Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja keuangan perbankan syariah dengan
perbankan konvensional dengan menggunakan rasio keuangan. Rasio yang digunakan yaitu terdiri
dari CAR, NPL, ROA,NPM, BOPO, NIM, LDR, IER, dan PPAP.
Berdasarkan criteria sampel yang telah digunakan, dengan diperoleh dua kelompok sampel
penelitian, yaitu dua bank umum syariah dan dua bank umum konvensional. Alat analisis yang
digunakan untuk membuktikan hipotesis dalam penelitian ini adalah independent t-test atau mannwhitney
u-test
Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa rasio keuangan CAR, NPL, NIM, LDR, IER, dan
PPAP menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan perbankan syariah dengan
perbankan syariah. Sedangkan untuk rasio NPM, ROA, dan BOPO tidak menunjukkan perbedaan
yang signifikan antara perbankan syariah dengan perbankan konvensional
Kata kunci : Kinerja Keuangan Bank, Bank Syariah, Bank Konvensional, t-tes
MEDIA TANAM PERKECAMBAHAN DAN PERENDAMAN BENIH UNTUK PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN KARET ( HAVEA BRASSILIENSIS MULL. ARQ ).
ABSTRAK
Tanaman karet (Havea brassiliensis mull. Arq) termasuk famili
Euphorbiaceae atau tanaman getah-getahan.. Perkecambahan biji karet (Havea
brassiliensis mull. Arq) di lapangan diketahui bermasalah maka diperlukan
perlakuan terhadap biji karet tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan agar
biji karet yang keras yang menghambat perkecambahan dapat dilakukan dengan
cara merendam biji karet dengan bahan kimia KNO
3
dan KH
2
PO
serta dengan
perbandingan media perkecambahan tanah, pasir dan pupuk kandang. Penelitian
dilakukan di kebun Praktek Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan
Nasional “Veteran” Yogyakarta pada bulan Februari-Mei 2013 bertujuan untuk
mengetahui adanya interaksi antara perendaman bahan kimia dan media
perkecambahan, menentukan bahan perendam yang terbaik terhadap
perkecambahan dan pertumbuhan bibit karet, serta untuk menentukan
perbandingan media yang tepat terhadap perkecambahan dan pertumbuhan bibit
karet. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan
faktor pertama terdiri dari dua aras ditambah satu perlakuan sebagai kontrol, P1
=
KNO
3
0,2 %, dan P2
= KH
2
PO
0,2 %. Faktor kedua yaitu perbandingan media
perkecambahan tanah, pasir, pupuk kandang dengan tiga aras : M1
4
=
1:2:1 , dan M3
= 1:1:2 Dari kedua faktor perlakuan tersebut terdapat enam
kombinasi ditambah satu perlakuan sebagai kontrol, masing-masing perlakuan di
ulang tiga kali. Data pengamatan dianalisis keragamannya pada jenjang nyata 5%.
Data yang menunjukkan beda nyata di uji lebih lanjut dengan Duncan’s Multiple
Range Test (DMRT) pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terdapat interaksi antara perlakuan bahan perendaman dan media tanam
perkecambahan pada parameter daya kecambah. Kombinasi KNO
0.2 % dan
media M1 tanah, pasir, pupuk kandang (2:1:1) memberikan daya kecambah
paling baik.
Kata kunci : Biji karet, Bahan perendam dan Media perkecambahan.
4,
= 2:1:1, M2
SISTEM INFORMASI PENCARIAN KERJA BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE PROMETHEE
Pengangguran merupakan salah satu masalah serius yang dihadapi Indonesia saat ini,
begitu banyaknya pengangguran menyebabkan banyak orang berlomba lomba mencari informasi
mengenai lowongan pekerjaan. Namun banyak yang menemukan kesulitan dalam memperoleh
informasi disebabkan masih belum adanya fasilitas yang bisa memberikan informasi lowongan
pekerjaan secara up to date. Untuk mempermudah masyarakat memperoleh informasi –
informasi mengenai lowongan pekerjaan tersebut maka dibuatlah perancangan system informasi
lowongan pekerjaan berbasis web. Dimana perusahaan yang ingin mengiklankan lowongan
pekerjaan dapat beriteraksi langsung dengan masyarakat melalui sistem informasi ini.
Sistem informasi ini menggunakan metode waterfall dalam perancangannya dan PHP
sebagai bahasa pemrograman serta java script yang digunakan untuk membuat tampilan lebih
menarik. Selain itu ada beberapa software yang digunakan untuk menyempurnakan system ini
yaitu MySQL yang digunakan sebagai database, dan photoshop yang digunakan untuk membuat
tampilan lebih menarik. Selain itu dengan mengunakan metode promethee perusahaan pencari
karyawan dapat mencari kriteria yang sesuai kebutuhan dan para pencari lowongan pekerjaan
dapat mencari pekerjaan – pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Adapun hasil dari sistem tersebut ialah adanya satu admin dan dua tipe user, user tipe
pertama berlaku sebagai pencari kerja user tipe kedua berlaku sebagai pemberi iklan lowongan
pekerjaan, kemudian dapat memberi informasi secara update melalui timeline. Terdapat pilihan
pekerjaan berdasarkan jurusan, tingkat pendidikan, keterampilan
PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA MALEIC ANHIDRID DARI BENZENA DAN UDARA KAPASITAS 75.000 TON/TAHUN
Pabrik Maleic Anhidrid dari Benzena dirancang dengan kapasitas 75.000
ton/tahun. Bahan baku diperoleh dari Pertamina Plaju. Pabrik rencana akan
didirikan di wilayah Dumai, Riau dan dirancang bekerja selama 330 hari efektif
dalam setahun dan 24 jam perhari.
Maleic Anhidrid dibuat dengan cara mereaksikan Benzena dengan katalis
MO
C dan
tekanan 11 atm. Produk keluar Reaktor dimasukkan dalam Separator bertujuan
untuk memisahkan komponen yang lain dan udara. Hasil bawah separator
diumpankan ke Menara Distilasi I untuk memisahkan Benzena yang tidak
bereaksi dengan MA yang masih tercampur bahan pengotor yang lain. Hasil
bawah MD I di alirkan ke MD II untuk dimurnikan dari pengotor lain.
Pabrik Maleic Anhidrid di Indonesia cukup menarik untuk dikaji dan
dipertimbangkan lebih lanjut, untuk memenuhi kebutuhan Maleic Anhidrid
sebagai bahan utama dalam pembuatan unsaturated polyester resin baik di dalam
maupun di luar negeri. Selain itu, pendirian pabrik ini diharapkan mampu
meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar dan meningkatkan pendapatan
Negara.
USULAN PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI PADA INDUSTRI MEBEL DENGAN ALGORITMA CRAFT (Studi kasus di PT. Island Art, Bantul, Yogyakarta)
Tata letak fasilitas produksi pada PT. Island Art yang belum optimal sering menimbulkan permasalahan. Permasalahan tersebut adalah kemoloran waktu produksi, karena konfirmasi dari kepala produksi pada perusahaan menjelaskan bahwa ketersediaan bahan baku, produktifitas para pekerja, serta semangat kerja para karyawan keadaannya dinilai tidak ada yang bermasalah, sehingga permasalahan berada pada tata letak fasilitasnya yang belum sesuai dengan aliran materialnya. Permasalahan tata letak tersebut seperti adanya aliran bolak balik serta aliran yang memotong sehingga departemen yang saling berkaitan tersebut letaknya saling berjauhan. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh rancangan ulang tata letak fasilitas produksi yang optimal di PT. Island Art dengan cara meminimasi jarak tempuh pemindahan material sehingga dapat meminimasi waktu dan biaya material handling.
Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk merancang ulang perbaikan tata letak fasilitas adalah dengan menggunakan Algoritma CRAFT dengan bantuan software WinQSb. Metode ini dipilih karena mempunyai waktu proses yang pendek, dan dapat memeriksa pekerjaan sebelumnya sekaligus dapat menghitung biaya dan penghematannya. Algoritma CRAFT bekerja dengan cara menukarkan letak departemen satu dengan departemen lainnya yang mempunyai batasan terdekat serta yang mempunyai luas departemen yang sama.
Total biaya material handling pada pembuatan 100 unit produk Dressboy sebelum perbaikan adalah Rp 421.150,1. Sedangkan total biaya material handling pada tata letak fasilitas perbaikan pada industri mebel ini adalah Rp 379.183,96. Berdasarkan hasil dari biaya penanganan material sebelum dan sesudah perbaikan, terjadi penurunan biaya sebesar Rp 41.966,14. Penurunan biaya ini menunjukkan adanya keefesienan dalam perubahan tata letaknya. Prosentase keefesienan dari biaya material handling adalah sebesar 9,96 %. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa rancangan tata letak yang diusulkan dapat menurunkan biaya total material handling.
Kata kunci : industri mebel, tata letak fasilitas, algoritma CRAFT, material handlin
STUDI DESKRIPTIF SISTEM MANAJEMEN PRODUKSI FILM PADA PRODUCTION HOUSE X-CODE FILMS
ABSTRAK
X-CODE films merupakan sebuah rumah produksi ternama yang bergerak
dibidang Audio-Visual, Advertising, dan Multimedia. Rumah produksi ini memiliki
tim kreatif yang didukung oleh pembuat film, kreator, dan seniman video di bidang
multimedia. Keberhasilan sebuah produksi film tidak lepas dari sistem manajemen
produksi yang baik. Dimana sistem manajemen produksi secara umum terbagi
menjadi 3 (tiga) bagian. Pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Oleh karena itu
penulis berusaha mendeskripsikan sistem sistem manajemen produksi di X-CODE
Films. Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah sistem produksi.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di XCODE
Films Yogyakarta. Teknik yang digunakan adalah teknik wawancara kepada
Pimpinan Perusahaan X-CODE Films dan Manajer Perusahaan X-CODE Films.
Wawancara tersebut dilengkapi dengan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa proses sistem manajemen produksi di X-CODE Films merupakan sebuah
rangkaian yang terorganisir dan sangat detail, mulai dari pra produksi, produksi
hingga pasca produksi dikepalai oleh orang-orang yang memiliki profesionalisme
tinggi serta berfokus pada kekeluargaan dan kerja sama tim. Bahwa sebuah produksi
tidak hanya untuk mendapatkan hasil yang bagus dengan banyak kru akan tetapi
secukupnya saja. Sehingga memuaskan seluruh pihak yang terlibat di dalamnya, dan
hasil yang memuaskan tersebut tidak selalu berkiblat dengan skill yang tinggi, kerja
sama dan attitude yang baik adalah kunci utamanya
STUDI KEMAMPUGARUAN DAN KEMAMPUGALIAN PADA TAMBANG BATUBARA DI PT. DELMA MINING CORPORATION, TANJUNG PALAS TIMUR, BULUNGAN, KALIMANTAN TIMUR
RINGKASAN
Sumur “X” merupakan sumur yang berada pada lapangan “Y” di wilayah kerja Chevron
Indonesia Company, Kalimantan Operations, Kalimantan Timur. Sumur “X” adalah sumur dengan
formasi batu pasir atau sandstone. Seiring dengan berjalannya waktu produksi sumur tersebut, terjadi
penurunan produksi. Hasil analisa yang telah dilakukan pada sumur “X” mengalami penurunan laju
produksi yang disebabkan adanya formation damage, maka untuk meningkatkan kembali laju
produksinya, dilakukan stimulasi pengasaman matriks.
Tahapan yang dilakukan pada studi ini yaitu perhitungan ulang terhadap desain pengasaman
matriks dan analisa keberhasilan setelah pelaksanaan project tersebut yaitu dengan membandingkan
hasil yang diperoleh sebelum dan sesudah dilakukannya pengasaman. Pada sumur “X” perubahan
tersebut dapat ditinjau berdasarkan faktor laju produksi harian dan Q
maks
, productivity index (PI) dan
productivity ratio, flow efficiency, faktor skin, dan kurva IPR. Parameter-parameter diatas didapatkan
melalui data produksi, hasil perhitungan, dan bantuan simulator Pipesim. Simulator pipesim
digunakan untuk mendapatkan nilai faktor skin dan mengkonstruksi kurva IPR.
Hasil evaluasi dari sumur “X” diperoleh peningkatan Q
o
dari 55 bopd menjadi 234 bpd, PI mengalami
peningkatan dari 0,117 bpd/psi menjadi 0,77 bopd/psi, dan turunnya harga faktor skin (S) dari
+24,55 menjadi +1,3. Berdasarkan peningkatan Q
o
dan PI serta turunnya harga faktor skin pada
sumur “X” mengindikasikan bahwa terjadi peningkatan kemampuan sumur “X” untuk
memproduksikan minyak setelah dilakukannya stimulasi pengasaman matriks dan dapat dikatakan
bahwa stimulasi pengasaman matriks ini berhasi
PENGARUH MOTIVASI, KOMITMEN ORGANISASIONAL, DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA INDIVIDU DI SEKOLAH TINGGI MULTI MEDIA (MMTC) YOGYAKARTA
Organisasi dalam mencapai tujuan tidak terlepas dari pelaksana dan pengelola organisasi. Sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan merupakan aset krusial organisasi yang memberikan keunggulan bersaing bagi organisasi. Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh manajemen agar karyawan memiliki motivasi, komitmen organisasi dan kompetensi terhadap organisasi sehingga mempengaruhi dampak positif terhadap peningkatan kinerja karyawan. Organisasi juga memberikan kesempatan (opportunity) untuk mengembangkan diri, sedangkan karyawan memberikan dukungan pada organisasi tidak hanya keahlian dan kemampuan saja, karyawan juga memberikan komitmen pada organisasi.
Tujuan penelitian untuk mengetahui dan membahas: (1) Apakah variabel motivasi, komitmen organisasional, dan kompetensi berpengaruh secara serempak terhadap kinerja karyawan. (2) Apakah variabel motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. (3) Apakah variabel komitmen organisasional berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. (4) Apakah variabel kompetensi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Yogyakarta yang berlokasi dijalan Magelang Km 6. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Juli. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan dua alat analisis, yaitu analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Analisis deskriptif merupakan analisis yang mengemukakan tentang karakteristik responden melalui uraian secara sistematis dalam frekuensi distribusi dan penjabarannya yaitu terhadap karakteristik responden (usia, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, dan jabatan) serta terhadap variabel penelitian (motivasi, komitmen organisasional, kompetensi dan kinerja karyawan).
Hasil analisis deskriptif berdasarkan variabel motivasi dilihat bahwa dari 133 responden yang diambil terhadap motivasi, maka responden yang motivasinya sangat rendah tidak ada atau sekitar 0%, yang motivasinya rendah sebanyak 1 orang atau sekitar 0,8%, yang motivasinya cukup sebanyak 11 orang atau sekitar 8,3%, yang motivasinya tinggi sebanyak 82 orang atau sekitar 61,7%, dan yang motivasinya sangat tinggi sebanyak 39 orang atau sekitar 29,3%. Variabel komitmen organisasional bahwa dari 133 responden yang diambil terhadap komitmen organisasional, maka responden yang komitmen organisasionalnya sangat rendah dan rendah adalah tidak ada atau sekitar 0%, yang komitmen organisasionalnya cukup sebanyak 24 orang atau sekitar 18,0%, yang komitmen organisasionalnya tinggi sebanyak 95 orang atau sekitar 71,4%, dan yang komitmen organisasionalnya sangat tinggi sebanyak 14 orang atau sekitar 10,5%. Variabel kompetensi bahwa dari 133 responden yang diambil terhadap variabel kompetensi, maka responden yang kompetensinya sangat rendah tidak ada atau 0%, yang kompetensinya rendah sebanyak 6 orang atau sekitar 4,5%, yang kompetensinya cukup sebanyak 26 orang atau sekitar 19,5%, yang kompetensinya tinggi sebanyak 70 orang atau sekitar 52,6%, dan yang kompetensinya sangat tinggi sebanyak 31 orang atau sekitar 23,3%. Variabel kinerja karyawan bahwa dari 133 responden yang diambil terhadap kinerja karyawan, maka responden yang kinerja sangat rendah dan rendah adalah tidak ada atau 0%, yang kinerjanya cukup sebanyak 5 orang atau sekitar 3,8%, yang kinerjanya tinggi sebanyak 97 orang atau sekitar 72,9%, dan yang kinerjanya sangat tinggi sebanyak 31 orang atau sekitar 23,3%.
Kata kunci : Pengaruh Motivasi, Komitmen Organisasional, Dan Kom
EVALUASI STIMULASI HYDRAULIC FRACTURING PADA SUMUR Y LAPANGAN X
Sumur Y merupakan sumur minyak yang diproduksikan dari lapangan X pada lapisan batu pasir Z yang memiliki permeabilitas cukup besar namun terdapat skin yg besar pula oleh sebab itu diperlukan suatu usaha stimulasi hydraulic fracturing yang bertujuan untuk mengurangi skin dengan cara skin by pass dan mengatasi problem kepasiran sehingga dapat memperbesar laju aliran minyak.
Evaluasi stimulasi hydraulic fracturing yang dilakukan pada penelitian Tugas Akhir ini meliputi evaluasi pelaksanaan hydraulic fracturing, evaluasi terhadap geometri rekahan, dan evaluasi peningkatan produksi. Untuk evaluasi terhadap geometri rekahan dilakukan perhitungan ulang geometri rekahan secara manual dengan metode PKN 2D. Dari segi peningkatan produksi, dilakukan perhitungan peningkatan produktifitas sumur dengan metode darcy, metode Cinco-Ley, Samaniego, dan Dominiquez serta perbandingan IPR sebelum dan sesudah hydraulic fracturing dengan menggunakan metode Vogel untuk aliran dua fasa. Kriteria keberhasilan stimulasi hydarulic fracturing ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan dari parameter-parameter tersebut setelah perekahan.
Evaluasi stimulasi hydraulic fracturing yang dilakukan pada sumur Y dapat dikatakan berhasil, hal itu ditunjukkan dengan adanya peningkatan PI sebesar 2.023 kali dengan metode Cinco-Ley Samaniego dan Dominique. Peningkatan permeabilitas dari 40 mD menjadi 95.36 mD. Produksi minyak meningkat dari 35 bopd menjadi sebesar 197 bopd
RENCANA PENATAAN TOP SOIL PADA DISPOSAL PIT S5 BLOK SIAMBUL PT. RIAU BARAHARUM SIAMBUL, KECAMATAN BATANGGANSAL, KABUPATEN INDRAGIRI HULU, PROVINSI RIAU
PT. Riau Baraharum
Tujuan dari penelitian ini adalah pengelolaan top soil dengan
membandingkan 3 metode yaitu, metode perataan, metode guludan dan metode
pot/lubang. Serta merekomendasikan metode penataan top soil yang terbaik untuk
diterapkan pada disposal pit S5.
Luas area disposal yang akan dilakukan penataan top soil adalah 35.4 Ha.
Top soil yang tersedia pada Bank soil adalah 207.400 LCM. Oleh karna itu, untuk
menghemat ketersediaan top soil perlu dilakukan pemilihan metode yang tepat.
Serta waktu yang dibutuhkan untuk pengerjaan masing-masing metode, agar
nantinya dapat digunakan untuk perbandingan dan merekomendasikan metode
yang terbaik.
Penerapan penataan top soil akan dibagi menjadi 2 area, yaitu area datar
18,22 Ha dan area miring 17,18 Ha, hal ini disebabkan karena bentuk disposal
yang berjenjang. Hasil perhitungan kebutuhan top soil pada area dengan
menggunakan metode perataan adalah 102.032 LCM, metode guludan adalah
61.152 LCM, metode pot adalah 19.531,84 LCM, dan metode pot pada area
miring adalah 5.016,56 LCM. Waktu pengerjaan pada area datar metode perataan
adalah 7 hari, metode guludan adalah 5 hari, metode pot adalah 9 hari, dan
metode pot pada area miring adalah 3 hari. Alat yang dibutuhkan untuk
pengerjaan metode perataan dan guludan adalah bulldozer tipe D7G2 dan untuk
metode pot menggunakan excavator tipe ZX 210.
Pemindahan top soil dari bank soil ke disposal dikerjakan 6 hari. Hasil
perhitungan top soil dan waktu pengerjaan tersebut, dipilih metode yang terbaik
untuk diterapkan pada disposal pit S5, yaitu metode perataan pada area datar, dan
metode pot pada area miring. Total kebutuhan top soil yang dibutuhkan adalah
107.048,56 LCM dengan waktu pengerjaan 10 hari