Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
PENENTUAN PENGARUH AIR TERHADAP KOHESI DAN SUDUT GESEK DALAM PADA BATUGAMPING DI SIDOREJO, KULONPROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
The presence of water on the rocks can affect the mechanical properties of
rocks such as compressive strength, tensile strength, and shear strength. In mining
operations, both open pit and underground mining, the water content is very
important to influence the changes of the safety factor, both on the slopes and
opening of underground mining. The decreasing of safety factor cause failure that
causes environmental damage, endangerment of life safety and loss in economic.
This research is performed to determine the effect of water to the cohesion
and friction angle which are affect the shear strength on rocks. The limestone
samples taken from the quarry in Lendah District, Daerah Istimewa Yogyakarta
Province. The condition of samples on direct shear test is saturated, natural and
dried.
Based on the laboratory tests, it is known that increasing 1% in water
content due to decreasing cohesion of rock 4,56 kPa and friction angle of rock
2,78
0
. There for, the bonds between particle in limestone is getting weak along
with the increasing of water content. To determine the influence of water content,
so there is made a case study about slope stability analysis. This case is applied to
design of single slopes with height 7m and angle 50
0
. As the result the presence of
water condition affect the decreasing of safety factor
STRATEGI EVENT MARKETING PUBLIC RELATIONS PADA ROEMAH MOEDIK DAGADU DJOKDJA DALAM MENINGKATKAN BRAND AWARENESS TERHADAP BRAND DAGADU DJOKDJA
PT Aseli Dagadu Djokdja (dikenal dengan nama Dagadu) merupakan
perusahaan yang bergerak pada bidang industri kreatif cinderamata alternatif khas Jogja
dengan mengusung tema Everything About Djokdja. Sebagai sebuah produk
cinderamata khas Jogja, tentunya Dagadu Djokdja akan mengeksplorasi semangat,
khasanah, dan citra budaya lokal melalui inovasi-inovasi produknya. Industri kreatif ini
tak ingin hanya dianggap sebagai sebuah produsen kaos oblong saja, ada hal-hal unik
yang ingin ditampilkan dalam sebuah cinderamata. Salah satu acara unik yang dibuat
oleh industri kreatif ini adalah Roemah Moedik Dagadu Djokdja. Melalui event ini,
Dagadu Djokdja ingin meningkatkan awareness dan juga membentuk image positif.
Atas dasar inilah penulis meneliti lebih lanjut mengenai strategi event Marketing Public
Relations PT Aseli Dagadu Djokdja. Penulis menganalisis strategi event Roemah
Moedik Dagadu Djokdja dalam membangun dan meningkatkan brand awareness
terhadap brand Dagadu Djokdja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengidentifikasi dan menganalisis strategi event marketing public relations pada
Roemah Moedik Dagadu Djokdja dalam meningkatkan brand awareness terhadap
brand Dagadu Djokdja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi, dan juga
studi pustaka. Penelitian ini menggunakan rangkaian analisis data, reduksi, penyajian,
hingga penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber.
Strategi yang digunakan dalam event Roemah Moedik Dagadu melalui tiga tahap, yaitu
tahap perencanaan, implementasi, dan juga evaluasi. Pada tahap perencanaan,
Marketing Communication Officer menetapkan tujuan, melakukan analisis situasi,
menetapkan konsep dan tema, dan perencanaan terhadap penggunaan media
komunikasi. Pada tahap implementasi, event Roemah Moedik menekankan pada
pembentukan pengalaman atau experience kepada pengunjung melalui ambience gerai
yang berbeda. Pada tahap evaluasi, Marketing Communication Officer melihat seberapa
jauh awareness pengunjung gerai dan juga pencapaian tujuan melalui kuesioner yang
diisi oleh konsumen dan juga melihat kembali laju penjualan pada saat event
berlangsung
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM DAN DANA ALOKASI KHUSUS TERHADAP PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA MODAL DAERAH KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) berpengaruh positif terhadap Belanja Modal pada kabupaten/kota provinsi Nusa Tenggara Barat. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini 10 kabupaten/kota yang ada pada Provinsi Nusa Tenggara Barat yang bersumber dari Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan waktu penelitian yaitu tiga tahun (2008-2010).
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh signifikan terhadap anggaran belanja modal. Sedangkan Dana Alokasi Umum (DAU) dan dana Alokasi Khusus (DAK) tidak berpengaruh signifikan terhadap anggaran belanja modal. Secara simultan variabel Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus berpengaruh positif terhadap anggaran belanja modal.
Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Belanja Moda
ANALISIS KUALITAS AIR AKIBAT KEGIATAN EKSPLORASI MINYAK DI SUMUR TUA B ANYUASIN, DESA JATILAMPOK, KECAMATAN BANJAREJO, KABUPATEN BLORA, PROVINSI JAWA TENGAH
Banjarejo district is one of the districts that have petroleum reserves. Oil
exploitation in the Banyuasin mature well has done traditionally under the
supervision of LPPM UPN "Veteran" Yogyakarta. This research aims to find out
river water pollution level and the management guidance for overcoming the
pollution caused by water produced in the Banyuasin mature well.
The methods used are survey method and data analysis. Data analysis method
used is descriptive analysis and pollution indices to determine the status of river
water quality (Environmental Ministry Decision No. 115 of 2003). The parameters
used based on Environmental Government Role No. 19 of 2010 (COD, TDS,
sulphide, phenol total, ammonia, oils and grease, and temperature) and Government
Regulation No. 82 of 2001 (TDS, DO, temperature, and pH).
Upstream condition is no polluted (0,67), in the middle of river is intermediate
polluted (5,19), and downstream condition is light polluted (4,73). Management
guidance of produced water pollution control by has done in three ways, by using
distillation technology approach or using reserve osmosis membranes, institutional
approach and socio-economic approach.
Key words: oil exploration, water produced, pollution level, distillation, membrane
reserve osmosi
PENENTUAN KOMBINASI PRODUK OLAHAN PEPAYA CALIFORNIA DENGAN MEMPERHATIKAN ASPEK EKONOMI DAN LINGKUNGAN MENGGUNAKAN SINGLE OBJECTIVE APPROACH (Studi Kasus pada UKM CV Sari Food Mandiri dan UD Ngudi Lestari, Purwokerto)
CV Sari Food Mandiri dan UD Ngudi Lestari adalah UKM yang mengolah
pepaya California menjadi produk manisan, selai, dan keripik. Kedua UKM saat
ini masih berproduksi secara mandiri dan belum bekerja sama. Hasil keuntungan
yang diperoleh kedua UKM pun masih terbatas dan belum dapat dimaksimalkan.
Aspek lingkungan yang menjadi bagian penting suatu produk juga belum
mendapat perhatian.
Pada penelitian ini dihitung analisis ekonomi dan lingkungan dari masingmasing
produk dari kedua UKM. Analisis ekonomi yang dihitung meliputi biaya
tetap, biaya variabel, penjualan produk, harga pokok produksi, dan keuntungan.
Adapun aspek lingkungan dihitung menggunakan life-cycle assessment yang
meliputi emisi gas yang dihasilkan, limbah cair, dan dampak abiotic stock
resources. Setelah aspek ekonomi dan lingkungan berhasil diperoleh, selanjutnya
dilakukan optimasi menggunakan metode Single Objective Approach.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi produk olahan berbahan
pepaya California dengan memperhatikan aspek ekonomi dan lingkungan ialah
sebesar 728,6257 kg untuk manisan, 0 kg untuk selai, dan 0 kg untuk keripik.
Kombinasi produk tersebut menghasilkan keuntungan sebesar Rp 3.446.664,00.
Nilai keuntungan ini lebih tinggi dari nilai keuntungan sekarang yang hanya
sebesar Rp 798.850,02. Adapun nilai lingkungan yang timbul ialah sebesar Rp
325.819,50.
Kata kunci: olahan pepaya california, life-cycle assessment, single objective
approac
PERAN PUBLIC RELATION DALAM PROGRAM CSR (Studi Deskriptif pada Program CSR “Ayo Melek Gizi” PT Sarihusada Yogyakarta)
Dalam menghadapi permasalahan sosial PT. Sarihusada telah menjalankan
berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR). Program ‘Ayo Melek
Gizi’ (AMG) merupakan kegiatan edukasi tentang gizi yang menjadi salah satu
tema utama bergerak dalam pengetahuan kesadaran akan gizi terutama untuk ibu
dan anak. Penelit ian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan strategi Public
Relations serta tanggapan masyarakat dalam Program ‘Ayo Melek gizi’ di
Yogyakarta. Penelit ian ini menggunakan metode deskriptif kualit atif. Sumber data
berasal dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang
digunakan berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam penelit ian ini
teknik validitasi yang digunakan yaitu triangulasi data atau sumber. Triangulasi
data atau sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan
suatu informasi kualitatif. Hasil penelit ian menunjukkan bahwa peran Public
Relations dalam program ‘Ayo Melek Gizi’ PT. Sarihusada di Yogyakarta
meliputi: (1) Penasihat Ahli, (2) Fasilitator Komunikasi, dan (3) Teknisi
Komunikasi. Fungsi Public Relations dalam hal ini adalah sebagai communicator,
membina relationship dan membangun corporate image (citra). Dalam
melakukan kegiatan corporate social responsibility Program ‘Ayo Melek Gizi’,
PR PT. Sarihusada Yogyakarta melakukan beberapa aktivitas meliputi: (1)
Problem Solving, (2) Public Interest, (3) Maintenance Good Communications,
dan (4) Membina relationship. Dalam tahapan evaluasi Public Relations PT.
Sarihusada melakukan analisis menganai situasi sekitar perusahaan menggunakan
analisis SWOT (Strength, Weakness, Oportunity, Threat). Kesimpulan dalam
penelit ian ini bahwa peran Public Relations PT. Sarihusada dalam melaksanakan
program Corporate Social Responsibility ‘Ayo Melek Gizi’ di Yogyakarta adalah
sebagai penasehat ahli, fasilitator komunikasi dan teknisi komunikasi. Adapun
strategi yang digunakan meliputi Strategi Operasional, Pendekatan Persuasif dan
Edukatif, Pendekatan Tanggung Jawab Sosial Public Relat ions, Pendekatan
Kerjasama, dan Pendekatan Integratif dan Koordinatif. Respon ataupun tanggapan
dari masyarakat sangat posit if dan berharap agar program tersebut dapat terus
berkelanjutan dan dikembangkan karena program-program CSR seperti ini sangat
membantu sekali bagi para orangtua dalam memberi pengetahuan kebutuhan gizi
bagi anak-anaknya, sehingga terhindar dari permasalahan gizi buruk
ANALISIS ISI PESAN DALAM PROGRAM ACARA DOKUMENTER “ZERO TO HERO” DI METRO TV
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul Analisis isi pesan dalam program acara dokumenter “Zero To Hero” di Metro TV. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan banyaknya program-program acara yang sama, seperti sinetron, infotainment, musik dan acara-acara yang kurang menarik lainnya. Mayoritas acara-acara tersebut hadir karena tren dan kemudian saling mengikuti satu sama lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi isi pesan yang disampaikan dalam program acara dokumenter “Zero To Hero”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yakni program acara dokumenter “Zero To Hero” Periode 2010 sampai dengan 2011 sebanyak 55 tayangan. Unit analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah tema materi, pesan inspiratif, persoalan hidup, jenis kelamin, jumlah narasumber, usia narasumber utama dan latar belakang profesi narasumber utama. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa unit analisis tema materi dengan kategori kegiatan sosial diperoleh data sebesar 36,36%, unit analisis pesan inspiratif dengan kategori kepedulian diperoleh data sebesar 61,82%, unit analisis persoalan hidup dengan kategori sosial dan ekonomi diperoleh data sebesar 29,1%, unit analisis jenis kelamin dengan kategori perempuan dan laki-laki diperoleh data sebesar 83,64%, unit analisis jumlah narasumber dengan kategori 6 orang atau lebih diperoleh data sebesar 54,55%, unit analisis usia narasumber utama dengan kategori lebih besar sama dengan 40 tahun diperoleh data sebesar 41,82%, dan unit analisis latar belakang profesi narasumber dengan kategori aktivis diperoleh data sebesar 43,64%. Secara keseluruhan program acara dokumenter “Zero To Hero” merupakan program yang menghadirkan kisah orang-orang yang melakukan aksi sosial pada lingkungannya. Nilai-nilai sosial yang terkandung di dalamnya diharapkan mampu menginspirasi dan dapat memberikan pembelajaran bagi yang menyaksikan program tersebut.
2
ABSTRACT
This study entitled Analysis of the content of the message in the documentary program "Zero To Hero" at Metro TV. The research is motivated by the many programs of the same event, such as sitcoms, infotainment, music and events that are less interesting. The majority of events are present due to the trend and then mutually follow each other. The purpose of this study was to identify the contents of the messages conveyed in the documentary program "Zero To Hero". The research method used in this study was content analysis. The sample used in this study the documentary program "Zero To Hero" The period 2010 to 2011 as many as 55 impressions. The unit of analysis used in this study is the theme of the material, inspirational messages, life issues, gender, number of speakers, the age of primary sources and major sources of professional backgrounds. Based on the results of research and analysis has been done the result that the unit of analysis theme of the material to the category of social activity data obtained by 36.36%, the unit of analysis inspirational message with category concerns the data obtained at 61.82%, the unit of analysis problems of living with a social category and Economic data obtained at 29.1%, the unit of analysis by gender categories of women and men obtained data at 83.64%, the unit of analysis the number of speakers with 6 or more categories of data obtained at 54.55%, the unit of analysis informant age larger main categories with 40 years of data obtained 41.82%, and the unit of analysis with a professional background sources activist categories of data obtained 43.64%. Overall the documentary program "Zero To Hero" is a program that presents the story of the people who perform social action on the environment. Social values contained in them should be able to inspire and can provide learning for those who watched the program
GEOLOGI DAN POTENSI SUMBERDAYA BATUBARA BERDASARKAN DATA PERMUKAAN DESA GUNUNG SARI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SEGAH, KABUPATEN BERAU, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
SARI
Daerah penelitian di daerah Desa Gunung Sari dan sekitarnya, Kecamatan
Segah, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Daerah penelitian terletak
pada koordinat N = 525222 – 5287222, E = 270000 – 272500 dalam Universal
Transverse Mercator (UTM) sedangkan koordinat dalam Astronomis 20 26’ 30” LU
– 20 28’ 00” LU dan 1170 13’ 30” BT – 1170 15’ 30” BT, dengan luas daerah
pemetaan 2,5 x 3,5 km = ± 1000 ha.
Daerah penelitian secara fisiografi termasuk termasuk ke dalam zona sub
cekungan Berau dari cekungan Tarakan, geomorfologi daerah penelitian terdiri dari
dua bentukan asal, yaitu bentukan asal struktural dengan subsatuan geomorfologi
perbukitan homoklin (S1), subsatuan geomorfologi lembah sinklin (S2), subsatuan
geomorfologi perbukitan antiklin (S3), dan subsatuan geomorfologi perbukitan
sinklinal (S4), bentukan asal fluvial dengan subsatuan geomorfologi dataran aluvial
(F1) dan subsatuan geomorfologi rawa (F2). Pola pengaliran yang berkembang di
daerah penelitian adalah pola pengaliran dendritik.
Stratigrafi daerah penelitian terdiri dari tua ke muda, yaitu : satuan batupasir
Sembakung dan satuan batulempung Sembakung. Satuan ini memiliki hubungan
selaras, Formasi Sembakung ini berumur Eosen Awal - Akhir (Situmorang dan
Burhan, 1995). Satuan ini di endapkan pada lingkungan Transitional-Lower Delta
Plain dan satuan endapan Aluvial diendapkan secara tidak selaras di atasnya. Satuan
ini berumur Holosen dan pengendapanya masih berlangsung hingga sekarang dan
satuan ini di endapkan pada lingkungan darat.
Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian yang memiliki
bentukan berupa struktur lipatan, menurut klasifikasi lipatan oleh (Fluety,1964) maka
lipatan pada daerah telitian termasuk dalam klasifikasi lipatan Upright Horizontal
Fold dan Steeply Inclined Gentle Plunging Fold.
Daerah penelitian memiliki 3 lapisan batubara yaitu seam A dengan ketebalan
rata-rata 0,4 m, seam B dengan ketebalan rata-rata 0,8 m, dan seam C dengan
ketebalan rata-rata 0,4 m. Ketebalan lapisan batubara pada daerah penelitian
mempunyai klasifikasi tipis. Kemiringan lapisan batubara mempunyai klasifikasi
miring. Berdasarkan hasil uji kualitas batubara menggunakan klasifikasi ASTM
(American Society for Testing and Materiall), peringkat batubara secara umum di
daerah penelitian adalah yaitu Bituminous Coal High Volatile C.
Berdasarkan perhitungan sumberdaya batubara dengan metode penampang,
diperoleh hasil sumberdaya tereka perbandingan Linier Stripping Ratio (LSR) 1:10
pada setiap lapisan batubara sebagai berikut : Seam A : 39026 Ton, Seam B :
353262 Ton, dan Seam C : 71058 To
GEOLOGI DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUPASIR “A2” FORMASI BEKASAP LAPANGAN MINA CEKUNGAN SUMATERA TENGAH
SARI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui geologi lapangan “MINA”, variasi litologi, fasies unit, lingkungan pengendapan dan geologi bawah permukaan. Lokasi penelitian terletak pada salah satu daerah operasi PT. Chevron Pacific Indonesia, lapangan “MINA”, Cekungan Sumatera Tengah, sekitar ± 40km ke arah timurlaut dari kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Penelitian ini difokuskan pada batupasir A2, Formasi Bekasap, Kelompok Sihapas.
Metode penelitian dilakukan dengan cara deskriptif analitik, yaitu mengintegrasikan data log sumur dan data inti batuan (core). Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis litologi, litofasies, fasies, log sumur dan pemetaan bawah permukaan. Jumlah sumur digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 24 sumur.
Hasil penelitian diperoleh variasi litologi daerah telitian terdiri atas batupasir dan batulempung yang terdapat pada sumur C-21 sebagai data inti batuan. Fasies yang berkembang terdiri dari amalgamated braided channel, transgressive channel fill dan prograding mouth bar berdasarkan Toha, 1999. Penyebaran batupasir A2 relatif merata pada lokasi telitian, dengan pelaparan relatif menebal ke arah timurlaut dan menipis ke arah baratdaya.
Berdasarkan analisis inti batuan dan pola log (elektrofasies) pada batupasir A2 diendapkan pada lingkungan estuarine. Struktur bawah permukaan dari lapangan “MINA” dari data log dan peta bawah permukaan menunjukan kombinasi struktur antiklin dan sesar mendatar kiri
PENGARUH WAKTU ISTIRAHAT PENDEK TERHADAP TINGKAT KALELAHAN DAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA SISTEM KERJA SHIFT (Studi Kasus pada Stasiun Kerja Pembentukan Produk di Phia Deva, Sleman - Yogyakarta)
ABSTRAK
Untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin kompleks manusia mengerahkan segenap potensi untuk mengembangkan diri dan memanfaatkan sumber daya yang ada. Kerja shift merupakan pilihan dalam cara pengorganisasian kerja yang tercipta karena adanya keinginan untuk memaksimalkan produktivitas kerja sebagai pemenuhan tuntutan konsumen.
Penelitian ini menganalisis tingkat kelelahan subjektif dan objektif antara shift pagi dan shift siang di PHIA DEVA Sleman Yogyakarta serta pengaruh pengaturan waktu istirahat pendek pada shift yang memiliki tingkat kelelahan tinggi. Dalam hal ini digunakan kuisioner 30 Item of Rating Scale untuk mengetahui tingkat kelelahan subjektif dengan indikasi menurunnya aktivitas, motivasi, dan fisik dan metode Bourdon Wiersma Test untuk mengetahui tingkat kelelahan objektif karyawan dengan interpretasi kecepatan, konstansi dan ketelitian pekerjaan.
Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil Subjektivitas kelelahan Shift pagi adalah tingkat 1 berklasifikasi rendah dengan penurunan aktivitas tingkat 2 berklasifikasi sedang, penurunan motivasi tingkat 1 berklasifikasi rendah, dan penurunan fisik tingkat 1 berklasifikasi rendah. Untuk tingkat objektivitas shift pagi dengan interpretasi kecepatan sebesar 10,48 dalam golongan cukup baik, ketelitian sebesar 4,25 dalam golongan cukup, dan konstansi sebesar 2,05 dalam golongan cukup baik. Subjektivitas kelelahan Shift siang adalah tingkat 2 berklasifikasi sedang dengan penurunan aktivitas tingkat 3 berklasifikasi tinggi, penurunan motivasi tingkat 3 berklasifikasi tinggi, dan penurunan fisik tingkat 3 berklasifikasi tinggi. Untuk tingkat objektivitas shift siang dengan interpretasi kecepatan sebesar 15,30 dalam golongan ragu-ragu, ketelitian sebesar 9,75 dalam golongan ragu-ragu, dan konstansi sebesar 4,72 dalam golongan cukup. Waktu istirahat pendek diterapkan pada shift siang yang memiliki tingkat kelelahan yang lebih tinggi dan memiliki pengaruh positif terhadap kelelahan subjektif dan objektif serta tingkat produktivitas karyawan. Penurunan subjektivitas kelelahan responden rata-rata 38,7%. Kenaikan interpretasi tingkat kecepatan rata-rata 38%, kenaikan interpretasi tingkat ketelitian rata-rata 31,7% dan interpretasi tingkat konstansi mengalami penurunan dengan rata-rata 38% dan untuk tingkat produktivitas karyawan dengan tingkat kenaikan produktivitas sebesar 22,2% dan kenaikan tingkat kualitas sebesar 41,3%.
Kata Kunci : Kelelahan Objektif, Kelelahan Subjektif, Shift Kerja, Bourdon-Wiersma Test, 30 Item of Rating Scale, Waktu Istirahat Pendek.
xiv
ABSTRACT
To deal with an increasingly complex technological developments took all of human potential to develop themselves and make use of existing resources. Shift work is a choice in how the organization of work created by the desire to maximize the productivity of labor as the fulfillment of the demands of consumers.
This study analyzes the fatigue level of subjective and objective between the morning shift and the afternoon shift at Phia DEVA Sleman Yogyakarta and the effect of the timing of short breaks on shifts that have high levels of fatigue. In this case the 30 items of the questionnaire used Rating Scale to determine the level of fatigue with an indication of decreased activity opinion, motivation, and physical and Bourdon Wiersma test method to determine the fatigue level objectively employees with the interpretation speed, constancy and accuracy of the work.
Based on the research results obtained Subjectivity Shift morning fatigue are classified low-level 1 with decreased activity level 2 being classified, classified decreased motivation level 1 low, and physical decline classified level 1 low. For the level of objectivity to the interpretation morning shift speed of 10.48 in the class pretty well, accuracy is 4.25 in the group enough, and the constancy of 2.05 in a pretty good class. Subjectivity Shift afternoon fatigue is a level 2 being classified with a decreased activity of higher classified level 3, level 3 classified decreased motivation high, and physical decline classified level 3 high. For the level of objectivity to the interpretation of the afternoon shift speed of 15.30 in the class of hesitation, accuracy class of 9.75 in doubt, and the constancy of 4.72 in the group enough. When applied to a short break during the shift that has higher levels of fatigue and has a positive influence on subjective and objective fatigue and the level of employee productivity. Decrease fatigue subjectivity of respondents on average 38.7%. Increase interpretation average rate of 38%, an increase interpretation accuracy rate of 31.7% on average and interpretation constancy rate decreased by an average of 38% and for the level of productivity of employees with a level of 22.2% increase in productivity and an increase in quality of 41.3%.
Keywords: Fatigue Objective, Subjective Fatigue, Shift Work, Bourdon-Wiersma Test, 30 items of Rating Scale, Short Breaks