output tertimbang terhadap efisiensi
serta menganalisis tingkat efektivitas kemitraan antara PT. Jatmiko Putro dengan
peternak plasma.
Metode penelitian mengunakan metode deskriptif. Pelaksanaan penelitian
menggunakan studi kasus. Pengambilan sampel dengan teknik sampling purposive
sebanyak 12 orang peternak yang menjalin kemitraan dengan PT. Jatmiko Putro 6
periode ternak berturut-turut dalam setahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha peternakan ayam broiler peternak plasma
pada kemitraan dengan PT. Jatmiko Putro efisien. Harga output tertimbang
berpengaruh terhadap efisiensi. Pengujian dengan ‘skala likert’ menunjukkan tingkat
efektivitas kemitraan sedang.
Kata kunci: kemitraan, efisiensi, efektifita
ANALISIS KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD (STUDI PADA PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA PERIODE 2000 - 2011)
Pemerintah daerah merupakan organisasi sektor publik yang tidak hanya nonprofit oriented, namun juga quasi nonprofit oriented dengan memaksimalkan potensi sumberdaya daerah yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat. Dalam menilai kinerjanya, pemerintah daerah lebih banyak berfokus pada efisiensi biaya dan evaluasi terhadap anggaran pendapatan dan biaya. Sehubungan dengan itu, diperlukan sistem penilaian dan pengukuran kinerja yang komprehensif, Balanced Scorecard adalah salah satu alternatif pengukuran kinerja yang bertujuan menggabungkan ukuran kinerja keuangan dan non keuangan. Melalui keempat perspektif yakni finansial, pelanggan/pubik, proses internal serta pertumbuhan dan pembelajaran.
Penelitian ini menggunakan objek Pemerintah Kota Yogyakarta, dengan mengambil data primer berupa studi pustaka dan data sekunder berupa laporan keuangan dan penyelenggaraan pemerintah selama 4 tahun, yakni periode tahun 2008-2011. Peneliti melakukan analisis deskriptif komparatif secara komulatif dengan melakukan evaluasi kinerja pemerintah daerah antar periode kemudian membandingkan dengan tahun sebelumnya dan kemudian diberi skor sesuai dengan kriteria penilaian kinerja. Aspek pengukuran dari perspektif finansial meliputi pertumbuhan PAD, biaya PAD, rasio efisiensi, rasio efektifitas dan rasio kemandirian daerah. Perspektif pelanggan dengan melihat rasio alokasi belanja dan rasio tingkat pelayanan. Perspektif proses internal dilihat dari rasio persentase penyelesaian pelayanan publik, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dilihat pada perkembangan pelatihan pegawai.
Hasil penelitan ini menunjukkan perspektif finansial, pelanggan dan proses internal dinilai baik, sedangkan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dinilai masih kurang. Secara komulatif penilaian kinerja dari keempat perspektif Pemerintah Kota Yogyakarta adalah baik.
Kata kunci : Organisasi Sektor Publik, Pemerintah Daerah, Kinerja, Balanced Scorecard.
ABSTRACT
The local government is a public sector organization that is not only non-profit oriented, but also quasi nonprofit oriented to maximize the resource potential of the region aimed at the welfare of society. In assessing performance, local governments more focused on cost efficiency and evaluation of budget revenues and expenses. Accordingly, the required system assessment and comprehensive performance measurement, the Balanced Scorecard is a performance measurement alternative measures aimed at combining financial and non- financial performance. Through the four perspectives namely financial, customer or pubic, internal process and learning and growth.
This study uses object Yogyakarta City Government, by taking the primary data in the form of literature and secondary data from financial reports and government organization for 4th years, is the period of 2008 till 2011. Researchers conducted a comparative descriptive analysis of the cumulative evaluation of local government performance between periods and then comparing with the previous year and then given a score according to performance criteria. Measurement of the financial aspects include revenue growth, cost of revenue, efficiency ratio, the ratio of the effectiveness and independence of the ratio of the area. Customer perspective by looking at the ratio of expenditure allocation and service ratio. Internal process perspective seen from the ratio of the percentage of completion of public services, and learning and growth perspective views on the development of employee training.
The results of this research demonstrate financial perspective, customer and internal processes considered good, while learning and growth perspective still unwell. The cumulative assessment of the performance of the four perspectives of Yogyakarta City Government is good.
Keywords: Public Sector Organizations, Local Government, Performance, Balanced Scorecard
PENERAPAN METODE KRITERIA RUNTUH HOEK & BROWN DALAM MENENTUKAN FAKTOR KEAMANAN PADA ANALISIS KESTABILAN LERENG DI TAMBANG BATUBARA PT. KALTIM BATU MANUNGGAL KALIMANTAN TIMUR
vi
ABSTRACT
PT. Kaltim Batu Manunggal is an coal mining companies in Kutai
Kartanegara, East Kalimantan province. Mining activity conducted by making a
tiered slope. The slopeswere not based on geotechnical studies, so the slope
geometry was made the same regardless of differences in the characteristics of the
rock mass there. Same treatment to slope geometry regardless of characteristics
of the rock mass have a low confidence rate of slope stability.
The research was conducted to classify the rock mass with the system rock
mass rating (RMR) and geological strenght index (GSI).The research was
conducted on two kind rocks in two different locations, claystone in Loop 2 and
sandstone in Loop 5.
RMR values obtained from rating of the five parameters RMR at each
location is Loop 2 = 63 and Loop 5 = 52. GSI value are reduction as many as 8 of
the value of RMR (Saptono, 2012), so that the GSI values obtained at each
research location is Loop 2 = 55 and Loop 5 = 44.
To get the cohesion (c) and friction angle in ( ) in the rock mass at
research sites used approach Hoek & Brown failure criterion (2002). Cohesion (c)
and the friction angle ( ) at each research locations are Loop 2 = 35 kN/m2,
26,99o and Loop 5 = 42 kN/m2, 37,76o.
From the analysis it can be concluded that the results of the analysis
conducted, the exact determination is GSI Saptono (2012), recommendation for a
single slope for loop 2 is 6 m, slope angle 35° and single slope for loop 5 is 6 m,
slope angle 40°. For the overall slope loop 2 is 42 m, angle slope 25° and overall
slope loop 5 is 42 m, angle slope 28°. Activities to maintain the stability slopes in
the study area is the monitoring system
RANCANGAN TEKNIS PENAMBANGAN BIJIH BESI DI PT. SITASA ENERGI DESA PULAU LAYANG KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI
PT. Sitasa Energi merupakan suatu perusahaan swasta nasional, bergerak di
bidang pertambangan bijih besi yang terletak di Desa Pulau Layang Kabupaten
Merangin Provinsi Jambi. Wilayah IUP Operasi Produksi daerah prospek I PT.
Sitasa Energi seluas 400 Ha, dengan keadaan geografisnya, wilayah PT. Sitasa
Energi berada pada koordinat 102°05’52,4” BT sampai 102°9’46,3” BT dan
2°1’40” LS sampai 2°4’22,9” LS.
Endapan bijih besi yang akan ditambang secara umum tersingkap di
permukaan tanah berada di lereng cekungan antar bukit, yang merupakan endapan
kolovial. Rencana penambangan pada daerah ini dilakukan dengan metode
tambang terbuka open cast. Rancangan penambangan yang berbasis komputasi
dengan menggunakan Software Autocad, dan Surpac 6.5, untuk rancangan yang
baik dan terarah.
Berdasarkan model rancangan, diketahui cadangan bijih besi tertambang di
daerah penelitian pada pit blok gunung es adalah sebesar 643.485 ton. Geometri
penambangan yang diperoleh dari rekomendasi geoteknik adalah tinggi jenjang
tunggal 5 meter , lebar jenjang 2 meter dan kemiringan jenjang tunggal 65°, untuk
sudut interramp slope angle 50
0
dan overall slope angle with ramp 43
. Lebar
jalan angkut tambang pada jalan lurus sebesar 8 meter, pada tikungan 11 meter,
dan kemiringan jalan angkut maksimum sebesar 9 %. Berdasarkan hasil
rancangan teknis penambangan didapatkan jumlah tahapan penambangan
ANALISA PETROFISIKA DALAM KARAKTERISASI RESERVOAR DAN IDENTIFIKASI FLOW UNIT PADA LAPANGAN “SPS”
Berdasarkan data hasil lapangan di kawasan utara pulau Madura, Cekungan Jawa Timur, Formasi
Kujung I telah dilakukan penelitian dalam konteks melakukan karakterisasi terhadap reservoar
berdasarkan Analisa Petrofisika di Pertamina Hulu Energi WMO (West Madura Offshore), Jakarta
Selatan, Indonesia. Formasi kujung I tersusun oleh lapisan karbonat dimana struktur yang
berkembang berupa reef/buildup dan sedikit mengandung lapisan serpih. Proses dalam penelitian ini
dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu, persiapan data log dan data core yang digunakan, tahap
pengolahan dengan menggunakan software geolog 6.7, dilanjutkan dengan identifikasi reservoar,
identifikasi zona hidrokarbon dan identifikasi litologi serta fluida berdasarkan sifat-sifat dari setiap
data log yang digunakan.
Dalam penentuan porositas dan permeabilitas didasari dari data log yang dikorelasi dengan data core
kemudian dari porositas yang telah diperoleh dapat ditentukan nilai Resistivitas Air dan Saturasi Air
dari formasi yang dianalisa, sementara itu porositas sekunder juga ditentukan dari kolaborasi antara
tiga jenis log porositas dimana pada lapisan karbonat porositas tidak hanya berasal dari ruang antar
butir penyusun batuan tetapi juga berasal dari rekahan bahkan pelarutan akibat proses diagenesa.
Kemudian integrasi dari porositas dan permeabilitas berhasil didapatkan kualitas laju aliran terbaik
untuk penentuan titik perforasi.
Hasil yang diperoleh dari penelitian pada lapangan SPS memiliki nilai Saturasi Air rata-rata sebesar
21%, Porositas rata-rata sebesar 23%, dan Permeabilitas rata-rata sebesar pada 30.5 mD. Sementara
hasil berdasarkan tingkat flow unit dalam identifikasi kualitas laju aliran dikategorikan sebagai
kualitas aliran yang paling baik memiliki nilai permeabilitas sekitar 33.73 mD – 53.26 mD, dan
porositas 26% - 36%, dimana kandungan shale relatif memberi pengaruh secara langsung terhadap
kualitas aliran tergantung peranannya.
Kata Kunci: Analisis Petrofisika, Karakterisasi Reservoar Karbonat, Flow Unit
“ STUDI ARAHAN PENGGUNAAN LAHAN BERDASARKAN ASPEK GEOLOGI DAN SUMBER DAYA ALAM DI KAWASAN PESISIR PANTAI PARANGTRITIS, KECAMATAN PUNDONG, KABUPATEN BANTUL DAN KECAMATAN PURWOSARI, KABUPATEN GUNUNG KIDUL, PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA “
Secara administrasi lokasi penelitian terletak di daerah Pesisir Pantai Parangtritis
dan sekitarnya Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, dan Kecamatan Purwosari,
Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelah timur
berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri, sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten
Klaten dan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Bantul dan sebelah selatan
berbatasan dengan Samudera Hindia. Daerah penelitian termasuk dalam Peta Rupa Bumi
Digital BAKOSURTANAL. Secara Koordinat UTM (Universal Transverse Mercator),
daerah penelitian terletak pada 425000mE–431000mE (West-East) dan 9112000mN–
9125000mN (South-North).
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui fenomena geologi , kondisi geologi,
potensi geologi serta memberikan arahan penggunaan lahan daerah telitian berdasarkan
sumber daya alam dan aspek geologi.
Daerah penelitian dibagi menjadi empat bentuk asal, yaitu struktural, marine,,
karst dan fluvial. Bentuk asal struktural terdiri dari satuan bentuk lahan gawir sesar,,
bentuk asal marine terdiri dari satuan bentuk lahan pantai, bentuk asal karst terdiri dari
satuan bentuk lahan perbukitan karst, dan bentuk asal fluvial terdiri dari dua satuan
bentuk lahan, yaitu dataran aluvial dan tubuh sungai. Pola aliran di daerah telitian
berdasarkan interpretasi dari peta topografi termasuk ke dalam pola aliran subdendritik.
Stratigrafi daerah penelitian dimulai dari tua ke muda tersusun atas satuan breksi
Nglanggran, satuan batugamping Wonosari dan satuan endapan Aluvial.
Endapan Kuarter menyusun sekitar 50% dari seluruh daerah penelitian. Endapan
ini sifat fisiknya masih urai atau berupa material lepas. Endapan Kuarter tersebut
termasuk ke dalam lingkungan pengendapan fluviatil.
Dari hasil analisa kemampuan lahan, evaluasi lahan, dan kesesuaian lahan,
penggunaan lahan di daerah penelitian dibagi menjadi 5 kawasan tata guna lahan yaitu
kawasan permukiman, kawasan industri, kawasan konservasi, kawasan pertanian, dan
kawasan pariwisata
KEPENTINGAN AMERIKA SERIKAT MEMBANTU UGANDA MENGATASI MASALAH PEMBERONTAKAN LORD`S RESISTANCE ARMY (LRA)
The LRA, known as The Lord`s Resistance Army
perpetrated a twenty-year conflict with the Ugandan
government. This complex conflict was rooted in British
“devide and rule” colonialism, then perpetuated by
subsequent governments. In 1989, after former president
Milton Obote`s government was overthrown, the LRA, led
by Joseph Kony initiated an armed struggle against
current president Yoweri Museveni`s government. The LRA
soon began terrorizing the northern Acholi civilian
population as a means to obtain supplies, garner
attention and challenge the Ugandan government.
The LRA is considered a terrorist organization by
the United State government and is wanted by the
International Crimes Court for war crimes and crimes
against humanity. Although the LRA initially gained
support from local people who had grievances againts
the current Uganda administration, they brutal tactics
eventually isolated their base of support. The LRA then
turned to abducting children, forcing them to become
soldiers or sex slave. During the peek period of
attacks, villagers and their children sought refuge
nightly in the security of town centers, walking up to
ten kilometers every day to sleep on sidewalks.
Keyword : LRA, child soldiers, Uganda, Joseph Kon
ANALISIS PENGARUH PENCEMARAN AIR TERPRODUKSI TERHADAP SUNGAI KALIASIN DAN AIRTANAH DI DESA LEDOK, KECAMATAN SAMBONG, KABUPATEN BLORA, PROVINSI JAWA TENGAH
Penelitian ini terletak pada daerah administrasi Desa Ledok, Kecamatan
Sambong, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah. Eksploitasi minyak di Ledok
dilakukan secara tradisional di bawah pengawasan LPPM UPN “Veteran”
Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dampak dari adanya
kegiatan eksploitasi minyak secara tradisional oleh warga Ledok, (2) mengetahui
kualitas air terproduksi, air Sungai Kaliasin, dan juga airtanah warga Ledok, (3)
mengetahui tingkat pencemaran pada air Sungai Kaliasin dan airtanah, (4)
mengetahui arah sebaran pencemaran pada airtanah.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan metode analisis
laboratorium. Teknik sampling yang digunakan adalah radom sampling. Metode
analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan indeks pencemaran. Baku
mutu yang digunakan adalah Permen LH no. 19 tahun 2010 dan PP no. 82 tahun
2001.
Berdasarkan evaluasi penelititan di lapangan, menunjukkan bahwa
eksploitasi minyak secara tradisional oleh warga Ledok menyebabkan kerusakan
lingkungan fisik yaitu adanya lapisan minyak dan perubahan warna pada Sungai
Kaliasin, serta ceceran minyak pada tanah sekitar sumur minyak. Kadar TDS pada
air terproduksi tidak sesuai baku mutu dengan nilai TDS tertinggi 20934 ppm pada
SP 163 dan TDS terendah 9576 ppm pada SP 03. Kualitas air pada air Sungai
Kaliasin dan airtanah telah memenuhi baku mutu sesuai peruntukannya. Tingkat
pencemaran pada Sungai Kaliasin bagian hulu adalah tercemar ringan, sedangkan
tingkat pencemaran pada airtanah adalah kondisi baik (sesuai baku mutu). Arah
sebaran pencemaran pada airtanah relatif ke arah tenggara, yaitu ke arah pemukiman
penduduk. Arah pengelolaan untuk pengendalian pencemaran oleh air terproduksi
dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan pendekatan teknologi dan pendekatan
institusi.
Kata kunci : air terproduksi, kualitas air, tingkat pencemaran, destilasi, IPAL
SISTEM INFORMASI KEPENDUDUKAN KABUPATEN BANGKA BERBASIS WEB
Kabupaten Bangka merupakan salah satu dari 6 kabupaten yang ada di Kepulauan
Bangka Belitung. Di Kabupaten Bangka ini pun memiliki peluang usaha dan investasi
yang melimpah ruah, mulai dari alam maupun SDM-nya, beberapa diantaranya adalah di
bidang hotel & pariwisata, properti, pertambangan & energi dan masih banyak yang
lainnya. Informasi yang ada sekarang mungkin belum cukup untuk mempromosikan dan
menginformasikan ke wisatawan dan investor yang ada dan mungkin masih secara lisan
saja, belum ada yang berbasis global, misalnya seperti web. Maka dibutuhkan suatu sistem
informasi kependudukan secara menyeluruh yang berbasis web, sehinggga dapat
memberikan informasi kepada masyarakat secara luas.
Metodologi yang digunakan dalam pengembangan sistem adalah Waterfall (Siklus
Air Terjun). Perangkat lunak yang digunakan untuk membuat aplikasi ini adalah bahasa
pemrograman PHP (HyperText Preprocessor), MySQL sebagai databasenya dan
Macromedia Dreamweaver CS 5 versi 11.0 sebagai penunjang untuk merancang tampilan
web.
Sistem Informasi Kependudukan Kabupaten Bangka Berbasis Web ini dibuat untuk
memberikan informasi kepada masyarakat dan wisatawan serta para investor mengenai
data-data pertumbuhan penduduk, pendidikan maupun objek-objek wisata yang ada di
Kabupaten Bangka agar lebih mudah diakses melalui media internet