Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional Repository
Not a member yet
    7373 research outputs found

    Prediksi keberadaan lapisan Batubara menggunakan metode resistivitas konvigurasi winner-schlumberger pada daerah Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian menggunakan metode geolistrik resistivitas menggunakan konfigurasi wenner-schlumberger untuk mendeteksi keberadaan lapisan batubara di daerah Samboja, kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan geometri, kemenerusan lapisan, dan ketebalan dari batubara di daerah penelitian berdasarkan nilai resistivitas batuan. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa nilai beda potensial (V), arus listrik (I), faktor geometri, topografi, dan koordinat pengukuran. Daerah Samboja Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur merupakan wilayah yang cukup besar dan masih berupa hutan belantara. Secara geologi potensi batubara di daerah Samboja Kuala dan sekitarnya cukup besar. Pada penelitian ini digunakan sebanyak 20 lintasan pengukuran geolistrik konfigurasi wenner-schlumberger dengan panjang lintasan 200 meter. Arah lintasan bervariasi mengikuti pola dari indikasi persebaran batubara dipermukaan. Peralatan yang digunakan adalah automatic resistivitymeter yang mengukur nilai resistivitas batuan di bawah permukaan secara otomatis. Dari data sekunder dilakukan pengolahan data menggunakan perangkat lunak Ms. Excel untuk menyusun data lapangan dan selanjutnya dipindahkan dalam bentuk format *txt. Untuk mendapatkan hasil heterogentias bawah permukaan maka dilakukan proses inversi (pemodelan kebelakang) menggunakan software Res2DInv buatan Geotomo software. Dari hasil inversi akan didapatkan penampang resistivitas 2D yang menggambarkan keberadaan batubara dibawah permukaan. Hasil interpretasi data dapat disimpulkan bahwa batubara terletak pada Formasi Kampung Baru yang berumur Miosen Akhir sampai Pliosen Awal dengan lingkungan pengandapan rawa hingga delta..interpretasi profil 2D yang menunjukan pola lapisan batubara memiliki nilai resistivitas berkisar antara 400-700 Ohm.m, resistivitas lapisan batulempung berkisar antara 10-30 Ohm.m. Kedalaman serta ketebalan lapisan batubara bervariasi dari setiap lintasan pengukuran, dengan kedalaman yang berkisar 40-50 m dari permukaan . Serta ketebalan lapisan batubara diperkirakan antara 3-6 meter. Kata Kunci : resistivitas, wenner-schlumbrger, batubara ABSTRACT PREDICTION OF COAL SEAMS PRESENCE USING RESISTIVITY METHODS WENNERSCHLUMBERGER CONFIGURATION ON SAMBOJA, KERTANEGARA KUTAI DISTRICT, EAST BORNEO Dhamas Swastyayana Putra 115 090 025 Have been geoelectric method research using Wenner - Schlumberger array to detect the presence of coal seams in the area Samboja , Kutai Kartaangera regency , South Borneo . This study aims to get geometry , continiou of layer , and the thickness of the coal in the study area based on the value ressitivitas rocks . The data used are secondary data from the value of the potential difference (V) , current (I) , geometry factor , topography , and coordinate measurement . Samboja, Kutai Kertanegara Regency , East Kalimantan is a fairly large area and still a wilderness . The geology of coal reserves in the area and surrounding Kuala Samboja big enough . This research used the track as much as 20 geoelectric measurements Wenner - Schlumberger array with a line length of 200 meters . Directions trajectory varies following the pattern of distribution of coal surface indications. The equipment used is automatic resistivitymeter which measures the resistivity value of rocks below the surface automatically. Of secondary data using a data processing software Ms . Excel to collate the data field and then transferred in the form of * txt format . To get the heterogentias subsurface inversion process is carried out (modeling backward) using software Res2DInv software Geotomo software . From the inversion results will be obtained 2D resistivity cross section depicting the presence of coal below the surface . The results of the interpretation of the data it can be concluded that the coal is located at Kampung Baru Formation Late Miocene to Early Pliocene pengandapan environment. delta swamps to interpretation of 2D profiles which show the pattern of the coal seam has resistivity values ranging between 400-700 Ohm.m , mudstone layer resistivity ranged between 10-30 Ohm.m. The depth and thickness of coal seams varies from each trajectory measurements , with depths ranging from 40-50 m from the surface. As well as the thickness of the coal seam is estimated between 3-6 meters . Keyword : resistivity, wenner-schlumberger, coa

    UPAYA JEPANG DALAM PENYELESIAN SENGKETA KEPULAUAN SENKAKU (2004-2013)

    Get PDF
    The world’s second and third largest economies are engaged in a standoff over the sovereignty of five islets and three rocks in the East China Sea, known as the Diaoyu in Chinese and the Senkaku in Japanese. Tensions erupted in September 2012 when Japan purchased three disputed islands from their private owner to keep them from the nationalist governor of Tokyo. In response, Beijing implemented a series of measures including the establishment of overlapping administration in the disput- ed waters. Both sides’ law enforcement agencies and militaries currently operate in close proximity in disputed naval and aerial space. Unlike foreign ministries, these actors have less institutional interest in containing crises and enjoy an infor- mation monopoly allowing them to shape domestic perceptions. The two countries lack the mutual trust and communication mechanisms to manage incidents, let alone to discuss intentions or operating protocols. In the event of a skirmish, heightened nationalism, especially in China, could constrict the room for diplomatic manoeuvres to de-escalate the situation

    GEOLOGI DAN KUALITAS BATUBARA, DAERAH DELING PUTI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BENTIAN BESAR, KABUPATEN KUTAI BARAT, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    ABSTRAK Lokasi penelitian berada di daerah kuasa pertambangan PT. Trubaindo Coal Mining yang terletak di daerah Deling Puti, Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Letak geografis lokasi terletak pada koordinat 115ᴼ 39' 17,0"- 115ᴼ 40' 54,0" Bujur Timur dan 00ᴼ 41' 47,2"- 00ᴼ 43’ 24,9" Lintang Selatan atau menurut UTM (Universe Transverse Mercator) Zona 50 M yaitu: x= 350300-353250 dan y= 9920000-9923000. Peta dasar dengan skala 1:12.500. Luasan daerah telitian adalah 9 km 2 . Berdasarkan aspek-aspek geomorfologi, daerah penelitian dapat dibagi menjadi tiga bentuk lahan, yaitu: Perbukitan Homoklin Berlereng Miring (S1), Perbukitan Homoklin Berlereng Landai (S2), dan Tubuh Sungai (F1). Stratigrafi daerah penelitian terdiri atas dua satuan batuan tak resmi dan Endapan Aluvial, yang berurutan dari tua ke muda sebagai berikut: Satuan Batupasir Pulaubalang (Miosen Awal), Satuan Batulempung Pulaubalang (Miosen Tengah), dan Endapan Aluvial (Holosen). Struktur geologi pada daerah penelitian berupa struktur homoklin dengan dicirikan jurus dan kemiringan lapisan yang relatif seragam dengan arah umum jurus perlapisan Barat-Timur dan kemiringan lapisan berarah ke Selatan. Lingkungan pengendapan daerah penelitian ditentukan berdasarkan aspek fisika, kimia, dan biologi adalah Transitional Lower Delta Plain. Berdasarkan klasifikasi American Society for Testing and Material (ASTM, 1981) termasuk kualitas batubara kelas Bituminous grup High Volatile C Bituminous Coal. Berdasarkan klasifikasi Frazer (1887), batubara daerah telitian termasuk ke dalam jenis bituminus. Kualitas batubara daerah telitian tergolong derajat tinggi (high rank) mengacu pada kedua klasifikasi di atas, yaitu jenis bituminus. Hubungan geologi dengan kualitas batubara dapat dikaitkan dengan melihat aspek fisik dan kimia. Berdasarkan aspek fisik, kualitas batubara tergolong kualitas rendah sampai sedang. Hal ini disebabkan oleh proses pelapukan yang terjadi setelah lapisan batubara terekspos ke permukaan. Berdasarkan aspek kimia dengan melihat hasil analisa proksimat pada batubara, dapat digunakan untuk menginterpretasikan kondisi geologinya, antara lain: lingkungan pengendapan, litologi, maupun pengotor batubara

    OPTIMALISASI PRODUKTIVITAS EXCAVATOR PC 400 LC 8 PADA PENAMBANGAN BATUBARA PIT TAMBANG AIR LAYA FRONT EXT.SELATAN PT. BUKIT ASAM Tbk TANJUNG ENIM SUMATRA SELATAN

    Get PDF
    PT. Bukit Asam (Persero),Tbk (PTBA) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). UPTE terbagi atas dua lokasi pertambangan yaitu Tambang Air Laya (TAL) dan Tambang Non Air Laya (NAL). Kegiatan penambangan batubara pada Tambang Air Laya menggunakan sistem tambang terbuka (surface mining). Tambang Air Laya memiliki dua front yaitu front Prebench dan front Ext.Selatan. Divisi Mine Plan, PT. Bukit Asam (Persero) Tbk, mempunyai produktivitas optimal alat gali muat Excavator Komatsu PC 400 LC 8 sebesar 322 ton/jam dengan effisiensi kerja sebesar 69%, bucket fill factor sebesar 100% dan waktu edar sebesar 18 detik. Akan tetapi, kenyataannya produktivitas rata-rata 3 (tiga) alat gali muat yang digunakan pada front Ext.Selatan masih di bawah target yang ditetapkan yaitu produktivitas EX 400-03 sebesar 297,79 ton/jam, EX 400-05 sebesar 310,36 ton/jam dan EX 400-73 sebesar 299,85 ton/jam. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja excavator pada penambangan batubara belum optimal. Alat gali muat yang digunakan Excavator Komatsu PC 400 LC-8. Proses penambangan batubara ini didahului dengan penggaruan. Hasil penggaruan batubara baru kemudian dimuat menggunakan 3 unit excavator komatsu PC 400 LC-8 dengan kapasitas bucket 3,2 LCM. EX 400-03, EX 400-05 dan EX 400-73 masing-masing dilayani dengan 4 unit dump truck HINO 320 PD dengan daya angkut 30 Ton. Terlebih dahulu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas alat gali muat yaitu mengkaji dan mencari metode pemuatan yang tepat, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas alat gali muat, sehingga dapat melakukan upaya optimalisasi guna meningkatkan produktivitas alat gali muat. Metode pemuatan yang tepat adalah Top Loading dengan Double Spotting. Adapun faktor yang menyebabkan produktivitas alat gali muat belum optimal yaitu cycle time yang terlalu lama ( >19 detik), nilai bucket fill factor kecil (83,2%), dan efesiensi kerja yang kecil (< 69 %). Sehingga upaya optimalisasi yang digunakan adalah menggabungkan antara memperbaiki cycle time dan meningkatkan waktu kerja efektif menjadi alternatif terbaik yang diusulkan karena menghasilkan produktivitas alat gali muat pada front Ext.Selatan di atas 322 ton/jam yaitu produktivitas EX 400-03 sebesar 328,08 ton/jam, EX 400-05 sebesar 360,36 ton/jam dan EX 400-73 sebesar 338,64 ton/jam

    KERJASAMA SISTER CITY ANTARA DKI JAKARTA DENGAN PEMERINTAH KOTA BEIJING TAHUN 2010-2013

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi ini akan menjelaskan tentang Kerjasama Sister City antara DKI Jakarta dengan Pemerintah Kota Beijing Tahun 2010-2013. Tujuan dari penulisan skripsi adalah untuk menjelaskan bagaimana implementasi dari bidang-bidang kerjasama sister city antara DKI Jakarta dan Beijing dapat berjalan secara kontinu dan aktif terutama pada periode 2010- 2013. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dimana penulis menjelaskan bagaimana bentuk-bentuk implementasi dari bidang-bidang kerjasama yang telah disepakati antara DKI Jakarta dan Beijing periode 2010-2013. Data-data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder yaitu dengan adanya wawancara langsung dengan pejabat terkait serta hasil dari studi pustaka. Kerjasama sister city sebagian besar dilakukan antara dua kota dari negara yang berbeda. Kedua kota yang menjalin kerjasama sister city biasanya memiliki kesamaan karakteristik. Kerjasama sister city antara DKI Jakarta dan Beijing disepakati dengan adanya penandatanganan MoU pada tanggal 4 Agustus 1992 di Jakarta oleh Gubernur DKI Jakarta Wiyogo Atmodarminto dan Walikota Beijing Chen Xitong. Kedua kota memiliki persamaan karakteristik wilayah yang dapat lebih berkembang apabila dilakukan kerjasama sister city tersebut. Bidang-bidang kerjasama sister city DKI Jakarta dan Beijing meliputi kunjungan antar perwakilan lembaga kedua kota, pengelolaan lingkungan, transportasi, ekonomi perdagangan, pendidikan, kebudayaan, pariwisata serta olahraga. Kerjasama sister city antara DKI Jakarta dan Beijing merupakan kerjasama yang dilakukan secara kontinu dan potensial melihat berbagai macam bidang kerjasama yang telah dilakukan serta diversifikasi bidang kerjasama sesuai kebutuhan masing-masing kota. Kata kunci: sister city, kerjasama, implementasi, kontinu, diversifikasi

    GEOLOGI DAN POTENSI GERAKAN TANAH BERDASARKAN PENDEKATAN STRUKTUR GEOLOGI DAN GEOMORFOLOGI DI DESA HARGOREJO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KOKAP, KABUPATEN KULON PROGO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Get PDF
    Daerah telitian terletak pada X= 398000 – 40400 Y = 913000 – 9135050 (UTM Zona 49S). Secara administrasi terletak pada Kecamatan Kokap, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Luas daerah telitian 5 x 5 km. Berdasarkan aspek geomorfologi, daerah telitian dibagi menjadi 3 sub satuan geomorfik yaitu sub satuan geomorfik perbukitan sisa vulkanik berlereng miringcuram (V1), sub satuan geomorfik lembah sisa vulkanik berlereng miring (V2) dan sub satuan geomorfikdataran karst (K1). Pola pengaliran daerah telitian termasuk dalam subdendritik. Stratigrafi daerah telitian dari tua ke muda terdiri Atas Satuan Breksi Monomik Kaligesing yang berumur Oligosen Akhir-Miosen Awal,Satuan Breksi Polimik Dukuh berumur Oligosen Akhir-Miosen Awal, Satuan Batugamping Sentolo Berumur Miosen Awal-Pliosen Awal. Lingkungan pengendapan daerah telitian berdasarkan analisa adalah batial atas – batial bawah. Struktur geologi yang berkembang pada daerah telitian adalah berupa kekar – kekar yang memiliki arah umum timur laut – barat daya. Sesar mendatar yang diperkirakan. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan terdapat 2 jenis gerakan tanah yaitu debris slide dan rock fall. Penentuan Zona Gerakan Tanah pada daerah telitian menggunakan metode langsung. Metode langsung dengan menggunakan uji Analisa Mekanika Batuan serta dengan mempertimbangkan aspek geomorfologi da struktur daerah telitian. Dari hasil penentuan Zona Gerakan Tanah menggunakan metode langsung didapatkan bahwa pada daerah teltian terdapat 3 zona,yaitu,Zona Kerentanan Tanah Kelas Labil dengan nilai FK 0,7,Zona Kerentanan Tanah Kelas Kritis dengan nilai FK 1,9 dan 1,2,Zona Kerentanan Tanah Kelas Stabil dengan nilai FK 4,74. Kata Kunci : Geomorfologi,Struktur Geologi,Zona Kerentanan Tana

    GEOLOGI DAN ANALISIS LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI TANJUNG DAERAH BEKAKAR, KECAMATAN RAREN BATUAH, KABUPATEN BARITO SELATAN DAN BARITO TIMUR, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

    Get PDF
    Lokasi telitian berada di wilayah konsesi PT. Multi Tambangjaya Utama secara administratif berada di terletak di 3 wilayah Kabupaten yaitu; Barito Selatan, Barito Utara dan Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Secara geografis terletak pada 1 o 25’00’’-2 o 35’00’’ LU dan 114 o 2’00’’- 115 44’00’’ BT. Secara astronomis terletak pada koordinat N 9814000-N 9818000 dan E 300000-E 304000, skala 1 : 20.000. Geomorfologi daerah telitian dibagi menjadi tiga satuan bentuk asal dan empat satuan bentuk lahan yaitu: Tubuh Sungai (F1), Perbukitan Bergelombang Kuat (D1), Perbukitan Bergelombang sedang (D2) dan Perbukitan Sisa Vulkanik (V1), Pola pengaliran daerah telitian termasuk dalam Paralel dan Subdendritik. Stratigrafi daerah telitian terdapat 4 (Empat) satuan tidak resmi dari tua ke muda yaitu: Satuan granit yang berumur Kapur. Satuan batulempung Tanjung yang berumur Eosen Tengah – Eosen Akhir. Satuan batupasir Tanjung yang diendapkan pada kala Eosen Tengah – Eosen Akhir, dan endapan aluvial yang terendapkan sampai saat ini. Struktur geologi pada daerah telitian berupa struktur homoklin dan kekar dengan arah umum NS-WE, homoklin dengan strike ke arah NS dan dip miring ke arah SW. Lingkungan Pengendapan satuan batulempung Tanjung berdasarkan aspek fisika, kimia, satuan ini terendapkan pada lingkungan Delta Front. Lingkungan pengendapan satuan batupasir Tanjung berdasarkan aspek fisika, dan kimia, satuan ini terendapkan pada lingkungan pengendapan Delta Front. Kata Kunci : Geomorfologi, Stratigrafi, Lingkungan Pengendapan, dan Delta Front .

    PENGARUH KEPRIBADIAN DAN LINGKUNGAN TERHADAP INTENSI BERWIRAUSAHA PADA USIA DEWASA AWAL

    Get PDF
    Absrak: Pengaruh Kepribadian dan Lingkungan terhadap Intensi Berwirausaha pada Usia Dewasa Awal. Desain (di bawah perencanaan), bukan secara kebetulan (kebetulan). Salah satu langkah yang diambil untuk mengatasi masalah ini adalah untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan mahasiswa.Oleh karena itu penelitian tentang niat kewirausahaan sangat penting karena jika siswa sudah memiliki niat kewirausahaan mahasiswa kemudian akan secara otomatis membuka usaha. Salah satunya meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi niat kewirausahaan. Dengan demikian diketahui bahwa faktorfaktor yang mempengaruhi bewirausaha niat yang dimiliki oleh orang lain selain faktor internal, seperti bakat atau sifat bawaan (keturunan), serta kepribadian yang dibentuk oleh faktor-faktor di sekitar (faktor eksternal). Hal ini dibuktikan juga hasil penelitian yang dilakukan saat ini bahwa kepribadian dan lingkungan memiliki pengaruh terhadap niat kewirausahaan. Kata Kunci: Jiwanya kewirausahaan dengan desain, Kepribadian, intense berwirausaha

    ANALISIS PENGARUH PENERAPAN SCM TERHADAP KEUNGGULAN KOMPETITIF DAN KINERJA RANTAI PASOK ( STUDI PADA UKM DI KOTA YOGYAKARTA)

    Get PDF
    Persaingan ketat di pasar global dengan siklus hidup produk yang singkat dan harapan pelanggan yang semakin meningkat akan produk yang berkualitas mendorong banyak perusahaan untuk merespon dengan cepat, inovasi produk, dan fleksibilitas produk. Salah satu hal yang membuat perusahaan bertahan adalah penyediaan produk yang tepat bagi konsumen di waktu yang tepat, dan dalam biaya ekonomis. Ketersediaan produk dan harga jual yang ekonomis hanya dapat terjadi jika ada koordinasi yang baik antara perusahaan dengan pihak-pihak dalam rantai pasoknya. Oleh karena itu, penelitian ini dirasa sangat cocok dilakukan di industri UKM yang berada di Kota Yogyakarta Sektor usaha kecil dan menengah (UKM) banyak memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi di DIY. Sektor ini banyak menciptakan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh penerapan supply chain management (SCM) terhadap keunggulan kompetitif pada UKM di Kota Yogyakarta; (2) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh penerapan supply chain management (SCM) terhadap kinerja rantai pasok pada UKM di Kota Yogyakarta; (3) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh keunggulan kompetitif terhadap kinerja rantai pasok pada UKM di Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan pada UKM di Kota Yogyakarta. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regrasi sederhana. Hasil analisis data diketahui bahwa penerapan supply chain management (SCM) berpengaruh signifikan terhadap keunggulan kompetitif pada UKM di Kota Yogyakarta. Penerapan supply chain management (SCM) berpengaruh signifikan terhadap kinerja rantai pasok pada UKM di Kota Yogyakarta. Keunggulan kompetitif berpengaruh signifikan terhadap kinerja rantai pasok pada UKM di Kota Yogyakarta. Kata kunci: penerapan supply chain management, keunggulan kompetitif, kinerja rantai pasok, UKM

    PENINGKATAN OUTPUT PRODUKSI CETAKAN KUE BERDASARKAN PERHITUNGAN WAKTU BAKU MENGGUNAKAN METODE MAYNARD OPERATION SEQUENCE TECHNIQUE (MOST) (Studi Kasus pada IKM RM AluminiumUmbulHarjo, Yogyakarta)

    Get PDF
    IKM RM Aluminium merupakan suatu industri kecil menengah yang bergerak dalam bidang pembuatan perabot rumah tangga yang berbahan dasar aluminium. Produk yang dihasilkan oleh IKM RM Aluminium adalah cetakan kue aluminium. Kondisi nyata di IKM RM Aluminium adalah waktu operasi yang terlalu lama, sehingga mengakibatkan kapasitas produksi tidak dapat memenuhi seluruh permintaan yang ada. Setelah dilakukan analisis terhadap keadaan tersebut maka diketahui bahwa penyebab terjadinya waktu operasi yang terlalu lama adalah jaraknya cukup jauh dan adanya gerakan yang tidak memberi nilai tambah yang dilakukan oleh operator. Untuk mengatasi masalah tersebut akan dilakukan pengukuran waktu baku untuk metode kerja yang sekarang, lalu akan dilakukan perbaikan metode kerja pada saat proses produksi. Perbaikan terhadap metode kerja ini dilakukan berdasarkan prinsip ekonomi gerakan. Setelah dilakukan perbaikan metode kerja maka dilakukan pengukuran waktu baku yang baru untuk metode kerja yang baru. Kemudian akan dianalisis apakah perbaikan metode kerja tersebut memberi pengaruh terhadap waktu operasi, dan produktivitas IKM RM Aluminium dalam meningkatkan output produksi. Pengukuran waktu dilakukan dengan menggunakan metode Maynard Operation Sequence Technique (MOST). Hasil dari penelitian ini ada beberapa stasiun kerja yang jaraknya di dekatkan dengan stasiun kerja yang lain yang saling berurutan dan ada gerakan posisi badan yang dikurangi. Setelah dilakukan perbaikan terjadi penurunan waktu baku dan output produksinya pun menjadi meningkat. Output poduksi sebelum dilakukan perbaikan sejumlah 2440 unit/minggu dan setelah dilakukan perbaikan output priduksinya menjadi 3069, Dari data diketahui bahwa output produksi meningkat dengan kenaikan sebesar 26,88% sehingga permintaan per minggu sebanyak 3000 unit dapat terpenuhi. Kata kunci : Studi gerakan, MOST, waktu bak

    6,886

    full texts

    7,373

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇