Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
PRA RANCANGAN PABRIK CRUDE OIL DARI LIKUIFIKASI BATUBARA SECARA KATALITIK KAPASITAS : 100.000 TON / TAHUN EXECUTIVE SUMMARY
Pra Rancangan Pabrik Crude Oil dari Likuifaksi Batubara Secara Katalitik dengan
Kapasitas 100.000 ton/tahun direncanakan didirikan di Bontang, Propinsi Kalimantan Timur
dengan luas tanah 32.125 m2, menggunakan bahan baku batubara subbituminus yang
diperoleh dari PT. Indominco, Bontang sedangkan gas hidrogen dibeli dari PT. Sinar Biru
Acitylen. Pabrik beroperasi secara kontinyu selama 330 hari secara efektif dalam satu tahun
dengan jumlah tenaga kerja 246 orang. Adapun kegunaan crude oil yang paling besar untuk
bahan bakar cair.
Proses pembuatan Crude Oil merupakan proses Hidrocracking dengan cara
mereaksikan Batubara Subbituminus dan gas Hidrogen dalam Ebullated Bed Reaktor
menggunakan katalis CoMo/Al2O3 pada suhu 415 C o dan tekanan 204 atm. Reaksi yang
terjadi merupakan reaksi eksotermis dan bertekanan tinggi, sehingga reaktor perlu
dirancang dengan metode multi layer untuk menjaga tekanan dalam reaktor pada kondisi
operasi, yaitu antara 415 °C – 433 °C. Gas keluar dari reaktor masuk ke condensor parsial
( CD-01) untuk diembunkan, kemudian fasa gas dan cairan dipisahkan dengan menggunakan
separator. Hasil bawah separator diumpankan ke produk cair keluaran reaktor, sebagian
produk cair direcycle menuju mixer sebagai pelarut dan sisanya sebagai produk utama
didinginkan di cooler (CL-02) kemudian disimpan dalam tanki produk ( T-02). Kebutuhan air
digunakan sebagai air servis, air rumah tangga, air proses, air pendingin, dan air umpan
boiler. Air diperoleh dari PT. Kalimantan Parna Industri (KPI) dengan kebutuhan air saat
start up sebesar 44.492,041 kg/jam. Kebutuhan air make up sebesar 5.024,37 Kg/jam
sedangkan untuk steam dibutuhkan sebanyak 1.061,750 Kg/jam. Kebuthan listrik sebesar
922,15 kW. Daya listrik sebesar 1.300 kW diperoleh dari PLN dan untuk cadangan
digunakan generator dengan daya sebesar 1.225 kW.
Dari analisa ekonomi diketahui bahwa pabrik memerlukan modal tetap sebesar Rp.
619.213.037.800 modal kerja sebesar Rp 222.542.823.424, POT sebelum pajak 2,25 tahun
dan POT sesudah pajak 3,15 tahun, ROI sebelum pajak 58,99 % dan ROI setelah pajak
29,49 %, BEP 41,36 %, SDP 18,78 % dan DCF 43,2 %. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa pra rancangan pabrik Crude Oil layak untuk dikaji lebih lanjut
PRA RANCANGAN PABRIK CRUDE OIL DARI LIKUIFIKASI BATUBARA SECARA KATALITIK KAPASITAS : 100.000 TON / TAHUN
Pra Rancangan Pabrik Crude Oil dari Likuifaksi Batubara Secara Katalitik dengan
Kapasitas 100.000 ton/tahun direncanakan didirikan di Bontang, Propinsi Kalimantan Timur
dengan luas tanah 32.125 m
2
, menggunakan bahan baku batubara subbituminus yang
diperoleh dari PT. Indominco, Bontang sedangkan gas hidrogen dibeli dari PT. Sinar Biru
Acitylen. Pabrik beroperasi secara kontinyu selama 330 hari secara efektif dalam satu tahun
dengan jumlah tenaga kerja 246 orang. Adapun kegunaan crude oil yang paling besar untuk
bahan bakar cair.
Proses pembuatan Crude Oil merupakan proses Hidrocracking dengan cara
mereaksikan Batubara Subbituminus dan gas Hidrogen dalam Ebullated Bed Reaktor
menggunakan katalis CoMo/Al
2
O
3
pada suhu 415
o
dan tekanan 204 atm. Reaksi yang
terjadi merupakan reaksi eksotermis dan bertekanan tinggi, sehingga reaktor perlu
dirancang dengan metode multi layer untuk menjaga tekanan dalam reaktor pada kondisi
operasi, yaitu antara 415 °C – 433 °C. Gas keluar dari reaktor masuk ke condensor parsial
( CD-01) untuk diembunkan, kemudian fasa gas dan cairan dipisahkan dengan menggunakan
separator. Hasil bawah separator diumpankan ke produk cair keluaran reaktor, sebagian
produk cair direcycle menuju mixer sebagai pelarut dan sisanya sebagai produk utama
didinginkan di cooler (CL-02) kemudian disimpan dalam tanki produk ( T-02). Kebutuhan air
digunakan sebagai air servis, air rumah tangga, air proses, air pendingin, dan air umpan
boiler. Air diperoleh dari PT. Kalimantan Parna Industri (KPI) dengan kebutuhan air saat
start up sebesar 44.492,041 kg/jam. Kebutuhan air make up sebesar 5.024,37 Kg/jam
sedangkan untuk steam dibutuhkan sebanyak 1.061,750 Kg/jam. Kebuthan listrik sebesar
922,15 kW. Daya listrik sebesar 1.300 kW diperoleh dari PLN dan untuk cadangan
digunakan generator dengan daya sebesar 1.225 kW.
C
Dari analisa ekonomi diketahui bahwa pabrik memerlukan modal tetap sebesar Rp.
619.213.037.800 modal kerja sebesar Rp 222.542.823.424, POT sebelum pajak 2,25 tahun
dan POT sesudah pajak 3,15 tahun, ROI sebelum pajak 58,99 % dan ROI setelah pajak
29,49 %, BEP 41,36 %, SDP 18,78 % dan DCF 43,2 %. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa pra rancangan pabrik Crude Oil layak untuk dikaji lebih lanjut
ANALISA RESERVOAR KARBONAT FORMASI KAIS, LAPANGAN MARE, CEKUNGAN SALAWATI DENGAN MENGGUNAKAN METODE SEISMIK INVERSI AI MODEL BASED DAN DEKOMPOSISI SPEKTRAL
Formasi Kais merupakan salah satu batuan reservoar pada Cekungan Salawati. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menentukan batas dari reef tersebut, serta menentukan penyebaran nilai impedansi akustik dan menentukan daerah prospek hidrokarbon pada Formasi Kais Lapangan Mare ini.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisa Spectral Decomposition untuk melihat batas – batas penyebaran dari batuan reservoar. Dengan memanfaatkan frekuensi pada gelombang seismik yang melewati batas dari batuan reservoar, maka penyebaran dari batuan reservoar dapat digambarkan. Berikutnya menggunakan menggunakan analisa seismik inversi acoustic impedance, dikarenakan sifat ini dapat memberi informasi porositas serta keberadaan fluida dari suatu reservoir.
Setelah dilakukan pengolahan data, maka dapat terlihat batas dari batugamping yang membentuk melingkar. Hasil dari analisa berikutnya ialah penyebaran nilai acoustic impedance yang berarah Barat Laut – Tenggara, dimana nilai AI reservoar berkisar antara 20.000 – 30.000 (ft/s)*(g/cc). dari kedua tubuh reef, yang lebih berprospek sebagai lapangan hidrokarbon ialah reef yang terletak dibagian Tenggara karena memiliki nilai AI yang lebih rendah.
Kata kunci : Formasi Kais, acoustic impedance, Spectral Decomposition
ANALISA TRACER BREAKTHROUGH TIME PADA RESERVOIR “F” LAPANGAN “X” DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMULASI RESERVOIR DAN FRACTIONAL FLOW
Lapangan minyak “X” terletak di sekitar 30 km dari kota Cirebon.
Lapangan ini berproduksi pada Maret 1975 hingga data terakhir pada Februari
dengan kumulatif produksi minyak 9,923 MMSTB dan recovery factor 17,96%.
Pada Reservoir “F” Lapangan “X” dilakukan interwell tracer test menggunakan
media air. Namun, selama 3 bulan pengamatan pada interwell tracer test, tidak
terjadi tracer breakthrough pada sumur-sumur produksi yang dimonitor.
Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan analisa tracer breakthrough time untuk
mengetahui penyebab tidak adanya tracer breakthrough selama 3 bulan
pengamatan dan perkiraan tracer breakthrough time.
Interwell tracer test pada Lapangan “X” ini dilakukan dengan
menginjeksikan 3 tracer NDSA (Naphthalene Disulphonate Sodium Acid) pada 3
sumur injeksi. Analisa tracer breakthrough time dilakukan menggunakan dua
metode, yaitu simulasi reservoir dan fractional flow. Metode simulasi reservoir
dilakukan dengan mempersiapkan data, input data, memvalidasi data reservoir
dengan inisialisasi, history matching dan kemudian prediksi. Prediksi dilakukan
dengan 4 skenario, dimana masing-masing skenario dilakukan dengan mengubah
laju injeksi. Skenario basecase menggunakan laju injeksi 90 bwpd pada X-065i,
1535 bwpd pada X-129i dan 405 bwpd pada X-175i. Skenario 1 menggunakan
laju injeksi 1000 bwpd , skenario 2 menggunakan laju injeksi 1500 bwpd, dan
skenario 3 menggunakan laju injeksi 2000 bwpd. Optimisasi laju injeksi ini
bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai konektivitas antar sumur.
Simulasi base case dilakukan dengan menggunakan laju injeksi aktual untuk
menganalisa kondisi di lapangan yang sebenarnya. Pada sumur injeksi X-065i dan
sumur monitor terdekatnya X-140, perkiraan tracer breakthrough time dengan
fractional flow adalah 65.267 hari, dan dengan simulator tidak ada tracer
breakthrough selama masa prediksi 5 tahun. Pada sumur X-129i dan sumur
monitor terdekatnya X-057, perkiraan tracer breakthrough time dengan fractional
flow adalah 97 hari dan 649 hari dengan simulator. Pada sumur X-175i dan sumur
monitor terdekatnya X-137, perkiraan tracer breakthrough time dengan fractional
flow adalah 764 hari dan dengan simulator, tidak ada tracer breakthrough selama
masa prediksi 5 tahun. Berdasarkan hasil tersebut, diketahui bahwa tracer
breakthrough time dengan laju injeksi aktual membutuhkan waktu yang lebih
lama dari 3 bulan. Lamanya tracer breakthrough time pada kondisi aktual dapat
disebabkan oleh jauhnya jarak antara sumur injeksi da sumur produksi, harga
permeabilitas yang terlalu kecil, dan penggunaan laju injeksi yang terlalu kecil.
Meskipun demikian, penggunaan laju injeksi yang lebih besar ternyata dapat
membuktikan adanya konektivitas diantara sumur injeksi dan sumur produksi.
Pada akhir masa prediksi terjadi kenaikan harga tekanan dan saturasi air,
walaupun belum terjadi breakthrough pada sumur monitor tersebut
STUDI SIMULASI RESERVOIR UNTUK RENCANA PENGEMBANGAN LAPANGAN “Y” SERTA ANALISA KEEKONOMIANNYA
Ringkasan
Lapangan “Y” adalah lapangan tua yang dikelola oleh BOB PT. Bumi Siak Pusako –
Pertamina Hulu sejak 6 Agustus 2002. Awalnya Lapangan “Y” dikelola oleh PT. CPI sejak
periode 70-an. Lapangan ini memiliki formasi potensial yaitu Bekasap dan Bangko.
Berdasarkan hasil dari studi terdahulu diketahui bahwa OOIP mencapai 200.98 MMSTB,
dengan rincian OOIP lapisan Bekasap sand 1440 sebesar 48.19 MMSTB, Bekasap sand 1460
sebesar 97.76 MMSTB, Bangko sand 1500 sebesar 4.38 MMSTB, dan Bangko sand 1570
sebesar 50.65 MMSTB. Kumulatif produksi minyak pada Maret 2012 yaitu sebesar 85.86
MMSTB dan Recovery Factor yaitu 42.7%. Terdapat 27 sumur produksi yang masih aktif
dengan metode produksi ESP dan 11 sumur injeksi air. Untuk mendapatkan tambahan
Recovery Factor, timbulah pemikiran untuk mengembangkan Lapangan “Y” menggunakan
studi simulasi dan analisa keekonomian. Permasalahan yang ada yaitu Menentukan skenario
pengembangan yang akan dilakukan untuk lapangan “Y”, lalu mendapatkan profil produksi
minyak selama umur proyek untuk masing-masing skenario, kemudian mengetahui berapa
prediksi besarnya EUR dan besarnya faktor perolehan sampai economic limit, dan memilih
skenario terbaik untuk lapangan Y berdasarkan indikator ekonomi yang terbaik dari masingmasing
skenario,
serta
mengetahui
parameter
apa
yang
paling
dominan
terhadap
indikator
ekonomi.
Simulasi reservoar digunakan untuk memprediksi besarnya laju produksi dan
perolehan minyak. Tahapan-tahapan simulasi reservoar yaitu 1)persiapan data, pengolahan
data, pemodelan geologi dan geofisika, input data hasil pengumpulan dan persiapan data ke
model G&G, 2)inisialisasi tekanan dan inisialisasi OOIP simulai, 3)history matching dan PI
matching, 4)membuat beberapa skenario pengembangan, dan prediksi tiap skenario sampai
economic limit. Konstrain yang digunakan saat history matching yaitu Liquid rate, sedangkan
untuk produksi konstrain liquid yang dipakai yaitu rata-rata 3-6 bulan produksi terakhir, BHP
minimum 150 psi (metode produksi ESP), Water Cut maksimum 99%. Skenario
pengembangan yang dilakukan yaitu Skenario I (basecase) = 27 sumur produksi + 11 sumur
injeksi, Skenario II (basecase + 5 sumur infill), Skenario III (basecase + 5 sumur injeksi),
Skenario IV (Skenario II + Skenario III). Analisa keekonomian bertujuan untuk mengetahui
kelayakan pengembangan lapangan “Y” dan memilih skenario terbaik, tahapan dalam analisa
keekonomian yaitu membuat asumsi dan menentukan besarnya investasi tiap skenario lalu
menghitung cash flow dengan kontrak PSC, menghitung indikator keekonomian NPV, ROR,
POT, PIR, PI dan DPIR untuk mengetahui kelayakan pengembangan lapangan “Y”.
Pemilihan skenario terbaik yaitu dengan membandingkan indikator keekonomian tiap
skenario dan melakukan uji sensitivitas untuk mengetahui parameter yang paling dominan
terhadap indikator keekonomian.
Inisialisasi OOIP simulasi sebesar 202.21 MMSTB, sedangkan OOIP volumetrik
sebesar 200.98 MMSTB. OOIP Hasil proses inisialisasi menunjukkan bahwa model sudah
benar dengan perbedaan 0,06%. Kumulatif laju produksi likuid hasil simulasi yaitu 402.8
MMSTB, dan untuk sejarah kumulatif likuidnya yaitu 405.91 MMSTB dengan perbedaan
kurang dari 1%, Untuk kumulatif minyak hasil simulasi yaitu 88.57 MMSTB dan untuk
sejarahnya yaitu 85.86 MMSTB dengan perbedaan kurang dari 5%, Untuk kumulatif air hasil
simulasi sebesar 314.15 MMSTB dan untuk sejarah kumulatif air sebesar 324.31 MMSTB
dengan perbedan kurang dari 5%. Skenario IV merupakan skenario terbaik dengan hasil EUR
97.61 MMSTB, RF 48.59% pada Desember 2036, NPV@DF 10% 14.907.775 USD, ROR 37
%, PIR 1.42, PI 1.22, DPIR 0.22, POT 3.39 tahun, GOI 476 MMUSD. Uji sensitivitas
dilakukan pada skenario IV dengan hasil harga minyak merupakan parameter yang paling
dominan berpengaruh, diikuti berturut-turut produksi minyak, biaya operasi, dan investasi
ANALISIS POROSITAS RESERVOAR BATUPASIR PADA DAERAH TARGET HORIZON TOP R1 LAPANGAN ALIARAS, FORMASI BALIKPAPAN, KALIMANTAN DENGAN MENGGUNAKAN SEISMIK INVERSI ACOUSTIC IMPEDANCE (AI)
ABSTRAK
Reservoar batupasir pada lapangan Aliaras terletak pada Formasi Balikpapan,
Cekungan Kutai, Kalimantan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengaplikasikan metode seismik inversi impedansi akustik (AI)
model based
hardconstraint
dan
sparse spike
guna
mengetahui zona potensi hidrokarkon
reservoar batupasir berdasarkan nilai impedansi akustik dan porositas batuan.
Metode
seismik inversi impedansi akustik (AI) merupakan salah satu metode yang digunakan
sebagai indikator litologi, porositas, dan hidrokarb
on. Penelitian menggunakan dua
metode seismik inversi AI yaitu
model based
dan
Maximum Likehood sparse spike
,
tujuannya adalah untuk melakukan perbandingan hasil dari inversi
m
odel
based
dan
Maximum Likelihood Sparse Spike
.
Zona potensi hidrokarbon reservo
ar batupasir
lapangan Aliaras mempunyai nilai impedansi akustik antara
17600
-
22546 (ft
/s)*(g/cc)
dan
nilai porositas antara
16
-
26%
pada peta AI dan peta porositas hasil slice
model based
hardconstraint
. Sedangkan pada peta AI dan peta porositas hasil slice
sparse spike
mepunyai
nilai impedansi akustik antara
17000
-
21250
(ft
/s)*(g/
cc)
, nilai porositas antara
17
-
2
8%.
Kata kunci : Seismik Inversi, impedansi akustik (AI),
model based, sparse spik
PENGARUH STRES KERJA, KEPUASAN KERJA, DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADAKARYAWAN PT ADI SATRIA ABADI (PT.ASA) YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja, kepuasan kerja
dan komitmen organisasional secara serentak terhadap perilaku kewargaan
organisasional (OCB); pengaruh stres kerja, kepuasan kerja dan komitmen
organisasional secara parsial terhadap perilaku kewargaan organisasional (OCB); dan
variabel yang dominan pengaruhnya terhadap perilaku kewargaan organisasional
(OCB). Penelitian dilakukan di PT Adi Satria Abadi Yogyakarta.
Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 160 orang
karyawan. Pengambilan sampel menggunakan teknik propotional stratified random
sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan
reliabilitasnya. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert 5 point.
Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bukti empiris bahwa: (1) Stres kerja,
kepuasan kerja dan komitmen organisasional secara serentak berpengaruh terhadap
perilaku kewargaan organisasional karyawan (organizational cirizenship behavior)
PT ASA (F=75.210; p=0.000<0.05). Koefisien determinasi adjusted dari model
regresi penelitian ini sebesar 58.3%, yang berarti baik buruknya perilaku kewargaan
organisasional karyawan PT ASA 58.3% dipengaruhi oleh stres kerja, kepuasan kerja,
dan komitmen organisasional; sedangkan pengaruh dari variabel-variabel lain yang
tidak tercakup dalam penelitian ini sebesar 41.7%. (2) Stres kerja berpengaruh negatif
dan signifikan terhadap perilaku kewargaan organisasional (b
=-0.137;
p=0.025<0.05). Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku
kewargaan organisasional (b
=0.490; p=0.000<0.05); dan komitmen organisasional
berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kewargaan organisasional
(b
3
2
=0.193; p=0.015<0.05); dan (3) Variabel yang dominan pengaruhnya terhadap
perilaku kewargaan organisasional karyawan PT ASA adalah kepuasan kerja
(β
=0.560).
Kata kunci: perilaku kewargaan organisasional (OCB), propotional stratified random
2
sampling
PENENTUAN NILAI GAS CONTENT PADA SUMUR CBM X#3 LAPANGAN X SUMATERA SELATAN
Pengembangan Coal Bed Methane
Dalam menentukan kandungan Gas In-Place pada sumur X#3 perlu
dilakukannya analisa Gas Content terlebih dahulu, dimana analisa sampel batubara
dibagi menjadi 2 yaitu analisa secara Laboratorium dan analisa secara Logging.
Analisa Laboratorium difokuskan pada analisa proximate, sedangkan analisa Logging
membutuhkan nilai density bulk hasil pembacaan chart log dari tiap sampel. Kedua
jenis analisa ini bertujuan untuk mengetahui ash content
Berdasarkan hasil analisa Gas Content didapatkan bahwa nilai gas content
adsorbed memberikan nilai yang lebih merepresentasikan reservoir X#3 sebenarnya
dibanding in-situ gas content. Walaupun nilai Gas Content Modified Kim memiliki
nilai yang paling kecil diantara Mavor, Mullen, namun nilai Gas Content hasil
Modified Kim memiliki nilai yang lebih mempresentasikan keadaan reservoir
sebenarnya. Dalam penentuan Gas In-Place secara volumetrik didapatkan nilai Gas
In-Plac
DESAIN PENGASAMAN MATRIKS KARBONAT PADA SUMUR “X” LAPANGAN “Y”
RINGKASAN
Sumur “X” adalah sumur yang berproduksi minyak pada formasi “B” yang
jenis batuannya adalah karbonat limestone, pada 5 Juli 2008 sumur “X”
mengalami penurunan produksi secara signifikan yaitu dari 645 bopd minyak dan
279,67 bwpd air pada 5 Juli 2008 turun menjadi 457,256 bopd minyak dan 112,78
bwpd air pada 18 Juli 2008, setelah dilakukan analisa PBU test ternyata terdapat
nilai skin
Untuk menanggulangi permasalahan di atas, dilakukan skenario
perencanaan peningkatan produksi yaitu dengan stimulasi pengasaman matriks
Skenario awal dilakukan dengan menghitung produktivitas formasi pada
sumur “X” dengan mebuat kurva inflow performance relationshi
APLIKASI IJIN, CUTI DAN RESIGN PEGAWAI BERBASIS WEB PADA CV.KDTO
ABSTRAKSI
Perkembangan teknologi dibidang komputer yang semakin cepat pada masa sekarang ini
menuntut kemampuan setiap orang agar dapat berjalan seiringan dengan kemajuan
perkembangan komputer.. Sistem pengolahan data kepegawaian pada Kantor CV.KDTO masih
dilakukan secara manual, hal tersebut dapat mengakibatkan informasi yang dihasilkan kurang
efisien dan efektif. Penyimpanan data-data pegawai masih dalam bentuk hardcopy atau masih
berbentuk arsip kertas yang disusun menjadi satu file yang dinamakan dosir pegawai.
CodeIgniter adalah aplikasi open source yang berupa framework dengan model MVC
(Model, View, Controller) untuk membangun website dinamis dengan menggunakan PHP.
CodeIgniter memudahkan developer untuk membuat aplikasi web dengan cepat dan mudah
dibandingkan dengan membuatnya dari awal. Metode yang akan digunakan adalah metode
waterfall yang dalam metode ini terdapat analisis, perancangan, pemograman, pengujian dan
pemeliharaan serta tinjauan pustaka sebagai acuan buku-buku yang berhubungan dengan aplikasi
yang akan dibangun.
Pada aplikasi yang dibangun ini memudahkan direktur dalam pengecekan data peagawai
dan memberi kemudahan admin ntuk menginput data pegawai karna tidak perlu menulis dengan
secara manual seperti dulu lagi,proses yang dibutuhkan juga lebih cepat.laporan file tersimpan
dalam format pdf