Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
Prediksi keberadaan lapisan Batubara menggunakan metode resistivitas konvigurasi winner-schlumberger pada daerah Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Telah dilakukan penelitian menggunakan metode geolistrik resistivitas menggunakan konfigurasi
wenner-schlumberger untuk mendeteksi keberadaan lapisan batubara di daerah Samboja,
kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan
geometri, kemenerusan lapisan, dan ketebalan dari batubara di daerah penelitian berdasarkan
nilai resistivitas batuan. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa nilai beda potensial
(V), arus listrik (I), faktor geometri, topografi, dan koordinat pengukuran.
Daerah Samboja Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur merupakan wilayah yang
cukup besar dan masih berupa hutan belantara. Secara geologi potensi batubara di daerah
Samboja Kuala dan sekitarnya cukup besar. Pada penelitian ini digunakan sebanyak 20 lintasan
pengukuran geolistrik konfigurasi wenner-schlumberger dengan panjang lintasan 200 meter.
Arah lintasan bervariasi mengikuti pola dari indikasi persebaran batubara dipermukaan.
Peralatan yang digunakan adalah automatic resistivitymeter yang mengukur nilai resistivitas
batuan di bawah permukaan secara otomatis. Dari data sekunder dilakukan pengolahan data
menggunakan perangkat lunak Ms. Excel untuk menyusun data lapangan dan selanjutnya
dipindahkan dalam bentuk format *txt. Untuk mendapatkan hasil heterogentias bawah
permukaan maka dilakukan proses inversi (pemodelan kebelakang) menggunakan software
Res2DInv buatan Geotomo software. Dari hasil inversi akan didapatkan penampang resistivitas
2D yang menggambarkan keberadaan batubara dibawah permukaan.
Hasil interpretasi data dapat disimpulkan bahwa batubara terletak pada Formasi Kampung Baru
yang berumur Miosen Akhir sampai Pliosen Awal dengan lingkungan pengandapan rawa hingga
delta..interpretasi profil 2D yang menunjukan pola lapisan batubara memiliki nilai resistivitas
berkisar antara 400-700 Ohm.m, resistivitas lapisan batulempung berkisar antara 10-30 Ohm.m.
Kedalaman serta ketebalan lapisan batubara bervariasi dari setiap lintasan pengukuran, dengan
kedalaman yang berkisar 40-50 m dari permukaan . Serta ketebalan lapisan batubara
diperkirakan antara 3-6 meter.
Kata Kunci : resistivitas, wenner-schlumbrger, batubara
ABSTRACT
PREDICTION OF COAL SEAMS PRESENCE USING RESISTIVITY METHODS WENNERSCHLUMBERGER
CONFIGURATION ON SAMBOJA, KERTANEGARA KUTAI DISTRICT,
EAST BORNEO
Dhamas Swastyayana Putra
115 090 025
Have been geoelectric method research using Wenner - Schlumberger array to detect the
presence of coal seams in the area Samboja , Kutai Kartaangera regency , South Borneo . This
study aims to get geometry , continiou of layer , and the thickness of the coal in the study area
based on the value ressitivitas rocks . The data used are secondary data from the value of the
potential difference (V) , current (I) , geometry factor , topography , and coordinate
measurement .
Samboja, Kutai Kertanegara Regency , East Kalimantan is a fairly large area and still a
wilderness . The geology of coal reserves in the area and surrounding Kuala Samboja big
enough . This research used the track as much as 20 geoelectric measurements Wenner -
Schlumberger array with a line length of 200 meters . Directions trajectory varies following the
pattern of distribution of coal surface indications. The equipment used is automatic
resistivitymeter which measures the resistivity value of rocks below the surface automatically. Of
secondary data using a data processing software Ms . Excel to collate the data field and then
transferred in the form of * txt format . To get the heterogentias subsurface inversion process is
carried out (modeling backward) using software Res2DInv software Geotomo software . From
the inversion results will be obtained 2D resistivity cross section depicting the presence of coal
below the surface .
The results of the interpretation of the data it can be concluded that the coal is located at
Kampung Baru Formation Late Miocene to Early Pliocene pengandapan environment. delta
swamps to interpretation of 2D profiles which show the pattern of the coal seam has resistivity
values ranging between 400-700 Ohm.m , mudstone layer resistivity ranged between 10-30
Ohm.m. The depth and thickness of coal seams varies from each trajectory measurements , with
depths ranging from 40-50 m from the surface. As well as the thickness of the coal seam is
estimated between 3-6 meters .
Keyword : resistivity, wenner-schlumberger, coa
UPAYA JEPANG DALAM PENYELESIAN SENGKETA KEPULAUAN SENKAKU (2004-2013)
The world’s second and third largest economies are engaged in a standoff over the sovereignty of five islets and three rocks in the East China Sea, known as the Diaoyu in Chinese and the Senkaku in Japanese. Tensions erupted in September 2012 when Japan purchased three disputed islands from their private owner to keep them from the nationalist governor of Tokyo. In response, Beijing implemented a series of measures including the establishment of overlapping administration in the disput- ed waters. Both sides’ law enforcement agencies and militaries currently operate in close proximity in disputed naval and aerial space. Unlike foreign ministries, these actors have less institutional interest in containing crises and enjoy an infor- mation monopoly allowing them to shape domestic perceptions. The two countries lack the mutual trust and communication mechanisms to manage incidents, let alone to discuss intentions or operating protocols. In the event of a skirmish, heightened nationalism, especially in China, could constrict the room for diplomatic manoeuvres to de-escalate the situation
GEOLOGI DAN KUALITAS BATUBARA, DAERAH DELING PUTI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BENTIAN BESAR, KABUPATEN KUTAI BARAT, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
ABSTRAK
Lokasi penelitian berada di daerah kuasa pertambangan PT. Trubaindo Coal Mining yang
terletak di daerah Deling Puti, Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi
Kalimantan Timur. Letak geografis lokasi terletak pada koordinat 115ᴼ 39' 17,0"- 115ᴼ 40' 54,0"
Bujur Timur dan 00ᴼ 41' 47,2"- 00ᴼ 43’ 24,9" Lintang Selatan atau menurut UTM (Universe
Transverse Mercator) Zona 50 M yaitu: x= 350300-353250 dan y= 9920000-9923000. Peta
dasar dengan skala 1:12.500. Luasan daerah telitian adalah 9 km
2
.
Berdasarkan aspek-aspek geomorfologi, daerah penelitian dapat dibagi menjadi tiga bentuk
lahan, yaitu: Perbukitan Homoklin Berlereng Miring (S1), Perbukitan Homoklin Berlereng
Landai (S2), dan Tubuh Sungai (F1). Stratigrafi daerah penelitian terdiri atas dua satuan batuan
tak resmi dan Endapan Aluvial, yang berurutan dari tua ke muda sebagai berikut: Satuan
Batupasir Pulaubalang (Miosen Awal), Satuan Batulempung Pulaubalang (Miosen Tengah), dan
Endapan Aluvial (Holosen). Struktur geologi pada daerah penelitian berupa struktur homoklin
dengan dicirikan jurus dan kemiringan lapisan yang relatif seragam dengan arah umum jurus
perlapisan Barat-Timur dan kemiringan lapisan berarah ke Selatan. Lingkungan pengendapan
daerah penelitian ditentukan berdasarkan aspek fisika, kimia, dan biologi adalah Transitional
Lower Delta Plain.
Berdasarkan klasifikasi American Society for Testing and Material (ASTM, 1981)
termasuk kualitas batubara kelas Bituminous grup High Volatile C Bituminous Coal. Berdasarkan
klasifikasi Frazer (1887), batubara daerah telitian termasuk ke dalam jenis bituminus. Kualitas
batubara daerah telitian tergolong derajat tinggi (high rank) mengacu pada kedua klasifikasi di
atas, yaitu jenis bituminus.
Hubungan geologi dengan kualitas batubara dapat dikaitkan dengan melihat aspek fisik dan
kimia. Berdasarkan aspek fisik, kualitas batubara tergolong kualitas rendah sampai sedang. Hal
ini disebabkan oleh proses pelapukan yang terjadi setelah lapisan batubara terekspos ke
permukaan. Berdasarkan aspek kimia dengan melihat hasil analisa proksimat pada batubara,
dapat digunakan untuk menginterpretasikan kondisi geologinya, antara lain: lingkungan
pengendapan, litologi, maupun pengotor batubara
OPTIMALISASI PRODUKTIVITAS EXCAVATOR PC 400 LC 8 PADA PENAMBANGAN BATUBARA PIT TAMBANG AIR LAYA FRONT EXT.SELATAN PT. BUKIT ASAM Tbk TANJUNG ENIM SUMATRA SELATAN
PT. Bukit Asam (Persero),Tbk (PTBA) merupakan salah satu Badan
Usaha Milik Negara (BUMN). UPTE terbagi atas dua lokasi pertambangan yaitu
Tambang Air Laya (TAL) dan Tambang Non Air Laya (NAL). Kegiatan
penambangan batubara pada Tambang Air Laya menggunakan sistem tambang
terbuka (surface mining). Tambang Air Laya memiliki dua front yaitu front
Prebench dan front Ext.Selatan.
Divisi Mine Plan, PT. Bukit Asam (Persero) Tbk, mempunyai
produktivitas optimal alat gali muat Excavator Komatsu PC 400 LC 8 sebesar
322 ton/jam dengan effisiensi kerja sebesar 69%, bucket fill factor sebesar 100%
dan waktu edar sebesar 18 detik. Akan tetapi, kenyataannya produktivitas rata-rata
3 (tiga) alat gali muat yang digunakan pada front Ext.Selatan masih di bawah
target yang ditetapkan yaitu produktivitas EX 400-03 sebesar 297,79 ton/jam, EX
400-05 sebesar 310,36 ton/jam dan EX 400-73 sebesar 299,85 ton/jam. Hal ini
menunjukkan bahwa kinerja excavator pada penambangan batubara belum
optimal.
Alat gali muat yang digunakan Excavator Komatsu PC 400 LC-8. Proses
penambangan batubara ini didahului dengan penggaruan. Hasil penggaruan
batubara baru kemudian dimuat menggunakan 3 unit excavator komatsu PC 400
LC-8 dengan kapasitas bucket 3,2 LCM. EX 400-03, EX 400-05 dan EX 400-73
masing-masing dilayani dengan 4 unit dump truck HINO 320 PD dengan daya
angkut 30 Ton.
Terlebih dahulu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas
alat gali muat yaitu mengkaji dan mencari metode pemuatan yang tepat,
menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas alat gali muat,
sehingga dapat melakukan upaya optimalisasi guna meningkatkan produktivitas
alat gali muat.
Metode pemuatan yang tepat adalah Top Loading dengan Double Spotting.
Adapun faktor yang menyebabkan produktivitas alat gali muat belum optimal
yaitu cycle time yang terlalu lama ( >19 detik), nilai bucket fill factor kecil
(83,2%), dan efesiensi kerja yang kecil (< 69 %). Sehingga upaya optimalisasi
yang digunakan adalah menggabungkan antara memperbaiki cycle time dan
meningkatkan waktu kerja efektif menjadi alternatif terbaik yang diusulkan
karena menghasilkan produktivitas alat gali muat pada front Ext.Selatan di atas
322 ton/jam yaitu produktivitas EX 400-03 sebesar 328,08 ton/jam, EX 400-05
sebesar 360,36 ton/jam dan EX 400-73 sebesar 338,64 ton/jam
KERJASAMA SISTER CITY ANTARA DKI JAKARTA DENGAN PEMERINTAH KOTA BEIJING TAHUN 2010-2013
ABSTRAK
Skripsi ini akan menjelaskan tentang Kerjasama Sister City antara DKI Jakarta dengan
Pemerintah Kota Beijing Tahun 2010-2013. Tujuan dari penulisan skripsi adalah untuk
menjelaskan bagaimana implementasi dari bidang-bidang kerjasama sister city antara DKI
Jakarta dan Beijing dapat berjalan secara kontinu dan aktif terutama pada periode 2010-
2013. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dimana penulis menjelaskan
bagaimana bentuk-bentuk implementasi dari bidang-bidang kerjasama yang telah disepakati
antara DKI Jakarta dan Beijing periode 2010-2013. Data-data yang digunakan merupakan
data primer dan data sekunder yaitu dengan adanya wawancara langsung dengan pejabat
terkait serta hasil dari studi pustaka.
Kerjasama sister city sebagian besar dilakukan antara dua kota dari negara yang
berbeda. Kedua kota yang menjalin kerjasama sister city biasanya memiliki kesamaan
karakteristik. Kerjasama sister city antara DKI Jakarta dan Beijing disepakati dengan
adanya penandatanganan MoU pada tanggal 4 Agustus 1992 di Jakarta oleh Gubernur DKI
Jakarta Wiyogo Atmodarminto dan Walikota Beijing Chen Xitong. Kedua kota memiliki
persamaan karakteristik wilayah yang dapat lebih berkembang apabila dilakukan kerjasama
sister city tersebut. Bidang-bidang kerjasama sister city DKI Jakarta dan Beijing meliputi
kunjungan antar perwakilan lembaga kedua kota, pengelolaan lingkungan, transportasi,
ekonomi perdagangan, pendidikan, kebudayaan, pariwisata serta olahraga. Kerjasama sister
city antara DKI Jakarta dan Beijing merupakan kerjasama yang dilakukan secara kontinu
dan potensial melihat berbagai macam bidang kerjasama yang telah dilakukan serta
diversifikasi bidang kerjasama sesuai kebutuhan masing-masing kota.
Kata kunci: sister city, kerjasama, implementasi, kontinu, diversifikasi
GEOLOGI DAN POTENSI GERAKAN TANAH BERDASARKAN PENDEKATAN STRUKTUR GEOLOGI DAN GEOMORFOLOGI DI DESA HARGOREJO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KOKAP, KABUPATEN KULON PROGO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Daerah telitian terletak pada X= 398000 – 40400 Y = 913000 – 9135050
(UTM Zona 49S). Secara administrasi terletak pada Kecamatan Kokap, Kecamatan
Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Luas daerah telitian
5 x 5 km.
Berdasarkan aspek geomorfologi, daerah telitian dibagi menjadi 3 sub satuan
geomorfik yaitu sub satuan geomorfik perbukitan sisa vulkanik berlereng miringcuram
(V1), sub satuan geomorfik lembah sisa vulkanik berlereng miring (V2) dan
sub satuan geomorfikdataran karst (K1). Pola pengaliran daerah telitian termasuk
dalam subdendritik.
Stratigrafi daerah telitian dari tua ke muda terdiri Atas Satuan Breksi
Monomik Kaligesing yang berumur Oligosen Akhir-Miosen Awal,Satuan Breksi
Polimik Dukuh berumur Oligosen Akhir-Miosen Awal, Satuan Batugamping
Sentolo Berumur Miosen Awal-Pliosen Awal. Lingkungan pengendapan daerah
telitian berdasarkan analisa adalah batial atas – batial bawah.
Struktur geologi yang berkembang pada daerah telitian adalah berupa kekar –
kekar yang memiliki arah umum timur laut – barat daya. Sesar mendatar yang
diperkirakan.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan terdapat 2 jenis gerakan tanah
yaitu debris slide dan rock fall.
Penentuan Zona Gerakan Tanah pada daerah telitian menggunakan metode
langsung. Metode langsung dengan menggunakan uji Analisa Mekanika Batuan serta
dengan mempertimbangkan aspek geomorfologi da struktur daerah telitian. Dari
hasil penentuan Zona Gerakan Tanah menggunakan metode langsung didapatkan
bahwa pada daerah teltian terdapat 3 zona,yaitu,Zona Kerentanan Tanah Kelas Labil
dengan nilai FK 0,7,Zona Kerentanan Tanah Kelas Kritis dengan nilai FK 1,9 dan
1,2,Zona Kerentanan Tanah Kelas Stabil dengan nilai FK 4,74.
Kata Kunci : Geomorfologi,Struktur Geologi,Zona Kerentanan Tana
GEOLOGI DAN ANALISIS LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI TANJUNG DAERAH BEKAKAR, KECAMATAN RAREN BATUAH, KABUPATEN BARITO SELATAN DAN BARITO TIMUR, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Lokasi telitian berada di wilayah konsesi PT. Multi Tambangjaya Utama
secara administratif berada di terletak di 3 wilayah Kabupaten yaitu; Barito Selatan,
Barito Utara dan Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Secara
geografis terletak pada 1
o
25’00’’-2
o
35’00’’ LU dan 114
o
2’00’’- 115
44’00’’ BT.
Secara astronomis terletak pada koordinat N 9814000-N 9818000 dan E 300000-E
304000, skala 1 : 20.000.
Geomorfologi daerah telitian dibagi menjadi tiga satuan bentuk asal dan
empat satuan bentuk lahan yaitu: Tubuh Sungai (F1), Perbukitan Bergelombang Kuat
(D1), Perbukitan Bergelombang sedang (D2) dan Perbukitan Sisa Vulkanik (V1),
Pola pengaliran daerah telitian termasuk dalam Paralel dan Subdendritik.
Stratigrafi daerah telitian terdapat 4 (Empat) satuan tidak resmi dari tua ke
muda yaitu: Satuan granit yang berumur Kapur. Satuan batulempung Tanjung yang
berumur Eosen Tengah – Eosen Akhir. Satuan batupasir Tanjung yang diendapkan
pada kala Eosen Tengah – Eosen Akhir, dan endapan aluvial yang terendapkan
sampai saat ini.
Struktur geologi pada daerah telitian berupa struktur homoklin dan kekar
dengan arah umum NS-WE, homoklin dengan strike ke arah NS dan dip miring ke arah
SW.
Lingkungan Pengendapan satuan batulempung Tanjung berdasarkan aspek
fisika, kimia, satuan ini terendapkan pada lingkungan Delta Front. Lingkungan
pengendapan satuan batupasir Tanjung berdasarkan aspek fisika, dan kimia, satuan ini
terendapkan pada lingkungan pengendapan Delta Front.
Kata Kunci : Geomorfologi, Stratigrafi, Lingkungan Pengendapan, dan Delta
Front .
PENGARUH KEPRIBADIAN DAN LINGKUNGAN TERHADAP INTENSI BERWIRAUSAHA PADA USIA DEWASA AWAL
Absrak: Pengaruh Kepribadian dan Lingkungan terhadap Intensi
Berwirausaha pada Usia Dewasa Awal. Desain (di bawah perencanaan), bukan
secara kebetulan (kebetulan). Salah satu langkah yang diambil untuk mengatasi
masalah ini adalah untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan
mahasiswa.Oleh karena itu penelitian tentang niat kewirausahaan sangat penting
karena jika siswa sudah memiliki niat kewirausahaan mahasiswa kemudian akan
secara otomatis membuka usaha. Salah satunya meneliti faktor-faktor yang
mempengaruhi niat kewirausahaan. Dengan demikian diketahui bahwa faktorfaktor
yang mempengaruhi bewirausaha niat yang dimiliki oleh orang lain selain
faktor internal, seperti bakat atau sifat bawaan (keturunan), serta kepribadian yang
dibentuk oleh faktor-faktor di sekitar (faktor eksternal). Hal ini dibuktikan juga
hasil penelitian yang dilakukan saat ini bahwa kepribadian dan lingkungan
memiliki pengaruh terhadap niat kewirausahaan.
Kata Kunci: Jiwanya kewirausahaan dengan desain, Kepribadian, intense berwirausaha
ANALISIS PENGARUH PENERAPAN SCM TERHADAP KEUNGGULAN KOMPETITIF DAN KINERJA RANTAI PASOK ( STUDI PADA UKM DI KOTA YOGYAKARTA)
Persaingan ketat di pasar global dengan siklus hidup produk yang singkat dan
harapan pelanggan yang semakin meningkat akan produk yang berkualitas
mendorong banyak perusahaan untuk merespon dengan cepat, inovasi produk, dan
fleksibilitas produk. Salah satu hal yang membuat perusahaan bertahan adalah
penyediaan produk yang tepat bagi konsumen di waktu yang tepat, dan dalam biaya
ekonomis. Ketersediaan produk dan harga jual yang ekonomis hanya dapat terjadi
jika ada koordinasi yang baik antara perusahaan dengan pihak-pihak dalam rantai
pasoknya.
Oleh karena itu, penelitian ini dirasa sangat cocok dilakukan di industri UKM
yang berada di Kota Yogyakarta Sektor usaha kecil dan menengah (UKM) banyak
memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi di DIY. Sektor ini banyak
menciptakan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan.
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui dan menganalisis
pengaruh penerapan supply chain management (SCM) terhadap keunggulan
kompetitif pada UKM di Kota Yogyakarta; (2) Untuk mengetahui dan menganalisis
pengaruh penerapan supply chain management (SCM) terhadap kinerja rantai pasok
pada UKM di Kota Yogyakarta; (3) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh
keunggulan kompetitif terhadap kinerja rantai pasok pada UKM di Kota Yogyakarta.
Penelitian ini dilakukan pada UKM di Kota Yogyakarta. Data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah data primer, metode analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah analisis regrasi sederhana.
Hasil analisis data diketahui bahwa penerapan supply chain management
(SCM) berpengaruh signifikan terhadap keunggulan kompetitif pada UKM di Kota
Yogyakarta. Penerapan supply chain management (SCM) berpengaruh signifikan
terhadap kinerja rantai pasok pada UKM di Kota Yogyakarta. Keunggulan kompetitif
berpengaruh signifikan terhadap kinerja rantai pasok pada UKM di Kota Yogyakarta.
Kata kunci: penerapan supply chain management, keunggulan kompetitif, kinerja
rantai pasok, UKM
PENINGKATAN OUTPUT PRODUKSI CETAKAN KUE BERDASARKAN PERHITUNGAN WAKTU BAKU MENGGUNAKAN METODE MAYNARD OPERATION SEQUENCE TECHNIQUE (MOST) (Studi Kasus pada IKM RM AluminiumUmbulHarjo, Yogyakarta)
IKM RM Aluminium merupakan suatu industri kecil menengah yang bergerak dalam bidang pembuatan perabot rumah tangga yang berbahan dasar aluminium. Produk yang dihasilkan oleh IKM RM Aluminium adalah cetakan kue aluminium. Kondisi nyata di IKM RM Aluminium adalah waktu operasi yang terlalu lama, sehingga mengakibatkan kapasitas produksi tidak dapat memenuhi seluruh permintaan yang ada. Setelah dilakukan analisis terhadap keadaan tersebut maka diketahui bahwa penyebab terjadinya waktu operasi yang terlalu lama adalah jaraknya cukup jauh dan adanya gerakan yang tidak memberi nilai tambah yang dilakukan oleh operator.
Untuk mengatasi masalah tersebut akan dilakukan pengukuran waktu baku untuk metode kerja yang sekarang, lalu akan dilakukan perbaikan metode kerja pada saat proses produksi. Perbaikan terhadap metode kerja ini dilakukan berdasarkan prinsip ekonomi gerakan. Setelah dilakukan perbaikan metode kerja maka dilakukan pengukuran waktu baku yang baru untuk metode kerja yang baru. Kemudian akan dianalisis apakah perbaikan metode kerja tersebut memberi pengaruh terhadap waktu operasi, dan produktivitas IKM RM Aluminium dalam meningkatkan output produksi. Pengukuran waktu dilakukan dengan menggunakan metode Maynard Operation Sequence Technique (MOST).
Hasil dari penelitian ini ada beberapa stasiun kerja yang jaraknya di dekatkan dengan stasiun kerja yang lain yang saling berurutan dan ada gerakan posisi badan yang dikurangi. Setelah dilakukan perbaikan terjadi penurunan waktu baku dan output produksinya pun menjadi meningkat. Output poduksi sebelum dilakukan perbaikan sejumlah 2440 unit/minggu dan setelah dilakukan perbaikan output priduksinya menjadi 3069, Dari data diketahui bahwa output produksi meningkat dengan kenaikan sebesar 26,88% sehingga permintaan per minggu sebanyak 3000 unit dapat terpenuhi.
Kata kunci : Studi gerakan, MOST, waktu bak