Jurnal Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang
Not a member yet
415 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN RANAH AFEKTIF MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian ranah afektif mata pelajaran Aqidah Akhlak dan menyusun panduan tentang instrumen penilaian ranah afektif yang teruji valid dan reliabel. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah R and D dengan mengadaptasi prosedur pengembangan dari Borg dan Gall tanpa tahapan yang terakhir, yaitu diseminasi dan implementasi. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif, yang meliputi uji validitas, uji reliabilitas, dan uji generalisabilitas antar rater. Pengembangan instrumen menghasilkan sebuah produk yang berupa buku Panduan Instrumen Penilaian Afektif. Buku panduan memuat instrumen angket skala sikap, instrumen observasi, dan instrumen wawancara. Hasil uji empiris di lapangan menghasilkan item- item pernyataan yang valid dan mempunyai tingkat reliabilitas yang tinggi. Buku panduan dapat dimanfaatkan oleh guru dalam melakukan penilaian afektif yang lebih obyektif dan komprehensif sehingga menghasilkan penilaian yang lebih bermakna. Kata kunci: instrumen penilaian; penilaian afektif; aqidah akhlak
KUALITAS BUTIR SOAL PAI PADA UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL
Tes yang berkualitas harus memiliki kemampuan untuk membedakan peserta tes yang memiliki kemampuan kognitif tinggi dan rendah. Oleh karena itu, merancang sebuah tes harus mengacu pada teori dan prosedur yang tepat. Dengan pendekatan kuantitatif, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas butir soal PAI yang diujikan pada USBN Tahun Pelajaran 2013/2014. Data diperoleh melalui lembar jawab peserta didik kelas XII SMAN 1 Ungaran yang berjumlah 228 lembar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal PAI paket A memiliki kualitas lebih baik dibanding paket B. Paket soal A dan B masing- masing hanya memiliki 4% butir dengan taraf kesukaran yang baik. Indeks daya pembeda yang baik hanya dicapai oleh 18% butir pada soal A dan 10% butir pada soal B. Hal ini berarti bahwa jika diujikan pada SMAN 1 Ungaran, kualitas butir soal PAI masih perlu diperbaiki. Secara umum hasil ini belum merepresentasikan kualitas butir soal PAI pada USBN tahun 2013/2014 karena data diperoleh hanya dari satu sekolah. Kata kunci: PAI, kualitas butir soal, indeks daya pembeda, taraf kesukaran, SMAN-1 Ungaran
SYAŢAḤAT KAUM SUFI (Sebuah Telaah Psikologis)
Penelitian ini menitikberatkan pada telaah atas ungkapan syaţaḥat kaum sufi. Ungkapan ini seakan-akan sufi memposisikan diri sebagai Tuhan. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan analisis isi sehingga diperoleh temuan sebagai berikut: seorang sufi mengalami keadaan syaţaḥat karena kuatnya emosi dan ekstase spiritual yang sangat bergejolak yang disebut wajd. Karena mengalami pengalaman penyatuan diri (itthād), sufi sampai pada keadaan mabuk (sakr), yang diikuti sinyal-sinyal ketuhanan dalam dirinya yang mengajak pada penyatuan diri sehingga dia memposisikan diri sebagai Tuhan; sampai pada hilangnya kesadaran diri sebagai manusia. Kata kunci: syaţaḥat, ekstase, psikologi, kaum sufi
DINAMIKA PENDIRIAN GEREJA KRISTEN SONGKA DAN GEREJA TORAJA JEMAAT MARANNU DI KOTA PALOPO
Dinamika pendirian rumah ibadat di Kota Palopo menarik untuk dikaji secara mendalam. Pembukaan pemukiman perumahan-perumahan baru bagi penduduk di Kota Palopo, di satu sisi merupakan kebutuhan mendasar bagi penduduk kota tersebut. Akan tetapi di sisi lain, tumbuh dan berkembangnya pemukiman baru tersebut memunculkan gesekan baru terkait pendirian rumah ibadat. Penelitian dengan pendekatan deskripsi kualitaif ini menemukan tiga temuan utama. Pertama, dalam pendirian rumah ibadat terjadi persaingan antara penduduk muslim dan penduduk muslim dan non muslim. Kedua, terbitnya PBM No 9 dan 8 Tahun 2006 belum mampu secara tuntas menyelesaikan persoalan pendirian rumah ibadat dan hal ini berpotensi menjadi konflik antar pemeluk agama. Ketiga, pendirian gereja masih menyisakan persoalan, baik gereja yang berdiri sebelum PBM lahir maupun gereja yang berdiri setelah regulasi PBM tersebut digulirkan.Kata kunci: Rumah Ibadat, Gereja Kristen Songka, Gereja Toraja, PBM No 8 dan 9 tahun 2006
STRATEGI AKOMODATIF KOMUNITAS TENGGER DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS KEAGAMAANNYA
Tengger sebagai entitas subkultur Jawa memiliki sistem religi lokal Budho Tengger. Religi ini berbasis sinkretisasi Hindu-Budha, khas hasil interaksi masyarakat dengan lingkunganya hingga terbentuk sistem religi lokal. Tulisan ini berusaha merekonstruksi perubahan yang terjadi pada religi lokal Tengger di tengah tekanan perubahan sosial karena kebijakan pemerintah dalam bidang agama. Masyarakat Tengger mengidentifikasi dirinya sebagai penganut agama Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama lokal Tengger mampu mempertahankan eksistensinya dengan mengakomodasi kebijakan keagamaan dari pemerintah. Tokoh-tokoh Tengger melakukan kompromi dengan memasukkan lembaga dukun Tengger dalam lembaga keagamaan Hindu, PHDI, sehingga sistem agama lokal Tengger secara subtansi masih tetap lestari dan hidup sebagai identitas masyarakat Tengger. Kata kunci: Agama lokal Tengger, perubahan sosial, akomodasi, identitas.