Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
KEPENTINGAN JEPANG TERHADAP TIMOR LESTE MELALUI JAPAN INTERNATIONAL COOPERATION AGENCY (JICA) 2002-2012
Japan was a developed country in industry and technology, this was really support Japan in giving aids to developing countries, through ODA (Official Development Assistent) aid framework. These AID gave to developing countries that facing various problems, such as poverty, starvation, and insufficient health and education services, with agreement between both of them. Timor Leste was one of developing country that accepting aid from Japan through Japan International Cooperation Agency (JICA) upon the agreement between both them.
Keywords : Cooperation
KERJASAMA PERTAHANAN TIMOR LESTE – INDONESIA PADA MASA PEMERINTAHAN KAY RALA XANANA GUSMAO (2009-2012)
ABSTRACT
kerjasama pertahanan yang dilakukan oleh Timor Leste dan Indonesia dilakukan dengan pendekatan diplomasi pertahanan. Meskipun pernah terlibat konflik pada tahun 1999 kini Timor Leste dan Indonesia terus meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Menyadari situasi keamanan Timor Leste yang belum cukup optimal, menuntut Timor Leste untuk meningkatkan kapasitas pertahanan negaranya. Oleh karena itu, kerjasama pertahanan yang dilakukan kedua negara untuk meningkatkan hubungan rasa saling percaya sebagai negara yang bertetangga serta untuk mendukung peningkatan kapasitas pertahanan Timor Leste yang lebih baik
ANALISIS SEMIOTIKA TENTANG NILAI-NILAI KESETIAAN PADA FILM “HABIBIE DAN AINUN”
Film “Habibie dan Ainun” adalah film yang mengambil kisah cinta mantan presiden pertama Indonesia yaitu Bacharuddin Jusuf Habibie bersama (alm) istrinya yaitu ibu Hasri Ainun. Selain itu film “Habibie dan Ainun” juga menarik karena menyuguhkan tema yang lebih natural dan berkualitas yakni mengangkat tema percintaan yang merupakan realita kehidupan dari seorang tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna pesan tentang nilai-nilai kesetiaan yang diinterpretasikan dalam film ”Habibie dan Ainun”. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode semiotika Roland Barthes. Metode ini mempunyai konsep tanda denotatif dan konotatif. Makna konotatif tidak sekedar memiliki makna tambahan namun mengandung kedua bagian tanda denotatif yang melandasi keberadaannya untuk mengkaji tanda-tanda dan simbol dalam sebuah film. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dari beberapa scene yang ada di dalam film “Habibie dan Ainun” yang menunjukkan nilai-nilai kesetiaaan. Nilai-Nilai kesetiaan dalam film “Habibie dan Ainun” terdiri dari (1). cinta yang mendalam, (2).tidak mudah tergoda oleh hal-hal tidak baik, (3) kesetiaan kepada negara, (4). pengabdian diri, (5). rela berkorban, dan (6) setia untuk mendoakan orang yang dicintai. Nilai-nilai kesetiaan ini dapat menjadikan pembelajaran kepada setiap orang baik orang dewasa yang belum menikah maupun telah menikah.Tanda-tanda yang menggambarkan tentang kesetiaan, terdapat dalam adegan baik perbuatan maupun ekspresi dari wajah pemeran film dan juga dialog yang terdapat dalam film “Habibie dan Ainun”
Potensi Cadangan Bauksit Daerah Desa Raba, Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat
Secara administratif daerah telitian masuk wilayah Desa Raba, Kecamatan Menjalin, Kabupaten
Landak, Provinsi Kalimantan Barat. Secara geografis terletak pada koordinat 109o18’22.2” BT - 109o21’04” BT
dan 0o29’18” LU - 0o30’55.7” LU, atau pada koordinat UTM (Universal Transverse Mercator) WGS 84 zona 49
N, X = 311500 mT – 316500 mT dan Y= 54000 mU– 57000 mU , dengan luas ± 1500 Ha yang tercakup dalam
peta rupa bumi BAKOSURTANAL lembar Singkawang dengan skala 1: 250.000.
Sumberdaya bauksit di daerah penelitian berdasarkan hasil perhitungan cadangan dengan menggunakan metode area of influence didapatkan jumlah cadangan bauksit sebesar 2517.358 ton. Dari hasil analisa kimia bijih bauksit didapatkan kadar rata-rata Al2O3 40,92 %, T-SiO2 31,43 %, Fe2O3 9,32 %, dan TiO2 0,56 %.
Berdasarkan grafik hasil analisa kimia tersebut terlihat bahwa terjadi 2 fungsi yang saling berlawanan yaituantara SiO2 dan Al2O3. Kedua senyawa kimia tersebut memainkan peran utama di dalam kualitas bauksit. KetikaSiO2 tinggi maka Al2O3 rendah, begitu pula sebaliknya. Kadar rata-rata Al2O3 daerah telitian termasuk ke dalambauksit golongan C (kelas rendah).
Kata-kata kunci: potensi, cadangan, bauksit, kada
Geologi dan Perhitungan Cadangan Batubara Seam 17, 20 dan 22 Pit R-22, Daerah Embalut dan Sekitarnya, Kecamatan Tenggarong Sebrang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur
Sari - Lokasi penelitian berada di wilayah konsesi PT. KITADIN. Secara geografis terletak pada koordinat 117ᴼ 04’ 43.1ˮ - 117ᴼ 07’ 57.1ˮ BT, 0ᴼ 17’ 46.7ˮ – 0ᴼ 20’ 13.3ˮ LS , dengan proyeksi UTM WGS84 50 S pada koordinat N 9962750-N 9967250 dan E 508750-E 514750. Secara administratif terletak didaerah Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur dengan luas 27 km, skala 1 : 12.500.
Berdasarkan aspek-aspek geomorfologi menurut Verstappen (1985), maka daerah penelitian dibagi menjadi 2 (dua) bentukan asal dan 4 (empat) bentuklahan. Bentukan asal Fluvial (F) yang terdiri atas satuan Bentuk lahan dataran aluvial (F1) dan satuan betuklahan Rawa (F2). Bentukan asal Struktural (S) yang terdiri atas satuan bentuklahan perbukitan bergelombang sedang (S1) dan satuan bentuklahan perbukitan bergelombang lemah (S2). Stratigrafi daerah penelitian termasuk dalam Formasi Balikpapan Cekungan Kutai, terbentuk pada lingkungan pengendapan Lower Delta Plain pada Kala Miosen Tengah – Miosen Akhir. Yang terdiri oleh 3 (dua) satuan batuan, dari tua ke muda adalah sebagai berikut : satuan batupasir kuarsa Balikpapan, satuan batulanau Balikpapan dan satuan endapan aluvial. Dengan variasi litologi yaitu batupasir kuarsa, batugamping pasiran, batulempung sisipan batubara, dan batulanau.
Berdasarkan data kedudukan lapisan batuan dan rekonstruksi penampang geologi, maka struktur yang berkembang di daerah penelitian adalah struktur lipatan berupa sinklin yang menurut regionalnya bernama Sinklin Embalut.
Metode perhitungan menggunakan metode Trianguler, diperoleh cadangan batubara Tonase Total Batubara (ton) : - Tonase Total Terukur = 285.713,35 ton, Tonase Total Terunjuk : 329.859,088 ton Dengan faktor koreksi sebesar 20%, Tonase Total Batubara (ton) : - Tonase Total Terukur = 228.570,68 ton, Tonase Total Terunjuk : 263.887,271 ton
Kata-kata kunci: batubara, perhitungan cadangan, trianguler, Formasi Balikpapan, Cekungan Kutai
GEOLOGI DAN STUDI PENGARUH LITOLOGI TERHADAP KUALITAS AIRTANAH DAERAH SIDOREJO, KECAMATAN LENDAH, KABUPATEN KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Daerah penelitian secara administratif meliputi Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi penelitian secara universal tranverse mercator (UTM) pada koordinat 413000 mE–417000 mE dan 9122000mN–9128000mN, sedangkan secara geografis terletak pada koordinat S 7053’30”-S 7056’30” dan E 110013’0”-E 110014’30” yang mencakup 4x6 km2. Daerah penelitian dibagi menjadi 3 bentuk asal, yaitu Satuan bentuk asal Struktural berupa subsatuan geomorfik perbukitan homoklin (S1) dan lereng homoklin (S2), Satuan bentuk asal Fluvial berupa subsatuan geomorfik dataran aluvial (F1) dan tubuh sungai (F2), Satuan bentuk asal Vulkanik berupa subsatuan geomorfik dataran fluvio vulkanik (V1), dengan pola pengaliran subdendritik. Statigrafi daerah penelitian dibagi menjadi 4 satuan batuan dengan urutan paling tua ke muda adalah Satuan kalkarenit Sentolo (Miosen Akhir-Pliosen Awal), Satuan batugamping-bioklastik Sentolo (Pliosen Awal), satuan endapan vulkanik Merapi Muda (Plistosen-Resen), dan satuan endapan aluvial (Holosen-Resen). Terdapat struktur antiklin dengan penamaan Upright Horizontal Fold. Litologi daerah penelitian didominasi oleh kalkarenit 16,83 % (high porosity), batugamping bioklastik 15,78 % (high porosity), endapan vulkanik material lepas hasil dari erosi batuan yang lebih tua juga memiliki tingkat kemampuan menyimpan air yang baik 4-20 % (low-high porosity), dan endapan aluvial 4-20 % (low-high porosity) sehingga berdasarkan urutan stratigrafinya tersebut, sistem akuifer di daerah penelitian merupakan sistem akuifer dengan porositas antar butir (intergranular). Pada daerah penelitian dapat disimpulkan keterdapatan airtanah pada material lepas memiliki sumber airtanah yang paling potensial dibandingkan dengan litologi yang mengandung karbonatan yang akan berpengaruh terhadap ketinggian MAT dan kualitas airtanah. Berdasarkan hasil dari analisis hidrokimia daerah penelitian terdiri atas empat tipe hidrokimia : Kalsium Bikarbonat Ca(HCO3)2, Natrium Bikarbonat (NaHCO3), Kalsium Klorida (CaCl2) , dan Natrium Klorida (NaCl). Berdasarkan klasifikasi tipe kimia air airtanah daerah penelitian termasuk ke dalam Area 5 (Tipe Kalsium Bikarbonat), dimana kekerasan karbonat (alkalinitas sekunder) >50% yang artinya airtanah didominasi oleh alkali tanah dan asam lemah. Hasil analisis kualitas airtanah daerah penelitian baik secara fisika dan kimia, sebagian besar kualitas airtanah di daerah penelitian masih layak konsumsi, namun dibeberapa daerah terdapat airtanah yang tidak layak konsumsi yaitu karena kadar DHL, TDS, Ca, Mg, Na, NO3, dan Cl yang melebihi standar baku mutu air seperti daerah Tuksono, Ngentakrejo, Jatirejo, Tubin dan Kuwarakan. Daerah Tuksono dan Ngentakrejo merupakan daerah yang paling tidak layak dikonsumsi airtanahnya, oleh karena itu airtanah yang akan dikonsumsi harus dilakukan Water Treatment seperti Distilasi, Sand Filter, dan Water Softener sebelum di konsumsi.
Kata - kata Kunci : Universal Tranverse Mercator, Upright Horizontal Fold, high porosity, low-high porosity,
intergranular, Water Treatment, Distilasi, Sand Filter, Water Softene
STUDI LABORATORIUM MENGENAI KONSENTRASI DEMULSIFIER YANG OPTIMUM PADA BEBERAPA KONDISI TEMPERATUR UNTUK PENANGGULANGAN EMULSI PADA CENTRAL FACILITY (LAPANGAN KENALI ASAM)
RINGKASAN
Salah satu masalah produksi yang timbul pada Lapangan Kenali Asam
adalah terbentuknya emulsi antara minyak dan air yang cukup stabil, dan ikut
terproduksinya air dipermukaan. Tingginya kadar air yang terproduksi dari sumursumur
Lapangan Kenali Asam ini umumnya menimbulkan emulsi yang cukup
sulit untuk ditanggulangi.
Emulsi yang terbentuk di lapangan ini tidak bisa dipisahkan hanya dengan
metode
gravity settling saja, oleh karena itu diperlukan injeksi demulsifier ke
dalam emulsi tersebut agar minyak dapat terpisah dari air. Metode yang
digunakan adalah dengan menggunakan metode
bottle test dengan menggunakan
3 jenis
demulsifier yaitu Tekno DM seri A, B dan C yang kemudian hasilnya akan
diuji lagi menggunakan metode
top cut grind out agar diketahui konsentrasi dan
temperatur
demulsifier terbaik untuk direkomendasikan penggunaannya pada field
test
dalam proses pemecahan emulsi pada Central Facility Lapangan Kenali
Asam.
Bottle test menggunakan sampel manifold dari Central Facility
menunjukan bahwa demulsifier Tekno DM A mencapai hasil optimum pada
temperatur 50
⁰ C dan konsentrasi demulsifier 15 ppm dengan 45 % air terpisah
dan
BS&W sebesar 0,05 %. Tekno DM B mencapai hasil optimum pada
temperatur 52
⁰ C dan konsentrasi demulsifier 15 ppm dengan 45 % air terpisah
dan
BS&W sebesar 0,1 %, sedangkan Tekno DM C mencapai hasil optimum pada
temperatur 52
⁰ C dan konsentrasi demulsifier 15 ppm dengan 45 % air terpisah
dan
BS&W sebesar 0,05 %. Dari hasil uji botol dan pengamatan di Laboratorium
ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan Tekno DM A paling efektif karena
memiliki stabilitas yang tinggi dan % air terpisah tercapai pada temperatur paling
rendah serta kandungan
BS&W yang cukup baik dibanding demulsifier lainnya.
Sedangkan pada
field test menggunakan sample oil tank dari Central Facility,
didapatkan hasil
BS&W existing sebesar 0,122 % dan Salt Content existing
sebesar 19,2 PTB yang mana belum memenuhi standard yang telah ditentukan dan
setelah diinjeksikan dengan
demulsifier Tekno DM A didapatkan hasil BS&W
sebesar 0,05 % dan Salt Content sebesar 3,5 PTB yang sesuai dengan standard
yang telah ditentukan (
BS&W < 0,5 % dan Salt Content < 7 PTB). Hal ini
mebuktikan keefektifitasan penggunaan
demulsifier Tekno DM A untuk
penanggulangan emulsi dilapangan Kenali Asam.
v
PENGARUH PRODUK DOMESTIK BRUTO, KURS DAN INFLASI TERHADAP PERMINTAAN TOTAL IMPOR DI INDONESIA (1981-2011)
Penelitian ini bertujuan untuk : (1). Menganalisis pengaruh PDB terhadap Permintaan
Impor di Indonesia ; (2). Menganalisis pengaruh Kurs terhadap Permintaan Impor di
Indonesia ; (3). Menganalisis pengaruh Inflasi terhadap Permintaan Impor di Indonesia.
Penelitian ini berbasis pada data-data sekunder, yaitu data-data Permintaan Impor, PDB,
Kurs dan Inflasi yang bersumber dari Bank Indonesia (BI). Alat analisis yang digunakan
adalah
Error Correction Model (ECM). PDB dan Kurs berpengaruh terhadap Permintaan
Impor dalam jangka panjang, sedangkan Inflasi tidak berpengaruh terhadap Permintaan
Impor dalam jangka panjang. PDB, Kurs dan Inflasi tidak berpengaruh terhadap
Permintaan Impor dalam jangka pendek.
Kata Kunci : Permintaan Impor, PDB, Kurs, Inflasi dan ECM
ANALISA PETROFISIKA DAN PERHITUNGAN CADANGAN HIDROKARBON LAPANGAN “X” FORMASI BATURAJA CEKUNGAN SUMATERA
ABSTRAK
Penelitian ini terletak pada lapangan “X”, Sumatera Selatan yang merupakan
salah satu lapangan yang dikembangkan oleh PT. PERTAMINA UTC. Analisa
petrofisika dilakukan pada Formasi Baturaja Cekungan Sumatera Selatan, dimana
pada lapangan ini merupakan batuan karbonat sebagai resevoar.
Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebaran parameter
petrofisika dan mengetahui cadangan hidrokarbon pada lapangan ini. Penyebaran
parameter petrofisika untuk mengetahui daerah yang menunjukan akumulasi
hidrokarbon. Perhitungan cadangan untuk mengetahui cadangan hidrokarbon yang
terakumulasi dan mengetahui besaran cadangan hidrokarbon yang dapat diambil dari
lapangan ini. Parameter petrofisika yang digunakan yaitu porositas, saturasi air dan
permeabilitas.
Hasil analisa petrofisika pada lapangan “X” memiliki nilai porositas dengan
kisaran 10% - 14%, saturasi air kurang dari 55%, dan permeabilitas sebesar 100mD.
Perhitungan cadangan hidrokarbon keseluruhan pada kompartemen bagian utara
sebesar 19,2 MMSCF dan cadangan yang dapat diambil sebesar 15,3 MMSCF.
Perhitungan cadangan hidrokarbon keseluruhan pada kompartemen bagian selatan
sebesar 5,53 MMSCF dan cadangan yang dapat diambil sebesar 4,42 MMSCF.
Kata kunci : petrofisika, porositas, saturasi air, permeabilitas, cadangan hidrokarbon
ABSTRACT
This research located in the field of “X”, which is one field is developed by
PT. Pertamina UTC. Petrophisical analysis performed in Baturaja Formation South
Sumatera Basin, which in this field is carbonate rock as resevoar.
The purpose of this research is to determine the spread of petrophysical
parameters and determine the hydrocarbon reserves in this field. The spread of
petrophysical parameters to determine the area that shows the accumulation of
hydrocarbon. Calculate of reserves to determine hydrocarbon reserves accumulated
and to determine the amount of hydrocarbon reserves that can be taken from this
field. Petrophysical parameters used are porosity, water saturation, and permeability
Petrophysical analysis of the results in the field “X” has a value of porosity in
the range are 10% - 14%, water saturation less than 55%, and permeability are 100
mD. Calculation of total hydrocarbon reserves from north compratement are 19,2
MMSCF, and reserves that can be taken are 15,3 MMSCF. Calculation of total
hydrocarbon reserves from south compratement are 5,53 MMSCF and reserves that
can be taken are 4,42 MMSCF.
Keyword : petrophysical, porosity, water saturation, permeability, hydroca
PENGARUH PERSEPSI KUALITAS LAYANAN DAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP PEMBELIAN ULANG KONSUMEN PADA TOKO BANJIR FURNITURE PEMALANG
ABSTRAKSI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi kualitas layanan dan kepuasan
pelanggan terhadap pembelian ulang konsumen pada Toko Banjir Furniture Pemalang. Variabel
yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas (persepsi kualitas layanan), variabel
terikat (pembelian ulang konsumen), dan variabel moderasi (kepuasan pelanggan). Data yang
dikumpulkan menggunakan teknik kuesioner, sampel yang digunakan sebanyak 110 responden.
Pemilihan sampel menggunakan metode non probability dengan teknik purposive sampling. Alat
analisis dalam penelitian adalah analisis regresi sederhana dan moderasi dengan menggunakan
program computer SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan
persepsi kualitas layanan terhadap pembelian ulang konsumen dan kepuasan pelanggan
memoderasi pengaruh persepsi kualitas layanan terhadap pembelian ulang konsumen pada Toko
Banjir Furniture Pemalang.
Kata kunci : persepsi kualitas layanan, kepuasan pelanggan, pembelian ulang konsume