Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional RepositoryNot a member yet
7373 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS, FINANCIAL LEVERAGE DAN NET PROFIT MARGIN TERHADAP PRATIK PERATAAN LABA
Penelitian ini betujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh ukuran
perusahaan, profitabilitas, financial leverage dan net profit margin terhadap pratik
perataan laba pada perusahaan sector industri food and beverages yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia selama tahun 2009-2011. Alat-alat yang digunakan dalam
penelitian ini adalah regresi logistik. Hal ini digunakan untuk mengetahui pengaruh
variabel independen, yaitu ukuran perusahaan, profitabilitas, financial leverage dan
net profit margin pada status perataan laba. Status perataan laba didasarkan pada
indeks Eckel. Terdapat empat kesimpulan dalam penelitian ini. Kesimpulan tersebut
yaitu, ukuran perusahaan tidak mempengaruhi pratik perataan laba, profitabilitas
tidak mempengaruhi pratik perataan laba, financial leverage tidak mempengaruhi
pratik perataan laba, dan net profit margin tidak mempengaruhi pratik perataan laba.
Kata kunci: ukuran perusahaan, profitabilitas, financial leverage, dan net profit
margin
Geologi dan Pemetaan Bawah Permukaan Lapisan “TM”, Formasi Keutapang, Lapangan MCN, Cekungan Sumatera Utara Berdasarkan Data Core, Log Sumur dan Seismik
Sari - Objek penelitian adalah Lapangan MCN yang merupakan salah satu daerah operasi PT Pertamina EP Region Sumatera, yang terletak di bagian timurlaut Cekungan Sumatra Utara. Wilayah operasi ini berjarak kurang lebih 110 km di sebelah Barat Laut kota Medan dan ± 45 km di sebelah Barat Laut kota Pangkalan Brandan.
Formasi Keutapang Lapisan TM diinterpretasikan sebagai fasies distributary channel dengan bentukan
kurva log blocky (cylinder) atau bell shape, sehingga dapat disimpulkan bahwa lapisan TM Formasi Keutapang
diendapkan pada sublingkungan lower delta plain dan lingkungan pengendapannya adalah delta (Walker, 1992). Berdasarkan hasil perhitungan cadangan dengan metode volumetrik dari lapisan TM Formasi Keutapang diperoleh besarnya OOIP adalah 178.175.216,2 STB, Recoverable Reserve (RR) adalah 58.797.821,33 STB dengan Recovery Factor (RF) sebesar 0,33.
Kata-kata kunci: lingkungan pengendapan, fasies, volumetrik
GEOLOGI DAN STUDI KARAKTERISTIK SESAR NAIK DAERAH PILANGREJO DAN SEKITARNYA KECAMATAN JUWANGI, KABUPATEN BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH
Daerah penelitian secara administrasiberada di daerah Pilangrejo, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah.Secara geografis daerah penelitian berada pada koordinat469380 mE – 474380 mE dan 9199220 mN – 9205800 mN UTM (Universal Transverse Mercator) WGS 1984 zona 49S. Luas daerah telitian 6,6 km x 5 km dengan skala 1:20.000. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi tiga bentukan asal dan delapan bentuklahan, yaitu: a. Bentukan asal struktural terdiri atas satuan bentuklahan perbukitan homoklin (S1), perbukitan lipatan dan sesar (S2).b. Bentukan asal denudasional terdiri atas satuan bentuklahan bukit terkikis (D1). c. Bentukan asal fluvial dengan satuan bentuklahan tubuh sungai aluvial stream (F1), tubuh sungai bedrock stream (F2), dataran limpah banjir (F3), point bar (F4) dan dataran aluvial (F5). Stratigrafi daerah penelitian berdasarkan kesatuan ciri litologi yang dominan, dapat dikelompokkan menjadi lima satuan litostratigrafi tak resmi. Dari tua ke muda yaitu satuan napal Pelang (Oligosen Akhir-Miosen Awal), satuan batupasir-gampingan Kerek (Miosen Tengah), satuan batulempung-gampinganKerek (Miosen Tengah-Miosen Akhir), satuan napal-lempungan Kalibeng (Miosen Akhir-Pliosen Awal), dan satuan endapan aluvial (Holosen). Struktur geologi yang berkembang di daerah telitian terdiri dari sesar naik, sesar mendatar dan lipatan yang berhubungan dengan jalur anjakan- lipatan pada back-arc basin akibat tektonik kompresi dengan tegasan berarah utara – selatan yang berlangsung pada kala Pliosen Akhir sampai Awal Plistosen. Sesar naik daerah telitian merupakan sistem sesar anjak dengan sistem imbrikasi kedepan, dimana pengakomodasian pergeseran sesar utama didistribusikan ke sesar-sesar yang lebih kecil pada bagian depan sehingga besar dan arah pergeseran menjadi konsisten. Pergeseranyang signifikan berada pada sesar Kalimati di bagian selatan sebagai sesar yang pertama kali terbentuk /paling tua. Hasil restorasi penampang seimbang penampang A-A’ didapatkan nilai pemendekan sebesar 46 %, keterakan 0,46 dan rasio kontraksi 0,54. Dari hasil uji pemodelan sandbox diketahui bahwa sesar naik Kalimati terbentuk pada 3,09 juta tahun lalu dengan kecepatan pergerakan sesar 0,0033 cm/tahun, sesar naik Sambeng terbentuk pada 2,88 juta tahun lalu dengan kecepatan pergerakan sesar 0,0032 cm/tahun dan sesar Pilangrejo terbentuk pada 2,41 juta tahun lalu dengan kecepatan pergerakan sesar 0,0032 cm/tahun.
Kata - kata kunci : aluvial stream, bedrock stream, point bar, sesar naik, sesar mendatar, lipata
PEMETAAN DISTRIBUSI FASIES BATUPASIR “AR9”, FORMAS I DURI, LAPANGAN “CAPCIN”, CEKUNGAN SUMATERA TENGAH BERDASARKAN DATA LOG DAN DATA INTI BATUAN
Object of study is “Capcin” Field, Central Sumatera Basin, which one of PT. Chevron Pasific Indonesia’s field. “Capcin” Field is located approximately 50 km northwest of Duri Field in CPI Rokan Block. “AR9” sandstone is contained in Duri Formation which including of Sihapas Group at “Capcin” Field. Core data analysis resulted eigth lithofacies which associated with tidal channel, tidal bar, tidal sand flat, and transgressive lag. Associated facies interpretation data is calibration with well log before doing facies correlation. Based on lithofacies and associated facies interpretation getting depositional environment “AR9” sandstone is tide dominated estuary.
Keywords : tidal channel, tidal bar, tidal sand flat, dan transgressive lag, tide dominated estuary
Hidrometeorologic Disaster Risk Reduction Practice Sikep Samin Community, Pati Regency, Central of Java
Komunitas Sikep Samin adalah masyarakat adat yang sehari-hari disebut masyarakat Samin atau Masyarakat Sikep. Komunitas tersebut hanya melakukan kegiatan pencukupan kehidupannya bdengan bertani dan beternak. Komunitas Samin konsisten melakukan kegiatan pertanian tiga kali menanam padi dalam setahun, atau dua kali dengan disisipi menanam palawija. Pola tanam mengikuti kebutuhan petani, atau disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Namun demikian pada dasarnya pola ini sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air. Menanam dalam kondisi air sedikit sangat berbeda dengan pada kondisi air berlimpah. Kajian menunjukkan iklim regional menunjukkan musim kering (E). Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim yang akhirnya merubah tingkat produksi. Di sini Komunitas Samin Sikep terlihat mampu beradaptasi dengan petani pada umumnya. Komunitas ini sangat konsisten melakukan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim bila dibanding para petani pada umumnya. Dalam mensikapi perubahan iklim, Komunitas Sikep peduli, menjaga dan melestarikan keseimbangan alam secara sadar. Ini berarti komunitas memahami alam hanya digunakan secara perlu digunakan secara hati-hati dan aman adalah kunci kehidupan. Jika hal ini tidak dilakukan maka alam akan mengatur keseimbangan itu sendiri, dengan adanya banjir dan tanah longsor. Saat iini Masyarakat Sikep Samin sekarang berusaha untuk kembali ke pertanian organik dengan berusaha tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida.
Kata kunci: Bahaya meteorologis, Mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, Komunitas Sikep Sami
SISTEM INFORMASI TENDER PROYEK DINAS PU PROVINSI JAMBI DI BIDANG CIPTA KARYA MENGGUNAKAN METODE SATU SAMPUL DAN EVALUASI SISTEM GUGUR
Saat ini teknologi informasi telah mengalami kemajuan sangat pesat, bisa kita lihat hampir di semua bidang usaha saat ini selalu melibatkan teknologi informasi. Sistem pengembangan teknologi pengadaan barang dan jasa yang dulunyan menggunakan sistem manual sekarang telah menggunakan layanan berbasis teknologi informasi yang disebut LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik). Namun pada Dinas PU Provinsi Jambi khususnya di Bidang Cipta Karya, pemanfaatan teknologi informasi khususnya untuk mendukung operasional mereka yang berhubungan dengan kegiatan pengadaan barang dan jasa masih belum dimanfaatkan secara optimal. Dinas PU yang merupakan intansi pemerintah, masih menggunakan sistem manual dalam proses tender proyek dikarenakan layanan LPSE masih terpisah pada pemerintah provinsi. Sehingga banyak ditemukan kendala dalam proses pelaksanaan tender proyek. Kendala-kendala tersebut diantaranya adalah dalam proses pengumuman pemenang tender proyek sering kali harus dilakukan berulang-ulang akibat terbatas kemampuan media massa dalam pengumuman spesifikasi lelang serta keadaan-keadaan lainnya, dalam proses pendaftaran seringkali terjadi praktik suap menyuap antara panitia tender dengan peserta tender proyek.
Proses pengadaan barang atau jasa pada lingkungan pemerintah secara keseluruhan mengacu kepada peraturan pemerintah, yaitu Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 70 tahun 2011 tentang pengadaan barang atau jasa. Pada salah satu pasal dari keputusan Presiden tersebut, yaitu pada Pasal 47 ayat 2 huruf A yang berisi Metode Satu Sampul dan pada Pasal 48 ayat 1 huruf A yang berisi Sistem Gugur.
Akan menjadi lebih efektif dan sangat membantu jika teknologi informasi diterapkan dalam sistem informasi tender proyek menggunakan metode satu sampul dan evaluasi sistem gugur. Perangkat lunak ini diimplementasikan dengan menggunakan aplikasi berbasis web dengan bahasa pemrograman PHP dan MySQL sebagai databasenya.
Kata Kunci : Sistem Informasi, Metode Satu Sampul Dan Evaluasi Sistem Gugur, Tender Proye
GEOLOGI, FASIES PENGENDAPAN DAN POROSITAS FORMASI NGRAYONG, DAERAH KADIWONO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BULU, KABUPATEN BLORA-REMBANG, PROVINSI JAWA TENGAH
SARI
Daerah penelitian termasuk dalam wilayah yang berada di Zona Mandala
Rembang secara administratif terletak di Kabupaten Blora dan Kabupaten Rembang
Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis terletak pada 548000 mE - 553000 mE dan
9236500 mN – 9243000 mN dengan skala peta 1:20.000. Luas daerah penelitian
adalah 32,5 km2 dengan panjang dari Selatan ke Utara 6,5 km dan lebar dari arah
Barat ke Timur 5 km. Aspek geologi, analisis fasies serta porositas batupasir
Ngrayong yang akan menjadi bahan penelitian dalam skripsi ini.
Geomorfologi daerah telitian dibagi menjadi dua satuan bentukan asal, yaitu
bentukan asal struktural yang terdiri dari : subsatuan geomorfologi perbukitan
antiklin (S1), subsatuan geomorfologi perbukitan sinklin (S2), dan subsatuan
geomorfologi dataran antiklin (S3). Bentukan asal fluvial yang terdiri dari :
subsatuan dataran alluvial (F1). Pola pengaliran yang berkembang pada daerah
telitian adalah subdendritik dan subparallel.
Stratigrafi daerah telitian terdiri dari tiga satuan batuan, dari tua ke muda
adalah satuan batulempung Tawun berumur Miosen Bawah – Miosen Tengah (N8-
N9), satuan Batupasir Ngrayong berumur Miosen Tengah (N10-N13), dan satuan
endapan aluvial (Holosen). Struktur geologi yang ditemukan pada daerah telitian
berupa struktur Sesar yaitu dengan nama normal left slip fault dan lipatan yaitu
antiklin dengan nama steeply inclined fold.
Analisis profil dan interpretasi litofasies pada Formasi Ngrayong
menunjukkan asosiasi litofasies lingkungan mud flat, mixed flat, sand flat dan
subtidal flat. Interpretasi dari asosiasi fasies serta elemen arsitektural pada daerah
telitian menunjukkan lingkungan tidal flat. Nilai kisaran porositas batupasir Formasi
Ngrayong pada daerah telitian berdasarkan sayatan tipis (visible porosity) adalah 11-
37% dengan nilai rata-rata 24,1% (very good). Sedangkan berdasarkan perhitungan
metode penimbangan didapatkan nilai kisaran porositas 11,09-38,97% dengan nilai
rata-rata 25,48% (excellent). Dari data-data yang didapatkan baik mengenai fasies,
lingkungan pengendapan, litologi, serta analisis porositas maka, dapat disimpulkan
bahwa Formasi Ngrayong yang diendapkan pada lingkungan tidal flat, khususnya
litologi batupasir pada lingkungan subtidal hingga sand flat memiliki porositas yang
sangat baik - istimewa.
Kata kunci : Geologi, Fasies Tidal, Porositas, Formasi Ngrayong.
ABSTRACT
The studied area included in Mandala Rembang zone, administratively
located in Blora-Rembang Regency, Central Java Province, located at X : 548000
mE – 553000 mE and Y : 9236500 mN – 9243000 mN, with map scale 1:20.000 and
with wide 5x6,5 km2. The thesis emphasizes the effort to understanding geological
aspect, facies analysis, and sandstone porosity is the object which become the main
concern of it.
Based on geomorphology consideration the studied are is distinguished into
two basic form, the structural basic form which is subdivided into anticline hills (S1),
syncline hills (S2) and anticline plain (S3). The fluvial basic form which is
subdivided into alluvial plain (F1) and river flow system in studied area is
subdendritic and subparallel.
The stratigraphy of the studied area is subdivided into three different rock
units based on lithology similarity supported by comparing it’s against previous
research which conducted on the same area. From oldest to youngest respectively
are Tawun claystone unit N8-N9 (Lower Miocene – Middle Miocene), Ngrayong
sandstone unit N10-N13 (Middle Miocene) and alluvial sediment unit (Holocene).
Geological structure present in studied area comprise fault and anticline.
Profil analysis and lithofacies interpretation from Ngrayong Formation
showed an association lithofacies mud flat, mixed flat, sand flat and supratidal flat.
Association facies and architectural-element in studied area showed tidal flat
depositional environtment. Range of porosity values of Ngrayong sandstone based
thin section method and weigh method obtained range 11-37%, with average 24,1%
(very good). Based on weigh method obtained range 11,09-38,97%, with average
25,48% (excellent). Based on that result it can be concluded that the Ngrayong
formation deposited on the tidal flat, especially on subtidal – sand flat have a very
good – excellent porosity.
Keyword : Geology, Tidal facies, Porosity, Ngrayong Formation
ANALISA WET MUCK MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITY DI AREA TAMBANG BAWAH TANAH “DOZ” PANEL 3 NORTH PT. FREEPORT INDONESIA KABUPATEN MIMIKA PROPINSI PAPUA
Telah dilakukan penelitian dengan metode Geolistrik Resistivity di area tambang
bawah tanah “DOZ” Panel 3 North PT. Freeport Indonesia, Kabupaten Mimika,
Propinsi Papua. Penelitian dilakukan dengan tujuan melakukan analisa wet muck
(lumpur basah) mengenai keberadaan, pergerakan, dan potensi spill out di area
tersebut.
Akuisisi data resistivity dilakukan sebanyak delapan kali pengukuran dengan
panjang lintasan 275 m, jumlah elektroda 56, dengan spasi antar elektroda 5 m.
Sebagai data pendukung digunakan data dari pengukuran metode Self Potential,
dan data curah hujan. Pengolahan data resistivity dilakukan dengan software
Res2Dinv, sedangkan data self potential, dan data curah hujan diolah dengan
program Excel.
Interpretasi hasil pengolahan dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif dengan
membandingkan penampang true resistivity dengan grafik curah hujan dan self
potential. Keberadaan wet muck dengan intensitas cukup besar di tambang bawah
tanah “DOZ” Panel 3 North Drawpoint 1sampai15 terdapat di pengukuran ke 3
dan 4 yaitu pada tanggal 29 Desember 2012 dan 2 Januari 2013, dengan nilai
resistivity 0.5 sampai 4 Ωm, dan nilai curah hujan berkisar antara 23 sampai 33
mm. Pergerakan wet muck dalam 8 kali pengukuran relatif kecil yang ditunjukkan
dengan nilai self potential antara -5 sampai 5 mV. Sedangkan potensi spill out
terdapat pada pengukuran ke 3 2013 di drawpoint 7 sampai 13.
Kata kunci: Metode Resistivity, Metode Self Potential, True Resistivity, Wet muck,
Panel, Drawpoint, Spill ou
KAJIAN EROSI DENGAN METODE USLE DAN METODE PETAK KECIL DI SUB-SUB DAS TELENG, KECAMATAN GIRIWOYO, KABUPATEN WONOGIRI, PROVINSI JAWA TENGAH
INTISARI
Lahan merupakan sumberdaya alam yang sangat dibutuhkan oleh manusia.
Tetapi, jumlah lahan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang
semakin bertambah. Banyaknya lahan yang digunakan/ dimanfaatkan oleh manusia
untuk segala kebutuhan hidup yang tidak sesuai dengan kaedah konservasi lahan
dapat mengakibatkan kerusakan lahan (erosi). Oleh karena itu dilakukan penelitian
dengan tujuan untuk menghitung dan mengetahui jumlah tanah tererosi serta
meminimalkan laju erosi yang terjadi. Penelitian dilakukan di Sub-sub DAS Teleng,
Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah.
Metode penelitian yaitu menggunakan metode USLE dan metode Petak
Kecil. Metode USLE berfungsi untuk mengetahui prediksi nilai laju erosi di daerah
penelitian sedangkan metode petak kecil bertujuan untuk mengetahui nilai laju erosi
pada secara langsung pada tiap kejadian hujan.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil nilai laju erosi pada metode
USLE yang terbesar adalah 564,355 ton/ha/thn dan yang terkecil yaitu 0,17
ton/ha/thn sedangkan nilai laju erosi pada metode petak kecil yang terbesar adalah
115,895 ton/ha/thn dan yang terkecil yaitu 0,144 ton/ha/thn. Untuk daerah penelitian,
ada beberapa arahan fungsi lahan yaitu fungsi kawasan lindung, fungsi kawasan
penyangga dan fungsi kawasan budidaya tanaman semusim.
Kata kunci: Lahan, Kerusakan Lahan, Erosi
xiv
EROSION ASSESSMENT USING USLE AND SMALL PLOT METHOD IN
SUB-WATERSHED TELENG, GIRIWOYO DISTRICT, SPECIAL DISTRICT
PROVINCE WONOGIRI JAWA TENGA
ANALISA STRUKTUR MENGGUNAKAN SEISMIK ATRIBUT SPECTRAL DECOMPOSITION DAN AMPLITUDE PADA LAPANGAN “SAMAS” FORMASI BEKASAP CEKUNGAN SUMATRA TENGAH
ABSTRAK
ANALISA STRUKTUR MENGGUNAKAN SEISMIK ATRIBUT SPECTRAL DECOMPOSITION DAN AMPLITUDE PADA LAPANGAN “SAMAS”
FORMASI BEKASAP CEKUNGAN SUMATRA TENGAH
Oleh :
Aslama 115.090.041
Penelitian terletak di Lapangan “SAMAS” daerah Cekungan Sumatra Tengah
Formasi Bekasap. Daerah penelitian ini merupakan sebagai salah satu daerah yang dioperasikan oleh PT. Chevron Pacifik Indonesia (CPI) yang memperlihatkan tanda-tanda cadangan hidrokarbon yang terbesar, terutama terletak pada daerah bagian timur Cekungan Sumatera Tengah. Hidrokarbon dapat terakumulasi di reservoar disebabkan oleh sesar pada lapisan batuan. Sesar akan menjadi jalur migrasi dari hidrokarbon untuk terakumulasi di sebuah reservoar sehingga penting untuk dideteksi lebih lanjut. Sesar pada daerah penelitian merupakan sesar mayor dan minor yang berarah utara-selatan dan baratlaut-tenggara. Untuk dapat mendeteksi patahan/sesar dari data seimik pada daerah penelitian di Lapangan “SAMAS” yang terletak pada daerah Lapangan Minyak Minas, dapat menggunakan beberapa metode atribut seismik yaitu Spectral Decompotition dan Amplitude Atribut .
Berdasarkan hasil analisa metode Spectral Decomposition pada map slice horizon top dan bottom Formasi Bekasap menghasilkan data yang lebih berkualitas baik, hal tersebut di buktikan dengan kehadiran fault dan kenampakan closure pada daerah penelitian. Hasil dari metode Spectral Decompitition dapat diperlihatkan pada empat slice frekuensi yaitu 40 Hz hingga 55 Hz pada range 5 Hz. Pada metode Amplitude Atribute, map slice horizon top dan bottom Formasi Bekasap hanya memperlihatkan kehadiran fault . Penentuan time window 70 ms di nilai dapat memetakan lapisan pada map slice horizon top dan bottom Formasi Bekasap, sehingga dapat menampilkan persebaran struktur sesar pada map slice horizon.
Kata kunci : Spectral Decomposition, Amplitude Atributte, analisa sesar, closur