Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
ANALISIS RASIO KEMANDIRIAN, EFEKTIFITAS, DAN EFISIENSI KEUANGAN DAERAH PADA PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR (Periode 2007-2011)
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis rasio kemandirian, efektifitas dan efisiensi keuangan daerah pada pemerintahan Provinsi Jawa Timur yang diukur menggunakan tiga rasio, yaitu rasio kemandirian, efektifitas, dan efisiensi. Yang kemudian digunakan sebagai alat untuk menentukan apakah daerah tersebut mampu melaksanakan pengelolaan kemandirian dalam suatu daerah, mampu merealisasikan target pendapatan pemerintahan daerah sesudah otonom setiap tahunnya ataupun tidak, dan menunjukkan kinerja pemerintah daerah tersebut. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif, yakni penelitian yang dilakukan dengan cara menguraikan sifat dan keadaan yang sebenarnya dari objek penelitian. Penelitian ini dilakukan pada periode 2007 sampai 2011. Jenis data yang dipakai adalah data sekunder.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu berdasarkan analisis deskriptif menujukan bahwa pertumbuhan APBD Pemerintah Provinsi Jawa Timur cenderung mengalami kenaikan setiap tahunya, namun berdasarkan analisis pengukuran tiga rasio dalam laporan realisasi anggaran pendapatan asli daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, rasio kemandirian keuangan Provinsi Jawa Timur masih dikatakan sangat rendah. Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara tidak langsung belum siap dalam memajukan daerahnya. Sedangkan di lihat dari rasio efektifitasnya, target yang terdapat dalam laporan realisasi anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat dikatakan efektif, dan sangat efektif. Begitu juga jika dilihat dari rasio efisiensinya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat merealisasikan pendapatan asli daerahnya dengan efisien bahkan sangat efisien. Hal ini bisa dikatakan pemerintahan Provinsi Jawa Timur telah merealisasikan target penerimaan setiap tahunnya.
Kata kunci : Rasio Kemandirian, Rasio Efektifitas, Rasio Efisiensi, Keuangan Daerah, Kawasan Provinsi Jawa Timur
“Pola Sebaran Lapisan Batubara Seam E Berdasarkan Data Geologi Permukaan dan Data Bor Blok 1-3 Kecamatan Jaweten Kabupaten Barito Timur Propinsi Kalimantan Tengah”
Secara administrasi lokasi telitian berada di Kecamatan Jaweten, Kabupaten
Barito Timur, Propinsi Kalimantan Tengah yang terletak pada kordinat (N
9781181.897 – E 293264.970) pada site eksplorasi Jaweten Blok 1–3 dengan luasan
daerah telitian 2,48 X 4,24 km².
Daerah telitian dibagi menjadi 2 satuan geomorfologi yaitu satuan
geomorfologi perbukitan terkikis bergelombang lemah yang menempati ± 97,06 %
daerah telitian dan satuan geomorfologi dataran Alluvial menempati ±2,94 % daerah
telitian. Pola pengaliran pada daerah telitian termasuk ke dalam pola denritik dimana
pola aliran menyerupai cabang pohon dan mencerminkan resistensi batuan yang sama
serta kemiringan lapisan sedimen yang relatif horizontal atau landai
Stratigrafi daerah telitian terdiri dari 3 satuan batuan yaitu satuan batupasir
Warukin, satuan batulempung Warukin dan endapan alluvial. Luas satuan batupasir
Warukin ± 12,21% dari seluruh luas daerah telitian tersusun atas dominasi batupasir
dengan sisipan batulanau. Berdasarkan aspek fisik di lapangan dengan ditemukannya
struktur sedimen flacer bedding pada batupasir mengindikasikan arus pasang surut
(tidal) yang berpengaruh pada proses pembentukan struktur sedimen ini maka satuan
batupasir Warukin dimasukkan dalam sub lingkungan pengendapan delta dalam suatu
sistem pengendapan Transtitional Lower Delta Plain. Kemudian di atas satuan
batuan ini diendapkan secara selaras satuan batulempung Warukin yang menempati ±
84,85% daerah telitian tersusun atas dominasi batulempung dengan sisipan
batulempung karbonan dan batubara, Berdasarkan aspek fisik di lapangan dan dari
data bawah permukaan maka satuan batulempung Warukin dimasukkan dalam sub
lingkungan pengendapan delta dalam suatu sistem pengendapan Transtitional Lower
Delta Plain. Diatas satuan batu lempung Warukin di endapkan secara tidak selaras
berupa endapan alluvial yang menempati ± 2,94% dari daerah telitian yang berupa
material lepas berukuran butir sampai kerakal.
Berdasarkan Interpretasi dari data bawah permukaan daerah telitian di
pengaruhi oleh struktur sesar berupa sesar geser diperkirakan ( sinistral ) yang
terdapat pada bagian tengah daerah telitian yang memanjang relative dari timur ke
barat mengikuti pola topografi pada daerah tersebut
GEOLOGI DAN PENGARUH DENSITAS TERHADAP KUALITAS BATUBARA BERDASARKAN DATA WELL LOGGING FORMASI MUARA ENIM DAERAH TAMBANG AIR LAYA, TOWN SITE, DAN SEKITARNYA, KECAMATAN LAWANG KIDUL, KABUPATEN MUARA ENIM, PROVINSI SUMATERA SELATAN
Secara geografis daerah telitian terletak pada lintang 30 44’ 58.65” LS-30 46’ 18.600” LS dan bujur 1030 45’ 32.055” BT-1030 47’ 31.228” BT. Secara koordinat UTM terletak pada zona 48S 362180mE–365860mE dan 9583000mN–9585450mN dengan peta skala 1:10.000. Kemudian secara administratif terletak di daerah Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan
Geomorfologi daerah telitian dapat dibagi menjadi 7 (tujuh) satuan bentuklahan, yaitu perbukitan lipatan (S1), perbukitan homoklin (S2), dataran homoklin (S3), bukit terisolir (D1), lembah bukaan tambang (H1), dataran limpah banjir (F1), dan tubuh sungai (F2). Pola pengaliran di daerah telitian adalah rectangular dan trellis.
Stratigrafi daerah telitian disusun oleh 4 (empat) satuan batuan dari tua ke muda adalah sebagai berikut: satuan batulempung-tuffan Muaraenim (Miosen akhir-Pliosen), satuan batupasir-tuffan Muaraenim (Miosen akhir-Pliosen), satuan intrusi andesit (Plistosen), dan satuan endapan pasir-aluvial (Holosen). Lingkungan pengendapan daerah telitian adalah pada tidal delta plain sampai fluvial delta plain (Allen and Chambers, 1998).
Struktur geologi yang berkembang pada daerah telitian berupa struktur antiklin Bukit Munggu, sinklin Curuk Pangkul, sesar naik Curuk pangkul, dan sesar mendatar kiri Town Site. Selain itu juga terdapat sesar diperkirakan berupa sesar mendatar kanan Bukit Asam dan sesar mendatar kiri Talang Jawa.
Dari hasil analisis statistik, data densitas dan data uji parameter kualitas (Ash, CV, FC, VM) memiliki distribusi yang normal. Data-data tersebut bedasarkan uji kesamaan varians berasal dari sampel yang heterogen. Antara variable densitas dan data Ash setelah dilakukan uji linieritas memenuhi syarat untuk dianalisis hubungan antar variabelnya. Antara variable Ash dan data CV, FC, VM setelah dilakukan uji linieritas memenuhi syarat untuk dianalisis hubungan antar variabelnya.
Hubungan densitas batubara dari log densitas dan ash mempunyai hubungan antar variabel positif dengan nilai R2=0.6039. Hubungan ash dan calorific value mempunyai hubungan antar variabel positif dengan nilai R2= 0.6078. Hubungan ash dan fixed carbon mempunyai hubungan antar variabel positif dengan nilai R2= 0.6204. Hubungan ash dan volatile matter mempunyai hubungan antar variabel positif dengan nilai R2=0.7211
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PENERIMAAN BEASISWA PADA SEKOLAH DASAR MENGGUNAKAN METODE TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION (TOPSIS) BERBASIS WEB (Studi Kasus Sekolah Dasar Negeri Bulu Kabupaten Temanggung)
Sekolah Dasar Negeri Bulu banyak sekali memberikan bantuan kepada siswa berupa beasiswa. Beasiswa dapat membantu anak sekolah agar mereka dapat menyelesaikan tugasnya sebagai pelajar dalam rangka mencari ilmu pengetahuan hingga selesai. Beasiswa biasanya berbentuk dana untuk menunjang biaya yang harus dikeluarkan oleh anak sekolah selama menempuh masa pendidikan di tempat mereka sekolah. Namun dalam proses seleksi yang digunakan untuk menentukan siswa penerima beasiswa Sekolah Dasar Negeri Bulu masih menggunakana seleksi manual sehingga dibutuhkan waktu yang lama. Maka dari itu diperlukanya sistem pendukung keputusan untuk menyeleksi siswa penerima beasiswa secara cepat dan tepat.
Pada proses pembangunan sistem pendukung keputusan penetuan penerima beasiswa sekolah dasar ini menggunakan metode TOPSIS (Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution) sebagai standar penilaian kriteria. Pada tahap analisis data dilakukan dengan metode pembangunan perangkat lunak secara waterfall, serta diimplementasikan dengan menggunakan aplikasi berbasis web dengan PHP sebagai bahasa pemrograman dan MySQL sebagai database nya.
Dengan adanya sistem pendukung keputusan penetuan penerima beasiswa Sekolah Dasar Negeri dapat memberikan informasi data siswa yang berhak menerima beasiswa dan diharapkan dapat menentukan siswa yang berhak menerima beasiswa secara cepat dan tepat di Sekolah Dasar Negeri Bulu. Sehingga proses pemberian beasiswa dapat terlaksanan dan sistem pendukung keputusan ini dapat digunakan untuk menentukan penerima beasiswa sekolah dasar
APLIKASI PERAMALAN DALAM PENENTUAN STOK ROTI MENGGUNAKAN METODE LEAST SQUARE DAN MOVING AVERAGE
Dengan adanya perkembangan teknologi, untuk menjaga kualitas roti maka setiap jenis roti memiliki tanggal kadaluarsa yang berbeda-beda. Ada beberapa faktor utama dalam menentukan jumlah roti yang akan diproduksi. Selain tanggal kadaluarsa yang ada pada setiap roti, permintaan konsumen juga dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan roti yang akan diproduksi, apakah permintaan melebihi dari jumlah produksi atau kurang dari jumlah produksi yang ada. Untuk dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan aplikasi yang dapat membantu dalam menentukan jumlah roti yang akan diproduksi. Jumlah dari hasil yang diproduksi tersebut akan dipergunakan sebagai bahan pertimbangan penentuan jumlah produksi yang sebenarnya.
Dalam ilmu ekonomi, terdapat metode yang dapat memprediksi jumlah stok barang yang akan terjual, yaitu metode forecasting. Metode ini melakukan prediksi berdasarkan jumlah barang yang telah diproduksi dari waktu-waktu sebelumnya karena jumlah permintaan dan penjualan tidak selalu memiliki nilai yang sama. Di dalam metode forecasting masih dibagi menjadi beberapa metode. Antara lain, metode Least Square dan metode Moving Average. Pada tugas akhir ini, digunakan metode Least Square dan metode Moving Avarage yang dapat mengatasi berbagai faktor-faktor seperti hari, jumlah roti yang terjual, dan kadaluarsa agar bisa didapat hasil yang maksimal. Dengan metode Least Square dan metode Moving Avarage diharapkan dapat menangani penentuan stok roti agar hasilnya lebih optimal. Metodologi yang digunakan dalam program ini adalah metodologi waterfall. Aplikasi ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan database mysql.
Aplikasi peramalan ini diharapkan dapat membantu dalam menentukan jumlah roti yang akan diproduksi tiap hari atau tiap periode sebagai acuan produksi yang sebenarnya.
Kata Kunci : Peramalan, Least Square, Moving Averag
APLIKASI BERBASIS WEB PEMASARAN WARUNG MAKAN ANGKRING JENTIK YOGYAKARTA
Teknologi informasi telah merambat keseluruh sektor kehidupan manusia. Peran teknologi informasi kini dianggap faktor salah satu penentu kemajuan dari suatu core bussines. Sebagian perusahaan-perusahaan di indonesia kini menganggap teknologi merupakan faktor yang tak bisa lepas dari proses-proses dimana seluruh kegiatan yang berhubungan dengan proses-proses bisnisya (user) dijalankan dengan teknologi. Tak hanya perusahaan-perusahaan berskala besar saja yang kini menggunakan teknologi dalam proses bisnisnya, perusahan-perusahaan kecil pun atau usaha kecil pun kini banyak yang menggunakan teknologi untuk mempermudah melakukan proses bisnis.Oleh karena itu, melihat yang terjadi pada “Angkring Jentik” di Yogyakarta dimana jumlah pengunjung yang cukup signifikan, sehingga dibutuhkan suatu strategi pemasaran yang dapat menarik minat pengunjung.
Metode pengembangan sistem dilakukan dengan cara waterfall (studi kelayakan) yaitu pengumpulan Data, Analisis, Perancangan, Implementasi dan Uji Coba. Untuk melakukan pengembangan dibutuhkan perangkat lunak PHP (Personal Home Page) sebagai script yang akan digunakan dalam pembuatan kode program, MySQL sebagai database serta Microsoft Visio yang akan digunakan untuk desain ERD (Entity Relationship Diagram).
Pada penelitian ini menghasilkan aplikasi berbasis web pemasaran warung makan “Angkring Jentik” dimana nantinya web ini akan menampilkan menu makanan dan minuman dan lokasi “Angkring Jentik”. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu dalam menunjang proses bisnis bagi kemajuan dari usaha tersebut
PERANCANGAN ALAT BANTU PADA INDUSTRI PANDE BESI BERDASARKAN ANALISA POSTUR KERJA (Studi kasus pada industri pande besi di kawasan sentra industri pande besi Krandegan Purworejo khususnya di lokasi UD Poniso)
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan di kawasan sentra industri pande besi Krandegan Purworejo, khususnya di tempat/lokasi usaha industri pande besi UD Poniso. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengidentifikasi postur kerja yang dapat menimbulkan gejala Musculoskeletal Disorders (MSDs) khususnya pada pekerja bagian “pengawon” dan proses tempa, merancang sarana/fasilitas alat bantu kerja berupa kursi “pengawon” dan papan tempa yang ergonomis sesuai kebutuhan kerja dan antropometri pekerjanya, dan mengevaluasi kondisi kerja sebelum dan sesudah dilakukannya perbaikan baik pada postur kerjanya ataupun penggunaan prototype alat bantu kerjanya.
Alat penilaian postur kerja dalam hal ini menggunakan metode OWAS dan REBA. Keduanya merupakan suatu metode yang digunakan untuk menganalisis postur tubuh secara keseluruhan dan menilai kemungkinan resiko cedera pada sistem musculoskeletal. Sedangkan untuk perancangan sarana/fasilitas alat bantu kerja dibuat dengan mengikuti kaidah-kaidah teknis sekaligus ergonomis melalui tahapan-tahapan dalam proses perancangan dan pengembangan produk (Ulrich dan Eppinger, 2001). Hal ini dimaksudkan agar hasil rancangan nantinya benar-benar sesuai dengan kondisi kebutuhan kerjanya.
Dari hasil analisa postur kerja sebelum perbaikan memang teridentifikasi terdapat postur kerja yang tidak alamiah. Hasil penilaian OWAS menunjukkan tingkat bahaya dari level 2−4 (diperlukan perbaikan dalam waktu dekat sampai mendesak), sedangkan penilaian REBA menunjukkan tingkat bahaya dari level 5−11 (medium sampai very high). Setelah dilakukannya implementasi perbaikan, diketahui bahwa telah terjadi penurunan level tingkat bahaya pada penilaian metode OWAS secara keseluruhan menjadi level 1 (tidak memerlukan perbaikan lagi), sedangkan penilaian metode REBA turun menjadi level 2−6 (low sampai medium). Adapun hasil dari perhitungan waktu bakunya pun juga mengalami penurunan, terutama pada elemen kerja pembakaran/pemanasan logam (total) yaitu dari 11,852 menit menjadi 9,704 menit dan pada elemen kerja penempaan (total) dari 13,238 menit menjadi 10,819 menit. Selain itu konsumsi energi rata-rata pekerja pada kondisi sesudah perbaikan sudah lebih kecil daripada kondisi sebelum perbaikan. Dari berbagai hasil yang telah diperoleh tersebut akan dapat dijadikan sebagai landasan perubahan untuk memperbaiki kondisi kerja yang ada saat ini sehingga tercipta suatu kondisi kerja yang aman, nyaman dan efektif.
Kata kunci: Postur kerja, Musculoskeletal Disorders (MSDs), Ergonomi, OWAS, REBA, Perancangan dan Pengembangan Produk (Ulrich and Eppinger, 2001), Antropometri, Waktu Baku dan Konsumsi Energi.
ABSTRACT
The research was conducted in the area of industrial centers of blacksmith Krandegan Purworejo, particularly in areas/industrial business locations UD Poniso blacksmith. The purpose of this study are to identify the working posture can cause symptoms Musculoskeletal Disorders (MSDs) in particular on the part of workers “pengawon" and forging process, designing the means / facilities working tools of "pengawon" chair and ergonomic forging board based on the needs of work and anthropometry workers, and evaluate the working conditions before and after doing a good improvement in his posture or the use of a prototype tool works.
Posture assessment tool in this work using the method OWAS and REBA. Both are a method used to analyze the overall posture and assess the possible risk of injury to the musculoskeletal system. As for the design of means / facilities working tools made by following technical rules as well as ergonomically through the stages in the design process and product development (Ulrich and Eppinger, 2001). It is intended that the design will really suit his needs conditions.
From the analysis of work postures before repair work is identified there are unnatural posture. OWAS assessment results indicate the level of danger from level 2-4 (required improvements in the near future to insist), while the REBA assessment indicates the level of danger from level 5-11 (medium to very high). Following the implementation of the improvement, it is known that there has been a decrease in the level of hazard levels in the overall assessment OWAS method to level 1 (no need repair again), while assessment methods REBA down to level 2-6 (low to medium). The results of the calculation of raw time was also decreased, especially in the working elements burning / heating of metal (total) that is from 11.852 minutes into 9.704 minutes and the forging of work elements (total) from 13.238 minutes into 10.819 minutes. In addition, the average energy consumption of workers on the conditions after the repair has been smaller than the condition before repair. From the various results that have been obtained will be used as the basis for change to improve working conditions that exist today in order to create a safe working condition, convenient and effective.
Keywords: Work Posture, Musculoskeletal Disorders (MSDs), Ergonomics, OWAS, REBA, Design and Product Development (Ulrich and Eppinger, 2001), Anthropometry, Standard Time and Energy Consumption
RANCANGAN TEKNIS PENAMBANGAN BATUGAMPING DI BLOK 1 DAN 2 PT. SAHABAT MULIA SAKTI, KECAMATAN TAMBAKROMO, KABUPATEN PATI, PROVINSI JAWA TENGAH
RINGKASAN
PT. Sahabat Mulia Sakti, salah satu perusahaan swasta yang akan bergerak
di bidang industri semen dengan rencana produksi 3.840.000 ton pada tahun
pertama sampai tahun keempat, dan naik menjadi 7.680.000 ton pada tahun
kelima sampai tahun akhir penambangan. PT. Sahabat Mulia Sakti merencanakan
melakukan penambangan batugamping sebagai bahan baku semen sebanyak
4.250.000 ton pada tahun pertama sampai tahun keempat, dan 8.500.000 ton pada
tahun selanjutnya di daerah Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Provinsi
Jawa Tengah sehingga dibutuhkan perancangan teknis penambangan agar sasaran
produksi dapat dipenuhi.
Volume batugamping pada Blok 1 dan Blok 2 adalah 10.522.233,84 BCM,
sehingga dengan densitas batugamping 2,6 ton/m3, tonase batugamping adalah
27.476.475,09 ton. Penambangan dilakukan secara tambang terbuka dengan
metode quarry side hill type, lebar minimum front penambangan 31 m, tinggi
jenjang tunggal 10 m, single slope 80°, tinggi jenjang keseluruhan maksimal 120
m, dan overall slope maksimal 45°. Lebar jalan angkut minimal pada jalan lurus
adalah 14 m dan pada tikungan 17 m, superelevasi 64mm/m, dan cross slope 0,5
in/ft.
Rencana penggalian batugamping pada tahun pertama adalah 4.256.225,50
ton, tahun kedua 4.259.322,11 ton, tahun ketiga 4.260.331,67 ton, tahun keempat
4.234.758,56 ton, tahun kelima 8.498.032,55 ton, dan tahun keenam 1.850.552,85
ton. Peralatan mekanis yang dibutuhkan adalah 1 unit Bulldozer Caterpillar D8R,
2 unit Wheel Loader Caterpillar 988H pada tahun pertama sampai tahun keempat
dan 3 unit pada tahun kelima sampai tahun keenam, 4 unit Dump Truck
Caterpillar 769D pada tahun pertama sampai tahun ketiga, 5 unit pada tahun
keempat, serta 10 unit pada kelima dan tahun keenam.
ABSTRACT
PT. Sahabat Mulia Sakti is one of cement factory with production planning
3.840.000 tons cement in first year until forth year, and increase to 7.680.000 tons
in fifth year until the final year of mining activity. PT. Sahabat Mulia Sakti plans
to mine 4.240.000 tons limestone as cement raw material in first year until fourth
year, and increase to 8.500.000 tons in fifth year until the final year of mining
activity on Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah.
Therefore, it is needed a mine planning to achieve that production planning.
Volume of limestone on Blok 1 and Blok 2 until elevation 70 masl is
10.522.233,84 BCM and so with limestone density is 2,6 ton/m3, limestone
tonnage is 27.476.475,09 tons. Mining operation is done by surface mining
system and quarry side hill type method with minimum mining front width is 31
m, single bench height is 10 m, single bench slope is 80°, maximum overall bench
height is 120 m, and maximum overall slope is 45°. Minimum haul road width on
straight section is 14 m and on curve section is 17 m, superelevation is 64mm/m,
cross slope is 0,5in/ft, and maximum haul road grade is 10%.
Limestone production planning in the first year is 4.256.225,50 tons, in
second year is 4.082.414,38 tons, in third year is 4.260.331,67 tons, in fourth year
is 4.234.758,56 tons, in fifth year is 8.498.032,55 tons, and in the sixth year is
1.850.552,85 tons. It is required 1 unit Bulldozer Caterpillar D8R each year, 2
units Wheel Loader Caterpillar 988H in the first year until the fourth year and 3
units in the fifth year until the sixth year. Hauling equipment, which use Dump
Truck Caterpillar 769D, is 4 units in the first year until the third year, 5 units in
the fourth year, 10 units in the fifth year in the sixth year
PENINGKATAN KEMAMPUAN PERTAHANAN MARITIM FILIPINA DI LAUT CINA SELATAN (TAHUN 2006-2012)
Untuk menghadapi tantangan keamanan eksternal yang muncul
dari persengketaan wilayah di Laut Cina Selatan, Filipina
telah mendorong perubahan lebih lanjut pada sistem maupun
struktur kelembagaan pertahanannya dengan meningkatkan serta
mereformasi kemampuan pertahanan maritimnya, melalui program
reformasi dan transformasi kemampuan Angkatan Bersenjata
Filipina dari fokus keamanan internal ke pertahanan
teritorial, peningkatan anggaran pertahanan, dan modernisasi
kemampuan Angkatan Bersenjata Filipina (AFP). Selain itu,
Filipina juga mereaksi kerawanan ancaman yang muncul terhadap
keamanan dan kepentingan nasionalnya dengan mengeluarkan
strategi pertahanan baru eksternal, lobi Filipina ke negara
Anggota ASEAN, pertukaran diplomatik Filipina-Cina dan semakin
mempererat hubungan aliansi pertahanan militernya dengan
Amerika Serikat.
Tujuan dari peningkatan kemampuan pertahanan ini yaitu
bahwa kemiliteran membutuhkan persenjataan dengan kekuatan
yang dapat diandalkan untuk menghadapi tantangan, baik dari
dalam maupun luar, dan berharap dapat mencegah pelanggaran
wilayah yang sering dilakukan oleh kapal-kapal asing ke
wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina, khususnya dari
Cina
“ANALISIS PENGARUH VOLUME PERDAGANGAN SAHAM, NILAI TUKAR DAN INFLASI TERHADAP PERGERAKAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DI BURSA EFEK INDONESIA”
Pasar modal merupakan salah satu tempat (media) yang memberikan
kesempatan berinvestasi bagi investor perorangan maupun institusional. Oleh
karena itu, arah dan besarnya pergerakan pasar modal menjadi topik yang menarik
bagi para akademisi dan praktisi pasar untuk mempelajarinya. Pasar modal
memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia, dimana nilai Indeks
Harga Saham Gabungan dapat menjadi leading indicator economic pada suatu
negara. Pergerakan indeks sangat dipengaruhi oleh ekspektasi investor atas
kondisi fundamental negara maupun global. Adanya informasi baru akan
berpengaruh pada ekspektasi investor yang akhirnya akan berpengaruh pada
IHSG. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah periode indeks harga
saham gabungan dari 1 Januari 2009 sampai dengan 31 Desember 2012.
Hasil dari penelitian ini adalah volume perdagangan saham, nilai tukar,
inflasi secara simultan berpengaruh terhadap pergerakan Indeks Harga Saham
Gabungan. Pengujian secara parsial menunjukkan bahwa volume perdagangan
saham dan inflasi tidak berpengaruh terhadap pergerakan IHSG, nilai tukar dan
suku bunga SBI berpengaruh terhadap IHSG.
Kata kunci: Volume Perdagangan Saham, Nilai Tukar, Inflasi, IHSG