Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
ANALISIS RASIO KEUANGAN DAERAH UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH KOTA BALIKPAPAN
Keuangan daerah merupakan salah satu unsur yang penting dalam penyelenggaraan pemerintah
dan pembangunan daerah. Hal ini menyebabkan diperlukannya suatu pertanggungjawaban
keuangan daerah yang memadai. Pertanggungjawaban yang memadai harus mempunyai sifat
mudah dimengerti dan memiliki hubungan informasi yang mencerminkan kinerja pemerintahan
daerah dalam menyelenggarakan tugas-tugasnya untuk memajukan kesejahteraan masyarakat di
daerahnya. Dalam hal ini mengingat perlu adanya transparansi kepada masyarakat mengenai
pengelolaan keuangan pemerintah daerah dengan menyajikan laporan keuangan pemerintah
daerah, dimana tidak semua orang dapat memahami akuntansi dengan baik untuk memahami
laporan keuangan, analisis pada laporan keuangan dapat dijadikan alat untuk membantu dalam
memahami laporan keuangan. Analisis rasio keuangan merupakan salah satu alat untuk
menganalisis laporan keuangan. Studi ini meneliti tentang analisis rasio keuangan daerah untuk
mengukur kinerja keuangan pemerintah kota Balikpapan. Tujuan penelitian ini diharapkan dapat
menganalisis bagaimana kinerja pemerintah daerah dalam membelanjakan keuangan daerah
secara efektif dan efisien sehingga dapat menjadi bahan evaluasi tentang kebijakan peningkatan
PAD, kebijakan belanja rutin dan alokasi pembangunan meliputi bidang-bidang strategis yang
langsung bersentuhan dengan peningkatan kesejahteraan publik. Data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Pemda kota Balikpapan. Sedangkan
metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi kuantitatif. Hasil dari
penelitian ini menunjukkan bahwa rasio kemandirian selama 5 tahun pemerintah kota
Balikpapan dalam memenuhi kebutuhan pembangunan, dll bisa dikatakan baik. Hal ini
ditunjukkan prosentase rasio yang tinggi yang artinya ketergantungan dengan pihak ekstern
rendah. Rasio desentralisasi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, sehingga upaya
pemerintah dalam menjalankan otonomi daerahnya bisa dikatakan berhasil. Rasio keserasian
belanja menyatakan bahwa pemerintah kota Balikpapan belum dapat mencapai keserasaian itu,
karena belanja daerahnya didominasi oleh belanja pembangunan dibandingkan belanja rutin. Hal
ini baik karena pemerintah terus meningkatkan belanja pembangunan sehingga pelayanan publik
semakin baik. Dari hasil perhitungan derajat kontribusi BUMD menunjukkan masih rendahnya
kontribusi dari perusahaan milik BUMD yang menyebabkan kontribusi yang diberikan terhadap
PAD kurang begitu besar. Sedangkan untuk rasio efektifitas PAD kota Balikpapan bisa
dikategorikan efektif karena memiliki rasio diatas 1 atau 100%.
Kata kunci : Pengukuran Kinerja, Keuangan Daerah, Analisis Rasi
KAJIAN TEKNIS TAILING POND BUKIT 6 PADA PENAMBANGAN BIJIH BAUKSIT DI PROYEK TAYAN PT. ANTAM (PERSERO) TBK TAYAN HILIR SANGGAU KALIMANTAN BARAT
Pertambangan bijih Bauksit di daerah Tayan merupakan salah satu proyek
penambangan bijih Bauksit milik PT. Aneka Tambang, Tbk. Selain membuka
area tambang bauksit PT. Aneka Tambang Tbk juga bermaksud untuk
membangun pabrik pengolahan alumina di wilayah Kecamatan Tayan Hilir,
Kabupaten Sanggau , Provinsi Kalimantan Barat. Lokasi penambangan terletak di
Bukit 6 dengan luas 66 Ha dan ketinggian puncak 105 m diatas permukaan laut.
Kolam tailing yang ada dibuat di daerah rawa-rawa untuk memenuhi target
400.000 ton crude bauxite selama 1 tahun dan terletak di Bukit 6. Lokasi
penelitian berada pada daerah beriklim tropis dan mempunyai intensitas curah
hujan tinggi 54,17 mm/jam. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan peta
topografi didapatkan 2 daerah tangkapan hujan. Luas daerah tangkapan hujan
berpermukaan rawa-rawa sebesar 71.138,505 m2 dan satu daerah tangkapan hujan
berpermukaan hutan tropik sebesar 5.276,4504 m2. Dengan perhitungan dapat
diketahui total air limpasan maksimum yang masuk ke dalam kolam tailing yaitu
0,2142571 m3/detik.
Dengan target pencucian 166,667 ton/jam dan faktor konkresi 52,54%
dapat diketahui berat bauksit tercuci sebesar 87,567 ton/jam, jadi berat material
tailing sebesar 79.1 ton/jam dengan berat density tailing 1617 kg/m3 didapatkan
debit material tailing 0,01358 m³/detik yang akan masuk ke kolam tailing. Dari
data hasil penelitian perusahaan di pencucian bauksit sebelumnya di ketahui berat
air hasil pencucian di asumsikan 1:2, dimana 1 ton bauksit kotor berbanding 2 ton
air pencucian, jadi di ketahui air pencucian sebesar 333,334 ton/jam dengan
density air 1000 kg/m3 di dapatkan debit air pencucian 0,092 m³/detik yang di
asumsikan masuk semua ke kolam tailing. Debit total material tailing, air hasil
pencucian dan air limpasan maksimum yang masuk ke kolam tailing yaitu
0.3198371 m3/detik.
Dengan persen solid 9,067% dan prosentase pengendapan 99,37 %, maka
dapat diketahui bahwa volume air dan padatan sebesar 4.583,355 m³/hari dengan
satu hari kerja selama 8 jam, volume padatan didapatkan yaitu sebesar 415,572
m³/hari, sedangkan volume padatan dalam kolam tailing didapatkan yaitu sebesar
412,9547 m³/hari. Total luas kolam tailing yaitu sebesar 52.884,863 m2 dengan
kedalaman 2,5 m, Dari data ini dapat di hitung volume kolam tailing yaitu
132.212,025 m3. Dengan volume tersebut kolam tailing hanya bisa menampung
material tailing selama 86 hari pada area 1 dan selama 788 hari pada area 2. Agar
dapat mencapai target 400.000 cbx selama 1 tahun, kolam tailing ini harus di
lakukan pengerukan. Pengerukan kolam tailing dilakukan paling lama 86 hari
sekali pada area 1 dan paling lama 788 hari sekali pada area 2. Dengan
menggunakan dua buah alat Hydraulic Excavator Komatsu PC 200-7SEF
APLIKASI INFORMATION RETRIEVAL PENCARIAN PUSTAKA DIGITAL BERDASARKAN TINGKAT KEMIRIPAN MENGGUNAKAN METODE EXTENDED BOOLEAN
The regional library and archives Yogyakarta special region is the internal parts of
government agencies who moving on library and archives area. Under sub division of the
regional library and archives service Yogyakarta special region having two units library
that provides many books collection and journal in physical to improve knowledges
civitas academic and general public.
But still hampered time and place. Expected with this information retreival will
facilitate civitas academic and general public in obtaining e-book information and ejournal
more efficiently.
Methods used in design and manufacture of this application is waterfall consisting
of six steps : engineering, analysis, design, coding, testing and maintenance. But this
application only up to testing stage. This application was built using CakePHP framework
as the programming language and MySQL as database.
At this final project has been made information retrieval application for digital
library search based on the level similarity using Extended Boolean Method. This
application expected to help civitas academic and general public to ease searching digital
libraries in the form of e-book and e-journal effectively, certain and relevant.
Keyword : Information Retrieval, Extended Boolean, E-book, E-journal
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DI WILAYAH SLEMAN BERBASIS WEB
Salah satu kasus penyakit yang cukup sering melanda wilayah di Indonesia adalah
demam berdarah dengue (DBD). Wilayah Sleman merupakan salah satu Wilayah yang
masyarakatnya banyak terjangkit penyakit demam berdarah karena setiap tahun pasti
terjadi kasus dan kasus yang terjadi juga tinggi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk
mencegah penyebaran penyakit tersebut. Diantaranya program 3M ( Menguras, Menutup,
dan Mengubur ), pengasapan ( fogging ) pada setiap daerah yang merupakan endemis
DBD. Namun tetap saja masih ada korban, bahkan terus meningkat dari tahun – tahun.
Dari permasalahan tersebut diperlukan pula sistem yang mampu memberikan pertolongan.
Dengan adanya permasalahan tersebut maka dibangunlah sebuah Sistem Informasi
Geografis Berbasis Web yang dapat membantu masyarakat agar mengetahui penyebaran
penyakit demam berdarah secara aktual. Sistem Informasi Geografis adalah sekumpulan
sistem komputer yang menyimpan, memproses, memanipulasi, menganalisa data geografi
menjadi informasi berkualitas yang berhubungan dengan objek-objek geografi. Di dalam
Sistem Informasi Geografis sendiri terdapat dua elemen penting yaitu Data Geografi yang
digunakan sebagai acuan untuk data atribut, dan data atribut itu sendiri yang digunakan
untuk menunjang informasi spasial atau geografi. Perancangan peta yang akan ditampilkan
dalam aplikasi ini menggunakan Google Maps API, sedangkan metodologi dalam
pengembangan sistem ini menggunakan metode waterfall yaitu meliputi analisis sistem,
perancangan sistem, implementasi serta pengujian sistem. Dalam pembuatan Sistem
Informasi Geografis berbasis web ini menggunakan MySQL sebagai database untuk
menyimpan data yang dibutuhkan dan menggunakan PHP sebagai bahasa pemrogramanya.
Tujuan dari pembuatan Sistem Informasi Geografis ini adalah untuk membantu
Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dalam memberikan informasi kepada masyarakat
tentang penyebaran penyakit demam berdarah sehingga dapat mengurangi jumlah
penderita setiap tahunnya
UJI KETAHANAN TERHADAP KEKERINGAN MENGGUNAKAN PEG (POLYETHYLENEGLYCOL) UNTUK PERTUMBUHAN EKSPLAN DUA VARIETAS KEDELAI HITAM SECARA IN VITRO
Kedelai hitam Detam merupakan salah satu kedelai varietas unggul yang bernilai
ekonomis. Perbanyakan tanaman kedelai hitam dapat dilakukan dengan teknik in
vitro. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi PEG yang paling tepat
untuk uji ketahanan terhadap kekeringan pada pertumbuhan eksplan dua varietas
kedelai hitam. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Bioteknologi Pertanian,
Jurusan Agroteknologi UPN “Veteran” Yogyakarta, pada bulan September 2013
sampai Januari 2014. Metode yang digunakan adalah metode percobaan
laboratorium yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, 3
ulangan dan setiap ulangan terdiri 6 botol. Faktor pertama adalah konsentrasi
PEG: 0 % (A1), 10 % (A2), 15 % (A3), 20 % (A4). Faktor kedua adalah varietas
kedelai hitam: Detam 1 (D1), Detam 2 (D2). Data hasil pengamatan dianalisis
dengan Sidik Ragam pada taraf 5 %. Parameter pengamatan : kecepatan tumbuh
kalus (hari), perkembangan kalus, persentase tumbuh kalus (%), warna kalus,
panjang akar (cm), jumlah akar, bobot segar planlet (g), bobot kering planlet (g),
kandungan N total (%). Untuk mengetahui ada beda nyata antar perlakuan
dilakukan Uji Duncan‟s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5 %. Hasil
penelitian menunjukan kombinasi perlakuan A1D2 dapat meningkatkan
pertumbuhan panjang akar dan jumlah akar, kombinasi perlakuan A1D1
memberikan hasil terbaik untuk parameter kandungan N total, konsentrasi PEG 20
% memberikan hasil terbaik pada parameter persentase kalus, bobot basah planlet,
dan bobot kering planlet, dan varietas kedelai hitam Detam 2 memberikan hasil
terbaik pada parameter kecepatan tumbuh kalus.
Kata kunci : PEG, varietas, kedelai hitam, in vitr
PERANCANGAN ALAT PENGERING OTOMATIS
Proses penjemuran kerupuk oleh pembuat kerupuk biasanya hanya menggunakan
sinar matahari namun pada musim hujan para pembuat kerupuk biasanya menggunakan
alat pengering kerupuk,namun alat pengering kerupuk yang sekarang di gunakan
memiliki berbagai macam kekurangan. Tujuan penelitian adalah membuat rancangan alat
pengering kerupuk otomatis yang digunakan untuk mengeringkan bahan kerupuk untuk
para pembuat kerupuk bermodal kecil dengan harga yang terjangkau dan efisien.
Penelitian ini menggunakan metode Verein Deutscher Ingenieure (VDI) 2221 dan
metode Value Engineering. Metode VDI 2221 diawali dengan menganalisis kekurangan
alat sekarang dan menyusun daftar tuntutan keinginan responden. Setelah itu dicari solusi
alternatif. Selanjutnya membuat prototype. Langkah terakhir melakukan uji coba alat.
Metode Value Engineering diawali mengumpulkan informasi dan data yang diperlukan
dengan melakukan pengamatan, wawancara langsung, mencari literatur yang mendukung dan
membuat kuisioner. Selanjutnya dibangun ide-ide merancang alat. Setelah itu dilakukan
evaluasi yaitu tingkat kepentingan, perhitungan penilaian dengan matrik kelayakan, analisa
pembobotan dan perhitungan performansi dengan matrik evaluasi dan analisa biaya,
keuntungan dan kerugian masing-masing modifikasi, dan perhitungan nilai lalu alat
dipresentasikan.
Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan yang cukup signifikan dari
perancangan alat ini. Awalnya konsumsi energi yang di keluarkan para pembuat kerupuk
yaitu 2,155 Watt akan tetapi dengan rancangan ulang alat ini konsumsi energi yang di
perlukan hanya 0,843 Watt.
Kata kunci: Alat Pengering Kerupuk Otomati
EVALUASI INJEKSI SOLVENT UNTUK MENANGGULANGI PROBLEM PARAFIN PADA SUMUR “J” LAPANGAN “JIRAK” PT PERTAMINA EP FIELD PENDOPO
Penurunan laju produksi yang drastis pada sumur “J” diidentifikasi karena
adanya endapan parafin di formasi ketika melaksanakan well service. Identifikasi
dilakukan dengan mengambil sampel fluida kemudian dilakukan analisa di
laboratorium untuk menentuan harga pour point. Harga pour point diperlukan
sebab apabila temperatur minyak di bawah pour point maka parafin mudah
terbentuk. Berdasarkan harga gradien geothermal diperkirakan kedalaman dimana
parafin terbentuk adalah pada kedalaman 0 -795.76 ft kemudian melakukan
penentuan harga specific grafity, API, viskositas kinematik Penanggulangan
problem parafin dilakukan dengan injeksi solvent yaitu menggunakan diesel
dimana sebelumnya dilakukan compatibility test untuk mengetahui zat kimia yang
tepat sehingga dapat digunakan untuk menanggulangi problem parafin. Prinsip
kerja diesel yaitu melarutkan deposit parafin sehingga fluida dapat diproduksikan
ke permukaan dengan mudah.
Sebelum dilakukan injeksi solvent, terlebih dahulu di lakukan perencanaan
yang meliputi penentuan tekanan rekah formasi (P
), tekanan maximum di
permukaan (P
max
rf
), volume solvent (V).
Evaluasi keberhasilan injeksi solvent dapat dilakukan berdasarkan analisa
sampel minyak sumur “J” di laboratorium yaitu terjadi penurunan harga spesific
grafity oil (SG) oil dari 0.8649 menjadi 0.8432, terjadi peningkatan harga API
dari 32.10 menjadi 36.31, selanjutnya terjadi penurunan harga viskositas
kinematik pada 100
0
F dari 30.56 cs menjadi 3.18 cs. Kemudian terjadi
peningkatan laju produksi fluida dari 240 BFPD menjadi 396 BFPD. Peningkatan
harga productivity indeks terjadi dari 0.52 BFPD/psi menjadi 0.91 BFPD/psi.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, injeksi solvent pada sumur “J” dapat
dinyatakan berhasil
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY DAN SERVQUAL (Studi Kasus di Klinik Bidan Kita, Klaten, Jawa Tengah)
Beberapa keluhan untuk kemudahan dalam menghubungi pihak klinik dan kesiapan bidan dalam melayani konsumen yang datang tidak tepat waktu, sehingga konsumen merasa tidak nyaman dengan pelayanan yang mereka terima. Klinik Bidan Kita sudah melakukan upaya peningkatan pelayanan tetapi hanya sebatas pada aspek fisik seperti perbaikan fasilitas kamar rawat inap, taman, dan kebersihan. Akan tetapi, Klinik Bidan Kita dalam meningkatkan kualitas pelayanannya belum melibatkan konsumen, sehingga masih terdapat kekurangan-kekurangan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengukuran yang melibatkan konsumen agar upaya peningkatan kualitas pelayanan yang akan dilakukan dapat memenuhi harapan konsumen.
Evaluasi kualitas pelayanan perlu dilakukan untuk mengetahui persepsi dan harapan konsumen terhadap kualitas pelayanan di Klinik Bidan Kita, sehingga dapat menentukan prioritas perbaikan pelayanan dengan optimal. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam menganalisis kualitas pelayanan adalah dengan menggunakan metode Fuzzy dan Servqual.
Dari hasil penelitian berdasarkan analisis Fuzzy diperoleh hasil nilai tertinggi fuzzyfikasi yaitu lokasi klinik yang strategis dengan bobot 0,0483, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa lokasi klinik yang strategis merupakan prioritas utama konsumen dalam memilih klinik Bidan kita. Selanjutnya berdasarkan analisis Servqual diperoleh nilai pesepsi konsumen tertinggi yaitu lokasi yang strategis dan mudah dijangkau, sedangkan nilai harapan bersikap ramah dan sopan, kualitas pelayanan tertinggi pada masing-masing kriteria diperoleh ranking terbesar adalah lokasi klinik strategis dan mudah dijangkau. Dengan demikian hasil Analisiss Fuzzy dan Servqual diperoleh hasil yang sama yaitu dimensi kualitas pelayanan yang menjadi prioritas konsumen adalah lokasi klinik yang strategis dan mudah di jangkau.
Kata kunci : Kualitas Pelayanan Klinik Bersalin, Fuzzy dan Servqua
ANALISA PENANGGULANGAN LOST CIRCULATION PADA PEMBORAN SUMUR “X” TRAYEK LUBANG 17 ½” LAPANGAN “Y” PT PERTAMINA EP
Pemboran sumur “X” lapangan “Y” PT PERTAMINA EP merupakan sumur eksplorasi dengan obyektif terutama pada lapisan Formasi Pre Talang Akar dan Formasi Eq Basement Marble yang bertujuan untuk membuktikan sumber daya minyak dan gas. Masalah yang terjadi pada operasi pemboran di sumur “X” lapangan “Y” adalah terjadinya lost circulation. Lost circulation yang terjadi pada sumur “X” terjadi pada saat menembus Formasi Parigi yang terdiri dari batugamping terumbu yang identik dengan vuggy porosity yang menjadi faktor terjadinya lost circulation. Pada saat pemboran sumur “X” trayek lubang 17 ½” terjadi lost circulation di tiga interval kedalaman, yaitu : 2605,11 - 2624,8 ft, 2657,61 - 2788,85 ft, dan 3041,49 - 3228,5 ft.
Metodologi yang digunakan untuk menganalisa penanggulangan lost circulation yaitu : melakukan pengumpulan data-data (data lumpur, data pemboran, data pompa, data cutting), melakukan perhitungan (tekanan hidrostatik lumpur saat lost circulation, tekanan rekah formasi, tekanan formasi, tekanan hidrostatik dan densitas lumpur analisa, ECD dan BHCP), membandingkan Ph, Pf, BHCP dan Pfr untuk mengetahui penyebab terjadinya lost circulation, melakukan analisa penanggulangan lost circulation yang telah dilakukan di lapangan dan mengambil kesimpulan dari hasil analisa.
Dari hasil analisa pada pemboran sumur “X” interval kedalaman 2605,11 - 2624,8 ft, 2657,61 - 2788,85 ft, dan 3041,49 - 3228,5 ft tekanan hidrostatik lumpur saat sirkulasi (BHCP) tidak melebihi tekanan rekah formasi, maka desain lumpur dan tekanan yang digunakan tidak menyebabkan formasi rekah yang bisa menjadi salah satu faktor penyebab lost circulation. Penanggulangan lost circulation pada sumur “X” interval kedalaman 2605,11 - 2624,8 ft, 2657,61 - 2788,85 ft, dan 3041,49 - 3228,5 ft tidak berhasil ditanggulangi dengan penyumbatan LCM. Penanggulangan dengan metode penyemenan pun kurang efektif karena setelah dilakukan pengeboran semen, lost circulation masih terjadi
PENGARUH MOTIVASI DAN KEPRIBADIAN TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT. SYNGENTA INDONESIA DI YOGYAKARTA
Abstrak
Sumber daya manusia merupakan suatu aset penting yang harus
dimiliki oleh setiap perusahaan. Manajemen sumber daya manusia adalah
pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa, dan
pengelolaan individu anggota organisasi atau kelompok pekerj
a, Prestasi
kerja yang tinggi sangat tergantung pada manusia sebagai faktor yang
penting dibanding faktor-faktor lainnya. Dengan demikian, PT Syngenta
Indonesia di Yogyakarta melakuka pengembangan peningkatan prestasi
kerja karyawannya, dengan harapan apa yang menjadi tujuan akan
tercapai.
Dengan kondisi sedikitnya jumlah seluruh karyawan, maka teknik
Metode Penelitian yang dilakukan penulis yang digunakan dalam penelitian ini
adalah Sensus. Teknik ini digunakan bila seluruh populasi yang ada dijadikan
sampel (Sugiyono, 2005 : 75). Dengan demikian yang menjadi sampel dalam
penelitian ini adalah seluruh populasi atau seluruh karyawan yang ada pada PT.
Syngenta Indonesia Yogyakarta.
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tentang pengaruh motivasi
kerja dan kepribadian terhadap prestasi kerja karyawan pada PT. Syngenta
Indonesia Yogyakarta, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Variabel motivasi
kerja dan kepribadian secara serentak mempunyai pengaruh yang signifikan
terhadap prestasi kerja karyawan pada PT. Syngenta Indonesia Yogyakarta.
Sehingga adanya motivasi kerja dan kepribadian yang baik akan membuat
prestasi kerja karyawan menjadi naik. Sedangkan secara parsial variabel motivasi
kerja dan kepribadian mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi
kerja karyawan pada PT. Syngenta Indonesia Yogyakarta. Dengan adanya
pengaruh positif ini, kenaikan motivasi kerja dan membaiknya kepribadian akan
memberikan pengaruh terhadap prestasi kerja karyawan makin tinggi. Adapun
berdasarkan hasil regresi linier berganda, variabel kepribadian secara signifikan
mempunyai pengaruh dominan terhadap prestasi kerja karyawan pada PT.
Syngenta Indonesia Yogyakarta