Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
PERKIRAAN CADANGAN MINYAK SISA DAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN PADA LAPISAN “X” DI LAPANGAN SANGASANGA
Lapisan “X” mempunyai Original Oil In Place (OOIP) sebesar 5,32
MMSTB, yang mulai diproduksikan pada tahun 1971 dan berakhir pada tahun
2002 dengan kumulatif produksi saat itu sebesar 1,95 MMSTB. Usaha
memproduksikan kembali Lapisan “X” akan dilakukan dengan mengaktifkan
kembali sumur-sumur yang pernah berproduksi. Sebelum melakukannya, terlebih
dahulu dilakukan penentuan besarnya jumlah minyak sisa yang masih dapat
diproduksikan (remaining reserve) dengan menggunakan Metode Decline Curve.
Proses penyelesaian kajian ini meliputi: menentukan jumlah minyak awal
ditempat, menentukan laju ekonomi limit, mengumpulkan data produksi dan
data keekonomian yang dibutuhkan, memperkirakan profil produksi sumursumur
dengan
menggunakan
Metode
Decline
Curve
untuk
menentukan
jumlah
minyak
sisa yang masih
dapat diproduksikan,
menentukan
skenario
pengembangan lapangan untuk meningkatkan perolehan minyak, melakukan
perhitungan keekonomian untuk menentukan besarnya Cash Flow yang akan
diterima oleh pihak Kontraktor dan pihak Pemerintah, menentukan besarnya
indikator ekonomi yang meliputi Rate Of Return (ROR), Net Present Value
(NPV), Discounted Profit to Investment Ratio (DPIR) dan Pay Out Time (POT),
melakukan analisa sensitivitas pada parameter keekonomian yang berupa laju
produksi minyak, biaya produksi, harga minyak dan investasi. Analisa sensitivitas
ini dilakukan untuk menentukan jenis parameter keekonomian yang paling sensitif
dalam memberikan perubahan pada harga indikator ekonomi.
Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan, umur produksi dari lapangan
mencapai 87 bulan dengan kumulatif produksi yang diperoleh sampai dengan laju
produksi economic limit adalah sebesar 19537.11 STB sehingga jumlah minyak
yang masih dapat diproduksikan sebesar 20500.86 STB. Hasil perhitungan
indikator Net Presnt Value (NPV) = 73,130 USD, Rate Of Return (ROR) =
21,83%, Provit Invesment Ratio (PIR) = 0.45, Discounted Provit Invesment Ratio
(DPIR) = 0.11, Pay Out Time (POT) = 1,37 tahun.
Berdasarkan analisa sensitivitas yang dilakukan diketahui bahwa parameter
keekonomian yang paling sensitif terhadap indikator keuntungan adalah harga
minyak dan produksi minyak. Berdasarkan hasil perhitungan indikator ekonomi,
Lapisan “X” masih layak untuk dikembangkan atau diproduksikan kembali
ANALISIS ISI LAYOUT IKLAN KOSMETIK PADA MALAJAH FEMALE PERIODE BULAN JULI - DESEMBER 2011
ABSTRAK
Dalam pembuatan iklan di media cetak, layout penting untuk diperhatikan.
Sebuah layout bagi iklan dapat dibandingkan dengan cetak biru sebuah rumah atau
bangunan. Sebuah layout yang baik mampu membuat pembacanya menilai produk yang
ditawarkan merupakan produk yang bagus, dan bukan iklannya yang bagus. Salah satu
cara untuk menarik perhatian pembaca agar menghentikan sejenak kedua matanya dan
mengamati iklan adalah dengan menciptakan layout. Female merupakan majalah wanita
yang cocok untuk mengiklankan produk - produk seperti, kosmetik, pakaian, aksesoris,
dan sebagainya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui isi layout yang
digunakan pada majalah Female. Metode penelitian yang digunakan adalah metode
penelitian kuantitatif tipe deskriptif dengan analisis isi. Analisis isi adalah penelitian yang
bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam
media massa. Analisis isi berusaha memahami data bukan sebagai kumpulan peristiwa
fisik, tetapi sebagai gejala simbolik untuk mengungkap makna yang ada dalam sebuah
teks, dan memperoleh pemahaman terhadap pesan yang direpresentasikan. Teks dapat
berupa kata-kata, makna gambar, simbol, gagasan, tema dan bermacam bentuk pesan
yang dapat dikomunikasikan. Pada penelitian ini ada penemuan yang menarik yaitu iklan
yang dimuat pada majalah Female bentuk iklannya adalah kategori informative
advertising karena bentuk iklan ini lebih menarik sehingga setiap pembaca ingin
mengetahui bagaimana penjelasan mengenai produk yang diiklankan itu. Dari segi
desainnya banyak menggunakan kategori the law of balance karena sebagian besar
iklannya mengedepankan ilustrasi gambar, karena desain ini tidak membuat pembacanya
bosan dengan isi iklan yang banyak menggunakan tulisan. Penggunaan tipe layout nya
banyak memakai picture window karena sebagian besar iklan kosmetik di majalah
Female lebih banyak diisi oleh ilustrasi visual dari iklan suatu produk yang efektif dan
efisien sehingga bisa meyakinkan dan memotivasi pembaca untuk bertindak. Bentuk
format iklannya sendiri banyak menggunakan jenis the one linear karena mengutamakan
headline dan visualisasi yang besar dan menarik sehingga dibuat besar. Kedua elemen
itulah yang pertama kali dilihat oleh pembaca. Jenis typeface rata-rata memakai san serif
karena jenis huruf ini efektif sekali karena tingkat keterbacaannya tinggi, dan tulisan
dibuat besar, membuat tulisan ini langsung terbaca walau pembaca tidak memperhatikan
iklan ini secara seksama.
xvii
ABSTRACT
In advertisement making in printed media, it is important to notice about layout.
For an advertisement, a layout can be compared as a blueprint for a house or a building.
A good layout will attract readers to consider that the product offered is a good one,
rather than to think that it is a good commercial. One way to attract readers’ attention to
stop their eyes and notice an advertisement is to create a layout. Female is a women’s
magazine which is suitable to ad products such as cosmetics, wardrobes, accessories, and
so on. The objective of this research is to figure out layout content used in Female
magazine. This paper uses a quantitative method with descriptive type and content
analysis. Content analysis is a research which is based on in-depth discussion through
content of a written or printed information in a mass media. Content analysis attempts to
comprehend data as symbolic signs to uncover meaning in a text and achieve
understanding through message represented, rather than only a collection of physical
events. Texts can be in form of words, meaning of pictures, symbols, ideas, themes and
various forms of messages that can be communicated. In this research, there is an
interesting finding, i.e. the form of advertisement printed in Female magazine is
categorized as informative advertising, because this form of advertisement is more
interesting. Therefore, every reader wants to know more about the product explanation
advertised. Talking about design, Female uses law of balance category because most of
their commercials put forward pictures illustration. This kind of design will not make
their readers bored, compared to commercials which used texts more. The layout type
uses picture window more because most of cosmetics commercials in Female magazine
are filled with visual illustration of a product commercial, used effectively and
efficiently, to convince and motivate readers to take an action. The commercial form
itself uses one linear type since it prioritizes huge and interesting headline and
visualization, therefore it is printed big. Both elements are the first thing to see by
readers. Usually, typeface font used is san serif, because this kind of font is very effective
since its reading rate is high. This font is printed big and bold, which makes this writing
is read directly, although readers do not notice the commercial carefully
PRARANCANGAN PABRIK 1,3 DIKHLOROPROPANE DARI PROPANE DAN CHLORINE Kapasitas 60.000 ton/tahun
ABSTRAK
Pabrik 1,3 Dichloropropane dari Propane dan Chlorine dengan kapasitas rancangan 60.000 ton/tahun direncanakan didirikan di daerah Krakatau Industrial Estate Kecamatan Ciwandan - Cilegon, propinsi Banten dengan lahan seluas 46.000 m2. Pabrik dalam 1 tahun bekerja selama 330 hari dan 24 jam per sehari dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan 80 orang. Pabrik 1,3 Dichloropropane ini memerlukan Propane yang dipenuhi dari PT. Chandra Asri Petrochemical Centre, Cilegon. Sedangkan bahan baku Chlorine didapat dari PT. Asahimas Subentra Chemical, Cilegon.
1,3 Dichloropropane dibuat dengan mereaksikan Propane dan Chlorine di dalam reaktor alir pipa yang berlangsung pada suhu 100 oC dan tekanan 3 atm. Hasil keluar reaktor selanjutnya dipisahkan melalui separator-03, kemudian hasil bawah separator-03 yang berupa 1,3 Dichloropropane dimasukkan dalam tangki-03. Utilitas pabrik 1,3 Dichloropropane meliputi air sebagai pendingin, air sebagai steam, dan keperluan kantor dan rumah tangga dengan jumlah total sebesar 57.940,993 ton/tahun diperoleh dari industry penyedia air PT. Krakatau Tirta Indonesia yang terletak dekat dengan lokasi pabrik. Listrik sebesar 2075,317 kW di peroleh dari PLN unit PLTU Suralaya dan sebagai cadangan dipakai generator dengan daya 2100 kW.
Hasil analisa ekonomi pabrik 1,3 Dichloropropane ini memerlukan modal tetap sebesar Rp 391.400.417.000, modal kerja sebesar Rp 165.567.263.000, ROI sebelum pajak 37,046% per tahun dan ROI sesudah pajak 27,155% per tahun, POT sebelum pajak 2,126 tahun dan POT sesudah pajak 2,691 tahun, Shut Down Point (SDP) 31,778%, Break Event Point (BEP) 47,144% dan DCF 41.707 tahun. Berdasarkan hasil perhitungan evaluasi ekonomi tersebut, maka pabrik 1,3 Dichloropropane dengan kapasitas 60.000 ton/tahun layak dipertimbangkan untuk didirikan
EVALUASI TRAJECTORY PELAKSANAAN PEMBORAN BERARAH SUMUR “X” PADA LAPANGAN “Y” PT. PERTAMINA EP (REGION JAWA)
Pemboran berarah sumur “X” koordinat atas permukaan North = 9.303.162,07 m - East = 825.804,56
m, pada lapangan “Y” diwilayah kerja PT. Pertamina EP Region Jawa dilakukan pemboran berarah type “S”
dengan sistem cluster. Tujuannya untuk penghematan biaya dan lahan pengeboran. Pemboran berarah sumur
“X” direncanakan dengan kedalaman Kick off Point (KOP) 500 mTVD, BUR 2°/30 m dan DOR 1°/30m, sudut
inklinasi 14.46°, arah azimuth N 291.33°E dengan 2 titik target yang akan ditembus pada puncak lapisan
Formasi Talang Akar (TAF) kedalaman 2832 mTVD dan puncak lapisan Formasi Jatibarang (Konglomerat)
kedalaman 3095 mTVD pada koordinat bawah permukaan North =. 9.303.350,30 m – East = 825.322,60 m.
Permasalahannya yaitu menegevaluasi penyimpangan pelaksanaan pemboran berarah sumur “X” lapangan “Y”
ditinjau dari aspek formasi, mekanis dan hidrolika.
Metodologinya adalah melakukan evaluasi pelaksanaan pemboran berarah sumur X dengan langkah
sebagai berikut. Langkah pertama pengumpulan data pemboran dan data survey lintasan sumur “X” yang telah
direncanakan oleh PT. Pertamina EP. Langkah kedua membuat perencanaan lintasan pemboran berarah sumur
“X” PT. Pertamina EP dengan pendekatan metoda minimum of curvature. Langkah ke-tiga mengevaluasi
pelaksanaan pemboran berarah sumur X terhadap perencanaan pemboran PT. Pertamina EP dengan pendekatan
plot perbandingan lintasan TVD vs VS. Langkah ke-empat mengevaluasi penyimpangan lintasan pelaksanaan
pemboran berarah sumur “X” yang ditinjau dari aspek formasi, mekanis dan hidrolika.
Dari hasil evaluasi pelaksanaan pemboran terhadap perencanaan pemboran PT. Pertamina EP, terjadi
penyimpangan maksimal lintasan vertical (TVD) sebesar –24.89 m, horizontal (VS) -8.42 m pada koordinat N
150.30 m dan E -390.32 m dengan arah azimuth (β) N 289.96°E dikedalaman 2291.22 mMD/2238.90 mTVD.
Dari hasil evaluasi aspek formasi, terjadi penurunan sudut inklinasi sebesar 1.12° dari yang direncanakan 14.46°
menjadi 13.34°, dikarenakan adanya pergantian formasi yang ditembus yaitu formasi lunak (sandstone) ke keras
(limestone). Dari hasil evaluasi aspek mekanis yaitu besar WOB pada saat sebelum pembelokan sebesar 11023
lb dan besar WOB pada saat pembelokan sebesar 26455 lb, sehingga terjadi efek pendulum, maka efek
pendulum tersebut ditanggulangi dengan efek fulcrum, yaitu merubah harga WOB menjadi 17636 lb dan harga
RPM dinaikan dari 40 ke 70 RPM agar sudut membesar dan kembali sesuai dengan rencana yang telah
ditentukan. Dari hasil evaluasi aspek hidrolika, kehilangan tekanan pada seluruh sistem sirkulasi yang dilalui
aliran lumpur sebesar 2999.9 psi dengan perolehan prosentase BHHP/HHP sebesar 46.73% dari kapasitas
tekanan pompa lumpur 3000 psi, maka kondisi hidrolika tersebut kurang optimum. Untuk hasil evaluasi
pelaksanaan pemboran berarah sumur X pada target reservoir TAF dikedalaman 2831 mTVD, terjadi
penyimpangan lintasan vertical (TVD) sebesar 5.67 m, horizontal (VS) –3.59 m dengan koordinat N 184.80 m
dan E -478.93 m pada arah azimuth (β) N 295.82°E. Hasil evaluasi pada target reservoir konglomerat
dikedalaman 3095 mTVD, terjadi penyimpangan lintasan vertikal (TVD) sebesar 3.33 m, horizontal (VS) 0.58
m dengan koordinat N 184.56 m dan E -483.51 m pada arah azimuth (β) N 232.44°E. Dengan melihat hasil
evaluasi pelaksanaan pemboran berarah pada sumur X bahwa tidak adanya penyimpangan lintasan yang terlalu
jauh dari batas radius toleransi kedua titik target (circle shape, r = 20 m) yaitu reservoir “Y” TAF dan reservoir
“W” F-JTB (Konglomerat). Dengan melihat hasil evaluasi pelaksanaan pemboran berarah pada sumur X bahwa
pelaksanaan pemboran berarah sumur X dinyatakan berhasil dan optimal
KAJIAN SUMBER DAYA GEOLOGI UNTUK KELAYAKAN ASET GEOWISATA KAWASAN PESISIR PANTAI PARANGTRITIS DAN SEKITARNYA,KECAMATAN KRETEK DAN PUNDONG, KABUPATEN BANTUL DAN KECAMATAN PURWOSARI ,KABUPATEN GUNUNGKIDUL, PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Berdasarkan letak astronomis, Pantai Parangtritis berada antara 08 00 37-8 01 42 LS dan
antara 110 16 4-110 19 29 BT, Berdasarkan peta topografi lembar 47/XL III-C, lembar 47/XL IIC
dan lembar 47/XL II-B pada skala 1:25.000 . Berdasarkan letak administrasi, pantai
parangtritis termasuk diwilayah kecamatan Kretek Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta. Lokasi tersebut secara geologis terletak pada daerah geologis Jawa tengah zone
dataran aluvial pantai bagian selatan (Van Bemmelen, 1949). Secara fisiografis daerah penelitian
ini merupakan pegunungan plateu yang mengalami penurunan dan terus berkembang menjadi
dataran aluvial pantai selatan (Pannekoek, 1949). Adapun luas wilayah daerah penelitian
menurut perhitungan dari peta, yang terbagi pada tiga zona menurut Rencana Teknis Obyek
Wisata (RTOW) Pantai Parangtritis. Meliputi Zona Inti Obyek Wisata, Zona Kelautan, dan Zona
Konservasi
Pengembangan Geowisata dapat dilakukan dengan mengadakan event ataupun aktivitas
seperti outbond, susur gua, hiking, camping, paralayang, panjat tebing, etc. Keadaan alam sekitar
sangat mendukung untuk berbagai kegiatan yang bersifat petualangan atau adventure. Untuk
mendukung kegiatan- kegiatan wisata ini tentunya diperlukan perbaikan dan penambahan
infrastruktur yang akan menambah kenyamanan para wisatawan, baik itu di bidang transportasi,
akomodasi, fasilitas pengunjung dan juga kualitas Sumber Daya Manusia sehingga bisa
mendukung perkembangan kegiatan geowisata di daerah ini
STUDI DRILLING RATE INDEX TERHADAP BATU ANDESIT
Pengeboran batuan untuk penyediaan lubang ledak merupakan pekerjaan
pertama kali yang harus dilakukan dalam kegiatan peledakan. Sehingga
kelancaran pelaksanaan peledakan sangat didukung oleh cepatnya penyediaan
lubang ledak. Kecepatan pengeboran untuk penyediaan lubang ledak memegang
peranan penting pada cepat lambat terbentuknya lubang ledak. Kecepatan
pengeboran dipengaruhi oleh formasi geologi, yang mana Karakteristik batuan
andesit pada Formasi Andesit Tua di Dusun Gunung Kukusan, Desa Hargorejo,
Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo berbeda dengan batuan andesit pada
Formasi Nglanggran di di Dusun Karanganyar, Desa Ngalang, Kecamatan
Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi Yogyakarta. Sehingga perlu
dilakukan penelitian di laboratorium untuk mengetahui korelasi data pengujian
dengan drilling rate index sebagai parameter drillabilitas batuan.
Pengujian di laboratorium dilakukan untuk memperoleh data komposisi
mineral batuan
dan siewers J value. Data yang diperoleh
dikorelasikan dan dikaji untuk mengetahui pengaruh formasi geologi terhadap
kecepatan pengeboran batuan andesit, dengan parameter drilling rate index.
20
Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa Formasi Andesit Tua
mempunyai komposisi mineral kuarsa
3
dan 2,60 gr/cm
3
INTEGRASI DATA SUMUR DAN SEISMIK UNTUK INTERPRETASI DISTRIBUSI FASIES BAWAH PERMUKAAN ZONA LA1 PADA LAPANGAN KEBON BUAH (Integrated well and seismic data to interpret the subsurface facies distribution of LA1 zone in Kebon Buah field)
Kegiatan eksplorasi hidrokarbon sangat didukung oleh kelengkapan data
bawah permukaan yang dapat digunakan untuk proses analisis dan interpretasi
kondisi geologi bawah permukaan pada suatu lapangan hidrokarbon. Data bawah
permukaan yang biasa digunakan adalah data sumur dan data seismik. Analisis
data sumur dilakukan dengan mengkaji karakter atau bentuk kurva log GR dan
Resistivity terutama untuk menginterpretasi distribusi fasies bawah permukaan
yang dikaitkan dengan suatu paket endapan batuan dan lingkungan
pengendapannya. Hasil interpretasi log ini akan makin akurat jika didukung pula
oleh data deskripsi serbuk bor (cutting) dan data core yang dapat mendeskripsikan
secara langsung kondisi fisik batuan di dalam lubang sumur pengeboran. Data
refleksi seismik yang terekam memiliki karakter dan waktu tempuh tertentu yang
spesifik dan dapat dikorelasikan dengan kondisi geologi bawah permukaan seperti
bentuk struktur, bidang ketidakselarasan, maupun fasies dan perangkap stratigrafi.
Karakter refleksi seismik yang terekam merupakan campuran antara amplitudo,
bentuk gelombang, dan polaritas. Kajian lebih lanjut mengenai karakter refleksi
seismik dapat digunakan untuk memetakan variasi sifat fisis batuan sehingga
dapat diketahui jenis batuannya dan informasi geologi lainnya seperti distribusi
fasies dan lingkungan pengendapannya.
Lapangan Kebon Buah merupakan salah satu lapangan hidrokarbon
dengan target utama reservoar dalam Formasi Arang di cekungan Natuna Barat.
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji salah satu zona yang berpotensi sebagai
reservoar hidrokarbon dalam Formasi Arang khususnya interval LA1. Integrasi
analisis dan interpretasi data sumur dan seismik pada interval LA1 dapat
memberikan gambaran distribusi fasies bawah permukaan yang ditunjukkan oleh
peta atribut seismik waveform yang diekstrak pada tiga zona ABC di dalam
interval LA1. Peta atribut tersebut berkorelasi dengan hasil interpretasi data sumur
pada ketiga zona, dan juga menunjukkan daerah distribusi reservoar (endapan
batupasir) interval LA1 yang berpotensi sebagai perangkap hidrokarbon pada
lapangan Kebon Buah
PENGARUH SKEPTISISME PROFESIONAL, OBJEKTIVITAS, PENGALAMAN KERJA, ETIKA DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT PADA AUDITOR INTERNAL PEMERINTAH (Survey pada BPKP di Daerah Istimewa Yogyakarta)
Tujuannya penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variabel skeptisisme
profesional, obyektivitas, pengalaman kerja, etika, dan independensi auditor
terhadap kualitas audit. Data dalam penelitian ini merupakan data primer yang
diperoleh melalui penyebaran kuisioner kepada seluruh responden, yaitu auditor
internal yang bekerja pada BPKP di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari 40
kuisioner yang dibagikan kepada responden, yang dikembalikan berjumlah 33
kuisioner, namun terdapat 3 kuisioner yang tidak lengkap, sehingga kuisioner
yang dapat diolah berjumlah 30 kuisioner. Analisis data yang digunakan adalah
analisis regresi linier berganda. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa
etika secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Namun untuk
variabel skeptisisme profesional, obyektivitas, pengalaman kerja dan independensi
auditor, secara parsial tidak mempunyai pengaruh terhadap kualitas audit.
Sedangkan secara simultan, seluruh variabel independen (skeptisisme profesional,
obyektivitas, pengalaman kerja, etika dan independensi auditor) berpengaruh
signifikan terhadap variabel dependen (kualitas audit).
Kata Kunci : Skeptisisme, Obyektivitas, Pengalaman, Etika, Independensi dan
Kualitas Audi
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, CITRA MEREK, PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DAN IMPLIKASINYA PADA LOYALITAS PELANGGAN (Studi Pada Pelanggan Maskapai Penerbangan AirAsia di Kota Yogyakarta)
Pengaruh Kualitas Pelayanan, Citra Merek, Persepsi Harga terhadap Kepuasan Pelanggan dan Implikasinya pada Loyalitas Pelanggan, Studi Pada Pelanggan Maskapai Penerbangan AirAsia di Kota Yogyakarta (Dibimbing oleh Prof. Dr. Arief Subyantoro, MS dan Drs. Ign. Agus Suryono, MM).
Penelitian ini bertujuan untuk : (1). Mengetahui Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan; (2). Mengetahui Pengaruh Citra Merek terhadap Kepuasan Pelanggan; (3). Mengetahui Pengaruh Persepsi Harga terhadap Kepuasan Pelanggan; (4). Mengetahui Pengaruh dan Implikasi dari Kepuasan Pelanggan terhadap Loyalitas Pelanggan.
Penelitian ini dilakukan pada pelanggan AirAsia yang pernah naik AirAsia lebih dari dua kali khususnya pelanggan yang ada di wilayah kota Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan bulan Agustus 2013 dengan mengambil sampel sebanyak 120 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan alat analisis SEM (Structural Equation Modelling).
Penelitian ini berkesimpulan bahwa Citra Merek tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan dengan nilai C.R sebesar 1,169 yang lebih kecil daripada 1,96. Perusahaan dapat meningkatkan Citra Merek dengan meningkatkan komunikasi word of mouth. Pengaruh komunikasi ini sangat besar efeknya terutama terhadap persepsi pelanggan yang belum mempunyai pengalaman dalam berhubungan dengan organisasi karena berdasarkan hasil kuesioner yang disebarkan bahwa kuesioner citra merek nomor 2 tentang AirAsia menggunakan jenis pesawat yang memiliki banyak fasilitas dengan teknologi terbaru masyarakat belum terlalu mempertimbangkan hal tersebut. Padahal AirAsia adalah maskapai yang menggunakan jenis pesawat Airbus A 320 yang dilengkapi dengan sharklet sehingga dapat menghemat bahan bakar. Dalam meningkatkan komunikasi itu, dapat melalui media informasi seperti brosur, TV, Radio, Koran, dsb.
Kata kunci : Kualitas Pelayanan, Citra Merek, Persepsi Harga, Kepuasa
ANALISIS KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kebangkrutan suatu
perusahaan, dengan menggunakan formula yang dirumuskan oleh Edward. L.Altman,
yaitu model Altman Z-Score. Serta mengetahui pengaruh rasio keuangan yang terdiri
dari lima rasio yaitu Current Ratio, Debt Equity Ratio, Gross Profit Margin, Total
Asset Turnover, serta Return On Equity terhadap kondisi kebangkrutan perusahaan,
baik secara simultan maupun secara parsial. Perusahaan yang dijadikan sampel adalah
perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2009-2011, dengan
menggunakan metode purposive sampling maka diperoleh sampel 109 perusahaan
manufaktur. Analisis data menggunakan analisis Z-Score, analisis persamaan regresi
linier berganda, asumsi dasar klasik , dan pengujian hipotesis menggunakan Uji F dan
Uji T.
Hasil perhitungan Z-Score sebanyak 11 perusahaan termasuk dalam kategori
sehat, 63 perusahaan termasuk dalam kategori grey area, dan 35 perusahaan termasuk
dalam kategori bangkrut. Hasil pengujian secara simultan menunjukkan adanya
pengaruh dari variabel Current Ratio, Debt Equity Ratio, Gross Profit Margin, Total
Asset Turnover, dan Return On Equity terhadap kondisi kebangkrutan perusahaan.
Sedangkan hasil pengujian secara parsial menunjukkan variabel Current Ratio, Gross
Profit Margin, Total Asset Turnover, dan Return On Equity berpengaruh signifikan,
sedangkan untuk variabel Debt Equity Ratio tidak berpengaruh terhadap kondisi
kebangkrutan pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia.
Kata Kunci : Kebangkrutan, Model Altman Z-Score, Current Ratio, Debt Equity
Ratio, Gross Profit Margin, Total Asset Turnover, Return On Equity