Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
GEOLOGI DAN STUDI GEOKIMIA GUNUNGAPI IYA DAN SEKITARNYA, KECAMATAN ENDE SELATAN, KECAMATAN ENDE TENGAH, DAN KECAMATAN NDONA KABUPATEN ENDE PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Daerah penelitian ini berada pada Kecamatan Ende Selatan, Kecamatan Ende
Tengah, dan Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur
Secara UTM (Universal Transverse Mercator) daerah telitian terletak pada:
348000mE-356000mE (West East) dan 9106500mN-9026000mN (South
North),dengan skala 1 : 25.000. Luas daerah penelitian 50 km².
Secara geomorfik, daerah penelitian dibagi menjadi satu bentukan asal, yaitu
Bentukan Asal Vulkanik. Bentukan Asal Vulkanik dengan Subsatuan Geomorfik
Lereng Gunungapi Atas Iya (V3), Subsatuan Geomorfik Lereng Gunungapi Tengah
Iya (V5), Subsatuan Geomorfik Dataran Kaki Gunungapi (V7), Subsatuan
Geomorfik Bukit Gunungapi (V19), Subsatuan Geomorfik Bukit Intrusi (V24),
Subsatuan Geomorfik Kawah Gunungapi Iya (V26), Subsatuan Geomorfik Lereng
Gunungapi Tengah Roja (V27), Subsatuan Geomorfik Bukit Tanahau (V28), dan
Subsatuan Geomorfik Kaki Gunungapi Tua (V29).
Pada daerah penelitian, stratigrafi terdiri dari 4 satuan batuan. Dari tua ke
muda yaitu Satuan Breksi-dasit Tanahau yang berumur Miosen Tengah, Satuan
Batuapung-gunungapi Tua yang berumur Pliosen Akhir-Pleistosen Awal, Satuan
Lava-andesit Gunungapi Muda dan Intrusi Andesit yang berumur Kuarter, serta
Satuan Endapan aluvial yang berumur Holosen. Struktur geologi yang berkembang
di daerah penelitian berupa sesar Mendatar Waniwona.
Berdasarkan diagram hubungan total alkali (Na2O+K2O) dengan silika (SiO2)
(Le Bass, 1986), menunjukkan bahwa batuan yang terdapat pada daerah penelitian,
termasuk dalam batuan beku intermediet dan memiliki jenis batuan Andesit basalt
dan Andesit. Kerabat batuan Gunungapi Iya adalah kerabat Tholeiit yang memiliki
kandungan alkali (K2O) yang rendah. Berdasarkan diagram Harker yang merupakan
diagram variasi elemen-elemen utama batuan beku dengan silika (SiO2) didapatkan
adanya penurunan kadar TiO2, Al2O3, Fe2O3, MgO, K2O, serta kenaikan kadar Na2O
dan kadar CaO yang menunjukkan proses terjadinya diferensiasi magma.
Potensi geologi positif yang terdapat pada daerah telitian berupa
penambangan pasir, sedangkan potensi geologi negatif yang terdapat pada daerah
telitian berupa potensi letusan Gunungapi Iy
PRA RANCANGAN PABRIK MONO METILAMIN DARI METANOL DAN AMMONIA KAPASITAS 20.000 TON/TAHUN
Pabrik Mono Metilamin dari Metanol dan Ammonia dengan kapasitas
20.000 ton / tahun direncanakan didirikan di Bontang, Propinsi Kalimantan Timur dengan luas tanah 68.000 m
2
. Pabrik beroperasi secara kontinyu selama 330 hari dalam setahun dan 24 jam per hari dengan jumlah tenaga kerja 87 orang. Adapun kegunaan Metilamin yang paling besar untuk kepentingan industri obat-obatan sebagai antiposmodic dan analgesic, selain itu dimanfaatkan pula sebagai bahan intermediate dalam pembuatan bahan peledak dan insektisida. Proses pembuatan Metilamin dengan cara mereaksikan Metanol dan Ammonia dalam reaktor Fixed Bed multi tube menggunakan katalis activated alumina (Al 2
O 3
) pada suhu 300
o
C dan tekanan 14,3 atm. Reaksi yang terjadi merupakan reaksi eksothermis, sehingga reaktor perlu menggunakan pendingin Dowtherm - A untuk menjaga suhu dalam reaktor pada kondisi operasi, yaitu antara 178 – 341,6
o
C. Hasil keluaran dari reaktor berupa uap dilewatkan pada condensor untuk diembunkan, kemudian fasa uap dan cairan dipisahkan dengan menggunakan separator. Sebagian zat cair di alirkan ke unit pengolahan lanjut, Sedangkan uap masuk ke menara distilasi I untuk dipisahkan dan didapatkan Metilamin sebagai produk utama dengan kemurnian 99% sedangkan hasil bawah masuk ke menara distilasi II untuk dipisahkan kembali dan didapatkan hasil atas Trimetilamin sebagai produk samping dengan kemurnian 90% dan hasil bawah Dimetilamin sebagai produk samping dengan kemurnian 98%. Pabrik Metilamin membutuhkan air sebanyak 1.383.830,50 kg/jam yang diambil dari sungai Mahakam, sedangkan untuk steam dibutuhkan sebanyak 54.953,465 kg/jam. Daya listrik diambil dari PLN sebesar 450 KW. Dari evaluasi ekonomi diketahui bahwa pabrik memerlukan modal tetap sebesar Rp. 244.855.488.512 + $ 75.552.040,- dan modal kerja sebesar Rp 1.479.386.726.400,-. Kemampuan untuk mengembalikan modal Pay Out Time (POT) sebelum pajak adalah 1,31 tahun dan sesudah pajak adalah 2,32 tahun. Percent Return On Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 66,01 % dan setelah pajak sebesar 33,00 %, Break Even Point (BEP) sebesar 41,47 %, Shut Down Point (SDP) sebesar 23,74 % dan Discounted Cash Flow (DCF) sebesar 37,50 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pra rancangan pabrik Mono Metilamin layak untuk dikaji lebih lanjut
PENGARUH INSIDER OWNERSHIP, GROWTH, RISIKO PASAR TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN KEUANGAN DAN NON KEUANGAN
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh insider ownership, growth, risiko pasar pada perusahaan keuangan dan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk memenuhi tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan sampel akhir yang diperoleh sebanyak 78 perusahaan terdiri dari 57 perusahaan non keuangan dan 21 perusahaan keuangan (dikecualikan dari kelompok ini sektor perbankan) yang ditentukan dengan purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan alat uji regresi berganda (multipleregression) dengan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data dan asumsi klasik yang terdiri dari autokorelasi, multikolinear dan heteroskedastisitas. Dalam pengujian data, penelitian ini menggunakan bantuan software computer untuk statistik yaitu SPSS versi 16.00.
Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa insider ownership dan risiko pasarmempengaruhi perusahaan dalammenetapkan kebijakan dividen. Sementara itu, growth tidak berpengaruh terhadap penetapan kebijakan dividen perusahaan keuangan maupun non keuangan. Hasil pengujian secara bersama-sama terdapat penagaruh secara signifikan terhadap kebijakan dividen dan mempunyai arah yang positif baik itu dalam perusahaan non keuangan maupun keuangan.Pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel insider ownership dan risiko pasar.berpengaruh secara signifikan baik itu di perusahaan keuangan maupun non keuangan. Sedangkan growth tidak berpengaruh secara signifikan dan mempunyai hubungan arah yang positif.Hasil penelitian mendasari pengajuan saran penelitian yaitu untuk dapat menambah variabel penelitian, memperpanjang periode penelitian agar dapat diperoleh hasil penelitian terkait kebijakan dividen yang lebih mendalam.
Kata kunci: insider ownership,risiko pasar growth dankebijakan divide
LATAR BELAKANG PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJASAMA INDUSTRI KOREA UTARA DENGAN KOREA SELATAN DI DISTRIK KAESONG
Penelitian ini didasari dengan adanya pengaruh dari kebijakan pemerintah Korea
Utara yang melakukan pemutusan hubungan kerjasama industri bersama dengan Korea
Selatan di Kaesong. Keputusan Korea Utara menutup wilayah industrial Kaesong selain
menarik perhatian masyarakat juga membuat kekhawatiran karena tindakan Korea Utara yang
semakin provokatif, seperti yang dikatakan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon tentang uji
coba nuklir tersebut akan menjadi "tindakan provokatif", dan memperingatkan bahwa Korea
Utara tidak dapat melanjutkan "menghadapi dan menantang otoritas Dewan Keamanan dan
langsung menantang seluruh masyarakat internasional".
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisa
deskriptif yang merupakan suatu cara utama dalam melakukan penelitian. Diawali dengan
menggambarkan dinamika hubungan Korea Utara dan Korea Selatan, kemudian menyatukan
kedua hal tersebut dengan menganalisis. Proses pengumpulan data yang digunakan dalam
penulisan ini adalah dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui study
kepustakaan
Hasil yang diperoleh berdasarkan penelitian adalah bahwa hubungan kerjasama
industri Korea Utara dengan Korea Selatan di distrik Kaesong mengalami pasang surut
apalagi dengan adanya pemutusan sepihak yang dilakukan oleh Korea Utara.Banyaknya
tindakan dan aksi provokasi yang dilakukan kedua belah pihak mengakibatkan putusnya
hubungan kerjasama ke dua belah negara yang sudah sejak lama terjalin dengan baik
Geologi dan Studi Analisis Potensi Shale Gas Formasi Lower Baong Shale di Lapangan ”Mahakam”, Cekungan Sumatra Utara
Sari - Cekungan Sumatra Utara merupakan cekungan busur belakang yang terbentuk akibat subduksi yang terjadi antara Lempeng Indian-Australian yang bergerak dibawah Lempeng Eurasia pada Kala Eosen Akhir – Oligosen. Secara umum Cekungan Sumatera Utara pada bagian baratdaya berbatasan dengan Pegunungan Bukit Barisan yang terangkat pada Miosen Tengah, pada bagian tenggara berbatasan dengan BusurAsahan, sedangkan pada bagian timurlaut berbatasan dengan Semenanjung Malaysia, dan pada bagian utara cekungan ini terbuka kearah Laut Andaman.
Terdapat formasi serpih (yang sangat tebal dan kaya akan organic matter di Formasi Lower Baong yang berumur Miosen Tengah. Mineralogi Formasi Lower Baong menunjukkan kualitas berpotensi shale gas cukup baik dengan memperlihatkan batuan yang disusun oleh batuan lempung dengan mineral lempung dijumpai dalam jumlah yang cukup besar berupa smectite, illite dan kaolinit, mineral karbonat dijumpai dalam jumlah yang sedang berupa kalsit dan siderite serta terdapat oleh kuarsa, disertai sejumlah kecil feldspar, plagioklas, pyrite dengan dan tingkat kerapuhan (Brittleness Index) yang cukup rapuh hingga rapuh sebesar 0.51 hingga 0.77.
Formasi Lower Baong secara umum mengandung TOC cukup tinggi (0.63 - 1.4%) dengan tingkat kematangan umumnya dikategorikan sebagai mendekati matang (Tmax 426 - 437oC) dan HI=81 - 146 mg HC/g TOC dengan type kerogen II/III. Komposisi kerogen yang terkandung pada seluruh sampel umumnya mengandung 80-90% kerogen vitrinitik (terdiri dari vitrinite dan Non Fluorescence Amorphous yang berasal dari vitrinite yang terdegradasi), kerogen tipe III ini merupakan material organic pembentuk gas.
Dari hasil pemodelan sejarah pematangan yang dilakukan di daerah penelitian memperlihatkan bahwa pembentukan gas (gas window) berada pada kedalaman 2300 m dengan tebal 552 m pada Formasi lower Baong yang terbentuk pada sekitar 4 juta tahun yang lalu (Miosen Akhir).
Perhitungan sumber daya shale gas pada Formasi Lower Baong dengan menggunakan Rumus Jarvie dan Lewis, didapatkan volume 1216245135,95 acree.feet menghasilkan adsorb gas sebesar 187,23 TCF dan free gas sebesar 250,11 TCF dengan total dari adsorb gas dan free gas adalah 437,34 TCF.
Kata-kata kunci: shale gas, formasi lower Baong, sumber day
GEOLOGI DAN STUDI PROVENANCE SATUAN BATUPASIR JATEN DAERAH BUNGUR DAN SEKITARNYA, KECAMATAN TULAKAN, KABUPATEN PACITAN, PROVINSI JAWA TIMUR
Daerah penelitian terletak di Daerah Bungur dan sekitarnya, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Daerah penelitian secara geografis berdasarkan UTM 49 WGS 84 terletak pada koordinat 529000 mE – 534000 mE dan 9100000 mN – 9095000 mN. Luas daerah penelitian adalah kurang lebih 25 km2 dengan panjang dari selatan ke utara 5 km dan lebar dari arah barat ke timur kurang lebih 5 km dengan skala 1 : 12.500. Secara geomorfik, daerah telitian dibagi menjadi empat satuan bentukan asal dan enam satuan bentuk lahan, yaitu bentukan asal vulkanik yang terdiri dari pegunungan vulkanik (V1), intrusi (V2). Bentukan asal struktural terdiri dari perbukitan homoklin berlereng miring (S1). Bentukan asal Karst terdiri dari pegunungan karst (K1), Bentukan asal fluvial yang terdiri dari tubuh sungai (F1) dan dataran aluvial (F2). Pola pengaliran yang berkembang pada daerah telitian yaitu rectangular, subparallel dan sungai bawah tanah. Stratigrafi daerah telitian terdiri dari 5 satuan batuan, dari tua ke muda adalah Satuan Lava-andesit Mandalika yang berumur Oligosen Akhir - Miosen Awal. Lalu diterobos oleh satuan Intrusi-andesit Kluwih pada Miosen Awal. Satuan Andesit Mandalika terendapkan secara tidak selaras di atasnya adalah Satuan Batupasir Jaten berumur Miosen Tengah (N9-N11), di atas satuan ini terendapkan Satuan Batugamping Wonosari yang berumur Miosen Akhir - Pliosen Awal (N17-N18) yang memiliki hubungan tidak selaras dengan Satuan Batupasir Jaten. Diendapkan secara tidak selaras endapan aluvial di atas Satuan Batugamping Wonosari pada Kala Holosen. Struktur geologi yang berkembang pada daerah telitian berupa sesar normal dan sesar mendatar. Sesar di daerah telitian dibedakan menjadi 2 yaitu sesar berarah timurlaut - baratdaya dan utara - selatan. sesar mendatar Pendak dengan jenis Reverse Left Slip Fault yang berarah timurlaut - baratdaya. Sesar mendatar Kali Komplang Reverse Left Slip Fault yang berarah timurlaut - baratdaya. Sesar normal Pageran dengan jenis Left Normal Slip Fault yang berarah utara - selatan, Sesar mendatar Plawatan Normal Right Slip Fault yang berarah utara - selatan. Hasil plot diagram QFL dan QmFLt Satuan Batupasir Jaten pada daerah telitian termasuk kedalam zona Magmatic arc, subzone Transitional arc dan Undissected arc. Hasil plot diagram model QFL, lingkungan tektonik batuan asal (provenance) Satuan Batupasir Jaten berasal dari zona Volcanic Island Arc, dan paleoclimate daerah sumber hampir keseluruhan beriklim semi-arid atau semi- kering. Potensi geologi yang ada pada daerah telitian terdiri bahan galian golongan C yaitu batugamping, dilain pihak juga dapat terjadi gerakan tanah.
Kata – kata Kunci : Provenance, Batupasir, Satuan Batupasir Jaten, Reverse Left Slip Fault, Left Normal Slip Fault, Normal Right Slip Fault, Magmatic arc, Transitional arc, Undissected arc, Volcanic Island Arc, paleoclimat
LATAR BELAKANG CEKO SEBAGAI NEGARA TERAKHIR DALAM MENANDATANGANI PERJANJIAN LISABON TAHUN 2009
Perjanjian Lisabon (Lisbon Treaty) juga dikenal dengan perjanjian reformasi konstitusi Uni Eropa yang berhasil ditandatangani pada 13 Desember 2007 di ibukota Portugal, Lisbon. Perjanjian ini merupakan pembaharuan dari Perjanjian Uni Eropa dan Perjanjian Pendirian Komunitas Eropa yang dikenal dengan Perjanjian Roma. Makna penting dari Perjanjian Lisbon adalah diterapkannya penyesuaian terhadap faktor konstitusi, hak asasi manusia (HAM), hubungan luar negeri, sikap bersama mengenai perubahan iklim dan energi, posisi presiden dan mekanisme pemungutan suara (pemilu), serta posisi parlemen Eropa dan parlemen nasional.
Perjanjian Lisbon kemudian ditanggapi secara beragam oleh negara-negara Uni Eropa. Sebagian negara berpendapat bahwa dengan meratifikasi perjanjian maka negara-negara dituntut harus dapat menyesuaikan berbagai ketentuan sesuai dengan perjanjian ini, baikdalam waktu yang singkat ataupun melalui tahapan-tahapan. Inilah yang menyebabkan ratifikasi perjanjian Lisabon gagal diratifikasi secara serentak akibat adanya beberapa negara yang masih mempelajari dan mempertimbangkan ketentuan ini.
Keberadaan Republik Ceko menjadi begitu penting dalam dinamika Perjanjian Lisabon karena negara ini menjadi ratifikator terakhir. Negara ini tentunya memiliki berbagai pertimbangan yang sistematis dan mendasar untuk memposisikan diri sebagai negara terakhir yang menandatangani perjanjian ini. Alasan / motivasi Republik Ceko sebagai negara terakhir dalam ratifikasi Perjanjian Lisbon akan dibahas secara mendalam pada penelitian in
Analisis semiotika lirik lagu "Jokowi dan Basuki" yang dipopulerkan oleh cameo project dalam menyambut Pilkada Gubernur DKI Jakarta
Perkembangan musik di Indonesia saat ini sangat menarik untuk diamati. Band-band pendatang baru saat ini dalam pembuatan lirik lebih membahas soal cinta dan sangat jarang membawakan lagu yang bertemakan dukungan atau kritikan sosial untuk pejabat atau pemerintah. Fenomena yang terjadi bahwa masyarakat sekarang selalu menginterpretasikan calon gubernur atau wakil rakyat lainnya hanya mengumbar janji belakang dan hanya mementingkan dirinya sendiri apabila sudah terpilih nanti. Sehingga banyak masyarakat yang tidak menggunakan hak suaranya pada saat Pilkada. Dari situlah Cameo Project terdorong untuk membuat lirik lagu yang berkaitan dengan fenomena tersebut pada saat menjelang Pilkada Gubernnur DKI Jakarta. Penelitian ini mengambil judul Analisis Semiotika Lirik Lagu “Jokowi dan Basuki” yang Dipopulerkan Oleh Cameo Project Dalam Menyambut Pilkada Gubernur DKI Jakarta. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana makna semiotika yang terkandung dalam lirik lagu “Jokowi dan Basuki” yang dipopulerkan oleh Cameo Project?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan pesan yang terkandung dalam lirik lagu “Jokowi dan Basuki”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Ferdinand De Saussure. Pemikiran Saussure yang paling penting dalam konteks semiotik adalah pandangannya mengenai tanda. Saussure meletakan tanda dalam konteks komunikasi manusia dengan melakukan pemilahan antara apa yang disebut signifier (penanda) dan signified (petanda). Signifier adalah bunyi yang bermakna atau coretan yang bermakna (aspek material), yakni apa yang dikatakan dan apa yang ditulis atau di baca. Signified adalah gambaran mental, yakni pikiran atau konsep aspek mental dari bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna yang terkandung dalam lirik lagu “Jokowi dan Basuki” adalah harapan seluruh masyarakat Jakarta yang menginginkan perubahan di DKI Jakarta agar lebih baik dengan mengkritisi kebijakan atau sistem pemerintahan yang tidak berpihak kepada rakyat. Perubahan yang diinginkan tersebut mulai dari sistem birokrasi, sistem transportasi, sistem penertiban, dan sistem mengatasi banjir. Di dalam lirik lagu tersebut terdapat unsur kritikan dan juga unsur dukungan yang dimaksudkan untuk perubahan di DKI Jakarta. Unsur dukungan ditujukan terhadap pencalonan diri Jokowi dan Basuki sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Unsur kritikan tersebut diberikan oleh sang pencipta lagu agar Gubernur terpilih bisa melihat permasalahan yang ada dan dapat menyelesaikan permasalahan tersebut
KAJIAN GEOMETRI PELEDAKAN OVERBURDEN TERHADAP DIGGING TIME ALAT GALI MUAT PADA PENAMBANGAN BATUBARA DI PIT BENDILI, PT. KALTIM PRIMA COAL, SANGATTA, KALIMANTAN TIMUR
Dalam suatu kegiatan penambangan, pemboran dan peledakan merupakan salah satu metode pemberaian batuan yang keras. Peledakan dilakukan karena suatu massa batuan sudah tidak mampu lagi digali dengan menggunakan alat gali, sehingga dilakukan peledakan, yang tujuan utamanya adalah untuk membongkar massa batuan dari keadaan aslinya kedalam ukuran-ukuran tertentu. Salah satu faktor untuk menentukan peledakan dikatakan berhasil atau tidak tergantung pada tingkat fragmentasi yang dihasilkan dan efek peledakan terhadap lingkungan. Penelitian ini dilakukan di Pit Bendili Panel 6 dan Panel 7, PT. Kaltim Prima Coal, dimana pemboran dan peledakan dilakukan untuk membongkar lapisan tanah penutup yang sudah tidak mampu digali dengan mengunakan alat gali.
Fragmentasi batuan hasil peledakan sesuai dengan target perusahaan yaitu dengan metode produksi alat muat dan alat angkut (ritasi), fragmentasi >100cm adalah kurang dari 15%. Dan salah satu yang perlu diperhatikan adalah hasil fragmentasi batuan hasil peledakan < 75 cm karena sebagai acuan agar hasil fragmentasi batuan hasil peledakan tidak jauh dari yang direncanakan.
Berdasarkan hasil perhitungan geometri peledakan dan percobaan peledakan yang telah dilakukan, maka dapat direkomendasikan : untuk Panel 6, diameter lubang 200 mm digunakan jarak burden (B) 7,7 m, jarak spacing (S) 9,7 m, subdrill (J) 1 m, stemming (T) 5,5 m, kedalaman lubang (H) 11 m dan kolom isian (PC) 5,5 m dengan nilai powder factor maksimal 0,29 kg/m3. Sedangkan untuk untuk Panel 7, diameter lubang 200 mm digunakan jarak burden (B) 7,4 m, jarak spacing (S) 8,5 m, subdrill (J) 1 m, stemming (T) 6,5 m, kedalaman lubang (H) 11 m dan kolom isian (PC) 4,5 m dengan nilai powder factor maksimal 0,28 kg/m3.
Hasil percobaan yang dilakukan sebanyak 14 kali dengan geometri peledakan yang berbeda menunjukkan hasil average digging time yang berbeda, untuk geometri peledakan di panel 6 dengan burden 7,7 m dan spacing 9,7 m menunjukkan average digging time sebesar 11,43 detik, burden 8 m dan spacing 9 m menunjukkan average digging time sebesar 13,89 detik, burden 7,4 m dan spacing 8,5 m menunjukkan average digging time sebesar 15,02 detik. Sedangkan untuk geometri peledakan di panel 7 dengan burden 7,4 m dan spacing 8,5 m menunjukkan average digging time sebesar 14,76 detik, burden 8 m dan spacing 8,5 m menunjukkan average digging time sebesar 14,95 detik, burden 8 m dan spacing 9 m menunjukkan average digging time sebesar 13,45 deti
IDENTIFIKASI PERSEBARAN ZONA MINERALISASI BERDASARKAN DATA GEOMAGENTIK DAN INDUKSI POLARISASI KAWASAN WAKTU PADA DAERAH LAMBU SELATAN, KECAMATAN KALUMPANG, KABUPATEN MAMUJU, PROPINSI SULAWESI BARAT
Telah dilakukan penyelidikan di daerah Lambu Selatan Kecamatan Kalumpang Kabupaten Kepulauan Mamuju Propinsi Sulawesi Barat menggunakan metode Magnetik dan Geolistrik Induksi Polarisasi Kawasan Waktu. Penyelidikan Magnetik bertujuan untuk melokalisir daerah yang diindikasikan berpotensi sebagai zona mineralisasi yang kemudian dilanjutkan dengan penyelidikan Geolistrik Induksi Polarisasi Kawasan Waktu yang bertujuan utama untuk mengidentifikasi penyebaran zona mineralisasi berdasarkan nilai resistivitas dan chargeabilitas yang didukung dengan informasi geologi yang ada.
Pengambilan data Magnetik dilakukan pada 44 lintasan dengan panjang lintasan 2500 m, spasi antar titik pengukuran 50 m, spasi antar lintasan 50 m, dan arah lintasan N 900 E. Untuk metode resistivitas dan induksi polarisasi kawasan waktu berjumlah 26 lintasan dengan panjang lintasan 480 m, spasi 10 m, dan spasi antar lintasan 100 m dengan arah lintasan N 3150 E . Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Magmap Geosoft Oasis Montaj, RES2DINV dan RockWorks version 15.
Berdasarkan peta magnetik daerah yang merupakan daerah yang mengalami mineralisasi terdapat pada intensitas sedang-tinggi dengan nilai intensitas magnetik berkisar pada 58 -160 nT yang dimana termasuk pada Gunung Api Talaya yang berada pada daerah struktur (berdasarkan informasi data magnetik) yang cenderung berarah barat-timur. Dari interpretasi keseluruhan indentifikasi zona anomali mineralisasi yang ditandai dengan chargeabilitas >300 msec dengan korelasi resistivitas sedang – tinggi >500 Ohm.m. Zona ini tersebar dengan orientasi selatan barat laut.
Kata kunci : zona mineralisasi, magnetik, induksi polarisasi kawasan wakt