Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
KAJIAN TEKNIS POTENSI BATUBARA SAMPAI KEDALAMAN 500 METER DI KECAMATAN MUARA JAWA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Provinsi Kalimantan Timur merupakan provinsi yang memiliki
sumberdaya batubara yang cukup besar, menurut data dari Badan Geologi,
Kementrian ESDM menyatakan bahwa jumlah total sumberdaya batubara di
Provinsi Kalimantan Timursebesar 52,3 miliar ton, yang diukur dari data
singkapan hingga kedalaman 100 meter. Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai
Kartanegara salah satunya sebagai penghasil batubara, terutama pada daerah
sekitar sungai Mahakam, batubara berkembang baik.PP No.5 tahun 2006 tentang
kebijakan energi, menyatakan untuk penggunaan batubara pada tahun 2025
menjadi lebih dari 33%. Untuk menyikapi hal tersebut maka perlu dilakukan
pengkajian sumberdaya batubara yang lebih mendalam terutama pada kedalaman
lebih dari 100 meter, untuk mengantisipasi terkurasnya cadangan batubara yang
ada.
Kegiatan eksplorasi yang dilakukan pada penelitian ini, ditemukan
sebanyak 8 singkapan yang tersebar di 1 desa, yaitu : Desa Tamapole .
Berdasarkan data singkapan yang ada, dibagi menjadi 1 blok, blok Balikpapan
yang mana pada masing-masing blok memiliki 2 lapisan batubara jika dilihat dari
deskripsi batubaranya. Blok Balikpapan terdiri dari lapisan batubara A ,B dan C
terletak pada desa tamapole, dengan Nilai kalori batubara berkisar 4.643 – 5.623
cal/gr dan tebal batubara berkisar 1,65-2,5 meter.
Perhitungan sumberdaya batubara menggunakan metode daerah pengaruh
berdasarkan pada aturan Standar Nasional Indonesia
Dari faktor-fakto
ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN INDUSTRI FOOD AND BEVERAGE DI BEI
Perubahan laba secara umum adalah selisih dari pendapatan di atas biaya-biayanya dalam jangka waktu (periode) tertentu. Penelitian ini mengacu kepada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nurmalasari (2011) dan menambahkan variabel Tobin’s Q. Rasio yang digunakan meliputi Quick Ratio, Debt to Total Assets Ratio, Inventory Turn Over, Gross Profit Margin, Net Profit Margin, dan Tobin’s Q. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di BEI ada 16. Sampel yang diteliti sebanyak 55 sampel dari 11 perusahaan dan tahun pengamatan selama 5 tahun dari tahun 2008-2012.
Untuk melakukan pembuktian hipotesis, menggunakan metode analisis statistik dengan menggunakan software SPSS 19. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda.
Uji Normalitas digunakan untuk menguji apakah model regresi memenuhi asumsi normalitas yaitu apakah populasi data terdistribusi normal atau tidak. Digunakan uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov dengan menggunakan taraf signifikan sebesar 0,05. Jika nilai signifikan > 0,05, maka data terdistribusi normal. Namun, jika nilai signifikan < 0,05 maka data tidak terdistribusi normal (Ghozali, 2006). Uji Multikolonieritas yaitu model regresi yang baik adalah model regresi yang varibel-variabel bebasnya tidak memiliki kolerasi yang tinggi atau bebas dari multikolonieritas. Model regresi yang bebas multikolonieritas memiliki nilai VIF dibawah 10 dan nilai toleransi diatas 0,1 (Ghozali, 2006). Uji Heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam regresi terjadi ketidaksamaan varian nilai residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Apabila probabilitas signifikan variabel independen di atas tingkat kepercayaan 5% maka tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2006). Uji Autokorelasi digunakan untu
RANCANGAN TEKNIS DAN EKONOMIS RENCANA PENATAAN TANAH PUCUK (TOPSOIL) DI AREA DISPOSAL PIT 1 TIMUR BANKO BARAT TAMBANG BATUBARA PT. BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk TANJUNG ENIM SUMATERA SELATAN
Daerah penelitian adalah area bekas penambangan batubara di Pit 1 Timur
Banko Barat, salah satu jobsite PT.Bukit Asam (Persero) Tbk. di Kecamatan
Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menentukan sistem penataan lahan yang paling efisien
di Pit 1 Timur Banko Barat yang dikaji dari kebutuhan tanah pucuk (top soil) dan
biaya nya. Sistem yang akan dikaji pada penelitian ini adalah sistem perataan
tanah, sistem guludan, dan sistem pot/lubang tanam.
Luas Pit 1 Timur adalah 47,14 Ha dan luas area disposal Pit 1 Timur yang
akan ditata adalah 9,5 Ha. Jumlah tanah pucuk yang tersedia pada Pit 1 Timur
adalah 523.778 LCM. Dari hasil penelitian, sistem perataan tanah membutuhkan
tanah pucuk sebanyak 47.500 LCM, sistem ini menggunakan alat berat Bulldozer
dengan jumlah 1 (satu) unit alat dan total biaya operasional nya sebesar Rp.
39.588.780 dengan waktu penataan selama 9 hari 5 jam. Untuk sistem guludan,
membutuhkan tanah pucuk sebanyak 15.200 LCM, menggunakan alat berat
Backhoe dengan jumlah 2 (dua) unit alat dan 1(satu) unit alat berat bulldozer
dengan total biaya operasional nya sebesar Rp. 75.754.177 dengan waktu
penataan selama 8 hari 5 jam . Sistem yang terakhir adalah sistem pot/lubang,
sistem ini membutuhkan tanah pucuk sebanyak 3.420 LCM, dengan menggunakan
alat berat yaitu backhoe 1 (satu) unit sistem ini menghabiskan total biaya
operasional sebesar Rp. 24.909.032 dengan waktu penataan selama 7 hari 7 jam.
Dari ketiga sistem yang dikaji diatas, sistem-sistem tersebut dapat
digunakan untuk kegiatan penataan lahan karena kebutuhan tanah pucuk nya dapat
terpenuhi. Tetapi sistem yang paling efisien dan efektif digunakan adalah sistem
pot/lubang tanam. Alasan digunakannya sistem pot/lubang tanam adalah untuk
menghemat penggunaan tanah pucuk yang dapat digunakan untuk kegiatan
reklamasi pada lokasi berikutnya dan total biaya (cost) untuk kegiatan penataan
lahan yang rendah.
Pembuatan pot/lubang tanam menggunakan peralatan yang tersedia di
lapangan yaitu 1 (satu) unit backhoe komatsu PC200-8. Satu unit backhoe
komatsu PC 200-8 dapat membuat 2 lubang pada satu tempat penggalian sebelum
melakukan perpindahan posisi. Kegiatan pengisian pot/lubang tanam dimulai
setelah pot/lubang tanam dibuat. Tanah Pucuk (top soil) ditumpahkan oleh Dump
Truck di dekat pot/lubang tanam untuk mempermudah pengambilan tanah pucuk
(top soil)
dari backhoe yang bekerja. Volume setiap pot/lubang tanam adalah 0,9
m
3
dan kapasitas bucket backhoe adalah 0,8 m
3
– 1 m
3
sehingga pengisian setiap
lubang dilakukan dengan cara penumpahan pada pot sebanyak satu kali
PENDEKATAN SIMULASI DALAM PERBAIKAN KESEIMBANGAN LINTASAN PRODUKSI (Studi Kasus: UD. M Joint“Exclusive Leather Craft” Yogyakarta)
UD. M JOINT (Exclusive Leather craft) adalah industri kerajinan yang bergerak di bidang pembuatan tas, dompet, ikat pinggang, gantungan kunci,dan lain-lain dengan bahan baku kulit. Permintaan yang cukup tinggi pada produk tas kulit membuat perusahaan sering mengalami keterlambatan pemenuhan target produksi sehingga sering terjadi penambahan waktu kerja diluar jam kerja Permasalahan ini terjadi karena penumpukan material di beberapa operasi dan pengalokasian tenaga kerja yang tidak merata pada stasiun kerja . Dalam hal ini diperlukan penentuan keseimbangan lintasan yang optimal untuk meningkatkan output dan penyeimbangan beban stasiun kerja agar keseimbangan lintasan yang optimal dapat tercapai.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keseimbangan lintasan yang optimal dan dapat meningkatkan jumlah output produk yang dihasilkan dari penyeimbangan beban stasiun kerja. Penyelesaian masalah ini menggunakan pendekatan simulasi untuk melihat dan menganalisis model berdasarkan perubahan proses-proses yang terjadi pada sistem sehingga dapat mewakili kondisi nyata sehingga pengambil keputusan dapat memperkirakan hasil dengan lebih akurat.
Hasil perhitungan simulasi menggunakan software promodel 7,5 pada kondisi awal menghasilkan total output produk sebesar 222 unit dan terdapat stasiun kerja mengalami bottleneck. Rancangan hasil perhitungan simulasi menggunakan software promodel 7,5 pada kondisi perbaikan menghasilkan total output produk sebesar 262 unit dan stasiun kerja relatif berimbang.
Kata kunci: keseimbangan lintasan, simulasi, promodel, bottlenec
STUDI TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG UNTUK PENAMBANGAN BATUBARA PT. BHARINTO EKATAMA DI KABUPATEN KUTAI BARAT PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
PT. Bharinto Ekatama is a coal mining company which is located approximately
100 km to the north of the Melak city and 160 km towards the northwest of Balikpapan in
East Kalimantan. PT. Bharinto Ekatama located in the Coal Mining Cooperation Agreement
with an area of 22,000 ha. Mining system that is used is the open pit system which is
dependent upon the weather, especially the rain. Rainwater that enters the mine area will
greatly affect the production of coal.
PT. Bharinto Ekatama has two pit mining pits are the pits 3000 and 6000 are located in
Biangan. Mining in pit 3000 and pit 6000 until mid-2013 was estimated at -55 m elevation
above sea level. The main problem at the PT. Bharinto Ekatama pit is the mine water. Mine
sequence’s cause mine drainage system has to change. Hence the need for technical studies
on existing mine drainage system. From the measurement results obtained total catchment
from January to June of 11.02 km2 with the highest rainfall in the month of December 2011 is
875 mm and the lowest rainfall in August 2006 was 14 mm. To prevent water from entering
into the mining sites used open channel located in the north of the pit 6000. The open channel
has a top width (6m - 7m), bottom width (2m - 3m), with depths ranging between (3m - 4m).
Open channel to drain the water from the wells (sump) in the pits 6000 and 3000 towards a
settling pond has a top width (2m - 4m), bottom width (1m - 2m) and depth ranges
(2m - 3m ). Wells on the location of the research serves to hold water so as not to
commemorate the pit floor. In pit 3000 the surface width and length dimensions of the
surface 53 m, width and length of the base wells 49 m with a depth of 3m. In pit 6000 the
with a depth of 4 m, width and surface wells 75m length, width and length of 70m wells
basis. The water in the sump will be pumped and discharged into settling ponds.
Water must be moved using the pump, the pump used in study sites are centrifugal
pumps Multiflo Pump (MFV 390) 1 unit in pit 3000, and MFV 420E 1 unit in pit 6000. Of
each sump, water will be pumped to the settling ponds where the total head to be overcome
of pit 3000 by 55 m, and from the sump pit 6000 total head of 65 m. The Settling pond
currently has 3 compartments. For SP-BK02-01 with a total volume of 15.260 m3, solid
dredging done during settling ponds have been filled range as much as 72% - 74% of the
volume on each compartment, while the settling ponds BK02-SP-02 has a total volume
42.542 m3, conducted dredging if the settling ponds have filled 70% - 72% of the volume of
each compartment
KERJA SAMA ROLL BACK MALARIA (RBM) DENGAN PEMERINTAH NIGERIA DALAM MEMBERANTAS WABAH MALARIA DI NIGERIA PADA TAHUN 2008-2013
This article discusses the Roll Back Malaria Partnership (RBM)
with the Government of Nigeria to combat malaria in Nigeria.
Nigeria is a country with endemic malaria percentage of 90 %
of cases in Africa. Nigeria's inability to finance malaria
control programs that reach 132 billion naira makes the
country must open up to the international community. On 20
April 2000, RBM and 44 countries in Africa including Nigeria
and the international donor cooperation in a container to hold
the Convention Abuja. The Convention contains the willingness
of governments of endemic countries to establish national
coordination Institute or the National Malaria Control
Programme (NMCP) which aims to facilitate coordination between
the RBM Partnership with malaria endemic countries in
combating malaria. Implementation of this cooperation is
supported by the action of the Global Malaria Action Plan
(GMAP) in 2008 that seeks long-term cooperation between the
RBM partnership with malaria endemic countries namely setting
annual funding for malaria eradication program.
Keywords : Cooperation , Nigeria , RBM , malaria, Coordinatio
KEBIJAKAN LUAR NEGERIAS DI TURKMENISTAN DI BIDANG ENERGI
Skripsi ini akan menjelaskan tentang Kebijakan Luar Negeri AS Terhadap Turkmenistan di Bidang Energi. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan bagaimana kepentingan nasional AS terutama dibidang energi, dapat mempengaruhi kebijakan luar negeri negara yang bersangkutan. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode penelitian deskriptif, metode ini bertujuan untuk menggambarkan sikap dan upaya yang ditunjukan AS yang bertujuan untuk menjamin keamanan dan pasokan energi berupa gas alam di negaranya yang berasal dari laut kaspia terutama Turkmenistan. Data-data yang dikumpulkan merupakan data sekunder hasil dari studi pustaka.
Mengingat kebutuhan energi di setiap negara semakin meningkat, negara-negara Barat yang merupakan negara industri maju dengan konsumsi energi yang besar mulai memasukkan agenda keamanan pasokan energi dalam perumusan Kebijakan Politik Luar Negeri mereka. Bagi AS, Turkmenistan menyimpan sebuah daya tarik tersendiri. Dalam segi ekonomi Turkmenistan memiliki banyak potensi dari sumber daya alam, minyak bumi, dan gas alam yang melimpah di negara ini menduduki peringkat ke enam didunia. Faktor-faktor ini yang membuat AS ingin mengisi kekosongan kekuasaan yang ada di wilayah itu dan sekaligus melengkapi kebutuhan akan pasokan energi negaranya.
Kata Kunci : Laut Kaspia, Pipanisasi, Keamanan Pasokan Energi, Kebijakan Luar Negeri, Politik Luar Negeri
ANALISIS EFEKTIFITAS PROMOSI DALAM IKLAN MELALUI BONUS LANGSUNGDALAM KEMASAN PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN EPIC MODEL (Studi Pada Konsumen Produk Kopi Torabika)
Salah satu kegiatan utama dalam pemasaran adalah promosi tujuan awal dari kegiatan promosi adalah menyadarkan konsumen tentang keberadaan suatu produk, lalu tujuan berikutnya adalah mempengaruhi konsumen agar menggunakan produk tersebut. Bentuk promosi yang saat ini sedang ramai dilakukan oleh para produsen adalah promosi melalui bonus langsung dalam kemasan produk.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah seberapa efektifkah promosi dalam iklan melalui bonus langsung dalam kemasan kopi Torabika yang diukur berdasarkan dimensi EPIC.
Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis UPN Veteran Yogyakarta angkatan 2011 dan 2012 yang mengkonsumsi kopi sebanyak 105 orang yang berasal dari penentuan karakteristik populasi dengan ukuran sampel sebanyak 51 responden. Alat analisis dengan mengggunakan EPIC Model melalui dua tahapan yaitu analisis tabulasi sederhana dan skor rataan.
Berdasarkan hasil analisis grafik EPIC model yang merupakan interpretasi dari perhitungan setiap dimensi pada EPIC model, tiap rataan dimensi dipetakan ke dalam grafik pada rentan skala yang telah ditentukan yaitu (1-1,8) termasuk dalam rentan skala sangat tidak efektif, (1,8-2,6) termasuk dalam rentan skala tidak efektif, (2,6-3,4) termasuk dalam rentan skala cukup efektif, (3,4-4,2) termasuk dalam rentan skala efektif, dan yang terakhir (4,2-5) termasuk dalam rentan skala sangat efektif. Pada grafik EPIC Model, bahwa seluruh dimensi pada EPIC Model yaitu dimensi empati, persuasi, dampak dan komunikasi berada pada rentan skala (3,4-4,2) rentan tersebut merupakan rentan nilai efektif. Nilai EPIC rate yang didapat adalah 3,75 nilai ini berada pada rentan skala 3,4 sampai 4,2 yaitu termasuk dalam rentan efektif.
Saran dari penelitian ini adalah meningkatkan kesadaran akan merek kopi Torabika dengan melakukan kegiatan – kegiatan yang mampu menciptakan kesan yang baik di benak konsumen sehingga persuasi pendekatan promosinya terjalin baik antara produsen dan konsumen, Mengiklankan promosi bonus lansung dalam kemasan lebih gencar dan Menambah outlet – outlet yang siap untuk ditukarkan bungkus yang terdapat hologram dengan uang tunai, agar para konsumen tidak kebingungan ingin menukarkan dimana jika beruntung mendapat bonus langsung dalam kemasan kopi Torabika
ANALISIS BERBAGI PENGETAHUAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP INOVASI UKM HANDYCRAFT DI KABUPATEN BANTUL ( Studi empiris UKM di Kabupaten Bantul )
Selaras dengan konteks UKM di Indonesia sebagai pilar perekonomian
UKM memilki karakteristik sebagai usaha padat karya.Dalam memanfaatkan
potensi lokal dan memberdayakan UKM akan dapat membantu penciptaan
lapangan pekerjaan baru dan mengurangi angka pengangguran. Jika semua pihak
pemangku kebijakan memiliki kredibelitas yang dapat dipercaya dan kepedulian
terhadap UKM maka akan memfasilitasi berbagai pihak yang terlibat dalam
sebuah jaringan kerja sehingga dapat memperoleh pengetahuan baru yang dapat
meningkatkan kapabilitas inovasi. Inovasi sebagai faktor kritis dan pemicu
perusahaan dalam upaya menciptakan keunikan dan pembaruan produk, proses
ataupun sistem pelayanan sehingga mampu mempertahankan keunggulan bersaing
yang berkelanjutan.
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1)Untuk menguji dan menganalisis
pengaruh positif berbagi pengetahuan dengan konsumen terhadap inovasi.
(2)Untuk menguji dan menganalisis pengaruh positif berbagi pengetahuan dengan
pemasok terhadap inovasi.(3)Untuk menguji dan menganalisis pengaruh positif
daya serap terhadap inovasi.(4)Untuk menguji dan menganalisis pengaruh positif
daya serap terhadap berbagi pengetahuan dengan konsumen.(5)Untuk menguji dan
menganalisis pengaruh positif daya serap terhadap berbagi pengetahuan dengan
pemasok.(6)Untuk menguji dan menganalisis pengaruh positif karakteristik
pengetahuan terhadap daya serap.(7)Untuk menguji dan menganalisis pengaruh
positif karakteristik pengetahuan terhadap berbagi pengetahuan dengan
konsumen.(8)Untuk menguji dan menganalisis pengaruh positif karakteristik
pengetahuan terhadap berbagi pengetahuan dengan pemasok.
Penelitian dilakukan pada UKM Handycraft di Kabupaten Bantul yang
berlokasi di desa Kasongan,Gendeng,dan jipangan. Pengambilan data dilakukan
mulai bulan Juli 2013 hingga bulan Agustus 2013. Data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah data primer. Metode pengolahan dan analisis data
menggunakan analisis deskriptif dan analisis kuantitatif menggunakan
SEM(stuctural Equation Modelling)
Hasil dari analisis SEM(stuctural Equation Modelling) Hasil uji serentak
ditemukan bahwa berbagi pengetahuan dengan konsumen berpengaruh positif dan
signifikan terhadap inovasi dengan koefisien determinasi sebesar 0,476.Berbagi
pengetahuan dengan pemasok berpengaruh postif dan signifikan terhadap inovasi
dengan koefisien determinasi sebesar 0,515.Daya Serap berpengaruh positif dan
signifikan terhadap inovasi dengan koefisien determinasi sebesar 0,531.Daya Serap berpengaruh positif dan signifikan terhadap berbagi pengetahuan dengan konsumen
dengan koefisien determinasi sebesar 0,414.Daya Serap berpengaruh positif dan
signifikan terhadap berbagi pengetahuan dengan pemasok dengan koefisien
determinasi sebesar 0,557.Karakteristik pengetahuan berpengaruh positif dan
signifikan terhadap daya serap dengan koefisien determinasi sebesar
0,514.Karakteristi pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap berbagi
pengetahuan dengan konsumen dengan koefisien determinasi sebesar
0,263.Karakteristik pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap
berbagi pengetahuan dengan pemasok dengan koefisien determinasi sebesar 0,494.
Kata kunci: Berbagi Pengetahuan dengan Konsumen,Berbagi Pengetahuan dengan
pemasok,Daya Serap,Karakteristik Pengetahuan dan inovas
ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI SERTA BADAN TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SLEMAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kepatuhan Wajib Pajak
Orang Pribadi serta Badan yang ditinjau dari tingkat kepatuhan penyampaian SPT
Masa yang tepat waktu dan tingkat kepatuhan pembayaran PPh Pasal 25 mempunyai
hubungan dengan penerimaan pajak penghasilan pasal 25 Orang Pribadi maupun
Badan. Penelitian ini dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sleman. Data
yang digunakan adalah tahun 2010, 2011, dan 2012. Teknik analisis digunakan
adalah menggunakan model regresi berganda dan data diolah secara komputerisasi
dengan program SPSS versi 20.
Dari analisis yang dilakukan, untuk Wajib Pajak orang pribadi diperoleh
kesimpulan bahwa antara tingkat kepatuhan pelaporan SPT Masa Orang Pribadi yang
tepat waktu dan tingkat kepatuhan pembayaran PPh Pasal 25 orang pribadi tepat
waktu secara simultan mempunyai hubungan secara signifikan terhadap penerimaan
PPh Pasal 25 orang pribadi di KPP Pratama Sleman, sedangkan hasil secara parsial
tidak mempunyai hubungan secara signifikan terhadap penerimaan PPh Pasal 25
orang pribadi di KPP Pratama Sleman. Sedangkan hasil untuk Wajib Pajak badan
secara simultan dan parsial tidak mempunyai hubungan secara signifikan terhadap
penerimaan PPh Pasal 25 badan di KPP Pratama Sleman.
Kata kunci: tingkat kepatuhan Wajib Pajak, tingkat kepatuhan pelaporan SPT Masa,
tingkat kepatuhan pembayaran PPh Pasal 25, Penerimaan Pajak Penghasilan Pasal 25
Orang Pribadi maupun Badan